PPIH Kloter Embarkasi Surabaya Ikuti Bimtek Terintegrasi
Launching Foodcourt N Cafe dan Milad ke 29 MAN 3 Banyuwangi
Hal ini tidak berlebihan dengan mengingat Islam pernah mencapai zaman keemasan dibidang Ilmu pengetahuan. Roni juga berpesan kepada para pendidik bahwa yang dapat diberikan para guru yang tidak didapatkan dari internet yakni keteladanan. "saat ini para pendidik mempunyai saingan yakni internet, namun ada yang tidak dapat diperoleh dari internet yakni keteladanan dan akhlakul karimah" katanya. Menutup kegiatan peresmian, Roni dengan didampingi Kepala MAN 3 Banyuwangi menggunting pita secara online dan menandatangani prasasti.
Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa perkembangan MAN 3 Banyuwangi terutama dibidang literasi sangat membanggakan, baik guru maupun siswa aktif menulis hingga menerbitkan buku, baik fiksi maupun non Fiksi, beberapa opini siswa juga di muat di media cetak terbesar di Provinsi Jawa Timur.Penarikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAII Genteng di aula Kemenag Banyuwangi
Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten menyambut baik Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan mahasiswa Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, hal ini disampaikan ketika menyerahkan kembali mahasiswa yang telah melakukan PPL di tujuh KUA Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jumat, (16/02/2024).
Chaironi Hidayat dalam arahannya berharap program PPL yang telah dijalankan para mahasiswa bisa menambah wawasan dan pengalaman di luar kampus. Menurutnya, ada perbedaan antara teori dan praktek.
"Teori sifatnya global, maka harus ada komunikasi, agar misi bisa tercapai", paparnya.
“buktikan bahwa output IAII benar-benar berkualitas, karena para alumni yang akan membawa nama baik perguruan tinggi" kata Roni.
Lebih lanjut Roni menyampaikan bahwa syariah merupakan inti dari perguruan tinggi Agama Islam, karena dalam study keagamaan yang paling penting adalah pemahaman tentang hukum-hukum Islam.
Sementara itu Rektor IAI Ibrahimy Genteng Lukman Hakim menyampaikan bahwa kerjasama yang baik ini akan terus dilakukan yang bukan hanya untuk Mahasiswa PPL saja, tetapi juga dalam bentuk pengabdian masyarakat lainnya.
Ketua BAZNAS tersebut menyampaikan bahwa dalam waktu dekat IAII Genteng juga akan membuka jurusan baru untuk strata dua yakni Hukum Keluarga Islam, setelah sebelumnya sudah ada Strata dua jurusan kependidikan Islam.
Lukman Hakim juga menyampaikan bahwa PPL merupakan program kampus yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Tujuannya kata Lukman, adalah untuk membekali mahasiswa secara faktual.
"Di kampus mereka mendapat teori, prakteknya saat PPL", kata Lukman.
Dirinya berterimakasih kepada seluruh pembimbing di Kemenag, sekaligus berharap kedepan ada program yang bisa disenergikan dengan kampus.
Pemkab Sidoarjo menggandeng USAID ERAT Percepat Replikasi Implementasi Inovasi KOPI PAHIT dalam Penanganan Stunting
Sidoarjo (Warta Blambangan) Dalam hal penanganan stunting di Kabupaten Sidoarjo telah melakukan berbagai upaya dan strategi diantaranya adalah mengembangkan Inovasi KOPI PAHIT (Kompilasi Inovasi Porong Cegah dan Atasi Stunting). Ditengarai bahwa Inovasi KOPI PAHIT yang digagas oleh Puskesmas Porong ini telah secara efektif berkontribusi terhadap penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, KOPI PAHIT berhasil menurunkan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Porong dari 28% menjadi 10,8% Tahun 2020. Tahun 2021 kembali turun menjadi 10%. Dan berhasil turun menjadi 3,61% di Tahun 2022. Keberhasilan Inovasi KOPI PAHIT ini telah diapresiasi oleh Kementrian PAN&RB dengan memberikan anugerah TOP 99 pada Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023. Selain telah mesuk dalam TOP 99 Inovasi Publik 2023 KOPI PAHIT juga telah menghantarkan dr. Saptandia Wulan Cahyaning Lestari sebagai Tenaga Kesehatan Teladan bersama dr.HinuTri Sulistijorini, Ririn, MMRS sebagai Inisiator Inovasi, Kamis (15/02/2024)
Untuk memperluas keberhasilan dan manfaat Inovasi KOPI PAHIT Pemkab Sidoarjo telah berkomitmen untuk melakukan percepatan Replikasi Inovasi KOPI PAHIT ke Tiga Puluh Puskesmas se-Kabupaten Sidoarjo, hal tersbut dituangkan dalam penanda tanganan MoU antara Inisiator Inovasi dengan 30 Kepala Puskesmas dalam Rakor Percepatan Implementasi Inovasi KOPI PAHIT yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa
Pemkab Sidoarjo, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, M.Ainur Rahman, AP, M.Si didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dr. Fenny Apridawati, S.KM, M.Kes menyampaikan bahwa Inovasi merupakan kewajiban untuk meningkatkan Pelayanan Publik, termasuk dalam hal ini untuk Upaya penanganan stunting, paling tidak ada beberapa hal jika inovasi ini akan terus bermanfaat, yakni: 1) Komitmen yang sama oleh semua pihak, 2) Kolaborasi Multi Stakeholder, 3) Keberlanjutan dan 4) Ke-ihlasan. Rakor Percepatan Replikasi Inovasi KOPI PAHIT selain dihadiri 30 Puskesmas se-Kabupaten Sidoarjo juga dihadiri oleh Tim USAID ERAT Jawa Timur Mohamad Iksan-Provincial Governan Advisor, Nurman Djunaidi District Facilitator USAID ERAT Sidoarjo, dan beberapa Kepala Dinas terkait. Lebih lanjut dalam sambutanya M.Iksan-USAID ERAT bersama Tim akan mendiskusikan langkah lebih lanjut untuk mempercepat distribusi replikasi Inovasi ini melalui dukungan/asistensi teknis.
Rapat Zoometing Pencegahan Perkawinan Anak
Banyuwangi (Warta Blambangan) United States Agency for International Development dengan Program Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif, Efisien dan Kuat (USAID ERAT) mengadakan Rapat koordinasi tentang pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Banyuwangi, Kamis (15/02/2024) melalui zoometing yang diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan dan beberapa pihak lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial PP dan KB Heni Sugiarti
menyampaikan bahwa perkawinan anak cukup pelik untuk penanggulanggannya, hal
ini mengingat banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya perkawinan anak.
Hal ini juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Banyuwangi yang diwakili Kasi Bimas Islam yang menyampaikan bahwa Kementerian
Agama telah melakukan beberapa upaya dalam pencegahan perkawinan anak melalui
beberapa program, diantaranya BRUS (Bimbingan Remaja Usia Nikah) yang dilakukan
di sekolah-sekolah serta KUA Goes to School, Binwin (Bimbingan Perkawinan) bagi
calon mempelai dan lain-lain.
“setiap ada yang akan mengajukan perkawinan dibawah umur, dilakukan pemeriksaan dan panasehatan dulu di KUA Kecamatan, dan jika tetap akan melaksanakan perkawinan dibawah umur maka akan ada surat penolakan adanya perkawinan yang selanjutnya yang bersangkutan akan mengajukan dispensasi ke Pengadilan” katanya.
Perkawinan anak menjadi bahasan penting dalam rapat dinas Kepala KUA
Kecamatan di aula atas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, yang juga
mengikuti jalannya Rapat koordinasi pencegahan perkawinan anak ini.
Dalam rapat koordinasi tersebut semua sepakat untuk bersama-sama
melakukan pencegahan terhadap perkawinan anak, dengan cara melakukan
sosialisasi terhadap anak-anak untuk dapatnya menjaga diri agar tidak melakukan
perkawinan anak dengan keterpaksaan karena telah melakukan hubungan yang
seharusnya belum boleh dilakukan.(tim)
Ketua KPPS di Banyuwangi Meninggal Dunia saat Bertugas
Banyuwangi (Warta Blambangan) Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di Banyuwangi dikabarkan meninggal dunia. Ketua
Ya, dia adalah Dulhanan (50) Ketua KPPS TPS 18 asal Dusun Pasinan Timur, Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), KPU Banyuwangi, Dian Purnawan.
"Benar kabar duka itu," ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu 14 Februari 2024.
"Kami turut berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya anggota penyelenggara kami," jelasnya.
Untuk itu pihaknya menegaskan agar semua anggota KPPS bisa menjag kesehatan.
Mendiang sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rogojampi
Pemilih di Banyuwangi Meninggal di Bilik Suara
Banyuwangi (Warta Blambangan) Seorang perempuan paruh baya di Banyuwangi meninggal di Bilik Suara sebelum menggunakan hak pilihnya pada Pemilu, Rabu 14 Februari 2024.
“Bu Ngatiyem usianya sekitar 65 tahun,” kata Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Banyuwangi Dwi Anggraini Rahman, Rabu (14/2/2024) di konfirmasi melalui sambungan telepon.
Dwi menjelaskan bahwa korban (pemilih) sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) merupakan pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 di Desa Seneporejo Kecamatan Siliragung Banyuwangi Jawa Timur.
Selanjutnya, Berdasarkan penelusuran dari petugas KPU mengkonfirmasi langsung kepad keluarga, si ibu Ngatiyem berusia sudah sepuh tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
Dimana dalam keterangan yang didapatkan dari keluarga terkait dengan Kronologinya, bermula ketika korban yang awalnya korban saat datang ke TPS seperti warga pada umumnya, namun saat memasuki bilik suara.
"Ngatiyem sempat mengeluh pusing diduga karena melihat terlalu banyak tulisan,"jelasnya.
Ngatiyem dipastikan belum menggunakan hak pilihnya karena lebih dulu pingsan dan di kabarkan sudah dengan kondisi meninggal dunia.
“Informasi awal seperti itu,” tutur Dwi.
Dwi sebagai Ketua KPU Banyuwangi menyampaikan duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.









.jpeg)

