Pages

Merdeka Belajar dengan Blended Learning

Merdeka belajar dan Mengajar di Masa Pandemi dengan 
Blended Learning

Merdeka belajar dapat diartikan suatu bentuk action guru, siswa dan orang tua secara bebas dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidang pendidikan.  Merdeka belajar yang memiliki arti belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja seperti  belajar di sekolah, di rumah, di perpustakaan, di bimbel,  di alam terbuka baik secara tatap muka atau online  bisa belajar secara mandiri dari youtube atau laman khusus pendidikan di internet dan tak berbatas waktu.

Merdeka belajar akan lebih meninggalkan kesan bermakna pada siswa jika dibarengi dengan merdeka mengajar dari guru. Merdeka mengajar diharapkan menjadi tolok ukur sebuah keberhasilan program pendidikan di  zaman digitalisasi yang serba teknologi. Namun kecanggihan teknologi jangan sampai menggelincirkann moral dan etika siswa. Para guru dituntut merdeka berpikir dalam menerjemahkan setiap kompetensi materi yang disampaikan pada siswa. Tidak hanya itu saja guru juga harus bisa memberikan stimulus yang memungkinkan siswa mampu berkolaborasi dan  menciptakan sebuah karya yang kreatif serta menyadari bahwa  era sekarang menuntut siswa untuk bisa apa bukan tahu apa. 

Kaitannya dengan masa pandemi Covid-19, amatlah perlu adanya merdeka belajar dan merdeka mengajar antara guru, orang tua dan lingkungan. Di masa pandemi yang hampir 5 bulan ini tanpa disadari telah menciptakan  guru-guru kreatif dengan bermunculnya  cara mengajar penuh variatif bahkan dengan menggunakan berbagai aplikasi. Semua ini bukan terjadi secara instan namun beberapa guru menempuhnya mengikuti pelatihan-pelatihan ataupun belajar mandiri dengan bantuan tutorial-tutorial pembelajaran di youtube dll. Suatu usaha yang memang butuh kesadaran diri, kemauan yang kuat dan ketelatenan. Demikian pula  para orang tua, keberadaan covid-19 menjadikan mereka setiap hari harus berdampingan dengan putra-putri dalam belajar,  sekaligus menjadi guru semua mata pelajaran di rumah.  Peran bimbingan belajar secara online  juga turut  andil menghiasi dunia pendidikan di masa pandemi baik secara gratis maupun berbayar. Pandemi ini memang menorehkan banyak cerita di dunia pendidikan maupun di bidang lain.


Pertanyaannya  model pembelajaran  seperti apa  yang sesuai, efektif dan dapat membangun karakter siswa dengan konsep merdeka belajar di era pandemi ini? Jika dikaji lebih dalam jawabannya adalah semua model sesuai dan baik asalkan pemakainya menguasai model pembelajarannya. Salah satunya contoh adalah pembelajaran dengan model Blended Learning. Blended Learning merupakan pengombinasian antara pembelajaran secara online dengan pembelajaran konvensional/tatap muka.   Model pembelajaran seperti ini  banyak dilakukan oleh para guru di negeri ini seperti Guling(guru keliling) ke rumah-rumah siswa. Para siswa yang rumahnya berdekatan dijadikan satu kelompok belajar yang terdiri 5-7 siswa. Munculnya ide ini karena adanya pelarangan menghadirkan siswa di sekolah. Meskipun siswa tidak datang ke sekolah, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan masih terjadi interaksi antara guru dan siswa. Mungkin inilah solusi yang dirasa  tepat saat ini terutama bagi siswa sekolah dasar disamping dilakukan pembelajaran secara online serta  dapat menghemat kuota internet.

Model pembelajaran gabungan ini selain sebagai obat penawar kerinduan terhadap guru juga sebagai sarana penanaman karakter pada siswa terutama sikap spiritual dan sikap sosial. Penanaman karakter siswa akan mudah diterapkan jika adanya tatap muka langsung dibandingkan murni pembelajaran secara online saja. Bagaimanapun hasil pendidikan tidak hanya ada peningkatan di segi aspek kognitif saja tapi juga afektif dan psikomotorik. 

Selama kegiatan tatap muka di sekolah masih belum diperkenankan demi kesehatan dan menjaga keselamatan  bersama sesuai dengan SKB 4 Menteri. Tentunya praktik yang sesuai di lapangan pada masa pandemi dengan  guru berkeliling ala blended learning ini antara tatap muka dalam skala kecil, waktu yang singkat dengan pembelajaran online. Keduanya dijalankan secara berselang seling. Tentunya semua yang dilakukan oleh guru ini dalam rangka menerapkan konsep belajar merdeka dan merdeka mengajar sesuai kreativitas dan kemandirian guru. Terpenting hakikat  pembelajaran dengan memberikan pengalaman  bermakna pada siswa tetap terjadi dan  menjadikan  pendidikan terus berlangsung sepanjang hayat baik di lingkup  keluarga, sekolah dan masyarakat.

Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia MTsN 1 Banyuwangi


Buah Kebaikan dalam Menuntut ilmu

Buah Kebaikan dalam Menuntut ilmu

Oleh : Annisa Arahma

Ibarat kata “Siapa menabur angin akan menuai badai.” Allah memberikan jaminan balasan kebaikan yang kita lakukan meski sekecil apapun perbuatannya. “barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasannya) pula.” (QS. Al-Zalzalah:7-8). Perumpamaan biji zarrah dalam ayat ini bukanlah menunjukkan makna benda namun lebih kepada suatu hal yang dianggap kecil dan remeh sesuai dengan pemahaman manusia. Ayat ini menjadi pemicu diri kita untuk berbuat baik dalam hal apapun. tidak perlu menunggu kesuksesan datang pada kita atau seberapa besar upah yang didapat, apabila kita memang yakin berbuat baik maka nikmat apapun akan dapat mengambil manfaat yang baiknya bagi sesama. Sebaliknya jika kita menanamkab keburukan, maka kita akan mendapatkan keburukan yang sangat.

Di masa sekarang ini, Allah sedang memberikan ujian bagi kita dengan adanya bencana non alam, virus Covid-19. Momen inilah yang paling tepat bagi kita untuk melakukan perbuatan baik pada orang-orang sekitar yang terdampak besar dalam ekonominya. Di masa pandemic ini, banyak sekali keadaan yang memprihatinkan dialami oleh sebagian orang. sadari bahwa kepedulian kita terhadap mereka adalah hal kecil yang membuat perubahan besar. Ditengah keterpurukan itu, kita harus dapat saling mendukung dan menguatkan. Manfaat yang kita dapat dalam berbuat baik diantaranya memberikan kebahagiaan terhadap diri sendiri, meningkatkan rasa percaya diri, memberikan ketenteraman batin serta mampu mempererat tali persaudaraan. sebagaimana dalam mutiara islami, “orang yang banyak berbuat baik, banyak pulalah temannya.” Perbuatan baik akan kembali pada diri kita. Karena ini, yakinlah bahwa tidak ada ruginya sama sekali untuk tolong menolong dalam kebaikan dan jangan pernah lelah untuk selalu berbuat baik.

Islam mengajarkan manusia untuk senantiasa semangat dan tekun dalam menuntun ilmu serta taat beribadah kepada sang Pencipta karena Allah swt memberi nikmat yang begitu melimpah dalam alam semesta bagi para hamba-Nya agar dapat saling memberikan manfaat dan kebaikan. Selain itu, Allah juga akan selalu mencintai orang-orang yang berbuat baik sebagaimana dalam firman-Nya dalam Alquran : “dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah : 195). Begitu berharganya pelajaran hidup yang kita dapat dalam ayat ini. Selain mendapatkan pahala dari  Allah swt disisi lain, jalinan relasi antar sesama manusia juga akan terbentuk. Menebar kebaikan sudah jelas menjadi kewajiban bagi setiap manusia dan sangat perlu dipelihara sejak dini hingga tua renta. Keistimewaan melakukan kebaikan adalah penegur yang baik bahwa kita sebagai manusia harus mensyukuri segala nikmat dan karunia yang ada.

Keteguhan hati dalam mensyukuri segala nikmat yang ada mencerminkan kepedulian yang besar terhadap sesama. Dalam mensyukuri nikmat, kita harus melihat orang yang berada “dibawah” kita (orang yang kurang mampu). Kedudukan kita di muka bumi ini adalah manusia. Hidup berdampingan, tolong menolong, toleransi adalah poin penting yang harus selalu kita ingat. Pernyataan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia itu benar. Segala sesuatu yang dapat dicapai oleh manusia tidak lain hanyalah karena campur tangan dari sang Maha Kuasa. Tidak ada yang dapat mengetahui bagaimana atau dengan apakah nikmat yang kita miliki dapat dicabut oleh Allah swt. Sebagai manusia, ikhtiar dan doa perlu dikerjakan dalam setiap waktu dan dimanapun itu. menjalani apapun di dunia yang bersifat kompetitif tidaklah mudah. Mungkin beberapa orang dengan mudahnya mencapai sesuatu yang diimpikan sehingga terwujud, namun masih ada orang lainnya yang dengan susahnya berjuang menggapai mimpi. Karena itu, semangat dan pantang menyerah untuk selalu berikhtiar memperbaiki diri agar tidak “menyeleweng” dari jalan Allah adalah kuncinya.

Kebaikan terjadi karena adanya peduli atau biasa disebut care. Bagi saya, peduli adalah sebuah sikap memperhatikan pada berbagai pihak untuk melibatkan diri dalam suatu persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi disekitar kita sehingga terpanggil untuk bertindak melakukan sesuatu dalam rangka memberikan perubahan dan inspirasi bagi pihak tertentu. Selain membawa perubahan, peduli juga dapat memperbaiki atau membantu seseorang dalam suatu kondisi tertentu sehingga dapat mendatangkan kebahagiaan orang-orang disekitar. Maka kebaikan atas unsur peduli akan mengingatkan kelalaian orang-orang kaya karena sikap “berpangku tangan” terhadap penderitaan orang-orang miskin yang ada di sekitarnya. sungguh pasti bahwa orang-orang yang peduli akan mendapatkan tempat terpuji dari Allah swt yang sesuai jaminan-Nya bahwa buah kebaikan adalah kebaikan. Lantas bagaimanakah cara agar kita dapat merealisasikan kebaikan pada sesama?

Islam mengatur kehidupan manusia dengan sangat detail. Tiga aspek utama yang diajarkannya adalah aspek hubungan manusia dengan Allah, aspek hubungan manusia dengan manusia yang lain (masyarakat), serta hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Dan karena itu, islam mensyariatkan empat hal pokok agar merealisasikan kebaikan terhadap sesama, yakni nafkah, zakat, kifarat, dan sedekah. Bentuk sedekah dalam islam yaitu menyembelih akikah dan menyembelih qurban. Rasulullah bersabda, “sedekah itu memadamkan dosa, seperti air memadamkan api.” Tujuan seruan untuk selalu berbuat baik tidak lain adalah agar manusia selalu bisa menjaga kehidupan bersama, memberi kelanggengan kasih sayang antarsesama serta terbentuk solidaritas social yang kuat. Perlu diketahui bahwa kebaikan atas unsur kepedulian sosial dalam islam menjadi dasar keimanan. Dengan mengingat rukun iman yang ke-3 adalah menunaikan zakat kepada kaum miskin yang membutuhkan. Karena inilah kita tahu bahwa cara merealisasikan kebaikan pada sesama ada banyak.

Memang kita tidak akan pernah tahu ibadah mana yang telah Allah terima dan kita tidak akan tahu kapan rahmat dari Allah turun. Semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia akan mendapat balasannya kelak di akhirat. Sebagai seorang muslim yang beriman, sudah wajib bagi kita memperbanyak amal kebaikan selama di dunia. Penerapannya yang salah terkadang malah membuat amalan yang yakini dapat membantu kita di akhirat, tidak diterima karena beberapa sebab yang telah islam ajarkan. Yakni apabila berbuat kebaikan, janganlah berbuat riya’ atau pamrih terhadap orang lain. Apabila setelah melakukan kebaikan, jangan pula mengungkit-ngungkitnya dihadapan pihak yang diberikan bantuan. Ini adalah dasar etika yang pasti kita semua tahu. Berbuat baik itu tidak ada batasannya. Segala kebaikan dalam bentuk apapun ataupun sekecil apa kebaikan yang kita buat bukanlah tolak ukur diterimanya atau tidak amalan yang kita perbuat. Tidaklah mungkin bagi seorang muslim yang justru masuk surga karena senyuman, menyingkirkan batu dijalanan, ataupun kebaikan-kebaikan kecil lainnya.

Selama diri kita masih mampu, mencoba untuk selalu berbuat baik kepada sesama pasti akan mendatangkan perubahan besar dalam keseharian kita. Berbuat baik tidak akan pernah mendatangkan kerugian. Dengan berbuat baik, kita dapat membuat orang lain bahagia dan hal itu juga dapat membahagiakan diri kita. Memang terkadang manusia masih merasa berat dan ragu hal baik apa yang bisa dilakukan untuk menerapkan ajaran islam sekalipun dalam hal kecil. Sebenarnya Allah swt dalam ayat-ayat Alquran telah memberikan motivasi agar manusia suka berbuat baik.

Kelas : XI MIPA 02 MAN 3 BANYUWANGI



Qurban di Kemenag Kabupaten Banyuwangi

Qurban Berkah di Tengah Wabah
BY  :  Unu Masnun

Kementerian Agama RI mengeluarkan panduan penyembelihan hewan qurban di hari raya Idul Adha 2020 atau 1441 H. Selama pandemi Covid-19, pelaksanaan hari raya Idul Adha harus sesuai dengan protokol kesehatan mulai dari Sholat Idul Adha, proses penyembelihan hewan qurban hingga pendistribusian hewan qurban. Diharapkan pelaksanaan ibadah qurban tersebut  tetap dapat memberikan rasa aman dengan tidak mengurangi nilai keberkahannya. Panduan itu tercantum dalam Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19.  Panduan ini wajib diperhatikan oleh semua kalangan masyarakat terlebih daerah yang masuk dalam zona merah Covid-19,  dan diharapkan menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan kenormalan baru atau New Normal. Dengan begitu, pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan COVID-19.
Panduan lengkap potong hewan qurban saat Idul Adha 2020 atau 1441 H selama pandemi corona yaitu Penerapan jaga jarak fisik meliputi: 1) Pemotongan hewan qurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik. 2) Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berqurban. 3) Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.4) Pendistribusian daging hewan qurban dilakukan oleh panitia kerumah mustahik.
Hari raya kurban sebentar lagi. Gaung Idul Adha lamat lamat terbuka. Dimulainya puasa sunnah 1 Dzulhijah, dzikir harian, hingga rencana pelaksanaan shalat Idul Adha,  dan penyembelihan hewan kurban sudah terasa dekat. Di tambah lagi suasana Idul Adha kali ini dipastikan akan berbeda sekali dengan pelaksanaan di tahun tahun sebelumnya. Sudah barang tentu disebabkan Idul Adha kali ini dilaksanakan dalam suasana yang masih remang remang keamanannya karena pandemic masih belum berakhir.
Panduan selanjutnya adalah Penerapan kebersihan alat meliputi: 1) Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan. 2) Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan (Lintasjatim.com)
Penerapan kebersihan personal panitia meliputi: 1) Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas. 2) Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan. 3) Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan.4) Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. 5) Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung serta memperhatikan etika batuk, bersin dan meludah. 6) Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.
Bagi masyarakat Indonesia, Idul Adha tidak hanya dianggap sebagai hari raya umat Islam. Idul Adha menjadi momen spesial, saling berbagi antar-warga. Namun Idul Adha kali ini harus digelar sedikit berbeda karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah daerah pun telah membuat regulasi agar pelaksanaan Idul Adha berlangsung sesuai protokol kesehatan.
Berbagai  Pemerintah Kota diantaranya pemkot Jakarta Utara mengadakan kegiatan sosialisasi penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 jelang pelaksanaan Idul Adha. Para ulama mendapatkan sosialisasi atau pembekalan tentang penanganan limbah hewan kurban, sesuai fatwa MUI Nomor 36 Tahun 2020 tentang pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban ditengah wabah COVID-19. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Darjamuni mengimbau agar warga tidak berkerumun saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban dan proses pembagian daging kurban kepada penerima zakat atau mustahiq. Hal ini juga pernah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mengimbau agar warga menerapkan protokol kesehatan selama masa tanggap darurat Covid-19.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatur agar salat Idul Adha digelar betul-betul menggunakan protokol kesehatan. Menurutnya, sejumlah wilayahnya sudah ada yang berstatus zona hijau sehingga bisa melaksanakan salat Idul Adha. "Saat ini, beberapa wilayah di Surabaya sudah ada yang zona hijau. Artinya, kita harus menjaga dan terus meningkatkan kedisiplinan. Protokol kesehatan hukumnya wajib tidak bisa ditawar. Kapolda Banten Irjen Fiandar meminta kegiatan ritual ibadah diatur supaya tak menimbulkan kerumunan. Kegiatan harus ditata sesuai protokol kesehatan, terutama terkait jaga jarak. "Tidak ada antrean (Kompas.com). Jika masyarakat nekat, polisi akan melakukan pembubaran demi menekan potensi penyebaran Covid-19. DKI Jakarta menyiapkan sentra kurban Idul Adha di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung.  RPH tersebut menjadi sentra pemotongan hewan kurban yang proses penyembelihan hingga pendistribusiannya dilakukan sesuai protokol Covid-19.
Perencanaan pelaksanaan yang sedemikian di atas tentunya menjadi salah satu jalan untuk  memberikan rasa aman  dalam beribadah kurban. Diharapkan juga  tidak mengurangi keberkahan ibadah di tengah wabah. 

Penulis adalah Guru MAN 3 Banyuwangi di Srono

Disnak Kab. Banyuwangi Pantau Penyembelihan Hewan Qurban

Disnak Kab. Banyuwangi Pantau Penyembelihan Hewan Qurban


Sebagaimana pada tahun sebelumnya, Dinas Pekernakan dan Team dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Kampus Banyuwangi melakukan pemantauan terhadap0 Hewan Qurban yang di sembelih, tanpa terkecuali pada Kantor kementerian Agama Kabupaten Bnayuwangi, Sabtu (1/8). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa hewan Qurban yang disembelih layak konsumsi.


Nita Nilawati, mahasiswi yang ikut dalam pemantauan tersebut menyampaikan bahwa dirinya dan semua Mahasiswa di sebar ke 25 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi sejak kemarin, untukj membantu Team dari Dinas Peternakan. Dalam pemantauan tersebut disampaikan bahwa pada dasarnya hewan yang disembelih sebagian besar terlihat sehat, namun ada beberapa hewan qurban yang menbgalami Infeksi cacing hati (fasciolosis). “Hati yang terinveksi cacing tidak layak dikonsumsi, namun dagingnya tetap layak” ungkap Mira, Ketua Team dinas  Peternakan.

Dan menurut pemantauan Dinas Peternakan Kabupaten Banyuwangi, pada dasarnya daging qurban yang ada di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi layak untuk di konsumsi, terlebih disembelih pada lokasi yang bersih. “ Kita memilih tempat dihalaman masjid ini karena tempatnya bersih” ungkap Rusdiyanto, salah satu Ketua.

Rusdiyanto yang juga plt. Penyelenggara Syariah tersebut menyampaikan bahwa tahun ini selain bertempat di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, penyembelihan Hewan qurban juga dilaksanakan di Halaman Kantor Urusan Agama Kecamatan Banyuwangi yang dilaksanakan hari Ahad (2/8). “Lokasi penyembelihan tidak dilaksanakan pada satu tempat agar mudah pendistribusiannya” ungkapnya.


Kemenag Kab. Banyuwangi menyembelih 2 Ekor Sapi Qurban


Kemenag Kab. Banyuwangi menyembelih 2 Ekor Sapi Qurban


Pada hari raya Qurban Tahun ini penyembelihan hewan qurban di Kementerian Agama dilaksanakan pada hari Sabtu (1/8) atau Hari Tasyrik pertama. Hal ini dilakukan dengan mengingat Idhul Adha yang jatuh pada hari jum’at, dengan penyembelihan 2 ekor sapi dan beberapa ekor kambing   tidak dilakukan pada hari Jumat agar tidak mengganggu pelaksanaan Sholat Jum’at. “Pelaksanaan Sholat jumat pada masa pandemi covid-19 dengan protokol kesehatan harus menjaga jarak, sehingga meluber sampai halaman” ungkap muklis, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi selaku Ketua Panitia Pelaksana.



Hewan qurban yang disembelih di halaman Masjid Ar Royan tersebut bukan hanya berasal dari Pejabat dan Karyawan Kantor Kementerian Agama saja, melainkan dari Bank mitra yang juga menitipkan penyembelihan hewan qurban pada Panitia. “Kita menerima satu ekor sapi danddan seekorBseekor Jambing kambing dari Syariah” Ungkap Suciningsih, Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

Sementara itu BSM yang diwakili Khusnul Amaliah dari BSM cabang Rogojampi menyampaikan bahwa sudah beberapa tahun ini pihaknya mempercayakan penyembelihan hewan qurban kepada panitia pada Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. "Panitia penyembelihan hewan qurban Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi terbukti amanah dalam pembagian hewan qurban, juga dibarengi dengan kegiatan Kemenag Bersedekah" ungkap perempuan berkacamata yang biasa dipanggil Lia ini.

Dalam kegiatan Idhul Adha tahun ini bukan hanya penyembelihan hewan qurban saja yang dilakukan oleh panitia, tetapi juga kegiatan Kemenag Bersedekah dengan cara pembagian beras dan Sembako bagi masyarakat miskin sekitar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, yang didapat dari sumbangan sukarela beberapa Karyawan kementarian Agama. Sekretaris Panitia, Achlis Yusrianto menyampaikan bahwa sumbangan untuk kegiatan Kemenag bersedekah bukan hanya didapat dari Karyawan yang beragama Islam, tetapi juga Karyawan lain yang tidak beragama Islam. “Terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kab Banyuwangi beserta Para Pejabat dan Karyawan, para Pengawas Madrasah Tingkat Atas, Pengawas PAIS, Penyelenggara Katolik , dan Pengawas Katolik/Kristen, para Guru Agama Hindu dan Guru Agama Budha atas partisipasinya untuk ikut serta memberikan sebagian rizkinya untuk bantuan sembako pada masyarakat kurang mampu di sekitar Kantor Kemenag, semoga kebaikan kita semua mendapat balasan kebaikan yang banyak” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet salut terhadap rasa peduli ASN dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang dengan kesadaran sendiri berinisiatif melaksanakan kemenag bersedekah. “Tidak ada batasan masalah Agama dalam bersedekah” ungkapnya. Terlebih Panitia sangat bijak memilah kegiatan yang dilaksanakannya, sehingga dapat dikuti oleh semua ASN Kementerian Agama dari semua Agama. H. Slamet juga menyampaikan banyak terima kasih atas segala bentuk partisipasi ASN dilingkungan Kantor Kementerian Agama yang memberikan contoh nyata kepada masyarakat tentang rasa peduli terhadap masyarakat, terutama ketika Bangsa Indonesia menghadapi Pandemi covid-19. “Tanpa anjuran dari pimpinan, para ASN berinisiatif melaksanakan kegiatan tersebut” ungkap mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso ini.  


Idhul Adha di Tengah Pandemi

Idhul Adha di Tengah Pandemi

Oleh : Veda Thalia

Sholat Idhul adha telah dilaksanakan dengan protocol kesehatan, meskipun tidak se meriah tahun lalu, masih banyak hewan kurban yang disembeih pada tahun ini. Pemerintah tidak ingin perayaan Idul Adha yang telah berlangsung malah menjadi penyebaran COVID-19 antar masyarakat, karenanya, pemerintah menekankan agar saat salat berjamaah, jaga jarak atau physical distancing harus tetap dijaga. selalu berdoa dan berpasrah diri kepada Tuhan “Natas, nitis, netes”.

Idul adha adalah salah satu hari raya dalam Agama Islam. Pada hari tersebut salah satunya diperingati dengan peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail atas perintah Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba. Satu hari menjelang Idul Adha 2020 tepatnya pada 9 Dzulhijjah yang jatuh pada Kamis 30 Juli 2020, umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

Ada yang berbeda dari pelaksanaan hari raya Idul Adha kali ini, karena  bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang mengharuskan semua orang wajib menjaga jarak untuk mencegah penularan virus yang menyebabkan COVID-19. Ketika dilaksanakan Sholat Ied, menggunakan protolo lesehatan, memaki masker dan jaga jarak, karenanya Nampak jamaah meluber hingga kejalan raya. panitia harus menjaga jarak saat pelaksanaan penyembelihan, panitia wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan dan menjaga kebersihan saat dan setelah penyembelihan, serta menjaga kebersihan lingkungan dan alat kerja. Hewan kurban juga harus tetap dipastikan sehat terlebih dahulu dan telah sesuai dengan aturan yang berlaku agar memperoleh daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal. Sementara itu, terkait penyembelihan hewan kurban, setiap satu ekor hanya boleh ditangani oleh dua sampai lima orang saja karena masih melaksanakan protokol. Sementara itu, untuk pembagian hewan kurban agar dapat diantar sehingga tidak terjadi kerumunan di tempat penyembelihan, Jaga jarak antar petugas minimal satu meter. Untuk satu ekor sapi terdiri dari lima sampai tujuh petugas yang menyembelih. Kemudian satu ekor kambing terdiri dari dua sampai tiga petugas.

Jika tahun lalu, merayakan hari raya Idul Adha dengan berkumpul bersama keluarga dan teman sambil mengadakan acara bakar - bakaran, tanpa harus menjaga jarak yang ditentukan, namun kali ini kita semua harus menaati dan melaksanakan protokol demi menjaga kesehatan dan keluarga. Bebrapa kebijakan baru untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Mulai dari aturan dalam melaksanakan shalat Idul Adha, tata cara menyembelih, takbir keliling, hingga aturan bagi pedagang hewan kurban.

Meskipun masyarakat diperbolehkan menyelenggarakan Salat Idul Adha, akan tetapi ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi dan ditaati, karena indonesia belum sepenuhnya bebas dari COVID-19. pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dan sebaiknya berkoordinasi oleh pemerintah daerah masing masing. Akan tetapi, untuk daerah yang dianggap masih belum aman COVID-19 itu tidak boleh melaksanakan Kalau shalatnya di kawasan itu benar-benar merah, sebaiknya mereka salat di rumah masing-masing, apabila ada masjid yang masuk zona merah tapi di titik tersebut tidak ada penyebaran COVID-19 atau dalam kondisi aman, dipersilakan untuk menggelar shalat id berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah tetap menggunakan masker, sebelum masuk masjid harus cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, serta menjaga jarak shalat. para takmir dan pengurus masjid lebih meningkatkan protokol saat Idul Adha.

Warga yang lanjut usia rentan tertular penyakit, serta orang yang mempunyai sakit bawaan dan berisiko tinggi terhadap COVID-19 juga tidak mengikuti Salat Idul Adha di masjid atau lapangan, masyarakat tidak melakukan takbir keliling secara menyeluruh. Pemerintah sangat berharap, kalau Idul Adha tahun ini mampu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, keikhlasan, solidaritas dan ketakwaan seluruh umat Muslim di tengah bencana pandemi COVID-19. Idul Adha tahun ini sangat bermakna dan menjadi pelajaran buat kita, karena dilaksanakan di saat musibah COVID-19. Yang dapat menimbulkan kesabaran dan keikhlasan, serta mampu meningkatkan kualitas taqwa kita dalam beriman.

 

Penulis Siswa Kelas XI IPS-2 MAN 3 Banyuwangi di Srono

 


KEGILAAN DIBAWAH PENGARUH MIRAS


KEGILAAN DIBAWAH PENGARUH MIRAS
Penulis : MILA DEWI PARTIKASARI
        
        Tenar dengan sebutan "Miras" akronim daripada Minuman Keras. Sosok minuman beralkohol yang sudah ada sejak tahun 4000 SM dengan kandungan bahan psikoaktif atau etanol. Jika mengonsumsinya secara berlebihan maka akan menyebabkan seseorang menjadi "Mabuk" ,Orang jawa menyebutnya mendem atau menurunnya kesadaran. Dengan alasan itulah mengapa Negara Indonesia diberlakukan sebuah aturan bahwa minuman yang beralkohol  dilarang  diedarkan secara sembarangan dan juga tidak semua kalangan boleh mengonsumsinya. Di samping itu dampak yang akan ditimbulkan akibat dari konsumsi minuman keras yang terlalu berlebihan sangatlah ganas, berbahaya dan juga beresiko tinggi. Jadi berhenti dalam bermain-main dengannya, atau dia yang akan mempermainkan sekaligus menghancurkan para pemainnya yaitu "pemabuk"
        Mabuk merupakan kolaborasi antara fase rileks, nge-fly, emosi tidak stabil atau  ngglenying, kehilangan keseimbangan, muntah-muntah bahkan jika mengalami mabuk berat karena saking banyaknya meminum alkohol akan berpotensi menyebabkan kritis bahkan hingga kematian. Memang benar bahwa mabuk itu hanyalah sebatas dalih untuk berperilaku buruk dan brutal, etika dan moralitas seseorang tidak akan pernah bisa berubah hanya karena meneguk "Minuman Keras". Namun hanya orang-orang merugi yang menginterpretasikan hal itu sebagai suatu kebiyasaan yang lumrah dilakukan oleh kalangan masyarakat sehingga rela menyempatkan diri untuk meminum minuman keras yang tidak berguna dan tidak berfaedah sama sekali. Memang relasi antara Miras dengan tingkah laku anomik sangatlah serasi yang dapat didevinisikan sebagai bentuk sebab akibat. Tapi kausalitas yang ditimbulkan hanya dalam bentuk keburukan dan kekacauan yang akan berdampak buruk baik pada diri sendiri maupun orang lain. Seseorang yang habis minum minuman beralkohol di saat itu juga pasti akan timbul sebuah perilaku buruk yang seharusnya dihindari dan tidak dilakukan, baik dalam bentuk perkataan ataupun perbuatan. Meskipun efek miras terjadi hanya sesaat, namun hal itu layak untuk dipungkiri dan dideskriminasi.
       Lakon yang ditimbulkan oleh adanya pengaruh miras sangatlah miris. Kegaduhan, kebrutalan, dan keresahan yang ditimbulkan amat menggelisahkan semua orang. Karena para pemabuk berat tidak akan sadar dengan apa yang telah dilakukannya, baik itu perangai komersial ataupun mudarat. Di akhir-akhir ini Banyak kejadian kriminalitas di negara kita yang dipicu oleh ketidaksadaran dibawah pengaruh minuman keras. Seperti penganiayaan, pemerkosaan, aksi brutal, pengeroyokan dan bahkan pembunuhan sadis.
     Dikalangan tertentu memang pengaruh miras tidak menjadi sebuah masalah besar. Namun tidak semestinya keamanaan dan kenyamanan pada golongan lain ikut terganggu akibat ulah para pemabuk. Lingkungan masyarakat merupakan tempat dimana para warga setempat berkontribusi dengan warga yang lainnya untuk membentuk sebuah keadaan lingkungan yang kondusif dan aman terkendali, bukan malah mengganggu ketenangan dan merusak suasana dengan konsumsi minuman beralkohol yang nantinya akan memusnahkan kontributif di lingkungan tersebut. Hidup di masyarakat haruslah menyadari bahwa terdapat norma dan aturan baik secara tertulis ataupun tidak tertulis yang semestinya harus ditaati. Sebagai warga masyarakat yang waras dan peduli terhadap sesama hendaklah menghindari kegiatan bodoh yang akan menghancurkan semuanya. Jika tetap berbuat onar dan menerobos norma-norma yang ada, maka orang seperti itu tidak pantas hidup di lingkungan masyarakat tersebut dan lebih pantas hidup single di hutan supaya tidak menjadi " Homo homini lupus" bagi sesamanya. Karena hidup dihutan akan terbebas dari segala aturan yang mengikat. Dan segala aktivitas yang mengarah pada hal negatif ,kecil kemungkinannya untuk berdampak pada orang lain.
       Perlu diketahui bahwa orang yang afiat akan selalu bersyukur dengan anugrah kesehatan dari Tuhan Yang Maha Esa dan akan senantiasa selalu berusaha menjaga dirinya dan menghindari hal-hal ataupun kegiatan yang akan berpotensi menimbulkan pengaruh buruk bagi kesehatan dan lingkungannya. Dampak negatif minuman beralkohol itu sangatlah berbahaya jika mengonsumsinya secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang seperti gangguan pada hepar atau hati, penyakit jantung dan meningkatnya tekanan darah yang dapat berpotensi menyebabkan penyakit stroke, kanker ( bisa kanker mulut, esofagus, tenggorokan, usus besar bahkan sampai menyebabkan kanker payudara), gangguan otak dan saraf bahkan juga akan berpotensi depresi. Jika sudah diketahui seperti itu maka dapat diambil kesimpulan bahwa hanya orang-orang yang abnormal yang akan melakukan tindakan stupid seperti itu, karena dalam artian mereka sama seperti orang bodoh yang akan melakukan kegiatan bunuh diri. Hanya saja para pemabuk berat akan menghabisi dirinya sendiri secara perlahan-lahan dengan menlateni mengonsumsi miras yang akan membuat dirinya kecanduan dan ketergantungan. Trik ala pecandu miras dalam membunuh awaknya sendiri memang berbeda dengan orang yang akan bunuh diri. Mereka akan menghabisi dirinya sendirinya dengan sekejab tanpa harus melewati tahapan-tahan sakit ataupun kegiatan yang merugikan orang lain.
Dari beberapa kasus di Indonesia dampak negatif yang ditimbulkan oleh para pemabuk terhadap orang lain yang berada disekitarnya itu tidak main-main, bahkan berdampak pada kematian orang sekitar yang tidak bersalah akibat dari kegilaan para pemabuk berat itu. Dipicu oleh menurunnya kesadaran, banyak pihak lain yang dirugikan akan keberadaan para pemabuk. Seperti kejadian baru-baru ini juga yang lagi heboh di beberapa kalangan , yaitu pembunuhan kakek ditangan cucunya sendiri dikarenakan pelaku mengalami mabuk berat dan menurunnya kesadaran akibat tegukan miras. Ada juga peristiwa pemerkosaan Bapak kepada anaknya yang lagi-lagi dipicu oleh efek edan miras. Seharusnya sebagai orang tua itu wajib menjaga dan melindungi anaknya dari segala keburukan dan senantiasa menyuport untuk menggapai semua impian dan cita-citanya, bukan malah menghancurkan masa depannya dengan hal yang sangat bodoh untuk dilakukan.  Selain itu aksi brutal para pemabuk di jalanan yang meresahkan warga sekitar dan juga banyak kecelakaan maut yang menewaskan beberapa orang yang diketahui para korban meninggal karena masih dalam pengaruh miras. Ada juga berita terbaru pada bulanJuli 2020 yaitu peristiwa pembunuhan istri oleh suami yang disebabkan oleh efek miras. Pelaku dan korban sama-sama telah meneguk miras di rumahnya, lalu diantara mereka terjadilan sebuah cekcok hingga berujung pada pencekikan yang dilakukan oleh si suami hingga menyebabkan sang istri tewas seketika. Dengan melihat beberapa kejadian itu, seharusnya seluruh warga masyarakat terutama di Negara Indonesia haruslah waspada dan mawas diri terhadap ancaman ganas dari miras.
     Beberapa orang menganggap bahwa semua masalah berat yang telah dipinggulnya akan terasa lebih ringan apabila meneguk minuman beretanol tersebut. Serasa semua konflik yang melanda akan hilang senyap begitu saja. Perlu diketahui bahwa orang yang berakal sehat akan berfikir 1000 kali untuk melakukan hal dungu seperti itu. Karena mereka tahu bahwa cara menyelesaikan sebuah permasalahan itu harus membutuhkan ketenangan, kesabaran, kebijaksanaan dan kesadaran bukan dengan kegilaan. Orang yang cerdas akan paham jika berkolaborasi dan berkontribusi dengan miras untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, itu adalah pilihan yang kurang tepat dan akan berpotensi dalam memperburuk keadaan. Ingat, Miras tidak akan menyelesaikan permasalahan, tetapi malah akan memperkeruh kondisi dan menambah masalah.
      Orang yang sedang dalam kendali minuman keras otomatis kondisi emosinya tidak stabil. Itulah mengapa para pemabuk mudan sekali terpancing emosi saat ia mendapatkan sentilan dan terciptalah sebuah kegaduhan dan perkelahian baik terhadap sesama pemabuk ataupun dengan orang lain yang berada di sekitarnya. Disamping itu, aktivitas atau tingkah laku para pemabuk seketika setelah meminum miras seperti orang yang gila yang ngomong-ngomong sendiri, ngomel-ngomel sendiri , tertawa-tertawa sendiri dan tingkah laku gila lainnya. Orang gila biasanya disebabkan oleh kelainan atau gangguan pada jiwanya entah itu disebabkan oleh faktor keturunan,kecelakaan ataupun faktor lainnya. Sedangkan gila dadakan zaman now kebanyakan disebabkan oleh efek psikoaktif dari minuman keras.
       Apalagi yang sangat ditakutkan dan disayangkan apabila kegilaan ini terjadi pada kalangan pelajar. Karena kegilaan oleh pengaruh miras sangatlah berpotensi menghancurkan masa depan mereka. Yang seharusnya di usia pelajar itu mengisi waktu luangnya untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat seperti belajar ilmu pengetahuan, berkreatifitas, berkarya dan gairah baik lainnya. Bukan malah untuk menghancurkannya dengan meneguk monster truculence miras.
Negara indonesia adalah negara kepulauan yang amat luas dan dalam mengkondisikan seluruh wilayahnya ,indonesia membutuhkan generasi cendekiawan cerdas yang nantinya akan menjadi sosok pemimpin mumpuni dan hebat dalam menangani segala hal demi terciptanya sebuah nation yang makmur. Maka dari itu sangat disayangkan sekali apabila para putra putri bangsa harus gagal ditengah perjalanan dalam menuju kesuksesan menjadi orang hebat, hanya karena terhalang oleh percikan miras yang meluluhlantahkan sinergi para pejuang kenaiman bangsa.
Sebelum melakukan tindakan konyol ini, mereka harus ingat bahwa dia dilahirkan ke dunia ini untuk menjadi orang yang berguna dan bermanfaat baik itu bagi dirinya sendiri,orang lain,agama ataupun negara bukan malah menjadi orang yang merugikan. Orang tuanya pasti menaruh harapan besar kepada mereka dan berharap para anak-anaknya kelak bisa menjadi orang yang berhasil dan sukses di segala aspek terutama pada aspek keimanan , dan bukan menjadi anak yang gagal dan merugi. Jika tidak bisa berbuat banyak untuk orang tuanya, setidaknya mereka bisa bersyukur karena mereka telah memberinya kehidupan. Dan jangan hancurkan kepercayaan dan keyakinan mereka hanya karena kegilaan sesaat dari efek miras.
Tuhan memberikan kehidupan kepada manusia itu untuk dijaga dan disyukuri, bukan untuk dirusak. Kecanduan Meminum miras itu sebagai salah satu  bukti bahwa tidak ada rasa syukur atas semua anugrah yang diberikan tuhan. Miras sebenarnya diciptakan untuk obat atau ramuan kesehatan, namun karena kebrutalan dalam mengonsumsinya akhirnya timbulah penyalahgunaan. Dan Tuhan memberikan otak kepada manusia agar mereka bisa berfikir dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika seseorang tidak bisa membedakan antara kedua hal itu, berarti bisa disimpulkan bahwa orang itu telah mengalami kegilaan atau gangguan jiwa.
     Apalagi ditengah pandemi Corona Virus Disease, banyak orang yang tidak bertanggung jawab dan egois dengan berkerumun bersama teman-temannya melakukan pesta miras. Dengan kondisi bumi yang masih memprihatinkan, kelakuan buruk mereka hanya akan merusak tatanan dan peraturan pemerintah yang berlaku saat ini. Beberapa kejadian kriminalitas selama Covid ini salah satunya yaitu peristiwa tertusuknya ketua RT oleh para pemuda yang sedang bergerombol dengan hidangan miras. Peristiwa itu disebabkan karena mereka tidak terima ditegur oleh RT karena mengeriap ditengah mewabahnya virus corona dan akhirnya merekapun melakukan penyerangan terhadap RT hingga tewas mengenaskan. Orang-orang brandal seperti itu pantas untuk diberantas dan diberikan bimbingan khusus supaya tidak melakukan kebodohan lainnya yang semakin menjadi-jadi. Tindakan tidak berguna itu hanya akan menambah beban negara dalam upaya pemutusan mata rantai Covid. Dengan situasi gawat darurat sekarang akibat corona, hendaknya mereka bisa menahan dirinya sementara waktu ini untuk menghindari kerumunan bersama komplotannya.
       Perlu diingat bahwa negara kita saat ini masih membutuhkan para generasi yang bermoral , bukan generasi ndugal. Berbakti kepada bangsa dengan menjadi generasi berguna sebagai salah satu bentuk balas budi terhadap negara yang telah memberikan kehidupan yang layak dengan kemerdekaan dan kedamaian.

Penulis : MILA DEWI PARTIKASARI
                 XI MIPA 3
                 MAN 3 BANYUWANGI



 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger