Pages

Tarik Sis, Semongko

 Tarik Sis, Semongko

Oleh : Syafaat

Jargon Tarik Sis Semongko viral beberapa hari terakhir, bahkan lagu “bunga” yang dibawakan Anggun Pramudita (Anggun Dian Pramudita) ketika jargon tersebut dikumandangkan, nyaris tenggelam namanya dan seolah berganti dengan Tarik Sis Semongko. Jargon tersebut menjadi viral, lagu Bunga yang dibawakan gadis cantik kelahiran 30 Maret 2003 ini telah ditonton lebih dari 18 juta  sejak tayang 2 Oktober 2020 pada saluran You Tube, meskipun video ini dibuat sejak Januari 2020. Jargon yang diikuti penggalan lagu “kini tinggal aku sendiri, hanya berteman dengan sepi”  sukses menghantarkan nama Anggun Pramudita, penyanyi asal Desa Plampangrejo tersebut dikenal dimana mana hingga ke manca negara. Bahkan beberapa penyanyi yang lebih dulu terkenal di kancah nasional mengikuti jejaknya dengan menyanyikan lagu karya Thomas Arya tersebut.

Beberapa penyanyi berangkat mulai dari nol, dari pentas hajatan maupun ajang festival tingkat kampung. Dulu sangat sulit bagai penyanyi pendatang baru untuk dikenal hingga tingkat Nasional, namun saat ini dengan perkembangan media komunikasi dan sosial, tidak menutup kemungkinan sebuah aksi di kampung dapat viral dan mendongkrak popularitas seseorang hingga ke manca negara. Baik melalui konten kreatif maupun konten yang tidak tersangkakan menjadi viral, ada yang dapat memanfaatkan aksi viral tersebut dengan terus eksis, namun tidak sedikit yang tenggelam dan bahkan menenggelamkan karier lama yang telah mapan demi mengejar karier karena viral sesaat tanpa dapat menngimbangi dengan ide kreatif yang dapat diterima publik.

Dengan pertumbuhan media sosial yang terbilang progresif di Indonesia, bahkan disebut sebagai salah satu pasar paling potensial di Asia, membuat banyak orang memanfaatkan berbagai platform online untuk menjadi terkenal. Memanfaatkan media digital tersebut untuk berbagai kegiatan, dari mulai hiburan, transaksi perdagangan hingga pendidikan. Beberapa dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh juga membagikan video pembelajaran melalui saluran You Tube dan disetujui mendapatkan AdSense yakni program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google, sehingga pemilik You Tube diperbolehkan memasang unit iklan dan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari google untuk setiap iklan yang di klik oleh pengunjung situs yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klil.

Video video pendek bermunculan dengan berbagai aplikasi di media sosial, video ini sangat praktis sebagai penyampai pesan visual dengan berbagai kepentingan, dan mampu mempengaruhi cara pandang seseorang. Istilah KOL (Key Opinion Leader), atau sering disebut juga sebagai influencer, pun tidak hanya menjadi sebuah penjelasan di dalam buku teori, namun juga telah berevolusi sebagai pekerjaan bagi para penggila media sosial. Seorang Influencer menjadi primadona dalam penyampai pesan sesuai keinginan pemesan, bukan hanya penyampai iklan produk, namun juga dipakai dalam kepentingan sosial politik.

Beberapa cara dilakukan untuk untuk mencari keuntungan melalui media online tersebut, selain saluran Youtube juga dapat dilakukan dengan blog (singkatan dari Web Log yakni bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan yang dapat diakses oleh semua pengguna internet) , baik dengan tulisan sendiri maupun orang lain. Beberapa blogger (istilah bagi pemilih blog) memberi ruang kepada orang lain sebagai penulis secara langsung dalam blognya tanpa imbalan. Hal ini menarik bagi penulis pemula yang ingin tulisannya terpampang di iternet tanpa melalui filter redaksi. Biasanya dalam blog seperti ini terdapat kkalimat Disclaimer atau peringatan dengan tujuan melepaskan tanggung jawab atau memindahkan tanggung jawab dari pemilik blog kepada penulis, karena dalam blog seperti ini kwalitas tulisan tidak menjadi syarat mutlak diterbitkannya karya tulis, karena pengguna dapate menerbitkan sendriri tulisannya dalam blog milik orang lain tersebut, sehingga ketika terjadi masalah berkaitan dengan karya tulis tersebut menjadi tanggung jawab pribadi penulis, dan bukan pemilik blog. Meskipun penulis tidak mendapat bagian dari AdSense dari pemilik blog.

Beberapa lembaga / instansi memanfaatkan media digital ini sebagai wahana lomba, festival maupun penilaian prestasi pembelajaran secara virtual, terutama di masa pandemi covid-19. Banyak dari lembaga tersebut yang dikerjasamakan dengan AdSense dalam saluran Youtubenya. Beberapa sekolah juga memberikan tugas kepada para siswa dengan cara membuat video pendek, baik diunggah melalui saluran pribadi maupun melalui saluran milik sekolah.

Perubahan terus dan akan berlangsung, terlebih perkembangan tehnologi media. Dan ini banyak disadari, karenanya pengelola media cetak saat ini juga mengembangkannya melalui media digital. Begitu juga dengan pengelola Televisi, saat ini juga harus bersaing dalam saluran you tube dan saluran visual lainnya yang juga menampilkan konten yang nyaris sama. Saat ini sangat mudah bagi seseorang membuat kreator video dan menayangkannya melalui media internet yang juga tidak menutup kemungkinan mendapat penghasilan dari konten tersebut.

 Ide kretaif inovatif dalam hal positif perlu di tumbuh kembangkan sejak dini. Pengembangan jiwa enterpreneur untuk menumbuhkan kemandirian perlu mendapat porsi tersendiri dalam pembelajaran siswa. Hal ini tidak terlepas dari periembangan tehnologi yang semakin menggila. Namun hal ini harus dilakukan secara bijak untuk menekan dampak negatif dari pembelajaran tersebut. Sebagaimana contoh penggunaan media virtual dalam pembelajaran jarak jauh melalui internet sejak dini yang kurang terkendalli mengakibatkan banyak anak terjebak dalam  candu game online. Kurangnya komunikasi sosial secara verbal yang berakibat kurang baik terhadap berkembangan mental spiritual anak.

Ide kreatif tersebut perlu pengarahan dan pendampinngan secara khusus sehingga semakin terarah, hal ini dimaksudkan agar kreatifitas yang muncul tetap sesuai dengan norma.  Anak anak dapat membagi waktu secara proporsional dalam penggunaan media sosial tersebut. Pendampingan ini sangat perlu agar dapat ditekan dampak negatif dari penggunaan media elektronik super canggih tersebut.

Penulis adalah anggota Lentera Sastra Banyuwangi






MAN 2 Banyuwangi Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah

 (26/ 10) madrasah Aliyah Negri( Man) 2 Banyuwangi telah mengikuti kegiatan perlombaan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. kegiatan perlombaan tersebut dilaksanakan dengan standar nasional dan  berbasis virtual. perlombaan ini diikuti oleh 3 siswa siswi dalam bentuk tim. perwakilan tersebut gabungan dari dua jurusan yang ada di  Man 2 Banyuwangi.Judul lktinya adalah S²WEf (shoes sole with Eviromentally Frendly) inovasi pelestarian lingkungan berlandaskan surat Al-zalzalah ayat 7-8 dan Surat Al-Baqarah ayat 80.Man 2 Banyuwangi sendiri telah menjadi juara 1 dalam perlombaan ini.


banyak sekali kendala yang  dihadapi mulai deadline-nya yang tidak menentu dari panitia.memang tidak bisa di pungkiri kesalahan seperti ini karna dilaksanakan secara virtual kami memakluminya.penyusunan KTI ini dilakukan secara bertahap oleh para peserta  mulai dari penyusunan ide dari lkti mereka sampai dengan proses pembuatan ataupun praktek dari lkti mereka.Masalah utama dilaksanakan pada masa pandemi, yaitu sulit untuk 'mengumpulkan' siswa. Tapi semua kendala bisa di atasi dengan penyesuaian jadwal kondisional dan tak lupa tetap mematuhi protokol kesehatan. karena sangat membuat pencarian bahan Kami sampai ke pelosok desa yang ada di Banyuwangi namun hal tersebut tidak membuat goyah kita dalam melaksanakan perlombaan ini. 



Semoga dengan kemenangan dari tim ini dapat  Memberikan motivasi kepada para adik-adik untuk lebih giat lagi dalam mengikuti perlombaan”.Jangan pantang menyerah sebelum kalian mendapatkan buah dari hasil kerja keras”rosyid peserta



Saya sangat bangga terhadap mereka semoga apa yang di dapat menjadi motivasi bagi siswa siswi yang lain.


Bersyukur Alhamdulillah, perjuangan anak-anak dapat membuahkan hasil terbaik.Mereka dapat mengembangkan bakat dan minatnya dan terus berkreasi dan berkarya.tetap terus belajar  dan tak lupa minta bimbingan juga kepada Bapak/Ibu guru.ujar irdra


guru MAN 2




Pesantren Pencetak Jiwa Enterpreneur

 Pesantren Pencetak Jiwa Enterpreneur

Oleh : Rohimah

Beberapa orang menganggap bahwa enterpreanur sama dengan pengusaha, sekilas terlihat sama namun berbeda, meskipun sama sama mempunyai usaha. Dwi Larso, Ph.d, seorang pengajar di School of Business Management, Institut Teknologi Bandung mengatakan bahwa pengusaha adalah orang yang memiliki bisnis skala besar maupun kecil dan tidak semua pengusaha memiliki jiwa entrepreneur. Sedangkan seorang entrepreneur pasti memiliki jiwa pengusaha, di mana mereka dapat memanfaatkan peluang dari setiap bisnisnya atau orang yang terjun ke dalam suatu bisnis. Di mana, jika kita memiliki jiwa entrepreneur, dapat dipastikan bisnis yang akan dijalani akan dapat terus bertahan.


Seorang santri di pondok pesantren telah dilatih untuk hidup mandiri, santri adalah pengambil resiko (risk taker). mereka telah berpindah dari zona nyaman berkumpul dengan keluarganya. dan tinggal di pesantren yang fasilitasnya seadanya.  Di pesantren mereka harus menyiapkan kebutuhan sehari hari secara mandiri. Hal ini sangat berbeda ketika masih bersama keluarganya, dimana semua kebutuhan sehari hari dilakukan oleh Ibunya, meskipun beberapa telah dilatih untuk mandiri, namun hal ini sangat berbeda dengan ketika berada dilingkungan pondok pesantren. Mereka dituntut untuk benar benar mandiri dalam segala hal, baik untuk kebutuhan sehari hari (meskipun finansial masih dari keluarganya), maupun dalam pembelajaran dan pendidikan. Meskipun sama sama berada di temoat yang jauh dengan orang tua, kehidupan di pesantren berbeda dengan tempat kost bagi pelajar maupun mahasiswa.

Di pesantren akan terbentuk jiwa mandiri, terlebih pada pondok pesantren masaa lalu yang tidak dilengkapi dengan fasilitas loundry dan catering untuk para santri. Mereka benar benar harus menyiapkan kebutuhan sehari hari secara mandiri, dengan seabrek pembelajaran yang harus dilalui semasa di ponsok pesantren. Dengan demikian jiwa enterpreneur akan terbentuk dari diri seorang santri. Terlebih beberapa pesantren juga memberikan pelatihan kecakapan hidup kepada para santrinya, yang diharapkan para santri akan mennjadi wirausahawan ketika berada ditengah masyarakat

Enterpreneur atau wirausahawan menurut wikipedia adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat, mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadan produk baru, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya. Sehingga seorang enterpreneur lebih menekankan pada inovasi usaha yang digelutinya. Ada beberapa perdebatan tentang definisi yang tepat dari seorang entrepreneur. Beberapa memiliki definisi luas yang mencakup siapa saja yang bekerja untuk diri mereka sendiri. Yang lain memiliki sudut pandang yang lebih sempit, menunjukkan bahwa seorang entrepreneur tidak hanya bekerja secara mandiri untuk bisnis mereka sendiri, tetapi bisnis mereka juga harus melibatkan inovasi dan kepemimpinan. mengejar bisnis baru, inovasi, atau bentuk usaha lain. Sebagai gantinya untuk mengambil risiko itu, mereka sering mendapat untung paling signifikan dari kesuksesan perusahaan mereka.

Dulu kiai melakukan perlawanan kepada penjajah secara total. Di sektor pendidikan, kiai tidak mau mengikutii sistim pendidikan ala Belanda dan mendirikan pesantren dengan sistim pendidikan dan pengajaran yang berbeda. Dalam sektor perekonomian, kiai berdagang dan membangun basis-basis ekonomi di kalangan umat Islam sendiri, sehingga muncul organisasi Serikat Dagang Islam yang awalnya merupakan serikat dagang untuk penguatan perdagangan umat Islam yang bersaing dengan para pedagang kafir yang oportunis. Pada wilayah perjuangan, kiai dan santri juga berjuang total melawan penjajah dengan jiwa raganya para santri dan pejuang ini sangat yakin dan percaya bahwa bagi yang syahid dalammelawan penjajah ini balasannya surga.

Kemandirian santri di pesantren inilah yang menjadi modal utama bagi lulusan pondok pesantren untuk menjadi wirausahawan tangguh, meskipun tidak semua pesantren mengajarkan semua bentuk ketrampilan kecakapan hidup, namun jiwa mandiri yang terbentuk selama menjadi santri, jiwa kepemimpinan yang diajarkan selama di pesantren bukan hanya menjadi bekal para santri untuk menjadi pemimpin ditengah masyarakat, namun juga menjadi bekal bagi munculnya wirausahawan baru.

Dunia ini adalah jembatan menuju akhirat. Kalau jembatannya tidak dibangun, bagaimana orang bisa lewat. Hal inilah yang menjadikan paradigma baru bagi kaum santri untuk tampill membangun jembatan yang kuat agat dapat melewatinya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk orang lain yang membutuhkannya. Jiwa santri tidak akan puas jika hanya sebagai pekerja biasa, jiwa kemandiriannya yang telah terpupuk akan mencoba hal baru untuk melakukan pekerjaan secara mandiri, sehingga tidak heran jika muncul wirausahawan baru dari seorang santri.

Pada saat ini banyak pondok pesantren yang juga dilengkapi dengan kursus kecakapan hidup yang diharapkan menjadi bekal bagi para santri berwiraswasta selepas dari pondok pesantren. Namun bukan berarti santri dalam mengembangkan wirausaha tidak mendapat banyak halangan dan tantangan, hal ini terkait modal yang dimilikinya, belum lagi persaingan dengan produk luar negeri yang semakin hari semakiin membanjiri negeri, beberapa santri yang menjalankan kegiatan wirausaha ini juga banyak yang sukses di dunia politik, mereka menjadi pemimpin yang santun dan sangat peduli dengan masyarakat miskin.

Penampilan santri tidak harus selamanya dengan penampilan satri tradisional, Jiwa santri pada orang tidak berpenampilan santri, kepribadian santri di mana pun mereka eksis. Semangat dakwah bil hal, bil lisan terus mereka kembangkan dalam sistim perekonomian dan jiwa kepemimpinan, sehingga akan terlihat kepemimpinan dengan jiwa pesantren dengan kepemimpinan yang tidak dilandasi dengan keimanan, halini terlihat pada kepedulian pemimpin tersebut kepada masyarakat kecil dan kaum santri yang dulu mengobarkan semangat jihad untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik ini.

Penulis adalah guru MIN 1 Banyuwangi

Pesantren dan Pendidikan TPQ

 Pesantren dan Pendidikan TPQ

Oleh : Tria Aini Wulandari

 

Pendidikan pesantren dan Taman Pendidikan Alqur’an tidak termasuk materi dalam Omnibuslaw atau undang undang Ciptaker, sehingga yang berlaku dalam perraturan perundang undangan masalah Pesantren adalah Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang disahkan tanggal 21 Oktober 2019 sebagai kado istimewa Hari santri Nasional. Pendidikan Pesantren pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pendidikan yang diselenggarakan oleh Pesantren sudah lebih dahulu berkembang. Selain menjadi akar budaya bangsa, nilai agama disadari merupakan bagian tidak terpisahkan dalam pendidikan. Secara historis, keberadaan Pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat, terlebih lagi karena Pesantren bersumber dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat sesungguhnya akan jenis layanan pendidikan dan layanan lainnya.


Pesantren dan pendidikan berciri khas keagamaan sangat besar perannya dalam pendidikan Nasional, terlebih dalam pembentukan karakter sejak dini dengan pendidikan karakter keagamaan yang kuat. Pendidikan karakter dalam pembentukan pola pikir seharusnya dimulai sejak anak usia dini dengan pendidikan agama yang cukup, sebab dengan pendidikan agama yang cukup dan berkesinambungan akan mencegah anak anak untuk berbuat yang dilarang oleh agama, manusia akan berbuat baik bukan sekedar takut dipenjara jika berbuat yang dilarang, namun jika manusia sudah mempunyai karakter agama yang cukup kuat, dengan sendirinya akan takut berbuat dosa jika melakukan tindakan yang dilarang agamanya.

Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistim Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sistim pendidikan di Indonesia di bagi dalam 3 kelompok, yakni Pendidikan Formal, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal.

Taman Pendidikan Al Qur’an yang biasa disingkat dengan TPQ atau TPA adalah salah satu Pendidikan Informal yang sangat penting peranannya dalam membentuk karakter pribadi yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang berakhlak mulia, mengingat Taman Pendidikan Al Qur’an atau TPQ khusus mengajarkan Pendidikan Agama dan keagamaan, yang perannya tidak dapat dipandang remeh dalam dunia pendidikan disamping pesantren. Saat ini TPQ bukan hanya mengajarkan tata cara membaca Al Qur’an dan tata cara beribadah saja, namun pendidikan di TPQ sudah lebih mengarah pada pendidikan kepribadian dan karakter anak didik. Sudah ada beberapa TPQ yang juga mengajarkan Bahasa Inggris dalam materi tambahan pelajarannya. Disamping pelajaran tata cara  berpidato, Kaligrafi dan lain sebagainya. Dan ketika peserta didik tersebut mengikuti sebuah event kejuaraan, maka yang bersangkutan tidak membawa nama TPQ dimana yang bersangkutan dididik, namun lebih membawa nama Sekolah Formal dimana yang bersangkutan belajar.

Pada umumnya hanya anak anak di sekolah tingkat dasar saja yang mau datang ke TPQ, sehingga  pendidikan di TPQ harus dimaksimalkan pada usia ini, namun yang menjadi permasalahan adalah ; Pertama  Tidak ada daya paksa kecuali dari orang tuanya, sehingga anak mau mengaji di TPQ,  berberda dengan di sekolah umum atau formal dimana kurikulum dan kedisiplinannya terjaga. Tanda lulus TPQ seakan akan tidak bermakna apa apa kecuali untuk koleksi dan kepuasan pribadi. Kedua tidak adanya standard kurikulum baku yang ada di TPQ, sehingga setiap TPQ terkesan menggunakan kurikulum dan standard pengajaran yang berbeda beda sesuai dengan metode yang digunakannya.

Pendidikan agama pada diri siswa sebenarnya dapat terlaksana dengan baik jika ada keterpaduan antara pendidikan di sekolah dengan pendidikan pada Taman pendidikan al Quran, sehingga dapat memberikan daya paksa terhadap anak anak usia sekolah tingkat dasar untuk mengaji di Taman pendidikan al Quran, adanya keterpaduan antara Pendidikan Agama disekolah dengan Pendidikan di Taman pendidikan al Quran, sehingga pendidikan agama pada anak anak dapat berjalan seiring sejalan antara pendidikan disekolah. Dengan demikian maka anak anak akan dapat memperoleh pendidikan agama dengan baik tanpa harus menambah jam pelajaran disekolah formal.

Perkembangan Tehnologi yang begitu cepat menuntut masyarakat untuk mengantisipasi dampak negative dari tehnologi tersebut. Melarang anak anak untuk mempelajari dan menggunakan tehnologi adalah tindakan bodoh, namun membiarkan anak anak menggunakan tehnologi tanpa dasar pengetahuan dan pengawasan adalah tindakan yang juga sangat bodoh dan ceroboh.  Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana memberikan bekal terhadap anak anak, sehingga anak anak dapat memanfaatkan tehnologi kepada hal hal yang positif, dan menghindari penggunaan tehnologi pada hal yang merusak. Banyak kasus dari akibat penggunaan handphone dan perangkat tehnologi lainnya yang salah yang mengakibatkan anak terpaksa harus putus sekolah karena terpaksa nikah. Meskipun sebenarnya pernikahan bukan halangan untuk melanjutkan sekolah, namun dibanyak kasus anak akan putus sekolah setelah menikah, dan banyak sekolah yang mengeluarkan anak didiknya ketika anak didiknya tersangkut kasus pornografi.

 Salah satu cara untuk memberikan bekal bagi anak anak dalam mengikuti perkambangan tehnologi adalah memberikan pengetahuan dan pelajaran tentang tehnologi dan pemahaman agama yang kuat, sehingga dalam perkembangannya anak menjadi manusia yang berkepribadian yang baik, tidak mudah tergoda untuk berbuat dosa, apalagi menyuap dan korupsi. 

Pendidikan Agama di Sekolah Formal hanya 2 jam pelajaran sangatlah kurang, meskipun materi pelajaran Agama dapat disisipkan dalam pelajaran lainnya dalam Kurikulum tahun 2013 atau K-13, namun pada kenyataannya sulit untuk diterapkan sepenuhnya, dengan mengingat tidak semua guru selain guru agama mengenal Ilmu keagamaan dengan baik. Dengan 2 jam pelajaran tersebut seolah olah peserta didik dipaksa untuk menerima seluruh materi pelajaran yang sebenarnya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam Ditambah lagi dengan kurikulum atau buku penunjang yang kurang tepat, sehingga Pendidikan Agama lebih terkesan lebih sebagai pengetahuan daripada Pendidikan itu sendiri.

 

Penulis Guru MI darul Amien jajag, Ustadzah TPQ Al Falah Sukopuro



 

 

Santri Pekok

 Santri Pekok

Oleh : Syafaat

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indoneai (KBBI) “pekok” artinya bodoh, bisa juga diartikan gokil, aneh atau nyleneh, bisa juga istiahnya gila/sesuatu yang tidak wajar tapi masih dalam batas garis, susah diberitahu,  berbeda dengan bodoh yang memang belum tahu. Sedangkan kata “santri” menurut wikipedia adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai. Menurut bahasa istilah santri berasal dari bahasa Sangsekerta, “Shastri” yang memiliki akar kata yang sama dengan kata sastra yang berarti kitab suci, agama dan pengetahuan,. Ada pula yang mengatakan berasal dari kata “cantrik” yang berarti para pembantu begawan atau resi. Seorang cantrik diberi upah berupa ilmu pengetahuan oleh begawan atau resi tersebut. Tidak jauh beda dengan seorang santri yang mengabdi di pesantren, sebagai konsekwensinya pengasuh pondok pesantren memberikan ilmu pengetahuan kepada santri tersebut.

Santri Pekok adalah judul lagu yang dinyanyikan Arif Citenx atau biasa dipanggil cah edan oleh pecinta musik Banyuwangi. Penyanyi asal Desa Sumberberas Kecamatan Muncar yang aktif di kegiatan Remaja Masjid dan kegiatan keagamaan ini memberikan nuansa yang berbeda di Blantika Musik Indonesia. Lirik lagu bernuansa humor ini sepintas terlihat ngawur, namun sarat makna tentang kondisi riil sosial di masyarakat, sebagaimana penyanyinya yang bergabung dalam kelompok Ben Edan yang berbeda antara penampilan di panggung dengan kesehariannya.nuansa musik dan lirik yang cenderung bernada satire tersebut memberikan beberapa pesan moral yang perlu direnungkan.

Lagu Santri Pekok menceritakan seseorang yang berpenampilan dan asalnya berperilaku preman  sedang jatuh cinta dengan perempuan cantik lulusan pondok pesantren, untuk mendapatkan perhatian dari sang pujaan hati serta mendapatkan restu dari kedua orang tuanya, Sang Preman berusaha merubah watak dan penampilannya seperti halnya penampilan santri dari pondok pesantren, namun karena keseharian sang preman jauh dari kehidupan pesantren, penampilan santri KW tersebut menjadi sedikit aneh, karena terlihat tidak benar benar seperti santri.

Setidaknya dari gambaran lagu tersebut menandakan bahwa produk pesantren yang masih kental dengan ajaran moral tersebut dianggap dapat menghasilkan santriwaati yang masih dapat menjaga nilai nilai moral dan agama yang kuat, menjadi isteri yang baik dari suaminya dan dapat mendidik putra putrinya dengan baik pula, karena dalam pesantren selalu ditekankan pada pendidikan etika dan unggah ungguh yang telah menjadi kebiasaan turun temurun. Pesantren bukan hanya mengajarkan ilmu keagamaan semata, namun juga keilmuan lainnya, terlebih saat ini banyak pesantren yang mengelola pendidikan formal yang kwalitasnya tidak jauh berbeda dengan pendidikan tinggi yang dikelola di luar pesantren.

Pesantren menjadi salah satu alterntif lembaga pendidikan yang banyak diburu para wali santri, pendidikan di pondok pesantren dianggap mampu memberikan karakter keagamaan yang kuat, dianggap sebagai benteng penjaga moral.orang nggak alergi lagi berpakaian ala santri, dan terbukti pernah ada santri yang jadi Presiden dan Wakil Presiden. Saat ini orang lebih melihat isi daripada casingnya, karena tidak sedikit orang yang berpenampilan seperti bermoral dan berilmu agama tinggi, namun seakan tanpa isi, sebaliknya ada yang berpenampilan biasa saja, pakai sarung namun keilmuannya patut diperhitungkan “sarung hanyalah casing, yang penting isinya” mungkin seperti itu.

Banyak orang yang berpenampilan santri, namun keilmuan dibidang agama kurang mumpuni, hanya bermodal pakaian ala santri dengan sedikit pengetahuan yang didapat melalui media online sudah berani menyampaikan keilmuan dibidang agama, yang kadangkala tidak sesuai dengan kaidah yang sebenarnya.tidak ada salahnya berpakaian ala santri, apalagi berusaha mendalami, namun jika menyampaikan keilmuan yang belum benar benar dikuasai, hal ini akan menimbulkan akibat yang kurang baik yang tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan pemahaman yang kurang benar dalam beragama. Anjuran untuk menyampaikan ilmu meskipun hanya satu ayat atau kalimat tidak dapat dipahami sebagai anjuran menyampaikan sesuatu yang belum dikuasainya, namun anjuran untuk menyampaikan sesuatu yang benar benar dikuasainya.

Sistim pendidikan di pondok pesantren bukan hanya mendidik para santri agar menjadi pandai, namun mendidik mereka untuk menjadi ahli. Karenanya metode pembelajaran di pondok pesantren lebih banyak mengulang dan mengulang sebuah materi, dari mulai materi yang diajarkan secara global hingga meteri yang harus dipelajari hingga sangat detail. Karenanya tidak sedikit santri yang tadinya tidak mengerti dan sangat sulit untuk menerima materi pelajaran, karena dengan sistim di Pesdantren dengan mengulang ulang materi pelajaran, sehingga mereka pada akhirnya juga akan mengerti dan menjadi ahli. Tidak banyak yang diajarkan di pesantren, namun yang mereka pelajari benar benar ditekuni hingga benar benar ahli.

Disiplin tinggi dan takdzim kepada kiai inilah yang menjadi landasan bagi pemerintah untuk mengizinkan pesantren tetap menerima santri dimasa pandemi, karena dalam pesantren tersebut dianggap relatif lebih aman bagi penularan covid-19, hal ini dengan mengingat pada umumnnya pesantren dilengkpi dengan tembok pemisah yang tidak setiap orang diperkenankan keluar masuk pesantren, sehingga santri akan lebih aman dalam pengawasan para pengasuh pesantren.

Pesantren tidak diragukan lagi perjuangannya dalam merebut dan mempertahankan tanah air hingga seperti sekarang ini, semangat jihad yang luar biasa dengan didasari dengan keyakinan bahwa jihad membela tanah air balasannya adalah surga. Hal ini sulit dilakukan jika tanpa keyakinan adanya balasan hidup sesudah mati tersebut. Besarnya jasa kaum santri dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan tersebut perlu dipertahankan hingga kini, karena dengan kelengahan kaum bermoral, tidak menutup kemungkinan sebuah negara akan dipimpin oleh orang orang yang kurang bermoral. “kalau yang waras selalu ngalah, maka jangan salahkan kalau kita dipimpin orang nggak waras”.

Perjuangan dengan dimensi yang berbeda dari kaum santri dalam mengisi kemerdekaan sangat penting agar cita cita para pejuang yang sebagian besar dari kaum santri tersebut tidak sia sia, agar kemerdekaan yang diraih tidak dikuasai dan dinikmati oleh kaum oportunis yang lebih mementingkan diri dan kelompoknya saja, kaum yang tidak mempunyai jiwa Nasionalis sejati terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang hanya mementinglan diri sendiri secara ekonomi saja.

 

 

Penulis Kepala TPQ Al Munir Desa Sumberberas



 

LOLOS YANG TAK TERDUGA

 LOLOS YANG TAK TERDUGA

Kamis, 15 Oktober 2020

 

         Banyuwangi, News Mandawangi (15/10/2020)-Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi mendapat kabar gembira yang kali ini datang dari ajang MYRES (Madrasah Young Researcher Super Camp) yang sedang berlangsung sejak bulan Agustus hingga saat ini tahap satu telah selesai dan hasil pengumuman yang keluar pada senin, 12 Oktober. Dari hasil pengumuman tahap satu tersebut, salah satu tim dibidang riset keagamaan dimana dibawah bimbingan Agus Novel Mukholis S.Psi.I yang juga merupakan guru Man 2 Banyuwangi dengan beranggotakan Alfina Dhiya Puspita dan Fitrohul Illyiin dari Man 2 Banyuwangi berhasil lolos ke tahap berikutnya.

 

         Dibalik kabar baik tersebut ternyata terdapat kisah unik dari tim yang lolos ini, dimana mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah menduga proposal mereka  akan berhasil lolos ke tahap selanjutnya, seperti yang dikutip dari wawancara oleh anggota jurnalis hari ini.

      “ Pertama saya itu nggak nyangka kalau masuk, soalnya saya itu mengikuti lomba hanya ingin belajar dan tidak berharap buat menang, saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Novel selaku pembiming kami serta kakak kelas 12 yang sudah mengajari kami.” Ujar Alfina Dhiya Puspita yang merupakan salah satu anggota dari tim di bidang keagamaan yang proposalnya berhasil lolos ditahap berikutnya.

         Selain itu salah satu anggota tim tersebut mengatakan bahwa mereka sempat ingin mengundurkan diri dari lomba namun mereka ragu dan sampai akhirnya mereka memutuskan melanjutkan proposal tersebut, hal itulah yang membuat mereka senang dan kaget sekaligus, guru pembimbing merekapun yang kerap disapa Pak novel itu juga mengatakan bahwa tim yang lolos saat ini adalah tim yang paling tidak yakin untuk lolos.

        


Sistem tahapan berikutnya dari perlombaan MYRES ini yaitu Presentasi Proposal yang akan diadakan secara Virtual pada tanggal 17 s.d 20 Oktober 2020, Dengan persyaratan presentasi yang akan dilakukan hanya 5 menit, paparan berupa slide presentasi/infografis/poster satu lembar dan paparan dikumpulkan paling lambat pada tanggal 16 Oktober 2020. Untuk tim yang lolos ini sedang mempersiapkan bahan berupa materi power point untuk tahap  presentasi proposal secara virtual.

         Ditengah persiapan yang tim ini  mereka mengaku semakin merasa deg-degan namun pak Novel sendiri selaku pebagai pembimbing selalu mengatakan sebuah motivasi yang mengutip dari Dhawuhnya Ibnu Athoillah bahwa “Tanda dari suksesnya sebuah usaha adalah memasrahkan hasilnya kepada Allah di awal dimulainya usaha.“ Motivasi ini dirasakan oleh para anggota tim yang lolos tersebut mereka mengatakan akan berusaha sebaik mungkin untuk nama baik Madrasah dan Kabupaten Banyuwangi.

Belajar dari Sosok Mr. Bean

 Belajar dari Sosok Mr. Bean

Oleh : Mila Dewi Partikasari

 

Siapa sih yang tidak kenal dengan Rowan Atkinson? Seorang pelawak terkenal kelahiran Inggris pada 6 Januari 1955 yang berhasil dalam memerani serial humoris sebagai sosok tokoh dewasa yang dalam menjalani kehidupan sehari-harinya tak luput dari tingkah laku konyol, jahil dan juga lagak lucu dalam menanggapi ataupun memecahkan suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupannya. Karakter fiksi lawak yang sukses dibintangi oleh Rowan Atkinson ini berjudul “MR. BEAN”. Memang banyak orang yang beranggapa bahwa Mr.Bean adalah orang yang sangat aneh. Kelakuannya dinilai keluar dari batas kewajaran. Orang jawa menyebutnya “ora njalur”. Namun inilah yang menjadikan eksotisme dari sosok Mr.Bean. Dengan karakter uniknya inilah tak heran jika film ini telah sukses tersebar dan diputar di berbagai penjuru dunia. Tidak dapat dipungkiri apabila banyak orang yang menyukai akan tokoh Mr. Bean tersebut. Meskipun absurd namun film Mr. Bean ini sangat menghibur para penontonnya.

     Dibalik sikap yang konyol, ternyata hal posistif yang bisa kita ambil dari sosok Mr. Bean sangatlah banyak dan tentunya juga penting sekali dalam penerapan dan pengaplikasiannya dalam kehidupan semua orang terutama pada generasi milenial zaman now seperti sekarang ini. Meskipun tokoh Mr. Bean ini dinilai sebagai pengganggu yang usil bagi orang-orang yang berada disekitarnya, namun sebenarnya juga banyak hal positif yang bisa kita contoh dari tokoh Mr. Bean ini. Salah satunya sifat yang sangat menonjol dari sosok Mr. Bean ini adalah Menjadi diri sendiri atau “Be yourself”. Meskipun banyak orang yang mencibirnya, namun itu tidak mengonversikan sifat dan sikapnya untuk selalu bahagia dan gembira dalam menjalani kehidupannya dengan menjadi dirinya sendiri. Hal ini patut untuk dicontoh dan diteladani oleh semua orang terutama para generasi milenial. Menjadi diri sendiri dan tidak berusaha mengubah diri menjadi sosok yang lain, itu merupakan hal yang sangat luar biasa. Tampil apa adanya sesuai hati nurani dan kepribadian kita merupakan hal yang sangat berharga.


Para remaja sekarang kebanyakan mudah sekali terpengaruh dan tergiring oleh derasnya arus globalisasi. Dari waktu ke waktu semakin menjadi-jadi perubahan yang terjadi pada mereka. Baik itu perubahan pada penampilan ataupun etika. Tidak dapat dipungkiri apabila banyak pro kontra dari beberapa perubahan yang terjadi akibat derasnya arus globalisasi di berbagai lini kehidupan. Namun hendaknya mereka bisa menanamkan kebijakan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala transformasi yang ada. Menyikapi dengan menjadi sosok yang bahkan tidak mereka kenal atau menjadi sosok orang lain dan tidak menjadi diri sendiri, itu merupakan pilihan yang tidak benar. Berubah tidak masalah, namun yang menjadi permasalahannya yaitu ketika transisi yang dilakukan berbanding terbalik dengan kebudayaan Negara Indonesia sebagai Bangsa Timur yang dikenal dengan berbagai hal positif yang mengagumkan. Seperti halnya etika yang unggul dalam hal kesopanan, keramahtamahan, senang bergotong royong, saling membantu dan tentunya peduli sesama. Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa menjadi diri sendiri adalah hal yang membosankan dan tidak menyenangkan, itu adalah sebuah opini yang salah dan akan menyesatkan dirinya sendiri ataupun orang lain. Jika kita sudah percaya diri menjadi diri kita sendiri, untuk melakukan segala aktivitas pastinya kita akan senantiasa berlandaskan hal itu dengan hati nurani kita. Kepuasan menjadi sosok diri sendiri merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan tanpa harus menyihir diri sendiri dengan transformasi yang tidak seharusnya dilakukan.

     Selain menjadi dirinya sendiri, hal yang bisa kita contoh dari sosok Mr. Bean yaitu selalu memiliki tujuan yang jelas. Selalu memiliki tujuan yang jelas merupakan suatu karakter yang harus dimiliki oleh semua orang khususnya para pelajar Indonesia. Menanamkan sifat itu mulai dini adalah sebuah hal yang harus dilakukan. Dengan memiliki tujuan yang jelas, seseorang akan lebih mudah dalam menjalani setiap proses dan progres untuk menggapai semua tujuan yang sudah terpaku jelas dalam pikiran dan lubuh hatinya. Memang tidak mudah menerapkan karakter spektakuler seperti itu, tapi buah keberhasilan yang bisa dipetik nanti merupakan suatu hal keindahan yang tiada tara.

Terkhusus para pelajar. Wajib mengimplementasikan hal itu dalam setiap proses belajarnya. Dengan menetapkan kejelasan tujuannya, maka dalam menghadapi segala rintangan dan hambatannya mereka akan terus maju dan berjuang tanpa mengenal kerapuhan demi sebuah tujuannya bisa tercapai. Ancaman batu besar yang menghadang di jalannya akan sulit meluluhlantahkan kobaran semangat yang telah tertancap kuat dalam hati bersama tujuannya. Jika para pelajar mampu mengaplikasikan hal itu, maka akan memudahkan ekspedisi belajar mereka hingga mencapai tujuan dan cita-citanya. Melupakan kepedihan dari suatu kegagalan dengan strategi fokus pada tujuan,merupakan hal yang harus dilakukan oleh semua pelajar.

      Disamping fokus dalam menggapai tujuannya,Mr. Bean juga sebagai sosok yang memiliki jiwa pejuang yang pantang menyerah dalam menyikapi keadaan meskipun berkali-kali mengalami kegagalan. Suatu keharusan untuk menerapkan jiwa pejuang pantang menyerah kepada semua kalangan dan juga pada semua lini kehidupan,Khususnya pada perjuangan para pelajar. Untuk menggapai semua impiannya, tentunya para pelajar harus melewati lika-liku kehidupan dalam sekolah. Yang namanya lika-liku itu tidak selamanya berjalan mulus. Pasti ada tanjakan dan juga ada belokan. Pasti ada ancaman juga ada hambatan. Semua tantangan itu harus dihadapi dengan kerja keras, doa dan mental yang kuat. Jika di tengah perjalanan sudah menyerah dan tidak mau berjuang, maka itu adalah pilihan terbodoh yang seharusnya dikubur dalam-dalam hingga tidak memungkinkan untuk munculnya tanda-tanda penyerahan dalam diri seseorang.

Sebesar apapun ancaman, jika dihadapi dengan penuh semangat pantang menyerah dan tentunya juga mental yang kuat pasti akan tertanggulangi dengan mudah. Begitupun juga para pelajar, meskipun dimasa sekarang ini terdapat sebuah intimidasi besar berupa wabah penyakit seperti Corona Virus Desease yang berdampak pada dunia pendidikan dan menyebabkan ketidakmungkinan dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah. Meskipun demikian, sebagai para pelajar Indonesia yang hebat bermartabat hendaknya bisa menghadapi ancaman besar ini dengan penuh gejolak semangat dan pantang menyerah dalam mewujudkan impiannya. Ancaman, Hambatan dan kegagalan itu adalah suatu hal yang lumrah dalam perjuangan. Jika kita sudah menancapkan besi kuat dalam diri kita berupa ketegasan dan kejelasan tujuan, maka tidak ada celah untuk mengeluh dalam diri kita. Yang ada hanyalah kobaran semangat pejuang pantang menyerah dalam diri kita demi menggapai impian emas yang dicita-citakan.

     Keterikatan batin dan emosional Mr. Bean terhadap boneka beruang teddy miliknya, menggambarkan bahwa Mr. Bean adalah sosok penyayang. Meskipun dia meluapkan kasih sayangnya dengan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal di pikiran manusia, namun hal itu yang membedakan sosok Mr. Bean dengan orang lain. Memperlakukan boneka layaknya makhluk hidup merupakan hal yang eksentrik. Begitu pun juga kita,Sebagai manusia kita juga harus memiliki sifat penyayang baik itu terhadap sesama manusia, binatang, benda-benda kesayangan baik benda mati ataupun benda hidup dan yang lainnya. Jika kita menjadi seseorang yang memiliki kepribadian penyayang, maka banyak orang yang juga akan menyayangi kita.

      Manusia tidak bisa dipisahkan dengan berbagai permasalahan. Hampir disetiap harinya, manusia akan dilibatkan dengan segala permasalahan yang ada. Begitu pun juga dengan Mr. Bean. Namun Mr.Bean ini selalu memiliki cara-cara unik yang inovati dan kreatif dalam mengatasi segala permasalahannya. Meskipun terlihat aneh, namun dia merasa bahagia bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri. Hal positif ini bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dengan segala permasalahan yang ada, supaya kita juga bisa belajar untuk berfikir kritis dalam menanggapi segala hal. Dan tidak terpaku oleh belenggu permasalahan yang menjerat kita, sehingga kita tidak bisa berkutik dalam menanganinya. Mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada, meskipun dengan cara yang tidak biasa dan terlihat aneh itu merupakan hal yang baik untuk dilakukan. Daripada hanya duduk diam berpangku tangan dan mengeluh tanpa memikirkan resolusi dalam analisis permasalahan yang ada.

        Mr.Bean merupakan sosok yang istimewa. Mulai dari tingkah konyol dan kelucuannya yang membuatnya berbeda dari yang lain. Lagaknya itu memanglah berhasil dalam mengundang geliak tawa para penontonnya. Banyak orang yang menyebut Mr. Bean adalah orang yang tolol dan bodoh karena tingkah lakunya itu. Memang benar bahwa tokoh Mr. Bean memperlihatkan keanehan yang konyol sehingga banyak orang yang berasumsi bahwa Mr. Bean hanyalah seorang pelawak biasa yang tidak berpendidikan. Namun yang sebenarnya adalah Sosok Mr. Bean atau nama aslinya Rowan Atkinson ini adalah seseorang yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Di layar kaca memang berlagak bodoh, namun di dunia nyata sosok Rowan ini adalah orang yang genius. Dia memiliki IQ yang tinggi. Bahkan dia telah menyabet gelar cumlaude dengan nilai IPK tertinggi diantara mahasiswa lainnya. Maka tak heran apabila Rowan ini masuk kedalam daftar pelawak yang cerdas.

    Dengan itu semua, kita bisa belajar banyak dari kehidupan Mr. Bean dalam layar kaca ataupun dari Rowan Sebastian Atkinson dalam dunia nyata. Keduanya sama-sama memberikan nilai positif dalam kehidupan. Dan nilai-nilai berharga itu sangat layak diterapkan oleh semua kalangan dalam menjalani kehidupan dan kesehariannya.

 

*Siswa Kelas XI MIPA 3 MAN 3 Banyuwangi Srono

 

 

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger