Pages

Gelaran Bazar HAB ke-79 Kemenag Banyuwangi, Ribuan Peserta Ramaikan Senam Moderasi dan Mars Kemenag

Banyuwangi (Warta Blambangan) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-79, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi menggelar acara bazar meriah di Taman Blambangan, Sabtu (4/1/2025). Acara ini dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan, menciptakan suasana penuh semangat kebersamaan.


Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan senam moderasi dan senam Mars Kementerian Agama yang melibatkan ratusan peserta, termasuk ASN Kemenag, guru, pelajar madrasah, dan masyarakat umum. Dengan iringan musik energik, suasana pagi di sisi selatan Gesibu Blambangan tampak semarak dan penuh antusiasme.



Setelah senam pagi, pengunjung beralih ke area bazar yang menampilkan berbagai produk lokal unggulan. Stand-stand diisi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), unit kerja Kemenag, dan mitra-mitra strategis lainnya. Produk yang ditawarkan meliputi kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga kebutuhan rumah tangga.


Tidak hanya itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut membuka stand khusus untuk memperkenalkan layanan terbaru mereka, yakni aplikasi super Byond. Pengunjung dapat berkonsultasi tentang fitur-fitur menarik, seperti layanan pembayaran, investasi syariah, dan perencanaan keuangan.


Salah satu pengunjung, Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, mengungkapkan kesannya. “Dengan adanya stand BSI, saya bisa berkonsultasi tentang produk perbankan syariah. Ini sangat membantu bagi masyarakat yang ingin memahami perbankan berbasis syariah dengan lebih baik,” katanya.



Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Chaironi Hidayat, memberikan sambutan hangat kepada peserta dan pengunjung bazar. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa momentum HAB ke-79 ini lebih dari sekadar perayaan seremonial.


“Bazar ini adalah salah satu bentuk kontribusi Kementerian Agama untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Chaironi.


Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan HAB ke-79 sebagai refleksi bersama dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan kebersamaan dalam membangun bangsa.


“Keberadaan Kementerian Agama bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh lapisan masyarakat. Mari jadikan peringatan ini sebagai momen silaturahmi dan kebangkitan semangat kebersamaan,” tambahnya.


Partisipasi dari madrasah di bawah naungan Kemenag Banyuwangi menjadi salah satu daya tarik utama. Stand dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono, misalnya, menampilkan produk UMKM binaannya yang telah mendapatkan sertifikat halal.


Ketua delegasi MAN 3 Banyuwangi, Eny Susiani, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pemberdayaan mitra UMKM, termasuk membantu proses pengurusan sertifikat halal.


“Kami ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan mitra UMKM memenuhi standar kualitas dan syariah. Hal ini menjadi bentuk kontribusi kami dalam mendukung ekonomi lokal,” ujarnya.


Selain itu, stand dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Banyuwangi di Kecamatan Bangorejo juga memamerkan produk unggulan dari UMKM binaan mereka. Dukungan terhadap pelaku usaha lokal ini menunjukkan sinergi antara madrasah dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis keagamaan.

"produk UMKM dari Kantin madrasah kami tampilkan di bazar ini" kata Uswatun Hasanah Kepala MTsN 2 Banyuwangi.


Acara ini juga dihadiri beberapa tokoh inspiratif, seperti Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran mereka memberikan nuansa inspiratif sekaligus memperkuat pesan moderasi yang diusung dalam kegiatan ini.


“Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang literasi, toleransi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap acara ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan konsep yang lebih inovatif,” ujar Syafaat


Selain UMKM, stand dari unit kerja Kemenag Banyuwangi juga menarik perhatian pengunjung. Stand ini menyediakan berbagai layanan dan informasi, seperti bimbingan perkawinan, konsultasi keagamaan, dan program moderasi beragama.


Pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan petugas mengenai layanan sertifikasi halal, tata cara ibadah, dan informasi seputar pendidikan keagamaan. “Layanan ini sangat membantu masyarakat untuk lebih mengenal program Kemenag secara langsung,” kata Nuanatus Sholihah, salah satu pengunjung dari Kecamatan Cluring.


Senam moderasi dan senam Mars Kemenag yang digelar sebelumnya menjadi simbol semangat kebersamaan dan moderasi beragama. Panitia berharap aktivitas ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menguatkan nilai-nilai toleransi dan kerja sama di tengah keberagaman masyarakat.


“Kami ingin mengingatkan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Mari kita rawat keberagaman ini dengan sikap saling menghormati,” ujar Ketua Panitia HAB Banyuwangi.

Di akhir acara, Chaironi Hidayat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada media yang turut mempublikasikan kegiatan HAB, sehingga pesan-pesan positif dapat tersebar lebih luas.


“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi inspirasi untuk peringatan HAB di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Bazar HAB ke-79 ini bukan hanya sekadar ajang promosi produk lokal, tetapi juga media untuk mempererat hubungan antarwarga dan mendekatkan layanan Kemenag kepada masyarakat.


Panitia berharap acara serupa dapat terus dilaksanakan dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak. “Kami ingin HAB menjadi momentum kebangkitan semangat kebersamaan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun keagamaan,” tutup Ketua Panitia.


Dengan rangkaian acara yang penuh manfaat dan semangat, peringatan HAB ke-79 di Banyuwangi menjadi pengingat bahwa keberadaan Kemenag adalah untuk seluruh masyarakat, tanpa kecuali. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih harmonis, inklusif, dan sejahtera. (team humas)


Upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 79 di Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia digelar secara khidmat pada Jumat, 3 Januari 2025, di Taman Blambangan Banyuwangi. Acara tersebut dihadiri oleh pelajar madrasah di wilayah kota Banyuwangi danseluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama  se-Kabupaten Banyuwangi. Dalam suasana yang penuh semangat kebangsaan dan religiusitas, kegiatan ini menjadi momen refleksi atas kiprah Kementerian Agama dalam menjaga harmoni dan kualitas keberagamaan di Indonesia.


Sebagai pembina apel, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah memimpin jalannya upacara. Dalam sambutannya, Sugirah membacakan amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.



Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai negara yang tidak memihak pada satu agama tertentu, namun juga bukan negara sekuler. Indonesia memberikan tempat terhormat bagi agama, sekaligus menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh warga negara.


“Indonesia bukanlah negara agama, namun juga bukan negara sekuler. Negara ini memberikan ruang terhormat bagi agama. Selama berabad-abad, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius yang hidup dalam keragaman agama,” demikian kutipan amanat Menteri Agama yang dibacakan Wakil Bupati Sugirah.


Menteri Agama juga menyoroti peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga religiusitas masyarakat, memelihara kerukunan antarumat beragama, dan meningkatkan kualitas kehidupan keberagamaan baik di tingkat individu maupun masyarakat luas.


“Peran negara dalam menjaga religiusitas masyarakat, kebebasan beribadah, dan meningkatkan kualitas intern serta antar umat beragama adalah tugas penting yang dijalankan oleh Kementerian Agama,” lanjut Sugirah.


Momentum HAB ke-79 ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, deklarasi anti-narkoba dibacakan oleh perwakilan ASN yang hadir.


Isi deklarasi tersebut menekankan pentingnya menjaga diri, keluarga, dan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


“Kami, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, menyatakan sikap untuk menjauhi narkoba, memberantas peredarannya, dan menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” item deklarasi tersebut.


Deklarasi ini disambut baik oleh seluruh peserta upacara sebagai wujud dukungan penuh terhadap gerakan nasional anti-narkoba.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa upacara HAB ke-79 ini memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


“Biasanya, upacara peringatan HAB dilaksanakan di masing-masing satuan kerja. Namun, tahun ini kita memilih Taman Blambangan sebagai lokasi upacara. Ini adalah langkah simbolis untuk mempererat kebersamaan ASN se-Kabupaten Banyuwangi dan memperlihatkan keberadaan Kementerian Agama yang dekat dengan masyarakat,” ujar Chaironi.


Menurut Chaironi, Taman Blambangan dipilih karena merupakan lokasi ikonik di Banyuwangi yang kerap menjadi pusat berbagai kegiatan kebudayaan dan keagamaan. Dengan suasana yang lebih luas dan terbuka, upacara kali ini diharapkan mampu menghadirkan semangat baru bagi seluruh ASN yang hadir.


Selain menjadi agenda tahunan, HAB juga merupakan momen refleksi bagi seluruh ASN Kementerian Agama untuk mengevaluasi capaian selama satu tahun terakhir dan merumuskan langkah strategis untuk tahun mendatang.


“Peringatan ini adalah wujud syukur kita atas keberlangsungan Kementerian Agama yang sudah memasuki usia ke-79 tahun. Kita ingin memperkuat komitmen untuk terus melayani masyarakat dengan lebih baik, khususnya dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama,” imbuh Chaironi.


Seluruh kegiatan ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN, masyarakat, dan pemuka agama di Banyuwangi.


“Kegiatan-kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tema HAB ke-79, yaitu Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat. Kami berharap, kerukunan yang kita bangun ini dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujar salah satu panitia acara.


Melalui peringatan ini, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi diingatkan kembali akan tanggung jawab besar mereka dalam menjaga harmoni keberagamaan di tengah masyarakat yang majemuk.


Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi, Kementerian Agama bertekad untuk terus menjadi garda terdepan dalam memelihara nilai-nilai religiusitas, toleransi, dan kebangsaan di Indonesia.


“Semoga Kementerian Agama semakin maju, solid, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa. Selamat Hari Amal Bakti ke-79,” pungkas Chaironi.

Umat Rukun Menuju Indonesia Emas: Menyelaraskan Kehidupan yang Harmonis


Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-79 mengusung tema "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas." Tema ini menggarisbawahi pentingnya keharmonisan dalam membangun bangsa yang kuat, maju, dan sejahtera.


Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman. Keberagaman ini, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan gesekan sosial. Namun, jika dirawat dan dihormati, keberagaman tersebut akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Semangat kerukunan umat harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun bangsa.


Kerukunan umat tidak hanya berbicara tentang hubungan antaragama, tetapi juga hubungan internal umat beragama. Persatuan ini menjadi kunci dalam menyelaraskan kehidupan yang harmonis. Dengan saling menghormati, memahami perbedaan, dan mengedepankan dialog, umat beragama dapat bersama-sama menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.


Menuju Indonesia Emas 2045, kerukunan umat beragama menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi besar bangsa. Dengan masyarakat yang rukun, berbagai sektor kehidupan dapat berkembang optimal. Pendidikan, ekonomi, dan pembangunan nasional akan berjalan beriringan dengan semangat persatuan.


Oleh karena itu, HAB ke-79 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat harmoni dan menumbuhkan semangat gotong royong. (Syaf)




Tasyakuran HAB Kemenag ke 79 Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi, (Warta Blambangan)– Dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Kamis (02/01/2024) menggelar malam tasyakuran yang berlangsung khidmat di aula bawah kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Acara yang diawali istighosah ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, pejabat struktural beserta kepala madrasah negeri dan kepala kantor urusan agama (KUA) kecamatan di Banyuwangi.


Dalam sambutannya, Dr. Chaironi Hidayat menekankan peran penting ASN Kementerian Agama dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, ASN Kemenag tidak hanya menjalankan tugas administrasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai tokoh agama di tengah masyarakat.



“Secara umum, ASN Kementerian Agama sering dianggap sebagai tokoh agama di masyarakat. Ini adalah amanah yang besar, dan kita harus menyadari bahwa pekerjaan kita bukan sekadar kewajiban, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Allah SWT,” ujar Dr. Chaironi.


Momentum HAB ke-79 ini menjadi pengingat bahwa tugas ASN Kemenag lebih dari sekadar pekerjaan formal. “Melalui tema Umat Rukun Menuju Indonesia Emas, kita diajak untuk terus mempererat persatuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.


Dalam pesan inspiratifnya, Dr. Chaironi mengajak seluruh ASN untuk lebih banyak bersyukur dalam menjalankan tugasnya. Ia mengingatkan bahwa apa yang saat ini menjadi tanggung jawab ASN Kemenag adalah impian banyak orang yang belum memiliki kesempatan serupa.


“Seringkali kita mengeluh terhadap apa yang kita kerjakan saat ini, padahal banyak orang lain yang ingin berada di posisi kita saat ini. Bersyukurlah, karena bersyukur itu lebih keren dari sabar,” tegas Dr. Chaironi, disambut tepuk tangan para hadirin.


Pesan ini menjadi refleksi penting, mengingat dalam dinamika pekerjaan, tak jarang muncul keluhan atau rasa jenuh. Namun, dengan rasa syukur, setiap tantangan dapat dijalani dengan lebih ringan dan bermakna.


Malam tasyakuran dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan tausiyah singkat dari salah satu tokoh agama setempat. Acara ini juga dimeriahkan dengan pembacaan doa bersama untuk keberkahan dan kesuksesan Kementerian Agama dalam menjalankan tugasnya, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.


Para ASN, kepala madrasah, dan kepala KUA yang hadir tampak khidmat mengikuti seluruh rangkaian acara. Suasana malam itu penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, mencerminkan tema HAB ke-79 yang menekankan pentingnya kerukunan umat.


Momentum HAB ke-79 ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh ASN Kemenag untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik dalam bidang keagamaan maupun pendidikan.


Dr. Chaironi juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang beragam. “Indonesia adalah negara yang penuh keberagaman. Melalui HAB ke-79 ini, mari kita jadikan momentum untuk mempererat ukhuwah dan berkontribusi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” pesannya.


Selain itu, ia berharap ASN Kemenag terus menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam bekerja, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Agama semakin meningkat.



Malam tasyakuran diakhiri dengan ramah tamah dan makan tumpeng bersama, yang semakin menguatkan rasa kebersamaan di antara para peserta. Dengan semangat Hari Amal Bakti ke-79, para ASN Kemenag Banyuwangi siap melangkah lebih baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.


Tasyakuran ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga refleksi bersama untuk terus berkontribusi dalam menciptakan umat yang rukun dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat. (Humas HAB)

Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi Sambut Hari Amal Bakti Ke-79 dengan Ungkapan Selamat

Banyuwangi, (Warta Blambangan) Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi turut memeriahkan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 tanggal 3 Januari 2025 Kementerian Agama Republik Indonesia dengan menyampaikan ucapan selamat secara istimewa. Ungkapan tersebut diwujudkan dalam bentuk karangan bunga yang dikirimkan langsung ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi sebagai simbol apresiasi dan dukungan atas kontribusi Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang rukun dan harmonis.



Dengan mengusung tema "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas", peringatan HAB tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang Kementerian Agama dalam menguatkan nilai-nilai kerukunan umat beragama. Tema tersebut sejalan dengan visi besar Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang berdaya saing dan harmonis, sebagai pijakan menuju tahun emas 2045.


Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, mengungkapkan bahwa keberadaan yayasan yang bergerak di bidang literasi dan seni budaya ini tidak dapat dipisahkan dari peran Kementerian Agama. "Kementerian Agama memiliki andil besar dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya literasi dan seni yang inklusif. Sebagai mitra, kami merasa bahwa perjalanan Lentera Sastra Banyuwangi selalu bersinergi dengan visi dan misi Kementerian Agama," ujar Syafaat dalam pernyataannya.


Karangan bunga dari Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi yang dikirimkan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menjadi perhatian banyak pihak. Dengan nuansa warna yang cerah dan pesan yang inspiratif, karangan bunga tersebut tidak hanya menjadi simbol ucapan selamat tetapi juga representasi komitmen Yayasan Lentera Sastra dalam mendukung program-program Kementerian Agama.


“Kami ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi Kementerian Agama dalam membina kerukunan umat beragama di Banyuwangi. Peringatan HAB ke-79 ini adalah momentum yang tepat untuk mengingatkan kita semua bahwa kebersamaan adalah kunci menuju Indonesia yang lebih baik,” tambah Syafaat.


Sinergi Lentera Sastra dan Kementerian Agama

Sejak didirikan, Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi telah banyak berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai keberagaman dan moderasi beragama. Beberapa program yang telah terlaksana, seperti pelatihan literasi berbasis religi, lomba puisi antar-madrasah, hingga diskusi budaya bertema inklusivitas, menjadi bukti nyata sinergi yang terjalin erat antara kedua pihak.


Menurut Syafaat, Kementerian Agama bukan hanya sebagai mitra strategis, tetapi juga inspirasi utama dalam perjalanan Lentera Sastra. "Kami belajar banyak dari semangat pengabdian Kementerian Agama, terutama dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat yang plural. Nilai-nilai ini selalu kami terapkan dalam setiap kegiatan yang kami lakukan," imbuhnya.


Pentingnya Peran Kebudayaan dalam Kerukunan

Syafaat juga menegaskan bahwa sastra dan seni memiliki peran penting dalam membangun kerukunan. Melalui karya sastra, pesan-pesan damai dan persatuan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh hati. Ia berharap, melalui peringatan HAB ke-79, sinergi antara Lentera Sastra Banyuwangi dan Kementerian Agama semakin kuat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


“Literasi dan seni adalah medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual. Melalui karya, kita bisa menyentuh berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Ini adalah salah satu cara kami mendukung tema HAB kali ini, yaitu umat rukun menuju Indonesia emas,” tuturnya.


Dalam peringatan ini, Syafaat juga menyampaikan harapannya agar Kementerian Agama terus konsisten dalam memperkuat perannya sebagai motor penggerak kerukunan umat beragama. Ia juga berharap agar Lentera Sastra Banyuwangi dapat terus menjadi bagian dari perjalanan tersebut.


“Kami percaya bahwa cita-cita Indonesia Emas hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat saling mendukung. Kami di Lentera Sastra Banyuwangi akan terus berkontribusi melalui karya dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program-program Kementerian Agama,” ujar Syafaat dengan penuh semangat.


Hari Amal Bakti bukan hanya milik Kementerian Agama, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi seluruh masyarakat. Di Banyuwangi, peringatan HAB selalu disambut dengan antusias, baik melalui upacara, kegiatan sosial, maupun doa bersama.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi. “Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Lentera Sastra Banyuwangi. Semoga sinergi yang telah terjalin ini terus berjalan harmonis demi mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang rukun dan sejahtera,” ujarnya.


Peringatan HAB ke-79 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Kementerian Agama dan berbagai elemen masyarakat. Lentera Sastra Banyuwangi, sebagai bagian dari komunitas budaya di Banyuwangi, berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui program-program yang mendukung moderasi beragama dan keberagaman budaya.


“Tidak ada yang lebih indah daripada melihat umat yang rukun dan saling mendukung. Inilah visi yang ingin kami wujudkan bersama dengan Kementerian Agama,” pungkas Syafaat.


Hari Amal Bakti ke-79 menjadi pengingat bahwa peran Kementerian Agama sangatlah penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak, seperti yang ditunjukkan oleh Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, adalah bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dapat membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik.


Melalui karya sastra, seni, dan budaya, Lentera Sastra Banyuwangi akan terus menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa ini dalam merajut kebersamaan dan kerukunan menuju Indonesia Emas.


Pesan Chaironi Hidayat dalam Seminar Mewujudkan Keluarga Sakinah

Banyuwangi,  (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., menjadi narasumber dalam Seminar "mewujudkan keluarga sakinah" yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Sabtu (28-12-2024). Seminar ini dihadiri oleh pimpinan daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta MUI dari kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.



Dalam paparannya, Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan pentingnya peran istri dalam menciptakan keluarga sakinah. "Peran istri sangat penting untuk menjaga keharmonisan keluarga," ungkapnya. Ia juga menekankan bagaimana istri dapat menciptakan suasana yang nyaman di rumah agar suami dan anak-anak betah tinggal di dalam keluarga.


Seminar ini juga menghadirkan narasumber lainnya, di antaranya Dr. Kurniatul Faizah, dari Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), yang membahas pentingnya keharmonisan keluarga untuk menunjang pendidikan anak. Menurutnya, lingkungan keluarga yang harmonis adalah landasan utama dalam pembentukan karakter dan prestasi anak.


Selain itu, Dr. Hj. Emy Hidayati, dosen Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) Genteng, menyampaikan materi tentang pencegahan pernikahan anak. Ia menyoroti peran penting perempuan dalam pemberdayaan keluarga. "Perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga pendidikan anak dan mencegah pernikahan usia dini melalui pemberdayaan keluarga," tegasnya.


Acara ini menjadi ajang diskusi dan refleksi penting untuk mendorong upaya pencegahan pernikahan usia dini serta memperkuat peran keluarga dalam menciptakan generasi yang lebih baik.

Atensi Seni Budaya Islam Ditjen Bimas Islam di Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi – Data seni dan budaya Islam di Kabupaten Banyuwangi menarik perhatian Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Dalam rangka menelusuri lebih jauh keberagaman seni budaya Islam di daerah ini, dr. Frida Krisdiyanti ditugaskan melakukan pendataan langsung.



Dalam pertemuan di ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada Senin (30/12/2024), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, menyampaikan apresiasi atas perhatian Ditjen Bimas Islam. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan tim Ditjen Bimas Islam yang memberi perhatian besar terhadap seni dan budaya Islam di Banyuwangi. Kabupaten ini adalah tempat lahirnya Shalawat Badar yang begitu mendunia,” ungkapnya.


Dr. Frieda Krisdiyanti yang sudah keempat kalinya berkunjung ke Banyuwangi, menyatakan kekagumannya terhadap kekayaan seni budaya Islam di daerah ini. “Seni dan budaya di Kabupaten Banyuwangi sangat beragam, terutama yang berakar dari tradisi Islam, seperti rodat, mocoan, dan lainnya,” tuturnya.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Ditjen Bimas Islam untuk mendokumentasikan dan mengembangkan seni budaya Islam yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya nasional. Dengan pendataan yang akurat, diharapkan seni budaya Islam di Banyuwangi dapat terus dilestarikan dan dikenal lebih luas.


Banyuwangi, selain dikenal sebagai kota wisata, juga memiliki tradisi seni budaya Islam yang kuat, menjadikannya sebagai daerah yang strategis dalam pelestarian warisan budaya nasional.

Grand Final Story Telling Competition tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi dipenuhi semangat dan antusiasme peserta pada Senin, (30/12)2024). Grand Final Story Telling Competition tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Banyuwangi resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, DR. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., MM. Lomba yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama RI ini merupakan inisiatif Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari program Gemar Berbahasa Asing (GEMAR) bagi siswa madrasah.



Nur Khofifah, S.Pd.I., M.Pd selaku ketua panitia menyampaikan bahwa sebanyak 84 peserta dari berbagai madrasah telah mendaftar dan mengirimkan video penilaian untuk babak pertama. Setelah melalui proses seleksi ketat, terpilih 40 peserta yang berhak melaju ke grand final. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta dan dukungan penuh dari pihak madrasah. Lomba ini menjadi ajang bergengsi untuk melatih kemampuan berbahasa asing siswa MI di Banyuwangi,” ujar Khofifah dalam laporannya.


Dalam sambutannya, Chaironi Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini adalah sebuah pencapaian dan sejarah baru bagi Kemenag Banyuwangi. “Story Telling Competition tingkat MI adalah yang pertama kali kami selenggarakan. Ini adalah langkah awal untuk membentuk generasi madrasah yang unggul dalam keterampilan berbahasa asing. Semua finalis adalah juara, namun hanya yang terbaik yang akan membawa pulang penghargaan,” tuturnya dengan penuh semangat.


Suasana haru dan antusiasme semakin terasa, terutama dengan adanya doorprize senilai lima juta rupiah bagi para juara yang disponsori oleh lembaga bimbingan Bahasa Inggris, Inochi. Kehadiran dukungan ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus berprestasi dalam mengasah keterampilan berbahasa asing.


Dengan berlangsungnya Grand Final Story Telling Competition ini, Kemenag Banyuwangi berharap dapat terus mendorong inovasi dalam pendidikan madrasah dan membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap dalam akademik, tetapi juga siap bersaing di kancah global melalui penguasaan bahasa asing. (Syaf)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger