Pages

Bimbingan Teknis & Pelatihan JuLeHa MUI Kab. Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Keterampilan dalam penyembelihan hewan ternak secara halal ternyata tidak cukup hanya dengan menyembelih dan memotong dagingnya saja. Tetapi dibutuhkan kompetensi yang harus dimiliki oleh Juru Sembelih Halal (Juleha). 



Tetapi pada kenyataannya, fenomena di lapangan cukup banyak masyarakat yang memiliki hobi dan memakai atribut sebagai Juleha tetapi kompetensi yang dimiliki belum cukup bahkan belum terpenuhi. 


Berangkat dari pemikiran itu, Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Dan Pelatihan Juru Penyembelihan Halal, Ahad (08/01/2022). 


Acara yang digelar di aula Kemenag itu diikuti oleh 75 peserta, dari unsur MUI Kabupaten, Ketua MUI Kecamatan, serta Juru Sembelih dari beberapa rumah potong hewan di Banyuwangi. 


Ketua Panitia H. Lukman Hakim, dalam laporannya mengatakan, berawal dari proses sembelihan yang benar dan sesuai dengan syariat, maka dagingnya halal, demikian juga sebaliknya. 


Lukman juga menyampaikan terimakasih kepada Kemenag yang telah menfasilitasi kegiatan bimbingan teknis bagi juru sembelih halal. 


Sementara Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin, dalam sambutannya mengapresiasi keberhasilan MUI Banyuwangi atas kinerja terbaik dalam pelayanan umat, pada MUI Awards 2022 beberapa waktu lalu. 


Dalam kesempatan itu dirinya berterimakasih sinergi yang terjalin baik selama dengan Kemenag. Amak menambahkan, bahwa Kemenag punya tenaga Penyuluh yang tersebar di 24 Kecamatan. 


“Para penyuluh perlu mendapatkan ilmu tata cara menyembelih yang benar, sesuai dengan syariat”, ujarnya. 


Dalam kesempatan itu ada 3 Narasumber, yakni H. Ainul Yaqin, dari LPOM MUI Provinsi Jawa Timur, Narasumber kedua, Drh. Nanang Dinas dari Pertanian Kabupaten Banyuwangi, sedangkan pemateri ketiga Drs. Moh. Jali, M.Pd.I dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. (syaf)

Anugerah Inspirator Penggerak Literasi untuk Kankemenag Kab. Banyuwangi.

Banyuwangi(Wartta Blambangan) Terselenggaranya launching 77 Penulis dengan 130 judul buku tidak lepas dari peran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin, karenanya dalam Kemangi Award 2023 para penulis pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang bergabung dalam komunitas Lentera Sastra memberikan anugerah Bapak Inspirator Literasi, Rabu (04/01/22). 



Ajang penganugerahan kepada insan Kementerian Agama tersebut sempat membuat Amak bertanya-tanya kepada siapa anugerah tersebut disampaikan, karena tidak pernah disampaikan sebelumnya. 

Amak menyampaikan bahwa  hingga terbitnya 130 judul buku dalam waktu satu tahun menunjukkan bahwa semangat literasi sudah merekat pada insan Kementerian Agama.

"Terima kasih anugerahnya" ungkapnya.

Mewakili komunitas Lentera Sastra, Herny Nilawati, Kepala MTsN 12 Banyuwangi menyerahkan anugerah tersebut. 



Selain kepada Amak, Anugerah Penggerak Literasi juga diserahkan kepada Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat yang telah banyak memberikan motivasi untuk berliterasi.

"Komunitas Lentera Sastra banyak orang hebat dengan prestasi nasional" ungkapnya. 


Beberapa anggota Lentera Sastra juga mendapat anugerah Kemangi Award seperti Uswatun Hasanah sebagai Kepala MI berprestasi ditingkat  Nasional, begit8 juga dengan Nur Khofifah yang saat itu bertindak sebagai pembawa acara juga dianugerahkan sebagai guru berprestasi ditingkat Nasional 


Selain itu Lulu Anwariyah juga meraih juara pertama Guru berprestasi jenjang MTs disusul juara kedua Sulistyowati, selain itu juga ada dari jenjang MA, Teguh Prasetio dan M. Lukman 


Syafaat menyampaikan bahwa anugerah yang diraih anggotanya sangat realistis dengan mengingat para penulis tersebut secara tidak langsung juga merangsang untuk membaca. 


Menyinggung tentang anugerah yang diterimanya bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, Syafaat menyampaikan bahwa dia nggak kepikiran mendapatkanya. 


"Kalau P Amak pantas mendapatkannya, selain jadi kankemenag, juga menerbitkan buku yang penuh inspiratif" ungkapnya.

Lebih jauh Syafaat menyampaikan bahwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tersebut juga memberikan contoh, seperti membaca puisi dalam 77 pembaca puisi dan bercerita. (syaf)

Launching 77 Penulis Kementerian Agama

Banyuwangi (warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin melaunching 77 penulis pada Kantor Kementerian Agama yang tergabung dalam Komunitas Lentera Sastra, Rabu (04/12/23) di aula MAN 2 Banyuwangi di Kecamatan Genteng. 


Ada lebih dari seratus buku yang dihasilkan para penulis dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, baik karya sendiri maupun yang ditulis secara bersama, baik karya fiksi maupun non fiksi. 


Amak yang pernah bertugas di beberapa Kementerian Agama Kabupaten maupun Kota tersebut menyampaikan bahwa Komunitas menulis yang begitu aktif memberikan pelatihan gratis serta menerbitkan buku, hanya ditemui di Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

"ini merupakan hal yang sungguh-sungguh luar biasa, dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi untuk Provinsi Jawa Timur dan untuk Indonesia" ungkapnya. 


Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa dalam tahun ini yang duserahkan ada 130 judull buku, beberapa judul buku lambat diserahkan karena hal tehnis sehingga tidak ikut ditampilkan. 


Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa dari judul buku yang diserahkan, ada jarya siswa, guru, penghulu, dan  Kepala Madrasah. Yang menarik adalah diantara buku karya 77 penulis tersebut ada buku karya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin dengan judul dengan judul Manajemen Core Curriculum, Integrasi Kurikulum Madrasah Berbasis Pesantren dalam meningkatkan mutu Pendidikan. 


Buku setebal 175 halaman tersebut diberi pengantar oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.

Isi dari buku yang ditulisnya Amak menyampaikan bahwa pendidikan Islam, terutama madrasah berbasis pesantren, mengembangkan model manajemen kurikulum dengan integrasi kurikulum. 


Penguatan pada ilmu pengetahuan umum sekaligus dilakukan penguatan ilmu agama yang kemudian menjadi ciri khas tersendiri pada madrasah berbasis pesantren. Sementara itu, manajemen core curriculum masih belum diimplementasikan dengan baik di madrasah berbasis pesantren. Kurikulum pesantren yang selama ini memberi konten pendidikan agama, pengalaman pendidikan moral, sekolah dan pendidikan umum, serta keterampilan perlu dikelola dengan manajemen integratif.




Para pegiat literasi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi semakin semangat dengan dukungan penuh pimpinannya. Amak bukan hanya menulis buku, pada kegiatan parade sastra beberapa waktu sebelumnya, Amak juga membacakan puisi karyanya.


"sungguh kita mempunyai pimpinan yang luar biasa dibidang literasi" ungkap Nurul Ludfia Rochmah, pegiat sastra yang juga Sekretaris Lentera Sastra

.Dalam kesempatan tersebut juga diberikan anugerah literasi kepada dua orang yakni Innpirator literasi diberikan kepada DR. Moh. Amak Burhanudin dan Penggerak Literasi Syafaat yang juga Ketua komunitas Lentera Sastra

 (syaf)

Kepala MTsN 8 Banyuwangi Serahkan Buku 77 Penulis

Banyuwangi (Warta Blambangan) Gerak literasi pada MTsN 8 Banyuwangi terus membahana keseluruh civitas akademika, hal inj disampaikan Abdul Kholik, Kepala MTsN 8 Banyuwangi du Kecamatan Genteng ketika menyerahkan 2 buah buku karya Guru dan Suswa, Senin (02/91/23) du aula MAN 2 Banyuwangi.

"Sebenarnya masih ada beberapa buku yang masih dalam proses dari MTsN 8 Banyuwangi" ungkapnya. 



Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh Amak Burhanudin diwakili Syafaat menerima buku spesial karya MTsN diwilayah Kecamatan Genteng tersebut. 


Ditempat terisah, Amak menyampaikan bahwa dari rencana 77 judul buku yang ajan di Launching, ternyata menjadi 77 Penulis dengan lebih dari seratus judul buku.

"ini sebagai wujut gerak literasi dilingkungan Kementerian Agama" ungkapnya. 


Amak berharap semangat literasi tersebut terus berkelanjutan, baik karya tulis maupun audio visual. 


Sementara itu Syafaat yang juga Ketua Komunitas Lentera Sastra menyampaikan bahwa semangat literasi tersebut sebenarnya sudah berjalan lana, dan lompatan literasi tersebut nampak pada satu tahun terahir. (syaf)

Lentera Sastra dalam Pameran Seni Rupa Cemeng Putih.

Banyuwangi (Warta Blambangan) Pameran  seni rupa yang digelar di Gedung Juang 45 Banyuwangi sejak tanggal 27 Desember 2022 berlangsung meriah, begitupun yang terlihat pada pertunjukan malam terakhir, Jumat (30/12/22) yang dimeriahkan komunitas Lentera Sastra.



Beberapa puisi dibawakan para pegiat Literasi dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, mereka selain membacakan puisi karyanya sendiri  juga membacakan puisi para pujangga terkenal, diantaranya Faiz Abadi yang membacakan puisi karya Chairil Anwar dengan judul Aku.

Faiz hadir dengan putrinya Tirta Baiti Jannah yang juga membacakan puisi, alumni MIN 1 Banyuwangi yang sering mendapatkan juara tersebut tidak canggung membaca puisi dihadapan kedua orang tuanya.

Pengurus Dewan Kesenian Belambangan Fatah Yasin Nor menyampaikan bahwa pihaknya memberikan waktu khusus kepada komunitas Lentera Sastra.
"pengunjung selain dapat menikmati karya seni, juga dapat menikmati para penyair Banyuwangi membacakan puisi" ungkapnya.


Ketua Sekar Pembayun Desa Mangir Kecamatan Rogojampi yang juga anggota Lentera Sastra Nur Khofifah juga hadir dalam kegiatan yang sangat langka tersebut.

Pentas seni ditutup dengan pembacaan puisi yang disampaikan Ketua Komunitas Lentera Sastra  Syafaat yang membaca puisi karyanya dengan judul Mantra Suci Sang Penari.
Syafaat juga menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia yang telah memberikan waktu kepada Komunitas Lentera Sastra untuk untuk kebolehan dalam membaca puisi.
"silaturahim dengan komunitas literasi, seni san budaya akan terus kita lakukan untuk perkembangan Banyuwangi dalam literasi" ungkapnya. (Syaf)

MTsN 3 Banyuwangi Serahkan 27 Judul Buku.

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh Amak Burhanudin menerima 27 Judul Buku Karya MTsN 3 Banyuwangi di Payung Moderasi, Jumat (30/12/22). Buku tersebut diserahkan Kepala MTsN 3 Banyuwangi yang duwakili Rofiah dan Kepala Tata Usaha Aneka Sulastri.


Didampingi Ketua Lentera Sastra Syafaat, Amak memberikan apresiasi terhadap MTsN 3 Banyuwangi yang telah menyerahkan judul buku terbanyak yang akan dilaunching dalam kegiatan 77 penulis Kementerian Agama.

Yang lebih membanggakan adalah adanya buku riset dengan judul Modul Riset Pembelajaran Riset yang disusun Tim Riset MTsN 3 Banyuwangi.
"Karya yang luar biasa, dan kedepan agar menjadi penyemangat bagi guru dan siswa untuk berliterasi, khususnya menulis" ungkapnya.


Kepaa TU pada MTsN 3 Banyuwangi menyampaikan bahwa  kedepan siswa MTsN 3 Banyuwangi akan diarahkan menjadi siswa literat, terlebih MTsN 3 Banyuwangi merupakan madrasah riset.

Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa Lentera Sastra akan terus mendampingi bagi mereka yang ingin mengembangkan literasi. (syaf)

Anniversary Lentera Sastra di Mina Elang Buana.

Banyuwangi (Warta Blambangan) Aekanu Hariyono, Ketua Komunitas Kiling Osing Banyuwangi, memberikan apresiasi terhadap kehadiran Lentera Sastra di Bumi Blambangan, hal ini disampaikan Guide International tersebut dalam Parade Sastra, 77 Puisi dan Bercerita dengan tema "menyulut semangat literasi bersama lentera Sastra" di RM Mina Elang Buana Srono, Rabu (28/12/22). 


Pensiunan PNS Dinas Pariwisata yang pernah lama mengabdi sebagai guru tersebut menyampaikan bahwa menumbuhkan semangat literasi sejak dini sangat penting agar terbiasa untuk membaca dan menganalisa, terlebih dengan berbagai macam budaya lokal yang tumbuh dan berkembang ditengah membanjirnya budaya interlokal yang belum tentu sesuai dengan budaya bangsa. 


Sebagai orang yang lama bergelud dibidang budaya, Aekanu tidak riskan untuk menularkan pengalamannya kepada komunitas Lentera Sastra.

"saya sering ke luar negeri, dan selalu saya promosikan tentang seni dan budaya Banyuwangi" ungkapnya.

Aekanu juga menyampaikan bahwa untuk menumbuhkan jiwa literasi tidak harus dengan biaya mahal, terlebih dengan dunia yang mudah. 


Guide yang sering dipercaya mendampingi para pejabat ketika berkunjung ke Banyuwangi tersebut juga memberikan Apresiasi terhadap Dr. Moh Amak Burhanudin yang membacakan puisi karyanya dalam acara tersebut. 


Sementara itu Ketua Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa sebenarnya Komunitas ini sudah lama ada, namun sebagai pertanda Kelahirannya dipilih waktu ketika launching buku yang ditulis bersama dan disiarkan secara Live melalui Banyuwangi 1 TV pada Desember 2020.


Ditanya tentang arti Lentera Sastra, Syafaat menyampaikan bahwa Komunitas ini tadinya menggunakan kata yang diambil dari jearifan lokal.

"Lentera dalam Bahasa Osing adalah Tekempik, dan kita ambil dengan akronim Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama" ungkapnya. (syaf)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger