Pages

Home » » Lantunan Puisi Kemanusiaan: Doa Para Penyair Banyuwangi untuk Kedamaian Dunia

Lantunan Puisi Kemanusiaan: Doa Para Penyair Banyuwangi untuk Kedamaian Dunia

BANYUWANGI, (Warta Blambangan) Dari kejauhan bumi Timur Tengah, kabar duka terus berembus, membawa getir yang tak hanya mengoyak tanah yang dilanda konflik, tetapi juga mengguncang rasa kemanusiaan umat manusia. Di tengah gemuruh perang yang kian menajamkan luka, para penyair di Banyuwangi memilih jalan yang teduh: menadahkan kata sebagai doa, merangkai puisi sebagai ikhtiar spiritual untuk mengetuk langit.


Sebagai wujud kepedulian dan panggilan nurani, komunitas penyair Banyuwangi akan menggelar kegiatan bertajuk “Lantunan Puisi Kemanusiaan” pada Selasa, 14 April 2026 pukul 14.00 WIB di Langgar Art Banyuwangi. Sebuah ruang sederhana yang akan menjadi saksi, bagaimana kata-kata dilahirkan bukan sekadar untuk didengar, tetapi untuk dipanjatkan.

Perhelatan ini menghadirkan berbagai elemen lintas komunitas, di antaranya Lentera Sastra Banyuwangi, Forum 28, IPNU-IPPNU Banyuwangi, Komite Bahasa dan Sastra Dewan Kesenian Blambangan (DKB), serta HISKI Komisariat Banyuwangi. Mereka berhimpun dalam satu niat: menyulam doa bersama, agar dunia kembali menemukan damainya.

Ketua panitia, Ayung Notonegoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan batin yang tak lagi mampu dibungkam oleh diam.

“Ini adalah ikhtiar kecil kami. Ketika tangan tak mampu menjangkau medan konflik, maka doa dan kata adalah jalan yang kami tempuh. Semoga lantunan puisi ini sampai sebagai munajat bagi perdamaian dunia,” tuturnya dengan penuh harap.

Sementara itu, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, memaknai puisi sebagai suara hati yang dapat menjelma doa, bahkan menjadi zikir yang mengalir dalam kesunyian.

“Puisi adalah jalan pulang bagi nurani. Ia mengajarkan kita untuk merasakan luka sesama, dan dari sanalah lahir doa-doa yang tulus. Kami percaya, setiap bait yang dibacakan adalah harapan yang diangkat ke langit,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perang tidak pernah melahirkan kemenangan sejati, melainkan hanya menyisakan kehancuran dan duka yang berkepanjangan. Bahkan, para penjaga perdamaian dunia yang mengemban amanah kemanusiaan pun tak luput dari risiko gugur di medan tugas.

Melalui kegiatan ini, para penyair Banyuwangi ingin mengirimkan pesan yang bening: bahwa dunia tidak membutuhkan lebih banyak amarah, melainkan lebih banyak kasih dan kebijaksanaan. Bahwa setiap bangsa berhak hidup dalam damai, tanpa bayang-bayang kekerasan dan keserakahan kekuasaan.

Di Langgar Art nanti, puisi-puisi akan dilantunkan bukan sekadar sebagai karya, melainkan sebagai doa yang bergetar. Sebab selama kata masih mampu mengetuk hati, dan doa masih terangkat ke langit, harapan akan perdamaian tidak akan pernah benar-benar padam.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger