Pages

Ketemu Mbak Ipuk Fiedtisndani dan Kang Abdullah Azwar Anas di Makkah

 Ketemu Mbak Ipuk Fiedtisndani dan Kang Abdullah Azwar Anas di Makkah 


Ada tamu istimewa mengunjungi jamaah haji kabupaten Banyuwangi, banyak jamaah yang mengabadikan kehadirannya,  juga seorang ibu muda dan cantik yang memintaku berfoto dengan salah satu tamu istimewa tersebut, tamu berparas cantik dengan memakai kacamata yang menambah keanggunan perempuan Indonesia, tubuhnya semampai, raut wajahnya terlihat sedikit sisa lelah yang menandakan dia seorang pekerja keras, saya nurut saja disuruh action untuk diambil gambarnya, dan ternyata setelahnya saya diminta gantian mengambil foto ibu muda dengan perempuan berkacamata yang menjabat Bupati Banyuwangi, beberapa kali saya cekrak cekrek dengan handphone bagus milik ibu muda tersebut, di tangga dari lantai dua ke lobby hotel, juga mengambil foto ibu muda beserta suaminya yang terlihat agak terpaksa ikut berfoto bersama Bupati Banyuwangi, entah berapa cekrak-cekrek saya dengan hati-hati mengambil fotonya, takut handphonenya terlepas dan jatuh, pastinya gaji saya sebulan belum tentu mampu membelinya. 


Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Mbak Ipuk Fiedtisndani bersama suaminya Abdullah Azwar Anas yang menjabat Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melaksanakan Ibadah haji dan tidak lupa menemui jamaah haji Kabupaten Banyuwangi, tentu saja kehadirannya disambut sukacita oleh para jamaah, kesempatan tersebut dipergunakan oleh para jamaah untuk mengabadikan momen langka ditempat istimewa dengan bupatinya, sayapun sebenarnya juga ingin foto berdua dengan Bupati, namun ada rasa takut ketika sampai rumah ada yang membuka galeri foto dan mengakibatkan "gencatan senjata", membisu dalam percakapan.

Pagi itu sebenarnya saya ada rapat di kantor sektor, namun karena ada tamu penting yang berkunjung ke hotel kami, maka saya pamit untuk tidak mengikuti rapat hingga selesai, karena menghormati tamu juga sangat penting, apalagi tamunya merupakan orang-orang penting.

Sampai hotel saya terlambat mengikuti acara penyambutan tamu, hanya dapat mengikuti ketika Mbak Ipuk dan Kang Anas melihat jamaah haji yang sedang dirawat di pos kesehatan satelit, kehadiran Mbak Ipuk dan Kang Anas bersama adiknya yang menjabat anggota DPR RI setidaknya dapat memberikan motivasi kepada para jamaah untuk menjaga kesehatan mendekati puncak haji.

Sebetulnya saya juga ingin seperti mereka yang setiap tahun dapat menunaikan ibadah haji, namun saya menyadari bahwa setiap orang sudah ada takarannya, kita paling uenak itu melihat nasib baik orang lain, seperti juga tim kloter juga dianggap uenak menurut orang lain, begitu juga dengan jamaah haji yang dianggap enak menurut yang belum berangkat haji, kata orang Jawa "Urip iku sawang sinawang" dan saya yakin bahwa surga bukan hanya hak bagi mereka yang pernah haji namun juga bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji karena kondisi.

Beberapa kali saya bertemu dengan Mbak Ipuk, meskipun saya nggak yakin Bupati Banyuwangi itu mengingat wajah saya yang nggak seberapa ganteng meskipun menarik, saya juga tidak banyak kesempatan ngobrol, dan ketika ada acara perjamuan setelah bertemu dengan ratusan jamaah haji Kabupaten Banyuwangi di room meeting hotel, ndelalah kursi didepan Bupati Banyuwangi tidak ada yang menempati, dengan sedikit keberanian saya duduk berhadapan dengan Bupati Banyuwangi dan Menpan-RB, saya nggak berani ngomong apa-apa selain diam sambil sesekali nyruput suguhan susu unta yang rasanya sedikit masam, beberapa kyai dan orang-orang penting duduk berjajar mengelilingi meja yang disediakan, begitupun juga tim kloter juga hampir lengkap, kecuali dokter kloter yang ada keperluan penting sehingga tidak dapat ikut ngobrol dengan tiga orang tamu penting tersebut.


Makkah, 12/06/2024


Enak Lewat Belakang

 Enak Lewat Belakang 


Seringkali kita diberi pilihan yang tidak mudah, diam saja itu bukan sikap tidak memilih, tetapi menyerahkan pilihan kepada orang lain ataupun takdir, dan ketika ada pilihan yang sulit, kita harus memilih pilihan dengan resiko yang menurut kita paling kecil, karena hidup merupakan pilihan, jika hanya memilih untuk dirinya sendiri, resiko yang ditanggung hanyalah milik sendiri, tetapi jika pilihan itu mengakibatkan nasib orang banyak, haruslah dipikirkan secara bijak, apalagi menyangkut masalah ibadah. 


Melalui pintu depan merupakan jalan yang lumrah untuk masuk maupun keluar, karena memang jalan itulah yang seharusnya dipilih, namun tidak salah jika mencari sensasi yang berbeda dengan melalui jalur belakang.


Sore ketika matahari masih agak enggan tenggelam, panas udara juga masih tinggi diatas empat puluh derajat, beberapa lelaki menyalakan rokok diatas rumput hijau yang mudah terbakar, lalu lalang bus shalawat dan klakson taksi tak henti-henti menembak telinga. Nampak mbak Saiyyyang menggandeng tangan suaminya turun dari bus, sambil senyum-senyum memasuki hotel yang pintu masuknya beberapa meter dari bahu jalan, tidak ada halaman parkir seperti di Indonesia.

Saya memanggil Mbak Saiyyyang, ingin minta bantuan ngambil gambar ketika berada depan hotel dengan latar belakang Tower Zam-zam dari kejauhan. Hasil fotonya bagus, nampaknya handphone mahal, apalagi mau mengarahkan untuk mengambil anggel menarik. Saya sebenarnya pingin membeli Handphone mahal agar ketika mengambil gambar bisa bagus, tapi entah kenapa hal ini saya urungkan.

Saya menunggu kiriman foto dari Mbak Saiyyyang sambil menikmati hijau rumput sintetis dibawah pohon kurma di taman depan hotel, lama menunggu sambil buka pesan di grup dan ternyata ada pemberitahuan jika kita ke Madinah ada dua klloter beda maktab di hotel kami yang ke Madinah dengan jam yang sama. Bisa dibayangkan, ada 742 orang, 742 koper besar di loby dengan ruang menuju pintu keluar yang hanya empat meter, jamaah haji juga biasanya tidak mau antri dan menunggu di lobby l, belum lagi jalanan macet depan hotel yang harus berjajar 18 bus dalam waktu bersamaan,  otak loading agak lambat, bagaimana hasil foto Mbak Saiyyyangpun sudah tak terpikirkan lagi, yang harus dilakukan hanyalah koordinasi dan memberikan pengertian kepada jamaah, bahwa semua akan baik-baik saja.

Saya menghubungi Maktab, agar berangkat lebih pagi, setidaknya bus yang akan kami tumpangi tidak terlalu jauh dari pintu keluar hotel, karena kasihan bagi jamaah tua jika harus berlama-lama mencari bus, apalagi perjalanan Makkah Madinah tidaklah sebentar.

Benar juga, janji maktab benar-benar ditepati, belum jam enam pagi infonya bus sudah datang, namun saya cari di depan hotel belum ada satupun bus yang datang, masih ada satu mobil parkir sudah tiga hari depan hotel, sehingga bus tidak dapat merapat, saya terus mencari dimana bus berada.

Kopor-kopor sudah diangkat umal (buruh angkut), namun tidak dibawa melalui pintu depan, melainkan melalui pintu belakang, saya mengikuti lorong menuju pintu belakang hotel yang ternyata menuju jalan yang sedikit lengang, ada sembilan bus yang sudah parkir menunggu kopor dan Jamaah Haji untuk diangkut ke Madinah.

Ternyata hotel kami mempunyai jalur belakang yang lebih nyaman ketika kami mau berangkat ke Madinah, jalannya sepi sehingga lebih aman bagi jamaah lansia.


Makkah, 27/06/2024


Man Nahnu Lima

 Man Nahnu Lima

oleh : Syafaat 



aya mendapatkan pesan WhatsApp pribadi dari rekan Pengurus Cabang ISNU Kabupaten Banyuwangi untuk ikut hadir dalam Launching dan Bedah Buku "Menggahar Cintamani Banyuwangi" yang dilaksanakan di auditorium Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, penulis buku tersebut adalah Kang Sam (Samsudin Adlawi), Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi , seorang yang saya kenal sebagai penulis aktif yang sudah banyak menulis, bahasa sastranya sangat kental disetiap tulisannya, enak dibaca mengalir begitu saja oleh semua pembaca dari semua kalangan. 


Saya sudah lama kenal dengan sang penulis ini, dan rasanya aneh jika orang Banyuwangi, tidak kenal dengan Samsudin Adlawi, selain sebagai Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, beberapa jabatan pernah di jabatnya, diantaranya Ketua BAZNAS. juga Ketua DKB Banyuwangi.

Buku yang di launching dan di bedah merupakan kumpulan tulisan sang penulis yang bisa kita baca di harian Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Menariknya buku yang ditulis orang hebat ini juga dibedah oleh orang-orang hebat di bidangnya, yakni H. Sugihartoyo, S.H., M.H. Ketua Perpenas 17 Agustus 1945, saya mengenal beliau ketika saya ngangsu kaweruh di Perguruan Tinggi tersebut, saat Pak Gik menjadi Dekan Fakultas Hukum hingga beliau menjabat Rektor, juga ada Dr. Kurniyatul Faizah, Wakil Ketua Dewan Ahli PC ISNU Kabupaten Banyuwangi yang juga seorang Dosen di IAI Ibrahimy Genteng dan yang terakhir adalah Kang Son  (Hasan Basri), Ketua DKB Banyuwangi.

Saya sebenarnya sudah membaca hampir semua tulisan Kang Sam di harian cetak yang dipimpinnya, yang saya tangkap adalah bagaimana sang penulis ini dapat menulis dengan genre dinamis yang ketika tulisannya sedikit nylekit tidak menimbulkan sakit, bahkan dapat membuat tersenyum bagi yang merasa tercubit.

Kritik yang disampaikan seperti permainan bola bekel, semakin keras terbanting ke bawah, akan semakin tinggi pemantulannya, sayangnya tidak banyak saya membaca tulisan dari sang penulis yang dapat memantulkan jauh melambung tinggi.

Yang jelas buku ini sangat menarik untuk dibaca, karena ada gambaran kejadian-kejadian yang ada di Kabupaten Banyuwangi, bahasanya cukup santun, dan saya berharap lebih banyak tulisan-tulisan dari penulis lainnya yang dapat dijadikan referensi tentang Banyuwangi.

Saya tertarik dengan yang disampaikan Pak Gik bahwa ilmu tertinggi dari seseorang adalah kesabaran dan disiplin, dan menurut Pak Gik, sang penulis sudah sampai pada ilmu tersebut.

Saya juga sependapat dengan Pak Gik yang banyak memberikan motivasi ini, bahwa Kang Sam merupakan orang yang sudah menemukan ilmu ikhlas, tidak mudah  mempunyai kemampuan seperti sang penulis ini.



Untag Banyuwangi. 01/08/2024.

Sosialisasi dan Gesah Bareng Satgas Saber Pungli Bersama Kepala Sekolah dan Madrasah

Banyuwangi (Warta Blambangan) Sosialisasi dan Gesah Bareng Satgas Saber Pungli Banyuwangi dilakukan di Hall Room El-Royal Banyuwangi, Kamis (01/08/2024) bersama Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Banyuwangi, serta Kepala SMAN dan SMPN se-Kabupaten Banyuwangi, Kepala SDN di Kecamatan Banyuwangi beserta Bendahara sekolah. 


Wakapolresta Banyuwangi selaku  Ketua Satgas Saber Pungli AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa sebagai pendidik dan tenaga kependidikan harus menghindari pungutan liar di lembaga pendidikan.

"apabila melakukan pungutan harus ada dasar peraturan perundang-undangan serta keputusan bersama yang telah disepakati" katanya.

Dalam upaya pemberantasan pungutan liar itu, pemerintah memandang perlu dibentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar. Presiden Joko Widodo memperingatkan seluruh Instansi Kementerian/Lembaga untuk menghentikan  praktik  pungutan  liar  (pungli)  dan  menunjuk  Menteri  Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) sebagai pengendali dan penanggung jawab terhadap kegiatan Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar. 


Satgas saber pungli telah ada sejak tahun 2017 di Banyuwangi dengan berdasarkan PERPRES  NOMOR 87 TH 2016 TTG PEMBENTUKAN SATGAS SABER PUNGLI dimana bahwa praktik pungutan liar (Pungli) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, pemerintah memandang perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.


Dikatakan AKBP Dewa, praktik pungutan liar telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sehingga perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulakan efek jera. Sebab perbuatan pungli akan merusak tatanan masyarakat, menghambat pembangunan dan timbulnya ketidakpercayan masyarakat pada instansi negara.


Gesah bareng berjalan gayeng, karena para narasumber dari Polresta Banyuwangi menyampaikan secara tuntas semua bentuk korupsi, pungli maupun gratifikasi, sebagai moderator dalam kegiatan tersebut Hakim Said, S.H. dari Rumah Kebangsaan.

"Tugas polisi adalah mencegah terjadinya korupsi maupun pungli melalui sosialisasi" kata Kompol Toni dari Kasat Binmas Polresta Banyuwangi.

"biasa belum tentu benar, maka biasakan yang benar dan jangan membenarkan yang biasa" kata Toni.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas tentang penggunaan Handphone pada anak-anak dan bagaimana penanggulangannya, Dewa menyampaikan bahwa hal ini lebih kepada tata tertib di sekolah yang harus dibuat bersama pihak sekolah, komite dan melibatkan siswa.


Terkait penggunaan anggaran negara, Wakapolresta Banyuwangi menyampaikan bahwa setiap dana yang disediakan pemerintah, tentu ada aturan penggunaannya, dan jika belum memahami atau tidak adanya aturan yang jelas, maka dapat menanyakan kepada instansi terkait.

"lebih baik lembaga pendidikan menerima dalam bentuk barang daripada harus membelanjakan sendiri" kata Dewa.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Banyuwangi Moh. Lutfi mengingatkan tentang aturan tentang pungutan atau sumbangan, apakah sesuai ataukah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Rizki dari Kejaksaan Negeri Banyuwangi menjawab pertanyaan tentang Sumbangan Partisipasi Masyarakat menyampaikan bahwa penggunaan dana BOS sudah ada aturan penggunaannya, dan yang tidak sesuai dengan penggunaannya berpotensi merugikan negara.

"E-purchasing dalam pengadaan barang dan jasa adalah cara pencegahan penyalahgunaan anggaran" kata Rizki.

Tentang sumbangan pihak ketiga, Rizki menyampaikan bahwa sumbangan itu diperbolehkan, namun jangan pernah masuk ke rekening pribadi dan tidak dikaitkan secara langsung dengan kurikulum.

"bantuan dari pihak ketiga yang berupa bangunan dapat dimasukkan kedalam aset sekolah" kata Rizki. (Syaf)

KBIHU Al Mabrur Adakan Reuni Haji 2024


Banyuwangi (Warta Blambangan) Jamaah haji Kabupaten Banyuwangi Kloter SUB-58 dari KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) Al-mabrur Banyuwangi, Ahad (28/07/2024) di Masjid Babussalam Desa Ketapang dengan dihadiri tim Kloter SUB-58.

Ketua KBIHU Al Mabrur KH. Abdul Qodir menyampaikan bahwa sengaja mengundang tim Kloter SUB-58 dan menyampaikan banyak terimakasih atas bimbingan dan layanan yang sudah dilakukan dan sangat memuaskan.

Kekompakan jamaah bukan hanya ketika melakukan ibadah haji saja, tetapi juga pasca haji kekeluargaan tersebut masih terasa.

dr. Hj. Zuwwidatul Husna yang saat pelaksanaan ibadah haji menjadi dokter kloter menyampaikan bahwa tugas haji selain ibadah juga menambah saudara, saling bersilaturahim antar jamaah.

" kita sudah seperti saudara yang sudah kenal lama" kata Ning Wida.

Hal ini juga dibenarkan H. Ainur Rofiq yang saat haji menjadi Ketua Rombongan, yang memimpin acara, juga menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi semua tim kloter.

" saat pertama kali umrah sunnah, ketua rombongan diajak oleh ketua kloter SUB-58 ke miqot terdekat, dan selanjutnya para ketua rombongan dapat mengajak jamaahnya, yang kadangkala juga masih tetap didampingi tim kloter" katanya.

Hal ini bertujuan agar bagi jamaah haji yang ingin umrah sunnah dapat dilakukan secara mandiri, dan bagi yang sehat, mereka dapat melaksanakan umrah berkali-kali.

Kepedulian tim Kloter SUB-58 bukan hanya masalah ibadah saja, bahkan ketika jamaah membutuhkan penukaran real, juga dibantu oleh ketua kloter dengan kurs yang murah dibandingkan penukaran rupiah di luar.

Ketua kloter SUB-58 Syafaat yang juga hadir dalam reuni menyampaikan bahwa kesuksesan pelaksanaan ibadah haji, terutama kloter SUB-58 adalah adanya kekompakan dan saling peduli terhadap sesama.

"para jamaah saling membantu, terutama bagi jamaah haji ketika di hotel, terlebih ada layanan khusus konsumsi lansia yang dapat request melalui ketua rombongan" kata Syafaat.(syaf)

Ditampar Ibu-ibu Dalam Lift

 Ditampar Ibu-ibu Dalam Lift



Masuk kedalam lift, sudah ada ibu paroh baya sendirian, nampak sisa-sisa kecantikan yang tak mau pudar tergambar jelas dari aura wajahnya, dia sedikit kaget ketika saya memasukinya. Kita hanya berdua saja, hanya hening sesaat perempuan itu memandang wajahku,  saya diam saja tak sempat menyapa, hingga tamparan tangannya mendarat di pipiku, tak tahu apa salahku, untungnya tamparannya tak membuat pipiku memerah, namun pipi perempuan itu yang memerah yang membuat wajahnya semakin terlihat cantik.

Belum sempat sepatah kata keluar dari mulutku, dia mohon maaf karena gemas melihat diriku yang gundul dan tak menyangka bahwa itu adalah ketua kloternya yang mungkin terlihat beda, dan secara refleks saja tangannya mendarat di pipiku yang membuatku tak bisa berbuat apa-apa selain berkata iya ketika dia meminta maaf.

Sampai kamar saya bercermin, melihat wajah saya ketika gundul, ternyata imut juga ketika gundul, pantas saja ibu-ibu gemes lihat kepala gundul, dikiranya upin-ipin atau apa, namun memang ketika kepala terlihat rapi akan terlihat lebih muda, atau ini akibat dari telah memutuskan ibadah haji ?.

Menjadi ketua kloter bukan hanya dituntut memandu jamaah dibidang perhajian, atau situasi kota Makkah maupun Madinah, namun juga harus memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan jamaah, termasuk mengakibatkan paket data seluler ketika ada jamaah yang meminta bantuan, begitupun dengan ibu paroh baya yang ketemu di lift, beberapa kali meminta bantuan ketika ada masalah dengan handphone nya, karena dia juga butuh komunikasi dengan keluarganya yang berada di Indonesia, sedangkan wifi hotel hanya bisa digunakan untuk kirim kata-kata ataupun suara yang di rekam, padahal dia juga kepingin video call seperti jamaah lainnya, apalagi jika di rumah masih ada anaknya yang masih kecil. Ataukah suami atau istri yang berangkat sendiri, mereka lebih sering video call dengan keluarganya yang berada di tanah air.

Ibu yang menamparku dalam lift sebenarnya bukanlah jamaah haji dari kloter saya, dan tidak satu lantai dengan saya, namun dia merasa nyaman berdiskusi dengan saya, sehingga dan beberapa temannya beberapa kali ke tempat saya untuk diskusi beberapa hal, baik masalah perhajian maupun masalah lainnya, kita dianggap tahu semuanya, seperti seorang suami di depan istrinya yang harus bisa menjadi segalanya, begitupun dengan Ketua Kloter yang dianggap lebih tahu tentang seluk-beluk kota Makkah dibandingkan dengan lainnya, tahu tentang bagaimana membenahi handphone yang tidak dapat nyambung. Bahkan minta rapal doa bagaimana cara segera sembuh dari penyakit, tempat mustajab untuk berdoa agar enteng jodoh dan lain-lain.

Sistem zonasi dengan mengumpulkan jamaah haji sesuai dengan wilayahnya memudahkan jamaah haji untuk saling komunikasi, terlebih jika dalam satu kabupaten menjadi satu hotel seperti saat ini, yang kadangkala juga menimbulkan kecemburuan antar jamaah yang berbeda KBIHU, mereka merasa dengan biaya yang sama, namun yang diberikan pihak pengelola KBIHU berbeda, ada juga yang sedikit cerdas dengan inisiatif sendiri melakukan kegiatan kelompok secara mandiri, katanya mumpung berada di Saudi Arabia, jangan sampai hanya tidur saja, tetapi juga harus tahu dunia luar, baik untuk beribadah maupun berwisata.

Tim Kloter bukan hanya memandu kegiatan yang wajib saja, jika jamaah menghendaki, mereka juga diantar atau setidaknya diberi pemahaman kita ingin umroh, dijelaskan tempat-tempat ziarah bersejarah dan bagaimana cara mencapainya, sehingga banyak jamaah yang secara mandiri menjalankannya, mereka hampir tiap hari keluar hotel secara rombongan.

Ibu paroh baya ini juga bertanya tentang umrah yang dilaksanakan sebelum haji, dia ingin umrah tetapi tidak ada program bersama KBIHU nya, dia juga ragu karena bagaimana dengan dam yang harus dibayar ketika dia umrah berkali-kali sebelum haji, karena pemahamannya kalau haji tamatu, yakni umrah dulu kemudian haji harus membayar dam, kalau umrahnya berkali-kali takutnya harus bayar dan tamatu berkali-kali.

Hmmm saya hanya menjawab singkat saja bahwa yang bayar dam itu hajinya dan bukan umrahnya.

Kalau ditanya masalah perhajian atau bagaimana menukar real maupun mengambil uang di ATM kita nggak terlalu sulit untuk menjawabnya, pernah ketika mengisi kegiatan ke jamaah di lorong hotel, kita ditanya tentang kegiatan sunnah yang biasa dilakukan suami-istri di kamar.


Makkah, Juni 2024


Perkuat Kemitraan Jurnalis dan Lembaga Pendidikan, KJJT Silaturahmi di Ketua MKKS SMP Negeri Banyuwangi


BANYUWANGI – (Warta Blambangan) Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi, M.Sodiq, menyambut baik kedatangan Tim KJJT wilayah Banyuwangi dalam rangka silaturahmi sekaligus sosialisasi program Pelatihan Jurnalistik di Kantor SMPN 1 Banyuwangi, pada Jum'at (26/07/2024). 


Salah satu tujuan dalam pertemuan tersebut, yakni untuk membangun dan memperkuat kemitraan antara jurnalis dan lembaga pendidikan. 


Pertemuan yang berlangsung hampir 1 (satu) jam itu, membahas berbagai topik yang terfokus dalam pengembangan program pelatihan jurnalistik dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang disambut baik oleh Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi.


Dalam pembahasan program yang dipaparkan oleh tim KJJT, M.Sodiq menekankan pentingnya pendidikan jurnalistik bagi anak-anak khususnya dikalangan pelajar setingkat SMP.


“Program ini sangat bagus, karena selama ini belum pernah ada yang mengambil segmen tersebut dari kawan-kawan jurnalis," ujar M.Sodiq.


Edukasi kepada anak-anak akan lebih kuat dan berkembang bila berasal dari sumbernya langsung, yakni teman-teman jurnalis yang kompeten di bidangnya,” sambungnya.


Lebih lanjut M.Sodiq menambahkan, bahwa kebiasaan menulis sangat penting karena menulis adalah cara menyampaikan gagasan. Para pelajar dituntut untuk selalu mengeksplorasi kemampuan diri dengan membiasakan gemar membaca dan menuangkannya dalam tulisan yang layak dipublish ke masyarakat.


Ketua KJJT Wilayah Banyuwangi, Ricky Sulivan, yang didampingi beberapa pengurus, menyatakan harapannya untuk dapat bersinergi dengan lembaga pendidikan dalam mensukseskan program-program pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.


"Kami berharap bisa berkolaborasi dengan baik, dan dapat mendukung program pendidikan bagi pelajar di Banyuwangi," harap Ricky.


"Kerjasama dalam bidang literasi dan edukasi jurnalistik ini, dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis siswa. Serta membangun kebiasaan membaca dan menulis yang bermanfaat bagi masa depan pelajar," imbuhnya.


Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswa di Kabupaten Banyuwangi dapat lebih teredukasi dan terinspirasi untuk mengembangkan kemampuan bakat literasi dan jurnalistik mereka sejak dini.


_(Sumber: Humas KJJT Banyuwangi)_

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger