Pages

ABRA KADABRA

 ABRA KADABRA

Oleh : Laeli Sigit

Ku coba...

Racik bumbu cinta

Meramu rasa

Memadu aroma


Tuk temukan 

Sejuta manis

Seribu kelezatan

Seratus cita rasa

Dalam hangat suasana


Tapi hati kecilku berkata

Itu masih kurang... 


Yahhh 

Taruh sejumput doa

Sepucuk sendok teh garam nirwana

Seiris gula jiwa selaksa

Sedikit butiran penyedap rasa cakrawala


Walau smua bertabur rasa 

Apa mau dikata

Sudahlah.... 

Biarlah alam semesta yang mengaturnya


Walau belathi sudah ku sematkan

Dayung genderang kuhentakkan

Bendera merah menyala ku tegakkan


Tetap saja

Semburan mantra tak bermakna tak terelakkan


Aku ini siapa

Ketika dibloking manusia tanpa rasa

Hati tanpa jiwa

Aku bisa apa... 


Ku hanya bisa pasrah dan berdoa

Duh Gusti...

Ini salah siapa

Pinjami aku 

Tangan panjangMu Gusti


LS-AIA170221

Cermin Dusta

 Cermin Dusta

oleh : Nurul Ludfia Rochmah

Cermin retak yang tak memiliki nama dan tidak berukuran itu,

telah berpuluh kali 

menampung kejujuran 

paling dalam, semu, dusta, dan kepalsuanmu

Adakah engkau pernah mengais guratan wajah 

dalam keping, garis, dan cekungan penuh debu?

Tawa dan air mata dikedapkan suara olehnya

Mungkin kau tak pernah tahu Bahwa sesekali ia ingin bercerita kepadamu

Tentang perumpamaan peristirahatan sementara 

atau terakhir baginya

Mungkin juga bagimu?


Dan cermin itu tetap saja retak Sepanjang waktu

Tak pernah tahu, apa, dan mengapa

Garis keping denuh debu

Menjadi pantulan abadi di wajahnya

Mungkin kau tak mengenalinya lagi Karena kebenaran

yang menghinggapi benakmu, manusia


😆😆👌🙏🙏

Manusia 2

 “Manusia 2”

oleh : Dardiri

Kebenaran, Adalah nisbi yang menjadi isbat dari segenap sangka dan duga,


Titik fusi keberadaan dan ketiadaan ditahbiskan,


Dan alangkah dengan mudahnya,


Kita, 

Membenarkan diri kita sendiri,


Menyangkal dan menisbikan kebenaran demi kebenaran yang kita sadari atau yang kita lupakan begitu saja,


Karena kita,

Adalah manusia, 


Keserakahan akan kebenaran, 


Seringkali menutupi kejernihan Mata Hati,-


(K G P H : 17 Februari 2021)

Manusia

 “Manusia”

Oleh : Dardiri

Pernahkah terlintas dalam batas kesadaran kita?, 

Malam telah ribuan kali mengajarkan kepada kita,

Tentang doa dan dosa, Saling jejal, Saling jejak, Saling himpit, Memperebutkan tapal batas,


Kita,


Cakrawala semesta,


Dan sekali lagi kukatakan kepada diriku sendiri, Juga kepada-mu,


Bahwa kita,

Adalah manusia,

Yang seringkali tak mengenali lagi ke-manusia-an-nya,, 


Senja yang tinggal sekerat roti saja,

Juga secangkir kopi pagi ini,

Masih tergantung dalam teka-teki,


Antara aku, kamu, doa, dosa, dan manusia,-


(K G P H : 17 Februari 2021)

Sang Pecundang

 Sang Pecundang

oleh : Syafaat

Kupacu rindu

Malam tanpa dirimu

Selepas aku jadi pecundang

Belok kiri tinggalkan gelanggang


Kuteguk segelas birahi

Yang tak pernah mati

Sesatkan diriku dalam belantaramu

Di selangkangan rimba gelisahku


Kutelusuri bukit indah didadamu

Dan kutikam dengan belatiku

Menyemburkan kenikmatan semu

Lantas terbunuhlah diriku


Lelaki itu telah mati dalam pelukku

Tubuhnya kekar tak berdaya

Kini dia seperti tiada

Nafasmu tersengal sendiri diujung nafsu

Sabuk Mangir

 Sabuk Mangir

oleh : Syafaat

Selarik mantra membuai angan malam//

Kurapal pelan dengan segenap puja//

Mendesah perlahan membalur jiwa kusam//

Diiringkan  Sekar pembayun mengalunkan nada///

Mantra kutuang perlahan//

Pada secangkir puisi/ yang kuseduh dengan segenap cinta//

Untuk mu yang masih ragu/ 

Pada hatiku yang terlanjur luruh//

Pada kesetiaanku yang nyaris habis membalut namamu//

Terimalah sabuk mangir ku//

Dengan senyum dan candaku seperti dulu//

Menjerat hatimu tanpa ragu//

Kuhanyutkan diriku dalam mantra cinta//

Untukmu yang menyembunyikan rasa//

Menghidangkan ku dengan segenap harap//

Bismillahir rahmanir rahim

Niat isun mataji Sabuk Mangir

Lungguh isun lungguhe Nabi Adam

Hang sapa ningali lungguh isun iki

Ya isun iki lungguhe Nabi Adam

Badan isun badane Nabi Muhammad

Hang sapa ningali lungguh isun iki

Ya isun iki badane Nabi Muhammad

Cahyanisun cahyane Nabi Yusuf

Hang sapa ningali cahyanisun iki

Ya isun iki cahyane Nabi Yusuf

Suaranisun suarane Nabi Daud

Hang sapa krungu suarane isun iki

Ya isun iki suarane Nabi Daud

Teka welas teka asih jabang/jebeng bayine Wulandari

Asiha marang jebeng bayinisun

Sih asih kersane Gusti Allah Lailahaillallah Muhammaddurrasullullah

16022021

Perempuan. sejuta Puja

 Perempuan. sejuta Puja

Oleh : Syafaat

Perempuan itu masih juga terjaga

Terkulai lemas bukan karena Corona

Atau kelelahan bercinta semalaman

Dia meratapi cinta yang deritanya tak berkesudahan


Perempuan itu bersimbah duka

Tetes matanya membahasi pipi dan jatuh ke BH merah muda

Matanya nenar menatap cinta tanpa asmara

Yang merintih dalam kebimbangan luka


Perempuan itu kukecup dengan segenap puja

Yang kutaburi dengan sejuta mantra

Kegelisahan tetap akan mendera

Tanpa diriku bersamanya

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger