Pages

Siswa MAN 3 Banyuwangi Baca Puisi dalam Launching Antologi Puisi oleh Bupati Banyuwangi.

 


Banyuwangi (Warta Blambangan) 4 Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi membacakan puisi di Pendopo Sabha Swagata dalam launcing buku Antologi Puisi Sulur Kembang Sri Tanjung oleh Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, Senin (08/05.2023)

Siswa tersebut tampil bersama Faiz Abadi, Pengawas Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang membimbing para siswa ini untuk membaca puisi.

Selain tampil membacakan puisi, diua siswa juga menerima buku karena puisinya dimuat dalam antologi tersebut. Kepala MAN 3 Banyuwangi Ahmad Suyuti memberikan apresiasi terhadap siswa yang berpotensi tersebut.

Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dengan adanya siswa yang menulis bersama para sastrawan terkemuka ini diharapkan nantinya para siswa dapat menjadi pujangga yang berlatar belakang madrasah.

“terima kasih kepada para pendidik dan pembimbing yang telah membangkitkan semangat siswa untuk berliterasi” kata Amak.

Eni Susiani, Guru pembimbing pada MAN 3 Banyuwangi menyampaikan bahwa madrasahnya akan memberi ruang seluas-luasnya kepada para siswa untuk mengembangkan potensinya, baik dibidang akademik maupun non akademik, seperti olahraga dan seni.

Sementara itu Ketua Lentera Sastra menyampaikan bahwa acara yang digelar dan dihadiri Bupati Banyuwangi ini merupakan wadah bagi para penulis di Banyuwangi untuk berkontribusi dibidang sastra di Banyuwangi.

“tema khasanah budaya dalam antologi puisi ini diikuti oleh banyak peserta, namun panitia hanya mengambil 77 penulis saja” kata Syafaat.

Mengenai curator, Syafaat menyampaikan bahwa curator yang dipercaya dan menvetak buku adalah Dio Media, sehingga terbebas dari kepentingan. )tim)

Novel Padmi untuk Bupati Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) 
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap Novel Padmi terbitan Balai Pustaka karya Halimah Munawir, perempuan kelahiran Cirebon, 18 Januari 1964. Suami dari  M. Munawir   Salah satu anak dari KH. Anwar tokoh ulama dari Jenisari-Banyuwangi ini telah menulis banyak novel yang salah satunya Padmi.

Ipuk sangat terkesan ketika menerima Novel Padmi langsung dari penulisnya, Senin (08/05/2023) di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi dan sekaligus melaunching novel yang mengambil latar di Kota batik tersebut.

Halimah merupakan Penggiat seni budaya ini mempunyai hobby menulis sejak SMA. Pernah kuliah di STF Driyarkara, sebagai jurnalis di Majalah Caraka, Majalah Spionita, Tabloid Neraca, Harian Indonesia. Owner Rumah Budaya HMA dan  pemimpin umum Tabloid Online Semesta Seni. Aktif di berbagai organisasi dan sebagai pengurus dari Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI).

Masuk dalam 50 wanita inspiratif. Banyak mendapat penghargaan diantaranya dari  keraton Sumedang Larang, Jawa Barat dan Keraton Banten. terakhir di tahun 2022 mendapat penghargaan dari AWEN ASEAN Women Entrepreneurs Network.

Ipuk sangat berterima kasih terhadap Halimah, yang meskipun bukan asli kalahiran Banyuwangi, namun mempunyai kepedulian terhadap seni dan budaya di Kabupaten Banyuwangi.

“terima kasih kepada Ibu Halimah Munawir, semoha terus dapat mendorong penulis di Kabupaten Banyuwangi untuk aktif menulis” kata Ipuk.

Halimah sendiri juga menyampaikan terima kasih kepada Isteri Menpan-RB tersebut yang telah mengizinkan Pendopo Sabha Swagata untuk launcing buku.

“Kabupaten Banyuwangi layak disebut Kabupaten Literasi dengan mengingat perkembangan literasi di The Sunrise of Java ini” kata Halimah.

Beberapa tokoh hadir dalam acara tersebut, seperti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Zen Kostolani, Ketua Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yanuar M Bramudya, Kepala Dinas Pendidikan Suratno, Ketua Komunitar Lentera Sastra Syafaat, Ketua Dewan Kesenian Belambangan Hasan Basri, Keyua MUI Moh. Yamin, serta para Kepala Sekolah dan para penulis yang jumlahnya lebih dari 200 orang.

“Buku Padmi karya Ibu Halimah sangat bagus dan sayang jika kita tidak membacanya secara utuh” kata Syafaat.

Yang istimewa dari Novel yang mengangkat keberadaan batik sebagai suatu produk budaya berbasis identitas Indonesia ini diberi pengantar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sandiaga Salahudin Uno. latar belakang novel ini adalah Kota Solo yang lebih dulu terkenal dengan batiknya (syaf)

Ipuk Fiestiandani Apresiasi Tari MIN 1 Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tersenyum bahagia melihat penampilan tari Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banyuwangi dalam Parade puisi di Pendopo Sabha Swagata, Senin (08/05/2023), mereka dapat berkoloborasi dengan penyair yang sudah senior seperti Pramoe Soekarno, Nazil, Viefa dan Syafaat.



Aura wajahnya nampak hidup dalam tarian yang mengiringi pembacaan puisi Sulur Kembang Sri Tanjung, terlebih ketika momen penyerahan Buku penyair Banyuwangi tersebut.

Guru MIN 1 Banyuwangi Nur Khofifah menyampaikan bahwa para siswa tersebut telah berlatih beberapa bulan yang lalu, juga dipandu oleh teator Banyuwangi, seperti Pramoe Soekarno dan lain-lain.
"wali murid juga sangat mendukung, setiap latihan mereka selalu mendampingi" kata Khofifah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh Amak Burhanudin menyampakan bahwa talenta siswa harus terus dikembangkan.
"kami ingin kerika Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ada tamu dari Jakarta, mereka dapat tampil" kata Amak.

Beberapa penari MIN 1 Banyuwangi ini, sebelumnya pernah tampil di Pendopo, terlebih satu hari sebelumnya mereka juga gladi bersih ditempat yang sama.
"Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Kepala MIN 1 Banyuwangi dan semua dewan guru atau suport kepada para penari" Kata Syafaat.
Lebih lanjut Ketua Komunitas Lentera Sastra ini menyampaikan bahwa anak-anak ini memang berbakat, sehingga kerika mereka kita latihan untuk melakukan teaterisasi puisi, cepat beradaptasi. (Tim)

Amak Jadi Narsum Bedah Buku Sulur Sri Tanjung yang ditulis 77 Penyair.

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr.Moh. Amak Burhanudin menjadi Narasumber dalam bedah buku Sulur Kembang Sri Tanjung i pendopo Sabha Swagata,  Senin (08/05/2023), yang dipandu Moderator Samsudin Adlawi, Budayawan yang juga Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi.



Selain Amak, Narasumber berikutnya adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi Zen Kostolani, didampingi Aekanu Hariyono dari Killing Osing dan Syafaat dari Komunitas Lentera Sastra.

Seperti yang disampaikan Zen Kostolani bahwa Buku Sulur Kembang Sri Tanjung merupakan buku yang sangat unik dan menarik, hal ini dengan mengingat paa penulisnya ada yang masih sangat belia.
"saya tertarik dengan Syair yang ditulis siswa MTsN 2 Banyuwangi, dan saya bandingkan dengan tulisan dari mereka yang usianya 40 tahun lebih tua an sudah punya nama" Kata Zen.

Amak yang bukan asli Banyuwangi menyampaikan bahwa pada awalnya ada keterpaksaan dirinya menulis puisi dan di muat di buku ini.

Amak yang telah bertugas di beberapa Kabupaten dan Kota tersebut menyampaikan bahwa di Kabupaten Banyuwangi inilah para penulis berkembang dN menuangkan banyak karya.
"HAB ke 77 kita telah melaunching 77 penulis dengan jumlah judul buku lebih 130 judul" ungkapnya.

Kepala Kankemenag Kab. Banyuwangi Sosialissikan Gereja Ramah Anak


Banyuwangi (Warta Blambangan) Gereja dan Rumah Ibadah lainnya memiliki peran yang sangat strategis untuk merespon kondisi yang saat ini dialami oleh anak-anak, hal ini disampaikan Dr. Moh.  Amak Burhanudin ketika membuka sosialisasi Gereja Ramah Anaka di GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Banyuwangi, Minggu (07/05/2023). Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh unsur pendeta, Angggota majelis Jemaat anggota P2A GKJW Kabupaten Banyuwangi sejumlah 8 Gereja dan 2 GKJW di Kabupaten Situbondo.

“ pada kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ada tiga orang Penyuluh Agama Kristen yang akan menampingi dalam mewujudkan Gereja Ramah Anak” kata Amak.
Anak menyampaikan bahwa pemahaman tentang ramah anak akan lebih dapat dilakukan dengan hasil maksimal jika disampaikan oleh tokoh Agama.

Amak juga menyampaikan tentang kebijakan Kementerian Agama , diantaranya Moderasi Beragama. Yang pada intinya bagaimana kita mengedepankan musyawarah  tanpa adanya unsur kekerasan, toleransi , kebijakan berikutnya adalah transformasi layanan digital, dimana kedepan untuk kegiatan lanjutan dapat dilakukan secara digital.
Tahun 2023 adalah tahun kerukunan.
Pendeta Sukodiarno dari GKJW menyampaikan bahwa sebuah kehormatan bagi Gereja saat ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

:ini merupakan berkat bagi kami dan gereja" Katanya.
Ada 178 GKJW yang ada di Provinsi Jawa Timur, dan diwilayah Besuki Timur (Majelis Daerah) ada 10 Gereja, yakni 2 di Situbondo dan 8 di Banyuwangi.
"kami tidak dapat mewujudkan Gereja Ramah Anak tanpa dukungan dari Kementerian Agama, dan Dinas Sosial PP dan KB" kata Pendeta Fajar Bijaksono.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Henik Setyorini menyampaikan  bahwa  dalam klaster KLA, semua klaster ada di kegiatan Gereja, seperti hak-hak sipil yang harus dimiliki oleh setiap anak.
"kita sangat mengharapkan ada anak yang tidak mengikuti wajib belajar 12 tahun" kata Henik.
Lebih lanjut Henik menyampaikan bahwa info masalah ini dapat dilakukan oleh orang-orang-orang Gereja, meskipun yang melakukan kegiatan adalah PKBM (Pusan Kegiatan Belajar Masyarakat).
Harapan yang diinginkan pemerintah adalah kontribusi dari semua pihak untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Banyuwangi.
Tentang ramah anak  Henik menyampaikan bahwa selama ini kekerasan pada anak lebih sering dilakukan oleh orang terdekat
"Tahun 2023 ini ada 36 kasus kekerasan pada anak" kata Henik.
Henik berharap  8 Gereja Kristen Jawi Wetan juga berperan untuk menyampaikan tentang perlindungan anak terhadap lingkungan masing-masing.

Narasumber dalam kegiatan tersebut Artiantyo W Utomo menyampaikan bahwa Gereja perlu menghadirkan lingkungan yang menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi sesuai dengan tahapan perkembangan anak, serta mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Banyuwangi.
Sebagai salah satu  admind KLA Kabupaten Banyuwangi, Syafaat dan admin lainnya sering merasa kesulitan ketika kegiatan yang diselenggarakan dalam kaitan KLA kurang didokumentasikan.
“dengan adanya media online, sebenarnya lebih mudah untuk mempublikasikan semua kegiatan yang kita laksanakan” kata Syafaat.
Dalam kaitannya dengan administrasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi akan segera memproses SK Gereja Ramah Anak untuk GKJW ketika sudah ada usulan dari lembaga.(Tim)

Sengker Kuwung Belambangan (SKB) dan belambangan.com Gesah Using


Banyuwangi (Warta Blambangan) Seniman dan budayawan silaturahmi seraya halalbihalal di Umah Welas Delik Jambesari, berlangsung dengan penuh gayeng, Sabtu,6 Mei 2023, penuhi undangan Ketua Sengker Kuwung Belambangan (KSB) sekaligus pemimpin redaksi media online berbasis Basa Using belambangan.com, Antariksawan Jusuf.


Kang Aang -demikian panggilan akrab Antariksawan Jusuf yang mantan wartawan majalah Ikawangi, Koran Republika, kantor berita Perancis AFP dan TV One  ini pada media ini niat awalnya adalah tasyakuran  Umah Welas dan kangen teman yang biasa ketemu di grup WA dan medsos. Momentum lebaran karena tak sempat unjung-unjung maka sekalian halal bi halal. "Kami juga berterima kasih pada kontributor yang mengisi media, ikut lomba event SKB serta teman diskusi yang saling menguatkan nguri-uri seni tradisi, wisata dan bahasa Using!" tambah Aang yang didampingi Hani Z.Noor dan Kang Ali Jusuf.



   Tamu yang datang antara lain maestro pelukis  S. Yadi K., juragan wangsalan dari Jopuro Kang Inok, ketua KOPAT sekaligus pemilik warung Kemarang Wowok Meirianto, penulis buku angklung Elvin Hendrata, pemilik warung kopi Nidom, pemandu wisata Kisma Donna,Pak Cik Taufik RB, sekretaris DKB Nani Asiany, penulis novel, youtuber dan guru seni rupa Moh. Syaiful, fotografer John Rahmatullah, dosen dan pegiat Lontar Wiwin Indiarti dan aktivis LSM gotongroyong45 yang juga jurnalis faktanews, jurnalinews dan majalah keboendha Aguk Wahyu Nuryadi yang kontributor awal majalah Ikawangi Jakarta dan reporter pertama Radio Mandala.  Juga beberapa penulis dan kontributor belambangan.com seperti Lirix Al Harir, Opi M. Novi dan Oyek Setro.


   Meski tidak dalam diskusi serius namun muncul diksi basa Using yang digunakan dalam lagu gandrung ciptaan Wowok yaitu diksi 'mendayung' yang dirasa kurang pas dalam bahasa Uaing.

   Muncul juga celetukan basanan yang lucu dari pegiat Pacul Gowang yaitu Kang Inok yang membuat gelak tawa hadirin.

Di gesah yang lain Urip Sumartono Aris bin Sudibyo Aris berharap ada yang peduli pada pelajar yang bakat menulis, bercerita atau masih malu tampil untuk diberi ruang ekpresi dan kreasi. Agak serius Ketua AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Kabupaten Banyuwangi Wiwin Indarti sedang ikhtiar bersama dosen Uniba dan Unej menyusun perda soal masyarakat adat yang didalamnya ada bahasa lokalnya. "Sudah jadi inisiatif dewan namun masih dikaji Kanwil Menkumham Jatim. Ada usulan untuk sekedar jadi SK Bupati, kami tak mau!" tegas Dosen yang peduli Lontar dan Sinau di Sawah Art ini. 

Soal ejaan dan dialek, Wiwin dalam keseharian lebih komunikatif dengan Osing berikut dialek per kampung. "Namun untuk tulisan ilmiah dan jurnal serta buku ajar di sekolah yang difasilitasi dinas dan balai bahasa, tentu kami pakai Using yang punya kamus dan dasar akademik maupun regulasinya!" ungkapnya diangguki Hani dan Nani Asiany.

   Usai gesah menggelitik, gayeng dan  munyik, hadirin menikmati suguhan khas seperti nasi tempong, semanggi sambal sere, serta pecel pitik yang ditutup dengan minuman serut timun selasih yang segar. Kopi teh 'ya kari nyorot. Uga ana lontong kikil bakso. Hang ngudut ya diweni rokok filter utawa kretek sak bungkusan. Hang nulis cara Using mong belambamgan.com ulih kaos hitam basanan Using. Kabeh tamu mulih ulih kenangan Buku "Omprok lan Sampur" Buku Bergambar yang jadi bahan pengayaan tambahan guru ajar Bahasa Using di SD/MI Karya Antariksawan Jusuf dengan illustrator Guru Seni Budaya SMPN 1 Kalipuro yang juga seksi Seni Rupa Sanggar Merah Putih'45 Komunitas Gotongroyong empat puluh lima Banyuwangi. Momen launching buku ini ditandai lomba mewarnai tingkat SD se kabupaten yang diikuti 1.210 anak dengan ketua dewan juri S.Yadi K.


Kakehan kungkum awak lara selisih.

Wassaluaikum dan terimakasih


(Bung Aguk/Nany/JN).

MIN 1 Banyuwangi Siap Tampil Di Pendopo Sabha Swagata

Banyuwangi (Warta Blambangan) Penari Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banyuwangi melakukan latihan terahir sebelum tampil dalam launching Sulur Kembang Sri Tanjung di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi. 


Dalam latihan yang dipandu Viefa, Sabtu (06/05/2023) di Kampus 2 sangat istimewa, karena beberapa tokoh seni dan budaya Banyuwangi seperti Aekanu Hariyono dari Killing Osing Banyuwangi, Aguk Wahyu Nuryadi serta Yetik Chotimah.

Anak-anak tersebut akan mengiringi pembacaan puisi dari Pramoe Soekarno, Nazil Osing, Muttafaqur Rohmah (Dosen Untag Banyuwangi) serta Uswatun Hasanah.
Anak-anak tersebut sangat antusias mengikuti sesi latihan yang dengan arahan para ahli dibidangnya, para orang tua wali murid juga hadir memberikan suport dengan kegiatan anaknya.
"Sangat istimewa karena anak-anak dapat tampil dengan tokoh teater yang sudah punya nama" Kata Yuni Fatati, Guru MIN 1 Banyuwangi yang dilantik menjadi Pengawas RA satu hari sebelumnya.

Sementara itu Syafaat dari Komunitas Lentera Sastra sebagai koordinator pelaksana menyampaikan bahwa hari ini semua yang akan tampil di pendopo latihan ahir, disamping anak MIN 1 Banyuwangi, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono juga berlatih, mereka akan membaca puisi bersama Faiz Abadi, Pengawas Madrasah Tsanawiyah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Ditempat terpisah  Dr. Amak Burhanudin yang akan menjadi Narasumber dalam bedah buku menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi akan mengasah kemampuan semua keahlian dan kemampuan siswa, termasuk dibidang seni.
"semua penulis Antologi Puisi Sulur Kembang Sri Tanjung dari unsur Kementerian Agama insyaallah akan hadir dalam kegiatan senin di pendopo" kata Amak. 


Seperti diberitakan sebelumnya bahwa dalam Antologi puisi yang akan di launching Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tersebut ditulis oleh 77 Penulis dari berbagai kalangan.
"Penulis yang muda adalah siswa SMPN 3 Banyuwangi dan MTsN 1 Banyuwangi" kata Syafaat.
Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa Penyair yang telah mendapatkan sertifikat Sastratama juga menulis puisi folklore Banyuwangi. (syaf)
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger