Banyuwangi (Warta Blambangan) Sejarah selalu akan meninggalkan catatan masa lalu yang akan menjadi bekal bagi generasi sekarang maupun akan datang. Sebuah situs maupun artefak akan dapat membawa cerita pada masanya, yang akan bermanfaat bagi generasi. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi , menerima tugas dan arahan dari MY. Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, atas laporan masyarakat dengan menurunkan TACB ke Dusun Balak Kidul Desa Balak Kecamatan Songgon untuk melakukan penelitian dan pengkajian atas temuan bata merah berukuran jumbo, yang menjadi karakteristik peninggalan masa lalu.
Batu Bata Kuno Ditemukan di Areal Tambang Galian C di Banyuwangi
Siswa MAN 3 Banyuwangi Serahkan Buku Je Kakanwil Kemenag Prov Jawa Timur
Banyuwangi (Warta Blambangan) Prestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono patut mendapatkan apresiasi setinggi tingginya, setelah 3 siswanya berhasil masuk 5 besar dalam lomba menulis opini yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi tahun lalu, tahun ini menyerahkan 10 buah judul buku ber-ISBN yang ditulis para siswa kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr Husnul Maram dalam acara Lounching Buku Melangkah Bersama Pemimpin Visioner di aula MAN 1 Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023).
Kabupaten Banyuwangi Meraih Peringkat Pertama Kinerja Pemerintah Daerah Kategori Kabupaten
Makasar, wartablambangan.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi, seiring dengan berbagai inovasi dan pembenahan yang terus dilakukan secara bertahap di daerah ujung timur pulau Jawa tersebut.
Dalam upacara puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) yang diikuti kepala daerah se-Indonesia, Banyuwangi ditetapkan sebagai peringkat pertama kinerja pemerintah daerah untuk kategori kabupaten.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kota Makassar, Sabtu (29/4/2023).
Banyuwangi meraih nilai tertinggi dengan 4,083 poin berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022, mengalahkan Pemerintahan Kabupaten se-Indonesia. Penilaian dilakukan dari ratusan indikator, termasuk evaluasi dampak kinerja yang langsung dirasakan publik, seperti upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kinerja tersebut semakin memacu seluruh jajaran untuk memajukan daerah.
“Sebagaimana arahan Pak Menteri Dalam Negeri, penghargaan ini bukan sekadar prestasi. Tapi, lebih kepada memotivasi semua yang ada di Banyuwangi untuk bekerja lebih keras lagi,” ungkap Ipuk.
Untuk meningkatkan kualitas otonomi daerah sendiri, lanjut Ipuk, Banyuwangi berfokus pada penuntasan urusan pemerintahan wajib yang didelegasikan kepada daerah. Baik yang berkaitan dengan pelayanan dasar maupun yang tidak
“Saat ini, kita sedang berfokus pada perbaikan infrastruktur jalan setelah sekitar dua tahun belum optimal tergarap akibat refocusing anggaran Covid-19. Kita targetkan tahun ini dapat memperbaiki dan membangun jalan sepanjang 550 KM,” paparnya.
Di tengah banyak tantangan dan keterbatasan, imbuh Ipuk, Banyuwangi terus berupaya melakukan berbagai upaya pembenahan. Misalnya, untuk kemiskinan, berdasarkan data BPS, kenaikan kemiskinan di Banyuwangi selama masa pandemi 2020-2021 hanya 0,01 persen, merupakan kenaikan kemiskinan terendah di Jatim. Per 2022, angka kemiskinan Banyuwangi 7,5 persen; ini merupakan yang terendah dalam sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka.
MAN 3 Gelar Workshop Literasi Kurikulum Merdeka Untuk Transformasi Pembelajaran Membangun Budaya Kreativitas Dan Inovasi
Banyuwangi (Warta Blambangan) Hari ini Sabtu, 29 April 2023 MAN 3 Banyuwangi mengadakan workshop literasi kurikulum merdeka untuk transformasi pembelajaran membangun kreativitas dan inovasi.
Workshop kali ini mendatangkan narasumber yang ahli dalam bidangnya, yakni Handoyo. Selain mendatangkan narasumber yg profesional, workshop kali ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh kepala kantor kementerian kabupaten Banyuwangi, Amak Burhanudin.
Geliat Inovasi tiada henti untuk MAN 3 Banyuwangi terus di gelorakan.
Bahkan disaat yang lain masih libur kami sudah memnyelengarakan Workshop guna mamacu kreativitas dan inovasi guru . Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Banyuwangi serta KKM 03 Banyuwangi.
Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi Amak Burhanudin. Di sela-sela membuka acara beliau mengatakan " kalau biasanya saya sarapan nasi atau roti di sini saya datang di suguhi sarapan 19 buku karya siswa dan guru luar biasa, MAN 3 Literasi bukan sekedar isapan jempol semata.
Dalam pesannya beliau menyampaikan bahwa kita harus memaksimalkan 3 K , Kualifikasi, Kompetensi, dn Kinerja.
Ahmad Suyuti, Kepala MAN 3 Banyuwangi melaporkan ke Kepala Kemenag bahwa akan di buka KKOS dalam rangka memuaskan Hasrat untuk selalu berinovasi dalam melayani.
Penyampaian materi begitu menarik sehingga tidak ada peserta yang mengantuk atau meninggalkan kelas, setelah pemaparan materi semua mapel di minta untuk presentasi modul ajar untuk di evaluasi bersama dilanjutkan pemaparan model model pembelajaran yang bisa dinpraktikkan secara langsung.
Begitu banyak ilmu yang bisa didapatkan pada kesempatan kali ini. Harapannya dapat meningkatkan motivasi untuk melahirkan kreativitas dan inovasi inovasi baik di bidang pempelajaran maupun pendidikan secara umum.
Mari berkreasi untuk MAN 3 Banyuwangi, untuk Kemenag untuk Banyuwangi dan Indonesia.
Salam literasi
Kakanwil Awali Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung MIN 1 Banyuwangi
Banyuwangi (Humas Kemenag)-Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) di MIN 1 Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023). Dimana pembangunan tersebut bersumber dari dana SBSN Kemenag RI tahun anggaran 2023.
Kakanwil Husnul Maram yang didampingi Kabid Pendma Santoso juga memberikan santunan kepada 5'anak yatim siswi MIN 1 Banyuwangi. Lantunan azan dan iqamah juga menandai dimulainya peletakan batu pertama, yang diawali oleh Kakanwil Kemenag Jatim, diikuti Kabid Penma, Kepala Kemenag Banyuwangi, dan para pejabat lainnya. Prosesi seremonial diakhiri dengan doa oleh Ust. Makruf dari unsur tokoh masyarakat.
Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pembangunan gedung baru MIN 1 Banyuwangi ini melalui dana SBSN tahun 2023 dan menjadi kebanggaan tersendiri.
"Ini merupakan tonggak sejarah bagi MIN 1 dalam memenuhi kebutuhan ruang kelas yang selama ini sangat diharapkan." ungkapnya.
Amak berharap, selama proses pembangunan kegiatan pembelajaran siswa agar benar-benar dikawal dan perhatikan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Komitmen bersama akan menjadi penentu suksesnya pembangunan ini," ungkap Amak kepada semua pihak yang terkait di akhir sambutannya.
Sementarq dalam kesempatan yang sama Kakanwil Husnul Maram menyampaikan beberapa hal terkait proyek pembangunan. Dia menegaskan agar pembangunan dilaksanakan sesuai fungsi dan tugas masing-masing dengan baik.
"Proyek pembangunan ini tidak ada pungutan dan transaksi apapun kepada siapapun. Setiap proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI khususnya Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersifat transparan an akuntabel." Lanjutnya.
Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kanwil Kemenag Jatim kembali menegaskan kepada petugas pengawas pembangunan agar pengawasan benar-benar dilaksanakan supaya progres pembangunan selalu positif.
"Jangan sampai ada progres minus, karena itu akan menghambat pembangunan tidak selesai tepat waktu. Tidak boleh ada kongkalikong antara pengawas dan konsultan dengan pelaksana dan penyedia proyek", lungkasnya.
Sekedar informasi, lroyek pembangunan ruang kelas baru MIN 1 Banyuwangi yang bersumber dari dana SBSN direncanakan selesai pada 23 September 2023.
Diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar, mudah, dan selesai sesuai kalender kerja yang telah ditetapkan, (ndr/yas)
Pembinaan ASN dan Launching Buku, Kakanwil Ingatkan 5 Nilai Budaya Kerja
Banyuwangi (Humas Kemenag)-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram memberikan Pembinaan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023).
Acara yang digelar di aula MAN 1 Banyuwangi itu juga dihadiri oleh Kabid Pendma Santoso, dan diikuti seluruh pejabat Kemenag Banyuwangi, Kepala madrasah negeri, Kepala KUA Kecamatan, Pengawas madrasah dan PPAI, Penyuluh agama.
Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin di hadapan Kakanwil menyampaikan, bahwa
kesuksesan seorang suami tidak terlepas dari peran istri. Amak mengajak, DWP kedepan bisa lebih maksimal, bisa mengundang pengurus DWP Kabupaten karena banyak program yang harus ditindaklanjuti.
Dirinya dan seluruh jajarannya juga siap menindaklanjuti program Kampung Moderasi Beragama (KMB). Saat ini kata Amak, desa Karangrejo, Yosomulyo, dan Patoman, menjadi kampung percontohan.
Selain itu program sertifikat produk halal pada madrasah juga telah ditindaklanjuti. Dirinya meminta dukungan kepala madrasah, satgas halal. Program refitalisasi, madrasah di Banyuwangi mendapat apresiasi dari direktur pendidikan Islam Kemenag RI dan dinobatkan sebagai madrasah terbersih nasional.
Sementara Kabid Pendma Santoso dalam kesempatan itu mendukung pernyataan Amak Burhanudin. Dirinya mengatakan, bahwa kemajuan harus diawali dari dari Banyuwangi seperti terbitnya matahari.
Kantin halal yg diinisiasi oleh Kepala Kemenag Banyuwangi mendapat dukungan dan apresiasi penuh oleh Santoso. Mengingat kantin dalam sebuah lembaga, apalagi madrasah, merupakan hal fundamental yang juga harus menjadi perhatian.
"Makanan yang terpenting adalah halal dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang siswa dalam proses pembelajaran", terangnya.
Di tempat yang sama, Kakanwil mengingatkan, bahwa tahun 2024 merupakan tahun politik. Suasana tersebut sudah mulai terasa di pertengahan tahun ini. Husnul Maram berpesan bahwa ASN Banyuwangi harus bisa menjaga kerukunan, keutuhan, dan kesejahteraan masyarakat di Banyuwangi.
"ASN Kemenag Banyuwangi harus bisa memberikan teladan sesuai dengan lima nilai budaya kerja Kemenag: integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan", jelasnya.
"Dengan lima nilai budaya kerja Kemenag, ASN Banyuwangi akan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat", imbuh pria kalem tersebut.
Husnul Maram juga menambahkan, ketika hidup bersosial, jangan melupakan konsep moderasi beragama. Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada.
ASN harus moderat kata Maram, dapat menerima pancasila, UUD, NKRI dengan sepenuh hati, dan antikekerasan. Pria yang mendapat gelar doktor dari UIN Sunan Ampel, Surabaya ini juga memberikan wejangan bahwa kinerja dengan kerja berbeda. Kinerja pasti bekerja. Sedangkan, kerja belum tentu mempunyai kinerja.
Acara ini pun kemudian ditutup dengan pembagian sertifikat bagi para penulis yang turut berkontribusi mengirimkan karya tulisnya. (am/yas)
Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala MAN 2 Banyuwangi menerima Tropy juara menulis opini yang dilaksanakan kerja sama Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi. Piala tersebut diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr Husnul Maram di aula MAN 1 Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023)











