Pages

Kaleidoskop Kegiatan MTsN 12 Banyuwangi: Sejarah Perjalanan Madrasah di Ujung Utara Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Banyuwangi mencatat sejarah baru dengan meluncurkan dua jilid Kaleidoskop Kegiatan Madrasah, sebagai dokumentasi perjalanan kegiatan selama tahun 2024. Program inovatif ini melibatkan seluruh guru dan siswa dalam pembuatan narasi berita setiap kegiatan yang dilakukan di madrasah.

Kepala MTsN 12 Banyuwangi, Herny Nilawati, menyatakan bahwa program "Satu Kegiatan Satu Narasi" ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus mendokumentasikan setiap aktivitas yang dilakukan di madrasah. "Setiap guru dan siswa wajib membuat berita tentang kegiatan harian mereka. Semua tulisan tersebut kemudian dikumpulkan dan disusun menjadi kaleidoskop," ujar Herny. 


Kaleidoskop tersebut dibagi menjadi dua jilid. Jilid pertama mencakup periode Januari hingga Juni, sementara jilid kedua mencakup Juli hingga Desember. Setiap jilid berisi rangkuman kegiatan, mulai dari acara keagamaan, ekstrakurikuler, hingga prestasi yang diraih oleh siswa dan guru MTsN 12 Banyuwangi.

Peluncuran kaleidoskop ini menjadi tonggak sejarah bagi MTsN 12 Banyuwangi, yang terletak di ujung utara Kabupaten Banyuwangi. Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif seluruh warga madrasah, kaleidoskop ini juga menjadi sarana untuk memupuk semangat kebersamaan dan bangga terhadap institusi.

"Program ini tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga menjadi catatan sejarah perjalanan madrasah kami. Setiap kegiatan yang terekam dalam kaleidoskop ini adalah bukti nyata kontribusi semua pihak dalam memajukan MTsN 12 Banyuwangi," tambah Herny. 


Dengan adanya kaleidoskop ini, MTsN 12 Banyuwangi berharap dapat terus menginspirasi dan memotivasi warga madrasah untuk aktif berkontribusi dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

MTsN 4 Banyuwangi, Terdepan sebagai Madrasah Tsanawiyah Literasi di Banyuwangi

Banyuwangi, (Warta Blambangan) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Banyuwangi, H. Mujikan, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi para siswa di bidang literasi. Beberapa karya siswa telah diterbitkan dalam bentuk buku dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan budaya literasi di madrasah tersebut.



Pada acara di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Selasa (21/01/2025) H. Mujikan menyerahkan dua buku hasil karya siswa kepada Lentera Sastra Banyuwangi. Buku-buku tersebut adalah antologi puisi berjudul Selaksa Alam Semesta dan kumpulan cerpen Semesta Merindu. Kedua buku ini merupakan bukti nyata dari hasil pembinaan literasi yang dilakukan di MTsN 4 Banyuwangi.


Selain itu, H. Mujikan juga turut berkontribusi dalam dunia literasi dengan puisinya yang diterbitkan dalam antologi Hebat Bersama Umat, yang diterbitkan oleh Lentera Sastra Banyuwangi. Prestasi ini semakin memperkuat komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi literasi siswa dan tenaga pendidik.


Untuk mendukung kemajuan literasi, MTsN 4 Banyuwangi secara rutin mengadakan pelatihan literasi, terutama bagi siswa kelas tujuh. Pelatihan ini menjadi dasar yang kuat bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi mereka selama proses pembelajaran di madrasah.


Dengan berbagai pencapaian ini, H. Mujikan berharap literasi dapat menjadi fondasi penting bagi siswa dalam mengejar prestasi akademik dan non-akademik, serta membawa nama baik MTsN 4 Banyuwangi di kancah literasi nasional.

Siswi MI Darun Najah II Belajar Praktis di BMKG Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan)- Siswi MI Darun Najah II mengadakan kegiatan Outing Class ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Banyuwangi pada Senin (20/01/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswi kelas 3 dan didampingi oleh dua guru.

Kegiatan dimulai dengan sesi pembelajaran di ruang tertutup, di mana para siswi mendapatkan materi tentang cuaca, iklim, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Setelah itu, mereka diajak ke lapangan untuk melihat langsung alat-alat yang digunakan BMKG dalam memprediksi cuaca. Beberapa alat yang diperkenalkan antara lain Sangkar Meteorologi, Penakar Hujan Manual, Penakar Hujan Otomatis, Pengukur Temperatur, Anemometer, dan Campbell-Stokes.

Para siswi tampak antusias selama kegiatan, terutama saat diberikan kesempatan untuk bertanya. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan seputar hujan, petir, serta gempa yang sering terjadi di Indonesia. 


Kepala MI Darun Najah II, Majidatul Himmah, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata dan interaktif kepada para siswi. "Kami berharap mereka dapat memahami pentingnya pengamatan cuaca dan dampaknya bagi kehidupan," ujarnya.

Forecaster BMKG Banyuwangi, Anjar Triyono, menyambut baik kunjungan ini. "Semoga kunjungan ini bermanfaat dan memberikan nilai edukasi yang berharga bagi anak-anak, sehingga mereka dapat mengetahui secara langsung cara kerja BMKG," katanya. 


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata oleh guru pendamping, Umar Sandi, serta pelepasan balon gas berdiameter 0,75 meter yang disambut dengan keriangan oleh para siswi. (Eni)

MTsN 8 Banyuwangi, Satuan Pendidikan Literasi dalam Satu Tahun Terbitkan Belasan Buku Karya Siswa

Genteng, Banyuwangi (Warta Blambangan) – Dalam upaya meningkatkan literasi di kalangan pelajar, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Banyuwangi bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi berhasil menerbitkan belasan buku pada tahun 2024. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala MTsN 8 Banyuwangi, Sri Endah Zulaikhatul Kharimah, S.Pd., M.Pd., Senin (20/01/2025), ketika dihubungi oleh media ini.



Belasan buku yang diterbitkan tersebut merupakan hasil karya siswa dan guru MTsN 8 Banyuwangi, yang disajikan dalam format e-book. "Tulisan dalam bentuk buku merupakan kenangan terindah bagi siswa," ujar Sri Endah dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, penerbitan ini tidak hanya menjadi sarana apresiasi bagi para siswa, tetapi juga menjadi bukti nyata dari upaya madrasah dalam mendorong budaya literasi di lingkungan sekolah.


Nurul Khoiriyah, Guru Bahasa Indonesia di MTsN 8 Banyuwangi, menambahkan bahwa para siswa merasa antusias ketika diberi tugas menulis yang kemudian dibukukan. "Anak-anak sangat senang ketika karya mereka diabadikan dalam bentuk buku. Ini menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk terus berkarya," kata Nurul.


Proses penerbitan buku ini juga tidak lepas dari dukungan dan motivasi yang diberikan oleh Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi. Yayasan ini dikenal aktif dalam mendorong dan membina para penulis muda di Banyuwangi. "Kami berterima kasih kepada Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi yang telah memberikan banyak motivasi kepada siswa dan guru kami. Dukungan mereka sangat berarti dalam proses kreatif ini," tambah Sri Endah.


Penerbitan buku ini merupakan bagian dari upaya MTsN 8 Banyuwangi untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa. Sri Endah menjelaskan bahwa menulis dan membaca adalah keterampilan dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh generasi muda. Dengan adanya program penerbitan ini, siswa diajak untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi ide-ide mereka dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.


"Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan inovasi. Menulis adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan memahami dunia sekitar," ujar Sri Endah. Selain itu, penerbitan buku ini juga menjadi sarana untuk mendokumentasikan berbagai pemikiran dan pengalaman siswa, yang nantinya dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi generasi berikutnya.


Belasan buku yang telah diterbitkan mencakup berbagai genre dan tema, mulai dari cerita pendek, puisi, esai, hingga karya ilmiah. Setiap karya merupakan hasil dari proses pembelajaran dan pendampingan yang intensif. Para guru di MTsN 8 Banyuwangi memberikan bimbingan kepada siswa dalam setiap tahap penulisan, mulai dari perencanaan, penulisan, hingga penyuntingan.


"Proses menulis buku ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka belajar tentang disiplin, ketekunan, dan bagaimana menyusun ide secara sistematis," jelas Nurul Khoiriyah. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi siswa, karena mereka dapat melihat hasil karyanya dalam bentuk buku yang nyata.


Melihat kesuksesan program ini, Sri Endah Zulaikhatul Kharimah optimis bahwa pada tahun 2025, jumlah buku yang diterbitkan akan semakin bertambah. "Insyaallah, untuk tahun 2025, kami berharap dapat menerbitkan lebih banyak lagi buku. Kami ingin terus mendorong siswa untuk menulis dan berkreasi," katanya.


Selain itu, Sri Endah juga berharap agar program ini dapat menginspirasi siswa lainnya di Banyuwangi untuk melakukan hal serupa. Ia percaya bahwa dengan semakin banyaknya karya tulis yang diterbitkan, akan tercipta generasi muda yang literat, kritis, dan kreatif.


"Kami berharap program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain. Literasi adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan menulis, siswa tidak hanya belajar tentang bahasa dan sastra, tetapi juga tentang kehidupan dan nilai-nilai yang ada di dalamnya," pungkas Sri Endah.


Kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi memainkan peran penting dalam keberhasilan program ini. Dinas tersebut menyediakan berbagai fasilitas dan sumber daya yang mendukung proses penerbitan buku. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Tanpa dukungan mereka, program ini tidak akan berjalan dengan sukses," ujar Sri Endah.


MTsN 8 Banyuwangi juga memberikan pelatihan dan workshop kepada para siswa dan guru mengenai teknik penulisan dan penerbitan buku. Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi peserta tentang dunia penerbitan dan pentingnya literasi.


Penerbitan belasan buku oleh MTsN 8 Banyuwangi merupakan bukti nyata dari komitmen sekolah dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa. Dengan dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, MTsN 8 Banyuwangi telah berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan inovasi.


Melalui program ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang kuat. Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh siswa dan guru MTsN 8 Banyuwangi, masa depan literasi di Banyuwangi terlihat cerah dan penuh harapan.

Dua Award Untuk MTsN 8 Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Banyuwangi – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Banyuwangi, Sri Endah Zulaikhatul Kharimah, S.Ag., M.Pd. berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Kemangi Award 2025. Penghargaan yang diraihnya adalah sebagai Kepala Madrasah Berprestasi dan MTs Satker Responsif Pengelolaan Zakat.



Dalam acara yang digelar untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama, di aula MAN 2 Banyuwangi tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, mengapresiasi prestasi yang diraih oleh MTsN 8 Banyuwangi. Menurutnya, Kemangi Award bukan sekadar penghargaan, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan di Banyuwangi.


“Kemangi Award merupakan bentuk apresiasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk terus berkontribusi aktif dalam pengembangan nilai-nilai keagamaan dan sosial,” ujarnya.


Dr. Chaironi Hidayat juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Kemangi Award kali ini dirancang dengan nuansa eksklusif, mencakup lokasi pelaksanaan, tamu undangan, serta para penerima penghargaan yang terpilih.


Sri Endah Zulaikhatul Kharimah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima. "Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim di MTsN 8 Banyuwangi. Semoga dapat menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik dalam dunia pendidikan dan pengelolaan zakat," tuturnya.


Ajang Kemangi Award 2025 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan kualitas pendidikan dan layanan keagamaan di Kabupaten Banyuwangi.

Gelaran Bazar HAB ke-79 Kemenag Banyuwangi, Ribuan Peserta Ramaikan Senam Moderasi dan Mars Kemenag

Banyuwangi (Warta Blambangan) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-79, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi menggelar acara bazar meriah di Taman Blambangan, Sabtu (4/1/2025). Acara ini dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan, menciptakan suasana penuh semangat kebersamaan.


Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan senam moderasi dan senam Mars Kementerian Agama yang melibatkan ratusan peserta, termasuk ASN Kemenag, guru, pelajar madrasah, dan masyarakat umum. Dengan iringan musik energik, suasana pagi di sisi selatan Gesibu Blambangan tampak semarak dan penuh antusiasme.



Setelah senam pagi, pengunjung beralih ke area bazar yang menampilkan berbagai produk lokal unggulan. Stand-stand diisi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), unit kerja Kemenag, dan mitra-mitra strategis lainnya. Produk yang ditawarkan meliputi kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga kebutuhan rumah tangga.


Tidak hanya itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut membuka stand khusus untuk memperkenalkan layanan terbaru mereka, yakni aplikasi super Byond. Pengunjung dapat berkonsultasi tentang fitur-fitur menarik, seperti layanan pembayaran, investasi syariah, dan perencanaan keuangan.


Salah satu pengunjung, Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, mengungkapkan kesannya. “Dengan adanya stand BSI, saya bisa berkonsultasi tentang produk perbankan syariah. Ini sangat membantu bagi masyarakat yang ingin memahami perbankan berbasis syariah dengan lebih baik,” katanya.



Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Chaironi Hidayat, memberikan sambutan hangat kepada peserta dan pengunjung bazar. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa momentum HAB ke-79 ini lebih dari sekadar perayaan seremonial.


“Bazar ini adalah salah satu bentuk kontribusi Kementerian Agama untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Chaironi.


Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan HAB ke-79 sebagai refleksi bersama dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan kebersamaan dalam membangun bangsa.


“Keberadaan Kementerian Agama bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh lapisan masyarakat. Mari jadikan peringatan ini sebagai momen silaturahmi dan kebangkitan semangat kebersamaan,” tambahnya.


Partisipasi dari madrasah di bawah naungan Kemenag Banyuwangi menjadi salah satu daya tarik utama. Stand dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono, misalnya, menampilkan produk UMKM binaannya yang telah mendapatkan sertifikat halal.


Ketua delegasi MAN 3 Banyuwangi, Eny Susiani, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pemberdayaan mitra UMKM, termasuk membantu proses pengurusan sertifikat halal.


“Kami ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan mitra UMKM memenuhi standar kualitas dan syariah. Hal ini menjadi bentuk kontribusi kami dalam mendukung ekonomi lokal,” ujarnya.


Selain itu, stand dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Banyuwangi di Kecamatan Bangorejo juga memamerkan produk unggulan dari UMKM binaan mereka. Dukungan terhadap pelaku usaha lokal ini menunjukkan sinergi antara madrasah dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis keagamaan.

"produk UMKM dari Kantin madrasah kami tampilkan di bazar ini" kata Uswatun Hasanah Kepala MTsN 2 Banyuwangi.


Acara ini juga dihadiri beberapa tokoh inspiratif, seperti Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran mereka memberikan nuansa inspiratif sekaligus memperkuat pesan moderasi yang diusung dalam kegiatan ini.


“Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang literasi, toleransi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap acara ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan konsep yang lebih inovatif,” ujar Syafaat


Selain UMKM, stand dari unit kerja Kemenag Banyuwangi juga menarik perhatian pengunjung. Stand ini menyediakan berbagai layanan dan informasi, seperti bimbingan perkawinan, konsultasi keagamaan, dan program moderasi beragama.


Pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan petugas mengenai layanan sertifikasi halal, tata cara ibadah, dan informasi seputar pendidikan keagamaan. “Layanan ini sangat membantu masyarakat untuk lebih mengenal program Kemenag secara langsung,” kata Nuanatus Sholihah, salah satu pengunjung dari Kecamatan Cluring.


Senam moderasi dan senam Mars Kemenag yang digelar sebelumnya menjadi simbol semangat kebersamaan dan moderasi beragama. Panitia berharap aktivitas ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menguatkan nilai-nilai toleransi dan kerja sama di tengah keberagaman masyarakat.


“Kami ingin mengingatkan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Mari kita rawat keberagaman ini dengan sikap saling menghormati,” ujar Ketua Panitia HAB Banyuwangi.

Di akhir acara, Chaironi Hidayat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada media yang turut mempublikasikan kegiatan HAB, sehingga pesan-pesan positif dapat tersebar lebih luas.


“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi inspirasi untuk peringatan HAB di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Bazar HAB ke-79 ini bukan hanya sekadar ajang promosi produk lokal, tetapi juga media untuk mempererat hubungan antarwarga dan mendekatkan layanan Kemenag kepada masyarakat.


Panitia berharap acara serupa dapat terus dilaksanakan dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak. “Kami ingin HAB menjadi momentum kebangkitan semangat kebersamaan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun keagamaan,” tutup Ketua Panitia.


Dengan rangkaian acara yang penuh manfaat dan semangat, peringatan HAB ke-79 di Banyuwangi menjadi pengingat bahwa keberadaan Kemenag adalah untuk seluruh masyarakat, tanpa kecuali. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih harmonis, inklusif, dan sejahtera. (team humas)


Upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 79 di Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia digelar secara khidmat pada Jumat, 3 Januari 2025, di Taman Blambangan Banyuwangi. Acara tersebut dihadiri oleh pelajar madrasah di wilayah kota Banyuwangi danseluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama  se-Kabupaten Banyuwangi. Dalam suasana yang penuh semangat kebangsaan dan religiusitas, kegiatan ini menjadi momen refleksi atas kiprah Kementerian Agama dalam menjaga harmoni dan kualitas keberagamaan di Indonesia.


Sebagai pembina apel, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah memimpin jalannya upacara. Dalam sambutannya, Sugirah membacakan amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.



Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai negara yang tidak memihak pada satu agama tertentu, namun juga bukan negara sekuler. Indonesia memberikan tempat terhormat bagi agama, sekaligus menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh warga negara.


“Indonesia bukanlah negara agama, namun juga bukan negara sekuler. Negara ini memberikan ruang terhormat bagi agama. Selama berabad-abad, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius yang hidup dalam keragaman agama,” demikian kutipan amanat Menteri Agama yang dibacakan Wakil Bupati Sugirah.


Menteri Agama juga menyoroti peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga religiusitas masyarakat, memelihara kerukunan antarumat beragama, dan meningkatkan kualitas kehidupan keberagamaan baik di tingkat individu maupun masyarakat luas.


“Peran negara dalam menjaga religiusitas masyarakat, kebebasan beribadah, dan meningkatkan kualitas intern serta antar umat beragama adalah tugas penting yang dijalankan oleh Kementerian Agama,” lanjut Sugirah.


Momentum HAB ke-79 ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, deklarasi anti-narkoba dibacakan oleh perwakilan ASN yang hadir.


Isi deklarasi tersebut menekankan pentingnya menjaga diri, keluarga, dan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


“Kami, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, menyatakan sikap untuk menjauhi narkoba, memberantas peredarannya, dan menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” item deklarasi tersebut.


Deklarasi ini disambut baik oleh seluruh peserta upacara sebagai wujud dukungan penuh terhadap gerakan nasional anti-narkoba.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa upacara HAB ke-79 ini memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


“Biasanya, upacara peringatan HAB dilaksanakan di masing-masing satuan kerja. Namun, tahun ini kita memilih Taman Blambangan sebagai lokasi upacara. Ini adalah langkah simbolis untuk mempererat kebersamaan ASN se-Kabupaten Banyuwangi dan memperlihatkan keberadaan Kementerian Agama yang dekat dengan masyarakat,” ujar Chaironi.


Menurut Chaironi, Taman Blambangan dipilih karena merupakan lokasi ikonik di Banyuwangi yang kerap menjadi pusat berbagai kegiatan kebudayaan dan keagamaan. Dengan suasana yang lebih luas dan terbuka, upacara kali ini diharapkan mampu menghadirkan semangat baru bagi seluruh ASN yang hadir.


Selain menjadi agenda tahunan, HAB juga merupakan momen refleksi bagi seluruh ASN Kementerian Agama untuk mengevaluasi capaian selama satu tahun terakhir dan merumuskan langkah strategis untuk tahun mendatang.


“Peringatan ini adalah wujud syukur kita atas keberlangsungan Kementerian Agama yang sudah memasuki usia ke-79 tahun. Kita ingin memperkuat komitmen untuk terus melayani masyarakat dengan lebih baik, khususnya dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama,” imbuh Chaironi.


Seluruh kegiatan ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN, masyarakat, dan pemuka agama di Banyuwangi.


“Kegiatan-kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tema HAB ke-79, yaitu Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat. Kami berharap, kerukunan yang kita bangun ini dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujar salah satu panitia acara.


Melalui peringatan ini, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi diingatkan kembali akan tanggung jawab besar mereka dalam menjaga harmoni keberagamaan di tengah masyarakat yang majemuk.


Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi, Kementerian Agama bertekad untuk terus menjadi garda terdepan dalam memelihara nilai-nilai religiusitas, toleransi, dan kebangsaan di Indonesia.


“Semoga Kementerian Agama semakin maju, solid, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa. Selamat Hari Amal Bakti ke-79,” pungkas Chaironi.

Umat Rukun Menuju Indonesia Emas: Menyelaraskan Kehidupan yang Harmonis


Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-79 mengusung tema "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas." Tema ini menggarisbawahi pentingnya keharmonisan dalam membangun bangsa yang kuat, maju, dan sejahtera.


Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman. Keberagaman ini, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan gesekan sosial. Namun, jika dirawat dan dihormati, keberagaman tersebut akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Semangat kerukunan umat harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun bangsa.


Kerukunan umat tidak hanya berbicara tentang hubungan antaragama, tetapi juga hubungan internal umat beragama. Persatuan ini menjadi kunci dalam menyelaraskan kehidupan yang harmonis. Dengan saling menghormati, memahami perbedaan, dan mengedepankan dialog, umat beragama dapat bersama-sama menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.


Menuju Indonesia Emas 2045, kerukunan umat beragama menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi besar bangsa. Dengan masyarakat yang rukun, berbagai sektor kehidupan dapat berkembang optimal. Pendidikan, ekonomi, dan pembangunan nasional akan berjalan beriringan dengan semangat persatuan.


Oleh karena itu, HAB ke-79 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat harmoni dan menumbuhkan semangat gotong royong. (Syaf)




 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger