Pages

TBM Al Djawahir Berkolaborasi dengan YDSF Banyuwangi Dalam Rangka Memperingati Isro Mi'roj

 


Taman Baca Masyarakat Al Djawahir berkolaborasi dengan YDSF Banyuwangi telah sukses menggelar “Roadshow Safari Pengkisah Inspiratif” di TK Aisyiyah 2 Genteng, SD Muhammadiyah 6 Genteng dan Taman Baca Masyarakat Al Djawahir. (21/1/25)

Kegiatan ini meghadirkan pencerita nasional Muhammad Jaka Siswono, S.Pd.I yang juga sebagai penggerak cerita, yang arab disapa Kak Jaka memandu peserta acara dalam perjalanan spiritual yang mendalam, seru, asyik dan menyenangkan. Dengan pengalamannya yang kaya akan keilmuan dan keterampilan bercerita yang mengagumkan, ia berhasil menyulut semangat kecintaan akan Nabi Muhammad SAW dihati para murid murid yang dengan antusias mendengarkan cerita dari Kak Jaka. Dengan gaya bercerita yang ramah dan ceria,  sebanyak 130 siswa TK Aisyiyah 2 Genteng ikut tertawa ketika Kak Jaka bercerita.

Batulil Handayani, Kepala Sekolah TK Aisyiyah 2 Genteng mengaku senang sekali bisa berkesempatan sekolahnya menjadi salah satu roadshow safari peringatan isro mi'roj, "Alhamdulillah, terimakasih TBM Al Djawahir dan YDSF yang sudah mengisi acara peringatan isro' mi'roj di TK kami, anak anak terlihat senang, dan harapannya bisa berkolaborasi lagi dalam acara atau kegiatan yang lain." Ungkapnya.

Setelah dari TK Aisyiyah 2 Genteng, kegiatan digeser ke SD Muhammadiyah 6 Genteng. Kemeriahan acara ini juga terasa di masjid sekolah, 130 murid kelas 1 dan 2 SD Muhammadiyah 6 Menteng Genteng dengan penuh semangat mendengarkan kak Jaka bercerita.

Nur Hamdanah,S.Pd Kepala sekolah SD Muhammadiyah 6 Genteng mengatakan, "Kami ingin dengan penyampaian lewat bercerita ini, anak anak memahami apa itu isro mi'roj, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad. Terimakasih TBM Al Djawahir dan YDSF Banyuwangi yang sudah mengadakan acara roadshow safari pengkisah inspiratif ini, dengan salah satunya di sekolah kami."

 


Disela sela bercerita tentang peristiwa isro mi'roj, Kak Jaka juga mengajak murid murid untuk ikut berempati kepada saudara saudara yang berada di palestina. Anak-anak dengan penuh semangat memberikan donasi langsung satu per satu dan memasukkannya ke dalam kotak donasi. Ini bukan hanya tentang memberikan uang, tetapi juga tentang membiasakan diri untuk berbagi dan peduli kepada sesama.

Acara selanjutnya yang bertempat di pelataran Taman Baca Al Djawahir, mengundang 100 murid TPA/TPQ Gambiran, untuk mengikuti sosialisasi kesehatan gigi dan mulut dengan pemateri dari Rumah Sakit Al Huda, serta mendengarkan cerita peristiwa isro mi'roj.

Edukasi gigi dan mulut dimulai dengan mendongeng "Monster Gigi" yang dibawakan Endah Ari P. Kepala sekolah PAUD Al Huda. Setelah itu penyuluhan kesehatan gigi dan mulut oleh bu bidan Nindy Ayu Megasari, A.Md, Keb.

Dalam kesempatan ini pula TBM Al Djawahir mendapat donasi buku dari Bu Handayani Benculuk, beliau mendonasikan buku pelajaran untuk bisa dimanfaatkan di TBM.

Dafik Ismail Ketua Taman Baca Masyarakat Al Djawahir dalam sambutannya memberikan pesan kepada murid murid TPA/TPQ bahwa di TBM ini bisa membaca buku, belajar pelajaran sekolah, juga tersedia berbagai macam permainan edukasi, "Anak anan bisa main di Taman Baca ya, TBM terbuka setiap hari. Disini banyak buku cerita, buku pelajaran dan berbagai macam permainan."

"Terimakasih juga saya sampaikan kepada para pihak yang mensupport acara peringatan isro mi'roj yang diadakan di pelataran Taman Baca Masyarakat Al Djawahir. Rumah sakit Al Huda, Prasasti Advertising, Enggal Modified dan YDSF Banyuwangi. Semoga kita bisa berkolaborasi kembali untuk bisa mengadakan kegiatan kegiatan yang positif lainnya." ungkap Dafik.

Sesi terakhir dari serangkaian acara ini mendengarkan cerita peristiwa isro mi'roj oleh Kak Jaka, dan di tutup dengan pembagian sikat gigi dan majalah Al Falah. (Q'Nin)



 

Peringati Isro Mi'roj, Taman Baca Masyarakat Al Djawahir Gandeng YDSF Banyuwangi Gelar Acara Bercerita


Gambiran, 21 Januari 2025
– Dalam suasana yang penuh makna, Taman Baca Masyarakat (TBM) Al Djawahir berkolaborasi dengan YDSF Banyuwangi untuk menggelar acara bercerita yang melibatkan 80 murid TPA/TPQ di Gambiran. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj, tetapi juga untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui pengamalan sholat.

Tema dan Pencerita

Acara ini menghadirkan pencerita nasional, Muhammad Jaka Siswono, S.Pd.I, yang akrab disapa Kak Jaka. Dengan pengalaman dan keterampilan bercerita yang mengagumkan, Kak Jaka memandu peserta dalam perjalanan spiritual yang mendalam, seru, dan menyenangkan. Para murid TPA/TPQ tampak antusias mendengarkan cerita yang disampaikan, yang berhasil menyulut semangat kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW.


Makna Isra Mi’raj

Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT. Peristiwa ini terdiri dari dua bagian: Isra, yang menggambarkan perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan Mi’raj, yang merupakan perjalanan dari Bumi menuju langit ke-6 untuk menerima wahyu dari Allah SWT.



Pesan Solidaritas

Momen istimewa ini juga menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. TBM Al Djawahir dan YDSF mengajak para murid untuk tidak melupakan saudara-saudara mereka di Palestina yang tengah berjuang dalam kondisi sulit. Pesan solidaritas ini diharapkan dapat membangkitkan kepedulian di kalangan anak-anak.


Donasi Buku dan Harapan untuk Masa Depan

Dalam acara ini, TBM Al Djawahir menerima donasi buku pelajaran dari Bu Handayani Benculuk, yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar di TBM. Ketua TBM Al Djawahir, Dafik Ismail, menyampaikan pesan kepada para murid bahwa TBM adalah tempat yang terbuka setiap hari untuk membaca buku, belajar, dan bermain dengan berbagai mainan edukasi. Ia berharap TBM dapat meningkatkan minat baca anak-anak dan mengurangi ketergantungan pada gadget.


Penutupan Acara

Acara ini ditutup dengan pemberian cindera mata dari YDSF Banyuwangi kepada TBM Al Djawahir dan pembagian majalah Al Falah kepada para murid TPA/TPQ. Dafik Ismail berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan positif di TBM Al Djawahir demi masyarakat umum.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.(Q'Nin)



Siaga Gigi Sehat Melalui Penyuluhan di Taman Baca Masyarakat Al Djawahir

 


Taman Baca Masyarakat (TBM) Al Djawahir mengadakan kegiatan sosialisasi kesehatan gigi di pelataran TBM Al Djawahir Gambiran, yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Al Huda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Acara yang dilaksanakan pada 21 Januari 2025, dengan Nindy Ayu Megasari, A.Md, Keb sebagai pembicara utama yang memberikan edukasi langsung kepada siswa.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Dafik Ismail sebagai Ketua Taman Baca Masyarakat Al Djawahir, yang mengungkapkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari TBM Al Djawahir dan mengedukasi murid murid TPQ tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi secara teratur. “Kami ingin mengedukasi anak-anak agar mereka memahami bahwa merawat gigi sejak dini akan berdampak besar pada kesehatan mereka di masa depan. Kami juga ingin menumbuhkan kebiasaan baik menjaga kesehatan gigi sejak dini, sehingga anak-anak dapat terhindar dari masalah gigi di masa depan. Kesehatan gigi yang baik juga berperan penting dalam kualitas hidup mereka” ujar pegiat literasi ini.

Edukasi gigi dan mulut dimulai dengan  mendongeng "Monster Gigi" yang dibawakan Endah Ari P. Kepala Sekolah PAUD Al Huda. Setalah itu penyuluhan kesehatan gigi dan mulut oleh kak Nindy memberikan pemahaman komprehensif mengenai cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, para murid TPQ diajak untuk mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar, memilih pasta gigi yang tepat, serta mengetahui dampak buruk dari kebiasaan mengkonsumsi makanan manis yang berlebihan.

Selain pembelajaran teori, para siswa juga berkesempatan untuk bertanya langsung mengenai permasalahan gigi yang mereka hadapi. Selama kegiatan, mereka diberikan hadiah berupa alat kebersihan gigi kepada seluruh murid TPQ yang hadir di acara ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang menyenangkan, sehingga anak-anak lebih semangat untuk belajar dan menjaga kebersihan gigi mereka.

Salah satu sesi kegiatan bercerita

Kegiatan ini juga menegaskan peran serta TBM Al Djawahir dan Rumah Sakit Al Huda dalam meningkatkan pendidikan kesehatan gigi masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi kesehatan masyarakat.

Acara ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan gigi, serta tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat. (Q'Nin)



Kaleidoskop Kegiatan MTsN 12 Banyuwangi: Sejarah Perjalanan Madrasah di Ujung Utara Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Banyuwangi mencatat sejarah baru dengan meluncurkan dua jilid Kaleidoskop Kegiatan Madrasah, sebagai dokumentasi perjalanan kegiatan selama tahun 2024. Program inovatif ini melibatkan seluruh guru dan siswa dalam pembuatan narasi berita setiap kegiatan yang dilakukan di madrasah.

Kepala MTsN 12 Banyuwangi, Herny Nilawati, menyatakan bahwa program "Satu Kegiatan Satu Narasi" ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus mendokumentasikan setiap aktivitas yang dilakukan di madrasah. "Setiap guru dan siswa wajib membuat berita tentang kegiatan harian mereka. Semua tulisan tersebut kemudian dikumpulkan dan disusun menjadi kaleidoskop," ujar Herny. 


Kaleidoskop tersebut dibagi menjadi dua jilid. Jilid pertama mencakup periode Januari hingga Juni, sementara jilid kedua mencakup Juli hingga Desember. Setiap jilid berisi rangkuman kegiatan, mulai dari acara keagamaan, ekstrakurikuler, hingga prestasi yang diraih oleh siswa dan guru MTsN 12 Banyuwangi.

Peluncuran kaleidoskop ini menjadi tonggak sejarah bagi MTsN 12 Banyuwangi, yang terletak di ujung utara Kabupaten Banyuwangi. Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif seluruh warga madrasah, kaleidoskop ini juga menjadi sarana untuk memupuk semangat kebersamaan dan bangga terhadap institusi.

"Program ini tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga menjadi catatan sejarah perjalanan madrasah kami. Setiap kegiatan yang terekam dalam kaleidoskop ini adalah bukti nyata kontribusi semua pihak dalam memajukan MTsN 12 Banyuwangi," tambah Herny. 


Dengan adanya kaleidoskop ini, MTsN 12 Banyuwangi berharap dapat terus menginspirasi dan memotivasi warga madrasah untuk aktif berkontribusi dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

MTsN 4 Banyuwangi, Terdepan sebagai Madrasah Tsanawiyah Literasi di Banyuwangi

Banyuwangi, (Warta Blambangan) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Banyuwangi, H. Mujikan, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi para siswa di bidang literasi. Beberapa karya siswa telah diterbitkan dalam bentuk buku dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan budaya literasi di madrasah tersebut.



Pada acara di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Selasa (21/01/2025) H. Mujikan menyerahkan dua buku hasil karya siswa kepada Lentera Sastra Banyuwangi. Buku-buku tersebut adalah antologi puisi berjudul Selaksa Alam Semesta dan kumpulan cerpen Semesta Merindu. Kedua buku ini merupakan bukti nyata dari hasil pembinaan literasi yang dilakukan di MTsN 4 Banyuwangi.


Selain itu, H. Mujikan juga turut berkontribusi dalam dunia literasi dengan puisinya yang diterbitkan dalam antologi Hebat Bersama Umat, yang diterbitkan oleh Lentera Sastra Banyuwangi. Prestasi ini semakin memperkuat komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi literasi siswa dan tenaga pendidik.


Untuk mendukung kemajuan literasi, MTsN 4 Banyuwangi secara rutin mengadakan pelatihan literasi, terutama bagi siswa kelas tujuh. Pelatihan ini menjadi dasar yang kuat bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi mereka selama proses pembelajaran di madrasah.


Dengan berbagai pencapaian ini, H. Mujikan berharap literasi dapat menjadi fondasi penting bagi siswa dalam mengejar prestasi akademik dan non-akademik, serta membawa nama baik MTsN 4 Banyuwangi di kancah literasi nasional.

Siswi MI Darun Najah II Belajar Praktis di BMKG Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan)- Siswi MI Darun Najah II mengadakan kegiatan Outing Class ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Banyuwangi pada Senin (20/01/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswi kelas 3 dan didampingi oleh dua guru.

Kegiatan dimulai dengan sesi pembelajaran di ruang tertutup, di mana para siswi mendapatkan materi tentang cuaca, iklim, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Setelah itu, mereka diajak ke lapangan untuk melihat langsung alat-alat yang digunakan BMKG dalam memprediksi cuaca. Beberapa alat yang diperkenalkan antara lain Sangkar Meteorologi, Penakar Hujan Manual, Penakar Hujan Otomatis, Pengukur Temperatur, Anemometer, dan Campbell-Stokes.

Para siswi tampak antusias selama kegiatan, terutama saat diberikan kesempatan untuk bertanya. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan seputar hujan, petir, serta gempa yang sering terjadi di Indonesia. 


Kepala MI Darun Najah II, Majidatul Himmah, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata dan interaktif kepada para siswi. "Kami berharap mereka dapat memahami pentingnya pengamatan cuaca dan dampaknya bagi kehidupan," ujarnya.

Forecaster BMKG Banyuwangi, Anjar Triyono, menyambut baik kunjungan ini. "Semoga kunjungan ini bermanfaat dan memberikan nilai edukasi yang berharga bagi anak-anak, sehingga mereka dapat mengetahui secara langsung cara kerja BMKG," katanya. 


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata oleh guru pendamping, Umar Sandi, serta pelepasan balon gas berdiameter 0,75 meter yang disambut dengan keriangan oleh para siswi. (Eni)

MTsN 8 Banyuwangi, Satuan Pendidikan Literasi dalam Satu Tahun Terbitkan Belasan Buku Karya Siswa

Genteng, Banyuwangi (Warta Blambangan) – Dalam upaya meningkatkan literasi di kalangan pelajar, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Banyuwangi bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi berhasil menerbitkan belasan buku pada tahun 2024. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala MTsN 8 Banyuwangi, Sri Endah Zulaikhatul Kharimah, S.Pd., M.Pd., Senin (20/01/2025), ketika dihubungi oleh media ini.



Belasan buku yang diterbitkan tersebut merupakan hasil karya siswa dan guru MTsN 8 Banyuwangi, yang disajikan dalam format e-book. "Tulisan dalam bentuk buku merupakan kenangan terindah bagi siswa," ujar Sri Endah dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, penerbitan ini tidak hanya menjadi sarana apresiasi bagi para siswa, tetapi juga menjadi bukti nyata dari upaya madrasah dalam mendorong budaya literasi di lingkungan sekolah.


Nurul Khoiriyah, Guru Bahasa Indonesia di MTsN 8 Banyuwangi, menambahkan bahwa para siswa merasa antusias ketika diberi tugas menulis yang kemudian dibukukan. "Anak-anak sangat senang ketika karya mereka diabadikan dalam bentuk buku. Ini menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk terus berkarya," kata Nurul.


Proses penerbitan buku ini juga tidak lepas dari dukungan dan motivasi yang diberikan oleh Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi. Yayasan ini dikenal aktif dalam mendorong dan membina para penulis muda di Banyuwangi. "Kami berterima kasih kepada Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi yang telah memberikan banyak motivasi kepada siswa dan guru kami. Dukungan mereka sangat berarti dalam proses kreatif ini," tambah Sri Endah.


Penerbitan buku ini merupakan bagian dari upaya MTsN 8 Banyuwangi untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa. Sri Endah menjelaskan bahwa menulis dan membaca adalah keterampilan dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh generasi muda. Dengan adanya program penerbitan ini, siswa diajak untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi ide-ide mereka dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.


"Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan inovasi. Menulis adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan memahami dunia sekitar," ujar Sri Endah. Selain itu, penerbitan buku ini juga menjadi sarana untuk mendokumentasikan berbagai pemikiran dan pengalaman siswa, yang nantinya dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi generasi berikutnya.


Belasan buku yang telah diterbitkan mencakup berbagai genre dan tema, mulai dari cerita pendek, puisi, esai, hingga karya ilmiah. Setiap karya merupakan hasil dari proses pembelajaran dan pendampingan yang intensif. Para guru di MTsN 8 Banyuwangi memberikan bimbingan kepada siswa dalam setiap tahap penulisan, mulai dari perencanaan, penulisan, hingga penyuntingan.


"Proses menulis buku ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka belajar tentang disiplin, ketekunan, dan bagaimana menyusun ide secara sistematis," jelas Nurul Khoiriyah. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi siswa, karena mereka dapat melihat hasil karyanya dalam bentuk buku yang nyata.


Melihat kesuksesan program ini, Sri Endah Zulaikhatul Kharimah optimis bahwa pada tahun 2025, jumlah buku yang diterbitkan akan semakin bertambah. "Insyaallah, untuk tahun 2025, kami berharap dapat menerbitkan lebih banyak lagi buku. Kami ingin terus mendorong siswa untuk menulis dan berkreasi," katanya.


Selain itu, Sri Endah juga berharap agar program ini dapat menginspirasi siswa lainnya di Banyuwangi untuk melakukan hal serupa. Ia percaya bahwa dengan semakin banyaknya karya tulis yang diterbitkan, akan tercipta generasi muda yang literat, kritis, dan kreatif.


"Kami berharap program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain. Literasi adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan menulis, siswa tidak hanya belajar tentang bahasa dan sastra, tetapi juga tentang kehidupan dan nilai-nilai yang ada di dalamnya," pungkas Sri Endah.


Kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi memainkan peran penting dalam keberhasilan program ini. Dinas tersebut menyediakan berbagai fasilitas dan sumber daya yang mendukung proses penerbitan buku. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Tanpa dukungan mereka, program ini tidak akan berjalan dengan sukses," ujar Sri Endah.


MTsN 8 Banyuwangi juga memberikan pelatihan dan workshop kepada para siswa dan guru mengenai teknik penulisan dan penerbitan buku. Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi peserta tentang dunia penerbitan dan pentingnya literasi.


Penerbitan belasan buku oleh MTsN 8 Banyuwangi merupakan bukti nyata dari komitmen sekolah dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa. Dengan dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, MTsN 8 Banyuwangi telah berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan inovasi.


Melalui program ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang kuat. Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh siswa dan guru MTsN 8 Banyuwangi, masa depan literasi di Banyuwangi terlihat cerah dan penuh harapan.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger