Pages

Study Tiru Kanwil Kemenag Prov Jogjakarta.

Banyuwangi (warta Blambangan) Bidang Pendidikan Keagamaan Islam pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta melaksanakan Study Tiru di Kabupaten Banyuwangi, Rabu (21/12/22). 



Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin menyampakan terima kasih atas kepercayaan Kanwil Kemenag Prov Jogjakarta menjadikan Banyuwangi sebagai tempat study tiru. Bidang Pakis Kanwil Kemenag Prov DIY melaksanakan Study Tiru tentang kemandirian pesantren, sebagai tempat Study Tiru dipilih Pondok Pesantren Darussalam Blogagung, yang telah mempunyai beberapa unit usaha. 


Kabid Pakis Kanwil Kemenag Prov DIY menyampaikan bahwa Banyuwangi layak dijadikan study tiru.

"inovasi yang dilakukan Kabupaten Banyuwangi sangat nenginspirasi" ungkapnya. 


Rombongan Kanwil Kemenag Prov DIY  juga sangat terkesan dengan inovasi yang dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, terlebih  kegiatan bersamaan dengan kegiatan donor darah dan ada beberapa guru yang menyerahkan buku karyanya. (syaf)

Dunia Literasi MI Darunnajah 2 Banyuwangi

Banyuwangi (Wart Blambangan) Sebagai madrasah literasi MI Darun Najah II terus berupaya untuk meningkatkan minat baca siswi, Selasa, (20/12/22) didatangi 2 unit mobil perpustakaan keliling milik Perpusda Kabupaten Banyuwangi.



        Siswa yang seluruhnya perempuan nampak senang mendapatkan  referensi baru dari koleksi buku-buku Perpusda, siswi juga mendapat tugas menyalin atau merangkum buku yang dibacanya. 


Petugas dengan telaten melayani dengan membantu mengambilkan dan mengarahkan buku yang dicari oleh siswi sesuai dengan kelasnya.



        Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang telah dilakukan oleh Kepala MI Darun Najah II dengan  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi. Kabid Perpustakaan Hadi Santoso menyampaikan bahwa Perpusda siap melatih pustakawan pada madrasah untuk belajar di perpusda dan tidak ada biaya sepeserpun.

"untuk pelayanan di Perpusda Banyuwangi. Kegiatan kami juga menerima kunjungan siswi ke Perpusda dengan terjadwal," ungkapnya. 


Kepala MI Darunnajah 2 Majidatul Himmah, S.Ag menyampaikan bahwa dengan kehadiran mobil perpustakaan keliling tersebut memberikan semangat bagi siswa untuk lebih rajin membaca. Majid juga menyampaikan bahwa madrasahnya juga mendapatkan bimbingan dalam pengelolaan perpustakaan dari Dinas Perpusip.

"Madrasah kami juga mengembangkan perpustakaan digital  sehingga lebih mudah di akses!" tutunya. (Eni)

Hari Jadi Banyuwangi ke 251

 Banyuwangi – Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-251 jatuh pada Minggu, 18 Desember 2022, diperingati dengan upacara di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berpesan untuk senantiasa menjaga kekompakan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat.

“Dengan spirit harjaba ini, saya mengajak seluruh stakeholder dan berbagai elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan. Dengan kekompakan inilah, akan menjadi bekal kita untuk membawa Banyuwangi lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Ipuk.

Kekompakan tersebut, lanjut Ipuk, telah terbukti berhasil dalam membawa Banyuwangi selama ini dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Dengan tagline Banyuwangi Rebound, telah berhasil merajut kekompakan masyarakat Banyuwangi untuk bisa keluar dari pandemi,” imbuhnya.

Tidak hanya penanganan pandemi, namun dengan berbagai inovasi dan kolaborasi semua pihak, Banyuwangu juga terus mencatatkan prestasi. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi rebound dari minus 3,58 menjadi 4.08. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat mencapai 71,94 yang merupakan peningkatan tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun ini.

“Angka kemiskinan kita tahun ini, juga menurun menjadi 7,51 persen. Ini Angka kemiskinan kita tahun ini, juga menurun menjadi 7,51 persen. Ini merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir,” papar Ipuk.

Selain itu pada tahun 2022, Banyuwangi bebas status desa berkembang.

“Jangankan desa tertinggal, desa berkembang saja sudah tidak ada. Semuanya sudah naik status menjadi desa kategori maju dan mandiri yang ditetapkan oleh Kementerian Desa. Bahkan 2 desa Banyuwangi masuk dalam 10 besar nasional desa terbaik, desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di Indonesia,” beber Ipuk.

Ajakan untuk meningkatkan kekompakan tersebut, juga disambut antusias oleh sejumlah stakeholder dan para tokoh masyarakat. Di antaranya dari Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa. Menurutnya kekompakan merupakan salah satu pondasi penting untuk menjaga keamanan.

“Semoga keamanan tetap terjaga dan situasi aman, nyaman dan kondusif,” harapnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh sejumlah Forum Pimpinan Daerah lainnya yang turut hadir. Antara lain Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadhan, Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Muhammad Rawi.

Sedangkan harapan dan doa bagi Banyuwangi juga dipanjatkan oleh para tokoh masyarakat.

“Semoga Banyuwangi semakin maju dan tetap lestari budayanya,” ungkap Kepala DKB Banyuwangi Hasan Basri.

Harapan yang sama juga disematkan oleh Ketua PHDI Banyuwangi Suminto. Berbagai prestasi yang telah diraih terus bisa dipertahankan. “Kalau bisa ditingkatkan,” harapnya. (*)




Bimtek E-Dupak APRI Cabang Banyuwangi

Banyuwangi(Kemenag) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Banyuwangi mengadakan Bimtek E-Dupak bagi Penghuu di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (17/12/22) di PW Cafe dan Resto Parijatah Kecamatan Srono.

Ketua Pimpinan Cabang APRI Kabupaten Banyuwangi Fathur Rakhman menyampaikan bahwa kegiatan yang merupakan Bimtek Lanjutan dari beberapa kegiatan sebelumnya ini sebagai salah satu tambahan pengetahuan tentang E-DUPAK melalui SIK (Sistim Informasi Kepenghuluah) Simbi kemenag.go.id.

Narasumber dalam kegiatan tersebut Moh. Hasan dari Pimpinan Wilayah APRI Provinsi Jawa Timur yang juga Kepala KUA Kecamatan Lukguluk Kabupaten Sumenep, menjelaskan tentang tatacara masuk kedalam SIK.

“dengan E-DUPAK ini memudahkan dalam pengajuan Pengajuan angka kredit bagi penghulu” ungkapnya.

Syafaat dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan tentang data kepegawaian pada Simpeg yang harus di update dan sinkron dengan SIK.

Hadir dalam kegatan tersebut semua penghulu, baik yang murni penghulu maupun yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala KUA Kecamatan.


Acara berjaan gayeng meskipun hujan menderai tempat pelaksanaan kegiatan yang sebagian tergenang. Para penghulu ini antusias mengikuti kegiatan dengan mengingat hal ini berkaitan dengan kenaikan jabatan dan kepangkatan. (syaf)

Aekanu Serahkan Buku Sri Tanjung Hidup Kembali Bahasa Osing & Asing

 Penyerahan buku dengan judul Sri Tanjung hidup kembali oleh Budayawan dan Pengamat Adat Tradisi Osing kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berlangsung di acara Festival Literasi Using (13/12/2022),



Menurut Aekanu Hariyono yang mendapat julukan Si Toekang Tjerita “Sebetulnya buku ini sudah terbit dan dilaunching pada Juli 2020 yang lalu, tapi baru ada kesempatan pada acara Festival Literasi Using, beliau bisa secara pribadi menyerahkan kepada Bupati Banyuwangi dan buku ini ditulis dalam bahasa Osing bersanding dengan bahasa Asing, “jelasnya.






Lebih lanjut Aekanu yang juga sebagai pengurus inti Komunitas Osing Pelestati Adat Tradisi (Kopat) Banyuwangi menjelaskan “Buku Sri Tanjung Hidup Kembali ini mengungkap latar belakang sejarah, mitos, folklore dan bahkan untuk penulisannya, saya butuh waktu bertahun-tahun untuk meneliti ke candi-candi, mencari teferensi, mempelajarinya, berkonsultasi dengan berbagai nara sumber baik dari dalam maupun luar negeri, ” jelasnya.

Buku Sri Tanjung hidup Kembali ini terdiri 210 halaman dan diterjemahkan oleh Penutur aslinya kè dalam beberapa bahasa diantaranya bahasa Jawa, Osing, Inggris, Perancis dan Spanyol) serta dilengkapi dengan 80 ilustrasi lukisan menarik untuk mendukung visual ceritanya.
Buku Sri Tanjung Hidup Kembali, diberi Pengantar oleh Prof Novi Anoegrajekti dan juga oleh Antropolog Belanda Robert Wessing.


Lebih lanjut Aekanu berceritra “…
Sri Tanjung berkaitan erat dengan cikal bakal nama Banyuwangi, itu dipercaya oleh masyarakat Banyuwangi sebagai sosok wanita yang tidak hanya cantik tetapi watak dan kepribadiannya sangat perlu dicontoh yaitu sopan, lembut, setia pada suami, taat, jujur, pemaaf dan berani berkorban demi membela kebenaran” .

…Mendengar cerita fitnah dari Raja Sulahkromo, membuat Sidapaksa marah dan membunuh Sri Tanjung istri setianya.
Nyawa (atma) Sri Tanjung belum waktunya meninggal. Sebagai balas jasa saat Batari Durga atau Batari Uma diruwat disucikan dan terbebaskan dari kutukan oleh Sadewa (ayah Sri Tanjung), akhirnya Sri Tanjung ditolong oleh Batari Uma dan dihidupkan kembali.

Sri Tanjung diruwat oleh Sang Batari dengan cara membacakan doa-doa, disucikan dimandikan dengan air bercampur bunga. Sri Tanjung menjadi lebih cantik, bersih dari dosa dan cacat, dan tidak akan terkena kutukan. Kemudian Sri Tanjung dianugerahi sebuah
mustika wadon yang membuat dirinya dikasihi oleh semua makluk hidup serta dapat menghidupkan orang mati. Penggambaran air dan Sri Tanjung di relief candi maupun naskah kuno berhubungan dengan penyucian penolak balak, atau ruwatan.

Air berperan sebagai simbul penyucian, atau amerta, maupun simbolisme tirta, yang berarti perjalanan dari tahap rendah ke tahap lebih tinggi yang berkualitas suci… .
Sida Paksa karena hilang ingatan disembuhkan menjadi normal kembali oleh Dewi Durga. Sri Tanjung akhirnya bertemu dan menerima Sida Paksa kembali sesudah Sida Paksa membalas dengan menghukum Raja Sulahkromo.

(AWI – Kiling Osing Banyuwangi)

Dr. Moh. Amak Burhanudin Serahkan Buku untuk 77 Penulis Kemenag

Banyuwangi (Kemenag) Dr. H. Moh. Amak Burhanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyerahkan buku karyanya dengan judul Manajemen Core Curriculum, Integrasi Kurikulum Madrasah Berbasis Pesantren dalam meningkatkan mutu Pendidikan. Buku tersebut diterima Panitia HAB ke -77 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Syafaat dan Yasin Alibi, Jumat (16/12/22) di ruang pelayanan kantor tersebut. 



Buku setebal 175 halaman tersebut diberi pengantar oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag

Amak menyampaikan bahwa buku tersebut merupakan desertasi untuk meraih gelar Doktor pada UIN SATU (Universitas Islam Negeri  Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung).

Lebih lanjut Amak menyampaikan bahwa pendidikan Islam, terutama madrasah berbasis pesantren, mengembangkan model manajemen kurikulum dengan integrasi kurikulum. Penguatan pada ilmu pengetahuan umum sekaligus dilakukan penguatan ilmu agama yang kemudian menjadi ciri khas tersendiri pada madrasah berbasis pesantren,  Sementara itu, manajemen core curriculum masih belum diimplementasikan dengan baik di madrasah berbasis pesantren. Kurikulum pesantren yang selama ini memberi konten pendidikan agama, pengalaman pendidikan moral, sekolah dan pendidikan umum, serta keterampilan perlu dikelola dengan manajemen integratif.

“Konsep pendidikan yang holistik dan integratif antara ilmu umum dengan ilmu agama dikembangkan di semua madrasah berbasis pesantren yang akhir-akhir ini menjadi pilihan masyarakat. Oleh karena itu dalam buku ini penulis memaparkan dan menganalisa konsep dari core curriculum beserta potret implementasi yang telah berhasil dilaksanakan oleh madrasah sebagai gambaran secara utuh tentang manajemen core curriculum madrasah berbasis pesantren” ungkapnya.

Amak berharap buku yang ditulisnya menjadi inspirasi, terutama dilingkungan Kementerian Agama dalam peningkatan pengabdian kepada masyarakat.

Ditempat terpisah Ketua HAB ke 77 Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Mastur memenyampaikan bahwa semua buku yang diterbitkan insan Kementerian Agama tahun 2022 akan dilounching dalam 77 penulis Kementerian Agama. (Syaf)

Pembinaan Pemberdayaan LSM & Pers,Perlu Komunikasi dan Ngopi Bareng

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Refleksi akhir tahun untuk membangun Banyuwangi yang lebih damai dan maju,Pemkab Banyuwangi adakan pembinaan dan pemberdayaan Ormas serta Wartawan di Bale Saji Dadapan,Rabu,14 Desember 2022.


Kepala Bakesbangpol ,M. Lutfi, S.Sos,M.Si, berharap bila ada permasalahan hendaknya bisa dikomunikasikan.Karenanya ada 4 kali pertemuan dengan LSM dan Pers di tahun 2023.Tempat tak.harus di hotel, bisa dibasecamp teman-teman atau ruang terbuka yang santai."Hingga tahun pemilu bisa damai!" tutur mantan camat dan Plt Kabag Humas ini.

Ditegaskan juga oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra,Drs.H.Arief Setiawan,MM yang wakili Bupati siap menjembatani sesekali  ngopi di pendopo dengan Bupati untuk saling curhat demi Banyuwangi tercinta."Repotnya kadang 1 orang merangkap LSM,wartawan,pengacara sekaligus pengusaha!" papar mantan Kabag Humas era RAL dan AAA ini yang punya prestasi sebagai ASN teladan nasional ini.


Acara sarasehan yang dipandu aktivis LSM,wartawan,konsultan hukum,pecinta alam dan komite madrasah ini,Hakim Said,SH menghadirkan 2 narasumber yang ahli dibidangnya.Yakni Dr.Ir.H.Ahmad Wahyudi,SH,MH dan Dr.Aditya, Wiguna Sanjaya,SH,MH.M.HI.


"Kami berharap ada FGD adu argumen bukan sentimen, saling bawa data maupun fakta,hingga berita yang muncul mendekati kebenaran hakiki!"tutur mantan Ketua DPRD yang kini jadi pengasuh pondok dan punya 15 kader pengacara yang siap dampingi klien tanpa dibayar.

Sedang Aditya yang dosen hukum di 4 universitas berharap LSM dan Wartawan lakukan fungsinya dengan baik dan benar mulai awal hingga akhir tanpa ada oknum yang berperilaku unsur transaksional koruptif pragmatis."Sebagai pilar ke 4 demokrasi fungsinya dilindungi UUD 1945!" Harap Kasubag hukum Polresta Banyuwangi ini.(Aguk/Indah/JN).

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger