Pages

Manasik Haji MI Darunnajah II Banyuwangi

 


Banyuwangi (Warta Blambangan)  "Labbaik Allohumma labbaik", kalimat talbiyah dengan lantang diucapkan siswi MI Darun Najah II saat mengawali kegiatan Manasik Haji yang digelar di lapangan Uniba Rabu (14/06/23). Kegiatan ini diikuti oleh 250 siswi Yayasan Pendidikan dan sosial Darun Najah Banyuwangi.
       

Di tengah panas dan terik matahari tidak menyurutkan semangat jamaah cilik dalam mengikuti manasik haji yang dibimbing oleh H. Sutrisno, H. Suhaili, dan Hj. Miftahur Rohmah beserta asatidz yayasan Darun Najah.

       Kepala MI Darun Najah II Majidatul Himmah,S.Ag menyampaikan bahwa latihan manasik haji ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap ibadah haji  dalam mata pelajaran fiqih. "Kegiatan ini juga dapat menjadi motivasi untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima kepada siswa, guru, dan juga wali murid!" tuturnya pada media ini seraya sampaikan siswinya menampilkan parade puisi dan lagu pada pelepasan kelas 6 bareng MI Darun Najah 1 dan MTs Darun Najah Sabtu 17 Juni.(Eni/syaf/WB)

Koper Jamaah Haji Berangkat Hari Ini

 


Banyuwangi (Warta Blambangan) sebelum CJH diberangkatkan, hari ini (14/6/2023) semua koper dikirim lebih dulu menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Koper milik CJH telah dikumpulkan di kantor Kementerian Agama Banyuwangi. Hingga kemarin malam.

beratnya. Sehingga saat di bandara tidak kelebihan berat yang akibatnya bisa dibongkar paksa,” kata Jali.


plh Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh H. Muklis menyampaikan bahwa koper tersebut dibawa ke Embarkasi dan diberangkatkan terlebih dahulu ke Makkah.
"Setiap rombongan diberi warna pita yang berbeda untuk memudahkan petugas mengumpulkan koper pada setiap rombongan dalam satu kloter" kata Muklis.(syaf)

MTsN 12 Banyuwangi Fasilitasi 30 Sertifikat Produk Halal

        


Pagi tadi penyerahan 30 sertifikat produk halal oleh Pendamping Proses Produk Halal(P3H)
  pada 20 produsen Produk makanan dan minuman di kantin dan koperasi MTsN 12 Banyuwangi, Rabu(13/06). Penyerahan oleh Pendamping Proses Produk Halal(P3H)Luluk Maknunah, SHI [L1] ke para produsen makanan dan minuman di kantin MTsN 12 Banyuwangi selain  disaksikan oleh Kepala MTsN 12, KTU, guru dan pegawai juga disaksikan oleh pejabat di kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yaitu Moh. Jali, M.Pd.I selaku Kasubag  TU dan Mustain Hakim, M.Pd.I selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf.

Proses penyerahan setifikat halal ini dihadiri sekitar 25 lebih pelaku usaha yang menitipkan produknya di kantin dan koperasi MTsN 12 Banyuwangi. Moh Jali Kasubag TU yang menyaksikan proses penyerahan sertifikat halal itu dalam sambutannya berharap dengan sertifikat halal ini dapat bermanfaat pada semua pelaku usaha dan dapat meningkatkan kualitas produk sehingga lebih meningkatkan ekonomi pelaku usaha serta lebih meningkatkan kualitas/mutu produk sebagai jaminan bagi warga madrasah selaku konsumen.

Herny Nilawati, kepala madrasah merasa bangga dan terima kasih kepada Kemenag yang telah memfasilitasi pendampingan proses produk halal(P3H) mulai dari proses awal pendataan produk hingga terbitnya sertifikat halal.  Ucapan terima kasih pula kepada semua pelaku usaha yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penyertifikatan halal pada produknya sehingga berjalan sesuai dengan harapan semua pihak. “Semoga dengan dengan diterbitkannya sertifikat halal melalui Kemenag Banyuwangi kepada para pelaku usaha berdampak pada siswa dan warga madrasah baik dari segi kebersihan produk dan lingkungan, kesehatan siswa dan warga madrasah,”ungkap Herny mengakhiri sambutannya.(herny)


 [L1]

Kebakaran di Plengsengan Pantai Boom Banyuwangi

 

Banyuwangi (Warta Blambangan)  Sejumlah kios atau warung yang berada di kawasan Plengsengan Sranit, Pantai Ancol, Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi terbakar, Selasa (13/6/2023).

Tidak ada korban atas kejadian itu. Taksiran kerugian Rp 85 juta. Warung-warung dengan cepat dirambati api karena terbuat dari bahan kayu dan material lain yang gampang terbakar.

Pantauan di lokasi, sebanyak empat warung ludes. Sementara beberapa lainnya terbakar di beberapa sisi bangunan.

Umi Kulsum (51), salah satu pemilik warung, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari salah satu warung.

"Saat kejadian, kebetulan saya belum tidur," kata dia.

Ketika menilik keluar, Umi mendapati bahwa bangunan warung di kawasan tersebut sudah membara oleh api.

"Beberapa orang mencoba memadamkan api dengan alat seadanya," imbuhnya.

Buang Enik, salah satu pemilik warung yang terbakar, langsung bergegas ke lokasi saat mendapat kabar insiden itu.

Menurut para saksi di lokasi, terlihat api diduga muncul pertama kali dari Warung 28. Dua diantaranya ludes bahkan nyaris rata dengan tanah hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Pemilik "Warung 28" itu mendapat informasi bahwa api pertama kali muncul dari warungnya.

"Waktu saya di lokasi, sudah ada mobil pemadam," tambahnya.

Enik mengaku tak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Tapi, ia menduga kebakaran itu dipicu oleh gangguan arus listrik.

"Karena kompor dan tabung gas kondisinya aman," tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota Ipda Wijoyo menjelaskan, terdapat 20 warung di lokasi Plengsengan Sranit. Dari jumlah itu, empat warung rata dengan tanah.

"Kebakaran diketahui pukul 01.55 WIB. Mobil pemadam datang pukul 02.15. Api kemudian bisa dipadamkan setengah jam kemudian," tambahnya.

Polisi telah mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, dan menggelar olah tempat kejadian perkara.

"Dugaannya karana korsleting listrik," katanya


Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin membenarkan terjadinya kebakaran di destinasi wisata tempat nongkrong di Pantai Ancol, Plengsengan, Banyuwangi itu.

Setidaknya ada empat warung yang ludes terbakar rata dengan tanah. Yakni milik Hadi Santono (60), Supiyani (52), Rudi Hartono (28), dan Juhariyah (63).

Kronologi dari kebakaran ini berawal, salah satu saksi melihat kobaran api yang bersumber dari warung 28. Api yang begitu cepat merembet membuat warga panik.

"Jadi dari sumber api itu merembet ke warung-warung sebelahnya," jelasnya

Tidak ada korban dalam insiden kebakaran di destinasi wisata Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi ini.

Hanya saja, dari pengakuan pemilik UMKM mengalami kerugian mencapai Rp 110 juta dalam insiden kebakaran ini. (Tim)

Posko KMB Yosomulyo Gelar Doa Lintas Agama Untuk Kedamaian Bangsa

Banyuwangi, (Warta Blambangan) Posko KMB Yosomulyo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi, kembali mengadakan kegiatan yang diikuti oleh semua unsur warga masyarakat dari berbagai agama yang ada di dsa tersebut, Minggu, (11/06/2023), pukul 19.00 di Balai Kebajikan Pannavisaradha. Umat Buddha.

Kegiatan doa ini juga bersamaan dengan acara Atthami Puja, yakni perayaan setelah 7 hari peringatan hari raya Waisak. Kegiatan ini diawali puja oleh umat Budha di vihara Dhamma Harja Sidorejo Wetan desa Yosomulyo Kec. Gambiran Kab. Banyuwangi. Setelah melakukan puja bersama kemudian umat Budha mengadakan acara makan bersama, nah di sini ada yang unik, sajian makanan di acara Atthami Puja ini adalah ketupat, dimana di wilayah lain tidak ada atau bahkan di negara lain juga tidak ada. Yang selanjutnya disebut riyoyo kupatan waisak.

"Berbeda boleh, namun carilah titik temu. Pemerintah desa Yosomulyo dalam mewujudkan hal itu akan mengadakan doa bersama , doa untuk Negeri. Dimana masing-masing umat agama diberi waktu perhari untuk melakukan doa sesuai kepercayaannya. Misal satu hari untuk doa bersama umat agama Islam, di hari berikutnya dilanjutkan doa bersama umat agama lainnya", Joko Utomo, Kepala Desa Yosomulyo.

Begitu juga dengan yang disampaikan Bambang Suryono, Camat Gambiran yang hadir dalam kegiatan tersebut. 


"Saya terharu, begitu kompaknya semua umat lintas agama hadir dalam satu acara dengan rukun penuh toleransi. Yosomulyo saya anggap sebagai miniatur Indonesia dalam hal keberagaman agamanya. Mari kerukunan ini, kita share ke medsos agar menularkan ke saudara umat beragama di seluruh Indonesia", ungkap Bambang Suryono.

Di dalam acara doa lintas agama ini, menghadirkan tokoh masing-masing agama dan penganut kepercayaan. Adapun tokoh agama yang diundang meliputi tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan penganut kepercayaan jawa Cokro Nogo. Untuk kesempatan pertama doa untuk kedamaian Bangsa disampaikan oleh tokoh agama Islam diwakili oleh Gufron Musthofa. (kepala KUA Gambiran)

"Kupatan hari raya Waisak ini saya sebut Kupat Moderasi. Karena bentuk dari pengamalan indikator moderasi beragama berupa menghormati/penerimaan terhadap budaya", jelas Gufron. (Haris)

MTsN 12 Banyuwangi Gelar Acara Lepas Pisah


MTsN 12 Banyuwangi menggelar acara  lepas pisah kelas IX tahun pelajaran 2022/2023 di Aula Pertemuan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi(BP3B) tepatnya Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo, Sabtu kemarin(10/06).  Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan setelah anak dinyatakan lulus  mengikuti serangkaian ujian di kelas IX. Pengumuman kelulusan siswa kelas IX ini sebelumnya diumumkan Hari Kamis, 8 Juni 2023. Lepas Pisah ini dihadiri oleh  Moh Jali, M.Pd.I selaku Kasubag TU dan  Dimyati, S.Ag, M.Pd selaku Kasi pendma sebagai perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Selain itu,  hadir juga para dewan komite, 150 wali murid kelas IX MTsN 12 Banyuwangi, perwakilan kepala SD/MI di Wongsorejo dan para undangan.

Pagi itu disaksikan oleh para wali murid kelas IX, guru dan karyawan dan para tamu undangan, barisan wisudawan/wisudawati siswa-siswi kelas IX berpakaian kebaya dan jas hitam didampingi kepala madrasah, para wakil kepala dan para wali kelas IX diarak menuju aula BP3 dan disambut oleh siswi-siswi kelas VIII dengan tarian Gandrung Jejer Jaran Dawuk menambah  sumringah wajah-wajah mereka seiring senyum mentari.

Herny Nilawati  kepala madrasah dalam sambutannya mengaku bangga selain siswa-siswi kelas IX lulus 100% juga banyak ajang kreasi di acara lepas pisah ini mulai tarian gandrung, paduan suara, grup band Madsandulangi, silat, dan teater semakin menambah semaraknya acara. “Alhamdulilah siswa-siswi kelas IX sejumlah 150 siswa telah lulus 100%  dan kami bersama komite akan menyerahkan kembali putra-putri bapak-ibu setelah kami dipercaya mendidik selama 3 tahun di madrasah ini,” jelas  Herny dalam sambutan dihadapan 150 para wali murid kelas IX dan diakhir sambutannya Hernypun berpesan untuk terus berjuang melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi jangan pantang menyerah junjung tinggi kejujuran dan kebenaran serta orang tua tetap mendamping putra-putrinya dalam menempuh pendidikan.

Selain itu perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Moh Jali, M.Pd.I dan Dimyati, S.Ag, M.Pd dalam sambutannya berpesan kepada siswa-siswi kelas IX untuk tetap terus semangat melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi khususnya ke sekolah yang dapat meneruskan dan menambah pengetahuan keagamaan seperti saat di madrasah tsanawiyah.

Tanpa terasa  prosesi wisuda di acara Lepas Pisah kelas IX berlangsung 3 jam ini berjalan tanpa kendala.  Moh. Makhi selaku waka kesiswaan dan ketua panitia acara Lepas Pisah bertemakan “Teruslah Belajar dan Berkarya untuk Agama dan Bangsa” mengatakan bahwa kali pertama MTsN 12 Banyuwangi mengadakan acara lepas pisah kelas IX di luar  madrasah seperti di BP3 ini. “Alhamdulilah serangkaian acara lepas pisah kelas IX di BP3 Bangsring ini berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir,” tegasnya dengan lega. (Herny)

Pesan Amak Burhanudin untuk Jamaah Haji Kabupaten Banyuwangi


Madinah (Warta Blambangan) Dr. Moh Amak Burhanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang saat ini berada di Madinah, melalui Media Center Haji, Jumat (09/06/2023) seusai Sholat Jumat menyampaikan pesan kepada Jamaah Haji Kabupaten Banyuwangi yang akan berangkat ke Tanah Suci sebagai berikut :

Bahwa saat ini kondisi di Kota Madinah dengan Suhu hingga 42 derajat yang sangat rentan terhadap jamaah haji Indonesia dengan angka kematian cukup tinggi pada jamaah risti (resiko tinggi). Karenanya Amak yang bergabung dengan Kloter 30 yang mendarat di Bandara AAMA Madinah mengingatkan para jamaah untuk mencegah dehidrasi selama di Saudi Arabia mengkonsumsi oralit minimal 2x/hari sedikit-sedikit untuk mencegah komplikasi dari sakit kronisnya. "Penggunaan APD juga penting dipakai, seperti masker, kaca mata hitam, payung/pelindung dengan  sajadah (sepanjang tidak berpakaian Ihrom), dan semprotan air", kata Amak.

Lebih lanjut Doktor lulusan UIN SATU tersebut menyampaikan bahwa hal penting lainnya adalah kepatuhan minum obat kronisnya bagi yang mempunyai riwayat penyakit dengan mengkonsumsi obat.



Tentang alas kaki,  sandal jangan sampai hilang, yakni dengan membawa tempat sandal yang dapat dibawa masuk masjid, begitu juga dengan perhatian masalah kesehatan dengan menjaga makanan supaya tidak kelaparan dan tetap sehat.

Yang lebih penting Amak berpesan kepada jamaah agar jangan memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan untuk sholat wajib berjamaah  terus di Masjidil Haram.
"yang paling utama adalah menjaga kesehatan, terutama mendekati wukuf" katanya.

Sebagaimana diketahui bahwa jamaah haji Kabupaten Banyuwangi yang akan berangkat akan masuk pada gelombang kedua, yakni langsung menuju Kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji kemudian ke Madinah untuk menunaikan Arbain.(mab)
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger