Pages

Pelatihan Dasar Jurnalistik di MTsN 8 Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Banyuwangi di Kecamatan Genteng mengadakan Workshop Jurnalistik, Publikasi Ilmiah dan Pengelolaan Perpustakaan Digital selama 3 hari, pada hari pertama pelatihan yang diikuti seluruh guru dan pengurus OSIM ( Organisasi Siswa Intra Madrasah) Kamis (12/09/2024) dengan materi dasar-dasar Jurnalistik. 


Kepala MTsN 8 Banyuwangi di Kecamatan Genteng Hj. Sri Endah Zulaikhatul Kharimah, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa workshop yang dilakukan selama tiga hari ini dengan tujuan agar ada peningkatan pengetahuan tentang literasi dilingkungan madrasah.

"sudah lama program ini kita programkan dan hari ini dilaksanakan" kata Sri Endah.

Lebih lanjut Sri Endah menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini kegiatan yang ada di madrasah dapat diketahui oleh masyarakat melalui media, terutama media online.

Narasumber dalam kegiatan ini redaktur actanews yang memberikan materi dasar-dasar Jurnalistik dan langsung di praktikkan.

Kegiatan yang dilakukan madrasah dapat diketahui khalayak ketika kegiatan tersebut dapat diakses oleh masyarakat.

Narasumber berikutnya Syafaat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan tentang penyusunan buletin bagi siswa.

Perkembangan media digital harus dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan sangat penting dengan mengingat media tersebut dapat diakses kapanpun dan di manapun

Diskusi Panel Bersama Tokoh Agama Islam Dukung Pencegahan Perkawinan Anak di Banyuwangi

Bayuwangi, (Warta Blambangan) USAID ERAT bekerja sama dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PP dan KB) Kabupaten Banyuwangi mengadakan diskusi panel di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Banyuwangi.



Ketua panitia acara, Anwar Sholihin dari LPKP Jawa Timur, membuka diskusi yang dihadiri oleh berbagai tokoh agama Islam dan penyuluh agama dari beberapa kecamatan di Banyuwangi. Fasilitator USAID ERAT di Kabupaten Banyuwangi, Sri Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan serupa juga dilaksanakan di empat kabupaten lainnya di Jawa Timur. “Kami menghadirkan empat penyuluh Agama Islam dari daerah dengan angka perkawinan anak yang tinggi,” ungkapnya.


Dalam sambutannya, Luqman Hakim, yang mewakili Kepala Dinas Sosial, PP dan KB, menekankan pentingnya pencegahan perkawinan anak sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas keluarga di masa depan. 



Narasumber utama, Amanullah dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta Imam Nakh'oi dari Universitas Ibrahimy (UNIB) Situbondo, memberikan pandangan mendalam mengenai kompleksitas perkawinan dalam perspektif Islam. Amanullah menyoroti bahwa salah satu penyebab stunting adalah perkawinan anak, terutama yang dilakukan karena kehamilan sebelum menikah. "Di Kabupaten Banyuwangi, perkawinan anak masih relatif tinggi dan ini harus segera ditanggulangi," ujarnya. Amanullah juga menyatakan pentingnya dukungan dari tokoh agama dalam memberikan pencerahan kepada remaja agar terhindar dari pergaulan bebas, dengan harapan bahwa tiga tahun ke depan, lebih banyak pasangan yang menikah telah menempuh pendidikan tinggi.


Imam Nakh'oi menambahkan bahwa meskipun Al-Qur'an tidak secara spesifik menyebutkan usia nikah, Undang-Undang Perkawinan Indonesia menetapkan usia minimal 19 tahun sebagai usia dewasa untuk menikah. “Balaghun nikah itu ya setelah dewasa,” jelasnya.


Acara ini dihadiri oleh pimpinan ormas keagamaan Islam dan empat penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Muncar, Rogojampi, Srono, dan Kalipuro. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mencegah perkawinan anak di Banyuwangi, demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

Empat Tas Kabin Tidak Ditemukan

Bisa dibayangkan bagaimana ribetnya ketika tiga kloter masuk hotel pada jam yang hampir bersamaan, terlebih dari Embarkasi berbeda dan dengan latar belakang adat berbeda.

Krodit, kopor dan tas kabin salah lantai, belum lagi kesalahan identifikasi jenis kelamin jamaah yang mengakibatkan dalam pembagian kamar ada perempuan yang masuk daftar satu kamar dengan laki-laki, pastinya harus diatur ulang pembagian kamar agar semuanya nyaman. 


Perjalanan Makkah Madinah yang mencapai hingga delapan jam mengakibatkan jamaah lelah, pingin segera beristirahat di kamar, berganti pakaian, namun mereka harus tertunda karena kopor maupun tas kabin belum di temukan, karena pihak hotel hanya tahu barang-barang jamaah tersebut tidak berada di lobby, karena jamaah terus berdatangan.

Saya mencoba membantu mencarikan solusi, dimulai dari lantai paling atas saya sisir untuk mencari kopor maupun tas kabin jamaah, dan saya turunkan ke lantai lima, tempat jamaah haji yang saya pandu berada. Begitupun dengan di di lantai bawah, semua saya naikkan ke lantai tempat jamaah berada, dan ternyata ini memudahkan mereka untuk mencari, terlebih setiap Embarkasi berbeda kartu yang menempel di kopor, sehingga saya hanya mencari berdasarkan tanda pengenal yang khusus Embarkasi Surabaya, saya juga menemukan dua kopor milik kloter lain dari Embarkasi Surabaya yang terangkut sampai hotel kami.

Sebuah pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan dan tenaga ekstra agar semua baik-baik saja, meskipun demikian ada saja yang menganggap Ketua Kloter tidak bekerja, dan bagi saya itu bukan sebuah masalah, karena tugas bukan sekedar pengakuan saja, karena ini bukan hanya urusan kita dengan jamaah, tetapi urusan kita dengan yang di atas.

Seperti biasanya, saya ngopi di lobby, bertemu dengan petugas kloter lain yang empat kopor jamaahnya belum di temukan, saya tidak banyak memberikan masukan, karena tidak tahu kenapa ini terjadi, saya hanya menyampaikan yang saya alami di kloter kami, bisa jadi terbawa di hotel lain seperti saya menemukan dua kopor milik kloter lain dari Embarkasi yang sama.

Malam ketika mata belum benar-benar terpejam, belum sempat tersusun mimpi, terdengar pengumuman bahwa jika ada kopor yang bukan miliknya dan berada di kamar agar di keluarkan.

Sebenarnya saya agak terganggu, atau tepatnya tersinggung dengan pengumuman yang dilakukan tengah malam tersebut, dan saya kira pengumuman berhenti sampai disitu, ternyata disampaikan beberapa kali hingga ada yang masuk kamar jamaah haji untuk mencarinya.

Sungguh sebuah pengumuman dan tindakan yang sangat mengganggu waktu istirahat, saya keluar kamar untuk menemui orang yang melakukan pengumuman tetapi sudah pergi, baru di pagi hari saya dapat menemui petugas kloter yang kehilangan koper, memastikan bahwa saya sebagai Ketua Kloter yang akan memasuki kamar jamaah saya sendiri yang mungkin dapat ditemukan koper-koper itu, meskipun saya tidak yakin ada jamaah haji yang menyimpan koper yang bukan miliknya, karena kamar kita sangat sempit yang untuk menyimpan barang milik jamaah sendiri saja terasa kurang, apalagi harus menyembunyikan barang milik orang lain yang tidak dapat dibuka atau dibawa ke Indonesia, karena satu jamaah hanya dapat membawa satu koper.

Jamaah tidak akan tersinggung jika ketua kloter yang masuk ke kamarnya, tetapi mereka akan merasa tidak nyaman ketika orang yang dianggap tidak berkepentingan memasuki kamar, terlebih mencari barang yang hilang.


Bimtek Bagi Guru MI Darunnajah 2 dan At Taufik

Banyuwangi (Warta Blambangan) Bimtek P5RA MI Darun Najah II Dan MI At Taufik

Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Darun Najah II dan MI at Taufik kecamatan Banyuwangi tingkatkan kompetensi guru dengan melaksanakan Bimtek Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) bagi Guru MI Darun Najah II dan MI at Taufik kecamatan Banyuwangi Kamis (5/09/2024) di MI At Taufik Sumberejo Kecamatan Banyuwangi yang diikuti sebanyak 25 tenaga pendidik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat yang membuka kegiatan ini memberikan pesan kepada peserta Bimtek. 


“Kegiatan Bimtek harus berorientasi untuk peningkatan kompetensi, kapabilitas, dan skill tenaga pendidik sebagai fasilitator dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik, bukan hanya untuk menambah koleksi sertifikat saja, dan yang tidak kalah penting adalah tindak lanjut dari Bimtek yang harus diaplikasikan dalam proses pembelajaran” kata orang nomer satu di Kantor kemenag Banyuwangi yang akrab dipanggil kang Roni.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Pengawas Sekolah Muda Tk Dasar pada MI, Mohamad Saerofi menyampaikan materi P5RA dan mendampingi peserta pelatihan dalam merencanakan hingga menyusun modul projek. Peserta Bimtek dibimbing untuk mengikuti Alur Perencanaan P5RA mulai dari membentuk Tim, mengidentifikasi kesiapan Satuan Pendidikan, menentukan dimensi, tema, dan alokasi waktu, menyusun modul dan merancang strategi pelaporan . Sedikit perbedaan dalam projek Kurikulum merdeka di madrasah adalah tambahan Projek Rahmatan Lil aalamin (RA) yang dijabarkan dalam beberapa sub elemen seperti Tawassuth, Tawazun, Qudwah, Musawah, Ta’adub, Muwatanah, Tasamuh, I’tidal, Tathawwur wa Ibtikar. Sub elemen- sub elemen ini merupakan nilai lebih yang harus tersampaikan pada peserta didik di madrasah.

Kolaborasi antar dua KKG madrasah di kecamatan Banyuwangi ini baru pertama kali dilakukan. Kepala MI Darun Najah II Majidatul Himmah menyampaikan bahwa banyak manfaat yang kita dapatkan dari kegiatan ini. Disamping untuk menjalin silaturrahim antar tenaga pendidik, juga untuk menjalin kerjasama dan take and give antar guru dan diharapkan kerjasama ini berlanjut pada kegiatan-kegiatan berikutnya terutama dalam pengembangan kurikulum di madrasah.(eni)

Pengamatan Fajar Shodiq di Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Rukyatul fajar untuk penentuan waktu subuh dilakukan tim Rukyatul hilal di pantai Desa Sumber Kencono Kecamatan Wongsorejo oleh Tim Hisan dan Rukyah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kamis (05/09/2024).

M. Fauzi dari Kanwil Kemenag Prov Jawa Timur menyampaikan Bahwa Fajar Shodiq di Banyuwangi pada tanggal 05 September 2024 terbit pukul 4:3 menit, dan sebelum pukul 4 sudah kelihatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa posisi Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa memungkinkan untuk melakukan Rukyatul fajar.

"ini sangat penting untuk penentuan waktu sholat subuh di Indonesia" kata Chaironi.

Lebih lanjut Chaironi menyampaikan bahwa ada dua tempat yang dengan mudah dipergunakan untuk Rukyatul fajar, selain di pantai, juga di puncak Gunung Menyan Kecamatan Kalibaru.

Julukan The Sun Rise of Java memang pas untuk Kabupaten ujung Timur Pulau Jawa ini, dan keunggulannya adalah dapat dilakukan pengamatan terhadap terbitnya matahari di tengah laut lepas.

Fauzi menyampaikan bahwa dengan pengamatan ini sebagai pembuktian dari penentuan waktu shalat.

Kanwil Kemenag DIY Kunker ke Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur tak hanya terkenal dengan destinasi wisata alamnya yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan wisata religi yang tak kalah menarik. Salah satu contohnya adalah Masjid Agung Baiturrahman, masjid bersejarah yang menjadi saksi bisu berdirinya kota Banyuwangi. Pada Rabu (4/9/2024), masjid yang berdiri megah di pusat kota ini menjadi tujuan kunjungan kerja (kunker) dari Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).



Kunjungan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ziarah ke makam para Bupati (Adipati) Banyuwangi yang terletak di belakang Masjid Agung. Dipandu oleh Syafaat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, rombongan disuguhi kisah sejarah berdirinya Banyuwangi dan perjalanan para pemimpin yang dimakamkan di sana.

Iwan Azis Siswanto, Sekretaris Masjid Agung Baiturrahman, menjelaskan tentang kemakmuran masjid yang pernah dinobatkan sebagai Masjid Paripurna Terbaik kedua di Indonesia. Selain kegiatan ibadah yang teratur, masjid ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana yang memadai, menjadikannya sebagai pusat keagamaan yang aktif dan hidup.


Salah satu daya tarik utama bagi peserta kunker adalah sebuah Al-Qur’an berukuran besar 150 x 200 cm yang disimpan di lantai dua masjid. Al-Qur’an ini ditulis dengan rapi oleh Ustad Abdul Karim, seorang warga asli Kecamatan Genteng, dan dibaca di bulan Ramadhan. “Al-Qur’an ini adalah salah satu simbol keagungan dan keberagaman budaya yang masih terjaga dengan baik di Banyuwangi,” ujar Iwan Azis.


Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian   Agama Provinsi DIY, H. Muntolib, mengungkapkan kekagumannya terhadap manajemen Masjid Agung Baiturrahman yang dianggapnya bisa menjadi contoh bagi pengelolaan masjid-masjid lainnya di Indonesia. “Banyak hal yang dapat kita pelajari dari pengelolaan masjid ini, terutama dalam memakmurkan masjid dan menjaga tradisi keagamaan,” tuturnya.


Di akhir kunjungan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, mengungkapkan rasa2 bangganya terhadap perubahan citra Banyuwangi yang kini jauh dari julukan ‘Kota Santet’. Ia lebih memilih menyebut Banyuwangi sebagai ‘Kota Internet’, mengingat ketersediaan fasilitas wifi gratis di berbagai tempat umum yang menandakan kemajuan teknologi di kabupaten paling timur Pulau Jawa ini.

Kunker Kanwil Kemenag Prov DIY ke KUA Kecamatan Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan kunjungan kerja ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuwangi, Rabu (04/09/2024).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan Kanwil Kemenag Provinsi DIY beserta Kasi Bimas Islam dan Kepala KUA Kecamatan Revitalisasi se-Provinsi DIY dengan harapan membawa manfaat.

"ada 11 KUA Revitalisasi yang ada di Kabupaten Banyuwangi dan KUA Kecamatan Banyuwangi merupakan KUA Revitalisasi yang pertama kali" Kata Chaironi. 

Lebih lanjut Chaironi menyampaikan bahwa di Kabupaten Banyuwangi semuanya menggunakan digitalisasi, termasuk Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Smart Kampung yang juga digunakan di Kantor Desa maupun Kelurahan.

"masyarakat dimudahkan dengan layanan digital mulai tingkat desa sampai tingkat kabupaten, termasuk pada Kementerian Agama" kata Roni.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi  DIY yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha H. Muntolib, S.Ag, MSI didampingi Kabid Urais Drs. H. Jauhar Mustofa, MSI menyampaikan bahwa KUA Kecamatan Banyuwangi dalam penilaian layanan masyarakat tahun 2023 merupakan KUA Revitalisasi terbaik se-Indonesia, sehingga perlu adanya Kunjungan Kerja dengan tujuan KUA Kecamatan di ujung timur Pulau Jawa ini. Kunjungan Kerja yang dilaksanakan ini untuk peningkatan layanan kepada masyarakat, terutama layanan pada KUA Kecamatan.

"Digitalisasi layanan di Kabupaten Banyuwangi layak untuk ditiru oleh Kabupaten lainnya di Indonesia" katanya.

Acara berlangsung gayeng dalam sesi tanya jawab yang dipandu H. Abdul Aziz, Kepala KUA Kecamatan Banyuwangi didampingi Ahmad Sakur Isnaini, Kepala KUA Kecamatan Sempu.

Di akhir acara, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DIY menyerahkan Cinderamata yang diterima oleh Dr. H. Santoso. kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger