Pages

KUPERHATIIKAN BULAN DAN MATAHARI

 KUPERHATIIKAN BULAN DAN MATAHARI

Faiz Abadi

Bulan adalah hatimu

Sedangkan matahari adalah fikiranmu

Tidakkah engkau menemukannya

Manakala sang mentari menjadi raja pada siang 

Berganti bulan merebut tahtanya ketika malam tiba

Seolah begitu

Padahal semua pada orbitnya

Sebab bergerak karena perhitunganNya

Masihkah harus diterangkan kembali

Leburkan bulan dan matahari manusiamu

Agar sel sel hidupmu

Agar ion ion positif netral berputar pada poros mengikuti kehendaknya

Rapalkan pada setiap degup jantungmu

TasbihNya

Tahmid untukNya

Tahlil di dalam bentengNya

Sebelum kau berserah tenggelam ke dalam angkasa tanpa batas

Kedalaman pada Takbir kepadaNya

Terbukalah sebenarnya siapa kita

Sebelum khusyuk  datang membentang

Kita adalah penyembah angan angan

Adakah yang mengelak

Ketika takbir pada setiap rakaatmu

Jasadmu mengucap

Sedang jiwamu masih bercerita tentang rasa memiliki dunia

Doa Pelacur

 Doa Pelacur

Syafaat

Seorang pelacur khusuk berdoa

Sebelum kupacu dengan nafsu membara

Ketika kutelusuri gunung dan lembah belantaranya

Dia diam saja tanpa desah suara

Ketika wajahku beradu dengannya

Dia berkata

Tuhan ada dalam diriku dan bersama kita

Aku terdiam tanpa suara

Mengapa kalimat itu keluar dari mulutnya

Seorang pelacur tanpa busana

Trilogi Simbiosis

 Trilogi Simbiosis

Faiz Abadi

Apakah kau biarkan dirimu terpaku bisu

Menatap keburaman masa depan

Langit semakin mendung

Daratan menjadi meja keluh kesah

Air mata kesedihan  melanda

Menyatulah solusi

Mutualisme

Komensalisme

Parasitisme

Jasad khalifah

Menyatukan siklus

Ketentuan dan ketetapan

Seimbang dan selaras

Tanpa keluh kesah 

Menjadi indah

Dalam Qalam dan KalamNya


Bulan di Altar Malam

 Bulan di Altar Malam

By. Viefa


Bulan bersandar di altar malam

Aku gagal menemuinya

Sepenggal napas satu-satu ingin lepas

Aku pandang sedalam rasa cintanya yang selalu diberikan

Ketakutan merantai

Kuintip purnama dari jendela

Ia tiada

Ku lepas pandang sejauh mata menembus ruang

Masih ada malam-malam lain

Bulan menungguku di altar malam

Dengan cinta

Dua insan berangkul mesra setia


healingsubuh@viefa

BWI, 28/12/20

BERUNTUNG AKU

 BERUNTUNG AKU

Faiz Abadi

Lolongan anjing pemburu mangsa

Lagu lagu indah serangga malam

Kokok ayam jantan sebelum fajar menyingsing

Bangunkan pola pikirku

Takkan ku biarkan generasi pewaris negeri 

Lelap terus dalam buaian mimpi

Bangun

Ayo bangunlah

Ambil sajadah

Penatnya jiwa tatkala berdoa ditengah malam

Ajarkan ketekunan 

Ajarkan kegigihan

Setelah tidak kau dapatkan itu

Pada tempat kamuflase itu

Seolah mereka bisa segalanya

Tapi sebenarnya tidak bisa apa apa

Mengapa kesepakatan justru menyesatkan

Tatkala matahari telah terbit

Ku suruh mereka berlari melawan teriknya matahari

Ayo ayunkan raketmu

Ayo raih prestasi

Walaupun keringat bercucuran

Karena itu hakekat kehidupan

Ku lihat mereka tidak dapatkan di meja dan kursi itu

Biarpun berapa kubayarkan

Untuk pelatih dan guru prifat

Agar mereka punya bekal di hari tua

Sebab nilai 8mu ha ha

Nilai 9mu hi hi hi

KAU MINUMKAN ANGGUR

 KAU MINUMKAN ANGGUR

Faiz Abadi

Kau mimumkan anggur

Untuk putra putri dan mereka semua

Terpampang nilai nilai bagus

Tetapi sebenarnya untuk apa

8 ha ha ha 

9 hi hi hi 

Setelah lulus mereka cari nafkah

Sama sekali berbeda

Nampak sekali nilai nilai itu semu

Kebanggaan sesat

Agar dikatakan hebat

Atas nama institusi

Atas nama harga diri

Walaupun sampai sekian tahun menuntut ilmu

Baru tahu bakat 

Setelah mencoba mencari nafkah

Untuk apa

Untuk siapa 

Nilai nilai laporan itu

Aku tidak mau berandai andai

Ku ajari mereka membaca sajak

Agar mengerti arti kehidupan

Ku ajari mereka penatnya mencari prestasi 

Lewat olah tenaga

Karena ku tahu jiwa mereka lelah

Dimabukkan anggur anggur Sejak mengenal bangku bangku etalase ilmu

BERIKAN UNTAIAN TASBIH PADANYA

 BERIKAN  UNTAIAN TASBIH PADANYA

Faiz Abadi

Apakah kau belum merasa

Kehampaan pada setiap rokaat

Lafadz kau ucapkan jiwamu melayang

Berikan tasbih pada buah hati

Pada setiap hitungan tasbih

Laksana benih tersemaikan pada ladang ladang harapan

Pada jiwa yang berlari

Menuju hakekat kemenangan

Engkau tahu bagaimana ke pulau kesana

Harus kau kayuh sampan

Hingga penat tak kau rasakan

Engkau tahu harus berlari mengejar mimpi

Pada kilometer itu

Tetapi mengapa engkau belum mengerti

Jiwa kitapun harus berpenat penat 

Walaupun harus berlelah seharian semalaman

Membobol dinding hijab

Membukakan tirai  ihsan

Agar setiap tengadah tanganmu

Diperhatikan olehNya

Bwi, 23 des 2020

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger