BANYUWANGI (Warta Blambangan) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di GOR Tawang Alun Banyuwangi ini merupakan bagian dari strategi institusional Kementerian Agama dalam memperkuat kohesi sosial dan internalisasi nilai-nilai kerukunan di tengah masyarakat multikultural.
Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta yang berasal dari berbagai unsur, meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-kabupaten, peserta didik madrasah di wilayah perkotaan Banyuwangi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lintas agama. Tingginya partisipasi lintas sektor ini mencerminkan adanya kesadaran kolektif terhadap pentingnya penguatan harmoni sosial sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa jalan sehat kerukunan berfungsi sebagai medium edukatif dalam menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan persatuan. Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan modal sosial strategis yang berkontribusi signifikan terhadap stabilitas sosial dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Dalam konteks peringatan HAB ke-80, kegiatan ini dimaknai sebagai momentum reflektif untuk mempererat jejaring sosial dan memperkuat solidaritas antarkelompok masyarakat. Kerukunan, lanjutnya, tidak cukup dipahami secara normatif, melainkan perlu diaktualisasikan melalui aktivitas kolektif yang melibatkan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat.
Pemilihan rute kegiatan di sekitar kawasan GOR Tawang Alun didasarkan pada pertimbangan teknis dan fungsional, khususnya terkait aspek keamanan, kenyamanan peserta, serta efektivitas pengelolaan arus lalu lintas. Penataan rute ini bertujuan memastikan kegiatan berlangsung secara tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas publik di pusat Kota Banyuwangi.
Secara konseptual, jalan sehat kerukunan ini tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas promotif kesehatan, tetapi juga sebagai representasi empiris sinergi lintas iman, lintas generasi, dan lintas kelembagaan. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama menegaskan perannya sebagai institusi strategis dalam membangun dan memelihara kohesi sosial masyarakat dalam bingkai persatuan dan kerukunan nasional.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar