Banyuwangi (Warta Blambangan)Pembentukan regu dan rombongan yang telah disusun Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam musim haji tahun 2024, telah diterima oleh jamaah haji, mereka sudah tahu dengan siapa dalam satu regu maupun rombongan akan melaksanakan ibadah haji, hal ini disampaikan H.Rosyidin Kepala KUA Kecamatan Rogojampi dalam manasik haji tingkat Kecamatan, Rabu (15/05/2024) yang diikuti jamaah haji Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Blimbingsari.
"sebagian besar jamaah haji Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Blimbingsari adalah mandiri, dan telah mengikuti manasik haji secara mandiri yang dilaksanakan satu bulan dua kali" kata Rosyidin.
Lebih lanjut Rosyidin menyampaikan bahwa Jamaah Haji Indonesia akan mendapatkan fasilitas yang sama dari pemerintah, baik yang tergabung dalam KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) maupun yang tidak tergabung dalam KBIHU, karena dalam perangkat kloter sudah ada Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah Kloter dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter yang siap mendampingi jamaah haji sejak pemberangkatan di Embarkasi, pelaksanaan haji di Saudi Arabia hingga kembali ke Debarkasi.
PD-IGRA Hadirkan Wartawan Ternama Dalam Pelatihan Jurnalistik
Banyuwangi (Warta Blambangan)Ketua PD-IGRA (Ikatan Guru Raudlatul Athfal) Kabupaten Banyuwangi Hj. Roatul Marfuah menyampaikan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan keniscayaan, karenanya dalam pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis ini, menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten. Pada hari ketiga yang dilaksanakan di aula RA Khadijah 46 Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo, Rabu (15/05/2024), diikuti guru RA dari Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Licin dan Banyuwangi.
Jika dua kegiatan sebelumnya menghadirkan Narasumber Humas Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Yasin Alibi, dan Hari Kedua diisi Gareta Yoga Eka Wardani dari Jawa Post Radar Banyuwangi, pada Hari Ketiga masih dari media yang sama, yakni Dedy Jumhariyanto untuk materi Jurnalistik, sedangkan untuk materi pembuatan blog dan Desain Grafis dengan Narasumber Syafaat, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi dan Afiq Maghfirah dari PD-IGRA Kabupaten Banyuwangi.
"selain materi jurnalistik, juga kita sampaikan cara pengambilan gambar sesuai kaidah jurnalistik" kata Dedi.
Desain grafis ini sangat penting, sehingga para guru dapat membuat desain sendiri, dapat dicetak sendiri ataupun diunggah melalui media sosial.
"penggunaan media digital untuk penyampaian berita sangat efektif, karena murah dan dapat di akses dari manapun" kata Syafaat (syaf)
Pesan Dr. Chaironi Hidayat untuk Jamaah Haji Banyuwangi
Banyuwangi (Warta Blambangan)Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Chaironi Hidayat berpesan kepada jamaah haji Kabupaten Banyuwangi agar menata niat dengan baik, hal ini disampaikan ketika menyampaikan bimbingan manasik haji di Kecamatan Gambiran, Senin (13/05/2024) bertempat di BLK Darul Amin Purwodadi.
"haji merupakan panggilan, dan Labaik Allahumma Labbaik merupakan jawaban dari panggilan tersebut" kata Roni.
Lebih lanjut Roni menyampaikan bahwa jamaah haji Kabupaten Banyuwangi akan berangkat Sabtu malam, dan dilepas oleh Bupati Banyuwangi di halaman Pemkab Banyuwangi, karenanya Roni berpesan agar jamaah haji menyiapkan fisik dan niat agar dapat melaksanakan haji dengan sempurna.
Jamaah haji Kabupaten Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 57, 58, 59 dan 60 di Makkah berada di wilayah Misfalah dan berada dalam satu hotel yang sama. (syaf)
Petugas Kloter 58 SUB Menyampaikan Materi Manasik di KBIHU Al Mabrur
Banyuwangi (Warta Blambangan)Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al Mabrur melaksanakan bimbingan manasik haji terakhir dengan menghadirkan petugas kloter 58 Embarkasi Surabaya, Selasa (14/05/2024) di Masjid Darussalam Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro.
Selain dihadiri Syafaat sebagai Ketua Kloter 58, Pembimbing Ibadah Kloter H. Muklis dan Dokter Kloter dr.Hj. Zuwwidatul Husna juga hadir menyampaikan materi.
Para jamaah disamping dapat mengenal petugas kloter, juga memanfaatkan kesempatan tersebut dengan tanya jawab seputar perjalanan haji yang akan dilakukan.
"jamaah antri 14 tahun untuk dapat berangkat melaksanakan ibadah haji tahun ini, jangan sampai ibadah hajinya tidak sempurna" kata Syafaat.
Lebih lanjut ketua kloter yang sudah pernah menjadi petugas haji dengan posisi yang sama ini menyampaikan bahwa semakin banyak manasik haji yang diikuti, akan semakin baik.
Sementara itu H. Muklis menyampaikan bahwa pembimbing ibadah juga dkan terus melakukan bimbingan ketika sampai di Saudi Arabia hingga menjelang keberangkatan ke Arofah.
"sebelum ke Armuzna, kita adakan manasik secara bersama-sama untuk seluruh jamaah" kata Muklis.
Jamaah haji perempuan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan dr. Hj. Zuwwidatul Husna atau biasa dipanggil dr. Wida, tentang permasalahan yang berkaitan dengan siklus haid, hal ini penting dengan mengingat saat Thawaf disaratkan dalam kondisi suci, sehingga perlu diskusi khusus dalam masalah ini.
Menyinggung tentang kondisi Makkah yang dalam musim panas, dr. Wida berpesan agar jamaah tetap menjaga kesehatan dan selalu membawa air zamzam, untuk disemprotkan ke wajah dan atau di minum.
"dari Embarkasi setiap jamaah akan mendapatkan alat semprot, masker dan lainnya yang harus dibawa jamaah" kata Wida. (syaf)
PD IGRA Banyuwangi Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Desain Grafis
Banyuwangi (Warta Blambangan) Pimpinan Daerah Ikatan Guru Roudlotul Atfal (PD-IGRA) Kabupaten Banyuwangi dalam rangka meningkatkan kompetensi dibidang Jurnalistik, melakukan pelatihan dengan Narasumber Gareta Yoga Eka Wardani, Wartawan Jawa Post Radar Banyuwangi di aula Pondok Pesantren Darul Latif Desa Kedayunan Kecamatan Kabat, Selasa (14/05/2024) diikuti oleh 67 Peserta dri Guru RA wilayah Kecamatan Muncar, Srono, Rogojampi, Blimbingsari, Singojuruh, Songgon, Sempu, dan Kabat.
Gareta sangat terkesan dengan Guru RA yang dengan semangat mengikuti kegiatan Jurnalistin dan Desain Grafis.
“baru kali ini saya memberikan pelatihan kepada guru, sebelumnya hanya kepada siswa” kata Gareta.
Lebih lanjut Gareta juga terkesan dengan semangat jurnalis yang dimiliki para guru, yang diberi waktu tiga puluh menit dapat menyelesaikan penulisan berita.
Narasumber kedua Sayafaat, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi menyampaikan tentang editing berita dan cara mengunggah di web ataupun blog. Hal ini dimaksudkan agar berita yang ada segera dapaty ditampilkan di media, karena media online mempunyai keunggulan menyampaikan berita secara cepat dibandingkan dengan berita cetak.
“dalam penulisan berita ada dua pekerjaan, yakni penulisan dan editing, karenanya proses edditing ini sangat penting agar berita layak di baca” kata Syafaat.
Untuk pembuatan desain grafis, dsampaikan oleh Afiq Maghfiroh yang menyampaikan tentang cara membuat desain grafis dan penggunaannya.
Ketua PD IGRA Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Ika Widiyanti menyampaikan bahwa pelatihan Jurnalistik ini dibagi menjadi 3 kelompok atau wilayah, yakni wilayah selatan dilaksanakan di Kecamatan Gambiran, Wilayah tengah di Pesantren Darul Latif dsn Wilayah Utara di Kecamatan Wongsorejo. (syaf)
Pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis IGRA Banyuwangi
Banyuwangi (Warta Blambangan) Pengurus Daerah IGRA (Ikatan Guru Raudlatul Atfal) Kabupaten Banyuwangi, mengadakan pelatihan jurnalistik dan desain grafis kepada guru RA se-Kabupaten Banyuwangi yang dibagi dalam tiga wilayah, yakni wilayah satu, wilayah dua dan wilayah tiga. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan semakin efektif dan dapat diikuti dengan baik. Pada hari pertama yang diadakan di aula RA Al Ikrom Desa Wringnrejo Kecamatan Gambiran, Senin (13/05/2024) yang diikuti guru RA wilayah Kecamatan Gambiran, Glenmore, Genteng, tegalsari, Kalibaru, Cluring, Purwoharjo, Pesanggaran, Siliragung, Bangorejo dan Tegaldlimo.
Dalam kesempaatan tersebut tuga narasumber dihadirkan untuk menyampaikan materi yang dibutuhkan, diataranya Yasin Alibi, Humas kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang menyampaikan dasar-dasar jurnalistik, hal ini sangat penting dengan mengingat jurnalistik merupakan dasaar untuk menyampaikan berita.
“fungsi berita untuk menyampaikan kejadian yang tidak biasa kepada masyarakat dengan lengkap” kata Yasin.
Selain disampaikan materi Jurnalistik, para guru RA diajarkan tentang desain grafis dan pembuatan blog dengan menghadirkan dua narasumber yakni Syafaat daari kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi daan Afiq Maghfiroh dari Pengurus IGRA Kabupaten Banyuwangi.
“berita yang sudah ada dapat di publish kedalam web, media online dan dijadikan sebagai buletin di masing-masing RA’ kata Syafaat.
Materi desain grafis disampaikan bukan hanya untuk membuat buletin saja, tetapi juga diajarkan untuk membuat brosur, flyer dan lain-lain. Dengan membuat desain tersendiri tersebut, para guru dapat membuat deain sesuai dengan yang diinginkan dengan biaya yang murah hingga gratis, daan hasil desain selain dapat dicetak, juga dapat di unggah di media online, sehngga lebih banyak menjangkau lapisan masyarakat.
Serkretaris IGRA Kabupaten Banyuwangi yang hadir dlam kegiatan tersebut Risma Fitria Fadma menyaampaikan bahwa PD IGRA akan selalu memberikan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kualitas guru RA.
“ada tindak lanjut dari kegiatan ini, setian peserta wajib membuat berita dan desain grafis dan mempublish ke media online masing-masing” kata Risma (syaf)
PC NU Banyuwangi Gelar Halal Bihalal
Banyuwangi (Warta Blambangan)
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggelar halal bihalal di Hotel Kokoon, Banyuwangi, Sabtu (11/05/2024). Acara tersebut sebagai ajang silaturahim sekaligus konsolidasi organisasi kepengurusan karteker dengan segenap keluarga besar NU Banyuwangi.
Rais PCNU Banyuwangi KH Athoillah Sholahuddin Anwar mengatakan, bahwa kepengurusan karteker adalah upaya penegakan organisasi. Ia pun mengajak semua pihak agar tidak terus-terusan berdebat tentang kebenaran.
“Mari kita tidak usah terus-terusan berdebat. Aturannya sudah jelas, ada Anggaran Dasar, ada Anggaran Rumah Tangga, dan juga Perkum,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Lirboyo, Kediri itu.
Kiai yang juga salah satu Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengajak seluruh pengurus NU untuk memahami aturan organisasi. Dengan mengacu pada aturan itulah, maka akan terbentuk kepengurusan yang koheren dari tingkat pusat hingga paling bawah.
“Nuwun sewu, jangan sampai setiap tingkatan ini mlaku dewe-dewe (jalan sendiri-sendiri). PBNU menginginkan semuanya ini bisa tegak lurus,” tegasnya.
Sementara Ketua PCNU Banyuwangi H Choirul Sholeh Rasyid menyampaikan, halal bihalal tersebut merupakan kegiatan umum perdana yang dilakukan oleh kepengurusan karteker PCNU Banyuwangi.
“Kami mohon doa kepada para masyayikh Banyuwangi agar supaya tugas kami dari PBNU ini berjalan dengan lancar,” ungkap pria yang juga menjabat dalam jajaran Ketua PBNU itu.
Choirul menegaskan bahwa kepengurusan karteker ini semata-mata adalah mekanisme organisasi. Tidak berkaitan dengan kepentingan apapun, apalagi kepentingan politik praktis.
“Karena tidak terpenuhinya aturan yang ditetapkan dalam AD/ART dan Peraturan Perkumpulan NU, maka harus dikarteker sebagai upaya penerbitan organisasi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, ratusan jamaah atau Nahdliyin menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Banyuwangi. Begitu pula para pengurus lembaga dan badan otonom NU di bawah naungan PCNU Banyuwangi.
Selain itu, hadir pula puluhan kiai sepuh. Di antaranya KH Hisyam Syafaat, KH Hasan Thoha, KH Ali Hasan Kafrawi, KH Masykur Ali, KH Achmad Wahyudi, KH Achmad Shiddiq, KH Damanhuri, KH Hasan Shonhaji, dan puluhan kiai lainnya.












