Pages

Lentera Sastra Banyuwangi Agendakan Menulis Cerita-cerita Rakyat Banyuwangi

Banyuwangi, (Warta Blambangan) Bertepatan dengan libur Imlek, Rabu (29/01/2025) komunitas Lentera Sastra Banyuwangi menggelar kegiatan Ngopi Sastra (Ngobrol Inspirasi Sastra) di Pantai Cacalan, Banyuwangi. Acara ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan tahun sebelumnya sekaligus merancang program kerja tahun 2025.



Dalam kesempatan tersebut, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa pada tahun 2025, komunitas ini akan fokus pada dua agenda utama, yaitu pelatihan menulis cerita pendek berlatar Banyuwangi dan bimbingan teknis konvensi hak anak. Selain itu, mereka juga berencana mengadakan pelatihan pembuatan video profesional sebagai bentuk pengembangan keterampilan kreatif bagi para anggotanya.



Dalam sesi awal, para peserta berdiskusi mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024. Beberapa program yang berhasil dijalankan di antaranya adalah pelatihan jurnalistik sastra, diskusi puisi, serta keterlibatan anggota komunitas dalam berbagai acara budaya dan literasi di Banyuwangi.



“Banyak capaian yang membanggakan di tahun 2024. Kita telah melibatkan lebih banyak anak muda dalam dunia sastra dan memperkenalkan sastra lokal kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Ketua Lentera Sastra Banyuwangi.


Namun, ia juga menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya dan masih perlunya peningkatan kualitas karya yang dihasilkan. Oleh karena itu, evaluasi ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki dan meningkatkan program di tahun 2025.


Salah satu program unggulan tahun ini adalah pelatihan menulis cerita pendek berlatar Banyuwangi. Ketua komunitas menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan dapat diangkat dalam berbagai karya sastra.


“Dari legenda Sri Tanjung-Sidopekso, kisah Buyut Cili, hingga mitos-mitos tentang Ijen dan Alas Purwo, semua itu bisa menjadi sumber inspirasi yang tak ada habisnya,” katanya.


Pelatihan ini diharapkan dapat menggali lebih banyak potensi penulis muda yang ingin mengangkat kearifan lokal dalam karya mereka. Dengan pendekatan kreatif, para peserta akan dibimbing untuk mengolah cerita rakyat menjadi cerpen yang menarik, tidak hanya bagi pembaca lokal tetapi juga untuk audiens yang lebih luas.



Selain fokus pada pengembangan sastra, Lentera Sastra Banyuwangi juga berkomitmen pada isu sosial, salah satunya adalah hak anak. Oleh karena itu, mereka akan mengadakan bimbingan teknis konvensi hak anak bagi para anggotanya.


“Kami ingin menjadikan sastra sebagai media edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak. Melalui cerita dan puisi, kita bisa menyampaikan pesan penting dengan cara yang lebih mengena,” jelas Syafaat.


Bimbingan ini akan melibatkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk pegiat literasi, aktivis perlindungan anak, dan akademisi. Harapannya, anggota Lentera Sastra Banyuwangi tidak hanya mampu menghasilkan karya sastra yang berkualitas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.



Sebagai bentuk adaptasi dengan perkembangan zaman, Lentera Sastra Banyuwangi juga akan mengadakan pelatihan pembuatan video profesional. Program ini bertujuan untuk membekali anggota dengan keterampilan dalam produksi konten digital, terutama dalam mengemas karya sastra dalam bentuk visual.


“Kita tidak bisa hanya terpaku pada media cetak. Sastra juga bisa berkembang dalam bentuk video, film pendek, atau bahkan animasi. Dengan keterampilan ini, kita bisa menjangkau lebih banyak orang dan memperkenalkan sastra Banyuwangi dengan cara yang lebih modern,” ujar Ambar Afiah salah satu anggota komunitas.


Pelatihan ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari penulisan skenario, teknik pengambilan gambar, hingga proses editing. Dengan demikian, peserta dapat mengolah karya sastra mereka menjadi konten digital yang menarik dan berkualitas.


Dipilihnya Pantai Cacalan sebagai lokasi Ngopi Sastra bukan tanpa alasan. Pantai yang terletak di wilayah Kalipuro, Banyuwangi ini dikenal dengan suasana yang tenang dan pemandangan Selat Bali yang indah.


“Tempat ini sangat inspiratif. Angin laut, suara ombak, dan keindahan alamnya membuat kita lebih rileks dan kreatif. Sastra butuh suasana yang mendukung, dan Pantai Cacalan adalah salah satu tempat terbaik untuk itu,” ungkap Nur Saewan seorang  anggota Lentera Sastra 


Para anggota komunitas terlihat antusias mengikuti diskusi, sembari menikmati kopi dan kudapan yang disediakan. Beberapa bahkan spontan membaca puisi dan berbagi pengalaman mereka dalam menulis.



Dengan agenda yang sudah dirancang, Lentera Sastra Banyuwangi berharap tahun 2025 menjadi tahun yang lebih produktif dan bermanfaat bagi komunitas sastra di Banyuwangi. Mereka mengajak lebih banyak anak muda untuk bergabung dan berkontribusi dalam dunia literasi.


“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tapi juga tentang menyampaikan pesan, menggali kearifan lokal, dan menyebarkan inspirasi. Mari kita bersama-sama menjadikan sastra sebagai bagian dari kehidupan kita,” pungkas Syafaat.


Dengan semangat baru, Lentera Sastra Banyuwangi siap melangkah lebih jauh, membawa sastra Banyuwangi ke tingkat yang lebih tinggi.

Perkemahan Siaga Ceria MI Darun Najah II Banyuwangi Berlangsung Meriah

Banyuwangi (Warta Blambangan) – Sebanyak 35 anggota Siaga dari Gugusdepan Banyuwangi 01-170 Pangkalan MI Darun Najah II memanfaatkan liburan mereka dengan mengikuti kegiatan Siaga Ceria yang dilaksanakan pada Selasa (28/01/2025) di halaman madrasah. Perkemahan ini menjadi pengalaman pertama bagi para anggota Siaga dan berlangsung dengan penuh keceriaan. 


Kegiatan Siaga Ceria ini merupakan perkemahan perdana bagi anggota Siaga MI Darun Najah II. Inisiatif ini muncul dari keinginan kuat para anggota Siaga yang telah lama ingin merasakan pengalaman berkemah layaknya Pramuka Penggalang. Perkemahan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai berbagai keterampilan kepramukaan yang bermanfaat.

Yanda Samsul Anam, pembina Pramuka yang memimpin kegiatan ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab para peserta. “Kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus membangun karakter mereka,” jelasnya.

Berbagai keterampilan kepramukaan diajarkan dalam kegiatan ini, termasuk mendirikan tenda, semaphore, permainan perindukan Siaga, baris-berbaris gerakan di tempat, dan tali-temali. Mendirikan tenda menjadi salah satu aktivitas yang sangat diminati oleh peserta. Meski sempat mengalami kesulitan, anak-anak berhasil menyelesaikan tugas ini dengan bantuan tiga Bucik dari Saka Wanabakti Wongsokaryo yang bernaung di Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Banyuwangi.

Latihan semaphore juga menjadi kegiatan favorit peserta. Mereka tampak antusias mempelajari cara mengirimkan pesan melalui gerakan bendera. Selain itu, kegiatan tali-temali yang diajarkan memberikan keterampilan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Permainan perindukan Siaga turut menambah keceriaan dalam perkemahan. Permainan ini dirancang untuk melatih kekompakan dan kebersamaan antaranggota kelompok. Sementara itu, latihan baris-berbaris membantu peserta memahami pentingnya kedisiplinan dan koordinasi.


Bunda Majidatul Himmah, selaku Kamabigus MI Darun Najah II, hadir memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan penting kepada para peserta.

“Pramuka Siaga harus memegang teguh Dwi Satya dan Dwi Darma, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah perkemahan ini, saya berharap ada perubahan positif dalam sikap dan perilaku kalian,” ujar Bunda Majidah.

Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia, pembina, yang telah mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu menjadi agenda rutin untuk terus menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada siswa-siswi madrasah.


Setelah rangkaian kegiatan selesai, perkemahan Siaga Ceria diakhiri dengan upacara penutupan. Dalam upacara ini, penghargaan diberikan kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan kedisiplinan mereka selama kegiatan berlangsung.

Sebelum meninggalkan lokasi, para peserta bersama-sama membongkar tenda dan membersihkan area perkemahan. Kegiatan ini dilakukan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab mereka sebagai anggota Pramuka. Dengan membongkar tenda dan membersihkan lokasi, mereka juga belajar untuk tidak meninggalkan jejak negatif di mana pun mereka berada,” ujar salah satu Bucik.


Bagi para peserta, perkemahan Siaga Ceria ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Salah satu peserta, merasa senang bisa belajar banyak hal baru. “Saya paling suka mendirikan tenda dan belajar semaphore. Awalnya sulit, tapi setelah diajari oleh Yanda, saya jadi bisa. Rasanya senang sekali,” ungkapnya. 

“Kegiatan ini seru sekali, terutama saat bermain game perindukan. Saya belajar bekerja sama dengan teman-teman dan merasa lebih dekat dengan mereka,” ujarnya.

Keberhasilan kegiatan Siaga Ceria ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi MI Darun Najah II untuk terus mengembangkan program kepramukaan. Bunda Majidatul Himmah menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Kami berharap kegiatan kepramukaan ini tidak hanya berhenti di sini. Perkemahan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan untuk terus membangun karakter siswa-siswi kami,” ujar Majidah 

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta membawa pulang pengalaman berharga dan pelajaran yang tak terlupakan. Perkemahan Siaga Ceria telah membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan mampu memberikan manfaat yang luar biasa dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

Mantan Artis dan Anggota DPD RI Emilia Contessa Meninggal Dunia di RSUD Blambangan

 Banyuwangi (Warta Blambangan,) Kabar duka datang dari Banyuwangi. Emilia Contessa, anggota Dewan  Perwakilan Daerah (DPD) periode 2014-2019 Jatim  dikabarkan meninggal dunia Senin (27/1) di RSUD Blambangan pukul 18.00. Penyanyi yang tenar di era 1970 -1980 itu tutup usia akibat penyakit gagal jantung.



Pukul 19.00, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Gajah Mada Banyuwangi. Informasi yang di peroleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum dibawa ke RSUD Blambangan, Emilia sudah punya riwayat penyakit kencing manis. Namun, ketika diperiksa dokter spesialis jantung, yang bersangkutan divonis  gagal jantung.


”Memang benar pasien atas nama Emilia Contessa meninggal di RSUD Blambangan   Senin tanggal 27 Januari 2025 pukul 18.00.  Pukul 07.00 masuk RSUD karena penyakit diabetes militus. Pukul 15.30 sesak napas, lalu diperiksa dokter spesialis jantung, dr Nelly. Hasil diagnosa ternyata gagal jantung. Ketika hendak dibawa ke ruang ICU VIP yang bersangkutan meninggal dunia,’’ ujar Wakil Direktur RSUD Blambangan, Budi Priambodo (team)




Puncak HAB Kementerian Agama: Resepsi di Aston Hotel, Buku Karya ASN Diluncurkan

Bayuwangi, (Warta Blambangan)– Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar resepsi puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-79 di ballroom Aston Hotel and Conference Center, Jumat malam. Acara ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Sruji Bakhtiar, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, beserta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala KUA kecamatan, pengawas madrasah, penyuluh agama, serta komunitas Lentera Sastra Banyuwangi.



Dalam sambutannya, Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa resepsi ini merupakan salah satu puncak kegiatan dalam rangka memperingati HAB Kementerian Agama. Salah satu momen penting dalam acara tersebut adalah peluncuran buku karya keluarga besar Kementerian Agama yang digagas oleh Lentera Sastra Banyuwangi. “Karya ini menjadi bukti bahwa ASN Kementerian Agama tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga memiliki kontribusi dalam dunia literasi,” ujarnya.


Sementara itu, Dr. Sruji Bakhtiar dalam pidatonya menekankan pentingnya meningkatkan spiritualitas di kalangan ASN. Menurutnya, spiritualitas yang kuat akan menjadi fondasi dalam membangun integritas. “Lebih sulit mengevaluasi diri sendiri daripada mengevaluasi orang lain. Karena itu, kita perlu memaksa diri untuk meningkatkan spiritualitas melalui ibadah. Ketika kita dekat dengan Tuhan, kita akan terhindar dari perbuatan yang dilarang,” jelasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya membiasakan anak-anak untuk melaksanakan ibadah, seperti sholat Dhuha, sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini. “Ikhlas itu bukan sekadar melakukan sesuatu seadanya, tetapi sesuai kemampuan terbaik kita. Kemungkaran sering terjadi karena ibadah, terutama sholat, dilakukan dengan kurang benar,” tambahnya.


Dr. Bakhtiar mengingatkan agar ASN senantiasa bersyukur atas nikmat yang diterima dengan cara bekerja sebaik mungkin. “Mensyukuri nikmat berarti memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan,” tutupnya.


Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan refleksi bagi seluruh ASN dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

TBM Al Djawahir Berkolaborasi dengan YDSF Banyuwangi Dalam Rangka Memperingati Isro Mi'roj

 


Taman Baca Masyarakat Al Djawahir berkolaborasi dengan YDSF Banyuwangi telah sukses menggelar “Roadshow Safari Pengkisah Inspiratif” di TK Aisyiyah 2 Genteng, SD Muhammadiyah 6 Genteng dan Taman Baca Masyarakat Al Djawahir. (21/1/25)

Kegiatan ini meghadirkan pencerita nasional Muhammad Jaka Siswono, S.Pd.I yang juga sebagai penggerak cerita, yang arab disapa Kak Jaka memandu peserta acara dalam perjalanan spiritual yang mendalam, seru, asyik dan menyenangkan. Dengan pengalamannya yang kaya akan keilmuan dan keterampilan bercerita yang mengagumkan, ia berhasil menyulut semangat kecintaan akan Nabi Muhammad SAW dihati para murid murid yang dengan antusias mendengarkan cerita dari Kak Jaka. Dengan gaya bercerita yang ramah dan ceria,  sebanyak 130 siswa TK Aisyiyah 2 Genteng ikut tertawa ketika Kak Jaka bercerita.

Batulil Handayani, Kepala Sekolah TK Aisyiyah 2 Genteng mengaku senang sekali bisa berkesempatan sekolahnya menjadi salah satu roadshow safari peringatan isro mi'roj, "Alhamdulillah, terimakasih TBM Al Djawahir dan YDSF yang sudah mengisi acara peringatan isro' mi'roj di TK kami, anak anak terlihat senang, dan harapannya bisa berkolaborasi lagi dalam acara atau kegiatan yang lain." Ungkapnya.

Setelah dari TK Aisyiyah 2 Genteng, kegiatan digeser ke SD Muhammadiyah 6 Genteng. Kemeriahan acara ini juga terasa di masjid sekolah, 130 murid kelas 1 dan 2 SD Muhammadiyah 6 Menteng Genteng dengan penuh semangat mendengarkan kak Jaka bercerita.

Nur Hamdanah,S.Pd Kepala sekolah SD Muhammadiyah 6 Genteng mengatakan, "Kami ingin dengan penyampaian lewat bercerita ini, anak anak memahami apa itu isro mi'roj, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad. Terimakasih TBM Al Djawahir dan YDSF Banyuwangi yang sudah mengadakan acara roadshow safari pengkisah inspiratif ini, dengan salah satunya di sekolah kami."

 


Disela sela bercerita tentang peristiwa isro mi'roj, Kak Jaka juga mengajak murid murid untuk ikut berempati kepada saudara saudara yang berada di palestina. Anak-anak dengan penuh semangat memberikan donasi langsung satu per satu dan memasukkannya ke dalam kotak donasi. Ini bukan hanya tentang memberikan uang, tetapi juga tentang membiasakan diri untuk berbagi dan peduli kepada sesama.

Acara selanjutnya yang bertempat di pelataran Taman Baca Al Djawahir, mengundang 100 murid TPA/TPQ Gambiran, untuk mengikuti sosialisasi kesehatan gigi dan mulut dengan pemateri dari Rumah Sakit Al Huda, serta mendengarkan cerita peristiwa isro mi'roj.

Edukasi gigi dan mulut dimulai dengan mendongeng "Monster Gigi" yang dibawakan Endah Ari P. Kepala sekolah PAUD Al Huda. Setelah itu penyuluhan kesehatan gigi dan mulut oleh bu bidan Nindy Ayu Megasari, A.Md, Keb.

Dalam kesempatan ini pula TBM Al Djawahir mendapat donasi buku dari Bu Handayani Benculuk, beliau mendonasikan buku pelajaran untuk bisa dimanfaatkan di TBM.

Dafik Ismail Ketua Taman Baca Masyarakat Al Djawahir dalam sambutannya memberikan pesan kepada murid murid TPA/TPQ bahwa di TBM ini bisa membaca buku, belajar pelajaran sekolah, juga tersedia berbagai macam permainan edukasi, "Anak anan bisa main di Taman Baca ya, TBM terbuka setiap hari. Disini banyak buku cerita, buku pelajaran dan berbagai macam permainan."

"Terimakasih juga saya sampaikan kepada para pihak yang mensupport acara peringatan isro mi'roj yang diadakan di pelataran Taman Baca Masyarakat Al Djawahir. Rumah sakit Al Huda, Prasasti Advertising, Enggal Modified dan YDSF Banyuwangi. Semoga kita bisa berkolaborasi kembali untuk bisa mengadakan kegiatan kegiatan yang positif lainnya." ungkap Dafik.

Sesi terakhir dari serangkaian acara ini mendengarkan cerita peristiwa isro mi'roj oleh Kak Jaka, dan di tutup dengan pembagian sikat gigi dan majalah Al Falah. (Q'Nin)



 

Peringati Isro Mi'roj, Taman Baca Masyarakat Al Djawahir Gandeng YDSF Banyuwangi Gelar Acara Bercerita


Gambiran, 21 Januari 2025
– Dalam suasana yang penuh makna, Taman Baca Masyarakat (TBM) Al Djawahir berkolaborasi dengan YDSF Banyuwangi untuk menggelar acara bercerita yang melibatkan 80 murid TPA/TPQ di Gambiran. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj, tetapi juga untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui pengamalan sholat.

Tema dan Pencerita

Acara ini menghadirkan pencerita nasional, Muhammad Jaka Siswono, S.Pd.I, yang akrab disapa Kak Jaka. Dengan pengalaman dan keterampilan bercerita yang mengagumkan, Kak Jaka memandu peserta dalam perjalanan spiritual yang mendalam, seru, dan menyenangkan. Para murid TPA/TPQ tampak antusias mendengarkan cerita yang disampaikan, yang berhasil menyulut semangat kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW.


Makna Isra Mi’raj

Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT. Peristiwa ini terdiri dari dua bagian: Isra, yang menggambarkan perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan Mi’raj, yang merupakan perjalanan dari Bumi menuju langit ke-6 untuk menerima wahyu dari Allah SWT.



Pesan Solidaritas

Momen istimewa ini juga menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. TBM Al Djawahir dan YDSF mengajak para murid untuk tidak melupakan saudara-saudara mereka di Palestina yang tengah berjuang dalam kondisi sulit. Pesan solidaritas ini diharapkan dapat membangkitkan kepedulian di kalangan anak-anak.


Donasi Buku dan Harapan untuk Masa Depan

Dalam acara ini, TBM Al Djawahir menerima donasi buku pelajaran dari Bu Handayani Benculuk, yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar di TBM. Ketua TBM Al Djawahir, Dafik Ismail, menyampaikan pesan kepada para murid bahwa TBM adalah tempat yang terbuka setiap hari untuk membaca buku, belajar, dan bermain dengan berbagai mainan edukasi. Ia berharap TBM dapat meningkatkan minat baca anak-anak dan mengurangi ketergantungan pada gadget.


Penutupan Acara

Acara ini ditutup dengan pemberian cindera mata dari YDSF Banyuwangi kepada TBM Al Djawahir dan pembagian majalah Al Falah kepada para murid TPA/TPQ. Dafik Ismail berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan positif di TBM Al Djawahir demi masyarakat umum.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.(Q'Nin)



Siaga Gigi Sehat Melalui Penyuluhan di Taman Baca Masyarakat Al Djawahir

 


Taman Baca Masyarakat (TBM) Al Djawahir mengadakan kegiatan sosialisasi kesehatan gigi di pelataran TBM Al Djawahir Gambiran, yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Al Huda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Acara yang dilaksanakan pada 21 Januari 2025, dengan Nindy Ayu Megasari, A.Md, Keb sebagai pembicara utama yang memberikan edukasi langsung kepada siswa.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Dafik Ismail sebagai Ketua Taman Baca Masyarakat Al Djawahir, yang mengungkapkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari TBM Al Djawahir dan mengedukasi murid murid TPQ tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi secara teratur. “Kami ingin mengedukasi anak-anak agar mereka memahami bahwa merawat gigi sejak dini akan berdampak besar pada kesehatan mereka di masa depan. Kami juga ingin menumbuhkan kebiasaan baik menjaga kesehatan gigi sejak dini, sehingga anak-anak dapat terhindar dari masalah gigi di masa depan. Kesehatan gigi yang baik juga berperan penting dalam kualitas hidup mereka” ujar pegiat literasi ini.

Edukasi gigi dan mulut dimulai dengan  mendongeng "Monster Gigi" yang dibawakan Endah Ari P. Kepala Sekolah PAUD Al Huda. Setalah itu penyuluhan kesehatan gigi dan mulut oleh kak Nindy memberikan pemahaman komprehensif mengenai cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, para murid TPQ diajak untuk mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar, memilih pasta gigi yang tepat, serta mengetahui dampak buruk dari kebiasaan mengkonsumsi makanan manis yang berlebihan.

Selain pembelajaran teori, para siswa juga berkesempatan untuk bertanya langsung mengenai permasalahan gigi yang mereka hadapi. Selama kegiatan, mereka diberikan hadiah berupa alat kebersihan gigi kepada seluruh murid TPQ yang hadir di acara ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang menyenangkan, sehingga anak-anak lebih semangat untuk belajar dan menjaga kebersihan gigi mereka.

Salah satu sesi kegiatan bercerita

Kegiatan ini juga menegaskan peran serta TBM Al Djawahir dan Rumah Sakit Al Huda dalam meningkatkan pendidikan kesehatan gigi masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi kesehatan masyarakat.

Acara ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan gigi, serta tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat. (Q'Nin)



 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger