Pages

SMA Widya Laya Ganesha Parwati Ikuti Kemah Moderasi Beragama di Jeongmara


Banyuwangi (Warta Blambangan) Sebanyak delapan peserta dari SMA Widya Laya Ganesha Parwati, Kecamatan Purwoharjo, turut berpartisipasi dalam Kemah Moderasi Beragama yang digelar di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon. Kegiatan yang diikuti lebih dari seribu peserta ini menjadi ajang penting dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di kalangan generasi muda.

Pembina Pramuka dari SMA Widya Laya Ganesha Parwati, Krisna Tri Prasetya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengikuti kegiatan besar ini. "Kami sangat berterima kasih karena telah diikutsertakan dalam Kemah Moderasi Beragama ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangun karakter siswa kami agar lebih memahami pentingnya moderasi dalam beragama," ujarnya.

Kemah Moderasi Beragama ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Dr. Chaironi Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dan Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Direktur KSKK Dirjen Pendis, Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program-program yang bertujuan memperkuat semangat moderasi beragama di kalangan generasi muda.

Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan bagi para pelajar agar semakin memahami pentingnya sikap moderat dalam beragama serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.


Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim Terima Buku Antologi Puisi dari Lentera Sastra Banyuwangi

Banyuwangi, (Warta Blambangan) Kamis (10/10/2024) – Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Moh. Amak Burhanuddin, menerima buku antologi puisi berjudul 79 Penyair Hebat Bersama Umat dari Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat. Penyerahan buku ini berlangsung di sela-sela Kegiatan Moderatosi Beragama yang diadakan di Banyuwangi.



Dr. Amak Burhanuddin merupakan salah satu penulis yang berkontribusi dalam antologi puisi tersebut. Beliau menuturkan rasa bangganya bisa berpartisipasi bersama para penyair lainnya dalam karya sastra yang sarat makna religius dan humanis.


"Buku ini mengajak kita untuk terus menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari," ujar Amak.


Sebelum menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Dr. Moh. Amak Burhanuddin pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, di mana kontribusinya dalam bidang Literasi dan Sastra telah banyak diakui, dan mendapatkan penghargaan The Sunrise of Java Award 


Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, menyampaikan harapannya agar buku ini menjadi inspirasi bagi pembaca dalam mengintegrasikan seni dan spiritualitas. "Kami bangga bisa menyatukan para penyair dari berbagai latar belakang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat," katanya.


Buku 79 Penyair Hebat Bersama Umat merupakan sebuah antologi yang melibatkan banyak penyair dari berbagai kalangan dengan tema-tema yang berfokus pada kebersamaan, keagamaan, dan sosial, mencerminkan keberagaman Indonesia dalam bingkai sastra.


Pelatihan Literasi Digital Bekali Murid MTSN 6 Banyuwangi Bisa Menulis Berita

Banyuwangi (Warta Blambangan) Mars MTSN 6 Banyuwangi menggema di Pembukaan Pelatihan Literasi Digital Buat Kelas Unggulan kelas 7 dan duta perpustakaan pada Hari Rabu, (09/10/24) usai menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.Mars karya waka kesiswaan H.Saewan,M.Pd yang diarasemen guru bahasa Indonesia yang memang electoner peofesional Atief Novendi,S.Pd diklaim satu-satu mtsn di bumi Blambangan yang punya mars penyemangat warga madrasah sesuai visi misi.



Ketua Panitia Rizal Feridiansyah,S.Ag sampaikan ada 5 pelatihan yang akan digelar dalam tahun ajaran 2024-2025.Untuk literasi digital yang berlangsung 3 hari ini juga akan diadakan lagi pada semester ganjil awal tahun depan.Harapannya peserta pelatihan bisa sebagai kontributor majalah digital inovasi  sekolah di kecamatan Glenmore ini.Selama ini yang mengisi adalah guru.


Kepala Madrasah Kholiq Masduki,S.Pd,M.Si yang pernah mengajar di MAN 2 dan 4 itu dalam sambutannya sampaikan kita saat ini tak bisa lepas dari digital dan medsos.Dan bagaimana kita tak hanya jadi penonton tapi jadi pegiat literasi yang positif.Bagaimana program 1 hari 1 berita bisa diwujudkan oleh guru maupun murid maka kami hadirkan pakarnya yakni Bung Aguk Wahyu Nuryadi seorang jurnalis senior dan Yeti Chotimah,M.Pd seorang penulis buku sekaligus geogle master yang sudah buat buku digital Wastra Batik dalam Sehelai Kain, harapannya bisa menularkan semangat dan ilmu agar budaya literasi bisa wujud berkelanjutan karya di media cetak maupun online-'khususnya majalah digital inovasi sekolah!" tutur alumni Unej dan ITS ini seraya sampaikan suatu kebanggaan akan jadi lembaga pendidikan yang akan dikunjungi 4-5 penyair peserta Festival Jambore Sastra Asia Tenggara pada tanggal 25 Oktober.Kebetulan 2 narasumber suami istri ini juga penyair yang lolos kurasi jambore sastra itu. 



Waka Kurikulum MTSN 6  Rusmi Indriyani,M.Pd yang yang pernah ikut workshop penulisan di Jakarta senang sekali bisa kehadiran narasumber inspiratif  yang nantinya energi positif bisa mewarnai warga sekolah dengan semangat iqro' dan merdeka belajar di era globalisasi.Salam leterasi bergerak dan berdaya!(Bung Aguk/YC/WB)

Pertemuan Tekhnik Penyair Goes to School


Banyuwangi (Warta Blambangan) – Kepala sekolah dan madrasah di Kabupaten Banyuwangi mengikuti Pertemuan Teknik Penyair Goes to School yang digelar di Palinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Selasa (8/10)24). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) yang berlangsung di Banyuwangi.



Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Kesenian Banyuwangi (DKB), Hasan Basri, menjelaskan secara rinci mengenai teknik pelaksanaan program Penyair Goes to School. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menumbuhkan minat sastra, khususnya puisi, di kalangan siswa sekolah dan madrasah. "Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia sastra, sekaligus mengajak mereka untuk mengekspresikan diri melalui puisi," ujar Hasan Basri.



Para kepala sekolah dan madrasah yang hadir tampak antusias menyambut program ini. Mereka mengapresiasi inisiatif yang diharapkan dapat memperkaya kegiatan literasi dan budaya di lingkungan sekolah.


Sebagai hasil dari program ini, puisi-puisi karya siswa yang dihasilkan melalui kegiatan Penyair Goes to School akan dibukukan sebagai bagian dari kontribusi dalam dunia sastra lokal dan Asia Tenggara. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu warisan karya yang menginspirasi generasi muda dan memperluas wawasan tentang kekayaan sastra di Banyuwangi.


Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun budaya literasi yang kuat di Banyuwangi, serta memperkenalkan siswa pada dunia sastra yang lebih luas.

Tim Irjen Muh. Taqiyudin dan Adha Anggraini Dapat Kado Buku


Banyuwangi (Warta Blambangan) Dalam acara sederhana namun penuh makna, Syafaat, petugas haji tahun 2024, menyerahkan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji kepada Tim Irjen Muh. Taqiyudin dan Adha Anggraini. Penyerahan ini dilakukan di ruang PTSP Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi saat Taqiyudin melaksanakan tugas di daerah tersebut, Selasa (08/10/2024).


Keduanya sebelumnya bertemu di terminal Jiyad Makkah saat menjalankan tugas sebagai Dalgas (Pengendalia Petugas). Di tengah kesibukan, Taqiyudin dan timnya sempat  membantu salah satu jamaah SUB-58 yang telah selesai Thawaf dengan menggunakan kursi roda untuk kembali ke hotel Bilal di Misfalah, sementara Syafaat menunggu jamaahnya yang sedang melaksanakan thawaf di Terminal Jiyad.


Buku Catatan Kecil yang disusun oleh Syafaat mencakup berbagai pengalaman berharga, tantangan, dan pelajaran selama bertugas sebagai petugas haji. Melalui penyerahan buku ini, Syafaat berharap agar pengalaman yang dituliskannya dapat menjadi sumber inspirasi bagi petugas haji lainnya serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah di masa mendatang.


Muh. Taqiyudin mengapresiasi inisiatif Syafaat. “Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi juga menggambarkan dedikasi dan komitmen kita dalam melayani jamaah,” ujarnya.



Penyerahan buku ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar petugas haji demi memberikan pelayanan terbaik selama musim haji. Semoga karya ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi generasi petugas haji selanjutnya. 


Syafaat juga menyampaikan bahwa silaturahim antar petugas haji bukan hanya ketika menjalankan tugas saja, tetapi juga selamanta. begitu juga dengan layanan terhadap jamaah, Syafaat secara sukarela memberikan bimbingan kepada jamaah haji maupun petugas yang belum berangat (syaf)

Perjalanan Petugas Haji Tahun 2024 Ditulis Dalam Buku


Banyuwangi (Warta Blambangan)-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, menerima buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024 dari petugas haji, Syafaat. Penyerahan buku ini berlangsung di Kantor Kemenag Banyuwangi pada hari Senin (7/10).

Buku yang diserahkan tersebut merupakan dokumentasi penting yang berisi rangkaian catatan perjalanan, pengalaman, serta evaluasi selama bertugas sebagai petugas haji pada musim haji tahun 2024. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi dan panduan berharga bagi para petugas haji di masa mendatang dalam menjalankan tugas mulia mereka.

Chaironi Hidayat mengapresiasi atas inisiatif untuk mendokumentasikan pengalaman selama bertugas. Menurutnya, dengan adanya catatan buku ini, maka dapat terus memperbaiki pelayanan kepada jamaah haji dan memberikan yang terbaik di masa yang akan datang.

"Semoga memberikan motivasi kepada para petugas haji untuk menuliskan pengalamnya ketika bertugas", katanya

Sementara Syafaat selaku penulis dan petugas berharao, agar buku ini dapat membantu petugas haji lainnya dalam menjalankan tugas mereka. 

"Saya berharap, buku ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan petugas haji di Banyuwangi, sehingga kita dapat melayani jamaah haji dengan lebih baik dan maksimal", pungkasnya

Pesan Ustad. Murid harus kenal guru dan guru bisa metode BCM

Banyuwangi (Warta Blambangan) LPPF SDM DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi  mengadakan kegiatan Mengajar Anak dengan Memanfaatkan Metode BCM (Bermain, Cerita dan Menyanyi) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Oktober 2024, tepat pukul 08.00 WIB acara dimulai, terasa suasana pagi dengan penuh semangat dan riang gembira, program meningkatkan kualitas diri ini diadakan di Masjid Hijau Baitullah, kebalenan Banyuwangi.



 Metode BCM ini pun ditularkan kepada 350 dewan assatidz TPA/TPQ  se- Kabupaten Banyuwangi. 


Narasumber pada kegiatan ini  Ustad H. Wuntat Wawan Sumbodo, S.Ag juru kisah Nasional asal Yogyakarta.


Salah satu metode mengajar yang dapat dijadikan pilihan agar anak didik tidak bosan adalah BCM "Bermain, Cerita dan Menyanyi". Metode ini cukup ampuh untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar. 


Ketua panitia Al mukarom Achmad Zakaria,  mengatakan,  "Belajar itu Penting, Mengaji itu Penting, Disiplin itu Penting.Terus bagaimana dengan anak kita? Anak kita butuh dengan Nyaman, Senang, Gembira sebab anak memiliki dunia yang berbeda. Tetapi apa yang akan kita ajarkan tetap tersampaikan kepada anak didik. Dengan Pelatihan BCM ini diharapkan ustadz ustadzah bisa mengajar dengan menyenangkan," ungkap pengasuh Ponpes Safinda ini dengan senyum menyenangkan.



Hal tersebut juga di amin kan oleh ketua umum DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi Achmad Sururuddin, SE., M.Si mengatakan, "Oleh karena itu setiap anak memerlukan permainan adalah dunia anak yang sejati. Bermain merupakan kegiatan santai, menyenangkan tanpa beban yang menghasilkan sesuatu. Dari sini timbul suatu pertanyaan bagaimana cara kita mengajar? Tugas Guru/Ustadz adalah membantu orang belajar dengan cara memanfaatkan sikon  lingkungan  penuh kearifan sehingga murid/santri dapat belajar dengan mudah. Selamat menimba ilmu, dan diaplikasikan pada saat mengajar."


Anak dapat belajar ketika nyaman, menyenangkan, gembira, Bermain sambil Belajar. Adapun Fungsi permainan : (a) Membangun kreativitas anak, (b) Sarana mengenal lingkungan, (c) Sarana pendidikan emosi, (d) Sebagai hiburan dan selingan dari kejenuhan, (e) Belajar bekerjasama dengan orang lain, (f) Sebagai media penyampaian pesan.


Selain mengajak bermain dengan game game mendidik, ada jurus kedua yang diberikan Ustadsz Wuntat yakni bercerita, dengan mengutip akhiran ayat dari QS. Al A'raf ayat 176, "Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir." Ada banyak cerita dan kisah teladan yang dapat dijadikan rujukan dan "senjata ampuh" untuk mengambil hati anak peserta didik. Setelah anak merasa senang dan cocok dengan gurunya, disitulah mulai proses mentransfer ilmu dapat dilakukan dengan baik. Karena seorang anak yang kurang mengenal gurunya, akan sulit untuk menerima pelajaran dari sang guru.

Cerita mempunyai fungsi antara lain : (1) Sarana kontak batin antara ustadz/ah dengan santri. (2) pendidikan imajinasi/ fantasi. (3) pendidikan emosi (perasaan), (4) media penyampaian pesan/ nilai-nilai agama. (5) membantu proses identifikasi diri/ perbuatan. (6) memperkaya pengalaman batin. (7) hiburan/ penyegaran & penarik perhatian.


Lebih lanjut Ustadz Wuntat menyampaikan Bagaimana cara bercerita dengan baik : (1) Total, (2) satukan perhatian anak, (3) visualisasi gerak/ peragaan (akting), (4) Ekspresif, (5) ilustrasi suara, suara lazim & tak lazim : a. suara asli, b. suara besar dan suara kecil, c. suara hewan, d. suara kendaraan, dll. (6) media atau alat peraga, (7) Humor. 



Pamungkas yang paling disenangi anak adalah menyanyi. Seorang guru/ustadz-ustadzah harus Memilih lagu yang tepat untuk anak dengan Meneliti syair dan tema lagu.


Lagu yang diajarkan di lembaga pendidikan Islam haruslah mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Ustadz/ah harus pandai memilih lagu-lagu yang bertemakan Islami. Maka dalam memilih lagu, ustadz/ah harus meneliti syair dan teksnya terlebih dahulu. Ada banyak lagu anak yang bisa kita ajarkan, beberapa lagu kita ambil dari Nasyid dan beberapa lagu bisa kita sadur sendiri. Terakhir ustadz asal Yogjakarta ini berpesan kepada 350 peserta pelatihan BCM "ciptakan suasana belajar yang bergembira dalam mengajar, agar kita menjadi pendidik yang dicintai murid murid kita." 

Salah satu peserta dari TPA Al Amien Gambiran ustadz Angga menyampaikan banyak terima kasih kepada DPD BKPRMI Banyuwangi khususnya LPPD SDM yang telah menyelenggarakan pelatihan BCM ini. Juga kepada Ustadz Wuntat yang sangat luar biasa, terima kasih atas ilmunya, semoga ini bisa menjadi bekal untuk lebih bervariasi dalam proses pembelajaran.

Ustadz Angga juga menyampaikan harapan untuk lebih sering lagi diadakan pelatihan lainnya untuk upgrade pengetahuan ustadz/ustadzah.

(Q'Nin/AWN/JN)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger