Pages

BERSUJUD

 BERSUJUD

oleh :Faiz Abadi

Kala terikat tali plasenta

Sembilan bulan  bersujud dalam kegelapan rahim

Nutrisi dari sari pati alam semesta

Lewat perut seorang ibu

Namun setelah berpuluh tahun berada di sini

Masih saja terselip keengganan hati tersujud

Begitu terpaksa

Sebelum sakit berpanjangan.

Lalu sadar tak punya kuasa

Mengapa tidak sejak dari kecil benar-benar sujud

Walau terselip sesal

Tak mengapa

Lebih baik terlambat 

Syukuri nikmat bisa bertaubat

Kembali benar-benar bersujud

Hidup dan mati karena Mu

Ambillah bukan milikku

Bila perlu semuanya

SANG OPOSAN

 SANG OPOSAN

oleh : Faiz Abadi

Dengan berat hati berdiri di luar barisan 

Semua berkata "Ya"

Sekedar berkata "periksa lagi"

Bukan karena benci

Tetapi justru cinta pada negeri

Masih teringat tragedi di jembatan Semanggi

Berapa nyawa anak-anak bangsa terbunuh begitu saja

Tiga puluh tahun semua berkata sama

Berbuat sama

Semua uneg-uneg tersekat di kerongkongan

Hingga seolah menjadi api dalam sekam

Awalnya sebesar jerawat

Lalu menjadi bisul

Meletus menimbulkan bekas luka

Keputusan sulit

Harus dilakukan

Demi sebuah keseimbangan 

Sebagaimana harmoni ion positif dan ion negatif

Bercumbu dalam gerak semesta

Menjadi atom bergerak terus agar seimbang

Berdiri di tengah geliat kata

Antara iya dan tidak

Seperti tidak punya kawan

Tidak mengapa 

Karena hati nurani bercermin pada ketuhanan

Bukan pada keinginan-keinginan manusia 

Terkadang lalai

Apabila semua diam

Saat waktunya mengingatkan

Oposan pilihan  sulit

Tapi tetap berdiri tegak walau jauh dari nyaman

Hanya butuh keberanian bicara

Juga terpaksa bicara

Tak pernah terlupakan pula

Tiga setengah abad dalam kungkungan penjajah 

Kini pun seharusnya 

Semakin merdeka

Tinggalkan keraguan berkata benar

MEMBODOH

 MEMBODOH

oleh : Faiz Abadi

Terkadang harus bertapa di tepi hutan

Taktik gerilya demi perang pemikiran

Kala berbeda tertembak kata idealis

Kejujuran disebut kuno

Tawaran kebaikan dianggap pantangan

Suatu saat bisa terjadi

Karena medan peperangan bukan hanya soal senjata

Apabila kelemahan tidak menimbulkan belas kasihan

Ratapan mengiba terbunuh belati tega

Martabat berdiri di ujung tanduk bully

Apakah artinya teriakan demi suatu kebenaran

Bak sayur tanpa garam

Jika harus berjalan sendirian

Buang ide-ide cerdas

Sepanjang menurut diri saja

Katakan parade 'Iya'

Apalah daya

Anggaplah membodoh saja

BERKIBARLAH NAMA MU

 BERKIBARLAH NAMA MU

oleh : Faiz Abadi

Berkibarlah namaMu dalam hati seluruh penduduk negeri

Tak terpisahkan dalam setiap derap langkah

Tak terputus dari segenap gerak kehidupan

Tak terlepas dari derap-derap roda pembangunan

Segenap pembangunan fisik

Segenap pembangunan pemikiran bangsa

Segenap pembangunan mental spiritual bangsa

Segenap persatuan kesatuan hati penduduk negeri

Selalu terkait dan terikat harmoni ketetapan serta hukum-hukum tuhan

Berkibarlah keAgungan namaMu

TERBANGLAH SEBELUM HINGGAP

 TERBANGLAH SEBELUM HINGGAP

oleh ; Faiz Abadi

Manakala jiwa telah memandang jasad

Lebih banyak ungkap penyesalan

Syariat jasmani mengapa terus diperdebatkan

Hingga ego lebih besar dari kepala

Hasrat hati terkubur di meja panas

Mana mungkin makrifat 

Hakekat lentera pada hati selalu padam

Setelah puas mendengkur tidur

Masihkah lampu menyala terang

Sedang nelangsa terus mendera

Tatkala nama tuhan tak bersemayam

Apakah hingga tubuh hancur binasa

Takkan bisa terjawab

Semua nyanyi rindu sebenarnya

Menari

Menarilah hingga petang hari

Tetapi tarian itu bernama harmoni semesta

Setelah itu marilah terbang 

Jangan hentikan sebelum sholawat belum bersemayam

Terus berlari genggam sari Al Ikhlas

Yakinlah kelak Firman akan Hinggap

Sebelum terbit fajar tinggalkan subuh

Matahari bersama bulan tetap setia pada perhitungan

BENARKAH HAM

 BENARKAH HAM

oleh : Faiz Abadi

Kita dengar teriakan nyaring

Dari tuan pemilik veto

Atas tragedi pelanggaran

Namun bila mereka sekutu

Kalian berikan veto perlindungan

Apa bedanya dengan diskriminasi

Si kecil terjepit di tengah ketiak

Terinjak di telapak saat berteriak

Tutup mata ketika tragedi kemanusiaan melanda 

Tutup telinga padahal warga juga ;menjadi korban di Gaza

Rachel Aliene Corrie terkubur bersama angan perdamaian

Negeri kelahiran sudah tak berarti lagi

Suara tuhan telah hinggap

Pada kepak sayap nurani

Terbang bersama kebebasan jiwa

Tinggalkan jasad-jasad penuh diplomasi

Di balik kepentingan-kepentingan bertopeng

Tuan-tuan besar pemilik veto

Segenap tragedi timbulkan kematian

Setiap kematian wariskan dendam

Apakah masih bicarakan HAM

BERIKAN BUKAN MILIKMU

 BERIKAN BUKAN MILIKMU

oleh : Faiz Abadi

Segeralah kembalikan 

Semua bukan milikmu

Apabila petang datang membayang

Gelisah datang mendera

Teringat kala pagi hingga senja

Sekujur badan tersia-sia

Hingga jiwa sangat lapar

Sedangkan tubuh terlalu kenyang

Tak peduli berbagi pada kelaparan sekitarnya

Kadang terlalu sedikit

Untuk disebut dermawan

Terjebak pada hasrat sifat

Sedangkan pemilik sifat terlupakan

Masihkah terbiarkan nurani kehausan

Setelah petang hilang

Bergantian lahir raga baru

Ibu baru melahirkan raga baru

Ayah baru titipkan warna baru

Alangkah rasa memiliki sangat menyiksa

Menghimpit dada ketika harus kembali

Apalagi harta tersisa berjalan sia

Kadang saling bunuh antar saudara

Terkadang anak-anak baru juga lupa

Siapa pemilik sebenarnya

Mengapa tidak lebih cerdas dari sang mualaf

Nol kan semuanya

Berikan segenap harta benda

Pada segenap ladang jariyah

Tempat-tempat ibadah

Tempat-tempat menuntut ilmu

Tempat-tempat kebaikan

Di mana pemilik sifat terus di Agung kan

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger