Pages

Perkuat Kemitraan Jurnalis dan Lembaga Pendidikan, KJJT Silaturahmi di Ketua MKKS SMP Negeri Banyuwangi


BANYUWANGI – (Warta Blambangan) Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi, M.Sodiq, menyambut baik kedatangan Tim KJJT wilayah Banyuwangi dalam rangka silaturahmi sekaligus sosialisasi program Pelatihan Jurnalistik di Kantor SMPN 1 Banyuwangi, pada Jum'at (26/07/2024). 


Salah satu tujuan dalam pertemuan tersebut, yakni untuk membangun dan memperkuat kemitraan antara jurnalis dan lembaga pendidikan. 


Pertemuan yang berlangsung hampir 1 (satu) jam itu, membahas berbagai topik yang terfokus dalam pengembangan program pelatihan jurnalistik dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang disambut baik oleh Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi.


Dalam pembahasan program yang dipaparkan oleh tim KJJT, M.Sodiq menekankan pentingnya pendidikan jurnalistik bagi anak-anak khususnya dikalangan pelajar setingkat SMP.


“Program ini sangat bagus, karena selama ini belum pernah ada yang mengambil segmen tersebut dari kawan-kawan jurnalis," ujar M.Sodiq.


Edukasi kepada anak-anak akan lebih kuat dan berkembang bila berasal dari sumbernya langsung, yakni teman-teman jurnalis yang kompeten di bidangnya,” sambungnya.


Lebih lanjut M.Sodiq menambahkan, bahwa kebiasaan menulis sangat penting karena menulis adalah cara menyampaikan gagasan. Para pelajar dituntut untuk selalu mengeksplorasi kemampuan diri dengan membiasakan gemar membaca dan menuangkannya dalam tulisan yang layak dipublish ke masyarakat.


Ketua KJJT Wilayah Banyuwangi, Ricky Sulivan, yang didampingi beberapa pengurus, menyatakan harapannya untuk dapat bersinergi dengan lembaga pendidikan dalam mensukseskan program-program pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.


"Kami berharap bisa berkolaborasi dengan baik, dan dapat mendukung program pendidikan bagi pelajar di Banyuwangi," harap Ricky.


"Kerjasama dalam bidang literasi dan edukasi jurnalistik ini, dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis siswa. Serta membangun kebiasaan membaca dan menulis yang bermanfaat bagi masa depan pelajar," imbuhnya.


Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswa di Kabupaten Banyuwangi dapat lebih teredukasi dan terinspirasi untuk mengembangkan kemampuan bakat literasi dan jurnalistik mereka sejak dini.


_(Sumber: Humas KJJT Banyuwangi)_

Jamaah Haji Lantai 12 Bilal Hotel

 Jamaah Haji Lantai 12 Bilal Hotel 


Beberapa tim Kloter kaget ketika saya sampaikan ke group WhatsApp khusus petugas jika sebentar lagi jamaah haji lantai 12 Bilal Hotel sejumlah 151 jamaah akan datang, kedatangan mereka sepuluh hari setelah kita berada di Misfalah, terutama dokter Cici yang merasa pernah melakukan cek kesehatan jamaah haji di lantai 12, sebuah pertanyaan yang lumrah dan logis ketika jamaah belum datang, namun di Kamar sudah ada jamaah yang minta diperiksa kesehatannya. Raut wajah dokter Cici sedikit gugup, saya kira bukan karena melihat wajah saya yang mengakibatkan jatuh cinta, namun memang kaget dengan penuh tanda tanya.

Lantai 12 merupakan lantai paling atas Bilal Hotel, bangunan tidak secara penuh untuk kamar. Bagian depan dan belakang dijadikan Rooftop yang digunakan jamaah menjemur pakaian, seringkali jamaah haji yang menjemur pakaian tidak turun, terutama bagi yang menjemur pakaian pada siang hari, mereka duduk-duduk di lorong karena tidak membutuhkan waktu lama agar pakaian menjadi kering, terlebih mencuci pakaian dengan mesin cuci yang juga menggunakan pembilas, sehingga waktu mencuci dengan menjemur pakaian lebih lama mencuci, wajar saja mereka menunggu di lorong, karena menjemur pakaian siang hari di Roof top tidak sampai satu jam, saya seringkali menjemur pakaian setelah sholat Ashar dan mengambilnya setelah sholat isya, karena di jam tersebut meskipun matahari sudah mulai tenggelam hingga tak nampak, panas udara masih sanggup untuk mengerjakan baju, berbeda dengan di Indonesia, ketika Maghrib pakaian tidak diambil dari jemuran di luar rumah, bisa dipastikan pakaian kembali anyep.

Pemandangan di Roof top lumayan bagus, kita bisa melihat Tower Zamzam dari atas di sela-sela jemuran, dan Alhamdulillah tidak ada jemuran daleman yang sudah tidak layak pakai ikut dijemur di Roof top.

Saya tadinya juga tidak ngerti jika pada pekan pertama kita datang, sebenarnya jamaah yang seharusnya menempati lantai 12 belum datang, sehingga ketika dokter Cici yang masih muda dan belum bersuami tersebut menceritakan tentang pengalamannya di lantai 12 untuk memeriksa jamaah di kamarnya yang juga berantakan sebagaimana kamar jamaah haji lainnya, banyak petugas kloter yang merinding, termasuk juga saya. Dalam hati saya bertanya, kenapa yang di hubungi jamaah lantai 12 adalah dokter Cici yang belum menikah?, lantas sebenarnya jamaah ini siapa dan darimana?, dan mengapa tahu nomor WhatsApp dokter cantik ini. Dan kenapa tidak memilih dokter lainnya.

Saya tidak ingin teman-teman dilanda ketakutan, saya ngarang cerita saja bahwa jamaah tersebut adalah jamaah kita di lantai bawah dan tahu jika jamaah lantai 12 belum datang maka ditempati, dan ketika ada pengumuman jika jamaah asli lantai 12 datang, maka mereka ke kembali ke kamarnya.

Sebenarnya saya tidak yakin dengan kebenaran cerita yang saya karang sendiri, diam-diam saya juga sedikit takut jika yang berada di lantai 12 dan minta di periksa kesehatannya bukanlah jamaah haji asli, tetap saja saya meyakinkan mereka bahwa itu benar jamaah kita.

Biasanya saya juga ketika menjemur pakaian di siang hari menunggu di lorong sambil ngobrol dengan jamaah lainnya, namun sejak ada cerita tersebut saya sebenarnya merinding juga.

Suatu saat saya tukar uang receh Real ke pimpinan KBIHU, di lantai sembilan, Kamarnya berbeda dengan lainnya, tidak ada tempat tidur di kamar tersebut, ngobrol ngalor ngidul sambil nyruput kopi di sela-sela asap rokok, dia bercerita bahwa bersama orang dalam hotel menyewakan kamar lantai 12 ketika jamaah aslinya belum datang, kamar-kamar itu disewakan untuk jamaah suami istri yang butuh privasi dengan tarif seratus real. 

Seandainya saya sebelumnya tahu masalah ini, saya dan teman-teman tim kloter tidak akan merinding ke lsny12, dan bisa jadi juga akan saya tawarkan ke jamaah lainnya yang butuh kamar barokah.


Makkah, Mei 2024

KJJT Kembali Gelar Pelatihan Jurnalistik, Puluhan Pelajar MTsN Negeri 1 Banyuwangi Antusias Ikuti Praktek Liputan


BANYUWANGI - (Warta Blambangan) Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) wilayah Banyuwangi kembali menggelar pelatihan jurnalistik sekaligus praktek menulis berita. Setelah melakukan edukasi di beberapa SMP Negeri, kali ini giliran pelajar MTsN Negeri 1 Banyuwangi mendapatkan program edukasi Jurnalistik, Kamis (25/07/2024) pagi.


Sebanyak 38 pelajar yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik mengikuti kegiatan tersebut. Bertempat di Aula Ma'had sekolah, kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala MTsN Negeri 1 Banyuwangi, H. Munawar Effendi,.SPd, MPd.I.


Dalam sambutannya, H.Munawar Effendi mengungkapkan apresiasi terhadap inisiatif Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) wilayah Banyuwangi.


“Kami sangat mendukung kegiatan ini, harapannya para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pelatihan ini adalah kesempatan berharga bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dibidang jurnalistik,” kata Kepala MTsN Negeri 1 Banyuwangi, H. Munawar Effendi.


Narasumber dari KJJT Banyuwangi, Joko Wiyono, menyampaikan pemaparan tentang dasar-dasar jurnalistik, memperkenalkan profesi jurnalis, serta menjelaskan tugas dan tanggung jawab seorang jurnalis. Selain itu, ia juga membimbing para peserta cara dalam menggali data, seperti teknik wawancara dan mengolahnya menjadi informasi yang layak dipublikasikan.


"Pelatihan ini, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memperdalam keterampilan dasar-dasar jurnalistik kepada para pelajar. Sehingga mereka lebih memahami dunia jurnalistik, tulisan yang bertanggung jawab dan mampu mengembangkan potensi diri mereka di bidang literasi," ujar Joko Wiyono.


Selain pemaparan teori dasar, pelatihan ini juga diisi dengan sesi praktik membuat berita yang diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dengan didampingi oleh pembina ekskul jurnalistik, Ibu Linda, para peserta diberi tugas untuk membuat berita yang menarik dan edukatif, yang siap untuk dipublikasikan dan dibaca oleh khalayak umum.


"Alhamdulillah, anak-anak lebih memahami dan mengerti tehnik-tehnik praktis dalam membuat berita. Selain tehnik reportase yang telah mereka praktekkan selama ini," ungkap Linda, Guru pembimbing ekskul.


"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa dapat lebih siap dan terampil dalam menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab," sambungnya.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KJJT, dalam rangka untuk mendukung pendidikan dan pengembangan keterampilan jurnalistik di kalangan pelajar di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. 


_(Sumber: Humas KJJT Banyuwangi)_

Minum Air Kencing Unta

 Minum Air Kencing Unta

oleh : Syafaat 



Mungkin banyak yang penasaran, bagaimana rasa urine unta, dan kenapa harganya lebih mahal daripada susu unta, harga urine unta empat kali lipat dibandingkan dengan air susunya, karena unta merupakan salah satu binatang yang jarang pipis, makan dan minum juga bisa jadi hanya cukup seminggu sekali, bahkan unta liar bisa hidup tanpa minum hingga enam bulan lamanya. Mereka dikenal memiliki fisik yang tangguh karena bisa hidup di tempat yang jumlah airnya sedikit.

Suhu sangat panas di gurun dapat menguapkan banyak air dari tubuh makhluk hidup, Jika manusia harus banyak minum dan berkeringat ketika suhu panas, maka unta tidak melakukannya.

Banyak orang berpikir unta menyimpan air di punuknya. Padahal, punuk unta terbuat dari lemak, bukan air.unta bisa bertahan hidup tanpa minum air di wilayah gurun itu bukan karena punuk di tubuhnya.

Salah satu rahasianya adalah karena unta memiliki sel darah berbentuk oval, berbeda dari manusia. Bentuk oval membuat sel darah lebih mudah mengalir bahkan ketika asupan air ke dalam tubuh sedikit.

Ini artinya, sel darah merah tetap dapat mengalir meskipun unta tidak minum dalam waktu lama. Ternyata unta bisa minum sekitar 113 liter air hanya dalam waktu 13 menit.

Bisa kita bayangkan urine unta yang sedikit tersebut, pastinya ada zat-zat khusus yang dapat menyembuhkan penyakit, jika memang itu satu-satunya obat, sebagaimana Hadits Nabi

“Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya bisa untuk mengobati sakit perut 

mereka (yang rusak pencernaannya).” (HR.Ahmad, Thabrani, dan Thohawi).

Saya tidak memikirkan apapun tentang urine unta, ketika kita tes kesehatan, kita juga diminta tes urine, yang jelas dari urine itu diketahui kesehatan kita, begitupun dengan unta, yang jelas pikiran kita nggak sempat traveling bagaimana bentuk organ unta yang mengeluarkan urine, orang dewasa juga faham kenapa unta jantan keluarnya urine berada di saluran yang ada di perut, sedangkan unta betina berada di saluran belakang.

Ketika saluran urine kita sedikit gatal, bisa jadi kita hanya butuh salep untuk mengobatinya, tidak perlu kita foto dan dikirim ke dokter  untuk mendapatkan obat, karena fungsi saluran urine kita juga untuk saluran lainnya yang itu sangatlah privasi.

Bukan saja urine unta yang dikonsumsi manusia. Meskipun saya juga tidak terlalu faham dengan kehalalan hukumnya, telur juga keluar dari lubang yang sama dengan lubang kotoran, begitupun dengan kopi luwak, air liur pada burung walet maupun madu yang keluar dari perut tawon.

Saya belum pernah merasakan bagaimana rasa urine unta, kalau susu unta beberapa kali saya menikmatinya, rasanya sedikit masam, kalau tidak faham, dianggapnya susu kadaluwarsa, saya yakin susu tersebut banyak khasiatnya, sehingga ketika diberi susu unta, saya meminumnya walaupun rasanya tak senikmat susu etawa.

Siang itu saya di kantor Masyarik di Makkah untuk sebuah urusan, kebetulan saya diajak ngopi-ngopi oleh pihak maktab, dengan kopi khas Arab.

Saya penasaran dengan kopi yang disuguhkan, karena berwarna kekuningan mirip warnanya dengan urine kita di pagi hari, saya tuang satu sloki meskipun saya sedikit ragu, apakah ini kopi ataukah urine unta. 

Pikiran jadi traveling tentang urine, saya teringat tentang sebuah video singa ketika musim kawin, pejantan selalu minum urine sang betina untuk memastikan sang betina sedang masa subur, meskipun saya tidak yakin bahwa yang dihidangkan adalah urine unta, saya tetap menciumnya, sepertinya memang bukan urine, tetapi bau kopi juga tak begitu terasa, karena ada bau rempah yang sedikit berbeda, saya mencicipi kopi yang katanya khas Arab, dan sepertinya ini jenis robusta.

Meskipun rasanya aneh, tetapi saya berusaha menikmatinya, karena itu merupakan salah satu komunikasi yang dapat kita bangun, karena bagaimanapun orang Maktab yang mengurusi kita selama di Makkah.


Makkah, 23/06/2024







Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Sampaikan Materi Anti Bullying di MI Darunnajah II Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Diawali dengan lomba membuat poster anti bullying, Selasa (23/07/2024) kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2024 dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia maju” di MI Darinajah II Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi,  lalu siswi memajang poster yang telah mereka buat hingga memenuhi dinding kantin madrasah. Hal ini dilakukan agar pesan pada poster tersebut menjadi pengingat yang dapat dilihat dan dibaca setiap saat oleh siswi,  Hal ini disampaikan oleh Majidatul Himmah saat membuka acara.

Kepala MI Darunnajah II Majidatul Himmah menyampaikan bahwa  anak-anak adalah bunga-bunga masa depan yang perlu kita rawat dengan cinta. MI Darun Najah II mengisi Hari Anak Nasional dengan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying Kegiatan ini diikuti 250 siswi di halaman madrasah

Hadir sebagai narasumber tiga orang  perwakilaht dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kabupaten Banyuwangi, Dimas Fahmi dari Tim Puspaga( Pusat Pembelajaran Keluarga) Alizha Amalia Rohmana dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) dan Syafaat (Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi)  menyampaikan materi anti bullying kepada anak-anak.

Penyampaian materi dengan diselingi permainan dan bernyanyi bersama tersebut membuat anak-anak betah mendengarkan paparan yang diberikan, nyanyian yang diberikan merupakan nyanyian yang sarat dengan makna anti bullying dan mencegahan terhadap pelecehan.

“anak-anak kita edukasi tentang pencegahan kekerasan, baik fisik, psikis maupun seksual dengan cara menjaga diri sendiri” kata Syafaat.


Sementara itu Dimas menyampaikan bahwa anak-anak harus menyayangi sesama teman dan meghormati kepada yang lebih tua, begitupun dengan dampak yang terjadi jika terjadi bullying, baik kepada pelaku maupun korban. Anak-anak diajak untuk mengingat kembali apa yang sudah ditulis dan di tempelkan di dinding sebelum acara di mulai, karena dengan mereka menulis sendiri dan membacanya, akan mengingatnya.

Sesi Tanya-jawab menjadi hal yang menarik diikuti, anak-anak ini ditanya tentang perilaku yang terjadi di madrasah yang semua siswinya perempuan tersebut, dan selama ini belum pernah terjadi bullying dan dengan adanya kegiatan dalam rangpa peringatan Hari Anak nasional ini diharapkan anak-anak semakin kompak dan pedli terhadap sesama.

Alizha Amalia Rohmana atau biasa dipanggil Mbak Ica mengajak anak-anak untuk melakukan tepuk hak anak agar anak-anak lebih mengingat tentang hak-hak yang dilindungi oleh anak, yakni mereka yang usianya kurang dari 18 tahun.

Kegiatan ini ditutup dengan pelepasan balon udara diiringi doa dan sholawat dengan membawa harapan anak-anak akan menjadi masa depan bangsa yang lebih cerah dan bahagia. (Eni)

King Abdullah Medical City

 King Abdullah Medical City



Hari beranjak senja, hembusan angin masih sedikit menyengat, kita sudah memakai masker, namun tetap saja panas terasa. Pukul 6 sore cuaca masih 42 derajat, terasa panas bagi kita di Indonesia yang biasa dengan semilir angin yang berhembus dari selangkangan pohon dan dedaunan.


Kami menunggu taksi di depan hotel, beberapa orang yang sepertinya dari Afrika sedang berjalan beriringan menuju masjid, tinggi badannya tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia, namun mereka dapat berjalan kaki setiap hari ke Masjidil Haram, sedangkan kita tidak dapat seperti itu, fisik kita berbeda, alam telah memanjakan kita, dan itu yang harus kita syukuri, pada senja seperti ini di Indonesia kita menikmati segarnya hembusan angin, tidak perlu berjalan jauh menuju masjid, bahkan kita memilih masjid-masjid di sekitar kita yang setiap waktu sholat mengumandangkan adzan.

Ada jamaah yang sedang dirawat di RS King Abdullah Medical City akibat sakit jantung, tadinya jamaah ini tidak mau di rujuk ke RS dengan berbagai alasan, bahkan minta bantuan ketua rombongan maupun pimpinan KBIHU agar dia nggak di operasi, anaknya juga aktif komunikasi.

Tim Kloter tidak mau mengambil resiko, jamaah tetap di rujuk di RS dan dengan berbagai cara hingga jamaah setuju untuk dilakukan tindakan medis.

Saya masih ingat, ketika sedang rapat dengan beberapa kloter di sektor sembilan, pihak RS telpon untuk meminta persetujuan tindakan operasi pasang ring pada jantung agar yang bersangkutan dapat mengikuti wukuf di Arafah, dan saya iya kan saja karena itu merupakan tindakan yang realistis untuk kesembuhan jamaah.

Rasa jenuh dan merasa hidup sendirian pasti ada pada jamaah ini. Terlebih tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama dengan tim kesehatan rumah sakit, dua hanya pasrah saja karena hanya itu yang dapat dilaksanakan.

Mencari kendaraan menuju rumah sakit bukan suatu yang mudah, apalagi banyak sopir taksi yang belum paham benar peta lokasi kota, karenanya harus dengan kesabaran ekstra dan harus pintar menawar sebelum pada keputusan menggunakan taksi.

Sebenarnya jarak hotel dengan King Abdullah Medical City tidaklah terlalu jauh, lebih jauh jarak dua hati yang tidak saling mencintai meskipun selalu berjalan bersama. 

Sopir taksi yang tidak tahu arah mengakibatkan perjalanan yang seharusnya sebentar menjadi sedikit agak lama, meskipun hari menjelang senja, namun udara masih terasa panas yang jika kita menjemur pakaian bisa kering meskipun tanpa sinar matahari. Berenam menuju RS sambil cerita ngalor ngidul tak terasa sampai tujuan, halaman RS yang luas dengan pemandangan pohon kurma yang sedang berbuah menguning menambah keasrian RS dari kesan gersang.

Memberikan motivasi kepada jamaah haji yang akan menjalani operasi pasang ring pada jantung merupakan tujuan utama, dengan kedatangan kami menambah support jamaah yang tadinya takut dengan jarum suntik, dan semangat untuk dapat melaksanakan ibadah haji menjadi pendorong dirinya mengikuti program penyembuhan jantungnya yang bermasalah.


Makkah, Juni 2024


Ning Wida, Dokter Kloter SUB-58 yang Inspiratif


Banyuwangi (Warta Blambangan) dr. Hj. Zuwwidatul Husna begitu dikenal di kalangan jamaah haji Kabupaten Banyuwangi tahun 2024, meskipun tugasnya dalam kloter di SUB-58, namun dokter cantik yang juga pengasuh Asrama Al Munawir Pondok Pesantren Darussalam Blokagung mengisi manasik haji beberapa Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Reporter kami berkesempatan wawancara dengan beliau, Ahad (21/06/2024), penampilan menarik ditambah cara penyampaian yang luwes mengakibatkan banyak jamaah yang tertarik mendengarkan penyampaiannya ketika mengisi acara.

Begitupun ketika bertugas sebagai tim kesehatan Kloter SUB-58, setiap hari bersama kedua rekannya melakukan visitasi ke jamaah, terutama jamaah dengan resiko tinggi, ada yang menarik dengan yang dilakukan Tim kesehatan Kloter SUB-58, untuk memudahkan kamar yang ada jamaah resiko tinggi, diberi stiker khusus berbentuk hati disetiap pintu kamar jamaah resiko tinggi bertuliskan "haji sehat haji mabrur".

Jamaah bukan hanya puas dengan layanan kesehatan saja, tetapi sang dokter juga membimbing ibadah para jamaah perempuan, dan keluwesan penyampaian sang dokter menjadikan para jamaah perempuan lebih memilih melakukan ibadah di Masjidil Haram bersama dokter Kloter.

Terlebih ketua kloter SUB-58 juga memberikan kekuasaan kepada semua tim kloter, menjadikan sebuah supertim yang saling mengisi untuk layanan jamaah.

Ditanya media ini. Dokter lulusan UIN Syarif Hidayatullah ini menyampaikan bahwa dulu dia pernah menjadi jamaah haji, dan merasakan bahwa jamaah haji perempuan kurang mendapat perhatian karena pembimbingnya laki-laki, karenanya dalam tugasnya sebagai tim kesehatan juga ingin ikut membimbing Ibadah jamaah haji perempuan, apalagi mendapatkan lampu hijau dari ketua kloter, dan ketika ada yang belum di fahaminya, sang dokter yang sudah dikaruniai tiga orang anak ini tidak sungkan tanya kepada ketua kloter.

Menjadi petugas haji merupakan kenikmatan tersendiri yang berbeda dibandingkan dengan ketika menjadi jamaah haji biasa, karena menjadi petugas haji bukan hanya dapat menjalankan ibadah haji, tetapi juga dapat membantu sesama.

Salah satu jamaah asal Kecamatan Banyuwangi Rahayuningsih menyampaikan bahwa ketika ditenda Mina, Ning Wida (panggilan akrabnya) tidur bersama saya yang sedang sakit, "Alhamdulillah saya sembuh walaupun tanpa obat, kehadirannya membuat orang menjadi tenang dan ayem" katanya.

Ketua kloter SUB-58 Syafaat dihubungi terpisah menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur diberikan dokter kloter sudah pernah haji dan orang pesantren, karena memudahkan layanan kepada jamaah haji, yang bukan hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga sharing ibadah.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger