Pages

Hardiknas, Kepala Kemenag Kab. Banyuwangi dapat Kado Puluhan Buku


Banyuwangi (Warta Blambangan) Selain dengan judul Melangkah Bersama Pemimpin Visioner yang ditulis 113 ASN pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi,  Selasa (02/04/2023), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh Amak Burhanudin mendapat Kodo istimewa berupa Buku karya Guru dan ASN, yang menarik dari Buku yang diterbitkan ber ISBN tersebut sejumlah 21 Judul Buku dari MTs, 5 Buku dari Pegawai ASN serta 23 judul buku yang ditulis Sswa MAN Banyuwangi.

Diantara 5 Buku dari ASN tersebut dua diantaranya atas inisiatif Dr. Moh. Amak Burhanudin, yakni Melangkah Bersama Pemimpin Visioner dan Catatan kemangi yang merupakan rangkaian kegiatan kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Tahun 2022.

“dengan semangat Hardiknas, ayo semarakkan kurikulum merdeka, laksanakan di madrasah untuk mengembangkan potensi yang ada dengan disesuaikan karakteristik daerah masing masing , Madrasah pasti bisa terus berinovasi, kreatif untuk mewujudkan Madarsah mandiri berprestasi”  kata Amak.


Dalam Peringatan Hardfiknas tahun ini Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi juga ikut dalam pameran pendidikan yang diselenffarakan di halaman pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yang dalam hal ini menampilkan keunggulan UKM MTsN 3 Banyuwangi, Pameran buku dari MTsN 1 Banyuwangi serta Team Robotik dari MAN 2 Banyuwangi.

Stan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tidak sepi dari pengunjung yang sebagian besar siswa SD dan MI diwilayah Kecamatan Banyuwangi. Beberapa pengunjung juga memanfaatkan tes kesehatan gratis dari UKM MTsN 3 Banyuwangi yang didampingi dari petugas Puskesmas Desa Kebaman.

“saya membawa seruruh peserta didik dari SDN 1 Tukangkayu untuk melihat pameran ini” kata Imtiyaza Syifa Ramadhani, Mahasiswa yang mengikuti Kampus mengajar yang juga alumni MTsN 3 Banyuwangi. (syaf)

Batu Bata Kuno Ditemukan di Areal Tambang Galian C di Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Sejarah selalu akan meninggalkan catatan masa lalu yang akan menjadi bekal bagi generasi sekarang maupun akan datang. Sebuah situs maupun artefak akan dapat membawa cerita pada masanya, yang akan bermanfaat bagi generasi. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi , menerima tugas dan arahan dari MY. Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, atas laporan masyarakat dengan menurunkan TACB ke Dusun Balak Kidul Desa Balak Kecamatan Songgon untuk melakukan penelitian dan pengkajian atas temuan bata merah berukuran jumbo, yang menjadi karakteristik peninggalan masa lalu.



Hadir kelokasi Dewa Alit Siswanto, Kabid Kebudayaan Disbudpar dan 3 stafnya, Tim Ahli Cagar Budaya Kab. Banyuwangi, Satu Tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Tanto Sulistiyono, Pjs. Camat Songgon, Yayak Kades Balak , Sumawi Kades Bedewang, Rizal Kamituwo Parangharjo,
Babinkamtibmas Desa Balak beserta 2 personil Polsek Songgon dan beberapa pegiat sejarah

Temuan berupa reruntuhan struktur bata berukuran jumbo yang diperkirakan berusia lebih dari tiga abad dalam kondisi 75 % ditemukan oleh penduduk setempat saat membersihkan lokasi yang akan dijadikan penambangan sirtu , Jumat , (28-04-2023).

Ratusan pecahan bata merah berdasarkan identifikasi temuan, ukurannya bervariasi berdasarkan teknik pengerjaannya dilakukan sangat tradisional tanpa glasir yang masih 75% utuh.

TACB Kabupaten Banyuwangi dan Disbudpar Banyuwangi bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Songgon, Pemerintah Desa Balak , Pemerintah Desa Parangharjo dan Pemerintah Desa Bedewang Kecamatan Songgon Banyuwangi masih terus melakukan serangkaian upaya penelitian dan pengkajian sejumlah tempat yang berpotensi memiliki situs purbakala, penyelamatan dilakukan untuk meneliti dan mengidentifikasi terhadap artefak yang diduga obyek cagar budaya. Banyak struktur bata yang umumnya ditemukan sebagian besar terakota ini padat, tetapi juga ditemukan ditemukan berdinding tipis.

TACB melakukan survei permukaan untuk membuat kajian awal. Diantara reruntuhan bata merah berukuran jumbo ditemukan artefak-artefak berbahan porselen dari masa Dinasti Ming ( 1368-1644 ) dan puluhan pecahan gerabah yang di klasifikasikan 3 kelompok

Sekarang artefak-artefak tersebut disimpan di rumah Rizal ( Pak Wo Krajan – Desa Parangharjo )

Untuk melindungi ODCB ( obyek diduga cagar budaya ) ini, yg akan dilakukan adalah sementara diupayakan :
1. Menghentikan aktivitas penambangan ( yang punya lahan sudah menyetujuinya )
2.Dipasang garis police line disekitar yang sudah tergali untuk mengamankan lokasi , utamanya bata merah ukuran jumbo yang berserakan ( pihak Polsek Songgon ) menyanggupi berkoordinasi dengan pemilik lahan.

“Setelah mendapat laporan, awal ditemui Pjs. Camat Songgon berserta Kades Balak dan melakukan diskusi terkait dengan informasi yang berkembang , dilanjutkan menuju ke lokasi. Setelah tim melihat langsung dan melakukan Identifikasi pada temuan batu bata, memang jauh lebih besar dibanding dengan batu bata merah sekarang, dimungkinkan dari masa yang lampau. kami juga dapat informasi, masyarakat juga mendapat temuan berupa cawan keramik. Yang bersangkutan juga peduli tentang cagar budaya. Setelah diteliti, baik cawan maupun batu bata tersusun itu berasal dari abad 16 atau masa kerajaan Macan Putih ,” ungkap Dewa Alit Siswanto , selaku Kabid kebudayaan Disbudpar Banyuwangi, kepada media.

“Kami

mohon dukungan di ekskavasi, untuk membuka struktur bangunan yang masih terpendam, supaya lebih jelas apa sebenarnya struktur dari bata besar yang tersusun rapi tersebut,” terang Alit.

Masih menurut Alit, pihaknya juga memohon pada Forpimka Songgon, terutama Polsek untuk melakukan perlindungan dari sisi keamanannya, agar tidak dirusak oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sudah diskusi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, untuk titik-titik yang perlu dilakukan pemagaran atau police linenya sudah disiapkan. Dari unsur kepolisian sudah memasang batas-batas police line. Jadi meskipun masyarakat bisa melihat namun tetap Aman,” jelas Alit.

Alit menambahkan, untuk luasan tanah lokasi susunan batu bata sekitar 5.000 meter persegi, di lokasi tambang pasir, Namun yang diketemukan awal adalah di bagian tepi lokasi lahan tambang yang ada di desa Balak kecamatan Songgon.

“Sepertinya struktur bangunan ini keluar areal tambang yang setengah hektar. Karena yang ditemukan ini dibagikan sisi pinggir lahan tambang, untuk wilayah luar areal tambang kami belum bertemu pemilik lahan, mudah-mudahan punya pemikiran yang sama sehingga bisa melakukan perkembangan dari temuan awal. Untuk pemilik lahan tambang telah menyetujui dan mendukung, kami juga mohon kepada masyarakat juga ikut menjaga cagar budaya yang ada,” harap Alit.(ilh/tim)

Siswa MAN 3 Banyuwangi Serahkan Buku Je Kakanwil Kemenag Prov Jawa Timur

Banyuwangi (Warta Blambangan) Prestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono patut mendapatkan apresiasi setinggi tingginya, setelah 3 siswanya berhasil masuk 5 besar dalam lomba menulis opini yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi tahun lalu, tahun ini menyerahkan 10 buah judul buku ber-ISBN yang ditulis para siswa kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr Husnul Maram dalam acara Lounching Buku Melangkah Bersama Pemimpin Visioner di aula MAN 1 Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023).



Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin menyampakan bahwa kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hardiknas 2023  dengan teman nasional Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.
"Dengan Merdeka Belajar para siswa akan lebih aktif mengembangkan diri dalam berliterasi" ungkapnya.

Husnul Maram sangat bangga dengan geliat literasi dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini.
"dengan slogan The Sunrise of Java, sangat pantas inovasi dimulai dari Banyuwangi" katanya.

Kepala MAN 3 Banyuwangi Drs. Ahmad Suyuti, M.Pd.I menyampaikan bahwa semua potensi siswa terus digali dalam kurikulum merdeka.
"bukan hanya literasi saja, tahun ini MAN 3 Banyuwangi juga membuka kelas olahraga dan Seni yang masuk dalam kurikulum dengan jam yang lebih banyak dibandingkan kelas lainnya" kata Suyuti.


Penyerahan buku dilakukan oleh Syafaat, Ketua komunitas Lentera Sastra dengan mengingat para guru di MAN 3 Banyuwangi bersamaan dengan kegiatan Workshop dibidang literasi.
"prestasi luar biasa dari siswa madrasah, mereka telah terbiasa menulis sejak dini, baik fiksi mauoun non fiksi" kata Syafaat.

Kabupaten Banyuwangi Meraih Peringkat Pertama Kinerja Pemerintah Daerah Kategori Kabupaten

 Makasar, wartablambangan.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi, seiring dengan berbagai inovasi dan pembenahan yang terus dilakukan secara bertahap di daerah ujung timur pulau Jawa tersebut.


Dalam upacara puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) yang diikuti kepala daerah se-Indonesia, Banyuwangi ditetapkan sebagai peringkat pertama kinerja pemerintah daerah untuk kategori kabupaten.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kota Makassar, Sabtu (29/4/2023).

Banyuwangi meraih nilai tertinggi dengan 4,083 poin berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022, mengalahkan Pemerintahan Kabupaten se-Indonesia. Penilaian dilakukan dari ratusan indikator, termasuk evaluasi dampak kinerja yang langsung dirasakan publik, seperti upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kinerja tersebut semakin memacu seluruh jajaran untuk memajukan daerah.

“Sebagaimana arahan Pak Menteri Dalam Negeri, penghargaan ini bukan sekadar prestasi. Tapi, lebih kepada memotivasi semua yang ada di Banyuwangi untuk bekerja lebih keras lagi,” ungkap Ipuk.

Untuk meningkatkan kualitas otonomi daerah sendiri, lanjut Ipuk, Banyuwangi berfokus pada penuntasan urusan pemerintahan wajib yang didelegasikan kepada daerah. Baik yang berkaitan dengan pelayanan dasar maupun yang tidak

“Saat ini, kita sedang berfokus pada perbaikan infrastruktur jalan setelah sekitar dua tahun belum optimal tergarap akibat refocusing anggaran Covid-19. Kita targetkan tahun ini dapat memperbaiki dan membangun jalan sepanjang 550 KM,” paparnya.

Di tengah banyak tantangan dan keterbatasan, imbuh Ipuk, Banyuwangi terus berupaya melakukan berbagai upaya pembenahan. Misalnya, untuk kemiskinan, berdasarkan data BPS, kenaikan kemiskinan di Banyuwangi selama masa pandemi 2020-2021 hanya 0,01 persen, merupakan kenaikan kemiskinan terendah di Jatim. Per 2022, angka kemiskinan Banyuwangi 7,5 persen; ini merupakan yang terendah dalam sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka.

MAN 3 Gelar Workshop Literasi Kurikulum Merdeka Untuk Transformasi Pembelajaran Membangun Budaya Kreativitas Dan Inovasi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Hari ini Sabtu,  29 April 2023 MAN 3 Banyuwangi mengadakan workshop literasi kurikulum merdeka untuk transformasi pembelajaran membangun kreativitas dan inovasi. 

Workshop kali ini mendatangkan narasumber yang ahli dalam bidangnya,  yakni Handoyo.  Selain mendatangkan narasumber yg profesional,  workshop kali ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh kepala kantor kementerian kabupaten Banyuwangi,  Amak Burhanudin. 



Geliat Inovasi tiada henti untuk MAN 3 Banyuwangi terus di gelorakan.

Bahkan disaat yang lain masih libur kami sudah memnyelengarakan Workshop guna mamacu kreativitas dan inovasi guru . Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Banyuwangi serta KKM 03 Banyuwangi. 


Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi Amak Burhanudin. Di sela-sela membuka acara beliau mengatakan " kalau biasanya saya sarapan nasi atau roti di sini saya datang di suguhi sarapan 19 buku karya siswa dan guru luar biasa, MAN 3 Literasi bukan sekedar isapan jempol semata.



Dalam pesannya beliau menyampaikan bahwa kita harus memaksimalkan 3 K , Kualifikasi, Kompetensi, dn Kinerja.


Ahmad Suyuti, Kepala MAN 3 Banyuwangi melaporkan ke Kepala Kemenag bahwa akan di buka KKOS dalam rangka memuaskan Hasrat untuk selalu berinovasi dalam melayani. 


Penyampaian materi begitu menarik sehingga tidak ada peserta yang mengantuk atau meninggalkan kelas, setelah pemaparan materi semua mapel di minta untuk presentasi modul ajar untuk di evaluasi bersama dilanjutkan pemaparan model model pembelajaran yang bisa dinpraktikkan secara langsung.


Begitu banyak ilmu yang bisa didapatkan pada kesempatan  kali ini. Harapannya dapat meningkatkan  motivasi untuk melahirkan  kreativitas dan inovasi inovasi baik di bidang pempelajaran  maupun pendidikan secara umum.


Mari berkreasi untuk MAN 3 Banyuwangi, untuk Kemenag untuk Banyuwangi dan Indonesia.

Salam literasi

Kakanwil Awali Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung MIN 1 Banyuwangi

Banyuwangi (Humas Kemenag)-Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) di MIN 1 Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023). Dimana pembangunan tersebut bersumber dari dana SBSN Kemenag RI tahun anggaran 2023. 



Kakanwil Husnul Maram yang didampingi Kabid Pendma Santoso juga memberikan santunan kepada 5'anak yatim siswi MIN 1 Banyuwangi. Lantunan azan dan iqamah juga menandai dimulainya peletakan batu pertama, yang diawali oleh Kakanwil Kemenag Jatim, diikuti Kabid Penma, Kepala Kemenag Banyuwangi, dan para pejabat lainnya. Prosesi seremonial diakhiri dengan doa oleh Ust. Makruf dari unsur tokoh masyarakat.


Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pembangunan gedung baru MIN 1 Banyuwangi ini melalui dana SBSN tahun 2023 dan menjadi kebanggaan tersendiri. 


"Ini merupakan tonggak sejarah bagi MIN 1 dalam memenuhi kebutuhan ruang kelas yang selama ini sangat diharapkan." ungkapnya.


Amak berharap, selama proses pembangunan kegiatan pembelajaran siswa agar benar-benar dikawal dan perhatikan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Komitmen bersama akan menjadi penentu suksesnya pembangunan ini," ungkap Amak kepada semua pihak yang terkait di akhir sambutannya.


Sementarq dalam kesempatan yang sama Kakanwil Husnul Maram menyampaikan beberapa hal terkait proyek pembangunan. Dia menegaskan agar pembangunan dilaksanakan sesuai fungsi dan tugas masing-masing dengan baik.


"Proyek pembangunan ini tidak ada pungutan dan transaksi apapun kepada siapapun. Setiap proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI khususnya Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersifat transparan an akuntabel." Lanjutnya.


Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kanwil Kemenag Jatim kembali menegaskan kepada petugas pengawas pembangunan agar pengawasan benar-benar dilaksanakan supaya progres pembangunan selalu positif. 


"Jangan sampai ada progres minus, karena itu akan menghambat pembangunan tidak selesai tepat waktu. Tidak boleh ada kongkalikong antara pengawas dan konsultan dengan pelaksana dan penyedia proyek", lungkasnya.


Sekedar informasi, lroyek pembangunan ruang kelas baru MIN 1 Banyuwangi yang bersumber dari dana SBSN direncanakan selesai pada 23 September 2023. 


Diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar, mudah, dan selesai sesuai kalender kerja yang telah ditetapkan, (ndr/yas)

Pembinaan ASN dan Launching Buku, Kakanwil Ingatkan 5 Nilai Budaya Kerja

Banyuwangi (Humas Kemenag)-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram memberikan Pembinaan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023).



Acara yang digelar di aula MAN 1 Banyuwangi itu juga dihadiri oleh Kabid Pendma Santoso, dan diikuti seluruh pejabat Kemenag Banyuwangi, Kepala madrasah negeri, Kepala KUA Kecamatan, Pengawas madrasah dan PPAI, Penyuluh agama.


Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin di hadapan Kakanwil menyampaikan, bahwa

kesuksesan seorang suami tidak terlepas dari peran istri. Amak mengajak, DWP kedepan bisa lebih maksimal, bisa mengundang pengurus DWP Kabupaten karena banyak program yang harus ditindaklanjuti.


Dirinya dan seluruh jajarannya juga siap menindaklanjuti program Kampung Moderasi Beragama  (KMB). Saat ini kata Amak,  desa Karangrejo, Yosomulyo, dan Patoman, menjadi kampung percontohan. 


Selain itu program sertifikat produk halal pada madrasah juga telah ditindaklanjuti. Dirinya meminta dukungan kepala madrasah, satgas halal. Program refitalisasi, madrasah di Banyuwangi mendapat apresiasi dari direktur pendidikan Islam Kemenag RI dan dinobatkan sebagai madrasah terbersih nasional.



Sementara Kabid Pendma Santoso dalam kesempatan itu mendukung pernyataan Amak Burhanudin. Dirinya mengatakan, bahwa kemajuan harus diawali dari dari Banyuwangi seperti terbitnya matahari.


Kantin halal yg diinisiasi oleh Kepala Kemenag Banyuwangi mendapat dukungan dan apresiasi penuh oleh Santoso. Mengingat kantin dalam sebuah lembaga, apalagi madrasah, merupakan hal fundamental yang juga harus menjadi perhatian. 


"Makanan yang terpenting adalah halal dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang siswa dalam proses pembelajaran", terangnya.


Di tempat yang sama, Kakanwil mengingatkan, bahwa tahun 2024 merupakan tahun politik. Suasana tersebut sudah mulai terasa di pertengahan tahun ini. Husnul Maram berpesan bahwa ASN Banyuwangi harus bisa menjaga kerukunan, keutuhan, dan kesejahteraan masyarakat di Banyuwangi. 


"ASN Kemenag Banyuwangi harus bisa memberikan teladan sesuai dengan lima nilai budaya kerja Kemenag: integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan", jelasnya.


"Dengan lima nilai budaya kerja Kemenag, ASN Banyuwangi akan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat", imbuh pria kalem tersebut.


Husnul Maram juga menambahkan, ketika hidup bersosial, jangan melupakan konsep moderasi beragama. Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada. 


ASN harus moderat kata Maram, dapat menerima pancasila, UUD, NKRI dengan sepenuh hati, dan antikekerasan. Pria yang mendapat gelar doktor dari UIN Sunan Ampel, Surabaya ini juga memberikan wejangan bahwa kinerja dengan kerja berbeda. Kinerja pasti bekerja. Sedangkan, kerja belum tentu mempunyai kinerja. 


Acara ini pun kemudian ditutup dengan pembagian sertifikat bagi para penulis yang turut berkontribusi mengirimkan karya tulisnya. (am/yas)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger