Pages

KBIHU Al Mabrur Adakan Reuni Haji 2024


Banyuwangi (Warta Blambangan) Jamaah haji Kabupaten Banyuwangi Kloter SUB-58 dari KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) Al-mabrur Banyuwangi, Ahad (28/07/2024) di Masjid Babussalam Desa Ketapang dengan dihadiri tim Kloter SUB-58.

Ketua KBIHU Al Mabrur KH. Abdul Qodir menyampaikan bahwa sengaja mengundang tim Kloter SUB-58 dan menyampaikan banyak terimakasih atas bimbingan dan layanan yang sudah dilakukan dan sangat memuaskan.

Kekompakan jamaah bukan hanya ketika melakukan ibadah haji saja, tetapi juga pasca haji kekeluargaan tersebut masih terasa.

dr. Hj. Zuwwidatul Husna yang saat pelaksanaan ibadah haji menjadi dokter kloter menyampaikan bahwa tugas haji selain ibadah juga menambah saudara, saling bersilaturahim antar jamaah.

" kita sudah seperti saudara yang sudah kenal lama" kata Ning Wida.

Hal ini juga dibenarkan H. Ainur Rofiq yang saat haji menjadi Ketua Rombongan, yang memimpin acara, juga menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi semua tim kloter.

" saat pertama kali umrah sunnah, ketua rombongan diajak oleh ketua kloter SUB-58 ke miqot terdekat, dan selanjutnya para ketua rombongan dapat mengajak jamaahnya, yang kadangkala juga masih tetap didampingi tim kloter" katanya.

Hal ini bertujuan agar bagi jamaah haji yang ingin umrah sunnah dapat dilakukan secara mandiri, dan bagi yang sehat, mereka dapat melaksanakan umrah berkali-kali.

Kepedulian tim Kloter SUB-58 bukan hanya masalah ibadah saja, bahkan ketika jamaah membutuhkan penukaran real, juga dibantu oleh ketua kloter dengan kurs yang murah dibandingkan penukaran rupiah di luar.

Ketua kloter SUB-58 Syafaat yang juga hadir dalam reuni menyampaikan bahwa kesuksesan pelaksanaan ibadah haji, terutama kloter SUB-58 adalah adanya kekompakan dan saling peduli terhadap sesama.

"para jamaah saling membantu, terutama bagi jamaah haji ketika di hotel, terlebih ada layanan khusus konsumsi lansia yang dapat request melalui ketua rombongan" kata Syafaat.(syaf)

Ditampar Ibu-ibu Dalam Lift

 Ditampar Ibu-ibu Dalam Lift



Masuk kedalam lift, sudah ada ibu paroh baya sendirian, nampak sisa-sisa kecantikan yang tak mau pudar tergambar jelas dari aura wajahnya, dia sedikit kaget ketika saya memasukinya. Kita hanya berdua saja, hanya hening sesaat perempuan itu memandang wajahku,  saya diam saja tak sempat menyapa, hingga tamparan tangannya mendarat di pipiku, tak tahu apa salahku, untungnya tamparannya tak membuat pipiku memerah, namun pipi perempuan itu yang memerah yang membuat wajahnya semakin terlihat cantik.

Belum sempat sepatah kata keluar dari mulutku, dia mohon maaf karena gemas melihat diriku yang gundul dan tak menyangka bahwa itu adalah ketua kloternya yang mungkin terlihat beda, dan secara refleks saja tangannya mendarat di pipiku yang membuatku tak bisa berbuat apa-apa selain berkata iya ketika dia meminta maaf.

Sampai kamar saya bercermin, melihat wajah saya ketika gundul, ternyata imut juga ketika gundul, pantas saja ibu-ibu gemes lihat kepala gundul, dikiranya upin-ipin atau apa, namun memang ketika kepala terlihat rapi akan terlihat lebih muda, atau ini akibat dari telah memutuskan ibadah haji ?.

Menjadi ketua kloter bukan hanya dituntut memandu jamaah dibidang perhajian, atau situasi kota Makkah maupun Madinah, namun juga harus memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan jamaah, termasuk mengakibatkan paket data seluler ketika ada jamaah yang meminta bantuan, begitupun dengan ibu paroh baya yang ketemu di lift, beberapa kali meminta bantuan ketika ada masalah dengan handphone nya, karena dia juga butuh komunikasi dengan keluarganya yang berada di Indonesia, sedangkan wifi hotel hanya bisa digunakan untuk kirim kata-kata ataupun suara yang di rekam, padahal dia juga kepingin video call seperti jamaah lainnya, apalagi jika di rumah masih ada anaknya yang masih kecil. Ataukah suami atau istri yang berangkat sendiri, mereka lebih sering video call dengan keluarganya yang berada di tanah air.

Ibu yang menamparku dalam lift sebenarnya bukanlah jamaah haji dari kloter saya, dan tidak satu lantai dengan saya, namun dia merasa nyaman berdiskusi dengan saya, sehingga dan beberapa temannya beberapa kali ke tempat saya untuk diskusi beberapa hal, baik masalah perhajian maupun masalah lainnya, kita dianggap tahu semuanya, seperti seorang suami di depan istrinya yang harus bisa menjadi segalanya, begitupun dengan Ketua Kloter yang dianggap lebih tahu tentang seluk-beluk kota Makkah dibandingkan dengan lainnya, tahu tentang bagaimana membenahi handphone yang tidak dapat nyambung. Bahkan minta rapal doa bagaimana cara segera sembuh dari penyakit, tempat mustajab untuk berdoa agar enteng jodoh dan lain-lain.

Sistem zonasi dengan mengumpulkan jamaah haji sesuai dengan wilayahnya memudahkan jamaah haji untuk saling komunikasi, terlebih jika dalam satu kabupaten menjadi satu hotel seperti saat ini, yang kadangkala juga menimbulkan kecemburuan antar jamaah yang berbeda KBIHU, mereka merasa dengan biaya yang sama, namun yang diberikan pihak pengelola KBIHU berbeda, ada juga yang sedikit cerdas dengan inisiatif sendiri melakukan kegiatan kelompok secara mandiri, katanya mumpung berada di Saudi Arabia, jangan sampai hanya tidur saja, tetapi juga harus tahu dunia luar, baik untuk beribadah maupun berwisata.

Tim Kloter bukan hanya memandu kegiatan yang wajib saja, jika jamaah menghendaki, mereka juga diantar atau setidaknya diberi pemahaman kita ingin umroh, dijelaskan tempat-tempat ziarah bersejarah dan bagaimana cara mencapainya, sehingga banyak jamaah yang secara mandiri menjalankannya, mereka hampir tiap hari keluar hotel secara rombongan.

Ibu paroh baya ini juga bertanya tentang umrah yang dilaksanakan sebelum haji, dia ingin umrah tetapi tidak ada program bersama KBIHU nya, dia juga ragu karena bagaimana dengan dam yang harus dibayar ketika dia umrah berkali-kali sebelum haji, karena pemahamannya kalau haji tamatu, yakni umrah dulu kemudian haji harus membayar dam, kalau umrahnya berkali-kali takutnya harus bayar dan tamatu berkali-kali.

Hmmm saya hanya menjawab singkat saja bahwa yang bayar dam itu hajinya dan bukan umrahnya.

Kalau ditanya masalah perhajian atau bagaimana menukar real maupun mengambil uang di ATM kita nggak terlalu sulit untuk menjawabnya, pernah ketika mengisi kegiatan ke jamaah di lorong hotel, kita ditanya tentang kegiatan sunnah yang biasa dilakukan suami-istri di kamar.


Makkah, Juni 2024


Perkuat Kemitraan Jurnalis dan Lembaga Pendidikan, KJJT Silaturahmi di Ketua MKKS SMP Negeri Banyuwangi


BANYUWANGI – (Warta Blambangan) Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi, M.Sodiq, menyambut baik kedatangan Tim KJJT wilayah Banyuwangi dalam rangka silaturahmi sekaligus sosialisasi program Pelatihan Jurnalistik di Kantor SMPN 1 Banyuwangi, pada Jum'at (26/07/2024). 


Salah satu tujuan dalam pertemuan tersebut, yakni untuk membangun dan memperkuat kemitraan antara jurnalis dan lembaga pendidikan. 


Pertemuan yang berlangsung hampir 1 (satu) jam itu, membahas berbagai topik yang terfokus dalam pengembangan program pelatihan jurnalistik dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang disambut baik oleh Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi.


Dalam pembahasan program yang dipaparkan oleh tim KJJT, M.Sodiq menekankan pentingnya pendidikan jurnalistik bagi anak-anak khususnya dikalangan pelajar setingkat SMP.


“Program ini sangat bagus, karena selama ini belum pernah ada yang mengambil segmen tersebut dari kawan-kawan jurnalis," ujar M.Sodiq.


Edukasi kepada anak-anak akan lebih kuat dan berkembang bila berasal dari sumbernya langsung, yakni teman-teman jurnalis yang kompeten di bidangnya,” sambungnya.


Lebih lanjut M.Sodiq menambahkan, bahwa kebiasaan menulis sangat penting karena menulis adalah cara menyampaikan gagasan. Para pelajar dituntut untuk selalu mengeksplorasi kemampuan diri dengan membiasakan gemar membaca dan menuangkannya dalam tulisan yang layak dipublish ke masyarakat.


Ketua KJJT Wilayah Banyuwangi, Ricky Sulivan, yang didampingi beberapa pengurus, menyatakan harapannya untuk dapat bersinergi dengan lembaga pendidikan dalam mensukseskan program-program pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.


"Kami berharap bisa berkolaborasi dengan baik, dan dapat mendukung program pendidikan bagi pelajar di Banyuwangi," harap Ricky.


"Kerjasama dalam bidang literasi dan edukasi jurnalistik ini, dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis siswa. Serta membangun kebiasaan membaca dan menulis yang bermanfaat bagi masa depan pelajar," imbuhnya.


Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswa di Kabupaten Banyuwangi dapat lebih teredukasi dan terinspirasi untuk mengembangkan kemampuan bakat literasi dan jurnalistik mereka sejak dini.


_(Sumber: Humas KJJT Banyuwangi)_

Jamaah Haji Lantai 12 Bilal Hotel

 Jamaah Haji Lantai 12 Bilal Hotel 


Beberapa tim Kloter kaget ketika saya sampaikan ke group WhatsApp khusus petugas jika sebentar lagi jamaah haji lantai 12 Bilal Hotel sejumlah 151 jamaah akan datang, kedatangan mereka sepuluh hari setelah kita berada di Misfalah, terutama dokter Cici yang merasa pernah melakukan cek kesehatan jamaah haji di lantai 12, sebuah pertanyaan yang lumrah dan logis ketika jamaah belum datang, namun di Kamar sudah ada jamaah yang minta diperiksa kesehatannya. Raut wajah dokter Cici sedikit gugup, saya kira bukan karena melihat wajah saya yang mengakibatkan jatuh cinta, namun memang kaget dengan penuh tanda tanya.

Lantai 12 merupakan lantai paling atas Bilal Hotel, bangunan tidak secara penuh untuk kamar. Bagian depan dan belakang dijadikan Rooftop yang digunakan jamaah menjemur pakaian, seringkali jamaah haji yang menjemur pakaian tidak turun, terutama bagi yang menjemur pakaian pada siang hari, mereka duduk-duduk di lorong karena tidak membutuhkan waktu lama agar pakaian menjadi kering, terlebih mencuci pakaian dengan mesin cuci yang juga menggunakan pembilas, sehingga waktu mencuci dengan menjemur pakaian lebih lama mencuci, wajar saja mereka menunggu di lorong, karena menjemur pakaian siang hari di Roof top tidak sampai satu jam, saya seringkali menjemur pakaian setelah sholat Ashar dan mengambilnya setelah sholat isya, karena di jam tersebut meskipun matahari sudah mulai tenggelam hingga tak nampak, panas udara masih sanggup untuk mengerjakan baju, berbeda dengan di Indonesia, ketika Maghrib pakaian tidak diambil dari jemuran di luar rumah, bisa dipastikan pakaian kembali anyep.

Pemandangan di Roof top lumayan bagus, kita bisa melihat Tower Zamzam dari atas di sela-sela jemuran, dan Alhamdulillah tidak ada jemuran daleman yang sudah tidak layak pakai ikut dijemur di Roof top.

Saya tadinya juga tidak ngerti jika pada pekan pertama kita datang, sebenarnya jamaah yang seharusnya menempati lantai 12 belum datang, sehingga ketika dokter Cici yang masih muda dan belum bersuami tersebut menceritakan tentang pengalamannya di lantai 12 untuk memeriksa jamaah di kamarnya yang juga berantakan sebagaimana kamar jamaah haji lainnya, banyak petugas kloter yang merinding, termasuk juga saya. Dalam hati saya bertanya, kenapa yang di hubungi jamaah lantai 12 adalah dokter Cici yang belum menikah?, lantas sebenarnya jamaah ini siapa dan darimana?, dan mengapa tahu nomor WhatsApp dokter cantik ini. Dan kenapa tidak memilih dokter lainnya.

Saya tidak ingin teman-teman dilanda ketakutan, saya ngarang cerita saja bahwa jamaah tersebut adalah jamaah kita di lantai bawah dan tahu jika jamaah lantai 12 belum datang maka ditempati, dan ketika ada pengumuman jika jamaah asli lantai 12 datang, maka mereka ke kembali ke kamarnya.

Sebenarnya saya tidak yakin dengan kebenaran cerita yang saya karang sendiri, diam-diam saya juga sedikit takut jika yang berada di lantai 12 dan minta di periksa kesehatannya bukanlah jamaah haji asli, tetap saja saya meyakinkan mereka bahwa itu benar jamaah kita.

Biasanya saya juga ketika menjemur pakaian di siang hari menunggu di lorong sambil ngobrol dengan jamaah lainnya, namun sejak ada cerita tersebut saya sebenarnya merinding juga.

Suatu saat saya tukar uang receh Real ke pimpinan KBIHU, di lantai sembilan, Kamarnya berbeda dengan lainnya, tidak ada tempat tidur di kamar tersebut, ngobrol ngalor ngidul sambil nyruput kopi di sela-sela asap rokok, dia bercerita bahwa bersama orang dalam hotel menyewakan kamar lantai 12 ketika jamaah aslinya belum datang, kamar-kamar itu disewakan untuk jamaah suami istri yang butuh privasi dengan tarif seratus real. 

Seandainya saya sebelumnya tahu masalah ini, saya dan teman-teman tim kloter tidak akan merinding ke lsny12, dan bisa jadi juga akan saya tawarkan ke jamaah lainnya yang butuh kamar barokah.


Makkah, Mei 2024

KJJT Kembali Gelar Pelatihan Jurnalistik, Puluhan Pelajar MTsN Negeri 1 Banyuwangi Antusias Ikuti Praktek Liputan


BANYUWANGI - (Warta Blambangan) Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) wilayah Banyuwangi kembali menggelar pelatihan jurnalistik sekaligus praktek menulis berita. Setelah melakukan edukasi di beberapa SMP Negeri, kali ini giliran pelajar MTsN Negeri 1 Banyuwangi mendapatkan program edukasi Jurnalistik, Kamis (25/07/2024) pagi.


Sebanyak 38 pelajar yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik mengikuti kegiatan tersebut. Bertempat di Aula Ma'had sekolah, kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala MTsN Negeri 1 Banyuwangi, H. Munawar Effendi,.SPd, MPd.I.


Dalam sambutannya, H.Munawar Effendi mengungkapkan apresiasi terhadap inisiatif Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) wilayah Banyuwangi.


“Kami sangat mendukung kegiatan ini, harapannya para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pelatihan ini adalah kesempatan berharga bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dibidang jurnalistik,” kata Kepala MTsN Negeri 1 Banyuwangi, H. Munawar Effendi.


Narasumber dari KJJT Banyuwangi, Joko Wiyono, menyampaikan pemaparan tentang dasar-dasar jurnalistik, memperkenalkan profesi jurnalis, serta menjelaskan tugas dan tanggung jawab seorang jurnalis. Selain itu, ia juga membimbing para peserta cara dalam menggali data, seperti teknik wawancara dan mengolahnya menjadi informasi yang layak dipublikasikan.


"Pelatihan ini, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memperdalam keterampilan dasar-dasar jurnalistik kepada para pelajar. Sehingga mereka lebih memahami dunia jurnalistik, tulisan yang bertanggung jawab dan mampu mengembangkan potensi diri mereka di bidang literasi," ujar Joko Wiyono.


Selain pemaparan teori dasar, pelatihan ini juga diisi dengan sesi praktik membuat berita yang diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dengan didampingi oleh pembina ekskul jurnalistik, Ibu Linda, para peserta diberi tugas untuk membuat berita yang menarik dan edukatif, yang siap untuk dipublikasikan dan dibaca oleh khalayak umum.


"Alhamdulillah, anak-anak lebih memahami dan mengerti tehnik-tehnik praktis dalam membuat berita. Selain tehnik reportase yang telah mereka praktekkan selama ini," ungkap Linda, Guru pembimbing ekskul.


"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa dapat lebih siap dan terampil dalam menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab," sambungnya.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KJJT, dalam rangka untuk mendukung pendidikan dan pengembangan keterampilan jurnalistik di kalangan pelajar di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. 


_(Sumber: Humas KJJT Banyuwangi)_

Minum Air Kencing Unta

 Minum Air Kencing Unta

oleh : Syafaat 



Mungkin banyak yang penasaran, bagaimana rasa urine unta, dan kenapa harganya lebih mahal daripada susu unta, harga urine unta empat kali lipat dibandingkan dengan air susunya, karena unta merupakan salah satu binatang yang jarang pipis, makan dan minum juga bisa jadi hanya cukup seminggu sekali, bahkan unta liar bisa hidup tanpa minum hingga enam bulan lamanya. Mereka dikenal memiliki fisik yang tangguh karena bisa hidup di tempat yang jumlah airnya sedikit.

Suhu sangat panas di gurun dapat menguapkan banyak air dari tubuh makhluk hidup, Jika manusia harus banyak minum dan berkeringat ketika suhu panas, maka unta tidak melakukannya.

Banyak orang berpikir unta menyimpan air di punuknya. Padahal, punuk unta terbuat dari lemak, bukan air.unta bisa bertahan hidup tanpa minum air di wilayah gurun itu bukan karena punuk di tubuhnya.

Salah satu rahasianya adalah karena unta memiliki sel darah berbentuk oval, berbeda dari manusia. Bentuk oval membuat sel darah lebih mudah mengalir bahkan ketika asupan air ke dalam tubuh sedikit.

Ini artinya, sel darah merah tetap dapat mengalir meskipun unta tidak minum dalam waktu lama. Ternyata unta bisa minum sekitar 113 liter air hanya dalam waktu 13 menit.

Bisa kita bayangkan urine unta yang sedikit tersebut, pastinya ada zat-zat khusus yang dapat menyembuhkan penyakit, jika memang itu satu-satunya obat, sebagaimana Hadits Nabi

“Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya bisa untuk mengobati sakit perut 

mereka (yang rusak pencernaannya).” (HR.Ahmad, Thabrani, dan Thohawi).

Saya tidak memikirkan apapun tentang urine unta, ketika kita tes kesehatan, kita juga diminta tes urine, yang jelas dari urine itu diketahui kesehatan kita, begitupun dengan unta, yang jelas pikiran kita nggak sempat traveling bagaimana bentuk organ unta yang mengeluarkan urine, orang dewasa juga faham kenapa unta jantan keluarnya urine berada di saluran yang ada di perut, sedangkan unta betina berada di saluran belakang.

Ketika saluran urine kita sedikit gatal, bisa jadi kita hanya butuh salep untuk mengobatinya, tidak perlu kita foto dan dikirim ke dokter  untuk mendapatkan obat, karena fungsi saluran urine kita juga untuk saluran lainnya yang itu sangatlah privasi.

Bukan saja urine unta yang dikonsumsi manusia. Meskipun saya juga tidak terlalu faham dengan kehalalan hukumnya, telur juga keluar dari lubang yang sama dengan lubang kotoran, begitupun dengan kopi luwak, air liur pada burung walet maupun madu yang keluar dari perut tawon.

Saya belum pernah merasakan bagaimana rasa urine unta, kalau susu unta beberapa kali saya menikmatinya, rasanya sedikit masam, kalau tidak faham, dianggapnya susu kadaluwarsa, saya yakin susu tersebut banyak khasiatnya, sehingga ketika diberi susu unta, saya meminumnya walaupun rasanya tak senikmat susu etawa.

Siang itu saya di kantor Masyarik di Makkah untuk sebuah urusan, kebetulan saya diajak ngopi-ngopi oleh pihak maktab, dengan kopi khas Arab.

Saya penasaran dengan kopi yang disuguhkan, karena berwarna kekuningan mirip warnanya dengan urine kita di pagi hari, saya tuang satu sloki meskipun saya sedikit ragu, apakah ini kopi ataukah urine unta. 

Pikiran jadi traveling tentang urine, saya teringat tentang sebuah video singa ketika musim kawin, pejantan selalu minum urine sang betina untuk memastikan sang betina sedang masa subur, meskipun saya tidak yakin bahwa yang dihidangkan adalah urine unta, saya tetap menciumnya, sepertinya memang bukan urine, tetapi bau kopi juga tak begitu terasa, karena ada bau rempah yang sedikit berbeda, saya mencicipi kopi yang katanya khas Arab, dan sepertinya ini jenis robusta.

Meskipun rasanya aneh, tetapi saya berusaha menikmatinya, karena itu merupakan salah satu komunikasi yang dapat kita bangun, karena bagaimanapun orang Maktab yang mengurusi kita selama di Makkah.


Makkah, 23/06/2024







Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Sampaikan Materi Anti Bullying di MI Darunnajah II Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Diawali dengan lomba membuat poster anti bullying, Selasa (23/07/2024) kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2024 dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia maju” di MI Darinajah II Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi,  lalu siswi memajang poster yang telah mereka buat hingga memenuhi dinding kantin madrasah. Hal ini dilakukan agar pesan pada poster tersebut menjadi pengingat yang dapat dilihat dan dibaca setiap saat oleh siswi,  Hal ini disampaikan oleh Majidatul Himmah saat membuka acara.

Kepala MI Darunnajah II Majidatul Himmah menyampaikan bahwa  anak-anak adalah bunga-bunga masa depan yang perlu kita rawat dengan cinta. MI Darun Najah II mengisi Hari Anak Nasional dengan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying Kegiatan ini diikuti 250 siswi di halaman madrasah

Hadir sebagai narasumber tiga orang  perwakilaht dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kabupaten Banyuwangi, Dimas Fahmi dari Tim Puspaga( Pusat Pembelajaran Keluarga) Alizha Amalia Rohmana dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) dan Syafaat (Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi)  menyampaikan materi anti bullying kepada anak-anak.

Penyampaian materi dengan diselingi permainan dan bernyanyi bersama tersebut membuat anak-anak betah mendengarkan paparan yang diberikan, nyanyian yang diberikan merupakan nyanyian yang sarat dengan makna anti bullying dan mencegahan terhadap pelecehan.

“anak-anak kita edukasi tentang pencegahan kekerasan, baik fisik, psikis maupun seksual dengan cara menjaga diri sendiri” kata Syafaat.


Sementara itu Dimas menyampaikan bahwa anak-anak harus menyayangi sesama teman dan meghormati kepada yang lebih tua, begitupun dengan dampak yang terjadi jika terjadi bullying, baik kepada pelaku maupun korban. Anak-anak diajak untuk mengingat kembali apa yang sudah ditulis dan di tempelkan di dinding sebelum acara di mulai, karena dengan mereka menulis sendiri dan membacanya, akan mengingatnya.

Sesi Tanya-jawab menjadi hal yang menarik diikuti, anak-anak ini ditanya tentang perilaku yang terjadi di madrasah yang semua siswinya perempuan tersebut, dan selama ini belum pernah terjadi bullying dan dengan adanya kegiatan dalam rangpa peringatan Hari Anak nasional ini diharapkan anak-anak semakin kompak dan pedli terhadap sesama.

Alizha Amalia Rohmana atau biasa dipanggil Mbak Ica mengajak anak-anak untuk melakukan tepuk hak anak agar anak-anak lebih mengingat tentang hak-hak yang dilindungi oleh anak, yakni mereka yang usianya kurang dari 18 tahun.

Kegiatan ini ditutup dengan pelepasan balon udara diiringi doa dan sholawat dengan membawa harapan anak-anak akan menjadi masa depan bangsa yang lebih cerah dan bahagia. (Eni)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger