Pages

MAN 3 Gelar Workshop Literasi Kurikulum Merdeka Untuk Transformasi Pembelajaran Membangun Budaya Kreativitas Dan Inovasi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Hari ini Sabtu,  29 April 2023 MAN 3 Banyuwangi mengadakan workshop literasi kurikulum merdeka untuk transformasi pembelajaran membangun kreativitas dan inovasi. 

Workshop kali ini mendatangkan narasumber yang ahli dalam bidangnya,  yakni Handoyo.  Selain mendatangkan narasumber yg profesional,  workshop kali ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh kepala kantor kementerian kabupaten Banyuwangi,  Amak Burhanudin. 



Geliat Inovasi tiada henti untuk MAN 3 Banyuwangi terus di gelorakan.

Bahkan disaat yang lain masih libur kami sudah memnyelengarakan Workshop guna mamacu kreativitas dan inovasi guru . Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Banyuwangi serta KKM 03 Banyuwangi. 


Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi Amak Burhanudin. Di sela-sela membuka acara beliau mengatakan " kalau biasanya saya sarapan nasi atau roti di sini saya datang di suguhi sarapan 19 buku karya siswa dan guru luar biasa, MAN 3 Literasi bukan sekedar isapan jempol semata.



Dalam pesannya beliau menyampaikan bahwa kita harus memaksimalkan 3 K , Kualifikasi, Kompetensi, dn Kinerja.


Ahmad Suyuti, Kepala MAN 3 Banyuwangi melaporkan ke Kepala Kemenag bahwa akan di buka KKOS dalam rangka memuaskan Hasrat untuk selalu berinovasi dalam melayani. 


Penyampaian materi begitu menarik sehingga tidak ada peserta yang mengantuk atau meninggalkan kelas, setelah pemaparan materi semua mapel di minta untuk presentasi modul ajar untuk di evaluasi bersama dilanjutkan pemaparan model model pembelajaran yang bisa dinpraktikkan secara langsung.


Begitu banyak ilmu yang bisa didapatkan pada kesempatan  kali ini. Harapannya dapat meningkatkan  motivasi untuk melahirkan  kreativitas dan inovasi inovasi baik di bidang pempelajaran  maupun pendidikan secara umum.


Mari berkreasi untuk MAN 3 Banyuwangi, untuk Kemenag untuk Banyuwangi dan Indonesia.

Salam literasi

Kakanwil Awali Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung MIN 1 Banyuwangi

Banyuwangi (Humas Kemenag)-Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) di MIN 1 Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023). Dimana pembangunan tersebut bersumber dari dana SBSN Kemenag RI tahun anggaran 2023. 



Kakanwil Husnul Maram yang didampingi Kabid Pendma Santoso juga memberikan santunan kepada 5'anak yatim siswi MIN 1 Banyuwangi. Lantunan azan dan iqamah juga menandai dimulainya peletakan batu pertama, yang diawali oleh Kakanwil Kemenag Jatim, diikuti Kabid Penma, Kepala Kemenag Banyuwangi, dan para pejabat lainnya. Prosesi seremonial diakhiri dengan doa oleh Ust. Makruf dari unsur tokoh masyarakat.


Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pembangunan gedung baru MIN 1 Banyuwangi ini melalui dana SBSN tahun 2023 dan menjadi kebanggaan tersendiri. 


"Ini merupakan tonggak sejarah bagi MIN 1 dalam memenuhi kebutuhan ruang kelas yang selama ini sangat diharapkan." ungkapnya.


Amak berharap, selama proses pembangunan kegiatan pembelajaran siswa agar benar-benar dikawal dan perhatikan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Komitmen bersama akan menjadi penentu suksesnya pembangunan ini," ungkap Amak kepada semua pihak yang terkait di akhir sambutannya.


Sementarq dalam kesempatan yang sama Kakanwil Husnul Maram menyampaikan beberapa hal terkait proyek pembangunan. Dia menegaskan agar pembangunan dilaksanakan sesuai fungsi dan tugas masing-masing dengan baik.


"Proyek pembangunan ini tidak ada pungutan dan transaksi apapun kepada siapapun. Setiap proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI khususnya Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersifat transparan an akuntabel." Lanjutnya.


Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kanwil Kemenag Jatim kembali menegaskan kepada petugas pengawas pembangunan agar pengawasan benar-benar dilaksanakan supaya progres pembangunan selalu positif. 


"Jangan sampai ada progres minus, karena itu akan menghambat pembangunan tidak selesai tepat waktu. Tidak boleh ada kongkalikong antara pengawas dan konsultan dengan pelaksana dan penyedia proyek", lungkasnya.


Sekedar informasi, lroyek pembangunan ruang kelas baru MIN 1 Banyuwangi yang bersumber dari dana SBSN direncanakan selesai pada 23 September 2023. 


Diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar, mudah, dan selesai sesuai kalender kerja yang telah ditetapkan, (ndr/yas)

Pembinaan ASN dan Launching Buku, Kakanwil Ingatkan 5 Nilai Budaya Kerja

Banyuwangi (Humas Kemenag)-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram memberikan Pembinaan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023).



Acara yang digelar di aula MAN 1 Banyuwangi itu juga dihadiri oleh Kabid Pendma Santoso, dan diikuti seluruh pejabat Kemenag Banyuwangi, Kepala madrasah negeri, Kepala KUA Kecamatan, Pengawas madrasah dan PPAI, Penyuluh agama.


Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin di hadapan Kakanwil menyampaikan, bahwa

kesuksesan seorang suami tidak terlepas dari peran istri. Amak mengajak, DWP kedepan bisa lebih maksimal, bisa mengundang pengurus DWP Kabupaten karena banyak program yang harus ditindaklanjuti.


Dirinya dan seluruh jajarannya juga siap menindaklanjuti program Kampung Moderasi Beragama  (KMB). Saat ini kata Amak,  desa Karangrejo, Yosomulyo, dan Patoman, menjadi kampung percontohan. 


Selain itu program sertifikat produk halal pada madrasah juga telah ditindaklanjuti. Dirinya meminta dukungan kepala madrasah, satgas halal. Program refitalisasi, madrasah di Banyuwangi mendapat apresiasi dari direktur pendidikan Islam Kemenag RI dan dinobatkan sebagai madrasah terbersih nasional.



Sementara Kabid Pendma Santoso dalam kesempatan itu mendukung pernyataan Amak Burhanudin. Dirinya mengatakan, bahwa kemajuan harus diawali dari dari Banyuwangi seperti terbitnya matahari.


Kantin halal yg diinisiasi oleh Kepala Kemenag Banyuwangi mendapat dukungan dan apresiasi penuh oleh Santoso. Mengingat kantin dalam sebuah lembaga, apalagi madrasah, merupakan hal fundamental yang juga harus menjadi perhatian. 


"Makanan yang terpenting adalah halal dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang siswa dalam proses pembelajaran", terangnya.


Di tempat yang sama, Kakanwil mengingatkan, bahwa tahun 2024 merupakan tahun politik. Suasana tersebut sudah mulai terasa di pertengahan tahun ini. Husnul Maram berpesan bahwa ASN Banyuwangi harus bisa menjaga kerukunan, keutuhan, dan kesejahteraan masyarakat di Banyuwangi. 


"ASN Kemenag Banyuwangi harus bisa memberikan teladan sesuai dengan lima nilai budaya kerja Kemenag: integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan", jelasnya.


"Dengan lima nilai budaya kerja Kemenag, ASN Banyuwangi akan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat", imbuh pria kalem tersebut.


Husnul Maram juga menambahkan, ketika hidup bersosial, jangan melupakan konsep moderasi beragama. Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada. 


ASN harus moderat kata Maram, dapat menerima pancasila, UUD, NKRI dengan sepenuh hati, dan antikekerasan. Pria yang mendapat gelar doktor dari UIN Sunan Ampel, Surabaya ini juga memberikan wejangan bahwa kinerja dengan kerja berbeda. Kinerja pasti bekerja. Sedangkan, kerja belum tentu mempunyai kinerja. 


Acara ini pun kemudian ditutup dengan pembagian sertifikat bagi para penulis yang turut berkontribusi mengirimkan karya tulisnya. (am/yas)

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala MAN 2 Banyuwangi menerima Tropy juara menulis opini yang dilaksanakan kerja sama Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi. Piala tersebut diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr Husnul Maram di aula MAN 1 Banyuwangi, Sabtu (29/04/2023)



Selain meraih juara pertama Fito Uki Syahru Ramadhan dengan opini berjudul Kolam Ikan Bekas Air Wudlu Why Not juara ketiga Alya Seoti JK dengan judul Bekal membuat Siswa Hemat dan Hidup Sehat juara keempat Nurevenia Salsa Darma Putri dengan judul PenataanTempat Duduk Mempengaruhi Prestasi.
Husnul Maram sangat bangga dengan prestasi dari siswa Madrasah dibidang literasi.
Sementara itu Amak Burhanudin menyampakan bahwa dalam lomba ini seluruh juri dari Jawa Pos Radar Banyuwangi.
"Semua opini dimuat di media cetak Jawa Pos Radar Banyuwangi pada halaman opini" kata Amak.

Kepala MAN 2 Banyuwangi menyampaikan bahwa keberhasilan para siswa tersebut tidak lepas dari Bimbingan para guru yang tak henti-hentinya membimbing siswa, begitupun dengan dorongan orang tua.

Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa sebelum lomba diadakan, peserta dibekali dengan pelatihan dengan narasumber dari Jawa Pos Radar Banyuwangi. (syaf)





Komunitas Lentera Sastra Serahkan Buku Ke Kepala Kanwil Kemenag Prov Jawa Timur.

 


Banyuwangi (Warta Blambangan) Selain Buku Melangkah Bersama Pemimpin Visioner dan Catatan Kemangi yang diserahkan oleh Dr. Moh Amak Burhanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi kepada Dr. Husnul Maram, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi di aula MAN 1 Banyuwangi, Komunitas Lentera Sastra juga menyerahkan puluh buku karya para anggotanya, seperti MAN 3 Banyuwangi yang menyerahkan 10  Judul Buku, kemudian MAN 2 Banyuwangi yang berada di Kecamatan Genteng yang tahun  2023 ini telah menerbitkan 24 judul buku, Kepala MTsN 12 Banyuwangi yang berada di ujung utara Herny Nilawati juga menyerahkan beberapa karyanya, serta beberapa karya Guru dan Siswa, begitupun dengan karya lainnya milik Lulu Anwariyah (Senandung Tasbih) Sri Endah Zulaikhatul Karimah (Jejak Sajak), Uswatun Hasanah (Serenada Tangling), Nurul Ludfia Rochmah dari MAN 1 Banyuwangi yang juga menyerahkan karya miliknya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa sesuatu yang baik memang harus ditiru.
"silahkan berlomba untuk menulis dan menerbitkan buku" kata Amak.

Husnul Maram amat terkesan dengan perkembangan literasi di ujung timur Pulau Jawa ini.
"dengan menulis, maka karya kita akan dibaca banyak orang" ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa pada bulan mei mendatang, buku karya salah satu anggota Lentera Sastra juga akan mengikuti bedah buku dalam rangka Festival Literasi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
"Novel dengan judul Secawan Rindu karya Ambar Afiah akan dibedah di aula Disperpusip" kata Syafaat. (syaf)

Pembinaan ASN Kemenag Banyuwangi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur

Banyuwangi (Warta Blambangan) Pembinaan ASN di Lingkungan Kemenag Kabupaten Banyuwangi diadakan di aula MAN 1 Banyuwanfi, Sabtu, (29/04/2023). bersamaan dengan launching buku karya Kepala Kemenag Banyuwangi, Moh. Amak Burhanudin yang berjudul Melangkah Bersama Pemimpin Visioner. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula MAN 1 Banyuwangi dimulai pukul 10.00 WIB dengan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Husnul Maram, dan Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jawa Timur, Santoso.




Peserta pembinaan ASN kali ini juga diikuti oleh penyuluh, pengawas, serta pejabat dan istri di wilayah naungan Kemenag Banyuwangi. Amak Burhanudin dalam sambutannya menyampaikan beberapa program visioner untuk tercapainya prestasi, modernisasi, dan kemandirian lembaga di bawah naungan Kemenag. Ke depan di Banyuwangi akan dilaksanakan program revitalisasi masjid. Hal ini perlu dilaksanakan agar masjid kembali menjadi pusat peradaban yang dapat dimulai dengan pengelolaan masjid yang inovatif dan kreatif. 


Modernisasi dalam dunia pendidikan secara menyeluruh juga menjadi target program dari laki-laki yang memperoleh gelar doktor dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung, ini. Modernisasi akan dimulai dengan proses digitalisasi pada lingkungan madrasah agar dapat bersaing secara global. Tidak hanya itu, kantin sebagai poros utama dalam memberikan asupan makanan terhadap siswa pun juga harus bersertifikat halal. Kemenag Banyuwangi terus mendorong upaya sertifikasi halal bagi UMKM dengan proses yang mudah. 



Mendukung pernyataan Amak Burhanudin, Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jawa Timur, Santoso, mengatakan,”Kemajuan harus diawali dari Banyuwangi seperti terbitnya matahari.” Kantin halal yg diinisiasi oleh Kepala Kemenag Banyuwangi mendapat dukungan dan apresiasi penuh oleh Santoso. Mengingat kantin dalam sebuah lembaga, apalagi madrasah, merupakan hal fundamental yang juga harus menjadi perhatian. Makanan yang terpenting adalah halal dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang siswa dalam proses pembelajaran.


Tahun depan, 2024, merupakan tahun politik. Suasana tersebut sudah mulai terasa di pertengahan tahun ini. Husnul Maram berpesan bahwa ASN Banyuwangi harus bisa menjaga kerukunan, keutuhan, dan kesejahteraan masayarakat di Banyuwangi. ASN Banyuwangi harus bisa memberikan teladan sesuai dengan lima budaya kerja Kemenag: integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Dengan lima budaya kerja Kemenag, ASN Banyuwangi akan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 


Husnul Maram juga menambahkan,”Ketika hidup bersosial, jangan melupakan konsep moderasi beragama. Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada. ASN harus moderat, dapat menerima pancasila, UUD, NKRI dengan sepenuh hati, dan antikekerasan. Pria yang mendapat gelar doktor dari UIN Sunan Ampel, Surabaya ini juga memberikan wejangan bahwa kinerja dengan kerja berbeda. Kinerja pasti bekerja. Sedangkan, kerja belum tentu mempunyai kinerja. Acara ini pun kemudian ditutup dengan pembagian sertifikat bagi para penulis yang turut berkontribusi mengirimkan karya tulisnya (team)

Paguyuban Gotongroyong'45 Kopatan di Pantai Cemara

Pantai Cemara Banyuwangi menjadi saksi dari keseruan dan keakraban yang terjalin di  emak-emak yang tergabung dalam Paguyuban Gotongroyong45. 

Dengan lagu banyuwangenan dan deburan ombak Selat Bali sebagai latar belakang, suasana semakin meriah dan mengundang gelak tawa serta saling ledek di antara para emak-emak yang rata-rata berusia melampaui setengah abad.

Bung Aguk sedang memberi wejangan

Tak hanya sekadar berkumpul, emak-emak yang tergabung dalam Paguyuban Gotongroyong45 dan anggota Gerontologi Banyuwangi, mengadakan acara halal bi halal. Acara tersebut dihadiri oleh Puji Winarsih difabel yang pinter dongeng maupun bisnis berjejaring dan  Bung Aguk Darsono  pembina Paguyuban Gotong Royong 45, yang memberikan wejangan dan wawasan kepada para anggota tentang rambu-rambu organisasi, berbagai organisasi sayap dalam naungan komunitas seperti Asosiasi UMKM Sinergi Gotongroyong45,Koperasi Segoro45, JRKBB, Sanggar Merah Putih45 dan yang baru gabung Sedulur Terapis Blambangan,serta pentingnya menjaga hubungan dan silaturahmi antar anggota maupun keluarga besar..


Dalam sambutannya, Bung Aguk juga menyampaikan wacana bantuan pemerintah kepada Koperasi Gotong-royong 45, yang akan membantu usaha para anggota dengan memberikan pinjaman barang modal dengan bunga hanya 0,5% setahun. Namun yang terpenting adalah menjaga kerukunan di antara anggota dan memisahkan antara masalah pribadi dan organisasi.

Beginilah joged ala emak-emak

Tak ketinggalan, momen paling menghibur di acara tersebut adalah ketika Bunda Rehana dan Bunda Rina, emaknya Fendi Felani, salah seorang jago desain marketing di Banyuwangi, berjoged mengikuti musik yang berkumandang di area wisata Pantai Cemara. Semua emak-emak bergembira dan menikmati momen tersebut dengan penuh kebahagiaan.

Komunitas Gotongroyong45 buktikab kebersamaan dan keakraban tak mengenal usia. Semoga semakin banyak komunitas serupa yang terbentuk di berbagai daerah di Indonesia bisa merukunkan Indonesia yang bhinneka Tunggal Ika.  (Agus / Mas Gesa)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger