Pages

Revolusi Mental di Era Pandemi Covid-19


Revolusi Mental di Era Pandemi Covid-19
Oleh : Tria Aini Wulandari

            “Sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat perlu dan mutlak memiliki tiga hal, yakni (1) Berdaulat dibidang politik, (2) Berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) dibidang ekonimi serta (3) Berkepribadian dibidang  budaya”.   Pidato Trisakti Bung Karno Tahun 1963 tersebut patut dijadikan renungan bagi kita yang hidup di era Reformasi. Dimana Perkembangan tehnologi begitu dahsyatnya hingga membuat banyak pihak yang “keponthalan” untuk mengikutinya, terlebih menghadapi Pandemi Covid-19 yang seakan tak berujung.
Gerakan Nasional untuk mengubah cara pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai, dan perilaku bangsa Indonesia untuk mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian sangat diperlukan untuk mewujudkan negara ysng benar benar adil dalam kemakmuran. Gerakan dengan perubahan Pola Pikir, perubahan Mekanisme Kerja serta Budaya organisasi sangat diperlukan untuk perubahan pola pikir dan sikap dari aparat yang dilayani menjadi aparat yang seharusnya benar benar melayani masyaraakat sebagai pemilik kedaulatan.
Perubahan mendasar dalam cara berpikir, cara berkata (isi perkataan), dan cara bekerja yang lebih baik, yang dapat menjelma menjadi perilaku   dan tindakan sehari-hari (kebiasaan, budaya) di   berbagai sendi kehidupan bangsa yang ingin dicapai dalam Revolusi mental dapat tercapai dengan baik jika diawali oleh para pejabat dan Aparatur Sipil Negara maupun para guru yang oleh masyarakat dianggap sebagai kalangan terdidik yang seharusnya dapat dijadikan sebagai panutan.
Budaya adalah kumpulan gagasan, hasil karya, dan tindakan manusia yang diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat dimana pembiasaan yang hidup secara berkesinambungan ini dapat dibentuk dengan nilai nilai baru yang sesuai dengan norma hukum yang berlaku, baik hukum agama maupun hukum positif. Pembiasaan yang membentuk budaya tersebut yang tidak sesuai dengan cita cita bangsa Indonesia yang bebas dari perilaku korupsi, pungli dan gratifikasi sangat perlu diajarkan sejak dini, sehingga akan timbul pembiasaan sifat jujur dan bertanggung jawab.
Sikap dan perilaku individu dan kelompok yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari yang dilakukan oleh ASN dan kaum birokrat setidak tidaknya telah sesuai dengan SOP (Standard Operating Prosedure) dimana mekanisme kerja akan semakin terukur dan ada kepastian dari layanan yang diberikan kepada masyarakat, dimana layanan tersebut semakin hari semakin meningkat.
Dalam Agama Islam, disebuah hadis nabi menyaampaikan bahwa Seseorang jika hari ini lebih baik dari hari kemarin  adalah orang yang beruntung, jika hari ini sama dengan kemarin  maka ia adalah orang yang merugi, dan sedangkan  jika hari ini lebih jelek  dari kemarin maka ia dilaknat. Hal inilah yang menjadi pemacu umat Islam untuk berbuat yang semakin baik, dalam arti jangka pendek untuk dirinya sendiri maupun jangka panjang untuk generasi mendatang. Perubahan menjadi lebih baik ini tidak dapat dilakukan dengan cepat  jika tidak ada langkah revollusioner untuk melakukannya. Hal ini disebabkan adanya kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin yang dianggap mengabaikan kepentingan masyarakatnya. Kepercayaan sebagai pihak yang dilayani tersebut sangat penting artinya bagi aparatur negara sebagai agen perubahan.
Kita tidak akan terlepas dari dunia yang semakin kompetitif, dimana hanya ada dua pilihan dari perubahan tersebut, apakah kita tinggal diam dan tergilas dengan perubahan tersebut, ataukan kita ikut sebagai pelaku sejarah dari perubahan yang lebih baik, dan sepertinya tidak ada pilihan bijak kecuali kita harus ikut menjadi pelaku sejarah sebagai agen perubahan. Penyebaran Covid-19 menjadikan salah satu filter bagi kita, apakah kita dapat bertahan dan tetap eksis, ataukah tenggelam dan semakin tidak kelihatan.
Rasa gotong royong lebih Nampak ketika kita menghadapi bencana bersama, seperti yang dilakukan beberapa kalangan yang sebagian besar dimotori Remaja Masjid dengan membuat tempat khusus untuk menyalurkan sedekah dalam bentuk bahan pokok yang dapat diambil oleh siapapun yang merasa membutuhkan dan juga dapat diisi oleh siapapun yang merasa berkecukupan. Tempat ini biasanya disebut dengan istilah Terminal Sedekah Covid-19, ada juga yang menamakan Kampung Sedekah yang saat ini berdiri di beberapa tempat di Kabupaten Banyuwangi.
Rasa peduli juga timbul di kalangan Madrasah, hal ini seperti yang dilakukan orang tua Siswa MI Darul Amien Jajag (Tempat penulis mengabdikan diri) dimana orang tua siswa (terutama yang bekerja diluar negeri) mengirimkan Alat Perlindungan Diri (APD) ringan kepada Madrasah tanpa harus diminta, mereka secara sadar tercipta perasaan saling peduli terhadap perkembangan pendidikan. Perasaan saling percaya tersebut perlu terus dikembangkan untuk terbentuknya watak dan perilaku anak anak menjadi manusia berkarakter keagamaan yang kuat.
“Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hanya dari 2,5 sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli, bangsa yang rela menderita demi pembelian cita cita”. Pidato Presiden Soekarno tersebut menegaskan Bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang lembek seperti tempe yang harus dibuat dengan cara diinjak injak. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar yang tumbuh dengan semangat gotong royong dan rasa peduli untuk mengatasi berbagai masalah bersama sama.

Penulis adalah Guru pada MI Darul Amien Jajag Kecamatan Gambiran





Segudang Prestasi Baru di Era Pandemi Covid-19


Segudang Prestasi Baru di Era Pandemi Covid-19
Oleh : Annisa Arahma
Memikirkan tentang corona akan menimbulkan kekhawatiran dan kewaspadaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun ingat makna kalimat dibalik setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Beberapa dampak positif yang membuat diri kita beruntung saat wabah corona terjadi diantaranya lebih peduli dengan kebersihan, kesehatan keluarga, keharmonisan hubungan, serta keutamaan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap sesama menjadi rutinitas baru dalam kehidupan sehari-hari selama pandemic. Pemanfaatan kemajuan teknologi digital memang sangat membantu kita dalam menjalani kegiatan selama karantina. Untuk menangkal kejenuhan, biasanya orang akan lebih sering membuka aplikasi youtube dan kemudian menonton video-video edukasi yang kemudian menjadi jembatan untuk menyadari bakat diri. Era pandemic covid 19 juga dapat menjadi kesempatan bagi orang-orang yang menyukai komunikasi dan senang berbicara didepan umum baik dengan tulisan maupun lisan, dapat mengungkapkan isi pikiran dengan cara mengangkat sebuah topic dan mengemasnya secara menarik melalui ciri khasnya melalui tulisan maupun video.

Sejak pandemic covid 19 dinyatakan dan kemudian putusan kebijakan pemerintah mengenai pelaksanaan segala kegiatan dirumah saja membuat beberapa orang baru menyadari bakat dalam dirinya yang bisa dikatakan bakat yang muncul secara tiba tiba. Adanya virus corona tidak hanya melulu membawa dampak buruk karena masih ada sisi positif yang dapat kita lihat dari pandemic ini. Kondisi pandemic mengharuskan kita berada dirumah saja demi memutus mata rantai penyebaran covid 19. Hal inilah yang bisa memicu kreatifitas otak selama dirumah saja agar tidak merasa sangat bosan. Ajang penemuan bakat, perbaikan hubungan dengan sesama keluarga, pendekatan kepada sang pencipta, dan masih banyak lagi hal lainnya yang pasti baru kita sadari selama karantina dirumah.
Yang lebih menarik, bagi orang-orang yang sudah menemukan bakatnya selama pandemic corona pengeluaran biaya hidup menjadi lebih hemat. Tentunya sisi baik kemajuan teknologi dapat mengasah kemampuan kita dalam hal memasak. Dahulu sebelum pandemi seringkali kita mengandalkan warung online untuk memenuhi kebutuhan makanan kita. Menyadari selama masa pandemi penghasilan selama bekerja menipis, tuntutan untuk hidup lebih hemat  tidak dapat kita tepis. Mencoba melakukan hal hal baru dapat mendatangkan manfaat. Mengasah kemampuan memasak tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Bakat memasak akan berkembang pesat apabila sering mencoba rutin untuk melatihnya.Meluangkan waktu sebentar untuk melakukan kegiatan yang sangat berguna tersebut juga mendatangkan kesuksesan bagi kita lho. Kegiatan memasak juga dapat mengurangi tingkat stress yang tinggi akibat kondisi pandemic.
Sisi baik yang dapat ditemukan dari covid 19 tersebut menyadarkan kita akan banyak hal. Kemampuan yang dimiliki seseorang pasti berbeda-beda karena kepuasan hidup yang didapat berasal dari pencapaian dan kesibukan tersendiri. Mencoba untuk menjadi orang yang berani dalam mengambil resiko dari tindakan yang akan dilakukan meskipun masih belum banyak informasi yang didapat. Menjadikan motivasi dari orang orang yang mudah menyesuaikan diri selama pandemic covid 19 dengan perubahan yang tanpa sedikitpun merasa kecewa. Ide-ide kreatif cenderung muncul apabila lebih sering diasah. Pandemic corona menjadi waktu yang tepat untuk melatih dan mempelajari keterampilan baru sehingga kita dapat memanfaatkan kualitas waktu dengan sangat baik. Hal kecil yang sering diacuhkan kini membuat perubahan besar dalam siklus hidup di era pandemic covid 19. Misalnya disiplin, tanggung jawab, keselarasan, pandangan ke masa depan, fokus memperbaiki diri serta emphaty (bisa merasakan perasaan orang lain).
Mencoba hal hal baru sebaiknya dijadikan candu karena kedudukan kita sebagai individu yang haus ilmu. Apalagi dimasa sekarang sedang trend menyalurkan bakat melalui pesatnya ilmu teknologi. Bagi yang ahli di bidang teknologi juga akan merasa sangat diuntungkan. Tidak ada batasan bagi siapapun untuk menunjukkan kemampuannya dalam persaingan ketenaran di social media. Yakni wadah pemusatan mudahnya seseorang berhubungan dengan orang lain hingga satu dunia dengan Informasi yang begitu cepat tersebar karena seberapa menarik keahlian dalam menunjukkan jati diri kita. Tolak ukur kesuksesan dilandasi dengan kesungguhan dalam menerima serta menjalani segala kondisi. Jangan terlalu bosan dan sibuk mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat kita rubah dengan cara mengenali dan mengembangkannya.
Mencari celah diantara bayangan rasa jenuh akibat korona dapat diatasi dengan memulai dan mengatur rencana yang tertata dengan apik. Tentunya dengan mengenali informasi segudang bakat di era pandemic covid 19 yang pastinya mendatangkan keuntungan bagi diri kita. Namun ingat, segala bentuk tindakan dan kegiatan yang kita jalani harus sesuai dengan protocol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Banyaknya ilmu pengetahuan yang dibutuhkan semua orang dapat dijadikan peluang mengenalkan kemampuan yang dimiliki kepada public melalui pembuatan konten video. Bagi yang memiliki bakat dalam hal karya seni masih bisa melakukannya walaupun dengan berada dirumah saja. Menjalani keadaan baru itu seru kalau sanggup memandang sisi positifnya. Jadi, apabila dalam keadaan sekarang ini masih mengutamakan malas berarti masih belum sadar betapa hebatnya kemampuan anda yang sebenarnya sangat dibutuhkan dunia.
Pemerintah menganjurkan kita berada dirumah saja bukan untuk malas-malasan apalagi tidak melakukan apa-apa. Justru dengan dirumah saja kita bisa menjadi lebih produktif dalam menjalani segala aktivitas bermanfaat yang tidak hanya untuk diri sendiri namun juga bermanfaat bagi orang lain. Mungkin bagi yang sudah mendapat keuntungan karena usahanya selama karantina bisa mendonasikan ataupun menggalang dana bantuan bagi pihak yang ekonominya terdampak karena penyebaran virus corona yang masih belum berakhir. Manfaatkan penyaluran bakat secara digital dengan menjadi pribadi yang lebih peduli dengan sesama dan saling membantu kepada yang membutuhkan. Seperti para penyanyi tanah air yang menggalang dana untuk membantu perekonomian pihak terdampak dengan mengadakan konser online. Kegiatan tersebut adalah contoh tindakan terpuji dalam menyalurkan kemampuan yang kreatif.
Meskipun masa darurat covid 19 membatasi kegiatan dan pekerjaan jangan sampai depresi. Fokus dengan memiliki arah dan tujuan yang jelas sangat dibutuhkan. Tetap semangat jalani WFH (work from home) serta LFH (learn from home) dan tidak lupa untuk mengoreksi diri sendiri ketika terjadi penyimpangan walaupun terkadang cepat merasa bosan dengan kegiatan yang sedang kita tekuni. Ingatlah bahwa orang-orang tidak akan mengetahui apa kemampuan kita apabila kita sendiri tidak mengenalkannya kepada orang lain dan saat inilah waktu yang tepat untuk menunjukkan kemampuan yang kita miliki. Menciptakan ide kreatif pasti tidak mudah karena hal tersebut adalah bagian besar tolak ukur kesuksesan di masa depan. Kata kuncinya rajin mencoba dan memiliki pemikiran terbuka dengan menerima saran dan kritik dari orang lain. Menghargai kemampuan di dalam setiap orang yang ada tanpa meremehkan semua pihak.
Era pandemic covid 19 juga dapat menjadi kesempatan bagi orang-orang yang menyukai komunikasi dan senang berbicara didepan umum baik dengan tulisan maupun lisan, dapat mengungkapkan isi pikiran dengan cara mengangkat sebuah topic dan mengemasnya secara menarik melalui ciri khasnya. Banyak sekali bukan, bakat yang bisa disalurkan meski karantina dirumah saja? Yang pasti tetap patuhi dan jalani kebijakan pemerintah untuk memutus penyebaran virus corona dengan baik.
Penulis adalah siswa Kelas XI MIPA 2 MAN 3 Banyuwangi



Madrasah Untuk Calon Manten

Madrasah Untuk Calon Manten
Syafaat, SH, MHI

Peningkatan sumber daya manusia harus diawali dengan peningkatan mutu keluarga, dimana calon suami istri yang akan melangsungkan pernikahan harus benar benar siap sebagai calon orang tua yang akan membesarkan dan mendidik anak anaknya. Persiapan tersebut tidak dapat dilakukan secara instan dalam beberapa hari atau mmungkin beberapa bulan saja, namunn harus dipersiapkan sejak dini, terlebih bagi perempuan sebagai calon dari seorang ibu.
 
Beberapa kali saya mengikuti diskusi dalam sebuah worshop yang dilaksanakan beberapa instansi pemerintah dan NGO terkait peningkatan pemahaman dan pengetahuan dibidang kesehatan, keluarga sakinah dan kependudukaan, dimana sejak usia sekolah telah diberikan pemahaman tentang persiapan seorang remaja putri sebagai calon dari seorang ibu harus menjaga kesehatan, terlebih dari gejala anemia, hal ini berkaitan erat dengan pertumbuhannya dimana dengan aktifitas pelajar yang begitu padat, dan pada saat tertentu mereka juga mendapatkan tamu bulanan yang jika kurang tercukupinya asupan gizi yang dibutuhkan, akan berdampak pada gejala anemia yang dalam jangka panjang akan berdampak pada pertumbuhan dirinya.
Pemahaman tentang perencanaan pernikahan dan reproduksijuga diselipkan pafda beberapa materi pelajaran disekolah serta adanya  beberapa lingkaran organisasi siswa dibidang kesadaran kependudukan seperti GenRe (Generasi Berencana) Pik-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Saka Kencana dalam Kegiatan Pramuka, dimana dengan beberapa materi dan kegiatan tersebut dihartapkan remaja diusia sekolah tersebut dapat terhindar pernikahan dini serta memahami masalah reproduksi dan terhindar dari kegiatan seks bebas.
 
Diskusi antar remaja untuk membahas yang berkaitan dengan diri dan pribadi dengan menjadikan rekan sebagai konsultan sebaya sangat efentif untuk memberikan kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan masalah masalah yang berkaitan denga gejolak perasaan remaja yang mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis yang diharapkan terjadi hubungan yang sehat yang tidak bertentangan dengan norma yang berlaku.
Islam mengajarkan bahwa menuntut ilmu menjadi sebuah kewajiban bagi seorang laki laki dan seorang perempuan, meskipun dalam agama Islam tidak ada kewajiban dari seorang peremouan untuk mencari nafkah. Dimana seorang perempuan ebagai kodratnya akan menjadi seorang Ibu yang bukan hanya berkewajiban membesarkan anak anaknya, namun juga mendidik anak anaknya, karena seorang Ibu merupakan Madrasah pertama bagi anak anaknya. Karenanya peningkatan kesehatan dan pendidikan bagi calon ibu sangatlah penting untuk peningkatan kwalitas sumber daya manusia, dimana ketika seorang anak berada pada masa keemasan (golden age) yakni usia kelahiran hingga usia 3 tahun, lebih banyak hidup bersama ibu dan keluarganya.
Peningkatan usia yang diperkenankan untuk melangsungkan perkawinan dari yang semula 16 tahun bagi seorang perempuan menjadi laki laki dan perempuan minimal 19 tahun adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kwalitas keluarga, meskipun dalam hal tertentu dan beberapa daerah di Indonesia, usia minimal untuk menikah tersebut dianggap belum saatnya untuk diterapkan di Indonesia. Begitu juga dengan pelaksanaan suscatin dan binwin yang dilaksanakan sebelum dilaksanakannya perkawinan tersebut.
Perkawinan merupakan masalah komplek, dimana masalah yang dihadapi satu keluarga dengan keluarga lainnya akan berbeda. Hal ini membutuhkan kesiapan mental, dimana pada usia yang lebih dewasa ketika memulai perkawinan akan berdampak pada kematangan cara berfikir dan menyelesaikan masalah dari pasangan tersebut. Peningkatan pendewasaan usia perkawinan tersebut tidak dapat dilakukan hanya dengan meningatkan batas usia minimal untuk melakukan perkawinan saja, karena dalam undang undang juga memungkinkan bagi yang usianya masik kurang dari ketentuan tersebut untuk melaksanakan perkawinan dengan dispensasi dari Pengadilan. Pendewasaan usia perkawinan akan lebih efektif dengan memberikan pemahaman terhadap Remaja usia nikah.
Kursus Calon manten (suscatin) dan Pembinaan Perkawinan (binwin) yang akan diberikan sertifikat bukan hanya untuk mengurangi angka perceraian, namun juga untuk pemahaman dalam berkeluarga yang diharapkan peningkatan terhadap kwalitas dari anak anak yang akan lahir dari perkawinan tersebut. Meskipun dengan adanya sertifikat suscatin tersebut bukan merupakan jaminan pasangan tersebut tidak akan cerai, setidaknya pasangan yang telah mendapatkan bimbingan perkawinan dapat menjadi orang tua yang baik bagi anak anaknya.

Pemilihan terhadap narasuber dalam kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan calon manten tersebut juga perlu, karena tidak jarang peserta yang mengikuti kegiatan tersebut akan mengkaitkan dengan pribadi dari keluarga yang memberikan materi. Begitu juga dengan pemberi materi dimana biasanya juga akan menyampaikan sesuai dengan pengalamam pribadi keluarganya.
Keluarga merupakan organisasi terkecil yang ada pada masyarakat, dimana dalam keluarga ini anak akan tumbuh dan berkembang yang sangat dipengaruhi oleh kondisi keluarga tersebut, karenanya pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam pendidikan anak sangat penting untuk tumbuh dan berkembangnya seorang anak, karenanya dalam setiap pelaksanaan pembinaan calon manten disamping disampaikan masalah keluarga dan perencanaanya, juga diberikan materi parenting education.
Wacana terhadap Kewajiban memiliki sertifikat perkawinan bagi pasangan calon mempelai menimbulkan pro dan kontra, hal ini dianggap kewajiban tersebut melanggar hak privasi dari seseorang untuk melangsungkan perkawinan, karena jika seseorang tidak dapat menunjukkan sertifikat perkawinan dengan sebab tidak lulus dalam mendapatkan sertifikat tersebut. Disisi lain ada yang setuju dengan kewajiban melampirkan sertifikat tersebut sebagai bukti bahwa yang bersangkutan sudah mendapatkan bimbingan perkawinan, dimana dalam sertikat tersebut bukan menentukan lulus tidaknya seseorang, namun hanya sebagai bukti bahwa telah mengikutinya.

The Power Of Ngeyel


The Power Of Ngeyel
Oleh : Vega Thalia

Dalam dunia pendidikan, Pemerintah mengambil kebijakan melakukan pembelajaran jarak jauh (BJJ) atau Learning From Home (LFH).  Meskipun  beberapa siswa yang tidak dapat mengakses internet karena tidak adanya sinyal. Banyak hambatan dan rintangan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh tersebut, semua itu harus dilalui demi pembelajaran peserta didik masa Covid-19. Dalam masa New Normal ini (pendidikan Tahun Pelajaran baru 2020-2021) beberapa daerah (zona hijau) melaksanakan tatap muka, dengam melaksanakan protocol kesehatan yang telah ditetapkan. Sedangkan daeran dengan zona kuning, orange, biru, dan merah, tidak boleh melaksanakan belajar tatap muka, melainkan dengan daring. Karena daerah dalam zona yang dilarang, itu masih dalam situasi tidak aman dalam kerumunan, meskipun banyak beranggaapan kalau "zona hijau pun bisa saja menjadi zona kuning, orange, biru atau merah, saat melaksanakan belajar secara tatap muka. Karena, masih berkerumun.", anggapan itu tidak benar. Zona hijau sangat diwanti wanti, meskipun bisa tatap muka tetapi mereka melaksanakan aturan yang ada demi memutus rantai penyebaran covid-19.  Tatap muka maupun daring, itu sama saja, kita masih dapat ilmu. Bedanya mereka secara langsung kalau kita tidak, meskipun banyak dari murid yang merasakan bosan harus didalam rumah, setidaknya manfaatkan waktu yang ada, apabila kita tidak seelalu setiap hari mendapatkan materi dari guru.
Setelah menjalani kehidupan kebiyasaan anyar atau New Normal, masyarakat seakan lupa dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Banyak dijumpai dalam Mall, pasar, dan tempat umum lainnya, keluar tidak memakai masker, tidak jaga jarak dengan orang lain. Meskipun sangat yakin tidak akan terjadi masalah, setidaknya masyarakat menghargai keputusan yang telah ditetapkan pemerintah, terlebih demi keselamatan diri sendiri dan keluarga.
Setelah hampir 4 bulan rakyat Indonesia berdiam diri di rumah. Pemerintah mengambil langkah dengan membuat aturan baru yang disebut New Normal. Yang diharapkan masyarakat dapat beraktifitas kembali dengan tetap menjaga agar Covid-19 tidak menyebar dan menimbulkan banyak korban. Meskiun rasa jenuh membayangi pelaksanaan New Normal ini dengan alasan sampai saat ini dianggap tidak terjadi masalah bagi mereka yang tetap melaksanakan kegiatan tanpa melakukan protoll kesehatan,
Beberapa bulan lalu banyak rumor beredar, kalau vaksin telah ditemukan, ternyata pernyataan itu hanya hoax semata. Yang paling lois untuk dilakukan agar tidak sengsara karena korona adalah dengan menghindarkan diri dari virus yang sangat mudah menular tersebut. Sifat sombong dengan menganggap bahwa manusia lebih takut dengan korona daripada Tuhannya merupakan keyakinan menyesatkan yang tidk peru untuk diikuti. Karena Tuhan telah memberikan akal kepada kita utuk berusaha yang terbaik bagi takdir kita.

Ketetapan New Normal tidak dapat diterapkan diseluruh daerah. Karena, yang bisa menjalankan New Normal hanya daerah yang aman / cukup aman. Dalam artian penyebaran virus dpat dikendalikan. Pemerintah Daerah tidak mungkin menjalankan masa New Normal  apabila daerahnya masih dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Apalagi kalau sudah melaksanakan masa New Normal tapi tidak dikerjakan dengan aturan yang benar, akan  memperburuk kondisi masyarakat terhadap pendemi covid-19. Pemerintah sendiri telah membuat kajian New Normal untuk memulihkan ekonomi dalam kondisi pandemi Covid-19.  Keberhasilan ini tergantung pada kondisi kesehatan yang sudah membaik dan kepatuhan masyarakat dalam mematuhi dan menjalankan pola hidup baru menjaga kesehatan. Meskipun begitu, banyak kita jumpai keluhan dalam segi ekonomi. Rata rata keluhan itu dari penjual, karena tidak mendapatkan hasil seperti biasanya, apalagi sekarang ekonomi sedang kritis, dan barang masuk pun susah untuk diterima, karena kita tidak tahu, apakah daerah itu aman atau rawan akan covid-19.
Jadi, kalau kita ingin Negara Indonesia ini cepat selesai akan penyebaran Covid-19 ini, sudah kewajiban kita untuk melaksanakan ketetapan protocol Kesehatan yang telah diputuskan. Jangan menyepelekan kondisi new normal, pasti aman aman aja. Itu adalah pikiran yang membuat orang berasumsi bahwa keadaan ini sudah aman, padahal situasi belum juga terselesaikan. The Power Of Ngeyel dengan mengabaikan protocol kesehatan tidak dapat diterapkan dalam kondisi seperti ini, karena dampak yang akan ditimbulkan bukan hanya menimpa pada diri sendiri, namun juga terhadap keluaga dan lingkungan.
Pentingnya pemahan dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi yang menimpa peril terus dilakukan, kondisi bahwa mereka saat ini aman aman saja tidak dapat dijadikan sebagai pembenar atas kengeyelannya melanggar peraturan yang telah dibuat pemerintah dalam  upaya untuk  pencegahan penularan virus tersebut. Penerapan sanksi sosial bagi pelanggar merupakan salah satu cara agar masyarakat terbiasa dengan protokol kesehatan covid-19. Begitu juga dengan peran masyarakat untuk saling mengingatkan agar masyarakat sadar atas kondisi yang melanda dunia dan upaya bersama untuk menghindarinya. Virus yang juga melanda Indonesia akan terus berkembang yang memakan banyak korban jika masyarakat tetap ngeyel menganggap bahwa virus yang sama sama ciptaan Tuhan ini dianggap tidak ada, atau dianggap tidak membahayakan bagi sesame.


 *Penulis Siswa Kelas XI IPS-2 MAN 3 Banyuwangi di Srono


Madrasah Hebat Bermartabat


Madrasah Hebat Bermartabat
Oleh : Tria Aini Wulandari
Dengan ungkapan syukur padaMu atas sgala karunia ya Allah
Kau embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan
Dengan ungkapan syukur padaMu atas sgala karunia ya Allah
Kau embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan
Madrasah tumpuan harapan umat membentuk jiwa berakhlaqul karimah

Menjawab arus tantangan zaman menjadi benteng runtuhnya moral
Kau ajarkan arti kehidupan melalui tuntunan keislaman

Dalam bingkai citra pendidikan tuk menggapai cita-cita mulia
Tuk menggapai cita-cita mulia
Setiap kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan disatuan Pendidikan Madrasah, Hymne Madrasah selalu mengawali acara yang biasanya dinyanyikan setelah lagu Indonesia Raya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengingat tujuan Madrasah sebagai sekolah dengan ciri khas keagamaan yang diharapkan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang membentuk karakter keagamaan yang kuat bagi peserta didiknya.
Slogan Madrasah Hebat Bermartabat yang mulai dipakai pada Madrasah disemua tingkatan sejak tahun 2018 memberikan motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan bangsa dengan cara bermartabat. Hal ini tidaklah berlebihan dengan mengingat ciri khas keagamaan yang diterapkan dalam kurikulum di Madrasah sangat sesuai dengan tujuan Pendidikan sebagaimana tersebut dalam pasal 3 Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Penekanan pada berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhah mulia tersebut sangat tepat jika peserta didik di Madrasah diberikan materi keagamaan, budi pekerti atau akhlakul karimah yang menjadikan peserta didik bukan hanya mengasah kehebatan kepandaian, namun juga memiliki jiwa yang menjunjung tinggi nilai sportifitas untuk membentuk peradaban bangsa yang bermartabat.
Sebagai jembatan antara model pendidikan pesantren dan model pendidikan sekolah, Madrasah mempunyai kewajiban ganda. Di satu sisi, Madrasah diidentikkan dengan sekolah, karena memiliki muatan kurikulum yang relatif sama dengan sekolah pada umumnya, sehingga madrasah wajib mengajarkan materi pelajaran yang sama dengan sekolah, termasuk juga sistem penilaian dan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi. Di sisi lain, Madrasah dianggap sebagai pesantren dengan sistem klasikal, sehingga madrasah berkewajiban pula untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama, yang lebih banyak dibandingkan yang diajarkan di sekolah sebagai ciri khas dari Madrasah.
Dibeberapa Madrasah juga diberikan materi ekstrakurikuler keagamaan diuar yang sudah termaktub dalam  kurikulum, beberapa kelas khusus keagamaan seperti Kelas Tahfid yang mengkhususkan pada hafalan Al Quran bermuncuan di beberapa Madrasah, baik Madrasah swasta dilingkungan Pesantren maupun Madrasah diluar lingkungan Pesantren. Beberapa Madrasah Negeri juga dilengkapi dengan Pesantren atau Mahad yang dikelola oleh Madrasah, sehingga model pembelajaran pada pesantren dalam Madrasah tersebut disesuaikan dengan kurikulum yang ada di Madrasah.
Beban berat Madrasah sangat dirasakan dengan mengingat sebagian besar Madrasah tersebut dikelola ole Masyarakat atau disebut Madrasah swasta yang sebagian besar pembiayaannya dibebankan kepada peran serta masyarakat disamping Bantuan Operasional Sekolah yang diterima dari Pemerintah. Terlebih jika para guru pengampu pada Madrasah tersebut belum mendapatkan sertifikasi pendidik, sehingga honor atau bisyaroh yang diterima hanyalah dari kemampuan pengelola Madrasah.
Peran aktif Mayarakat, terutama dari orang tua atau wali murid sangat dirasakan dalam membantu pembiayaan untuk keberlangsungan pendidikan di Madrasah. Kepercayaan masyarakat untuk menitipkan pendidikan putra putrinya pada lembaga Pendidikan dibawah binaan Kementerian Agama semakin hari semakin meningkat, begitu juga dengan peran masyarakat dalam tercukupinya kebutuhan Madrasah. Kurangnya perhatian pemerintah daerah, baik Kabupaten maupun Propinsi terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan alas an Madrasah dibawah binaan Pemerintah pusat, tidak menghalangi para pendidik di Madrasah tersebut untuk membentuk generasi hebat bermartabat.
Perubahan moto Madrasah dari "Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah" menjadi "Madrasah Hebat Bermartabat" bukanlah tanpa alasan. Perubahan ini menunjukkan bahwa moto pertama sudah tercapai, hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa Madrasah saat ini sudah menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendidik putra-putrinya, di beberapa Madrasah swasta telah menolak siswa baru dengan alasan sudah tidak ada bangku kosong. Perubahan tersebut juga membawa konsekwensi bagi pengelola Madrasah untuk meningkatkan motivasi seluruh elemen Madrasah yang diwujudkan dengan moto untuk capaian selanjutnya yakni hebat bermartabat. Mengutip yang disampaikan Direktur KKSK Kementerian Agama bahwa “Hebat bukan berarti harus ‘besar’, tetapi sesuatu yang tidak biasa bagi madrasah atau sekolah di sekitarnya. Memiliki keunggulan lokal atau keunikan-keunikan tertentu, dengan demikian madrasah akan menjadi pilihan masyarakat,”.

*Penulis adalah Guru pada MI Darul Amien Jajag Kec. Gambiran

SUNGGUH MENAWAN DESTINASI WISATA DI BANYUWANGI


SUNGGUH MENAWAN DESTINASI WISATA DI BANYUWANGI
Oleh: MILA DEWI PARTIKASARI

        Banyuwangi merupakan sosok kabupaten besar dengan keajaiban yang sangat mempesona bagai surga dunia karena memiliki keeksotisan, keestetisan dan keistimewaan yang sangat luar biasa. Semua tempat yang berada didalamnya menyimpan berbagai macam cerita sejarah yang unik. Baik itu mengisahkan tentang lakon mistis,adat istiadat,sosial budaya, tradisi suku osing, dan hal menarik lainnya. Disamping mencuatnya ketenaran destinasi wisata yang disetiap tahunnya selalu mengalami progres menuju kota yang unggul disemua sektor , Banyuwangi juga menawarkan mutunya  disegi kuliner,kesenian,miniatur kerajinan yang mengaplikasikan kebudayaan lokal Banyuwangi sendiri,dan juga kerajinan seni rupa batik unggulan khas Banyuwangi. Memang benar bahwa keunggulan hanya dimiliki oleh sesuatu yang istimewa, dan Kota Banyuwangi adalah sebuah tempat yang memperoleh anugrah keindahan dan eminensi yang sangat mengagumkan, juga dengan keistimewaannya yang menakjubkan membuat nama"Banyuwangi" Menjadi sebuah persona yang ketenarannya sudah mencapai puncak negara dan dunia.
       Kota Banyuwangi memang sebuah panggonan yang memiliki daya tarik eksklusif baik itu berupa keunikan, keindahan, sejarah,atau nilai-nilai lainnya yang membuat namanya menjadi sorotan publik. Semua hal yang disajikan oleh Kota Banyuwangi memiliki keutamaan sekaligus keunggulan dalam bidang pelayanan dan penyajiannya yang sangat memuaskan hati para pengunjungnya. Sungguh destinasi yang ditawarkannya sangatlah menggugah minat semua wisatawan,baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Tidak heran apabila Banyuwangi menjadi salah satu tempat unggulan dalam sektor pariwisata yang membuatnya dijuluki dengan sebuatan "Banyuwangi The Sunrise of Java". Sebutan ini juga menggambarkan bahwa Banyuwangi merupakan tempat terbitnya  matahari pagi pertama di Pulau Jawa. Dan semua keindahan mentari pagi itu akan nampak lebih jelas apabila kita berada di daerah yang tepat seperti pantai ataupun pegunungan,karena pancaran indah sang surya akan terasa lebih menawan dan merona bagai sebuah bunga surgawi. Disitulah Kota Banyuwangi menyajikan destinasi wisata andalannya untuk menikmati spot sunrise, seperti Pantai Plengkung, Pantai Pulau Merah, Dermaga Cinta Banyuwangi, Gunung Ijen, Pantai Grand Watu Dodol, Bukit Kapuran Ketapang, Wisata Gantasan, Pantai Boom, Pantai Gumuk Kantong, Pulau Santen, Pantai Cemara Banyuwangi dan masih banyak destinasi wisata indah lainnya untuk menikmati betapa eksotisnya kecantikan rona warna merah dan oranye yang disuguhkan oleh langit dari ufuk timur. Selain dijuluki The Sun Rise of Java, Kota Banyuwangi juga pernah mendapat beberapa julukan dikarenakan potensi luar biasa yang dimilikinya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, julukan itu lama kelamaan mulai memudar dan sudah jarang digunakan lagi. Julukan yang pernah disandang yaitu Banyuwangi Kota Pisang, Banyuwangi Lumbung Padi, Banyuwangi Kota Kopi, Banyuwangi Kota Bahari, dan Banyuwangi Kota Petualang.
Sedangkan julukan yang hingga sekarang masih tersohor disemua kalangan dan melekat dibenak semua orang yaitu Banyuwangi Bumi Blambangan sebagai sosok cikal bakal terbentuknya suatu wilayah yang bernama "Banyuwangi", maka dari itu kata Banyuwangi tidak akan pernah bisa terlepaskan dengan kata "Belambangan". Dilihat dari sektor kesenian khususnya kesenian Tari Gandrung, Banyuwangi juga mendapat julukan sebagai Kota Gandrung. Tari Gandrung merupakan salah satu kesenian khas Banyuwangi yang keunggulannya sudah diakui oleh kancah internasional, maka julukan Kota Gandrung itu adalah pilihan yang tepat. Karena memang Banyuwangi gudangnya sejuta seni,baik itu seni tari,seni musik,seni teater,seni rupa,seni kriya,seni lukis,seni pembuatan batik dan kreatifitas seni lainnya. Selain itu, Banyuwangi juga dijuluki sebagai "Kota Osing" Karena julukan itu sesuai dengan penduduk asli Banyuwangi yaitu Suku Osing atau biasa dipanggil dengan sebutan" Laros" Akronim daripada Lare Osing.
        Banyak wisatawan yang tertarik akan semua hal yang telah disuguhkan oleh Kota Gandrung itu, dan disetiap harinya merekapun banyak yang berdatangan dari berbagai daerah untuk mengunjungi sekaligus menikmati wahana yang ada. Kehadiran para wisatawan baik domestik maupun mancanegara dipicu oleh adanya rasa penasaran mereka akan estetisnya keanekaragaman destinasi wisata Banyuwangi yang Keunggulannya sudah tidak diragukan lagi dan keberadaannya sudah diakui oleh negara bahkan dunia. Ekspektasi dan rasa ingin tau para wisatawan akan terjawab semuanya dalam sebuah realita, apabila mereka sendiri bertekad melalukan tour pariwisata ke Kota Banyuwangi untuk menyaksikannya secara langsung tanpa terhalang kacamata pandangan orang lain bahwa betapa cantiknya destinasi Wisata Osing Banyuwangi yang kebenarannya tidak hanya sebatas omongan semata,namun juga dapat terwujud dalam sebuah aktualitas. Sosok fenomena alam fantastis yang berada di dalamnya memiliki keagungan dan keindahan bagaikan indraloka yang memikat hati sang penghuninya. Jika sudah berada disana akan membuat hati bergejolak merasakan betapa estetisnya suaka dunia yang memberikan limpahan kebahagiaan yang tiada tara. Tempat-tempat destinasi wisata Banyuwangi banyak yang keelokannya berkelas internasional dan jika berwisata disana para wisatawan bisa menatap dan menikmati kemajemukan komponen pendukung yang berkolaborasi untuk membentuk satu kesatuan yang homogen sehingga tercipta suatu keadaan  yang  menggairahkan seperti Keeksotisan Api Biru di Gunung Ijen dengan persatuan antara gunung yang mendeskripsikan sebuah kemegahan dan Api biru sebagai komponen untuk lebih mempercantik suasana , Spot keren "eigendom peri hutan" di Djawatan Benculuk dengan diversitas tanaman dan pepohonan dengan hiasana tumbuhan menjalar, Air terjun Coklak Colorful Glenmore yang dipenuhi dengan keindahan warna air yang beragam warna-warni, Alam bawah air di Bangsring Underwater yang menawan dan menjadi wisata unggulan yang pernah memperoleh penghargaan Kalpataru, Menjelajahi ekologi afrika di tanah jawa tepatnya di Taman Nasional Baluran Banyuwangi dengan sensasi grassland afrika yang eksentrik, Keindahan yang tersembunyi di Air Terjun Partemon yang menyuguhkan pemandangan asri dengan balutan udara sejuk, dan masih banyak lagi tempat-tempat istimewa di Banyuwangi yang bisa didatangi oleh wisatawan. Memang benar adanya bahwa keberagaman dan Keelokan tempat wisata di Banyuwangi tidak kalah saing dengan tempat wisata di daerah lain. Karena di Kota Banyuwangi akan mempersembahkan keunggulan dan kualitas terbaiknya pada sektor pariwisatanya.
        Kota Banyuwangi ini memang terkenal dengan segala keindahan pada tempat-tempat wisatanya, baik wisata alam maupun buatan. Namun disamping itu, Kota Banyuwangi juga memiliki beberapa tempat-tempat rekreasi yang menyimpan sejarah dan cerita mistis yang dapat menguji adrenaling para pengunjungnya yang datang berwisata kesana. Tempat wisata di Banyuwangi yang terkenal dengan kemistisannya yaitu seperti Taman Alas Purwo, Rawa Bayu, Keraton Macan Putih, Gua Istana Alas Purwo, Patung Penari Gandrung dikawasan Watu Dodol, Gunung Ijen, Jurang Tangis Taman Nasional Baluran, Goa Istana, Pantai Boom sebagai saksi tragedi INKAI, Desa Penari dan beberapa tempat penyimpan mistis lainnya. Daerah-daerah tersebut memang sering sekali terdapat kejadian-kejadian yang aneh dan tentunya mengandung kejanggalan yang membuat bulu kuduk merinding. Dari kesaksian masyarakat setempat,memang dibalik angkernya tempat-tempat wisata mistis itu terdapat sebuah kisah mengerikan pada zaman dahulu yang pastinya berkaitan dengan sejarah, hal gaib dan misterius. Maka dari itu, setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat tersebut, harus bisa mengendalikan dirinya dengan baik, menghormati semua hal yang ada disana, tidak berperilaku buruk yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri, jaga sikap dan pastinya dilarang sembrono. Meskipun terdapat beberapa kejanggalan yang ada, hal itu tidak mengurungkan niat dan tekad para wisatawan untuk berwisata dan mencoba beberapa wahana dan suasana alam yang menarik perhatian dan juga menguji adrenaling. Bagi siapa saja yang memiliki mental, semangat dan tekad yang kuat akan berani mencoba dan mengubah segala kejanggalan maupun ancaman menjadi sebuah tantangan, meskipun didalam tantangan itu mengandung sebuah resiko besar. Seperti halnya para peselancar di Pantai Pelengkung Banyuwangi sebagai spot selancar dunia, yang menjadikan ancaman berupa ombak besar itu sebagai sebuah tantangan untuk menguji adrenaling yang nantinya akan mereka taklukan dengan segala tekad dan keberaniannya.
         Disamping keunggulan pada sektor pariwisata, Kota Banyuwangi juga memiliki keanekaragaman tradisi,budaya dan adat-istiadat. Beberapa tradisi yang ada di Banyuwangi memang ada yang mengandung mistis seperti tradisi Seblang Olehsari yang diselenggarakan satu minggu setelah Idul Fitri dan Seblang Bakungan yang diselenggarakan satu minggu setelah Idul Adha. Tradisi Seblang Olehsari ini memang selalu dikaitkan dengan keberadaan roh halus seperti halnya jin ataupun roh nenek moyang yang telah merasuki penari remaja putri sebagai keturunan para penari seblang dan untuk Seblang Bakungan penarinya harus perempuan yang sudah mengalamai menopouse atau berhenti haid. Walaupun terkenal dengan potensi kemistisannya, tradisi seblang ini juga selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Selain tradisi seblang, tradisi lain yang sangat terkenal dengan kemistisannya tak lain adalah Kebo-Keboan yang menceritakan sosok Dewi Sri yang diyakini oleh masyarakat Osing di Desa Alasmalang Banyuwangi sebagai penguasa wilayah pertanian yang lagi-lagi juga berhubungan dengan keberadaan ror-roh halus. Mengaitkan dengan segala kepercayaan lokal dan kemistisannya,  Banyuwangi mendapat julukan sebagai "Kota Santet" . Karena Banyuwangi selalu dikaitkan dengan keberadaan ilmu hitam, dan karena adanya hal itu terdapat beberapa kasus kematian di Banyuwangi yang konon dipercaya sebagai salah satu akibat yang ditimbulkan oleh praktik ilmu hitam.
Selain itu, Banyak tradisi lain yang terdapat di Kota Banyuwangi yang masih dilestarikan hingga saat ini dan tentunya juga memiliki beberapa keunikan dan keeksotisan yang istimewa dan sangat berharga tentunya. Tradisi itu seperti Tradisi Barong Ider Bumi, Tradisi Puter Kayun, Tradisi Mepe Kasur, Tradisi Tumpeng Sewu, Tradisi Memainkan Angklung Paglak, Tradisi Gedhogan, Tradisi Berbahasa Osing, Tradisi Pethik Laut dan tradisi unik lainnya. Semua tradisi,adat istiadat maupun kebudayaan yang ada di Banyuwangi masing-masing memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Dengan keunikan istimewa inilah yang nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh keanekaragaman budaya Kota Osing, jadi dengan segala kapasitas terbaiknya seluruh warga masyarakat Banyuwangi harus mumpuni dalam melestarikan,membudidayakan dan mengembangkan objek kebudayaan yang telah ada sejak zaman nenek moyang agar supaya semua hal yang berharga di dalamnya tidak pudar dan hilang begitu saja terbawa oleh arus zaman dan aliran waktu yang begitu deras.
        Indonesia memang sangat erat sekali kaitannya dengan kerajinan batik, Karena batik merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang sifatnya turun menurun. Dan Banyuwangi adalah salah satu daerah yang mampu menghasilkan kerajinan batik dengan ciri khas yang unik, juga  keestetisan dan kepopulerannya sudah mendunia. Maka dari itu, seluruh warga negara Indonesia diharuskan bisa menghargai dan ikut melestarikan hasil kebudayaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan nusantara yang nilainya sangat berharga. seperti Batik bermotif Gajah Oleng, Kangkung Setingkes, Alas Kobong, Kopi Pecah, Moto Pitik, Paras Gempal, Moto Kecaruk, Gedegan, Galaran, Jajang Sebarong, Kelabangan, Blarak Sempal dan motif-motif batik lainnya yang sangat khas dan legendaris. Semua batik asli Banyuwangi itu memiliki filosofi dan kesan masing-masing yang sangat berharga dan tentunya menjadi buruan andalan semua wisatawan sewaktu berwisata di Kota Banyuwangi tersebut. Semua destinasi yang disajikan oleh Banyuwangi pastinya memiliki sebuah keistimewaan dan daya terik tersendiri yang keberadaannya membawa nama baik Banyuwangi sebagai salah satu objek wisata ternama yang terkenal dengan potensi luar biasa yang dimilikinya.
        Kekayaan alam dan segala kapasitasnya harus dijaga,dirawat,dan dilindungi dengan baik karena itu adalah sebuah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang sangat mengagumkan dan harus dicintai keberadaannya. Banyuwangi adalah sosok wilayah yang mampu melakukan kegiatan pemberdayaan itu untuk menjaga kelestarian atas semua potensi unggulan yang dimilikinya. Kearifan dalam pengelolaannya memang membutuhkan beberapa sokongan fisik maupun materi dengan harapan untuk menuju tahapan yang lebih baik dan unggul dari segi kualitasnya. Sehingga dapat terbentuklah nuansa keindahan yang mampu memeberikan luapan kebahagiaan dan pesona yang sangat menawan bagi si peminatnya. Semua destinasi yang ada di Kota Gandrung ini, pastinya selalu memperlihatkan karakter ulung yang didalamnya terdapat sebuah keeksotisan yang sangat spektakuler. Maka tidak heran apabila orang-orang yang berada diseluruh kawasan nusantara banyak yang mengenal dan mengerti apabila ditanya pasal daerah yang bernama "Banyuwangi City".Karena memang dengan segala kemampuan yang mumpuni dari semua pihak terkait, segala pembangunan insfrastruktur di Kota Banyuwangi bisa berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang begitu membanggakan untuk dinikmati semua orang. Tak salah apabila Kota Banyuwangi telah kondang dimana-mana dan banyak orang yang tau akan keberadaannya.
        Keberagaman yang sangat menawan dan mempesona,membuat kota Banyuwangi seakan-akan menjadi sosok bintang impian para wisatawan yang ada diseluruh nusantara dan dunia. Dengan segala superioritasnya, Kota Gandrung ini juga menyajikan kuliner khasnya yang selalu digandrungi oleh para pelancong. Jika sudah mecicipinya, tak heran jika para penikmat kuliner merasa ketagihan. Karena selain penyajiannya yang unik dan menggugah selera, rasanya pun juga sangat menggoyang lidah. Kuliner tradisional Banyuwangi yang melegendaris hingga saat ini yaitu Sego Tempong yang terkenal dengan sambalnya yang sangat ekstra pedas seakan membakar mulut para konsumennya. Dan kuliner lain yang tidak kalah nikmat dari Sego Tempong adalah Rujak Soto, Sego Cawuk, Pecel Pitik, Pecel Rawon, Pindang Koyong, Sup Kesrut, Sate Kalak, Uyah Asem Pitik,dan masih banyak kuliner tradisional legendaris Banyuwangi lainnya. Semua kuliner itu pastinya memiliki ciri khas pembeda masing-masing dan tentunya mengandung sebuah kenikmatan yang menggugah gairah makan. Meskipun terlihat sederhana, namun rasanya sangat lezat dan nikmat. Perpaduan bumbu antara satu dengan yang lain sangatlah selaras sehingga bisa menghasilkan sebuah perpaduan makna rasa yang sangat menyelerakan dan khas. Selain itu, Banyuwangi juga menyajikan keanekaragaman kuliner makanan ringan kering yang unik , seperti Bagiak, Roti Kelemben, Satuh, Widaran, Manisan Cerme, Loro Lencono, Karang Emas dan masih banyak lainnya. Jika ada kue kering, pastinya juga ada kue basah dan Banyuwangi punya itu semua. Kue basah asli buatan Kota Osing ini memang nampak sederhana, namun dengan kesederhanaan inilah yang memberikan luapan kelezatan yang luar biasa mantab. Jajanan kue basah suguhan Banyuwangi yaitu seperti Awung, Lanun, Serabi, Rondo Royal, Precet, Bikang, Sumping, Kolak Setup, Setupan Polo, Konthong Kambing dan masih banyak jajanan basah lainnya. Menikmati hidangan kuliner makanan tanpa sajian minuman itu adalah suatu aktivitas yang kurang sempurna dan kurang menggirangkan. Maka dari itu disamping menyuguhkan makanan lezatnya, Banyuwangi tak luput juga menyajikan minuman penyegarnya yang menjadi andalan dan buruan semua orang karena rasanya yang sangat menggiurkan, seperti Es Angsle, Ronde, Caok Menek, Setup, Selasih, dan Secang. Memang banyak yang
        Variabilitas Kota Banyuwangi ini memang sangatlah fantastis. Mulai dari Wisata Alam, Kesenian,Tradisi, Kebudayaan hingga kuliner semuanya memiliki keunggulan yang patut dibanggakan dan diacungi jempol. Menjadi salah satu rakyat Banyuwangi adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga masyarakat dikarenakan Banyuwangi adalah salah satu kabupaten terinovatif diseluruh indonesia yang berhasil menyabet penghargaan di ajang kompetisi Innovative Goverment Award(IGA) pada tahun 2018. Selain itu juga, Tidak salah jika dilihat dari keunggulan sektor pariwisata dan infrastrukturnya, Banyuwangi juga pernah memperoleh sebuah penghargaan yang sangat luar biasa karena keistimewaannya tersebut. Sebagai sosok Kabupaten besar yang memiliki potensi super menakjubkan, Sangat pantas apabila Kota Banyuwangi berhasil mengantongi gelar terbaik di ajang Indonesia's Atrractiveness Award dari Majalah Tempo dan Lembaga riset Frontier Consulting Groub pada tahun 2019. Selain dari beberapa penghargaan itu, Ditahun-tahun sebelumnya Kota Banyuwangi juga sering menjadi langganan yang mendapat penghargaan atas segala potensi unggul yang dimilikinya.
 Kota Banyuwangi letaknya memang berdekatan dengan Pulau Dewata Bali, maka tak heran apabila terdapat beberapa kemiripan antara mereka. Baik kemiripan dari segi kebudayaan, tradisi, keindahan wisata alam, kuliner maupun keseniannya. Dari semua keunggulan yang dimiliki oleh Kota Banyuwangi, sangat pantas jika disandingkan dengan Pulau Dewata Bali dikarenakan sama-sama memiliki potensi yang spektakuler.
Memang benar ditahun ini sedikit berbeda, biasanya tempat-tempat wisata selalu ramai dikunjungi banyak wisatawan namun disebabkan oleh kedatangan si monster ganas dari China yang bernama "Covid-19/Corona", semua destinasi wisata dilakukan penutupan sementara dan aktivitas berwisatapun dihentikan selama pandemi Covid ini belum berakhir. Hal itu semua dilakukan demi menghambat perkembangan Virus Corona yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Apalagi sekarang dengan kondisi baru, sebanyak 70.000++ tenang-tenang saja dan semakin hari masyarakat semakin santai dan menyepelekan keganasan covid karena terpaku oleh adanya "New Normal" Yang bisa dilihat dari keseharian warga masyarakat yang mulai tidak memakai masker saat bepergian keluar rumah, tidak menerapkan Social Distancing, minimnya penerapan protokol kesehatan dan kegiatan lain yang tidak mematuhi himbauan pemerintah. Dengan adanya New Normal memang beberapa tempat wisata di Banyuwangi sudah dibuka kembali, salah satunya adalah wisata Gunung Ijen yang letaknya perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso yang dalam ceremonial pembukaannya dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Anzwar Anas dan Bupati Bondowoso Drs.KH.Salwa Arifin pada tanggal 11 Juli 2020. Meskipun telah dibuka, para pengunjung tetap wajib menerapkan protokol kesehatan ketika berwisata ke Kawah Ijen.
         Dengan kondisi Nusantara yang masih mengkhawatirkan, seluruh warga masyarakat diharap bisa prihatin untuk sementara waktu ini selama pandemi belum berakhir sebagai salah satu upaya untuk membantu para pahlawan tenaga medis dan aparat pemerintah dalam menangani segala keriwuhan akibat bencana non alam berupa serangan ganas Covid-19. Jika bumi ini sudah baik-baik saja dan kembali seperti semula tanpa adanya gangguan si corona, pastinya semua aktivitas akan berjalan seperti biasanya. Untuk sekarang yang harus kita fokuskan adalah bagaiman cara menghentikan mata rantai penyebaran Corona Virus Disease.

Oleh: MILA DEWI PARTIKASARI
MAN 3 BANYUWANGI



Penerapan SKS pada Madrasah


Penerapan SKS pada Madrasah
Oleh : Sri Endah Zulaikhatul Kharimah

Meskipun masih bayak menyisakan kekecewaan, PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) telah berlalu. Permasalahan ini tidak terlepas dengan penerapan sistim  zonasi online, dimana di beberapa daerah terkait dengan batasan usia dan lain lain yang nampaknya perlu di kaji dan dievaluasi dalam setiap penyelenggaraan PPDB, sehingga akan didapat formula yang tepat dalam  pelaksanaan selanjutnya . Lain halnya dengan Madrasah yang dalam PPDB hanya menerapkan dua jalur yakni prestasi dan regular, dimana pada kedua jalur itu rangkaian tahapan pendaftaran maupun teknisnya ditentukaan Madrasah sendiri, setiap Madrasah memiliki kewenangan sendiri termasuk dalam penyediaan kuota dan tahapan-tahapannya, sehigga bisa  berjalan dengan baik, karena pada prinsipnya PPDB pada Madrasah bertujuan memberi kesempatan yang seluas luasnya bagi warga negara usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya secara tertib, terarah, sistematis, transparan, dan berkeadilan. Hal ini dilakukan dengan mengingat Madrasah merupakan bentuk pendidikan dengan ciri khas keagamaan yang berbeda dengan lembaga pendidikan non Madrasah.
Dari sisi ciri khas Madrasah dapat dikatakan sebagai sekolah unggulan , yaitu sekolah yang memiliki keunggulan dalam hal pembelajaran agama, seluruh mata pelajaran umum yang ada di sekolah non Madrasah bisa dipastikan dipelajari di Madrasah, tapi sebaliknya tidak semua pelajaran yang ada di Madrasah dipelajari di sekolah non Madrasah. Pelajaran agama memiliki berbagai disiplin ilmu diantaranya Aqidah Akhlak, Al Qur’an Hadits, Fiqih, SKI dan Bahasa Arab, semua diajarkan dalam waktu antara 10-12 jam perminggu. Sementara tingkatan Madrasah mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 60 Tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan menteri agama  nomor 90 tahun 2013 tentang penyelenggaraan Madrasah disebutkan bahwa Madrasah adalah pendidikan formal  dibawah binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dan kejuruan  dengan kekhasan Agama Islam yang mencakup Raudhatul Athfal ( RA ), Madrasah Ibtidaiyah ( MI ), Madrasah Tsanawiyah ( MTs ), Madrasah Aliyah (MA ) dan Madrasah Aliyah Kejuruan  ( MAK ).   
Salah satu upaya inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah adalah dengan menyelenggarakan Sistem Kredit Semester,  karena pada umumnya sistem pengelolaan pembelajaran di Indonesia pada semua satuan pendidikan mulai jenjang pendidikan dasar sampai menengah mengunakan sistem paket, dimana system ini mengharuskan peserta didik menempuh system pembelajaran yang sama dalam penyelesaikan program pembelajarannya, hal ini kurang aspiratif manakala  menghadapi kenyataan bahwa  peserta didik pada dasarnya  majemuk dari segi bakat , minat dan kemampuan / kecepatan belajar , potensi kecerdasan istimewa akan terhambat, untuk menyelesaikan  program studinya karena harus menunggu temannya yang lain, pun sebaiknya peserta didik yang lemah akan terpaksa untuk mengikuti pola belajar peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih.
Fenomena kemajemukan  peserta didik  tersebut seharusnya terlayani dengan baik ,   sesuai dengan kebutuhannya, sebagaimana termaktup dalam  UU Nomor 20 tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional pada pasal 12 ayat (1) poin (b) menyatakan “setiap peserta  didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya” selanjutnya pada poin (f) menyebutkan bahwa “peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kecepatan  belajar masing-masingdan tidak menyimpang dari ketentuan waktu yang ditetapkan“. Maka dengan dasar tersebut  akan dapat memenuhi pelayanan yang efektif dan adil kepada peserta didik yang dapat di tempuh dengan menyelenggarakan Sistem Kredit Semester (SKS ) sebagaimana diatur pada Permendikbud nomor 158 tahun 2014 tentang penyelenggaraan Sistem Kridit Semester  pada pendidikan Dasar dan pendidikan menengah .
 Madrasah sebagai satuan pendidikan umum berciri khas islam di bawah binaan Kementerian Agama, memiliki peserta didik dengan beragam potensi, bakat dan minat , memiliki SDM yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadahi, serta dukungan masyarakat yang tinggi , oleh karena itu sangat tepat untuk menyelenggarakan  SKS sebagai upaya inovasi  dalam memberi layanan pendidikan yang bermutu kepada peserta didik di madrasah .
Diawali dengan program percepatan ( akselerasi)  belajar bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa pada Madrasah. Program percepatan memiliki muatan positif pada pendidikan secara umum, karena menawarkan suatu diferensiasi model pendidikan dengan menempatkan peserta didik sesuai kemampuaannya, dalam proses perkembangan mengalami bayak regulasi dan perubahan kebijakan pendidikan  dan lain lain, sampai saat ini pada Madrasah disempurnakan dengan istilah Peserta Didik istimewa (PDCI) dengan  layanan  SKS. Keunggulannya adalah berkesempatan asah bakat minat sesuai kemampuan dan kecepatannya,  keadilannya terletak pada berkesempatan mendapatkan perlakuan sesuai kapasitas dan prestasi individu, dengan tujuan melayani peserta didik sesuai kemampuan, memaksimalkan potensi sesuai bakat, minat, kemampuan, kecepatanya, mempercepat penyelesaiaan study tapi tetap tuntas pembelajarannya.
Penyempurnaan penyelenggaraan SKS di madrasah ini berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam ( SK Dirjen Pendis ) nomor : 2851 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester Madrasah, karena dalam pelaksanaannya dan adanya evaluasi dari by claas, menjadi by school dari klasikal menjadi individu, dari modul menjadi UKBM yang dulu diistimewakan dengan fasilitas, kelas  tersendiri, terkesan eksklusif menjadi berbaur tersebar di semua kelas.
Karena kegiatan belajar model SKS ini pada dasarnya ingin memberikan layanan pembelajaran yangberkeadilan, layanan berkeadilan ini peserta didik bisa belajarmaksimal sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga proses kegiatan pembelajarannya di ruang belajar membagi tiga kelompok, kelompok cepat ( fast ), kelompok normal dan kelompok lambat ( Slow ).
Dalam Implementasi SKS untuk semua peserta didik baik yang kelompok  pembelajaran cepat, normal maupun lambat semua  ada tindak lanjutnya sendiri-sendiri, bagi peseta didik termasuk kelompok  pembelajaran lambat harus ikut dengan program remediasi yang memadahi untuk mendapatkan penuntasan kompetensi paling tidak sama dengan peserta didik yang normal, dan bagi peserta didik yang termasuk pembelajar cepat harus difasilitasi  untukpaket pembelajaran belajar selanjutnya dapat digunakan untuk setiap pelajaran, dan pada akhirnya seluruh mata pelajaran dalam waktu yang lebih cepat dari waktu yang tersedia secara formal. Pengelolaan waktu belajar yang fleksibel dilakukan melalui pengambilan beban belajar untuk unit-unit pembelajaran utuh setiap mata pelajaran oleh peserta didik sesuai dengan kecepatan belajar masing masing dengan menggunakan Unit Kegiatan mandiri ( UKMB ), Unit Kegiatan Belajar Mandiri tersebut memuat (KI) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KD) yang disusun oleh semua guru bidang studi untuk memudahkan peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran dengan materi pendamping yang ada dalam BTP ( Buku Teks Pelajaran ) E Book, BSE, e Learning dll. Sehingga bagi siswa yang bisa menyelesaikan UKBM dengan baik  dan mempunyai kecepatan belajar atau Indek Prestasi  (IP) yang bagus , maka siswa tersebut bisa mengambil mata pelajaran pada jenjang diatasnya , dan jika IPnya kurang bagus, akan ada  program tindak tindak lanjut , tentu saja tidak ada kenaikan kelas pada system SKS ini namun lulus atau tidak lulus waktu tempuh  adalah dapat menyelesaikan  6 semester dalam waktu 2 tahun dan paling lama 6 semester ditempuh dalam waktu 4 tahun.   
            Penyelenggaraan layanan SKS ini harus berbasis IT untuk itu peran guru dan madrasah harus berpartisipasi aktif membekali diri dengan kemampuan IT baik sebagai PA ( Pendamping Akademik) sebagai  pengajar, pengorganisasian pembelajaran, penopang kajian, pembangun karakter, dan sumber belajar, pada setiap guru sesuai dengan kompetensinya, harus mengadakan pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok kecil, dan pembelajaran individu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik yang bervariasi, jadwal semua pembelajaran diatur sepenuhnya oleh masing –masing satuan pendidikan dengan pimpinan kepala madrasah dan seluruh perangkatnya, demikian pula untuk pengembangan sarana prasarana sesuai kebutuhan masing-masing. Yang tidak kalah penting adalah menyangkut  kesiapan administrasi yang cukup bayak, bahkan ada beberapa sekolah / madrasah yang tidak bisa melanjutkan program ini karena banyaknya tuntutan administrasi yang harus dipenuhi, untuk itu fasilitas internet  yang memadahi dan SDM yang handal dalam hal IT sangan menentukaan keberhasilannya.
            Sekarang bagaimana pelaksanaan layanan SKS di masa pandemic Covid -19, dalam pelayanan peserta didik yang cepat / cerdas, justru lebih mudah penyesuaiannya karena peserta didik ini sudah terbiasa mandiri, memiliki minat dan  semangat belajar yang tinggi, bertanggung jawab dalam tugas, biasa berkompetisi dengan temannya dalam menyelesaikan tugas dan selama ini sebelum terjadinya covid 19 peserta didik sudah terbiasa dalam pembelajaran e- learning dan pembelajaran online, bahkan pembiasaan yang selama ini di terapkan di madrasah seperti sholat dhuha dan mengaji sebelum belajar, sholat lima waktu berjamaah  juga  harus diterapkan di rumah sebagai pengamalan dari KI 1 yang juga masuk penilaian ,sehingga ada sinergi antara iman  sebagai dasar ilmu agama dengan ilmu pengetahuan.
Karena Iman dan ilmu merupakan satu kesatuan dari dua hal yang sangat penting , bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan  satu sama lain, keduanya harus mempunyai keterkaitan  dan kerjasama  yang saling melengkapi , “menurut ulama’ dan pakar tafsir Indonesia yang kita banggakan, Prof Dr. Quraish Shihab  bahwa iman menentukan arah yang dituju sedangkan ilmu mempercepat kita sampai kepada tujuan “

Dari sinilah Madrasah harus jadi tolak ukur bahwa Madrasah itu diminati orang tua siswa, karena Madrasah unggul, hebat dan bermartabat, harus tetap menjadi spirit kita dalam mengelola pendidikan. Di Kabupaten Banyuwangi, baru dua Masdrasah yang diberi izin untuk menyelenggarakan sistim percepatan pembelajaran/ SKS  yang dapat menempuh 6 semeter selama dua tahun , Yakni MTsN 1 Banyuwangi yang terletak di Kota Banyuwangi dan MTsN 3 Banyuwangi yang berada di Kecamatan Srono.

Penulis adalah Guru Aqidah Akhlak MTsN 3 Banyuwangi di Srono




 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger