Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ingatkan Barang Bawaan Jamaah
PPIH Banyuwangi Melayani Sepenuh Hati
Materi Jurnalistik Bagi PPIH Embarkasi Surabaya
Mengurai Isu Pelayanan dan Tantangan Dalam Proses Penerbitan Sertifikat Tanah
Banyuwangi, 29 Februari 2024 - Forum diskusi yang membahas tantangan dalam penerbitan sertifikat tanah di Banyuwangi sukses digelar hari ini di Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo, menarik perhatian berbagai pihak. Diskusi yang bertajuk “Tantangan Kantor ATR/BPN Banyuwangi Menuju Profesionalisme dan Terpercaya dengan Mewujudkan Pelayanan Prima” diadakan dengan antusiasme yang luar biasa dari para peserta.
Diskusi ini menampilkan narasumber utama, yaitu Kepala Kantor ATR/BPN Banyuwangi yang baru saja menjabat, Machfoed Effendi, A.Ptnh., didampingi oleh Hakim Said, SH, Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi sebagai moderator. Turut hadir dalam acara ini berbagai tokoh, termasuk Camat Banyuwangi H. Hartono, S.Sos., M.Si., perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Kementerian Agama, notaris, asosiasi pengembang, aktivis, politisi seperti Ir. Wahyudi dan Ir. Andi Purnama, serta pelaku kegiatan yang terlibat dalam bidang pertanahan dan agraria.
Beberapa topik menarik dibahas dalam diskusi ini, seperti
penerbitan Sertifikat Elektronik Pertama di Indonesia yang ternyata diterbitkan
di Banyuwangi, proyek pengadaan tanah dan pemetaan tata ruang oleh pemerintah
daerah, serta kendala terbatasnya kuota PTSL di Kabupaten Banyuwangi yang
mengakibatkan tidak semua desa dapat mengakses program tersebut.
Diskusi ini berlangsung cukup seru ketika mengungkap beberapa kelemahan dalam proses penerbitan Sertifikat Tanah, termasuk ketidaksinkronan antara peran dan tanggung jawab desa, notaris, dan Kantor ATR/BPN. Menurut Ir. Wahyudi, hal ini membuat proses penerbitan sertifikat tanah masih jauh dari konsep pelayanan yang berkeadilan karena ketidaksinkronan antara peran desa, notaris, dan Kantor ATR/BPN, yang mana hal tersebut juga banyak dikritisi oleh Ir. Andi Supriadi yang punya banyak pengalaman dan wawasan seputar kasus itu.
Machfoed Effendi, sebagai narasumber utama, menjelaskan bahwa kantor ATR/BPN dalam proses penerbitan sertifikat tanah mengacu pada tiga hal: prosedur, kewenangan, dan substansi. Mahfoed menekankan bahwa aparatur ATR/BPN harus menjalankan tugasnya sesuai dan sejalan dengan prosedur dan kewenangannya.
Sebelum meninggalkan diskusi,karena harus hadir dalam acara
lain dari Pemda Banyuwangi, Camat Banyuwangi,
H. Hartono, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi
terkait untuk meningkatkan pelayanan dan meminimalkan permasalahan dalam
penerbitan Sertifikat Tanah.
“Saya berterima kasih atas terselenggaranya forum diskusi
ini, semua ini adalah masukan bagi kami agar kami dapat memberikan pelayanan
yang lebih baik untuk masyarakat Banyuwangi,” kata Machfoed Effendi, mengakhiri
sesi diskusi yang ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ihrom Hasan. (AW)
PPIH Kloter Embarkasi Surabaya Ikuti Bimtek Terintegrasi
Launching Foodcourt N Cafe dan Milad ke 29 MAN 3 Banyuwangi
Hal ini tidak berlebihan dengan mengingat Islam pernah mencapai zaman keemasan dibidang Ilmu pengetahuan. Roni juga berpesan kepada para pendidik bahwa yang dapat diberikan para guru yang tidak didapatkan dari internet yakni keteladanan. "saat ini para pendidik mempunyai saingan yakni internet, namun ada yang tidak dapat diperoleh dari internet yakni keteladanan dan akhlakul karimah" katanya. Menutup kegiatan peresmian, Roni dengan didampingi Kepala MAN 3 Banyuwangi menggunting pita secara online dan menandatangani prasasti.
Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa perkembangan MAN 3 Banyuwangi terutama dibidang literasi sangat membanggakan, baik guru maupun siswa aktif menulis hingga menerbitkan buku, baik fiksi maupun non Fiksi, beberapa opini siswa juga di muat di media cetak terbesar di Provinsi Jawa Timur.Penarikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAII Genteng di aula Kemenag Banyuwangi
Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten menyambut baik Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan mahasiswa Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, hal ini disampaikan ketika menyerahkan kembali mahasiswa yang telah melakukan PPL di tujuh KUA Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jumat, (16/02/2024).
Chaironi Hidayat dalam arahannya berharap program PPL yang telah dijalankan para mahasiswa bisa menambah wawasan dan pengalaman di luar kampus. Menurutnya, ada perbedaan antara teori dan praktek.
"Teori sifatnya global, maka harus ada komunikasi, agar misi bisa tercapai", paparnya.
“buktikan bahwa output IAII benar-benar berkualitas, karena para alumni yang akan membawa nama baik perguruan tinggi" kata Roni.
Lebih lanjut Roni menyampaikan bahwa syariah merupakan inti dari perguruan tinggi Agama Islam, karena dalam study keagamaan yang paling penting adalah pemahaman tentang hukum-hukum Islam.
Sementara itu Rektor IAI Ibrahimy Genteng Lukman Hakim menyampaikan bahwa kerjasama yang baik ini akan terus dilakukan yang bukan hanya untuk Mahasiswa PPL saja, tetapi juga dalam bentuk pengabdian masyarakat lainnya.
Ketua BAZNAS tersebut menyampaikan bahwa dalam waktu dekat IAII Genteng juga akan membuka jurusan baru untuk strata dua yakni Hukum Keluarga Islam, setelah sebelumnya sudah ada Strata dua jurusan kependidikan Islam.
Lukman Hakim juga menyampaikan bahwa PPL merupakan program kampus yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Tujuannya kata Lukman, adalah untuk membekali mahasiswa secara faktual.
"Di kampus mereka mendapat teori, prakteknya saat PPL", kata Lukman.
Dirinya berterimakasih kepada seluruh pembimbing di Kemenag, sekaligus berharap kedepan ada program yang bisa disenergikan dengan kampus.











