Pages

Cahaya Ramadhan di Kementerian Agama

Banyuwangi (Warta Blambangan) Pagi itu, embun masih menggantung di ujung dedaunan ketika para pegawai Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi mulai berdatangan. Suasana yang berbeda terasa menyelimuti kantor—udara yang sejuk berpadu dengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari Masjid Ar-Royan. Hari pertama masuk kerja di bulan suci Ramadhan diawali dengan tadarus Al-Qur'an, serentak di seluruh unit kerja, sebagai bagian dari program Ramadhan Fest. 


Di masjid, para pegawai laki-laki duduk bersila, menyimak bacaan Al-Qur’an dengan penuh khusyuk. Sementara itu, di aula bawah kantor, para pegawai perempuan dengan suara lembut melantunkan ayat-ayat suci, menciptakan harmoni yang menenangkan jiwa. Sebelum tadarus dimulai, sholat dhuha bersama menjadi awal dari hari yang penuh keberkahan.

Di tengah suasana yang syahdu, Kepala Kantor Kementerian Agama, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan pesan hangatnya. “Ramadhan adalah bulan untuk menyucikan hati dan memperkuat kebersamaan. Semoga dengan tadarus ini, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga semakin bersemangat dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Sistem bergiliran telah diatur, memastikan bahwa setiap pegawai memiliki kesempatan untuk ikut serta tanpa mengganggu tugas utama mereka. Dengan wajah penuh ketenangan, mereka bergantian menyusuri lembar demi lembar kitab suci, seraya menyerap hikmah yang terkandung di dalamnya.

Bagi mereka, tadarus bukan sekadar rangkaian kegiatan, melainkan sebuah pengingat akan hakikat ibadah dalam bekerja. Setiap ayat yang dibaca seakan menjadi doa yang mengiringi langkah mereka dalam menjalankan amanah.

Hari itu, semangat Ramadhan menyatu dengan semangat pengabdian. Dan di antara lantunan ayat-ayat suci, ada doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus—agar keberkahan bulan suci ini meresap ke dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Komunitas Pendukung Ipuk Respon Cepat Keluhan Warga, Salurkan Bantuan Sembako

Banyuwangi (Warta Blambangan) Komunitas Pendukung Ipuk (KPI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pro rakyat Bupati Ipuk Fiestiandani dengan respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Dipimpin oleh Veri Kurniawan S.ST., S.H. dan Saleh Picky Asyhari, S.H., KPI bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. 


Veri Kurniawan menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal KPI dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang belum tersentuh bantuan pemerintah daerah. Salah satu penerima bantuan kali ini adalah Ibu Rohimah, warga Desa Kepuh Wetan, Kalirejo, Banyuwangi.

"Ini adalah langkah awal kami untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Ini merupakan bentuk komitmen KPI untuk berkontribusi dalam program Bupati Ipuk yang pro rakyat, demi mengurangi angka kemiskinan di Banyuwangi," ungkap Veri pada awak media, Sabtu (2/3).

Menurutnya, kasus seperti yang dialami Ibu Rohimah seharusnya menjadi perhatian utama pemerintahan desa, mengingat desa memiliki cakupan yang lebih spesifik dalam memahami kondisi warganya.

"Seharusnya pemerintah desa lebih cepat tanggap terhadap kondisi warganya, karena mereka yang paling paham dengan situasi di wilayahnya. Bupati mencakup seluruh Banyuwangi, bukan hanya satu desa saja. Namun, saya yakin Bupati Ipuk melalui timnya akan segera memberikan solusi terbaik bagi masyarakat," tambahnya.

Lebih lanjut, Veri menegaskan bahwa Banyuwangi akan semakin maju jika semua elemen masyarakat saling bergotong royong dalam gerakan positif. KPI sendiri telah aktif dalam berbagai aksi sosial, termasuk mengusulkan puluhan bedah rumah serta pemasangan lampu penerangan jalan dengan biaya mandiri.

"Kami tidak hanya sekadar mendukung Bupati Ipuk, tetapi juga berusaha memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap Banyuwangi," tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan, KPI berharap langkah-langkah yang diambil dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan sosial di Banyuwangi. (*)

Beredar Undangan Bodong Satgas Saber Pungli di Pendopo Sabha Swagata, Pejabat Tertipu

Banyuwangi, (Warta Blambangan) Sejumlah pejabat tingkat kabupaten dari Banyuwangi dan Situbondo sempat dibuat kebingungan setelah menerima undangan acara Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) yang ternyata tidak jelas keberadaannya. Undangan tersebut mengarahkan mereka ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan, namun saat tiba di lokasi, suasana sepi tanpa tanda-tanda adanya kegiatan resmi, Minggu (02/03/2025).



Salah satu pejabat yang datang adalah perwakilan dari Kantor ATR/BPN Kabupaten Situbondo. Beruntung, staf dengan jabatan Kasubsi yang mewakili kepala kantor tersebut berdomisili di Banyuwangi, sehingga tidak mengalami perjalanan jauh yang sia-sia.


Investigasi awal mengungkapkan bahwa awal undangan ini diduga berasal dari akun WhatsApp seorang bernama Hakim Said, yang merupakan owner Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa nomor WhatsApp hakim Said telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pejabat dan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima undangan resmi serta selalu melakukan verifikasi sebelum menghadiri acara yang mencurigakan. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas penyebaran undangan palsu tersebut.

Kebakaran Box Meteran Listrik di Kantor CKPP Banyuwangi Diduga Akibat Korsleting

Banyuwangi (warta Blambangan) Asap hitam mengepul dari halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (CKPP) Kabupaten Banyuwangi di Jl. HOS Cokroaminoto 101, Jumat (28/02/2025). Sebuah box meteran listrik terbakar, diduga akibat hubungan arus pendek. 


Insiden ini pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB. Plt. Kepala Dinas CKPP Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., mengonfirmasi bahwa pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Tim Damkar yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Dalam waktu 10 menit, mereka tiba di lokasi dengan armada dan peralatan lengkap. Bersama Redkar Mako Induk serta relawan dari Barack, petugas berjibaku menjinakkan api yang sempat berkobar dan mengancam menyebar.

"Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit, tepatnya pukul 12.00 WIB," jelas Suyanto.

Meskipun box meteran listrik hangus terbakar, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perawatan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa. Dengan penanganan cepat dan sinergi antarpetugas, kebakaran ini berhasil dicegah agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Festival Ngerandu Buko di Marina Boom: Serunya Berburu Takjil Sambil Kampanyekan Diet Plastik

Banyuwangi (Warta Blambangan) Senja di Pantai Marina Boom terasa lebih semarak dari biasanya. Aroma makanan khas Ramadan menyeruak di antara kerumunan warga yang berburu takjil. Sabtu (1/3/2025), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir membuka Festival Ngerandu Buko, sebuah ajang ngabuburit yang dikemas dalam pasar takjil, sekaligus mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.



Pasar takjil Ramadan tahun ini tersebar di 78 titik dengan melibatkan 1.480 pelaku UMKM. Marina Boom menjadi salah satu lokasi favorit, tempat warga mencari menu berbuka dari yang tradisional hingga kekinian. Ipuk pun tak ingin sekadar meresmikan acara. Sambil membawa tas belanja kain, ia menyusuri deretan lapak pedagang, membeli aneka takjil mulai dari ubi dan pisang rebus, es daluman, hingga roti canai.


"Ayo dukung UMKM kita dengan berbelanja di pasar takjil. Tapi saya juga ingin mengajak masyarakat mulai mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja sendiri," ujarnya.


Ia mengimbau agar masyarakat tidak lagi bergantung pada plastik sekali pakai. Membawa wadah sendiri dari rumah, menurutnya, bisa menjadi kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi lingkungan.


"Perlahan, mari kita biasakan diet kantong plastik. Saya juga mendorong para penjual untuk mulai mengganti wadah plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan," tambahnya.


Ramadan bagi Ipuk bukan hanya tentang ibadah dan kebersamaan, tetapi juga tentang menggerakkan ekonomi rakyat. Setiap tahun, ia selalu mendorong agar pasar takjil digelar di berbagai wilayah Banyuwangi. Selain memberi ruang bagi UMKM, tradisi berburu takjil juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat warga.


Saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, suasana di Marina Boom semakin ramai. Warga terus berdatangan, menikmati suasana Ramadan yang khas. Berburu takjil bukan lagi sekadar mencari makanan berbuka, tetapi juga menjadi langkah kecil untuk menjaga bumi t

etap lestari.


Patroli Dini Hari, Polresta Banyuwangi Amankan Pemuda Konsumsi Miras di GOR

Banyuwangi (warta Blambangan) Hawa dingin dini hari tak menyurutkan langkah Tim Patroli Perintis Presisi Satsamapta Polresta Banyuwangi dalam menjaga keamanan kota. Minggu (02/02/2025), mereka menyusuri ruas jalan yang lengang, memastikan ketertiban tetap terjaga.

Saat melintas di sekitar GOR Banyuwangi, sorot lampu senter mereka menangkap bayangan sekelompok pemuda yang tengah asyik berkumpul. Suasana yang awalnya hening berubah ketika petugas mendapati tiga botol arak di tengah lingkaran mereka. Sejenak, keheningan menyelimuti, sebelum akhirnya petugas mendekat dan memberi imbauan. 


“Jangan sampai kebiasaan ini membawa kalian ke dalam masalah,” ujar salah seorang petugas, seraya meminta para pemuda untuk menunjukkan identitas mereka. Tak ingin hanya memberi teguran, petugas juga mengamankan barang bukti, memastikan minuman keras tersebut tak lagi menjadi pemicu potensi gangguan ketertiban.

Kasat Samapta Polresta Banyuwangi, Kompol Basori Alwi, S.H., M.H., menegaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari Program Perintis Presisi yang rutin dilakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif.

"Kami ingin memastikan lingkungan tetap aman. Konsumsi miras di tempat umum bisa memicu gangguan keamanan, dan ini yang kami cegah sejak dini," ungkapnya.

Senada, Kanit Patroli Presisi Satsamapta, Ipda Eko Tjuk, S.H., menjelaskan bahwa patroli ini bukan sekadar tindakan preventif, tetapi juga bagian dari upaya memberantas penyakit masyarakat.

"Tempat-tempat rawan seperti ini selalu menjadi perhatian kami. Patroli akan terus kami lakukan secara berkelanjutan untuk menjaga ketertiban," tegasnya.

Dengan langkah tegas namun tetap mengedepankan pembinaan, kepolisian berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Lebih dari sekadar patroli, ini adalah ajakan bagi semua pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan Banyuwangi yang lebih aman dan tertib.

Ngrandu Sahur: Secangkir Kopi, Sejuta Gagasan

Banyuwangi (Warta Blambangan) Malam merambat menuju dini hari, ketika obrolan di sudut Kafe d'Copiz semakin hangat. Secangkir kopi mengepul di meja-meja kecil, menemani diskusi yang menggeliat di antara para jurnalis dan pegiat literasi Banyuwangi. Malam itu, Sabtu (01/03/2025), mereka berkumpul dalam acara "Ngrandu Sahur," sebuah forum santai yang menjelma menjadi ajang bertukar gagasan, merajut kolaborasi, dan meneguhkan komitmen terhadap dunia jurnalistik serta sastra. 


Di antara mereka, tampak Ricky Suliwan, Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), yang duduk berdampingan dengan Syafaat, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi. Moh Husen, penulis yang tak asing di dunia literasi, turut menyimak obrolan yang mengalir seperti aliran kopi dalam cangkir-cangkir mereka.

Syafaat, dengan nada santai namun penuh makna, menyampaikan pandangannya. “Ngopi bareng seperti ini sering kali memantik ide-ide baru. Kadang dari obrolan ringan, lahir gagasan besar yang bisa kita kembangkan,” ujarnya. Matanya berbinar, seakan membayangkan beragam ide yang siap dieksekusi setelah malam ini.

Ricky Suliwan mengangguk setuju. Baginya, sinergi antar komunitas adalah kunci dalam menghidupkan ekosistem jurnalistik dan literasi. "KJJT sudah beberapa kali berkolaborasi dengan Lentera Sastra, dan ke depan, kami ingin semakin mempererat kerja sama ini. Literasi bukan hanya soal tulisan, tapi juga gerakan," katanya.

Malam semakin larut, tetapi semangat mereka tak meredup. Di antara denting sendok yang menyentuh cangkir, di antara aroma kopi yang menguar di udara, mereka menyusun rencana. Ngrandu Sahur bukan sekadar bincang-bincang sahur biasa—ia adalah pijakan bagi masa depan literasi Banyuwangi.

Di luar, fajar mulai menyingsing, menyambut gagasan-gagasan yang siap lahir dan berkembang. (*)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger