Pages

Penyerahan Buku Antologi Puisi "Hebat Bersama Umat" dari Lentera Sastra Banyuwangi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) – Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi menyerahkan buku antologi puisi bertajuk "Hebat Bersama Umat" kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, pada Rabu (02/10/2024) di ruang kerjanya. 



Penyerahan buku ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi Lentera Sastra Banyuwangi atas peran penting Kementerian Agama dalam memajukan literasi keagamaan dan sastra di Kabupaten Banyuwangi. Buku yang berisi kumpulan puisi ini menggambarkan semangat kebersamaan umat beragama dan perjuangan dalam menciptakan keharmonisan sosial.


Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Lentera Sastra Banyuwangi atas karya yang telah dihasilkan. "Penyerahan buku ini menjadi momen yang sangat tepat, terutama bertepatan dengan peringatan HAB ke-79 Kementerian Agama. Buku ini tidak hanya sekadar kumpulan puisi, namun juga menjadi simbol semangat kebersamaan dan kontribusi nyata dalam penguatan moderasi beragama," ujarnya.


Lebih lanjut, Dr. Chaironi menambahkan bahwa Kementerian Agama selalu mendukung gerakan literasi, terutama yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai moderasi dan toleransi antar umat beragama. Buku antologi puisi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga kerukunan serta memperkuat jalinan persaudaraan.


Kemenag Kab. Banyuwangi Matangkan Persiapan Kemah Moderasi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Dalam rangka menyukseskan Kemah Moderasi Beragama yang akan digelar pada 11-13 Oktober 2024 di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi pada Selasa (01/10/2024). Rapat dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, dengan dihadiri oleh berbagai unsur terkait, termasuk koordinator penyuluh agama Islam. 


Kemah moderasi ini disamping akan diikuti oleh ASN Kementerian Agama, juga dari siswa, baik dari madrasah maupun sekolah umum.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa penyuluh agama sebagai garda terdepan harus siap dan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. "Kemah ini akan menjadi ajang untuk mempererat kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Moh. Jali, berharap semua pihak, terutama antar umat beragama dari unsur penyuluh, dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Kami berharap acara ini dapat menjadi momentum penting bagi toleransi dan kerjasama antaragama," katanya.


Rapat ini menjadi langkah awal dalam mematangkan berbagai persiapan teknis dan koordinasi antarinstansi untuk memastikan acara berjalan lancar sesuai harapan.

Pembekalan Optimalisasi Media Sosial untuk Kemajuan Usaha di Asosiasi UMKK Segoro 45

 


Banyuwangi – Pada Minggu siang, 29 September 2024, sekitar pukul 13.00 WIB, Asosiasi UMKK (Usaha Mikro Kecil Koperasi) Sinergi Gotong Royong 45 menggelar pertemuan dan pembekalan di teras Masjid Al Hilal 2 Banyuwangi. Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini menghadirkan Maulana Afandi, seorang praktisi digital profesional dan pemilik Penerbit Lintang, sebagai narasumber utama. Dipandu oleh Qurota Ayunin, acara dibuka dengan doa bersama.

Bapak Dafik Ismail, selaku ketua Koperasi Sinergi Gotong Royong 45, menyampaikan laporan perkembangan koperasi dan berbagai aktivitas usaha yang telah dirintis untuk mendukung anggota. Ia menegaskan pentingnya gotong royong dalam memperkuat koperasi sebagai wadah pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh keua Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, Ibu Faizah, seorang pemilik usaha dengan brand Zahrawangi Fashion dan produk kuliner arabian Nasi Mandi. Faizah menghimbau agar para anggora asosiasi aktif untuk menshare berbagai aktivitas dan kegiatan Asosiasi UMKK di media sosialnya masing-masing.


Selanjutnya, Bung Aguk Darsono, pembina Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, memberikan wejangan penting bagi seluruh anggota koperasi. Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kekompakan di antara anggota adalah kunci keberhasilan dalam berjuang dan mengembangkan usaha, baik untuk kepentingan keluarga maupun komunitas.

Dalam sesi utama, Maulana Afandi memberikan pembekalan tentang cara mengoptimalkan penggunaan media sosial (Medsos) bagi para pelaku usaha. Ia berbagi tips tentang bagaimana membangun citra bisnis di platform digital, serta memanfaatkan akun Medsos seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk memperluas jangkauan pelanggan.



Andre Waluyo, yang juga pengurus media online Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, turut mengingatkan para anggota tentang pentingnya setiap pelaku bisnis memiliki "Keyword Bisnis". Menurut Andre, keyword bisnis ini akan memudahkan calon customer dan kolega untuk menemukan profil bisnis dan informasi kontak melalui pencarian online. Dengan begitu, akses terhadap kartu nama digital dan profil usaha menjadi lebih mudah dan cepat, memberikan keuntungan bagi perkembangan bisnis di era digital.


Salah satu peserta, Ibu Linda dari Karangrejo, yang memiliki usaha Kue Bolen, menyampaikan apresiasi terhadap acara ini. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang strategi pemasaran digital. Usaha bolennya, yang telah menembus pasar luar kota seperti Malang, Surabaya, dan Jakarta melalui penjualan di grup WhatsApp, kini juga mulai menjajal platform TikTok untuk memperluas jangkauan. Dengan pembekalan yang diterimanya, ia berharap penjualan melalui media sosial akan semakin efektif.


Acara ini tidak hanya memberikan wawasan digital yang penting bagi para pelaku usaha, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan gotong royong di antara anggota koperasi. Dengan adanya bimbingan terkait penggunaan media sosial dan keyword bisnis, diharapkan usaha para anggota semakin berkembang dan dikenal di pasar yang lebih luas.


Anjangsana Perdana JRKBB: Guyub dan Penuh Kekeluargaan.

 


Banyuwangi – Jaringan Radio Komunitas dan Broadcast Banyuwangi (JRKBB) menggelar agenda anjangsana perdananya pada Minggu pagi, 29 September 2024, di kediaman Bapak Sutiyon, pimpinan sekaligus pemilik Radio Ar Rohman FM, yang berlokasi sekitar 500 meter dari stasiun radio tersebut. Pertemuan ini merupakan agenda pertama sejak terbentuknya kepengurusan baru JRKBB periode 2024-2027. Acara berlangsung dalam suasana yang guyub dan penuh kekeluargaan, dipandu oleh Qurota Ayunin.

Hadir dalam pertemuan tersebut beberapa pengurus harian Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) wilayah Jawa Timur. Suasana yang hangat dan penuh semangat menyelimuti acara ini. Bapak Sutiyon, sebagai tuan rumah, memberikan sambutan pertama dengan menceritakan berbagai aktivitas Radio Ar Rohman FM serta tantangan yang dihadapinya dalam menjalankan usaha lain di luar radio.

Bambang Irawan, Ketua JRKBB yang baru, menyampaikan sambutan berikutnya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan organisasi dengan penuh semangat, serta bertekad mendorong kemajuan radio komunitas di Banyuwangi.

Hadi Purwanto, yang mewakili JRKI Jawa Timur, menyampaikan wejangan mengenai pentingnya menghadirkan program acara yang kreatif dan bervariasi guna menarik lebih banyak pendengar. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas streaming yang sudah tersedia di berbagai media sosial sebagai alat untuk memperluas jangkauan siaran.

Dalam sesi tanya jawab, Haderi, pengurus harian JRKBB, mengusulkan perlunya menunjuk koordinator JRKI untuk wilayah Banyuwangi dan sekitarnya, sesuai dengan arahan pengurus daerah JRKI Jawa Timur. Usulan ini disepakati, dan Haderi secara resmi ditunjuk sebagai koordinator JRKI untuk wilayah tersebut.

Bung Aguk, sebagai pembina JRKI dan JRKBB, menutup acara dengan nasihat kepada para pengurus. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam keberlanjutan program-program JRKI dan JRKBB. Bung Aguk juga memberikan pesan khusus agar seluruh pengurus JRKI dan JRKBB membimbing Andre Waluyo, sekretaris JRKI Jawa Timur dan pengurus JRKBB, yang juga merupakan founder Aplikasi Gata. Meski Andre tidak memiliki latar belakang di dunia radio, ia diharapkan dapat dibimbing dengan baik agar aplikasi Gata bisa mendukung radio komunitas dalam menghadapi tantangan di era digital.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga awal dari kerja sama yang lebih erat di antara pengurus untuk memperkuat eksistensi radio komunitas di Banyuwangi dan sekitarnya terutama yang tergabung dalam JRKBB. (AW)

Kegilaan Artificial Intelligence

 

Kegilaan Artificial Intelligence


Oleh : Syafaat

 

Rasa penasaran kembali meracuni diri untuk mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru. Seringkali, keterpesonaan pada sesuatu yang baru membuat kita terlalu asyik hingga melupakan bahwa kita adalah makhluk tercerdas di muka bumi. Kecerdasan kita, yang dilengkapi dengan nilai-nilai seni, tidak selalu bisa diperoleh dari kecerdasan buatan. Begitu pula dengan nilai-nilai rasa. Namun, rasa penasaran untuk mencoba penggunaan mesin dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong saya untuk terus berinovasi, baik dalam karya tulis, video, hingga aransemen lagu.

Saya mungkin salah satu korban dari rasa penasaran terhadap penggunaan kecerdasan buatan. Dari karya tulis yang sederhana hingga yang lebih kompleks, saya berusaha mengeksplorasi AI untuk sekadar mengatasi rasa ingin tahu saya. Kadangkala, saya menganggap AI lebih cerdas daripada manusia. Saya yakin bahwa perkembangan AI akan mengakibatkan banyak profesi hilang, tergantikan oleh mesin. Mungkin di masa depan, akan ada orang yang lebih memilih menikah dengan robot daripada sesama manusia, karena ingin mencari pasangan yang tidak banyak menuntut dan mudah diatur.

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu teknologi paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan perkembangan yang pesat, AI membawa dampak besar bagi berbagai sektor, mulai dari bisnis, kesehatan, pendidikan, hingga hiburan, namun, dengan semakin masifnya penerapan AI, fenomena yang sering disebut sebagai "kegilaan AI" mulai muncul di berbagai kalangan, terutama ketika AI tampak semakin mengaburkan batas antara manusia dan mesin. AI telah membuktikan dirinya sebagai teknologi revolusioner yang mampu menyelesaikan masalah rumit dalam waktu singkat. Mulai dari bidang kesehatan, industri, hingga dunia hiburan, AI menawarkan solusi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Sistem AI kini digunakan dalam analisis data medis, pemrograman otomatis, dan bahkan dalam seni kreatif seperti pembuatan musik dan gambar maupun video.

AI diciptakan dengan tujuan untuk mempermudah kehidupan manusia melalui otomatisasi tugas-tugas yang kompleks dan memerlukan analisis data yang mendalam. Dalam bidang kesehatan, misalnya, AI digunakan untuk menganalisis pola konsumen dan meningkatkan efisiensi operasional. Teknologi ini juga membuat pencapaian luar biasa di dunia transportasi melalui pengembangan kendaraan otonom,kendaraan tanpa sopir yang diharapkan mampu mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Namun, meski kecerdasan buatan terus membawa manfaat, banyak yang memperingatkan tentang potensi bahaya dari penggunaannya. Kekhawatiran terbesar datang dari kemungkinan AI melampaui kontrol manusia. Beberapa pakar seperti Elon Musk dan ilmuwan Stephen Hawking pernah mengingatkan akan bahaya eksistensial yang ditimbulkan oleh AI. Mereka menyoroti bagaimana AI dapat mengancam pekerjaan manusia, menyebabkan ketimpangan sosial yang lebih besar, hingga, dalam skenario terburuk, menjadi entitas yang tidak bisa dikendalikan, penggunaan yang tidak didasari dengan pengetahuan dan etika mengakibatkan penggunaan AI sebagi jala pintas untuk menyelesaikan pekerjaan,

Kecerdasan buatan juga telah merambah ke dunia seni, sastra dan hiburan. Dari karya seni digital hingga komposisi musik yang dibuat sepenuhnya oleh AI, teknologi ini mengubah cara kita memandang kreativitas. Namun, kecepatan perkembangan AI yang begitu cepat juga menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Banyak orang mulai khawatir dengan kemungkinan AI menggantikan pekerjaan manusia di berbagai sektor. McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa hingga 800 juta pekerjaan dapat tergantikan oleh otomatisasi AI pada tahun 2030. Kondisi ini memicu perdebatan tentang bagaimana kita harus menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang semakin berubah.

Lebih dari itu, kekhawatiran lain muncul terkait dengan etika dan privasi. AI, yang mengandalkan data besar (big data), berpotensi untuk mengakses informasi pribadi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika AI menjadi semakin pintar, ada risiko bahwa data-data pribadi bisa disalahgunakan atau bahkan dikendalikan oleh entitas yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena baru dalam dunia AI yang menggila adalah kreativitas buatan yang mulai menyaingi kemampuan manusia, dalam industri hiburan, AI telah menciptakan film, music (termasuk membuat lagu), bahkan novel. Mesin dengan kemampuan kreatif ini menantang kita untuk memikirkan kembali apa itu sebenarnya kreativitas dan apakah kreativitas manusia akan tersingkirkan?.

Beberapa orang melihat ini sebagai ancaman bagi pekerjaan-pekerjaan kreatif seperti penulis, seniman, dan Musisi hingga tenaga pendidik, namun, di sisi lain, AI juga dilihat sebagai alat yang bisa membantu memperkaya kreativitas manusia dengan memberi perspektif baru dan memungkinkan kolaborasi antara manusia dan mesin.

Dalam beberapa tahun ke depan, AI diprediksi akan semakin mendominasi kehidupan kita, namun apakah ini akan menjadi berkah atau kutukan?, tergantung pada bagaimana kita mengelola perkembangan teknologi ini. Para ahli terus menggarisbawahi pentingnya regulasi yang tepat untuk memastikan AI tetap berada di jalur yang etis dan tidak merugikan manusia.

Pada akhirnya, kegilaan AI mencerminkan antusiasme sekaligus ketakutan kita terhadap sesuatu yang memiliki potensi besar untuk mengubah peradaban. Seperti revolusi teknologi sebelumnya, kita dihadapkan pada dilema: apakah akan memanfaatkan AI untuk kebaikan, atau justru membiarkannya mengendalikan hidup kita? Bagaimanapun juga kita tidak dapat menolak perkembangan tehnologi yang semakin menggila segila-gilanya, dengan tetap mempertahankan kewarasan kita sebagai manusia.

Ketika saya mencoba menggunakan AI untuk membuat karya tulis, baik fiksi maupun non-fiksi, saya merasa seolah-olah ini adalah kegilaan. Meskipun karya tulis tersebut sering kali mengambil dan memodifikasi banyak sumber dari internet yang kadangkala terasa kurang pas, ada hal yang lebih mengejutkan lagi. AI ternyata mampu mengubah lirik puisi menjadi sebuah lagu lengkap dengan aransemen musiknya

AI adalah revolusi teknologi yang tak terelakkan. Di satu sisi, kegilaan AI membuka peluang luar biasa bagi kemajuan manusia. Namun, di sisi lain, kita perlu dengan bijak menghadapi tantangan yang datang bersamanya. Melalui regulasi yang tepat, pendidikan, dan kolaborasi antara manusia dan AI, kita dapat mengarahkan teknologi ini untuk menjadi kekuatan positif yang mendukung kesejahteraan manusia di masa depan.

 

Syafaat ; Ketua Lentera Sastra Banyuwangi

Belajar Menulis di Era ChatGPT

Belajar Menulis di Era ChatGPT


A.S. Laksana


APAKAH kelak ChatGPT akan mampu menghasilkan cerita sebagus cerita-cerita yang dihasilkan oleh para penulis favorit anda? Mungkin. Atau, paling tidak, ia akan mendekati kualitas mereka. Ia baru berusia beberapa tahun saat ini dan kemampuannya menghasilkan tulisan sudah melampaui kemampuan kebanyakan orang yang bertahun-tahun belajar menulis.

Sekarang pun kita sudah diserbu iklan-iklan yang membujuk kita untuk menulis buku dalam 3 jam, menghasilkan novel di ruang tunggu dokter, atau menghasilkan satu dongeng dalam lima menit. 

Semua tawaran itu muncul hari ini, ketika usia ChatGPT belum lima tahun. Satu tahun ke depan, kemampuannya mungkin akan dua kali lipat dari sekarang, dan lima tahun lagi, yang disebut menulis mungkin adalah menyuruh ChatGPT menghasilkan tulisan dan anda tinggal membubuhkan nama anda sebagai penulisnya.

*

Bagi mereka yang sepanjang hayat kesulitan menyusun kalimat, ChatGPT adalah dewa penolong yang mengabulkan setiap permintaan. Dalam sekejap, ia dapat menyulap kata-kata yang berantakan menjadi rangkaian kalimat yang tertata rapi. Dalam sekejap, ia bisa memberi anda tulisan jadi yang anda tidak mampu menghasilkannya, jika untuk menulis satu paragraf saja anda kesulitan.

Bagi para penulis yang urusan sehari-harinya adalah bergulat dengan writer's block, teknologi ini akan selalu membuat mereka bisa menulis kapan saja.

Dan tak ada yang bisa mencegah teknologi. Sekali ia diciptakan, ia akan disempurnakan dari waktu ke waktu. Kemampuannya akan ditingkatkan sampai batas yang kita tidak tahu. Dan tak ada pula yang bisa mencegah orang menggunakannya—dalam cara yang baik maupun buruk.

*

Namun, saya yakin bahwa setiap kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi selalu membawa risiko. Ketika kita terlalu sering menggunakan ChatGPT, tanpa disadari kita bisa kehilangan suara penulis kita sendiri yang membuat tulisan kita berbeda. Mesin ini bisa merangkai kata, tetapi ia tak punya perasaan. Ia mungkin bisa meniru emosi, tapi ia tak pernah mengalami momen-momen emosional yang membentuk cara kita berpikir, cara kita memaknai dunia, cara kita merasakan situasi.

Jadi, tantangan terberat bagi penulis di era ChatGPT adalah menjaga suara pribadi. Itu sebabnya anda justru harus semakin serius belajar menulis, memahami aspek-aspek detail tentang penulisan, tahu seperti apa tulisan yang bagus dan yang buruk, dan tahu apa saja yang menyebabkan tulisan itu bagus atau buruk.

Dengan anda menguasai kecakapan menulis, ChatGPT bisa menjadi alat bantu yang betul-betul membantu anda. Anda bisa menjadikannya tempat bertanya—ia gudang raksasa yang menyimpan banyak sekali informasi. Anda bisa menjadikannya mentor pribadi, dan saya melakukannya: Saya menjadikannya mentor untuk belajar bahasa dan ia mentor yang sabar.


Di masa lalu, anda tidak mungkin mendapatkan guru privat, yang memiliki informasi tentang apa saja, dengan harga yang begitu murah. Anda harus kaya raya untuk mendapatkan guru privat yang bisa meladeni anda 24 jam sehari.


*


Untuk keperluan tulis-menulis, saya lebih suka jika anda tetap sudi berlatih menulis secara manual, seperti seorang atlet melatih otot-ototnya setiap hari. Anda bisa memulainya dengan 10-15 menit sehari. Itu cukup untuk membangun kebiasaan, dan anda perlu membangun kebiasaan dengan melakukan hal-hal ringan yang bisa anda lakukan setiap hari. Dengan tetap berlatih menulis tanpa bantuan ChatGPT, kita mempertahankan kemampuan berpikir kita, kita menjaga otak kita tetap aktif dan berfungsi dengan baik.

Proses menulis melibatkan tindakan-tindakan berpikir kritis, merangkai ide, mengingat, berlogika, menyusun argumen, dan semua itu kita perlukan untuk meningkatkan keterampilan kognitif kita. Berlatih menulis secara manual juga melatih kemampuan kita untuk mengorganisir pikiran, memahami informasi, menyampaikan ide secara jelas, dan menyajikannya secara elegan. Dengan kata lain, kita menjaga otak tetap terlatih untuk berkonsentrasi, tetap kreatif, dan mampu memecahkan masalah. 


Saran saya, jangan memperlakukan ChatGPT sebagai budak. Sekali anda melakukannya, anda akan bergantung kepadanya sepanjang waktu. Dan otak anda melemah.

Tentu saya senang juga dengan kemunculan ChatGPT, ia mempermudah urusan dalam beberapa hal, sebab ia menguasai banyak informasi, dan saya lebih suka menjadikannya guru privat saya.[]

Begini Cara Buat Kartu Nikah Digital untuk Pernikahan Sebelum dan Sesudah 2020!

Banyuwangi (Warta Blambangan) Untuk pernikahan sebelum tahun 2020, kamu perlu datang ke KUA tempat menikah membawa buku nikah asli/fotokopi sebelum diproses lebih lanjut oleh petugas. 


Untuk pernikahan tahun 2020 dan setelahnya, cukup scan QR code di Buku Nikah saja, ya. Nanti Kartu Nikah digital kamu akan muncul.

#kemenag #bimasislam #sahabatreligi #kua #kartunikah

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger