Pages

KUINGIN DENGAR SUARAMU

 KUINGIN DENGAR SUARAMU

oleh ; Syafaat

Tarhim terdengar samar-samar

2-3 hari lagi pergulatan dmulai

Peperangan paling besar

Untuk manusia sadar

Mendengarkan keingkaran

Bagi jiwa terkapar

Setelah satu bulan kelak

Siapakah tak ingin dapatkan lailatul qodar

Sudahi peperangan

Lalu hanya satu suara saja terdengar

Tetapi jelas bukan tentang kebatilan

KEMBALIKAH?

 KEMBALIKAH?

oleh : Faiz Abadi

Awalnya dihuni 2 Manusia saja

Adam dan hawa manusia pertama

Berpuluh-puluh

Beratus-ratus

Beribu-ribu

Berjuta-juta

Pada akhirnya bermilyar manusia

Pada pergantian siang-malam

Pergantian gerak istirahat

Pergantian harapan lalu bermimpi

Dalam perjalanan waktu

Siapakah menciptakan tawa

Siapakah menciptakan tangis

Tangis pertama ketika Qabil membunuh habil

Tawa pertama kepuasan atas terbunuhnya sesama di tangan saudara

Banjir bandang, Gempa, Badai topan, angin puting beliung, suara gelegar petir

Membuat ketakutan manusia

Alam seolah memanggil paksa 

Sedikit atau banyak di antara manusia

Sayang tangan manusia bersenjata lampiaskan kematian juga

Kelak jika perdamaian terus jadi mimpi

Berapakah jumlah manusia

Kembalikah seperti sedia kala

Sepasang lelaki-wanita?

MAN 3 BANYUWANGI MENGUKIR SEJARAH BARU DI MASA PANDEMI

 

MAN 3 BANYUWANGI MENGUKIR SEJARAH BARU DI MASA PANDEMI

 

Kamis (7/4/20) menjadi tonggak awal sejarah baru yang terukir di MAN 3 Banyuwangi yang dipelopori oleh Ahmad Munif salah satu siswa kelas XII IPS 1 MAN 3 banyuwangi dan selaku panitia acara. melalui aspirasinya mengadakan kegiatan yang diberi tajuk ”Bhakti Murid Kepada Guru” sebagai salah satu upaya untuk mengukir kenangan indah sebelum kelulusan kelas XII pada tahun 2021.

Acara tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Dengan dihadiri oleh Kepala Madrasah, guru dan tenaga kependidikan serta seluruh siswa kelas XII MAN 3 Banyuwangi . Bertempat di lapangan belakang, acara ini dimulai dengan Apel, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan siswa kelas XII dan berakhir dengan sambutan dari Bapak Drs. H. Kosim M.pd.I, M.Ag. selaku Kepala Madrasah yang memberikan wejangan dan doa agar ilmunya bermanfaat sehingga sukses di masa depan kepada seluruh siswa kelas XII.


Inti dari acara ini berupa prosesi pembasuhan kaki oleh siswa kepada seluruh guru dan tenaga pendidik madrasah. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk ungkapan rasa hormat, terima kasih serta permohonan maaf kepada para guru yang telah mendidik dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Suasana haru menyelimuti acara tersebut hingga akhir acara yang ditutup dengan pelepasan balon serta penyalaan smoke boom.

Perlu diketahui, bahwa kegiatan ini pertama kali diadakan di MAN 3 Banyuwangi yang menjadi konsep baru pra-wisuda di masa Pandemi Covid-19. “Saya ingin membuat sejarah baru di MAN 3 Banyuwangi. Membuat kenangan lah, masa lulusan corona ngga punya kenangan”, ujar munif selaku penggagas acara.

KEMBALI

 KEMBALI

oleh : Faiz Abadi

Saat lelah seharian bekerja

Seperti kembali pada tali plasenta

Membungkuk dalam kandungan ibu

Hidup bergantung pada siapa

Kadang terlalu yakin semua hasil kerja keras sendiri

Tentu bagi Si Mampu

Hasil didapat lebih dari cukup untuk berbulan-bulan

Bagaimana dengan Si Papa

Satu kilo beras sudah luar biasa

Dari pagi hingga terkadang sampai petang

Telusuri jalan buat hidupi anak-anak

Dari usia muda sampai rambut beruban

Sungguh tak terasa 

Sudah sedikit waktu tersisa

Ibu waktu di rahimmu

Terbungkuk selama sembilan bulan lamanya

Kinipun membungkuk karena tulang sudah mulai rapuh

Akhirnya kembali jua

Sungguh

 Fatah Yasin Noor


Sungguh


Memintal benang sepi, malam ini, lantaran ingatan terulur padamu.

Bercerita lagi kembang dan ikan-ikan di kolam. Pantai dan pasar sapi. Membuat ikatan cinta di gulungan waktu. Merajut harapan pada lenganmu yang menari. 


Seperti percaya pada keabadian. Dari gelombang matahari yang berkejaran ditubuhmu. Serat halus hijau pupus. Ingin kutandai jalan ke langit. Atau atap-atap rumah seng yang riuh saat hujan. Masih ada angin. Terdengar lagi siulnya dari pohon kelapa. Seperti ledakan lembut dalam dadaku.


Awal April 2021

ICB BDK Semarang di Banyuwangi

 ICB BDK Semarang di Banyuwangi

Internal Capacity Building (ICB) Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang yang dilaksanakan mulai tanggal 29 maret 2021 di Kabupaten Banyuwangi berahir hari ini (1/4). Kepala BDK Semarang H Anshori ketika memberikan ulasan tentang hasil ICB di Hallroom Blambangan Hotel Hotel Aston menyampaikan  selama 4 hari di Banyuwangi banyak ide yang dapat diambil baik dari paparan yang disampaikan pemrintah Kabuipaten Banyuwangi maupun tinjau lokasi, “Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat memadukan layanan yang dilakukan oleh berbagai SKPD dan Instansi Vertikal yang ada di Kabupaten Banyuwangi, begitu juga dengan pengambilan kebijakan, intinya adalah data yang akurat dana kebersamaan atau tidak adanya egosektoral” ungkapnya. Lebih lanjut H Anshori menyampaikan bahwa dengan adanya ICB BDK Semarang di Banyuwangi ini banyak memberikan inspirasi dan semangat baru untuk.



 
Kepala BDK Semarang sangat terkesan dengn berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah banyak mendapatkan penghargaan, dari ICB yang dilakukan BDK Semarang diharapkan dapat memantik semangan bagi institusi yang dipimpinnya, “impian mendapatkan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melani) insyaallah dapat kita raih, kita akan membangun big data yang dapat dimanfaatkan untuk segala urusan yang berkaitan dan up to date” ungkapnya.

Mantan auditor Inspektorat jenderal kementerian Agama tersebut juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan jajarannya yang telah banyak membantu dan mendampingi selama pelaksanaan ICB, hubungan baik antar lembaga dibawah Kementerian Agama tersebut akan terus dilakukan meski mungkin hanya dilakukan secara online, terlebih banyak kenalan dari almamater yang sama dari BDK Semarang dan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

ICB yang dilaksanakan BDK Semarang dengan menggaandeng EO (Event Organizer) Oase Indonesia tersebut juga menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Peserta ICB sangat terkesan dengan penataan tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi, tentang kebersihan lingkungan dan keramahan penduduknya. “Pernah terlintas bahwa Banyuwangi yang dulu dikenal dengan Kota santen sangat menyeramkan, ternyata sangat menyenagkan dan penduduknya sangat ramah” ungkap Luluk Masruroh, salah satu peserta yang juga menjabat Pengelola Informasi Kelitbangan/Kediklatan Seksi Diklat Tenaga Administrasi Balai Diklat Keagamaan Semarang. Lulu (panggilan akrab Luluk Masruroh) juga menyampaikan bahwa banyak hal yang dapat diambil manfaat dari kegiatan ICB yang ada di Kabupaten Banyuwangi, terutama di Mall Pelayanan Publik (MPP), selama ini pada instansi oemerintah hanya ada PTSP (Peyayanan Terpadu Satu Pintu) yang menyatukan layanan pada satu instansi saja, namun yang dilakukan MPP adalah menyatukan layanan dari berbagai instansi yang berbeda.

Pada acara penutupan kegiatan tersebut Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama (Lentera Sastra) Kabupaten Banyuwangi Syafaat,  memberikan kenang kenangan dalam bentuk Buku “Potpourri Memeluk Rindu di Masa Pandemi”, Buku Antologi yang ditulis Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Dalam Buku yang ditulis di masa pandemi ini bukan hanya essai yang ditulis oleh para guru tentang pengalaman dan harapan mereka di masa pandemi, namun juga cerpen dan puisi yang ditulis oleh ASN pada Kementerian Agama.

Peserta ICB atau Pengembangan Kapasitas Internal yang terdiri dari Widya Iswara dan Tenaga Tehnis Administrasi ini benyak mengambil manfaat, ide-ide baru dalam pengembangan diri dan kelembangaan. “ide cemerlang yang terbukti berhasil membawa Nama Kabupaten Banyuwangi menerima banyak penghargaan patut kita jadikan motivasi” ungkap Muklasin, Pengelola Humas dan Protokol Sub Bagian Tata Usaha Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Pejabat yang hoby menyanyi yang pada penutupan kegiatan menyanyikan lagu milik Rhoma Irama hampir mirip aslinya ini juga sangat terkesan dengan kerjasama Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dengan Pemerintah Daerah, kerjasama tersebuit bukan hanya dibidang kehumasan saja, namun juga dibidang akurasi dan penggunaan data bersama. Muklasin juga terkesan dengan perkembangan Literasi dari ASN Kementerian Agama Banyuwangi yang sudah menerbitkan beberapa buku ber ISBN (International Standard Book Number). “Semangat Literasi ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi perlu ditiru” ungkapnya. (Syaf)

Internal Capacity Building BDK Semarang

 Internal Capacity Buiding BDK Semarang

Selama empat hari berturut turut sejak 29 Maret 2021, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang mengadakan Pengembangan Kapasitas Internal (Internal Capacity Building) di Kabupaten Banyuwangi. Dalam sambutannya di Ballroom Hottel Aston, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi tersebut. Dalam sambutannya mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso ini menyampaikan bahwa tidak mudah untuk datang ke Banyuwangi, hal ini mengingat medan berat yang harus ditempuh jika  ke Kabupaten dengan Julukan The Sunrise of Java, karena dua jakur menuju Kabupaten Banyuwangi dari arah barat harus melewati hutan belantara, namun saat ini dengan perkembangnya sudah ada bandara Internasional yang memungkinkan perjalanan menjadi lebih cepat melalui pesawat udara. “terima kasih kepada BDK Semarang yang telah memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat unruk melaksanakan kegiatan Internal Capacity Building” ungkapnya

Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang H. Anshori menyampaikan bahwa bukan tanpa alasan BDK Semarang memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat untuk meningkatkan kapasitas internalnya. Hal ini mengingat kemajuan  Kabupaten Banyuwanngi yang sangat luar biasa dalam sepuluh tahun terakhir hingga menjadikan Kabupaten paling ujung di Pulau Jawa ini mendapatkan banyak penghargaan dan dikenal hingga manca negara. Karenanya BDK Semarang akan benyak belajar dari berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan harapan BDK Semarang yang tahun 2019 mendapat sertifikat Zona integritas dari Kementerian Agama ini dapat meningkatkan kualitasnya dari WBK (Wilayah Bebas Korupsi) menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). “Kami ingin belajar dari kiat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam berinovasi meningkatkan layanan” ungkap pejabat yang pernah menjabat sebagai auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama ini.

Selain diikuti oleh keluarga besar Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Internal Capacity Building (ICB) ini juga diikuti oleh empat orang peserta dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang akan mengikuti semua rangkaian acara hingga sekesai, Yakni Kasi Pendidikan Agama Islam H Dimyati, Penyelenggara Bimas Katolik Aris Papudi, Pranata humas Yasin Alibi serta Penyusun Bahan Pembinaan Keluarga Sakinah pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Syafaat.

Sekretaris Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono menyampaikan bahwa bukan hal yang mudah menjadikan Kabupaten Banyuwangi menjadi seperti saat ini.” Kunnci utama adalah kita harus mempunyai data valid, karena dengan data yang tidak valid, arah kebijakan menjadi kurang tepat” ungkapnya. Disampaikan juga bahwa Kabupaten dengan wilayah paling luas di Pulau Jawa ini dulu tidaklah dikenal, terlebih akses menuju ujung timur Pulau Jawa ini tidaklah mudah. Menjadikan sebuah tantangan menjadi peluang adalah pekerjaan yang membutuhkan kecermatan dan kerjasama antar lembaga. “kita harus menghilangkan egosektor dan egoanggaran untuk mewujudkan sebuah angan angan dan kemajuan bersama” ungkapnya.


Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam mengukur keberhasilan sebuah program harus jelas angkanya, dan angka tersebut tidak boleh abal-abal, karena akan sangat berdampat dalam ranah kebijakan. “Hari ini yang menjadi pemenang adalah yang tercepat dalam mengambil keputusan” ungkapnya. Sebagaimana contoh adalah adalah ketika kita sudah tahu nomor sepatu kita, maka ketika  berada di Mall akan segera dapat memilih sepatu yang pas untuk kaki kita, tidak butuh waktu lama untuk sekedar mencoba dan mencoba, begitupun dengan data yanag ada di oemerintahan, dengan data yang valid akan memudahkan kita dalam mengambil keputusan yang tepat,

Kepala Bappeda Kabupaten Banyuwangi tersebut juga memnyampaikan tentang Reward dan Punishment yang didapatkan oleh ASN yang ada di Kabupatewn Banyuwangi ketika target dari pekerjaan dapat terlampaui maupun tidak. TPP ( Tunjangan Perbaikan Penghasian) pada SKPD akan dikurangi jika kinerjanya kurang bagus dan tidak memenuhi target yang sudah ditentukan.  Karenanya dibutuhkan kerjasama antar lembaga/SKPD dalam melaksanakan sebuah kegiatan, sehingga dalam satu kegiatan SKPD akan melaksanakan dua target kegiatan dari SKPD yang lain secara sinergi.

Pak Yayan (panggilan Suyanto Waspo Tondo Wicaksono) memberikan contoh ketika pembentukan Mall Layanan Publik yang selesai dalam hitungan tujuh hari saja. “Ketika Bupati Banyuwangi saat itu H. Abdullah Azwar Anas melakukan study banding ke Azerbeijan tentang Mall Layanan Publik yang menurut PBB terbaik di Dunia, maka ketika bupati masih berada di Azerbeizan, ada perintah langsung dari Bupati yang masih mengikuti study banding di negara tersebut, ditunjukkan video kondisi Mall layanan publik di negara tersebut, maka seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Banyuwangi bersinergi untuk membuka Mall layanan publik” ungkapnya.

Saat ini pada Mall Layanan Publik telah tersedia 213 layanan serta di Pasar Layanan Publik yang berlokasi di Pasar Rogojampi dan Pasar Genteng terdapat 100 layanan kepada masyarakat, hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk memudahkan layanan kepada masyarakat dengan mengingat luas Kabupaten Banyuwangi sebagai Kabupaten terluas di Pulau Jawa Tersebut, sehingga masyarakat tidak harus datang ke Ibukota Kabupaten untuk mengurus segala keperluan administrasi, terlebih dengan adanya smart kampung yang juga melayani dan mempercepat layanan kepada masyarakat yang cukup dilakukan di Kantor Desa / Kelurahan.

Diakhir paparannya, P. Yayan menyampaikan banyak terima kasih kepada keluarga besar BDK Semarang yang melaksanakan kegiatan selama empat hari di Banyuwangi. “”Mari ke Banyuwangi, kau pasti ingin kembali”, sebagai slogan wisata Banyuwangi sangat cocok, terlebih keelokan pantai yang ada di Kabupaten Banyuwangi tidak kalah dengan daerah lainnya. P Yayan juga menyampaikan bahwa saat ini di beberapa negara di Eropa dan Amerika ada promosi gratis tentang wisata di Banyuwangi sebagai hadiah dari PBB atas beberapa prestasi yang ditorehkan dibidang wisata di Kabupaten Banyuwangi. Mewakili Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, P yayan mempersilahkan BDK Semarang untuk berkunjung ke Mall layanan publik yang ada di Kabupaten Banyuwangi serta daerah wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi, dengaan harapan dilain kesempatan dapat mengajak serta kerabat dan keluarganya untuk datang ke Banyuwangi.(Syaf).

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger