Pages

Ternyata Menulis itu (Tidak) Mudah

 

Ternyata Menulis itu (Tidak) Mudah

Oleh : Syafaat

Semangat menulis peserta pelatihan menulis yang diselenggarakan Lentera Sastra sungguh luar biasa, hal ini terbukti dengan tenggang waktu yang diberikan bagi penulis pemula tersebut untuk mengumpulan karya tulis relative cukup singkat. Karenanya tidak heran jika tidak semua perserta pelatihan dapat mengumpulkan karya tulisnya sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Para penulis yang karya tulisnya dibukukan dalam buku ini merupakan peserta yang benar-benar berniat menjadi penulis, mengikuti jejak para seniornya yang lebih dulu tulisannya dimuat di berbagai media maupun dibukukan.

Penulisan argumentative yang banyak dilakukan oleh peserta pelatihan memang tidaklah mudah, karena harus didukung dengan beberapa bukti, membandingkan berbagai pendapat dengan opini pribadi serta melakukan pola pikir sebab-akibat, akibat-sebab hingga dapat menyimpulkan dalam bentuk tulisan. Kualitas tulisan sangat dipengaruhi dengan kualitas dan kuantitas literasi penulisnya, kemampuan mengungkapkan daya pikir kedalam bentuk karya tulis. Begitupn dengan penulisan naratif yang digunakan oleh beberapa penulis. Pemilihan diksi yang tepat sangat tergantung kepada kemampuan daya pikir dan wawasan dari penulisnya, sehingga kita dapat sedikit memahami pola pikir seseorang dari karya tulisnya.

Kemampuan menulis tersebut harus selalu diasah dengan cara menuliskan ide-ide yang muncul dengan segera dimanapun berada, mengembangkan ide yang telah ditulis menjadi sebuah karya. Kemajuan tehnologi tidak menjamin budaya literasi makin baik. Orang makin menguasai tehnologi belum tentu makin peduli pada budaya literasi, bahkan tidak sedikit orang-orang pintar yang meninggalkan kegiatan literasi. justru banyak orang makin malas membaca, makin malas menulis. Maka wajar, budaya literasi seakan semakin dikebiri. Bahkan budaya literasi dianggap cukup diseminarkan dan mendapatkan sertifikat pelatihan maupun seminar saja tanpa perlu aksi nyata. Budaya copy paste dari karya tulis sering terjadi, jalan pintas tersebut dianggap hal biasa dalam penulisan saat ini. Namun hal ini tidak dapat dilakukan secara terus menerus, karena akan terlihat dengan jelas kemampuan si penulis tersebut.

Perubahan bentuk pelatihan menulis dari sekedar mengikuti kegiatan dan mendapatkan sertifikat menjadi pelatihan yang dilanjutkan dengan pendampingan dengan output karya tulis dari peserta dan dibukukan patut untuk terus dikembangkan. Begitupun dengan pengembangan literasi pada siswa di madrasah. Pelatihan serupa juga dapat dilakukan untuk siswa, dengan melibatkan guru pembimbing secara aktif sebagai penulis, karena pelatihan tersebut akan lebih efentif jika dimulai dari gurunya, sehingga sang guru dapat memberikan contoh bentuk karya tulis, akan lebih mudah ketika mendampingi siswa dalam menulis.

Sebagaimana para penulis terdahulu yang selalu membawa secarik kertas dimanapun berada, sehingga ketika tiba tiba ide itu muncul, mereka akan langsung menuliskannya dalam kertas tersebut untuk kemudian dikembangkan, begitupun yang dapat dilakukan pada masa kini, dengan piranti modern, kita dapat menuangkan ide-ide yang muncul secara tiba-tiba tersebut dalam piranti elektronik (HP) yang selalu ada dalam genggaman, baik dalam bentuk notes maupun voice untuk kemudian kita kembangkan atau ditulis ulang dalam kesempatan lain. hal ini sangat penting dengan mengingat memori dalam otak yang kita miliki sangatlah terbatas, sehingga ketika sebuah ide itu muncul dan tidak segera kita tuliskan, tidak menutup kemungkinan ide tersebut menguap begitu saja, dilupakan oleh waktu yang harus kita lalui.

Latihan yang dilakukan secara terus menerus dalam penulisan akan menghasilkan karya tulis yang semakin berkualitas. Kita akan terbiasa menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran dalam bentuk karya tulis, baik fiksi maupun non fiksi, baik aliran penulisan dengan kerangka maupun aliran penulisan maupun aliran non kerangka, artinya aliran bagi seorang penulis yang melepaskan bentuk tulisannya sesuai dengan ide yang mengalir ketika jari-jari berada di atas keyboard tanpa harus keluar dari topik utama, terlebih dalam karya tulis cerita maupun novel, seringkali penulis belum mempunyai gambaran ending dari cerita yang sedang ditulisnya.

Sebuah tulisan yang baik (menurut saya) adalah karya tulis yang menarik judulnya, pembaca akan tertarik membaca pada paragrap pertama, menuntun untuk melanjutkan pada paragraph kedua dan seterusnya. Pembaca akan merasa rugi jika tidak membaca seluruh rangkaian kata mupun kalimat yang ada dalam karya tulis tersebut. Meskipun untuk menulis hal seperti ini sangatlah sulit, dan ini hanya dapat dilakukan dengan cara terus menulis dan menulis lagi, yang hanya diselingi dengan kegiatan membaca untuk menambah referensi.

Setiap orang mempunyai gaya tulis sendiri-sendiri, seringkali kita membaca karya tulis orang lain dan kita sangat tertarik dengan karya tulis tersebut, kita berusaha untuk menuliskan dengan gaya yang sama dengan karya tulis yang kita sukai, namun seringkali juga kita tidak dapat melakukannya. Karya seseorang sangat dipengaruhi dengan kemampuan dan wawasan yang dimiliki, karenanya kita akan lebih mudah menuliskan sesuai dengan pekerjaan dan pengalaman pribadi, karena hal besar dimulai dengan sesuatu yang kecil. Seringkali bagi penulis pemula mempunyai ide yang terlalu tinggi, namun mereka hanya mampu menuliskannya dalam setengah paragrap saja, dan ide tersebut seakan terhenti tanpa diketahui mengapa. Kita tidk dapat memaksakan diri kita seperti orang lain, meskipun karya orang lain tersebut sedikit banyak mempengaruhi bentuk karya tulis kita, namun bagi kita akan lebih mudah untuk menjadi diri kita sendiri.

Dari peserta pelatihan menulis yang diikuti oleh puluhan peserta, namun pada akhinya hanya belasan peserta yang sanggup menulis essai dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, membuktikan bahwa menulis itu bagi yang belum terbiasa tidaklah mudah. Namun bagi yang sudah terbiasa, menungkan ide dalam bentuk karya tulis tidak serumit yang dibayangkan. Hal ini seperti tulisan ini yang berada paling akhir dari buku karya para peserta pelatihan penulis ini yang saya tulis tanpa melalui kerangka tulisan, saya biarkan ide tersebut muncul ketika saya mulai menuliskannya. Tidak terlalu lama untuk melakukannya. Saya juga cukup bangga dengan semangat peserta pelatihan menulis yang telah mengikuti pelatihan dan pendampingan hingga dapat menulis essai dan dibukukan. Dan semoga apa yang sudah kita lakukan memberikan banyak manfaat. Amin.

*Penulis adalah Ketua Lentera Sastra

Perempuan Pematah Jalanan

 

Perempuan Pematah Jalanan

Oleh : Tria Aini Wulandari

 


Karena aku perempuan

Manis sepagi ini

Sudah kulampaui berpetak jarak

Mengendus jalan kering

Mencecap kidung patahnya reranting

Hangat menyapa kota

Apa kabar sibuk?

Kali ini seperti biasa

Kau melambai, aku mengangguk

Langit siap menabur benih

Sedia bumi menanda sesiapa

Yang tak kenal takluk

Menjadi bagian hiruk pikuk

Langkah berayun.

Mengepal jemari menyumpal lamun.

Terimalah, segenap cinta

perempuan pematah jalanan

(Puisi Nurul Ludfia Rochmah)

 

April identik dengan Kartini, sebuah kegiatan sebagai salah satu peringatan terhadap perjuangan seorang perempuan yang sedikit mengharap persamaan dalam hal pendidikan bagi seorang perempuan agar lebih mampu untuk mendidik putra putrinya menjadi lebih baik, menjadi seorang isteri yang tidak mengecewakan ketika mendampingi suami dalam menjalankan kewajibannya, terlebih jika seorang suami yang didampinginya merupakan seorang pemimpin atau orang yang berpengaruh, sehingga seorang perempuan tersebut dapat mengimbagi peran suami. Hal ini tidak berlaku ketika seorang perempuan menjadi seorang pemimpin, karena ketika seorang perempuan tampil menjadi pemimpin dalam instansi pemerintahan, tidak selalu menyertakan peran laki-laki sebagai seorang suaminya.sebagai contoh ketika seorang perempuan menjadi isteri seorang kepala desa, maka dia ditunjuk sebagai ketua tim penggerak PKK dan jabatan melekat dari isteri pejabat, namun hal ini tidak berlaku jika terjadi sebaliknya.

Terlalu banyak perempuan yang sukses menjadi pemimpin, karenanya tidak perlu untuk dibahas lagi dalam tulisan ini, karena pada dasarnya perempuan itu sangatlah kuat dan hebat, (tidak salah jika ada adagium bahwa untuk menaklukkan perempuan, banyak laki-laki butuh tambahan stamina/jamu). Perempuan diciptakan sebagai manusia yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki seorang laki-laki, dibalik keindahan dan kelemah lembutan yang dimiliki, menyimpan segenggam kekuatan yang luar biasa, karenanya tidak salah jika ada adagium The Power of Emak-emak. Hal ini menunjukkan bahwa ketika seorang perempuan mempunyai keinginan, maka dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencapai apa yang diinginkannya. Dalam hal tertentu perempuan seringkali tampil di depan tanpa keraguan menggantikan peran suaminya.

Kodrat perempuan sebagai seorang ibu nyaris yak tergantikan oleh siapapun, tugas berat dan mulia ini akan sempurna jika selalu didampingi dan dilindungi oleh laki-laki sebagai seorang suami dan Kepala Keluarga. Namun dalam kondisi tertentu seringkali perempuan harus berjuang sendiri untuk mendidik dan membesarkan anak anaknya. Dalam ajaran agama, diwajibkan untuk menuntut ilmu bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan, sedangkan kewajiban mencari nafkan menjadi kewajiban seorang laki-laki, namun dalam ajaran agama juga tidak ada larangan secara tegas bagi perempuan untuk bekerja (sepanjang masih memenuhi norma agama dan susila), terlebih dengan populasi perempuan yang lebih banyak daripada laki-laki memberikan ruang yang lebih besar bagi perempuan untuk beraktifitas diluar peran sebagai ibu rumah tangga tanpa melupakan kodratnya.

Terlepas dari kesuksesan banyak perempuan di kancah nasional maupun internasional, masih banyak perempuan yang harus berjuang menghidupi keluarganya (tanpa suami), mereka harus berperan ganda sebagai Ibu rumah tangga yang sekaligus sebagai kepala keluarga. Prosentasenya sangat njomplang dibandingkan dengan seorang lelaki sebagai Kepala Keluarga yang tidak didampingi seorang isteri dengan perempuan yang merangkap sebagai kepala keluarga.

Pasal 31 Undang-undang Nommor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa suami adalah Kepala Keluarga dan isteri adalah ibu rumah tangga, dan seiring dengan perkembangan zaman, tidak sedikit perempuan yang melakukan kegiatan diluar rumah, sedangkan suami berada dirumah. Begitupun dengan para perempuan yang harus hidup dengan anak anaknya tanpa adanya suami sebagai kepala keluarga. Hal ini membuktikan bahwa perempuan lebih tangguh untuk hidup mandiri. Dikutip dari statistik,jakarta.go.id., bahwa seiring dengan berkembangnya zaman, banyak hal yang mulai bergeser salah satunya tugas suami sebagai kepala rumah tangga digantikan oleh isteri dan sebaliknya, berdasarkan data BPS DKI Tahun 2020 sebesar 45,44% isteri menjadi kepala rumah tangga berumur kurang dari 20 tahun, sedangkan laki-laki dengan umur yang sama hanya 54,56% sebagai kepala rumah tangga.

Puisi Perempuan Pematah Jalanan sebagai salah satu gambaran bagi seorang perempuann yang harus melakukan aktifitas semenjak matahari belum menampakkan sinarnya, perempuan harus menyiapkan keperluan keluarganya, belum lagi untuk menyiapkan keperluan dirinya sendiri. Terlebih banyak perempuan yang harus beraktifitas diluar rumah sebelum pagi menjelang, bisa dibayangkan betapa tanguhnya perempuan perempuan ini yang mencari rizki sejak dini hari. Peran mereka nyaris tak terlihat, namun hasil yang dilakukan sungguh luar biasa.

Perempuan pematah jalanan bukan hanya dilakukan oleh mereka yang merangkap sebagai kepala keluarga saja (singgle parent), tidak sedikit perempuan sebagai ibu rumah tangga yang melakukan kegiatan diluar rumah untuk membanntu mencukupi kebutuhan rumah tangganya, bahkan menjadi tulang punggung keluargannya yang harus beraktifitas diluar rumah. Kewajibannya sebagai ibu rumah tangga banyak yang mengharuskan dirinya memulai aktifitas ketika anggota keluarga lainnya masih terlelap.

Perempuan yang diciptakan sebagai makhluk terindah juga rentan terhadap perilaku pelecehan dimanapun berada, bahkan hak privasi tersebut kadang juga dilakukan ketika seorang perempuan melakukan pemeriksaan organ reproduksi, bahkan ketika sedang melahirkan, karenanya edukasi terhadap hak-hak privasi perempuan perlu dilakukan oleh pemangku kebijakan agar ada rasa nyaman terhadap seorang perempuan dalam menjalankan aktifitasnya.


Perjuangan Raden Ajeng Kartini yang menginginkan kesetaraan dalam memperoleh pendidikan bagi perempuan sebagai pengejawantahan ajaran agama yang dianutnya. Pendidikan tersebut sangat penting bukan hanya untuk memperoleh pekerjaan yang layak, namun lebih pada peran perempuan sebagai seorang ibu yang harus mendidik putra putrinya.. Pesatnya perkembangan zamat menuntut seorang ibu lebih peka terhadap perilaku anak anaknya, karena kesuksesan seorang anak tidak akan terlepas dari peran seorang ibu.

 

*Penulis adalah Guru MI Darul Amien Jajag Kec. Gambiran

ESAKANMU

 ESAKANMU

Oleh : Faiz Abadi

EsakanMu setiap waktu belum mampu

Pada tiap rakaat saja timbul tenggelam

Ketika sadar kusebut kembali

Kadang keadaan memaksa

Ketika datang sengsara

Ku panggil namaMu

Agar datang sebuah pertolongan

Ketika petir menggelegar nyaliku ciut

Berulang kali namaMu ku sebut

Sebenarnya aku tahu

Pada generasi yang ku besarkan

Pada gadis cantik telah kau berikan

Pada kedudukanku kini

Pada semua isi rumah 

Pada segala yang ada

Pada setiap nafasku

Pada setiap kepentingan

Harusnya namaMu tetap Esa

TIADA BANDING

 TIADA BANDING

oleh : Faiz Abadi

Adakah cinta melebihi  beliau?

Sang utusan penutup zaman

Sudah tiada masih bisa memberikan syafaat

50 rakaat shalat dimintakan 17 saja

Bahkan sungguh terlalu cintanya

Untuk umatnya punya kesempatan taubat

Ketika ajal sudah sangat dekat

Apakah mau mencoba

Silahkan saja

Habiskan seluruh hidup bermaksiat

Sisakan sedikit saja

Untuk kembali pada jalanNya

Atau dari waktu ke waktu terus kumpulkan harta

Sedikit saja berikan pada Si papa

Biarkan Si Yatim bersama anak-anak jalanan diurus mereka

Bila nafas sudah tersengal-sengal 

Segeralah mohon ampunan

Wahai semuanya

Lupakah kesederhanaan beliau ajarkan

Hanya satu- dua butir kurma untuk mengganjal perutnya

Itupun kadang dalam dua hari

Khadijah belahan hatinya

Seorang saudagar kaya raya

Mewariskan satu baju tersisa

Melekat pada tubuhnya

Sebelum menghadap kepadaNya

Masih adakah pembanding

Darma bakti pada kehidupan untuk seluruh umat manusia

Apabila tersisa rasa malu 

Tidak perlu gelisah

Ambil tasbih

Lantunkan  sholawat dari waktu ke waktu

Menunda-nunda seperti tahu saja

Kapan ajal menjemput

Tiba-tiba semua cerita berakhir

Sebelum sempat bertaubat

Kartini Baru di Era Pandemi

 Kartini Baru di Era Pandemi

Oleh : Annisa Vika Syah Maharani

Perempuan merupakan  seorang ibu, sebagai madrasah pertama yang dikenal anak dan merupakan tempat utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Peran perempuan sebagai seorang ibu merupakan figure yang dicontoh dan diteladani dalam perilaku, moralitas dan perannya di mata seorang anak. Disamping peran kodrati yang nyaris tidak tergantikan tersebut perempuan juga mempunyai peran sosial yang dapat dijadikan salah satu parameter moralitas sebuah bangsa. Perempuan juga dapat berperan aktif diberbagai sektor tanpa menanggalkan kodratnya, tidak jarang perempuan yang diibaratkan tulang rusuk tersebut berubah fungsi menjadi tulang punggung.April selalu ditandai sebagai momen untuk mengenang sang pejuang hak-hak perempuan di zamannya. Peringatan hari lahir  salah satu pejuang perempuan yang mewarnai sejarah bangsa Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini yang biasa dipanggil Kartini, sudah di depan mata tepatnya 21 April. Mengingat pada masanya, Kartini lah yang berjuang membuat derajat kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki.

Walaupun kartini berasal dari golongan keluarga yang terhormat dan terpelajar, tetap tidak menyurutkan niatnya yang luhur untuk memperbaiki nasib perempuan pribumi yang tidak bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan hal ini sangat menghambat kemajuan perempuan pada saat itu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, Kartini mampu mengubah kaumnya dari belenggu diskriminasi.

Hasil perjuangan Kartini sangat dirasakan sampai sekarang, dapat dilihat kaum perempuan Indonesia, kini dapat disejajarkan dengan kaum laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan, baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial.  Semangat yang dimiliki Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, di era modern  sekarang ini, tertanam di setiap relung hati perempuan Indonesia. Hal ini membuat perempuan Indonesia zaman sekarang atau sebut saja Kartini masa kini, memiliki prestasi yang tidak bisa dihitung lagi dalam berbagai bidang. Baik bidang politik, ekonomi, teknologi maupun sosial.

Dalam bidang ekonomi, banyak perempuan masa kini yang jenjang pendidikannya tinggi dan memiliki pekerjaan yang setara atau bahkan melebihi laki-laki, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga. Tidak hanya itu, perempuan masa kini selain menjadi ibu rumah tangga yang harus merawat anak, juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya agar dapat berguna bagi bangsa, negara, dan agama.

Dari berbagai dampak positif yang ada, sudah seharusnya kita menjadi Kartini di era modern ini dan bisa mencapai berbagai prestasi yang membanggakan, meneruskan semangat yang ada dalam diri seorang Kartini. Semangat yang dimiliki Kartini harus kita tularkan kepada teman-teman seperjuangan, jangan sampai mereka tidak tahu sejarah perjuangan perempuan yang sangat membanggakan.

Sebagai pelajar di era modern tentu kita harus paham soal teknologi terutama yang berkaitan dengan kegiatan kita sehari-hari. Namun, jangan sampai teknologi canggih dan pergaulan zaman sekarang membuat kita dengan mudah terpengaruh berita-berita hoaks yang mudah tersebar, dapat membawa kita ke jalan yang salah.

Sebagai pelajar kita harus bisa bersikap cerdas, kita harus bisa memilah mana yang tidak pantas dilakukan dan mana yang bisa membawa kita maju sebagai pelajar yang cerdas. Semangat untuk bisa membantu dan berbuat baik untuk orang lain, semangat untuk bisa berprestasi di berbagai bidang dalam kehidupan.

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, jangan pernah menyerah. Ayo semangat belajar jangan biarkan penyesalan datang, belajar dengan rajin dan berdoa sebagai usaha mewujudkan mimpi sebagai kartini masa depan.Tanamkan sifat seorang kartini pada diri kita, Kartini yang cerdas, pemberani dan yakin dengan semua usaha yang dilakukan adalah hal yang positif.

Kartini adalah salah satu contoh dari keteguhan menggapai impian. 21 April 2021 sudah didepan mata yang kita peringati sebagai hari lahir Raden Ajeng Kartini, Hari Kartini mengingatkan kita akan pentingnya ide dan gagasan. Kartini menuliskan gagasannya, ada ide, kata-kata dan disampaikan dengan cara yang benar. Ini adalah salah satu contoh yang baik dan sebagai pelajar ini bisa kita tuangkan dengan menulis sehingga bisa kita sampaikan ide-ide yang ada di pikiran kita. memperingati Hari Kartini tepatnya setiap tanggal 21 April yang merupakan hari lahir Raden Ajeng Kartini tentu tidak sekedar memperingati dengan berpakaian kebaya memakai konde, ataupun mengadakan pawai. Yang harus kita lakukan adalah mencontoh semangat dan kecerdasan Kartini untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan. Meningkatkan pengembangan dirinya dengan cara mencetuskan ide yang kreatif dan inovatif dalam segala bidang sehingga mampu meraih kesuksesan dari ketekunan yang dijalankannya.

semoga peringatan Hari Kartini yang akan datang bisa menyadarkan kaum muda khususnya kaum pelajar putri. Di balik pendidikan dan kemajuan  yang harus dicapai kita tidak boleh hanya ingin bersaing dengan kaum laki-laki. Dari yang saya baca Pendidikan seorang perempuan haruslah seimbang dan seorang perempuan nantinya menjadi seorang ibu yang mendidik anak dalam satu keluarga yang sama saja dengan membina satu generasi. Barangkali itu satu kemuliaan perjuangan Raden Ajeng Kartini bagi kemajuan negeri tercinta dan arti Kartini di masa kini. Yang harus kita lakukan adalah mencontoh semangat dan kecerdasan kartini untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan.

Jangan sampai generasi-generasi dibawah kita tidak mengerti tentang bagaimana sejarah Kartini di masa lalu, sosok yang membuat perubahan besar yang membawa dampak bagi kaum wanita di zaman modern ini. Peringatan jasa pahlawan kita RA Kartini semestinya tidak hanya dilakukan pada tanggal 21 April saja, melainkan kapanpun kita dapat memperjuangkan hak-hak perempuan dengan segala cara yang kita miliki masing-masing. Perempuan saat ini selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menunjukkan dirinya dalam versi terbaik yang kita miliki.

Annisa Vika Syah Maharani Siswa kelas IX A 
MTsN 1 Banyuwangi


Remaja dan Generalized Anxiety Disorder

 Remaja dan Generalized Anxiety Disorder

Oleh : Maula Aisyah Haidaril Mujahidah Azzahra

 


Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar kata Anxiety Disorder? terdengar aneh? ataukah hal tabu untuk di bicarakan ? ataukah belum pernah sama sekali mendengar atau mengetahui tentang Anxiety Disorder ? tulisan kali ini adalah cerita tentang seseorang yang baru saja di diagnosa memiliki Anxiety Disorder, lebih tepatnya Generalized Anxiety Disorder (GAD), psikolog yang menangani memberikan diagnosa setelah 3 kali pertemuan konsultasi . Sebenarnya tidak ada yang menyuruhnya untuk cerita hal ini, tetapi hanya ingin menyuarakan suara orang orang yang sama-sama berjuang dengan Generalized Anxiety Disorder, menyuarakan suara orang orang yang masih bungkam karena takut akan stigma orang-orang di sekitar mereka, menyuarakan pendapat yang sebenarnya tentang pentingnya kesehatan mental khususnya untuk remaja, menyuarakan suara yang sebenarnya tentang isu kesehatan mental bahwa itu bukanlah hal yang remeh temeh .

Yakin bahkan para pembaca tulisan ini mungkin sedang mengalami hal yang sama , namun merasa sendiri karena tidak ada satupun yang berani membuka dirinya untuk berbagi tentang isu kesehatan mental, tulisan ini semoga bisa mewakili suara orang-orang, khususnya remaja yang bungkam karena takut terhadap respon orang orang di sekitarmu. Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah salah satu gangguan mental yang di tandai dengan kecemasan . Sebenarnya cemas adalah hal yang wajar yang dialami oleh setiap orang namun seseorang dengan GAD mengalami kecemasan yang sangat tinggi diatas rata rata orang normal, cemas dengan berbagai macam bentuk seperti takut, khawatir namun dengan prosentase yang jauh lebih besar ketimbang orang orang pada umunya dan seringkali disertai dengan panik attack (serangan panik).

Generalized Anxiety Disorder bukanlah hal yang sederhana, GAD tidak sesederhana perasaan 'cemas' yang wajar dialami setiap orang, seseorang dengan GAD akan merasakan kegelisahan yang intens atau terus menerus, iritabilitas atau kewaspadaan yang tinggi, seringkali merasakan kesulitan untuk berkonsentrasi, merasa kelelahan dan berkeringat, tremor atau gemetaran, insomnia (sulit tidur), jantung berdetak sangat cepat , merasa mual dan membuat fluktuasi emosi menjadi tidak stabil. Ada banyak hal yang menjadi faktor penyebab Generalized Anxiety Disorder diantaranya karena aktivitas berlebihan pada area otak yang terlibat dalam pengaturan emosi dan perilaku, ketidakseimbangan zat kimia otak seperti serotonin dan noradrenatin, yang mana kedua zat kimia ini berfungsi sebagai pengendali dan pengaturan mood, faktor genetika, produksi hormon kortisol yang berlebihan dalam tubuh, trauma di masa lalu. Penyebab utama

Generalized Anxiety Disorder sangat kompleks, dari kombinasi faktor genetika, ketidakstabilan neotransmitter di dalam otak, dan periode stress yang dialami serta peristiwa peristiwa penunjang seperti kehilangan orang yang dicintai. Cemas yang dialami oleh seseorang yang memiliki GAD cenderung terjadi tanpa provokasi , tidak ada hal yang menyebabkan cemas namun tetap merasa cemas, rasa cemas, khawatir dan takut yang dialami bukan karna dibuat buat atau terjadi dengan sengaja. Itulah yang membuat seseorang tersebut seringkali tidak terkontrol, seseorang dengan GAD bisa sangat gelisah meskipun tidak berada di situasi yang berbahaya alias aman dan baik baik saja. Orang orang sepertiku yang memiliki GAD sangat sulit menghilangkan kekhawatiran dan kegelisahan, meskipun kita menyadari bahwa sebagian besar kecemasan kita tidak beralasan. kecemasan yang dirasakan selalu disertai dengan gejala fisik seperti gemetar, berkedut, ketegangan otot, sakit kepala, berkeringat, merasa pusing dan titik terparahnya adalah kehabisan napas. Itulah yang membedakan antara kecemasan biasa yang dialami orang pada umumnya dengan kecemasan yang dialami orang dengan GAD.

Sebenarnya narasumber sudah mengalami gejala gejala GAD sejak masih di taman kanak kanak, namun baru di diagnosa ketika aku berusia 17 tahun, dia memberanikan diri untuk konsultasi dengan orang tua dan memintanya untuk membawanya ke psikolog karna merasa sudah sangat butuh bantuan tenaga professional untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengannya dan agar bisa tetap bekerja secara produktif dan kompatibel.

Awalnya dia merasa takut dengan stigma bahwa hanya orang orang gila atau tidak waras yang harus ditangani oleh psikolog namun narasumber kita ini berusaha melawan stigma itu, konsultasi dengan psikolog seperti bercerita dan sharing secara mendalam sampai menemukan akar masalahnya, kemudian mencari cara untuk bisa menghadapi masalah tersebut. Setelah konsultasi dan di diagnose, dia merasa lega sekaligus sedih , lega karena tahu apa yang terjadi dengannya dan tidak perlu bertanya tanya lagi tentang apa yang sebenarnya terjadi, namun di sisi lain dia sedih karna merasa bahwa memiliki Generalized Anxiety Disorder adalah sebuah aib yang harus di tutup tutupi. Sedikit demi sedikit dia belajar menerima kondisi yang dialaminya dengan seutuhnya, ini tentu tidak mudah untuk belajar menghadapi hari hari yang penuh tantangan, belajar menghadapi rasa takut dengan berani dan bukan menghindarinya.

Belajar bagaimana menciptakan motivasi internal agar tidak menyerah menghadapi GAD, belajar untuk menghadapi stigma buruk atau komentar negatif tentang isu kesehatan mental, belajar untuk tidak membanding bandingkan dengan orang lain dan berusaha mengapresiasi diri sendiri, belajar untuk bekerja keras di tengah kalutnya GAD, belajar untuk produktif dan kompatibel di tengah tengah gejala GAD yang dirasakan, belajar banyak hal, dan ini hal yang tidak mudah.  Meyakinkan diri bahwa memiliki GAD itu bukan karna memiliki mental yang lemah, justru itu karna orang yang memiliki GAD memiliki mental yang kuat sehingga tuhan memilihnya untuk di uji dengan tersebut.

Hari hari yang dilalui pendserita GAD tidak mudahm ada fase fase dimana orang tersebut sangat sedih, fluktuasi emosinya sangat tidak stabil, membuatnya hanya ingin tidur dengan waktu yang sangat lama dan bisa bangkit dari tempat tidur adalah hal yang menjadi pencapaian tersendiri. Perlu kesadaran untuk tidak akan membiarkan Generalized Anxiety Disorder yang dialami terus mendefinisikannya, agar orang lain tidak akan menilai diri penderitanya melalui GAD yang  dia alami.  Penderita GAD tidak akan menyerah. Memiliki GAD bukanlah hal yang seharusnya membuat seseorang malu, tetapi justru membuat orang tersebut kuat dan memiliki cerita yang bisa dibagikan. GAD tidak menjadi alasan untuk menyerah mencapai impian seorang remaja, GAD tidak mendefinisikan seseorang  menjadi insan yang lemah dan putus asa. Untukmu yang sedang berjuang dengan mental disorder (gangguan mental ) dan yang sedang membaca tulisan ini, jangan pernah menyerah, ini memang sulit tetapi bukan berarti tidak bisa di hadapi. Jangan memberi label buruk terhadap dirimu hanya karna kamu memiliki mental disorder. Jangan biarkan mental disorder mu memberimu definisi sebagai seorang individu. Kualitas, kemampuan, bakat dan passion dalam dirimu tidak di tentukan oleh mental disorder yang kamu miliki.

*Penulis adalah Siswa Kelas 10 IPS MAN 3 Banyuwangi di Srono

SEPERTI PENGORBANAN SANG LEBAH?

 SEPERTI PENGORBANAN SANG LEBAH?

oleh ; Faiz Abadi

Bangsa lebah tidak mengenal agama

Tetapi mengenal tuhan

Diperkenalkan oleh tuhan

Lihatlah pengorbanan lebah penjaga

Ikuti perintah tuhan

Engkau korbankan dirimu

Demi persatuan bangsa lebah

Ditentukan tuhan

Kedaulatan negerimu lebih berharga

Dibandingkan dengan nyawa

Tak satupun boleh menginjak negeri tercinta

Sebelum melangkahi para penjaga

Satu sengatan satu nyawa

Lalu mati sendiri

Hidup bukan untuk diri sendiri

Demi kejayaan bangsa lebah

Kelanggengan

Keberlangsungan generasi

Perdamaian dimulai dari negeri sendiri

Karena ini adalah koloni sendiri

Tanpa mengganggu

Tapi juga tidak mau diganggu

Adakah untuk umat manusia di segenap belahan dunia

Meninggalkan ego

Demi kepentingan bangsa manusia

Atau justru membentuk kelompok menjadi ego bersama

Menguasai negeri

Mengorbankan manusia lain

Bukan demi kelangsungan bangsa manusia

Tetapi hanya untuk sebuah nama

Sang lebah hanya menyengat bukan membunuh

Itu saja mati

Satu saja

Bukan beribu-ribu

Apalagi nyawa dibombardir 

Juga dipersiapkan nuklir

Manusia....

Apakah engkau punya tuhan

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger