Pages

Plengsengan*

 Fatah Yasin Nor

*Plengsengan*


Tak ada puisi hari ini

Yang menyentuh hati

Padahal telah kucari sampai

Ke ceruk hati


Melesat ke langit biru

Untuk menghapus dahagaku

Pada cinta yang lahir dari 

Secercah sunyi yang membatu


Kesunyian berdendang hari ini

Diantara hiruk orang-orang buta

Berebut remah roti

Meraba bara hanguskan wajah


05/09/2021

MAN 1 Banyuwangi memperoleh penghargaan dalam kompetisi IYRC (Indonesian Youth Robot Competition) Korea 2021

 


MAN 1 Banyuwangi kembali memperoleh penghargaan dalam kompetisi IYRC (Indonesian Youth Robot Competition) Korea 2021 yang diadakan bulan Juli-Agustus 2021. Ajang ini di ikuti oleh beberapa Negara. Diantaranya  Indonesia, India, Mongol, Rusia, Thailand dan masih banyak negara lagi


Kompetisi yang diadakan di Korea ini termasuk ke dalam ajang kreasi robot yang dilaksanakan secara daring dengan mengirim video presentasi mengenai sistem robot yang sudah dikembangkan atau yang sudah dilakukan sebelumnya.


Video presentasi yang dikirimkan kemudian dievaluasi dan dinilai oleh  dewan juri. 


Tim dari MAN 1 BANYUWANGI memperoleh award medali perunggu /bronze untuk karyanya dalam membuat robot aquaponik prototipe yang berfungsi untuk menabur benih tanaman,  terdapat juga sensor suhu untuk mengecek suhu yang akan bunyi apabila suhu mencapai lebih dari 37°c, bunyi di hasilkan oleh buzzer. Terdapat juga sensor hujan untuk menutup dan membuka atap kolam aquaponik


Siswa-siswi yang mengikuti kompetisi ini adalah:

- Amelia cahyawati 

- Iftitah ahdani

 Dengan didampingi Teguh Prasetio, S. Si selaku pembina ekskul Robotika dan pembina ekakul Kelompok ilmiah Remaja (KIR).

Selain medali Bronze, MAN 1 Banyuwangi juga memperoleh penghargaan Excelent Award dalam pembinaan robotika yang dilakukan oleh Bapak Teguh Prasetio, S.Si di Mansawangi selama mengikuti kompetisi di Korea ini.

Keberhasilan ini juga berkat dukungan kepala madrasah Drs, Saeroji, M.Ag.

"Alhamdulillah Sabtu ini (4/9)2021) telah diumumkan dan MAN 1 Banyuwangi mendapatkan juara" ungkap Saeroji.

Mantan Kepala MAN 4 Banyuwangi ini berharap prestasi yang diperoleh dapat memantik semangat untuk terus berkarya. (Syaf)

Kapolresta Tinjau Vaksinasi di MAN 1 Banyuwangi.

 Kapolresta Tinjau Vaksinasi di MAN 1 Banyuwangi.



Didampingi Kapolsekta Banyuwangi AKP Kusmin, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu meninjau pelaksanaan Vaksinasi bagi siswa, Sabtu (4 September 2021) di aula MAN 1 Banyuwangi, yang diikuti seluruh siswa. Vaksinasi dibagi menjadi 2 shift, yakni shift 1 yang dimulai pukul 07.30, dan shift 2 dimulai pukul 08.00-selesai. Vaksinasi ini dilakukan secara bergiliran, yang dimulai dari kelas 10 sampai12. Tidak hanya siswa siswi dari MAN 1 Banyuwangi saja yang melakukan vaksinasi, tetapi ada juga siswa siswi dari sekolah SMK GAJAH MADA dan SMK SRITANJUNG


Dalam Kegiatan vaksinasi ini Siswa juga diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, agar dapat mengurangi penyebaran virus. Vaksinasi ini bertujuan untuk memberi perlindungan agar tidak tertular atau sakit berat akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.


Jenis vaksin yang disuntikkan  kepada siswa siswi adalah Vaksin Sinovac. Vaksin Sinovac adalah vaksin yang diproduksi oleh Sinovac/China National Pharmaceutical Group. Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang dibuat menggunakan virus yang telah dilemahkan atau inactivated virus. Vaksin ini dibuat menggunakan virus SARS-CoV-2 yang telah dilemahkan atau dibuat tidak aktif. Cara tersebut bertujuan agar vaksin tidak dapat menyebabkan penyakit tetapi tetap mampu memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap virus tersebut.

Kepala MAN 1 Banyuwangi H. Saeroji mengucapkan terima kasih atas kepercayaan semua pihak yang menjadikan MAN 1 Banyuwangi sebagai tempat vaksin dari beberapa sekolah. hal ini dengan mengingat aula yang representatif untuk kegiatan dimaksud. "aula ini kita siapkan untuk semua kegiatan, baik kegiatan madrasah maupun kegiatan sosial lainnya" ungkapnya.

Kapolresta Banyuwangi memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut untuk di vaksin, dan berpesan agar siswa selalu mentaati protokol Kesehatan. "Kerjasama yang baik dengan Madrasah akan terus kita lakukan" ungkapnya.

Sementara itu Kapolsekta Banyuwangi Kusmin menyampaikan bahwa MAN 1 Banyuwangi sangat representatif untuk kegiatan, terlebih dengan aula yang luas dan bersih, serta terjaribgverat hubungan emosional pihak madrasah dan komite sekolah dengan instansi terkait. (Staf)

Klik videonya di

Video

https://youtu.be/94hrWSfwkEQ


Memanggil keindahan*

 *Memanggil keindahan*


Setelahmu tidak ada lagu, alis berupa seperempat not telah pergi. Merajut daun-daun jatuh hanya sekedar membantu keraguan akan musim dingin. Hadirilah panggung kesunyian dengan nama belakang pemberian ibuku, karena kursi-kursi sudah melenyapkan sendiri dari tempatnya. 


Jika bukan untukmu maka mereka itulah biola yang  bergesek. Hela nafas bernada: sepenggal dentuman, dialog dini hari, atau dini yang terlambat. Kepekaan menipis di sela-sela bantal sampai embun menyapa.  Kuingatkan lagi padamu bahwa tidak ada kursi penonton, cuma tersedia penata rias dan kursi mempelai. 


Sidoarjo, februari 2020

Muhammad Ridwan

Sumur Tua

 Fatah Yasin Nor

Sumur Tua


Jangan menungguku

Berjalanlah terus di garis

Batas antara harapan dan impian


Di sini telah kuhirup

Wangi kembang kopi dan

Uap cascala dalam seduhan angin


Sebab menjelang senja nanti

Siapa tahu berkelebat

Latifa tanpa BeHa


Rambut basah habis keramas

Dari sumur tua yang tak pernah kering

Membuat gerimis dalam hatiku


28/08/2021

Empat Jagoan MAN 1 Banyuwangi

 Empat Sekawan dari Madrasah

Achmad Nadzir, S.Pd*



Madrasah Hebat Bermartabat. Ditulis dan diucapkan bukan sebatas slogan layaknya pepatah, tong kosong nyaring bunyinya. Gaung frasa tersebut layaknya ucapan para motivator telah mampu menggerakkan seluruh insan madrasah untuk berbenah baik secara akademik maupun non-akademik. Slogan yang patut dibanggakan karena bukti telah nyata terpampang bagaimana madrasah benar-benar mampu menjadi hebat tidak hanya di kancah nasional juga di dunia internasional. Madrasah benar-benar menjadi bermartabat dengan karakternya sebagai kawah candradimuka generasi bangsa yang moderat dan berwawasan Pancasila.

Telah banyak torehan emas hasil karya dan kreasi insan madrasah yang membanggakan bangsa dan negara ini. Berita terbaru yang patut dicatat dalam sejarah perjalanan kemerdekaan bangsa ini. Di HUT ke 76 Republik Indonesia, madrasah kembali mencatatkan namanya di kancah internasional. Ukiran indah tersebut ditorehkan oleh empat siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuwangi (MAN 1) dalam ajang Africa Science Buskers Fastival 2021 (ASBF) yang diadakan di Zimbabwe pada bulan Juli 2021. Sebuah ajang penelitian internasional untuk kalangan siswa sekolah menengah atas.

Keempat siswa tersebut adalah Meyriza Widya Pranata, Muhsinul Wafa, Dinda Rima Rachita Putri, dan Hendika Putra Anugrah merupakan siswa kelas XI. Mereka meraih peringkat utama dengan menyabet medali emas pada kategori Peoples Choice Award, sebagai peserta pilihan terfavorit dari masyarakat sains dunia. Sungguh sangat membanggakan dan mengharumkan bagi bangsa dan negara Indonesia yang di Agustus ini merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya.

Raihan prestasi siswa madrasah tersebut menjadi sebuah hadiah yang sangat membanggakan dan membahagiakan. Keempat putra-putri terbaik madrasah itu mengemban amanat yang mulia. Tidak semua siswa berkesempatan seperti mereka. Amanat tersebut tidak mereka sia-siakan. Akhirnya nama mereka menjadi harum begitu juga orang tua, madrasah, daerah, bahkan bangsa dan negaranya. 

Putra-putri terbaik bangsa dari madrasah tersebut, benar-benar mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Mereka membuktikan bahwa insan madrasah juga mampu bersaing dalam kontestasi dan berkompetisi dalam pendidikan baik akademik dan non-akademik.Ttidak hanya di bidang keagamaan, tapi disegala bidang termasuk sains. Kompetisi di ranah nasional bahkan internasional. lalu, masihkah madrasah menjadi alternatif pilihan terakhir bagi generasi bangsa ini untuk belajar?

Jawabnya, tidak! Madrasah telah mampu sejajar dengan sekolah umum, baik dari tingkatan dasar (MI) hingga menengah atas (MA). Bukankah jika sejajar dengan sekolah umum, madrasah bisa menjadi pilihan yang utama juga? Iya, madrasah sangat layak untuk menjadi pilihan utama para orang tua untuk generasi bangsa ini dalam mengenyam pendidikan. Jadi, jangan ragu atau bahkan menganggap remeh madrasah, karena kesan terbelakang dan tidak berkualitas telah lesap dari dunia madrasah. 

Madrasah telah mampu bermetamorfosis menjadi lembaga pendidikan yang berkarakter kuat dengan integritas tinggi. Sesuai semangat yang tersemat, Madrasah Lebih Baik, dan Lebih Baik Madrasah” telah mampu mendongkrak motivasi para warga madrasah untuk memperbaiki diri. Pelan tapi pasti, kerja dan kinerja madrasah semakin terlihat. Torehan prestasi insan-insan madrasah semakin tampak ke permukaan, baik ditingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional.

Di akhir tahun 2020, sepuluh siswa madrasah Aliyah menerima penghargaan prestisius dari Kemendikbud.  Mereka berhasil meraih penghargaan di ajang Prestasi Talenta Indonesia 2020 yang penyerahan penghargaannya di gelar secara daring tanggal 27  30 Desember 2020. Kesepuluh siswa tersebut berasal dari enam madrasah yang ada di Indonesia. Adapun rincian prestasi yang diraih adalah, tiga madrasah meraih penghargaan karena berprestasi ditingkat nasional yaitu MAN 2 Kota Malang (3 siswa), MAN IC OKI (1 siswa), dan MAN 2 Pekanbaru (1 siswa).

Sedangkan raihan prestasi tingkat internasioanl diraih oleh tiga madrasah lainnya. Ketiga madrasah tersebut adalah, MAN IC Serpong (2 siswa), MAN 2 Kota Malang (2 siswa), dan MAN 2 Pekanbaru (1 siswa). Cukuplah menjadi bukti jika madrasah dan siswanya juga bisa berprestasi dan patut untuk dibanggakan. Madrasah bisa menjadi lebih baik, hebat, dan bermartabat.

***


Achmad Nadzir, S.Pd. Guru MIN 1 Banyuwangi

Siswa MAN 1 Banyuwangi Presentasi Virtual MURES

Ahad (29/8), Siswi Madrasah


Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi Shabina Qurrotul A'yun, siswa Kelas XII IPA Mempresentasikan karya risetnya di ajang Kompetisi  Madrasah Young Researcher Super Camp (Myres), ajang kompetisi bagi peneliti muda yang digagas Kementerian Agama.

Kepala MAN 1 Banyuwangi H. Saeroji berharap penelitian yang dilakukan siswanya dengan mengambil tema konservasi penyu di Sukamade tersebut menjadi yang terbaik ditingkat Nasional. "Semoga riset yang dilakukan menjadi yang terbaik, dan hasil riset bermanfaat bagi kelangsungan konservasi penyu" ungkapnya.

Dalam ajang kompetisi tahunan ini siswa MAN 1 Banyuwangi mengambil judul Analisis Konservasi Keanekaragaman dan Karakteristik habitat pemijahan telur dan tukik penyu di pantai Sukamade Banyuwangi menggunakan metode rapid  Assessment Prosedures

Shabina mengambil tema ini dengan mengingat konservasi penyu sangat penting untuk keberlangsungan habitat tersebut, terlebih di Kabupaten Banyuwangi disamping di Sukamade, ada beberapa tempat konservasi penyu. 'jiks tidak dilindungi, tidak menutup kemungkinan penyu ini akan punah" ungkaobys (Syaf)


 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger