Banyuwangi, (Lensa Banyuwangi) Keramaian (BCM) di kian meningkat seiring bertambahnya jumlah pelapak baru. Namun, kehadiran sejumlah pedagang tanpa pemberitahuan kepada paguyuban setempat memunculkan persoalan dalam penataan area, terutama di jalur trotoar.
Ketua Paguyuban BCM Taman Blambangan, , mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menerima informasi terkait masuknya pelapak baru tersebut. Ia menegaskan bahwa paguyuban pada dasarnya terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, selama tetap menjalin komunikasi demi menjaga ketertiban.
“Kami tidak mempermasalahkan adanya pelapak baru. Namun, jika datang tanpa pemberitahuan, tentu menyulitkan dalam pengaturan lapak. Padahal kami sudah memiliki sistem penataan agar semua bisa tertib dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini BCM dikelola dengan sistem zonasi berbasis paguyuban yang mengatur jenis usaha dan penempatan lapak. Tanpa koordinasi, kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakteraturan yang dapat berdampak pada kenyamanan pengunjung.
Sementara itu, beberapa pelapak baru mengaku sebelumnya berjualan di kawasan Jalan Ahmad Yani pada waktu yang sama. Karena sepinya pembeli, mereka memilih berpindah ke Taman Blambangan yang dinilai lebih ramai dan memiliki potensi pasar yang lebih baik.
“Kami pindah ke sini karena di tempat lama sepi. Di sini terlihat lebih hidup, jadi kami berharap bisa mendapatkan pembeli lebih banyak,” ungkap salah satu pedagang.
Rachmat berharap para pelapak baru segera berkoordinasi dengan paguyuban agar keberadaan mereka dapat diakomodasi secara tertib. Ia menekankan bahwa keterbukaan tetap dijaga, selama diiringi dengan kesadaran untuk mengikuti aturan bersama.
“Kalau semua saling koordinasi, penataan akan lebih mudah. Dampaknya juga baik bagi semua pihak, baik pedagang maupun pengunjung,” pungkasnya.
Meningkatnya jumlah pelapak di BCM menunjukkan geliat ekonomi kreatif masyarakat Banyuwangi. Namun demikian, kolaborasi dan kedisiplinan tetap menjadi kunci agar kawasan ini tetap tertata, nyaman, dan berkelanjutan bagi semua pihak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar