Banyuwangi -Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Banyuwangi ke XXX tahun 2022 resmi ditutup oleh Ketua LPTQ Kabupaten Banyuwangi H. Arif Setyawan, di aula Minakjinggo Pemkab Banyuwangi, Sabtu (19/112022).
Ketua LPTQ Kabupaten Banyuwangi Tutup Pelaksanaan MTQ Ke XXX
Kankemenag Kab. Banyuwangi buka Diklatsar Brigade Masjid BKPRMI
Sebanyak 150 peserta dari unsur remaja masjid, ormas kepemudaan serta ustadz mengikuti Diklatsar Brigade Masjid di Gumuk Jokosio Tegalarum Sempu,19-20 November 2022. Mereka utusan DPK BKPRMI 25 Kecamatan Se-Kabupaten Banyuwangi. Ada juga utusan dari Blitar, Tulungagung dan Surabaya serta DPW BKPRMI Jatim.
Siswa-siswi SMAN 1 Giri Belajar Bab Nikah bersama KUA Kecamatan Banyuwangi
Banyuwangi (Bimas Islam)-Belajar tidak selalu dilakukan di kelas sekolah. Contohnya seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas XII IPS 1 SMAN 1 Giri ini. Sebanyak 30 siswa-siswi hadir di KUA Kecamatan Banyuwangi belajar bab nikah, Jumat (18/11/2022).
Selama satu setengah jam sejak pukul 08.00 sampai dengan 09.30, mereka sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Lenny Inayatur Rohmah, Penyuluh Agama Islam Kua Kecamatan Banyuwangi.
“Remaja saat ini sangat mengkhawatirkan jika tidak ada pengawasan ekstra terkait kenakalan yang terjadi, tidak heran jika seringkali di KUA mendapatkan calon pengantin yang usianya masih di bawah umur”, ujarnya.
Sementara Kepala KUA Kecamatan Banyuwangi Ahmad Sakur Isnaini menyambut baik kegiatan ini.
Apalagi yang berkaitan dengan masalah pernikahan. karena di usia mereka yang masih tergolong remaja perlu dibekali ilmu yang cukup tentang pernikahan.
Dirinya berharap, agar kegiatan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin. “nanti silahkan menyerap materi dengan baik, bertanya jika ada yang belum paham, begitu selsai menerima materi, tetap terus semangat menggapai cita cita sebelum datang ke KUA”, katanya.
Hal ini juga direspon positif oleh guru pendamping mereka, ustad hasbi. “ini pertama kalinya mereka belajar dilluar kelas, khususnya KUA”, ujarnya. “kegiatan positif semacam ini sebaiknya ditularkan untuk para siswa yang lain, supaya mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang lebih mendalam tentang dampak pernikahan dini”, imbuhnya. (reh/yas)
Bupati Buka LPTQ Kabupaten Banyuwangi
MTQ Kabupaten Banyuwangi diawali dengan pembacaan tilawah Tuna Netra yang dibawakan Nur Aena yang suaranya dapat membius audiens yang hadir dalam pembukaan MTQ Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Jumat (18/11/2022)
Pengambilan Sumpah Hakim MTQ Kab. Banyuwangi.
Audit Stunting, ditemukan kasus kehamilan anak usia 15 tahun.
Pegiat Lentera Sastra Jadi Instruktur Visitasi AKMI.
Setelah Nurul Ludfia Rochmah, kini Nur Khofifah yang masuk dalam team Visutasi AKMI Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia, yang merupakan penilaian kompetensi mendasar terhadap seluruh murid madrasah jenjang MI, MTs dan MA sebagai alat ukur untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Kedua orang tersebut merupakan pegiat Lentera Sastra Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
Nurul Ludfia Rochmah masuk dalam Team tahun 2022 sedangkan Nur Khofifah di tahun 2023.
Nur Khofifah saat ini masih dalam masa pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia.
"Sejak 15 November saya mengikuti kegiatan Instruktur di Hilton Grand Inn Jakarta" ungkap Nur Khofifah.
Kebanggaan tersendiri bagi guru MIN 1 Banyuwangi yang biasa dipanggil Mbak Vieva ini, karena berkesempatan bergabung dengan 34 peserta lainnya se Indonesia, karena tidak semua Kabupaten atau Kota ada yang lolos dalam perekrutan.
Mbak Vieva merasa bersyukur karena dalam Komunitas Lentera Sastra saling mendukung dan memberikan informasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin menyampaikan bahwa selama beliau bertugas di beberapa Kabupaten dan Kota, baru di Banyuwangi menemukan komunitas Lentera Sastra.
Peraih gelar doktor UIN SATU Tulungagung tersebut memberikan motivasi dan inspirasi bagi pengembangan diri ASN di Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
Ketua Lentera Sastra H. Syafaat merasa bangga dengan kiprah para pegiat Lentera Sastra ditingkat nasional.
"saya bangga karena berada di tengah-tengah orang hebat yang kiprahnya hingga ditingkat nasional" ungkapnya.






.jpg)




