Manasik Haji MI Darunnajah II Banyuwangi
Koper Jamaah Haji Berangkat Hari Ini
Banyuwangi (Warta Blambangan) sebelum CJH diberangkatkan, hari ini (14/6/2023) semua koper dikirim lebih dulu menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Koper milik CJH telah dikumpulkan di kantor Kementerian Agama Banyuwangi. Hingga kemarin malam. beratnya. Sehingga saat di bandara tidak kelebihan berat yang akibatnya bisa dibongkar paksa,” kata Jali.
plh Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh H. Muklis menyampaikan bahwa koper tersebut dibawa ke Embarkasi dan diberangkatkan terlebih dahulu ke Makkah.
"Setiap rombongan diberi warna pita yang berbeda untuk memudahkan petugas mengumpulkan koper pada setiap rombongan dalam satu kloter" kata Muklis.(syaf)
MTsN 12 Banyuwangi Fasilitasi 30 Sertifikat Produk Halal
Pagi tadi penyerahan 30 sertifikat produk halal oleh Pendamping Proses Produk Halal(P3H) pada 20 produsen Produk makanan dan minuman di kantin dan koperasi MTsN 12 Banyuwangi, Rabu(13/06). Penyerahan oleh Pendamping Proses Produk Halal(P3H)Luluk Maknunah, SHI [L1] ke para produsen makanan dan minuman di kantin MTsN 12 Banyuwangi selain disaksikan oleh Kepala MTsN 12, KTU, guru dan pegawai juga disaksikan oleh pejabat di kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yaitu Moh. Jali, M.Pd.I selaku Kasubag TU dan Mustain Hakim, M.Pd.I selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf.
Proses
penyerahan setifikat halal ini dihadiri sekitar 25 lebih pelaku usaha yang
menitipkan produknya di kantin dan koperasi MTsN 12 Banyuwangi. Moh Jali Kasubag
TU yang menyaksikan proses penyerahan sertifikat halal itu dalam sambutannya
berharap dengan sertifikat halal ini dapat bermanfaat pada semua pelaku usaha dan
dapat meningkatkan kualitas produk sehingga lebih meningkatkan ekonomi pelaku
usaha serta lebih meningkatkan kualitas/mutu produk sebagai jaminan bagi warga
madrasah selaku konsumen.
Herny Nilawati,
kepala madrasah merasa bangga dan terima kasih kepada Kemenag yang telah
memfasilitasi pendampingan proses produk halal(P3H) mulai dari proses awal
pendataan produk hingga terbitnya sertifikat halal. Ucapan terima kasih pula kepada semua pelaku
usaha yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penyertifikatan halal pada
produknya sehingga berjalan sesuai dengan harapan semua pihak. “Semoga dengan
dengan diterbitkannya sertifikat halal melalui Kemenag Banyuwangi kepada para pelaku
usaha berdampak pada siswa dan warga madrasah baik dari segi kebersihan produk
dan lingkungan, kesehatan siswa dan warga madrasah,”ungkap Herny mengakhiri
sambutannya.(herny)
Kebakaran di Plengsengan Pantai Boom Banyuwangi
Banyuwangi (Warta Blambangan) Sejumlah kios atau warung yang berada di kawasan Plengsengan Sranit, Pantai Ancol, Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi terbakar, Selasa (13/6/2023).
Tidak ada korban atas kejadian itu. Taksiran kerugian Rp 85
juta. Warung-warung dengan cepat dirambati api karena terbuat dari bahan kayu
dan material lain yang gampang terbakar.
Pantauan di lokasi, sebanyak empat warung ludes. Sementara beberapa
lainnya terbakar di beberapa sisi bangunan.
Umi Kulsum (51), salah satu pemilik warung, mengatakan,
kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari salah
satu warung.
"Saat kejadian, kebetulan saya belum tidur," kata
dia.
Ketika menilik keluar, Umi mendapati bahwa bangunan warung
di kawasan tersebut sudah membara oleh api.
"Beberapa orang mencoba memadamkan api dengan alat
seadanya," imbuhnya.
Buang Enik, salah satu pemilik warung yang terbakar,
langsung bergegas ke lokasi saat mendapat kabar insiden itu.
Menurut para saksi di lokasi, terlihat api diduga muncul
pertama kali dari Warung 28. Dua diantaranya ludes bahkan nyaris rata dengan
tanah hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Pemilik "Warung 28" itu mendapat informasi bahwa
api pertama kali muncul dari warungnya.
"Waktu saya di lokasi, sudah ada mobil pemadam,"
tambahnya.
Enik mengaku tak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Tapi,
ia menduga kebakaran itu dipicu oleh gangguan arus listrik.
"Karena kompor dan tabung gas kondisinya aman,"
tambahnya.
Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota Ipda Wijoyo
menjelaskan, terdapat 20 warung di lokasi Plengsengan Sranit. Dari jumlah itu,
empat warung rata dengan tanah.
"Kebakaran diketahui pukul 01.55 WIB. Mobil pemadam
datang pukul 02.15. Api kemudian bisa dipadamkan setengah jam kemudian,"
tambahnya.
Polisi telah mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan
para saksi, dan menggelar olah tempat kejadian perkara.
"Dugaannya karana korsleting listrik," katanya
Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin membenarkan terjadinya
kebakaran di destinasi wisata tempat nongkrong di Pantai Ancol, Plengsengan,
Banyuwangi itu.
Setidaknya ada empat warung yang ludes terbakar rata dengan
tanah. Yakni milik Hadi Santono (60), Supiyani (52), Rudi Hartono (28), dan
Juhariyah (63).
Kronologi dari kebakaran ini berawal, salah satu saksi
melihat kobaran api yang bersumber dari warung 28. Api yang begitu cepat
merembet membuat warga panik.
"Jadi dari sumber api itu merembet ke warung-warung
sebelahnya," jelasnya
Tidak ada korban dalam insiden kebakaran di destinasi wisata
Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi ini.
Hanya saja, dari pengakuan pemilik UMKM mengalami kerugian
mencapai Rp 110 juta dalam insiden kebakaran ini. (Tim)
Posko KMB Yosomulyo Gelar Doa Lintas Agama Untuk Kedamaian Bangsa
Banyuwangi, (Warta Blambangan) Posko KMB Yosomulyo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi, kembali mengadakan kegiatan yang diikuti oleh semua unsur warga masyarakat dari berbagai agama yang ada di dsa tersebut, Minggu, (11/06/2023), pukul 19.00 di Balai Kebajikan Pannavisaradha. Umat Buddha.
Kegiatan doa ini juga bersamaan dengan acara Atthami Puja,
yakni perayaan setelah 7 hari peringatan hari raya Waisak. Kegiatan ini diawali
puja oleh umat Budha di vihara Dhamma Harja Sidorejo Wetan desa Yosomulyo Kec.
Gambiran Kab. Banyuwangi. Setelah melakukan puja bersama kemudian umat Budha
mengadakan acara makan bersama, nah di sini ada yang unik, sajian makanan di
acara Atthami Puja ini adalah ketupat, dimana di wilayah lain tidak ada atau bahkan
di negara lain juga tidak ada. Yang selanjutnya disebut riyoyo kupatan waisak.
"Berbeda boleh, namun carilah titik temu. Pemerintah
desa Yosomulyo dalam mewujudkan hal itu akan mengadakan doa bersama , doa untuk
Negeri. Dimana masing-masing umat agama diberi waktu perhari untuk melakukan
doa sesuai kepercayaannya. Misal satu hari untuk doa bersama umat agama Islam,
di hari berikutnya dilanjutkan doa bersama umat agama lainnya", Joko
Utomo, Kepala Desa Yosomulyo.
Begitu juga dengan yang disampaikan Bambang Suryono, Camat Gambiran yang hadir dalam kegiatan tersebut.
"Saya terharu, begitu kompaknya semua umat lintas
agama hadir dalam satu acara dengan rukun penuh toleransi. Yosomulyo saya
anggap sebagai miniatur Indonesia dalam hal keberagaman agamanya. Mari
kerukunan ini, kita share ke medsos agar menularkan ke saudara umat beragama di
seluruh Indonesia", ungkap Bambang Suryono.
Di dalam acara doa lintas agama ini, menghadirkan tokoh
masing-masing agama dan penganut kepercayaan. Adapun tokoh agama yang diundang
meliputi tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan penganut
kepercayaan jawa Cokro Nogo. Untuk kesempatan pertama doa untuk kedamaian
Bangsa disampaikan oleh tokoh agama Islam diwakili oleh Gufron Musthofa.
(kepala KUA Gambiran)
"Kupatan hari raya Waisak ini saya sebut Kupat
Moderasi. Karena bentuk dari pengamalan indikator moderasi beragama berupa
menghormati/penerimaan terhadap budaya", jelas Gufron. (Haris)
MTsN 12 Banyuwangi Gelar Acara Lepas Pisah
MTsN 12 Banyuwangi menggelar acara lepas pisah kelas IX tahun pelajaran 2022/2023 di Aula Pertemuan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi(BP3B) tepatnya Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo, Sabtu kemarin(10/06). Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan setelah anak dinyatakan lulus mengikuti serangkaian ujian di kelas IX. Pengumuman kelulusan siswa kelas IX ini sebelumnya diumumkan Hari Kamis, 8 Juni 2023. Lepas Pisah ini dihadiri oleh Moh Jali, M.Pd.I selaku Kasubag TU dan Dimyati, S.Ag, M.Pd selaku Kasi pendma sebagai perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, hadir juga para dewan komite, 150 wali murid kelas IX MTsN 12 Banyuwangi, perwakilan kepala SD/MI di Wongsorejo dan para undangan.
Pagi itu disaksikan oleh para wali murid kelas IX,
guru dan karyawan dan para tamu undangan, barisan wisudawan/wisudawati siswa-siswi
kelas IX berpakaian kebaya dan jas hitam didampingi kepala madrasah, para wakil
kepala dan para wali kelas IX diarak menuju aula BP3 dan disambut oleh siswi-siswi
kelas VIII dengan tarian Gandrung Jejer Jaran Dawuk menambah sumringah wajah-wajah mereka seiring senyum
mentari.
Herny Nilawati
kepala madrasah dalam sambutannya mengaku bangga selain siswa-siswi
kelas IX lulus 100% juga banyak ajang kreasi di acara lepas pisah ini mulai
tarian gandrung, paduan suara, grup band Madsandulangi, silat, dan teater
semakin menambah semaraknya acara. “Alhamdulilah siswa-siswi kelas IX sejumlah
150 siswa telah lulus 100% dan kami bersama
komite akan menyerahkan kembali putra-putri bapak-ibu setelah kami dipercaya
mendidik selama 3 tahun di madrasah ini,” jelas
Herny dalam sambutan dihadapan 150 para wali murid kelas IX dan diakhir
sambutannya Hernypun berpesan untuk terus berjuang melanjutkan ke pendidikan
yang lebih tinggi jangan pantang menyerah junjung tinggi kejujuran dan
kebenaran serta orang tua tetap mendamping putra-putrinya dalam menempuh
pendidikan.
Selain itu perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten
Banyuwangi, Moh Jali, M.Pd.I dan Dimyati, S.Ag, M.Pd dalam sambutannya berpesan
kepada siswa-siswi kelas IX untuk tetap terus semangat melanjutkan kependidikan
yang lebih tinggi khususnya ke sekolah yang dapat meneruskan dan menambah
pengetahuan keagamaan seperti saat di madrasah tsanawiyah.
Tanpa terasa
prosesi wisuda di acara Lepas Pisah kelas IX berlangsung 3 jam ini
berjalan tanpa kendala. Moh. Makhi
selaku waka kesiswaan dan ketua panitia acara Lepas Pisah bertemakan “Teruslah Belajar dan Berkarya untuk Agama
dan Bangsa” mengatakan bahwa kali pertama MTsN 12 Banyuwangi mengadakan
acara lepas pisah kelas IX di luar
madrasah seperti di BP3 ini. “Alhamdulilah serangkaian acara lepas pisah
kelas IX di BP3 Bangsring ini berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir,”
tegasnya dengan lega. (Herny)
Pesan Amak Burhanudin untuk Jamaah Haji Kabupaten Banyuwangi
Tentang alas kaki, sandal jangan sampai hilang, yakni dengan membawa tempat sandal yang dapat dibawa masuk masjid, begitu juga dengan perhatian masalah kesehatan dengan menjaga makanan supaya tidak kelaparan dan tetap sehat.
Yang lebih penting Amak berpesan kepada jamaah agar jangan memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan untuk sholat wajib berjamaah terus di Masjidil Haram.
"yang paling utama adalah menjaga kesehatan, terutama mendekati wukuf" katanya.





.jpeg)






