Pages

Bupati Buka LPTQ Kabupaten Banyuwangi

MTQ Kabupaten Banyuwangi diawali dengan pembacaan tilawah Tuna Netra yang dibawakan Nur Aena yang suaranya dapat membius audiens yang hadir dalam pembukaan MTQ Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata  Jumat (18/11/2022)



Bupati Banyuwangi  Ipuk Fiestiandani membuka MTQ Kabupaten Banyuwangi yang di laksanakan hingga Sabtu (19/11/2022), Bupati Banyuwangi berharap dari MTQ ini tumbuh bibit terbaik MTQ yang dapat menjadi yang terbaik ditingkat provinsi hingga Nasional.
"ajak anak-anak untuk melihat penampilan MTQ Kabupaten Banyuwangi agar termotivasi" ungkapnya. 

Lebih lanjut isteri Menpan RB itu menyampaikan pentingnya mempelajari Al-quran dengan mengingat Al-quran merupakan sumber utama pengetahuan.

Ipuk menyampaikan bahwa beberapa kegiatan yang berkaitan dengan mental spiritual telah masuk dalam Banyuwangi Festival seperti Festival Kitab Kuning dan Festival Al-quran.
Terkait capaian pembangunan, ipuk menyampaikan bahwa Banyuwangi menjadi kabupaten terinovatif se-Indonesia dalam rangkaian Innovative Government Award (IGA) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2021.


Kepada para peserta, Ipuk berpesan agar melakukan yang terbaik dalam MTQ tingkat Kabupaten Banyuwangi.
"Yang menang tidak boleh sombong dan yang kalah tidak boleh pesimis" pesannya (syaf)

Pengambilan Sumpah Hakim MTQ Kab. Banyuwangi.


Ketua LPTQ Kabupaten Banyuwangi Arif Setiawan mengambil sumpah Dewan Hakim MTQ Kabupaten Banyuwangi Sabtu (18/11/2022) di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi.

Dewan hakim tersebut akan melaksanakan tugas perhakiman MTQ sampai dengan sabtu (19/11/2022) dari berbagai bidang MTQ diantaranya cabang Tilawah, dan cabang  Hifzh Al-quran, adapun beberapa cabang telah dilaksanakan Ranadlan lalu. Dua cabang MTQ yakni Cabang Syarh Al Qur'an dan Cabang Fahm Al Qur'an  akan dilaksanakan januari mendatang, hal jnj demengingat kedua cabang tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama. (syaf)

Audit Stunting, ditemukan kasus kehamilan anak usia 15 tahun.

Dalam audit kasus Stunting 2 Kabupaten Banyuwangi di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kamis (17/11/2022), terungkap bahwa data kasus stunting di Kabupaten Banyuwangi relatif kecil, namun ditemukan beberapa kasus kehamilan yang mencengangkan, salah satunya adalah kehamilan anak usia 15 tahun yang menurut data terkena Stunting. ada juga kasus stunting dari Ibu hamil perokok yang berhenti merokok ketika diketahui hamil.
Sebagian besar kasus stunting yang dialami ibu dibawah umur dari akibat pernikahan yang tidak diinginkan karena hamil di luar nikah.


Kepala Dinas Sosial,  PP dan KB Henik Setyorini  A.P., M.Si dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa kesadaran tentang kesehatan agar tidak terjadi stunting  pada masyarakat sangat penting.
"kesadaran tentang pentingnya gizi bagi ibu dan calon ibu sangat penting dilakukan secara bersama-sama" ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat Skm.Mkes menyampaikan bahwa saat ini angka stunting tertinggi hingga 400 balita di Kabupaten Banyuwangi berada di Kecamatan Cluring angka stunting, sedangkan terendah di Kecamatan Blimbingsari dan Glenmore.
"seribu hari pertama kehidupan yang di mulai  sejak kehamilan sangat penting terutama tenrang  kecukupan gizi" ungkapnya

Lebih lanjut Hamzah menyampaikan bahwa target 2022 kurang dari 17 persen, yang pada tahun-tahun berikutnya bisa zero.


Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Penyusun Bahan Pembinaan Keluarga Sakinah pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H.Syafaat menyampaikan bahwa  salah saru upaya kesadaran remaja tentang bahaya nikah muda dan narkoba, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi akan melakukan gerakan KUA Goes to School dengan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) mandiri dengan mengerahkan Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan,.
"Kerjasama dengan semua pihak sangat penting untuk peningkatan sumber daya manusia di bumi Blambangan" ungkapnya. (syaf)

Pegiat Lentera Sastra Jadi Instruktur Visitasi AKMI.

Setelah Nurul Ludfia Rochmah, kini Nur Khofifah yang masuk dalam team Visutasi AKMI Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia, yang merupakan penilaian kompetensi mendasar terhadap seluruh murid madrasah jenjang MI, MTs dan MA sebagai alat ukur untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Kedua orang tersebut merupakan pegiat Lentera Sastra Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Nurul Ludfia Rochmah masuk dalam Team tahun 2022 sedangkan Nur Khofifah di tahun 2023. 


Nur Khofifah saat ini masih dalam masa pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Sejak 15 November saya mengikuti kegiatan Instruktur di Hilton Grand Inn Jakarta" ungkap Nur Khofifah. 


Kebanggaan tersendiri bagi guru MIN 1 Banyuwangi yang biasa dipanggil Mbak Vieva ini, karena berkesempatan bergabung dengan 34 peserta lainnya se Indonesia, karena tidak semua Kabupaten atau Kota ada yang lolos dalam perekrutan.

Mbak Vieva merasa bersyukur karena dalam Komunitas Lentera Sastra saling mendukung dan memberikan informasi. 


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin menyampaikan bahwa selama beliau bertugas di beberapa Kabupaten dan Kota, baru di Banyuwangi menemukan komunitas Lentera Sastra.

Peraih gelar doktor UIN SATU Tulungagung tersebut memberikan motivasi dan inspirasi bagi pengembangan diri ASN di Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. 



Ketua Lentera Sastra H. Syafaat merasa bangga dengan kiprah para pegiat Lentera Sastra ditingkat nasional.

"saya bangga karena berada di tengah-tengah orang hebat yang kiprahnya hingga ditingkat nasional" ungkapnya.

Dr. Moh.. Amak Burhanudin Motivasi Guru Bahasa Indonesia

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia MTs Negeri dan swasta se-Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar pertemuan tatap muka atau in ke-3 di aula  MTs Negeri 1 Banyuwangi, Rabu, (16/11/022). Pertemuan in (atau tatap muka) itu dihadiri oleh Kepala Kankemenag Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin, kepala MTs Negeri 1 Salman, ketua MGMP Herny Nilawati, dan wartawan radar Jawa Pos Syaifuddin Mahmud yang juga Ketua PWI Banyuwangi. Pertemuan ke-3 itu serasa istimewa karena guru bahasa Indonesia sejumlah 27 itu mendapat inspirasi dan dorongan langsung  untuk kuliah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu program strata dua atau strata 3 dari Amak Burhanudin, yang baru saja diwisuda sebagai Doktor dari UIN SATU ( Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) selasa (15/11/2022) menyatakan bahwa “Pertama kali memberikan materi keilmuan sesudah di wisuda strata tiga ini adalah Anda guru Bahasa Indonesia”.  ungkapnya.



Motivasi yang diberikan Amak untuk studi kuliah jangan memikirkan uang, tapi jalani dulu, nanti waktu membayar akan ada sendiri rizki dari Allah untuk memenuhinya. Dorongan itu terutama kepada guru-guru yang masih muda dan masih strata satu, tandasnya. 


Sementara itu, Herni Nilawati menuturkan bahwa kegiatan MGMP ini akan vara maraton yang harus selesai pada akhir November nantinya. Herny menegaskan bahwa MGMP ini fokus pada Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang merupakan program Madrasah Reform yaitu program revolusioner reformasi madrasah yang diluncurkan oleh dirjen pendidikan Islam RI yang di support penuh oleh World Bank yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia.

Selanjutnya Herny berpesan dengan pelaksanaan MGMP ini adanya sharing model pembelajaran antar guru antar madrasah, dan berikutnya guru dapat menulis antologi puisi di bawah naungan MGMP Bahasa Indonesia harapnya kuat. 

Ditegaskan oleh Salman kepala MTs Negeri 1 Banyuwangi bahwa dia percaya guru-guru Bahasa Indonesia ini bisa menjagi guru yang memiliki kompetensi dan profesi yang handal, dan di pundak para guru bahasa Indonesia inilah tradisi literasi akan dimulai. 

Selanjutnya sebagai pemateri inti pada in ke-3 itu adalah Syaifuddin Mahmud yang memaparkan cara menulis berita. Guru mendengarkan dengat hikmat kemudian di buka dengan tanya jawab, dan salah satu peserta Nur Saewa menyampaikan bahwa “belajar menulis berita itu sudah sering di ikuti, namun kegiatan ini tetap menarik dan terpenting setelah kegiatan ini adanya kemauan guru untuk menulis berita” tandasnya, saking asyiknya, tidak terasa materi berita berjalan berlangsung hingga pkl. 13.00.  melakukan Istirahat sholat dan makan siang (isoma). 

Setelah sholat, peserta melanjutkan materi yang dipandu  oleh Herny terkait penerapan2 menulis berita kepada siswa. Dan tugas on diberikan kepada guru untuk pembelajaran menulis berita kepada siswa yang di laporkan dalam bentuk cetak dan online. Tak terasa, saking semangatnya materi berakhir persis pukulq 14.30. wib.  (Sae)

Moh. Amak Burhanudin, Inspirasi Tiada Henti.

Wisuda program Doktor yang diikuti Moh. Amak Burhanudin di UIN SATU (Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) Selasa (15/11/2022) memberikan Inspirasi bagi para pegawai dilimgkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan kemampuan akademik dengan cara melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, baik Strata Satu  Strata Dua maupun Strata Tiga.




Perjalanan menuju gelar doktor yang di raih Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tersebut tidaklah mudah, pria asal Kabupaten Kediri ini mulai mengikuti program doktor di UIN SATU sejak menjabat Kepala MTsN 2 Kota Kediri  dilanjutkan ketika menjabat Kasi Pendidikan Madrasah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, berlanjut hingga beliau menjabat Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, dan diwisuda ketika menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. 


Melihat perjuangan memperoleh gelar doktor tersebut yang ditempuh selama menjabat di empat  wilayah Kabupaten/Kota yang berbeda, memberikan inspirasi bagi insan Kementerian Agama untuk melanjutkan study. Kejenjang yang lebih tinggi. 



Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi memang layak dipimpin oleh orang-orang hebat, seperti halnya tahun enam puluhan, Kementerian Agama dipimpin seorang tokoh Nasional yang pernah menjabat anggota Dewan Konstituante yakni KH. Ali Mansur yang menggubah Shalawat Badar yang sampai saat ini masih menggema keseluruh pelosok dunia. Begitu juga dengan beberapa penggantinya. 


Menurut Ketua Komunitas Lentera Sastra, Moh. Amak Burhanudin seperti orang osing yang lebih osing daripada orang osing sendiri  beberapa inovasi yang dilakukan diantaranya dengan memberlakukan seragam khas osing dilimgkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi  selain penggunaan batik gajah oling, menggunajan baju adat kearifan lokal tersebut dusambut baik oleh seluruh ASN, mereka bukan sekedar menggunakan baju adat, tetapi juga menggunakan aksesoris khas berupa batu akik bagi laki-laki. 


Digitalisasi layanan juga dilakukan agar layanan semakin cepat dan akurat, yang sangat nyata dirasakan masyarakat.

"Sudah saatnya semua layanan berbasis digital" ungkapnya. 


Amak mendorong semua ASN dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kemampuan akademik, beberapa ASN sudah ada yang mengikuti jejaknya dengan mendadtar program strata tiga di UIN,  ada juga yang  mengikuti program beasiswa doktor dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). 


Tidak salah jika Dr. H. Moh. Amak Burhanudin dijuluki sebagai sang motivator, ide-ide cemerlang selalu muncul untuk peningkatan kemampuan SDM, memberikan inspirasi bagi unit dan Satker melakukan perubahan-perubahan. (syaf)

Podcast KUA Kec. Siliragung


Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi lounching program podcast yang dibuka Kasi Bimas Islam H. Mastur, Senin, 14 November 2022 di KUA Kecamatan Siliragung, didampingi Staf Bimas Islam Syafaat dan Penyelenggara Bimas Katolik Aris Papudi.


Untuk agenda Podcast, Kepala KUA Kecamatan Siliragung Saifudin Zuhri, telah merancang beberapa program  yang diisi oleh, Penghulu, Penyuluh Agama Islam dan para tokoh Lintas Agama dalam Rumah Moderasi Beragama. Program tersebut digagas sebagai bentuk upaya melek digital yang ke depannya juga dimanfaatkan untuk keperluan sosialisasi serta kepenyuluhan.
Dalam sambutannya H. Mastur memberikan apresiasi kepada KUA Siliragung yang sekalipun letaknya di pinggiran, tetapi banyak inovasi dari layanan KUA. Mastur berpesan agar terus menjaga soliditas team.
“jangan abaikan hubungan pertemanan, lakukan saja yang baik yang bisa kita lakukan, pasti akan dimudahkan dan ditempatkan di tempat terbaik oleh Allah,” pesannya.

Program podcast yang ada di KUA Kecamatan Siliragung memanfaatkan salah satu ruangan, yang juga dimanfaatkan untuk layanan Pojok Cinta. Sebagaimana sudah digagas oleh Kepala Kanemenag Kab. Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin pada 17 agustus lalu, tentang layanan pojok cinta (pojok cerita indah tentang kita) sebagai layanan konsultasi di masyarakat.
“Harapannya kedepan KUA ini dapat dikenal masyarakat yang tidak hanyamelayani pernikahan saja, menjadi lebih terbuka dan tidak sungkan untuk datang ke KUA, meskipun hanya sekedar berkonsultasi,” jelas Saifudin Zuhri.

Mengusung slogan KUA Kecamaran Siliragung Mesra yang memiliki kepanjangan melayani, efektif dan efisien, senang, ramah, dan amanah, KUA Kecamatan Siliragung siap menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat.

Penyelenggara Bimas Katolik Aris Papudi bersama Syafaat dari Seksi Bimas Islam sebagai Tim Penilai Inovasi Layanan KUA Kecamatan dalam rangka HAB ke 77 Kementerian Agama Republik Indonesia  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, terkesan dengan inovasi layanan digital pada KUA Kecamatan Siliragung. (Lia)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger