Pages

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Berikan Tausiah

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Kegiatan rutin di Masjid Arroyan kembali diwarnai dengan tausiah setelah pelaksanaan sholat Dhuha pada Kamis (26/09/2024). 


Acara ini diawali dengan pembacaan bersama Surat Al-Waqi’ah, yang dilaksanakan oleh jamaah secara khusyuk. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, yang bertindak sebagai penceramah.


Dalam tausiahnya, Dr. Chaironi Hidayat mengangkat tema Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menekankan pentingnya hubungan antara Allah, Rasulullah, dan umat muslim. Beliau menyampaikan bahwa untuk mendekatkan diri kepada Allah, salah satu caranya adalah dengan mencintai dan mengikuti Rasulullah SAW.


"Jika ingin dekat dengan Allah, maka dekatilah apa yang dicintai oleh Allah, yaitu Rasulullah. Rasulullah adalah sosok yang paling dicintai Allah, sehingga kita sebagai umatnya harus senantiasa meneladani beliau," ujar Dr. Chaironi.


Tausiah tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga mengajak jamaah untuk terus meningkatkan ibadah dan akhlak, terutama di momen-momen peringatan Maulid Nabi yang semakin dekat.

Kegiatan tausiah ini merupakan bagian dari rangkaian acara rutin yang diadakan di Masjid Arroyan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, serta membangun hubungan yang lebih erat dengan Allah SWT. (syaf)

Istighosah di Aula PLHUT Kemenag Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar istighosah di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Rabu malam (26/09/2024).



Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Mastur, dan dihadiri oleh seluruh karyawan Kemenag serta masyarakat sekitar.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, memimpin doa bersama, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta untuk senantiasa memohon perlindungan dan bimbingan Allah SWT dalam setiap langkah dan tugas yang diemban.


"Istighosah ini adalah ikhtiar batin kita dalam menghadapi berbagai tantangan, baik secara pribadi maupun kolektif," ujar.


Selain doa yang dipimpin oleh Chaironi, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Banyuwangi, Abdul Aziz, turut memimpin lantunan doa.


Kehadiran para peserta yang mengikuti acara dengan penuh kekhusyukan menandakan adanya semangat spiritualitas yang kuat, memperkuat ikatan kebersamaan di antara karyawan Kemenag dan masyarakat.


Dengan berakhirnya acara, diharapkan nilai kebersamaan dan spiritualitas yang dihasilkan dari istighosah ini dapat terus terjaga, menjadi landasan bagi Kementerian Agama Banyuwangi dalam melayani masyarakat dengan lebih tulus dan ikhlas

Outing Class Mi Darunnajah II di Jopuro

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kegiatan Outing Class yang diikuti oleh 27 siswi kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darun Najah II Banyuwangi di kawasan wisata Jopuro pada Sabtu, 14 September 2024, memberikan pengalaman edukatif yang berharga. Dalam kegiatan ini, siswa didampingi oleh guru kelas, Eni Kusrini, dan dipandu oleh Bapak Sapto, seorang petugas wisata berpengalaman.


Tujuan utama kegiatan ini adalah memperdalam pemahaman siswa mengenai Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), terutama dalam mempelajari ekosistem dan rantai makanan. Para siswi diajak untuk mengeksplorasi alam, mengamati langsung interaksi antara berbagai jenis tumbuhan dan hewan, serta memahami pentingnya keseimbangan ekosistem.

Selain melakukan observasi, siswi juga aktif membuat catatan lapangan, mengidentifikasi jenis-jenis ekosistem yang ada di sekitar mereka, serta menyusun rantai makanan sederhana. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga memperkaya pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Kepala MI Darun Najah II, Majidatul Himmah, S.Ag, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa depan. Harapannya, Outing Class dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna di luar kelas, sambil menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.
"Jopuro adalah tempat yang sangat cocok untuk belajar tentang ekosistem dan rantai makanan,di sini, siswa dapat melihat dan mengamati secara langsung bagaimana tumbuhan dan hewan beradaptasi dengan lingkungannya, serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam." Kata Majid (Team)

Pelatihan Reportase Siswa MTsN 8 Banyuwangi Hadirkan Narasumber dari Lentera Sastra

Banyuwangi, (Warta Blambangan)  MTsN 8 Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Genteng menggelar pelatihan reportase yang diikuti oleh siswa-siswinya. Acara ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Syafaat dari Lentera Sastra dan Joko Wiyono dari Actanews. Kegiatan yang bertempat di aula sekolah ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan dasar jurnalistik dan teknik reportase, Sabtu (14/09/2024).



Dalam sambutannya, Kepala MTsN 8 Banyuwangi, Sri Endah Zulaikhatul Kharimah, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat membantu para siswa menguasai dasar-dasar jurnalistik dan mampu melakukan reportase secara efektif. "Kami berharap melalui pelatihan ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam menulis berita yang baik dan benar, serta dapat memahami etika jurnalistik," ujarnya.


Syafaat dari Lentera Sastra memberikan materi terkait penulisan kreatif dan cara menemukan sudut pandang menarik dalam sebuah berita. Sementara itu, Joko Wiyono dari Actanews lebih menekankan pada aspek teknis reportase di lapangan, termasuk teknik wawancara dan pengumpulan data.

"Sampaikan dulu maksud dan tujuan kepada Narasumber sebelum wawancara" kata Syafaat.


Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa, yang tampak bersemangat dalam mengikuti sesi materi maupun praktik. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa MTsN 8 Banyuwangi untuk terjun ke dunia jurnalistik dengan lebih percaya diri dan terampil, output dari kegiatan ini disamping dapat membuat berita dalam bentuk buletin, juga dalam bentuk video. (Team)

Siswa MI Darunnajah II Belajar Tata Pemerintahan di Kelurahan

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Outing Class MI Darun Najah II di Kantor Kelurahan Tukangkayu: Meningkatkan Pengetahuan Anak-anak tentang Pemerintahan 


Kegiatan outing class MI Darun Najah II Banyuwangi berlangsung sukses di Kantor Kelurahan Tukangkayu, Rabu (11/09/2024), para siswa dari MI Darun Najah II mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai pemerintahan dan administrasi kelurahan.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Lurah Tukangkayu, Hotmada Tanjung. Dalam sambutannya, Lurah Hotmada mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat dan antusiasme anak-anak dalam belajar. "Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Melihat anak-anak yang begitu bersemangat untuk memahami sistem pemerintahan adalah hal yang luar biasa," ujar Hotmada Tanjung. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun pemahaman sejak dini tentang bagaimana pemerintahan lokal bekerja.

Selama kunjungan, para siswa diberikan penjelasan mengenai berbagai fungsi dan tugas kelurahan serta bagaimana proses administrasi berlangsung. Para siswa juga berkesempatan bertanya dan berdialog langsung dengan staf kelurahan, yang memberikan mereka wawasan yang lebih mendalam mengenai sistem pemerintahan di kelurahan.

Kepala MI Darun Najah II Majidatul Himmah menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memotivasi anak-anak untuk terus belajar dan mengeksplorasi pengetahuan mereka. "Kami sangat bersyukur atas kesempatan ini dan berharap anak-anak dapat termotivasi untuk lebih giat belajar dan mengenal lebih jauh tentang peran mereka dalam masyarakat," ujar Majid. 

MI Darunnajah 2 Outing Class at Tukangkayu Village Office: Improving Children's Knowledge about Government

The outing class for MI Darun Najah II was a great success at the Tukangkayu Village Office on Wednesday (11/9/2024). The students had a rare opportunity to learn directly about government and village administration.

The event began with a warm welcome from the Head of Tukangkayu Village, Hotmada Tanjung. In his speech, village chief Hotmada expressed his admiration for the children's passion and enthusiasm in learning. "This visit means a lot to us. Seeing the children so enthusiastic to understand the government system is an extraordinary thing," said Hotmada Tanjung. He added that activities like this are very important to build an understanding of how local government works from an early age.

During the visit, students were given an explanation of the various functions and duties of the village and how the administrative process takes place. Students also had the opportunity to ask questions and have direct dialogue with village staff, which gave them deeper insight into the village government system.

The principal of MI Darun Najah II, Majidatul Himmah, expressed her hope that this activity could motivate children to continue learning and exploring their knowledge. "We are very grateful for this opportunity and hope that the children will be motivated to study harder and learn more about their role in society," said Majid.

Jelang Jambore Sastra Asia Tenggara, Ketua DKB Koordinasi dengan Kemenag Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Ketua Dewan Kesenian Banyuwangi (DKB), Hasan Basri, bersama dua anggota Komisi Sastra, Syafaat dan Nur Khofifah, melakukan silaturahim dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Jumat (13/09/2024). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan Jambore Sastra Asia Tenggara yang akan digelar di Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan Basri menyampaikan harapan agar Kementerian Agama dapat berkolaborasi dalam menyukseskan acara berskala internasional tersebut. “Jambore Sastra Asia Tenggara bukan hanya tentang literasi, tetapi juga tentang bagaimana budaya dan agama bisa bersinergi untuk mempererat hubungan antarbangsa,” ujar Hasan Basri.

Syafaat, sebagai salah satu komisi Sastra, menambahkan bahwa acara ini diharapkan bisa menjadi ruang ekspresi bagi sastrawan dari berbagai negara Asia Tenggara untuk saling berbagi wawasan dan budaya. “Sastra adalah medium yang kuat untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman,” tuturnya.

Nur Khofifah juga menekankan pentingnya peran Kementerian Agama dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan dalam kegiatan ini. "Kami berharap Kemenag bisa memberikan dukungan moral dan spiritual, serta membantu dalam menjalin kerja sama dengan komunitas agama di Banyuwangi, terutama program sastrawan Goes to School" jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Chaironi Hidayat menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan kesiapan instansinya untuk mendukung penuh Jambore Sastra Asia Tenggara. "Kami siap berkolaborasi demi kelancaran acara ini, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi pengembangan budaya dan sastra di Indonesia, khususnya Banyuwangi," ujarnya.

Jambore Sastra Asia Tenggara yang akan digelar di Banyuwangi diharapkan menjadi ajang pertemuan para sastrawan dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkaya khasanah sastra regional, sekaligus mempererat hubungan antarbudaya dan keagamaan. (team)

Worshop Perpustakaan Digital Sampai Penerbitan Buku MTsN 8 Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Dalam upaya meningkatkan literasi digital di kalangan siswa dan guru, MTsN 8 Banyuwangi, yang berlokasi di Kecamatan Genteng, mengadakan workshop perpustakaan digital pada Jumat (13/9/2024) bwrrempat di aula perremuan. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah), guru, serta pustakawan sekolah, dengan harapan dapat memaksimalkan pemanfaatan platform digital dalam proses belajar mengajar.


Kepala MTsN 8 Banyuwangi, Sri Endah Zulaikhatul Kharimah, menekankan pentingnya adaptasi terhadap teknologi dalam dunia pendidikan. “Pemanfaatan media digital dapat kita gunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Syafaat, perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang juga menjadi salah satu narasumber, memperkenalkan program Elipski (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam). Menurutnya, program ini mendukung digitalisasi literatur keagamaan yang ditulis oleh ASN Kementerian Agama, sehingga literatur berkualitas dapat diakses dengan lebih mudah oleh siswa dan masyarakat luas.

Sementara itu, Yusuf Khoiri, Pustakawan Ahli Madya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, menguraikan tentang pentingnya perpustakaan digital dan penerbitan buku dengan ISBN. Ia menekankan bahwa perpustakaan digital mampu meningkatkan aksesibilitas dan distribusi buku secara lebih luas, sehingga literasi dapat berkembang pesat.

Workshop ini diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca di kalangan siswa, tetapi juga membudayakan kegiatan menulis di lingkungan MTsN 8 Banyuwangi. Melalui pemanfaatan teknologi digital, literasi di madrasah diharapkan semakin maju dan relevan di era digital.


 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger