Pages

Syafaat, Petugas Haji 2024, Serahkan Buku Pengalaman kepada Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim

Banyuwangi  (Warta Blambangan) Syafaat, salah satu petugas haji tahun 2024, secara simbolis menyerahkan buku berjudul Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji kepada Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Santoso. Acara penyerahan buku ini berlangsung di sela-sela kegiatan Kemah Moderasi Beragama yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, pada Jumat (11/10/2024).



Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji merupakan dokumentasi pengalaman Syafaat selama bertugas sebagai petugas haji, mencakup berbagai tantangan dan pengalaman berharga selama mendampingi jamaah haji. "Buku ini saya tulis sebagai bentuk refleksi dan tanggung jawab moral untuk berbagi pengalaman, khususnya bagi generasi muda yang mungkin tertarik dengan tugas mulia ini," ujar Syafaat.


Dr. Santoso yang pernah menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tersebut mengapresiasi langkah Syafaat untuk mendokumentasikan pengalamannya. “Buku ini sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai catatan pribadi, tetapi juga sebagai referensi bagi penyelenggara haji maupun petugas haji di masa depan. Pengalaman di lapangan seperti ini sangat berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji," tuturnya.

Dengan adanya buku ini, diharapkan semakin banyak petugas yang terinspirasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait tugas haji, sehingga kualitas pelayanan terhadap jamaah dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

(Tim Peliputan)


Chaironi Hidayat Nyanyikan Lagu Slank dalam Pensi Morama II

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menjadi pembuka acara Pentas Seni (Pensi) Kemah Moderasi Beragama (Morama) II yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Jumat malam (11/10/2024). Ia memulai pentas seni tersebut dengan menyanyikan lagu "Ku Tak Bisa" yang dipopulerkan oleh Slank pada tahun 2004 dalam album PLUR.



Lagu yang memiliki lirik penuh makna tersebut disambut meriah oleh seluruh peserta kemah. Mereka tampak antusias ikut bernyanyi bersama, membuat suasana malam itu semakin semarak. Penampilan Dr. Chaironi tak hanya memberikan hiburan, namun juga membangkitkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di antara peserta.


Pentas seni ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kemah Moderasi Beragama II, yang bertujuan mempererat kerukunan dan toleransi di antara peserta, yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan.


"Kehadiran dan partisipasi aktif seluruh peserta di pentas seni ini merupakan bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang, tapi justru memperkaya kita dalam keberagaman," ungkap Chaironi dalam sambutannya setelah penampilannya.


Acara ini turut dihadiri oleh beberapa pejabat Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur  dan peserta dari berbagai agama di Banyuwangi, yang semuanya larut dalam semangat moderasi beragama dan harmoni yang diusung dalam kegiatan ini.


Kemah Moderasi Beragama II akan berlangsung hingga Minggu, dengan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang diharapkan dapat memperkuat moderasi beragama di kalangan generasi muda.

Pembukaan Kemah Moderasi Beragama (Morama) II: Penguatan Nilai Kebersamaan dan Toleransi di Banyuwangi

Banyuwangi,(Warta Blambangan) Kemah Moderasi Beragama resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Dr. H. Santoso, di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Jumat (11/10/2024). Acara ini diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai latar belakang agama, baik dari kalangan siswa Pramuka, penyuluh agama, maupun Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.



Dalam sambutannya, Dr. H. Santoso menekankan pentingnya nilai-nilai moderasi beragama yang sudah tersirat dalam Dasa Darma Pramuka. "Pramuka sudah menanamkan prinsip kebersamaan, gotong-royong, dan toleransi, yang selaras dengan konsep moderasi beragama," jelasnya.


Ia juga menyoroti kekayaan budaya dan agama di Banyuwangi yang dihuni oleh beragam suku dan bahasa, seperti Osing, Jawa, Madura, serta beragam agama yang dianut oleh penduduknya. "Di Banyuwangi, kita hidup dalam keberagaman. Perbedaan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk disyukuri dan dikelola dengan bijak melalui moderasi beragama," tambah Pejabat yang pernah menduduki jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tersebut.


Kemah Moderasi Beragama ini menjadi wadah untuk mempraktikkan toleransi dan penguatan sikap moderat dalam kehidupan beragama. Para peserta diajak untuk berinteraksi dan saling mengenal melalui kegiatan-kegiatan yang mengedepankan semangat persatuan.


Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, seperti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Chaironi Hidayat, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Dr. H. Moh. Amak Burhanuddin, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Drs. Mufi Imron Rosyadi, dan Pembimbing Masyarakat Katolik Aries Papudi.


Sebagai bagian dari acara, Dr. H. Santoso memimpin pembacaan Deklarasi Moderasi Beragama, yang diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Deklarasi ini menegaskan komitmen untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dan mengamalkan moderasi dalam setiap aspek kehidupan.


Dengan diselenggarakannya kemah ini, diharapkan semakin banyak generasi muda dan masyarakat luas yang terlibat aktif dalam membangun harmoni dan toleransi di tengah kemajemukan bangsa.

SMA Widya Laya Ganesha Parwati Ikuti Kemah Moderasi Beragama di Jeongmara


Banyuwangi (Warta Blambangan) Sebanyak delapan peserta dari SMA Widya Laya Ganesha Parwati, Kecamatan Purwoharjo, turut berpartisipasi dalam Kemah Moderasi Beragama yang digelar di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon. Kegiatan yang diikuti lebih dari seribu peserta ini menjadi ajang penting dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di kalangan generasi muda.

Pembina Pramuka dari SMA Widya Laya Ganesha Parwati, Krisna Tri Prasetya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengikuti kegiatan besar ini. "Kami sangat berterima kasih karena telah diikutsertakan dalam Kemah Moderasi Beragama ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangun karakter siswa kami agar lebih memahami pentingnya moderasi dalam beragama," ujarnya.

Kemah Moderasi Beragama ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Dr. Chaironi Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dan Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Direktur KSKK Dirjen Pendis, Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program-program yang bertujuan memperkuat semangat moderasi beragama di kalangan generasi muda.

Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan bagi para pelajar agar semakin memahami pentingnya sikap moderat dalam beragama serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.


Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim Terima Buku Antologi Puisi dari Lentera Sastra Banyuwangi

Banyuwangi, (Warta Blambangan) Kamis (10/10/2024) – Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Moh. Amak Burhanuddin, menerima buku antologi puisi berjudul 79 Penyair Hebat Bersama Umat dari Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat. Penyerahan buku ini berlangsung di sela-sela Kegiatan Moderatosi Beragama yang diadakan di Banyuwangi.



Dr. Amak Burhanuddin merupakan salah satu penulis yang berkontribusi dalam antologi puisi tersebut. Beliau menuturkan rasa bangganya bisa berpartisipasi bersama para penyair lainnya dalam karya sastra yang sarat makna religius dan humanis.


"Buku ini mengajak kita untuk terus menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari," ujar Amak.


Sebelum menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Dr. Moh. Amak Burhanuddin pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, di mana kontribusinya dalam bidang Literasi dan Sastra telah banyak diakui, dan mendapatkan penghargaan The Sunrise of Java Award 


Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, menyampaikan harapannya agar buku ini menjadi inspirasi bagi pembaca dalam mengintegrasikan seni dan spiritualitas. "Kami bangga bisa menyatukan para penyair dari berbagai latar belakang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat," katanya.


Buku 79 Penyair Hebat Bersama Umat merupakan sebuah antologi yang melibatkan banyak penyair dari berbagai kalangan dengan tema-tema yang berfokus pada kebersamaan, keagamaan, dan sosial, mencerminkan keberagaman Indonesia dalam bingkai sastra.


Pelatihan Literasi Digital Bekali Murid MTSN 6 Banyuwangi Bisa Menulis Berita

Banyuwangi (Warta Blambangan) Mars MTSN 6 Banyuwangi menggema di Pembukaan Pelatihan Literasi Digital Buat Kelas Unggulan kelas 7 dan duta perpustakaan pada Hari Rabu, (09/10/24) usai menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.Mars karya waka kesiswaan H.Saewan,M.Pd yang diarasemen guru bahasa Indonesia yang memang electoner peofesional Atief Novendi,S.Pd diklaim satu-satu mtsn di bumi Blambangan yang punya mars penyemangat warga madrasah sesuai visi misi.



Ketua Panitia Rizal Feridiansyah,S.Ag sampaikan ada 5 pelatihan yang akan digelar dalam tahun ajaran 2024-2025.Untuk literasi digital yang berlangsung 3 hari ini juga akan diadakan lagi pada semester ganjil awal tahun depan.Harapannya peserta pelatihan bisa sebagai kontributor majalah digital inovasi  sekolah di kecamatan Glenmore ini.Selama ini yang mengisi adalah guru.


Kepala Madrasah Kholiq Masduki,S.Pd,M.Si yang pernah mengajar di MAN 2 dan 4 itu dalam sambutannya sampaikan kita saat ini tak bisa lepas dari digital dan medsos.Dan bagaimana kita tak hanya jadi penonton tapi jadi pegiat literasi yang positif.Bagaimana program 1 hari 1 berita bisa diwujudkan oleh guru maupun murid maka kami hadirkan pakarnya yakni Bung Aguk Wahyu Nuryadi seorang jurnalis senior dan Yeti Chotimah,M.Pd seorang penulis buku sekaligus geogle master yang sudah buat buku digital Wastra Batik dalam Sehelai Kain, harapannya bisa menularkan semangat dan ilmu agar budaya literasi bisa wujud berkelanjutan karya di media cetak maupun online-'khususnya majalah digital inovasi sekolah!" tutur alumni Unej dan ITS ini seraya sampaikan suatu kebanggaan akan jadi lembaga pendidikan yang akan dikunjungi 4-5 penyair peserta Festival Jambore Sastra Asia Tenggara pada tanggal 25 Oktober.Kebetulan 2 narasumber suami istri ini juga penyair yang lolos kurasi jambore sastra itu. 



Waka Kurikulum MTSN 6  Rusmi Indriyani,M.Pd yang yang pernah ikut workshop penulisan di Jakarta senang sekali bisa kehadiran narasumber inspiratif  yang nantinya energi positif bisa mewarnai warga sekolah dengan semangat iqro' dan merdeka belajar di era globalisasi.Salam leterasi bergerak dan berdaya!(Bung Aguk/YC/WB)

Pertemuan Tekhnik Penyair Goes to School


Banyuwangi (Warta Blambangan) – Kepala sekolah dan madrasah di Kabupaten Banyuwangi mengikuti Pertemuan Teknik Penyair Goes to School yang digelar di Palinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Selasa (8/10)24). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) yang berlangsung di Banyuwangi.



Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Kesenian Banyuwangi (DKB), Hasan Basri, menjelaskan secara rinci mengenai teknik pelaksanaan program Penyair Goes to School. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menumbuhkan minat sastra, khususnya puisi, di kalangan siswa sekolah dan madrasah. "Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia sastra, sekaligus mengajak mereka untuk mengekspresikan diri melalui puisi," ujar Hasan Basri.



Para kepala sekolah dan madrasah yang hadir tampak antusias menyambut program ini. Mereka mengapresiasi inisiatif yang diharapkan dapat memperkaya kegiatan literasi dan budaya di lingkungan sekolah.


Sebagai hasil dari program ini, puisi-puisi karya siswa yang dihasilkan melalui kegiatan Penyair Goes to School akan dibukukan sebagai bagian dari kontribusi dalam dunia sastra lokal dan Asia Tenggara. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu warisan karya yang menginspirasi generasi muda dan memperluas wawasan tentang kekayaan sastra di Banyuwangi.


Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun budaya literasi yang kuat di Banyuwangi, serta memperkenalkan siswa pada dunia sastra yang lebih luas.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger