Pages

Kemenag Buka Rekruitmen Pendamping Produk Halal

 


Jakarta (Warta Blambangan) Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal akan 
menyelenggarakan Pelatihan Pendamping PPH. bagi Penyuluh Agama Islam Sebagai berikut: 
1. Metode pelatihan secara daring dan live streaming 
2. Jadwal Pelaksanaan Pelatihan: 
a. Pendaftaran peserta (melalui Aplikasi SiHalal): 3 s.d 8 Februari 2023 
b. Verifikasi Calon Peserta (oleh Satgas Layanan Halal): 3 s.d 8 Februari 2023 
c. Pelaksanaan Pelatihan 
- Penyampaian materi 9-10 Februari 2023 
- Test praktek dan wawancara kolektif dimulai 11 Februari 2023 
3. Pelatihan tersebut merupakan rangkaian strategi program percepatan realisasi 1 juta 
sertifikasi halal gratis dengan mekanisme pernyataan pelaku usaha (self declare) bagi 
pelaku usaha mikro dan kecil.
Berikut tata cara daftar Pendamping PPH Halal 2023 beserta tahapan rekrutmen:


1. Buka laman ptsp.halal.go.id (aplikasi SIHALAL).

2. Buat akun SIHALAL dengan klik tombol Create an Account.

3. Di laman Register, pilih Pelatihan Pendamping PPH di kolom Type of User. Lalu, ketik nama, alamat email, dan buat password yang akan dipakai untuk akun SIHALAL.

4. Klik "Send" dan tunggu konfirmasi via email untuk aktivasi akun.

5. Selanjutnya, buka ptsp.halal.go.id lagi dan login dengan akun SIHALAL yang baru dibuat.

IKUTI PELATIHAN SAMPAI SELESAI

6. Pilih menu Registrasi. Lengkapi data dan unggah dokumen pendaftaran Pendamping PPH.

7. Pilih Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LPPPH) yang akan diikuti pelatihannya.

8. Jika sudah lengkap semua, klik "Kirim" atau "Send."

9. Selanjutnya, LPPPH akan melakukan verifikasi dokumen pelamar.

10. LPPPH lalu menjadwalkan dan melaksanakan pelatihan untuk pelamar Pendamping PPH yang lolos verifikasi dokumen.

11. Setelah pelatihan, LPPPH mengirim dokumen permohonan terbit nomor registrasi Pendamping PPH ke BPJPH.

12. Kemudian, BPJPH akan seger menerbitkan nomor registrasi Pendamping PPH.

Setelah tahapan-tahapan di atas dilalui, pelamar Pendamping PPH akan menerima nomor registrasi dari BPJPH. Dengan menerima nomor itu, Pendamping PPH sudah bisa melakukan pendampingan dalam proses sertifikasi halal produk berbasis self declare. (Syaf)

Menuju Banyuwangi Bersinar Tim LRPPN-BI Berikan Pembekalan Kepada Tim Penyuluh KUA Genteng

Banyuwangi (Warta Blambangan) Tidak ada kata lelah upaya menuju Banyuwangi Bersih dari narkoba (Bersinar) yang dilakukan. Tim Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Banyuwangi, untuk Memberikan pembekalan tim penyuluh KUA kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada Jum’at (3/2/23) .



Ketua LRPPN BI Banyuwangi, Muhammad Hiksan MM.
mengatan ,”Pembekalan yang dilakukan oleh tim LRPPN-BI Banyuwangi, untuk menindaklanjuti MOU panti rehabilitasi narkoba LRPPN dengan Kemenag Banyuwangi.
Hal itu dilakukan upaya untuk mewujudkan Banyuwangi bersih dari narkoba ,,(BERSINAR) yang dipelopori oleh Hakim Said, SH selaku dewan pembina lrppn dengan mensosialisaikan Bahaya Narkoba kepada masyarakat ,

terimakasih kepada teman-teman penyuluh dari KUA Genteng yang semangat, antusias serta bersinergi dengan LRPPN BI Banyuwangi. ” Ujar Ketua LRPPN-BI Muhamad Hiksan

Kepala KUA, H.Lukman,S.Ag,. M.Pd mengucapkan, “Alhamdulillah saya bersyukur atas kehadiran teman teman dari lembaga LRPPN ini bisa hadir dan bisa bersinergi bersama kita dalam rangka berkhidmat dengan umat. Khususnya yang ada di Kecamatan Genteng, dengan tujuan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, baik itu ditingkat pesantren, maupun disekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Genteng.

Saya sangat bersyukur sekali dari teman teman, dengan ini kita bisa bersinergi paling tidak kita bisa bekerja sama dengan penyuluh yang ada di Kecamatan Genteng ini, sebanyak 8 orang untuk nanti kita akan turba langsung di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal yang ada di kecamatan Genteng.”

“Insya Allah kita akan silahturahmi dengan pondok pesantren yang ada di kecamatan Genteng, bagaimana tanggapan dari pengasuh nantinya,kemudian kita akan turba langsung di lembaga-lembaga yang ada dibawah naungan pondok pesantren tersebut, baik santrinya maupun pada murid-murid yang ada di pendidikan formalnya. ” Ujarnya

Sementara itu Dr. Moh Amak Burhanudin ditempat terpisah menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi terus melakukan sosialisasi anti narkoba, baik melalui lembaga formal maupun pada majelis taklim (saf)

9 Calon PPIH asal Banyuwangi ikuti Seleksi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Sembilan calon PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) asal Kabupaten Banyuwangi mengikuti ujian tahap ahir Petugas Haji baik Kloter mauPPIH Arab Saudi di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa (31/01/23). 



Para calon petugas tersebut untuk mengisi posisi sebagai TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) atau Ketua Kloter, TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia) dan satu orang mengikuti tes calon PPIH Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin menyampakan bahwa dari calon TPHI, dan TPIHI masing masing 4 orang untuk dipilih 2 terbaik.

"Dari 4 calon TPHI akan dipilih 2 terbaik, begitupun dengan TPIHI" ungkapnya. 



Kegiatan yang dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram tersebut diikuti calon petugas haji se Provinsi Jawa Timur.

"semua mempunyai kesempatan yang sama sesuai dengan mekanisme yang ada" ungkapnya.

Lebih lanjut Husnul Maram menyampaikan bahwa jika ditemukan kecurangan atau terbukti kolusi akan dibatalkan keikutserraannya. 


Adapun sembilan calon tersebut adalah Zaenal Abidin pada Posisi PPIH Arab Saudi, Syafaat  Khoirud Dawam, Nur Saeean fan Rofik Burhanudin Ahmad sebagai calon TPHI  sedangkan calon TPIHI dua orng berasal dari ASN Kementerian Agama yakni Mukl8s dan Saeroji  dua lainnya dari pesantren dan Akademisi yakni Indy NajmudSaqib dari Pessntren Darussalam dan M. Lukman, Rektor IAI Ibrahimy Genteng. (saf)

Prank Penculikan Siswa SDN 2 Sumberberas

Banyuwangi (Warta Blambangan) Jagad maya Kabupaten Banyuwangi dihebohkan dengan penculikan siswa SD Negeri 2 Sumberberas Kecamatan Muncar, Senin (30/01/23) hingga membuat repot Polsek Muncar.


Kabar percobaan penculikan yang disampaikan siswa dengan inisial (GPH) tersebut langsung direspon Kepala Sekolah bersama Babinsa setempat dengan melaporkan ke Polsek Muncar. 


Kabar yang beredar sebelumnya menyatakan bahwa GPH akan diculik di dekat sekolahnya hingga di lakban mulutnya, untungnya dapat digagalkan oleh rekannya dengan cara melempari batu, Kabar inipun menjadi heboh dan membuat banyak orang tua was-was, apalagi berita secara berantai melalui pesan singkat melalui WhatsApp beredar di beberapa group.



Polsek Muncar, setelah melakukan interograsi, juga melakukan olah TKP sesuai dengan informasi yang diberikan dari yang dianggap korban percobaan penculikan.

Warga setempat sempat heran ketika ada olah TKP di dekat rumahnya.

"Saya bekerja sejak pagi, tetapi tidak mendengar apa-apa, tidak mendengar teriakan atau orang mencurigakan: ungkap Gendut yang berprofesi sebagai bengkel radiator. 

Lebih lanjut gendut merasa heran ketika melihat olah TKP, terlihat kedua anak yang diisukan korban rencana penculikan nampak riang, tidak ada raut wajah trauma.

Melalui pesan suara, Kepala Desa Sumberberas Sri Purnanik menyampaikan bahwa yang berwenang memberikan konfirmasi adalah Polsek  Muncar. 


Berdasarkan surat pernyataan tertulis yang dibuat orang tua GPH yang diketahui Kepala SDN Sumberberas, dan pesan suara dari Babinsa Sumberberas, yang beredar di WhatsApp, bahwa percobaan penculikan tersebut tidak benar, kedua anak tersebut hanya melakukan prank yang di respon oleh Kepala Sekolah. Dalam pesan suara tersebut disampaikan bahwa anak-anak melakukan prank Penculikan karena terinspirasi tik-tok (sya)

Amak Burhanudin Sang Bajak Laut di Kementerian Agama*

 *Amak Burhanudin si Bajak Laut di Kementerian Agama*


Seperti biasa, rehat siang usai Sholat Dzuhur, santai sambil menikmati mie instan di kantin belakang, tempat favorit murah meriah sambil nyruput kopi sachet dengan iringan musik rasan-rasan yang dirangkai dengan rintik canda dan tawa. Beberapa inspirasi juga sering muncul dakam tegukan kopi, yang manisnya sesuai selera. Karenanya kopi seolah minuman wajib ketika mengejar inspirasi, sedangkan mie instan sebenarnya sudah nggak layak untuk pegawai, namun banyaknya beban dan potongan gaji mengakibatkan ayam kesrut merupakan makanan langka, dan harus puas ketika sering menyantap makanan favorit mahasiswa.

Beberapa sendok mie instan dicampur sedikit sayur telah lumat dipangkal lidah, seorang teman yang baru datang dengan wajah sedikit kusut juga memesan Mie instan dengan sebutir telur yang dimasak bersama. Sambil menunggu mie instan dihudangkan, teman saya ngomel dengan nada tak beraturan, hanya beberapa kalimat saja yang kuingat, tentang perintah atasan diluar tupoksi dan disampaikan dihari libur.
"Umpomo bosone wong suroboyo wes ngomong jancuk ping 77, untunge isun lare osing, paling-paling nyantet" ungkapnya.

Saya tidak tahu dengan siapa sebenarnya teman saya ini marah'-marah, dan menurut saya kemarahannya juga wajar, sebagaimana pimpinannya juga wajar memberikan tugas diluar tupoksinya, sebab jamak terjadi di banyak Kementerian dan Lembaga tentang kurangnya SDM yang tidak sebanding dengan volume kegiatan. Para ASN ditubtut untuk mengembangkan potensi diri, agar SDM yang tidaj sebanding dengan tupoksi plus tugas lain diluar tupoksi dapat teratasi.

Begitu dendam  laparnya teman saya hingga sepertiga mie instan sebentar saja dilahapnya, mie instan didepanku sedari tadi masih setia menunggu, sambil sedikit demi sedikit kusesap kopi.
Saya lihat teman saya juga memesan secangkir  kopi, padahal juga telah tersedia segelas besar air putih disebelahnya. Kelihatannya merangsangku untuk segera mengeringkan idi mangkuk, dan menikmati kopi, yang sedikit tersedak ketika kusesap perlahan dan melihat temanku yang sepertinya tanpa sadar menuangkan kopi kedalam mangkuk mie instan. Yang dia  sendiri terkejut dibuatnya. Kelabilan pikirannya mengakkibatkan dia nggak fokus dalam bertindak, meskipun pada akhirnya mie dan kopi dapat menyatu dalam lambung, namun sangat terasa aneh jika dipaksakan tercampur dinujung lidah. Mungkin teman saya ini kurang dapat memanajemen dengan tupoksi dan diluar tupoksi, sehingga pikirannya cepat kalut, atau mungkin lupa sarapan sebelum kerja.

New PTSP Kemenag Kab Banyuwangi.

 


Banyuwangi (Warta Blambangan) Belum genap setahun menjabat, Dr. Moh Amak Burhanudin telah melakukan berbagai Inovasi untuk mempercepat dan mempermudah layanan, salah satunya adalah perubahan ruang layanan PTSP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang semakin  luas dengan layanan digital yang diresmikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Husnul Maram, Selasa malam (17/02/23).

Peresmian New PTSP dilakukan secara simbolis dengan menggunting pita didepan pintu masuk PTSP, yang kemudian dilanjutkan dengan santunan terhadap 10 anak yatim piyatu.

Amak menyampaikan bahwa dengan layanan digital tersebut akan semakin mudah, murah dan cepat, karena tidak semua dokumen harus dicetak dan dikirim secara manual.

Amak menyampakan  bahwa ruang PTSP dilengkapi dengan ruang Laktasi dan ruang bermain untuk anak.
Untuk Revitalisasi, Amak menyampaikan bahwa selain satu KUA Revitalisasi sebagai pilot projek, juga ada 8 KUA Revitalisasi lainnya.
"KUA Kecamatan di Banyuwangi merupakan yang terbanyak se Indonesia dalam Revitalisasi" ungkapnya.

Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi merupakan satu-satunya yang melaksanakan 77 Kegiatan.
"Kami juga telah melaunching 77 penulis dengan 130 judul buku ber ISBN yang dimotori Komunitas Lentera Sastra" ungkapnya.

Dihalaman belakang yang menjadi pusat perhatian, Husnul Maram duduk dibawah Payung Moderasi yang ada di halaman Kantor tersebut.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi yang setinggi ttingginya terhadap  inovasi layanan yang dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
"dulu ruang PTSP tidak seluas ini, Alhamdulillah saya kesini saat ini semakin luas dan lebih representatif" ungkapnya.

Lebih lanjut Husnul Maram menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan meningkatkan kualitas kemampuan pegawai dengan cara diikutkan Diklat.
"sejak dipimpin Moh. Amak Burhanudin Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi banyak melakukan inovasi yang luar biasa" ungkapnya.

Husnul Maram menyampaikan bahwa insan Kementerian Agama harus dalam satu barisan, karenanya seluruh ASN harus mengikuti perintah dari pimpinan Kementerian Agama disemua tingkatan.

Berkaitan dengan tahun politik, Husnul Maram mengingatkan bahwa ASN tidak diperkenankan ikut dalam politik praktis, baik pilihan legislatif maupun eksekutif.

Hadir dalam kesempatan tersebut selain Ketua Dharna Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Prov Jawa Timur, Dr. Zulfatul Mufidah Maram, juga Kabid Pendidikan Madrasah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. Santoso bersama isteri, yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Selain meresmikan New PTSP pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Husnul Maram juga meresmikan PTSP ada di Madrasah.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Moh. Jali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan HAB ke 77 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Pimpinan BSI ( Bank Syariah Indonesia) Regional Surabaya Kemas Erwan Husainy menyampaikan bahwa Kerjasama yang baik antara BSI dengan Kementerian Agama berjalan dengan baik dan lancar dan semoga terus berkesinambungan  (syaf)

Amak Burhanudin Ucapkan Selamat HUT BAZNAS ke 22

Banyuwangi (Warta Blambangan) Ucapan selamat atas prestasi kerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ke 22 disampaikan Dr. Moh. Amak Burhanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Selasa (17/01/23). 



Amak menyampaikan bahwa keberadaan BAZNAS di Kabupaten  Banyuwangi dalam menyalurkan zakat di Kabupaten Banyuwangi telah terbukti amanah dan memberikan banyak manfaat bagi penanggulangan kemiskinan di Banyuwangi. 


"dalam kegiatan HAB ke 77 kita bersama BAZNAS mengadakan kegiatan bersama" ungkapnya. 


Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Lukman Hakim menyampaikan bahwa keberadaan BAZNAS tidak dapat dilepaskan dari peran Kementerian Agama.

'UPZ ada di masing-masing KUA Kecamatan yang keberadaannya difasilitasi oleh KUA Kecamatan" ungkapnya.

Lebih lanjut Lukman menyampaikan bahwa tema Hari lahir BAZNAS tahun inj adalah terima kasih kepada Muzakki, terima kasih kepada Mustahiq .

Bupati Banyuwangi diwakili Kabag Kesmas M. Lukman menyampaikan bahwa sinergitas BAZNAS sangat diperlukan, dengan mengingat bantuan kepada masyarakat lebih cepat dan lebih mudah, karena jika menggunakan dana pemerintah harus melalui proses yang rumit.

“Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi telah melaksanakan zakat 2,5 % dari gaji yang mereka punya, semoga ASN pada Pemeriktah Kabupaten Banyuwangi semua mengikuti” ungkapnya.

Dalam kegiatan dengan tajuk Festival Mustahiq tersebut juga diserahkan santunan kepada 22 anak yatim, penyerahan simbolis bedah rumah, pemberitan kaki palsu kepada penyandang difabel, pemberian modal usaha serta bea siswa kepada pelajar dan mahasiswa. 



Selain dihadiri UPZ Kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi, beberapa tokoh dan mitra kerja BAZNAS hadir dalam Festival Muzaki tersebut, seperti Samsudin Adlawi, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Mega Diwanti dari MayBank Syariah, Syafaat dari Komunitas Lentera Sastra, Kadafi dari Yayasan Masjid Moh. Chang Hoo serta beberapa tokoh lainnya. (syaf)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger