Pages

Cerita Tentang Jamaah Haji Naik Gerobak Material di Arafah

 Cerita Tentang Jamaah Haji Naik Gerobak Material di Arafah 


Saya kira jamaah tersebut tetap berada di Rumah Sakit Arafah setelah dipasang 3 ring di jantungnya, ternyata dikembalikan ke kloter beberapa menit sebelum keberangkatan ke Arofah, saya tidak sempat menyiapkan pakaian untuk jamaah ini, karena kita sudah berada di lobby hotel dan siap memasuki bus yang dijaga petugas, agar tidak ada jamaah tanpa identitas haji yang masuk bus, saya di telepon petugas yang berada Rumah Sakit Arafah yang akan mengantarkan Jamaah tersebut, dan daripada kita tidak ketemu yang khawatirnya jamaah diantar ke hotel ketika kita sudah berangkat, maka saya minta jamaah tersebut langsung diantar ke tenda Arafah dan menunggu disana. 


Menjadi petugas haji harus mempunyai banyak cara yang mungkin tidak biasa untuk melayani jamaah, hal ini juga yang saya lakukan  ketika membawa jamaah haji yang baru saja operasi jantung dan oleh pihak RSAS dibawa ke tenda Arafah, pada awalnya tidak ada masalah ketika datang ke Arafah, dari ambulans menuju tenda ada petugas khusus lansia yang membantu menggunakan kursi roda. Jamaah haji inipun sempat mendapatkan perawatan intensif hingga diinfus selama di Arafah, kain Ihram juga diberikan oleh pihak RS dengan mengingat kain Ihram yang bersangkutan berada di hotel.

Yang bersangkutan bisa mengikuti wukuf, mendengarkan khutbah dan sholat berjamaah, meskipun harus di infus, kesehatan juga mulai membaik dan selalu didampingi oleh tim kesehatan hingga wukuf selesai.

Persoalan mulai muncul ketika yang bersangkutan harus naik bus menuju Mina mengikuti murur dan berhenti sementara di Muzdalifah, karena yang bersangkutan tidak membawa kursi roda dan tidak ada kursi roda yang dapat digunakan, dan yang bersangkutan belum kuat jika harus berjalan terlalu jauh. Otak para petugaspun berfikir keras untuk menentukan cara bagaimana agar jamaah haji ini dapat mencapai bus tanpa harus berjalan kaki, ada ide untuk digendong menuju bus, tapi dengan jarak lebih dari seratus meter mengakibatkan petugas berfikir ulang, karena orang yang baru pasang ring pada jantungnya harus benar-benar dijaga, ditambah sudah tidak adanya petugas PPIH Arab Saudi yang berada di Arafah saat pemberangkatan, mereka juga sibuk mengurusi Jamaah Haji lain yang juga butuh pertolongan, kursi roda juga tidak tersedia.

Ide muncul ketika pekerja maktab menggunakan gerobak untuk mengusung sisa bahan makanan dari dapur, akhirnya saya meminjam gerobak tersebut dengan dilandasi kardus bekas agar tidak kotor, kemudian jamaah dinaikkan gerobak menuju bus.

Ternyata membawa jamaah haji dengan menggunakan gerobak lebih mudah dan ringan daripada pakai kursi roda yang rodanya kecil, namun hal ini dapat mengakibatkan salah pengertian dengan mengingat gerobak tersebut tidak biasa digunakan untuk mengangkut orang, kecuali untuk anak-anak bermain, karenanya sebelum saya mendorong gerobak tersebut saya sampaikan ke jamaah bahwa anggap saja kita mengenang masa kanak-kanak.


Arafah. 15/06/2024


Merpati Megan di Haramain

 Merpati Megan di Haramain 


Sebentar lagi layanan Bus Shalawat berhenti, hanya menghitung hari saja puncak haji dilakukan, Kota Makkah akan ditutup dan tidak menerima kendaraan dari luar, pada puncak haji nantinya semua akan dilakukan dengan berjalan kaki, kecuali ambulans dan beberapa armada bus yang sangat terbatas jumlahnya. 


Saya ingin menikmati layanan terakhir Bus Shalawat yang nantinya akan beroperasi kembali pada 14 Dzulhijjah, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan hari ini di Masjidil Haram, selain juga mendampingi jamaah haji yang masih berada di haram, setidaknya hari ini lewat kembali ke Tower Zamzam, bangunan tertinggi di Kota Makkah yang memudahkan masyarakat mencari arah dimana Al Haram. Beberapa kali saya masuk ke bangunan tersebut yang dilengkapi dengan rumah sakit, hotel dan tempat perbelanjaan. Saya pernah diajak ngopy di Starbucks yang juga ada di bangunan tersebut, kuliner Nusantara juga banyak dijajakan, apalagi ada orang Banyuwangi buka lapak dalam Tower Zamzam.

Perempuan sering tersesat di bangunan tersebut, itu bukan karena hanya bangunan banyak liku seperti di dalam Masjidil Haram, tetapi mata perempuan mudah tergoda dengan berbagai barang yang dijajakan.

Yang menarik adalah adanya burung-burung merpati yang tidak takut dengan kedatangan manusia, mereka sadar bahwa manusia tidak akan menyakitinya, apalagi menjadikan mereka santapan makan malam.

Merpati di Masjidil Haram memiliki banyak julukan, seperti merpati tempat suci, Merpati Megan, merpati demam, dan merpati sunyi. Merpati dengan bentuk indah, warna unik, dan leher panjang. Merpati tersebut telah menjadi salah satu landmark terkenal di Makkah. Ketika tidak sedang terbang di atas para pengunjung, mereka bertengger di antara sisi-sisi bangunan, mencari orang baik yang akan memberi mereka makanan, hubungan kasih sayang di antara merpati dan jamaah Masjidil Haram telah ada sejak ratusan tahun yang lalu,  sejumlah orang menelusuri dan menyimpulkan merpati di Masjidil Haram adalah keturunan merpati di Gua Tsur pada masa hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Merpati tempat suci memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Jemaah haji, umrah maupun pengunjung tidak diperbolehkan untuk membunuh, mengusir, memecahkan telur-telur, ataupun menyingkirkan mereka dari sarang.

Merpati di Haramain Memiliki warna sangat biru mulai dari kepala hingga leher, hitam pada ujung sayap dan ekornya, biru putih pada sisa tubuhnya, dan dua garis hitam pada ekornya, mereka buang air besar di seluruh Ka'bah ataupun sekitarnya dan oleh Kerajaan Saudi Arabia dibangunkan enam menara oleh Arab Saudi di atas kanopi Jalan Masjidil Haram sebelah jembatan.

Dipagi dan sore hari merpati ini banyak turun dijalan untuk mendapatkan makanan dari para jamaah, ada beberapa mitos bahwa merpati ini dulunya diperihara Siti Aisyah RA yang berkembang biak hingga sekarang, konon jika ada pasangan suami istri yang lama tidak mempunyai keturunan, mereka bisa memberikan jagung kepada merpati-merpati ini dan sebagian makanan burung yang biasanya jagung ini dibawa pulang.

Berjalan kaki disepanjang jalan sambil menikmati indahnya merpati sangat mengasikkan, beberapa jamaah mengabadikan momen bersama merpati-merpati ini, mungkin hanya disini merpati bisa diajak selfi, tidak takut dengan kamera dan merasa aman dan nyaman saja. Makanan dari para jamaah sudah cukup bagi mereka, sehingga tidak perlu lagi mencari di tempat lain.


Makkah, Juni 2024






 

Tukang Bakso Cantik Bermata Biru

 *Tukang Bakso Cantik Bermata Biru*



Matahari belum menampakkan diri, orang orang pulang dari masjid, langkahnya cepat seperti tak pernah lelah. Depan hotel banyak orang jualan, tak ubahnya jalanan menuju pasar tradisional. Mereka datang sesaat setelah sholat subuh berlalu, mengendarai mobil yang di tempatku tergolong kendaraan mahal, tapi disini untuk ngangkut dagangan bakso, onde-onde dan makanan khas Indonesia lainnya yang mungkin saja penjual dengan wajah khas Timur Tengah itu tidak tahu dari desa mana dulu makanan itu berasal.

Setiap pagi depan hotel selalu ramai oleh para pedagang musiman, mereka bukan hanya bertransaksi dengan menggunakan real tetapi juga rupiah, bukan hanya orang dewasa yang berjualan, tetapi juga wajah imut timur tengah menjajakan dagangan dengan bahasa Indonesia meskipun terdengar kaku, mereka tidak menyebut kata rupiah, tetapi menyebut Jokowi, dan hanya menerima uang lima ratus ribu dan seratus ribu.

"ayo Jokowi seratus ribu" itu artinya dagangan mereka seharga seratus ribu rupiah. Entah gimana tahun depan jika presidennya ganti, bagaimana mereka menyebut mata uang rupiah.

Makanan yang dijual relatif mahal dibandingkan dengan kita membeli di Indonesia, apalagi sayuran, untuk sayur bakso saja dikasih bihun dan kubis, jangan bermimpi ada sayur hijau disana, cah kangkung yang di restoran lima belas ribu sekali santap habis, disana bisa dua kali lipatnya, namun karena sudah lebih satu bulan tidak merasakan masakan Indonesia, berapapun harganya ya sikat saja.

Biasanya beberapa jamaah haji membeli bakso untuk disantap bersama makanan yang paket yang diberikan kepada jamaah.

Sebenarnya makanan yang diberikan setiap harinya sudah enak, sehari tiga kali dengan menu berbeda yang kita sudah diberikan menu sepekan, namun kadang juga jenuh juga, apalagi seperti saya yang biasanya makan dengan kuah.

Saya sangat bersyukur hidup di Indonesia yang mempunyai Alam subur, bisa makan sayur dengan murah, bahkan jika ingin sayur kelor bisa gratis ngambil kelornya, tidak seperti di Saudi Arabia yang tidak semua tempat dapat di tanami, berbagai rempah Indonesia juga mudah di dapatkan, tak heran banyak jamaah haji yang membawa mie siap saji sebagai kombinasi makan setiap hari.

Saya tidak tahu daging apa yang dibuat bakso para pedagang, apakah daging kambing, sapi ataukah onta. Saya bukan pecinta bakso, sehingga tidak dapat membedakan daging yang digunakan, saya hanya merasakan nikmatnya apapun dagingnya, tetap terasa nikmat, terlebih seringkali jamaah yang membelikannya.

Saya juga tidak bertanya kepada para pedagang perempuan berkulit putih dengan hidup mancung khas Timur Tengah, bagaimana mereka membuatnya, resep masakan dari China ataukah Indonesia.


Makkah, Juni 2024

Kain Ihram Warna Ungu

 Kain Ihram Warna Ungu



 Sewajarnya kain ihram berwarna putih. Kadang juga diberi kombinasi tulisan negara dengan warna berbeda. Tetapi nggak dominan, saya belum menemukan laki-laki mengenakan pakaian ihram selain warna putih, hal ini berbeda dengan jamaah haji perempuan yang bisa menggunakan warna selain putih, apalagi jamaah haji Indonesia yang khas, dengan menggunakan mukena ketika sholat. Lantas bagaimana jika menggunakan Ihrom selain putih?.

Bagi jamaah umrah atau haji laki-laki pertanyaan itu bukanlah hal yang janggal, karena pakaian umrah atau pakaian ihram laki – laki hanya dua helai kain, bagian bawah disebut izar dan bagian atasnya disebut rida’. Disunnahkan mengenakan pakaian berwarna putih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh mengenakan kemeja, sorban, celana panjang kopiah dan sepatu, kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kakinya. Hendaknya dia tidak memakai pakaian yang diberi za’faran dan wars (sejenis wewangian).” (HR. Bukhari no. 1542).

Sepertinya cerita ini agak konyol, ketika ketua kloter jamaah haji menggunakan rida' atau kain ihram bagian atas tidak berwarna putih, namun sesuatu yang harus terjadi memang harus terjadi yang tidak dapat dipungkiri.

Sesampainya diatas Yalamlam, kru pesawat menyampaikan bahwa pesawat telah berada diatas Yalamlam, sehingga jamaah haji dipersilahkan untuk melakukan niat umroh, meskipun sudah diumumkan melalui pengeras suara pesawat bahwa jika masih ada yang pakai daleman atau lainnya bagi laki-laki harus dilepas, namun pikiranku ditelikung pertanyaan dalam hati, jangan-jangan ada jamaah yang belum berihram sesuai ketentuan, sayapun berjalan ke barisan jamaah, memastikan semua baik-baik saja, hingga saya menemukan seorang jamaah laki-laki yang masih memakai songkok nasional, saya dekati dia yang ternyata masih memakai batik haji Indonesia, dia beralasan harus merawat istrinya yang mengalami sakit stroke dan tidak dapat bergerak tanpa bantuannya, sedangkan kain Ihram berada di tas kabin yang oleh kru pesawat dimasukkan ke bagasi. Dia ingin merawat istrinya, dan merasa kesulitan jika harus memakai kain Ihram sejak awal. Saya juga heran, kenapa ketika di Embarkasi orang ini luput dari pantauan, belum memakai ihram, atau mungkin saya luput mengawasinya ketika saya harus ke kamar jamaah Lansia lainnya yang istrinya harus di rujuk di RSHI. Mencari siapa yang salah bukanlah sebuah solusi, karena yang terpenting bukan kenapa ini bisa terjadi, namun bagaimana cara mengatasi. Meskipun ada beberapa jamaah haji yang membawa kain Ihram lebih dari satu pasang, namun rata-rata ditaruh di koper besar, sehingga mustahil kita pinjam jamaah lainnya, dan sebuah kesalahan bagi seorang pimpinan jika membiarkan jamaah ini tidak memakai kain ihram, sehingga sebagai pimpinan mereka di kloter ini, saya merelakan kain ihram atas saya atau rida' dipakai oleh laki-laki tersebut, dan bisa dibayangkan bagaimana dinginnya didalam pesawat tanpa pakaian, saya teringat ada KBIHU yang menggunakan sorban sebagai identitasnya, karenanya saya ke pesawat bagian belakang, mencari Ketua Rombongan yang menggunakan sorban warna ungu untuk saya pinjam menutupi bagian atas, saya gunakan sebagai rida' agar tidak terlalu dingin, karena perjalanan masih membutuhkan waktu beberapa jam lagi.

PPIH Bandara ternyata telah menyiapkan kain Ihram, sehingga saya yang saat itu berpenampilan beda dari yang lain diberikan kain Ihram, sehingga saya tidak terlihat lagi berpakaian ihram warna ungu, tetapi sudah sama dengan Jamaah Haji lainnya.


Jeddah, 28/05/2024


Peningkatan Kompetensi Guru MI Darun Najah II Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) MI Darun Najah II, Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi, yang tergabung dalam Yayasan Pendidikan dan Sosial Darun Najah, menyelenggarakan workshop di Ballroom Ketapang Indah Hotel pada Ahad (14/7/2024). Acara ini diikuti oleh 60 civitas akademika yayasan tersebut.


Workshop bertajuk “Menjadi Guru Kreatif, Inovatif, dan Inspiratif” ini menghadirkan beberapa narasumber terkemuka, termasuk Riza Wahyuni, seorang psikolog klinis dan forensik dari LPP Geofira Surabaya. Riza menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa, terutama di era Gen Alpha, di mana kedewasaan mental baru terbentuk pada usia 20-21 tahun. “Sekolah sebagai pembentuk karakter harus menjadi teladan dalam segala hal,” tegasnya.

Faridatul Hasanah, narasumber lainnya, menekankan bahwa guru harus menjadi agen perubahan untuk menciptakan madrasah berkualitas. “Kualitas pembelajaran bisa ditingkatkan melalui pengorganisasian pembelajaran, pembelajaran berdiferensiasi, asesmen, strategi pembelajaran yang sesuai, serta pemilihan model dan metode yang tepat,” jelasnya.


Azza Musyarofah, Kepala Laboratorium Bahasa Amanatul Ummah Pacet, turut berbagi strategi membranding madrasah dengan menghasilkan output berkualitas dan memperkuat hubungan dengan wali murid melalui Komite Madrasah sebagai pemangku kepentingan yang menyebarkan informasi positif.


Majidatul Himmah, Kepala MI Darun Najah II, melalui perwakilan Yayasan Pendidikan Darun Najah, Ma’mulah Harun, menyatakan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di yayasan, terutama dalam menghadapi tahun pelajaran 2024/2025. “Diharapkan seluruh tenaga pendidik sudah siap dengan bahan ajar dan mampu memberikan pembelajaran secara profesional,” pungkasnya. (Eny)


Musium Arsitektur Masjid Nabawi

 Musium Arsitektur Masjid Nabawi 


Siang setelah sholat Dzuhur, saya diajak ke Museum Masjid Nabawi, tepatnya di arah selatan Masjid, keluar melalui pintu 305, saya memakai payung pemberian Bagian Kesehatan Kerajaan Saudi Arabia yang membuka pos kesehatan di pintu masuk 318, tempat hotel kami berada. Panas tetap sangat terasa meskipun memakai payung, karena asal panas bukan hanya dari sengatan matahari yang dapat ditangkis dengan payung, namun dari udara sekitar, sehingga saya menggunakan sorban gajah oling yang aslinya udeng segi empat saya gunakan untuk menutupi sebagian wajah, sedangkan yang mengajak saya seorang perempuan yang pandai berbahasa arab, dia menutup wajahnya dengan masker. 


Ada dua Musium berdampingan ditempat tersebut, yakni Musium perjalanan Nabi Muhammad Saw dan Musium Arsitektur Masjid Nabawi, keduanya masuk dengan menggunakan tiket, untuk Musium Arsitektur Masjid Nabawi tiket satu orang SAR 15.

Ini merupakan salah satu destinasi terpenting bagi pengunjung Masjid Nabawi karena menampilkan gambaran ilmiah kepada para pengunjung tentang berbagai tahapan perluasan dan pembangunan Masjid Nabawi sepanjang sejarah melalui sajian visual, teks dan audio, dari pertama didirikan oleh Nabi Muhammad Saw hingga perkembangan terakhir.

Museum ini merupakan bagian dari layanan yang disediakan oleh Lembaga Urusan Masjid Nabawi, terletak di halaman belakang Masjid Nabawi atau di depan Roudhoh menuju arah kiblat, yang berdiri di atas lahan seluas 2.200 meter persegi. Pengunjung akan disambut oleh sejumlah pemandu khusus dalam bahasa Arab, Urdu dan Inggris. Sementara itu, presentasi audio visual tersaji dalam 12 bahasa, dilengkapi terjemahan audio berteknologi canggih.

Kami berdua masuk dan langsung ditanyakan asal negara, kemudian diberi alat yang tersambung dengan headset, kemudian kami berjalan sesuai arah yang ditentukan.

Museum Arsitektur Masjid Nabawi menghimpun warisan sejarah dan kekayaan ilmu pengetahuan dan budaya bagi pengunjung museum. Mereka dapat mempelajari sejarah Masjid Nabawi, yang terbentang selama lebih dari 1400 tahun, sejak masjid ini didirikan pada masa kenabian, era Khilafah Rasyidah, periode-periode sesudahnya hingga masa pemerintahan Arab Saudi.


Di dalamnya, pengunjung dapat belajar tentang seluk-beluk Masjid Nabawi, kedudukannya dan keunggulan arsitekturnya, serta meningkatkan kesadaran budaya tentang peradaban Islam.l, bukan hanya audio visual yang ditampilkan dan dapat kita dengar penjelasannya melalui headset yang tersambung otomatis dengan wifi, tetapi juga terdapat beberapa artefak kuno berupa tempat lilin dan lain-lain.


Pengunjung juga bisa mengenali keistimewaan Masjid Nabawi, seperti mimbar dan mihrabnya, kubah, payung, pintu, tempat adzan, menara, halamannya, dan sejumlah fasilitas lain yang disediakan untuk para pengunjung Masjid Nabawi.


Perkembangan pembangunan masjid disajikan secara untuk melalui video dan audio yang dapat kita dengarkan melalui alat khusus yang tersambung dengan wifi dengan lambang khusus dibawah video. Begitupun dengan pemugaran rumah sayyidina Aisyah Ra dan Makam Rasulullah beserta kedua orang sahabatnya, pengunjung dapat mengetahui posisi yang tepat dimana beliau di makamkan.


Museum ini menjadi salah satu destinasi bagi pengunjung Masjid Nabawi. Museum ini telah dilengkapi berbagai hal yang memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan pengetahuan, melalui audio, visual, maupun teks, dalam durasi kurang lebih 40 menit. Museum ini menyambut 30 orang pengunjung dalam setiap gelombang.

Museum ini menerima pengunjung selama hari kerja: Sabtu hingga Kamis, dan beroperasi dalam dua shift per hari. Shift pertama dimulai dari jam 7 pagi hingga 12 siang. Shift kedua mulai dari jam 4 sore hingga 10 malam.

Bila pengunjung masuk melalui pintu depan, maka ketika selesai, sebelum masuk ke ruang yang menyajikan cinderamata museum, pengunjung terlebih dahulu menyerahkan alat audiovisual yang dipergunakan selama dalam Musium, dan keluar lewat pintu keluar tepat di depan masjid Ghamamah.



Madinah, Juni 2024




Napak Tilas ke Masjid Quba

 Napak Tilas ke Masjid Quba 



Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi muslim yang telah mampu, selain menunaikan ibadah haji di Kota Makkah, jamaah juga ke Kota Madinah untuk Shalat berjalan di Masjid Nabawi serta berziarah ke tempat-tempat bersejarah disekitar kota Madinah, salah satunya adalah Masjid Quba yang mempunyai beberapa keistimewaan.

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun 1 Hijriyah di Quba, ketika beliau pertama menginjakkan kaki hijrah di Madinah. masjid ini memiliki pesona keindahan dan nilai sejarah yang penting dalam sejarah perkembangan Islam sehingga menjadi tempat yang menarik dan bernilai ibadah untuk dikunjungi, meskipun beberapa kali mengalami renovasi, namun tetap mempertahankan ciri khas Masjid Peninggalan nabi yakni bagian tengah Masjid tanpa atap, dan untuk menghindari dari panas matahari, dipasang para-para.


Masjid tersebut menjadi titik awal sejarah kemasjidan dalam Islam. Ia berada di tepi Kota Madinah di kawasan perkampungan yang dinamai Quba, lebih kurang 4 Km di arah selatan Masjid Nabawi.

Untuk menuju ke Masjid tersebut saat ini selain jalan kaki atau mengendarai kendaraan umum, dapat menggunakan Golf Cart yang berada di belakang Masjid Ghamamah dengan tarif SAR 20 untuk pulang pergi. 


Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasullullah Saw kepada Allah SWT.


”Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).


Di kampung Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah dengan lantunan nasyid thala’al badru’alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya.


Setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad Saw selalu menyempatkan diri mendatangi Masjid Quba untuk melakukan salat dua rakaat, yang biasanya dilakukan pada hari sabtu.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia berkata. "Dahulu Nabi Muhammad Saw mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian melaksanakan salat dua rakaat.”

Jamaah haji Indonesia ada program city tour yang salah satunya di Masjid Quba. Jamaah biasanya sudah berwudlu sebelum memasuki bus, hal ini dilakukan untuk mengikuti yang pernah dilakukan nabi, dan agar tidak  terlalu lama di Quba untuk mengambil wudlu, mereka bisa langsung shalat dua rakaat dan menikmati keindahan bangunan yang penuh sejarah itu, ada pigura foto yang dapat digunakan jamaah untuk mengabadikan kenangan dengan latar belakang Masjid Quba.

Hal ini dikarenakan masjid ini memiliki keutamaan bagi orang yang salat di dalamnya. Di antaranya salat di dalamnya bernilai seperti pahala umrah, sesuai sesuai dengan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah,” (Ibnu Majah).

Masjid Quba dikelilingi oleh kebun kurma, sehingga jamaah dapat menikmati keindahan kebun kurma ketika sedang berbuah, beberapa tempat yang dapat digunakan sebagai swafoto selain pigura bertuliskan Ana (lambang cinta) Quba, juga gapura bertuliskan Masjid Quba.


Syafaat, Madinah Juli 2024


 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger