Pages

Doa

 “Doa”

Oleh : Dardiri

Jamal,

Kamal,

Jalal,


Mana mungkin kutampung hanya dalam sembilan puluh sembilan sebutan,

Dua puluh,

Dua puluh,

Satu,

Dan hitungan-prasangka yang tentu tak bermakna apa-apa bagi-Mu,


Maha Suci,

Maha Suci,

Kami menghitung setiap hari,

Tidak kami mengerti,

Benar-benar menyucikan keagungan-Mu,

Ataukah sekedar menyucikan diri kami sendiri,


Maha Besar,

Maha Besar,

Kami meneriakkannya setiap hari,

Tidak jelas,

Benar-benar merasa kerdil di hadapan-Mu,

Atau justru menganggap kami lebih besar dari sesama kami sendiri,


Maha Mendengar,

Maha Mendengar,

Kami menyerukannya setiap waktu,

Tidak kami pahami,

Benar-benar berdoa ke haribaan-Mu,

Atau sebuah keinginan agar Engkau senantiasa menuruti kerakusan kami,


Tuhan,


Ketamakan kami,

Kerakusan kami,

Kepribadian kami,

Keinginan kami yang bertubi-tubi,


Akankah menjadi Doa?


Tuhan,

Terbebas dari segenap hitungan,

Terlepas dari segala pujian,


Tuhan,

Jika keinginan kami,

Bukanlah kehendak-Mu,

Mungkin kami hanya pantas diberikan “ketabahan”,

Untuk menerimanya,

Dan,

Jika Kehendak-Mu,

Sengaja Engkau selaraskan dengan harapan kami,

Kirianya tak ada yang lebih mulia Engkau berikan,

Selain “kesabaran” untuk menjalaninya,

Karena syukur kepada-Mu,

Adalah pemberian terindah bagi kami, dari-Mu,


Dan,

Tidak ada sebutan yang paling pantas kami sematkan,

Bagi-Mu,


Selain,


TUHAN,-


(K G P H : 01 Februari 2021)

Majas 6

 --Majas 6--


Kamu berdiri di seberang jalan,

Ketika malam sejenak disunggingkan,


Kamu berkaca di tumpah hujan,

Ketika wangi rembulan dilipatnya dalam-dalam,


Aku bersandar di persimpangan zaman,

Ketika kamu menghilang,-


(K G P H : 01 Februari 2021)


-Majas 7--


Mungkin,

Tidak akan ada yang dikatakan hidup,

Jika warna menghilang tiba-tiba,

Dan cahaya yang terbiasa berbicara lewat bias,

Tidak menemukan jalan menjejakkan pantulannya,


Mungkin,

Tidak akan pernah terjadi apa yang dikatakan ada,

Jika keberadaan dan sematan nama,

Tidak menyertainya,


Mungkin,

Keberadaanku tidak akan menemukan kesendiriannya,

Jika hal ihwal tentang diri-mu,

Tidak pernah terlepas dari-ku,-


(K G P H : 01 Februari 2021)

Majas 8

 --Majas 8--


Dari titiklah,

Segala yang pernah terbaca bermula,


Dari garislah,

Segala yang merupa berawal,


Dari warnalah,

Segala yang tampak oleh mata bermuasal,


Dari-mulah,

Segalanya tentang-ku bermuara,-


(K G P H : 01 Februari 2021)

Cermin 4

 --Cermin 4--


Cermin pecah yang berserakan menjadi kepingan-kepingan kecil di lantai kamar itu,

Seperti menimang segala ihwal yang tabu,

Dikenangkannya,

Wajah siapa yang berlumur darah,

Dan menjadi mata sia-sia,

Sebab suara tak lagi ditemukannya,


(K G P H : 01 Februari 2021)

Pergi ke Laut Saja

 Pergi ke Laut Saja

By. Viefa


"Pergi ke laut saja"


Mengembang senyuman

Menghambur kaki kecilnya menyambut ombak yang datang mengejar


"Pergi ke laut saja"


Gemerisik pasir

Gemuruh lautan

Menyapa

Perahu nelayan semakin ke tepian


Sepintas mataku berkelana


Sembulungan

Di sana 

Senyum terakhir gandrung sepuas lilitan sampurnya terkubur


Ritual adat  nelayan 

Menebar jaring dari perahu kecilnya


"Pergi ke laut saja"

Kaki kecilnya berlari riang 

Secerah wajah lugunya yang ingin mengarungi lautan


pantaibomo@viefa

BWI, 1/2/21

Majas 5

 --Majas 5--

Oleh : Dardiri

Bilamana,

Terik,

Memporak-porandakan jalanan dan mementaskan fatamorgana,

Kaki langit,

Mengabut di bawah kutub dan mendaulat aurora,


Bilamana,

Aku mengatakannya,


Saat kau tak ada,-


(K G P H : 01 Februari 2021)

Majas 1

 --Majas--

Oleh : Dardiri

Ada yang selalu menyelinap kemudian menghilang,

Ketika senja meronta dari pasungannya,


Tentu saja tentang ingatan,

Dan,

Malam, yang dulu selalu kita lewatkan tanpa perumpamaan,


Jika senja kemudian lengang dan menghilang,


Mungkin kita adalah perumpamaan tak kasat mata yang pernah ada,-


(K G P H : 31 Januari 2021)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger