Pages

Malam YangTerdiam

 Malam Terdiam

oleh : Syafaat

Orang orang terdiam

Mencoba menaklukkan malam

Bersandar di dinding makam

Menunggu mimpi' tenggelam


Perempuan itu berjalan sendirian

Membawa pelepah rindu dihati hunian

Mendekap kelam mencari angan

Menunggu cinta yang tak pernah tersampaikan


Malam berbintang dan berselimut 

Aroma dupa melayang terbawa kabut

Menembus bara hati sendiri sendiri

Mengekalkan khayal mendekam di hati


Perempuan itu merasakan resah sendiri

Mencari jati diri 

Setelah jauh perjalanan menjauh

Yang dicari apa yang dicari

Di segenggam sejatining diri

Perempuan Perindu Sepi

Perempuan Perindu Sepi

oleh : Syafaat

Kutikam cinta yang terpapar dihati

Agar tak meracuni diri yang merindu sepi 

Mantra yang kau tebar dari tatapan matamu

Menyalak luruh keseluruh tubuh

Mendekam dan tak mau berpindah


Perempuan bertusuk konde

Dahimu berderet rapi bija putih 

Dan kembang seranum bibirmu yang menghiasi konde

Menundukkan diri pada hyang ilahi


Kembang merah muda menyembur di langit jingga

Menunggu selimut malam dan aroma dupa

Memberontak dari lelaki liar tanpa raga

Yang kadang dirindukan ketika jiwa jiwa kosong menunggu jawaban yang belum tentu ada

Bunga Kupu-Kupu

 "Bunga Kupu-Kupu"

Oleh : Dardiri

Kamu menganggap kupu-kupu itu cinta,

Yang menetas dari kepompong dan lalu mengepak sayapnya pertama kali,

Kepada udara,

Angin adalah cinta pertama yang diajaknya bicara,

Tentang duga dan prasangka yang masih perjaka,

Tentang siapa yang kelak memajang gambarnya di atas meja atau memandangnya dengan curiga,

Ia belum mengenal akar, tangkai, sulur, daun, dan wangi bunga-bunga,

Sampai ia berpapasan dengan sekawanan embun yang tengah turun dari negeri nun,


Barulah ia menyadari bahwa bunga tersembul dari rumpun daun, daun menancap pada sulur dan tangkai, sulur dan tangkai ditopang oleh akar, dan tempatnya menggantung lalu menetas dari kepompong itu bernama pohon,

Iapun baru menyadari bahwa ia hidup, udara yang dicintainya itu hidup, pohon berbunga itupun hidup, dan embun yang memapas dirinya juga hidup,

Ia adalah kupu-kupu hidup dan tidak pernah bersitegang dengan udara atau bunga-bunga yang juga hidup,

Ia juga tak sekalipun menyangkal embun yang hidup pula dan senantiasa mendatanginya lalu membacakan sebuah dongeng tentang laki-laki dan wanita yang juga hidup,


Kesadaran tentang hidup itulah yang mula-mula dipahaminya tentang cinta,

Dan cinta yang hidup itu pulalah yang kemudian mengajaknya terbang,


Melayang-layang di atas kepalamu,

Hinggap di sanggul rambutmu,

Lalu masuk ke dalam hatimu,

Dan mengepak-ngepakkan sayap rindunya di sana,-


(K G P H : 11 Maret 2021)

Perempuan Penakluk Malam

 Perempuan Penakluk Malam

oleh ; Syafaat

Kutatap wajah sendu membalur seribu senyum yang tak kuketahui maknanya

Kutangkap mantra dari kedua mata Shafira

Matanya menyilaukan rindu yang kupasung dihari sendu


Perempuan itu terdiam di Gazebo Lastono

Menembus Sangkan paraning dumadi yang takkan tercapai

Menyembunyikan jiwa lelah sendiri



Perempuan itu mencoba menaklukkan malam

Dan lelaki pencemburu yang datang sesukanya

Tanpa wujud dan cinta

Hanya segenggam asmara


Kudekap perempuan itu agar terdiam

Karena malam yang ingin ditaklukkan bersenda dengan secangkir kopi

Lelaki dan Sisa Cintanya

 *Lelaki dan Sisa Cintanya*

oleh : Syafaat

Dia terpenjara dengan cinta

Tak ada yang dapat dilakukan selain pasrah dan menyerah

Dia terperangkap rindu 

Hanya bisa bernafas dengan berpeluh lelah


Ini adalah kisah lelaki pemburu

Yang dicincang oleh buruannya

Dia hanya berharap pada mimpi'indah' dalam tidurnya

Dan cinta tak peduli untuk mengharu biru


Lelaki itu sedang menjerat dirinya dengan puisi

Dan hanya mendapatkan Luka Mati

Pada sisa hati yang tak dikehendaki


Lelaki itu sedang menikmati 

Sisa perjalanan yang tidak diketahui

Dia tak lagi melantunkan kidung Wulandari

Yang telah menjeratnya dengan cinta mati


Lelaki itu tergeletak tak berdaya

Dari mulutnya keluar mantra

Dan sisa sisa baris sastra

Bunga Kopi

 “Bunga Kopi”

oleh : Dardiri

Mestinya,

Sudah sejak dulu kau ceritakan pada pucuk-pucuk pinus terhunus itu,

Agar suatu ketika nanti iapun tidak ingin mendustaimu,

Tentang dunia baru seiring bunga kopi yang wanginya melebihi melati itu meranggas dari musim yang biru,

Tentang peradaban baru di hatimu selepas bunga kopi itu diselipkan di gerai rambutmu,


Sungguh,

Dunia baru itu adalah rindu yang tumbuh dan bermekaran di pangkal jantung-mu,

Dan bunga kopi itu adalah cinta yang kau hunus dan kau tancapkan di denyut nadi-ku,-


(K G P H : 10 Maret 2021)

INGIN MENIKMATI SEGERA

 INGIN MENIKMATI SEGERA

oleh ; Faiz Abadi

Apa yang membuat ragu

Pegang lalu entah apa

Semua lelaki pasti mau

Walau harus bertaruh nyawa 

Untuk mendapatkannya

Walaupun tempatmu tersembunyi

Di ujung duniapun

Mesti di cari

Bahkan para buaya kadang suka

Buaya sungai, buaya rawa, juga buaya darat

Cuma satu kenikmatan 

Ada di dalam

Kita harus segera membelahnya

Merahnya buah naga

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger