Pages

8 Standar Kompetensi Pendidikan

 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) serta Fungsi dan Tujuannya

Standar Nasional Pendidikan (SNP)
adalah suatu kriteria atau standar minimal terkait pelaksanaan sistem pendidikan yang ada di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Fungsi Standar Nasional Pendidikan
adalah sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas.

Tujuan Utama Standar Nasional Pendidikan
adalah untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat.

Berikut ini adalah 8 standar pendidikan nasional di Indonesia :

Standar Isi (1)
kriteria  mengenai  ruang lingkup  materi  dan  tingkat  kompetensi  untuk mencapai  kompetensi  lulusan  pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, mencakup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal, untuk jenis dan jenjang pendidikan tertentu.
terdapat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.

Contoh kegiatan :
Penyusunan Kurikulum (KTSP).
Pengembangan Kurikulum (pedoman pengembangan KTSP).
Pengembangan Kurikulum (tahapan prosedur pengembangan KTSP.
Pembelian ATK untuk cetak dokumen KTSP.
Penyusunan RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran).
Pembuatan Modul SKS.
Pendampingan Pembuatan Soal.

Hal-hal yang harus diperhatikan:
KTSP diatas bukan Kurikulum 2006, tetapi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan secara umum dimana Kurikulum 2013 juga termasuk di dalamnya.

Standar Proses (2)
Dalam pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk aktif berpartisipasi.
Proses belajar-mengajar ini juga memberikan ruang bagi kreativitas, prakarsa, dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan psikologis/ fisik para peserta didik.

Contoh kegiatan :
Lession Study (FGD terkait dengan proses pembelajaran di kelas).
Penyelenggaraan pembelajaran kontektual.
Pengembangan program supervisi pembelajaran
Pengembangan Metodologi Pembelajaran.
Pembelajaran remedial dan pengayaan.
Pembelajaran di luar kelas
Optimalisasi Pembelajaran pada Laboratorium (pembelian alat dan bahan habis pakai untuk praktek pembelajaran IPA).
Penyediaan ATK untuk kegiatan pembelajaran.

Standar Kompetensi Lulusan (3)
Pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik menggunakan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
Hal-hal yang diatur dalam SKL mencakup standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.

Contoh kegiatan :
Program Intensif Belajar
Pengembangan pendidikan karakter, penumbuhan budi pekerti dan kegiatan program pelibatan pendidikan keluarga.
Ekstrakurikuler Pramuka, Tahfidz, Olahraga, Seni Bela Diri, Seni Musik, Seni Tari, Seni Peran, Kewirausahaan, KIR, PMR, dan ekstra kurikuler lain yang disesuaikan dengan kebutuhan madrasah, termasuk sewa fasilitas/sarana ekstrakurikuler dan pembelian alat-alat perlengkapan untuk kebutuhan ekstra kurikuler
Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak dan menyenangkan.
Pembinaan Olimpiade.
Organisasi Siswa Intra Madrasah.
Usaha Kesehatan Madrasah.
Latihan Dasar Kepemimpinan
Pendidikan lingkungan hidup.
Pembiayaan lomba yang tidak dibiayai dari dana Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah :
biaya pembinaan persiapan lomba.
biaya pendaftaran mengikuti lomba.
biaya transportasi siswa/guru atau sewa kendaraan.
Pemantapan persiapan ujian (bimbel, penguatan bahasa Inggris, analisa hasil simulasi/try out, pendalaman materi, dll).
Penyediaan ATK untuk administrasi SKL.

Hal-hal yang harus diperhatikan:
Dapat dibayarkan honor untuk pelatih ekskul dari luar madrasah, GBPNS non sertifikasi atau GBPNS sertifikasi diluar 24 jtm.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (4)
Tenaga pendidik atau guru harus mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat rohani dan jasmani, serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Pendidik harus memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik adalah kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial.

Contoh kegiatan :
Peningkatan profesional guru dan kepala sekolah melalui KKG/MGMP dan KKM/MKKM (biaya/bantuan trasport).
Menghadiri seminar/pelatihan yang dilakukan oleh instansi/lembaga lain yang terkait langsung dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan apabila tidak dibiayai oleh instansi/ lembaga tersebut sebagai penyelenggara (biaya pendaftaran, transportasi dan akomodasi).
Peningkatan mutu guru dalam rangka pemantapan penerapan kurikulum/silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka pengembangan dan  penerapan RPP, pengembangan dan/atau penerapan program penilaian peserta didik. (biaya konsumsi, fotocopi, honorarium narasumber dari luar madrasah).
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) yang meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah, karya inovatif.
Pembinaan karier guru (terkait dengan pemenuhan kebutuhan penilaian angka kredit).
Peningkatan ketrampilan teknis tenaga administrasi madrasah.
Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.

Standar Sarana dan Prasarana (5)
Semua satuan pendidikan harus dilengkapi dengan sarana pendidikan seperti media pendidikan, peralatan pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, perabot, dan perlengkapan lainnya.
Semua satuan pendidikan harus dilengkapi dengan prasarana pendidikan seperti lahan, ruang kelas, ruang pendidik, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang perpustakaan, dan prasarana pendukung lainnya.

Contoh kegiatan :
Pembelian printer (maksimal 2 unit /tahun).
Pembelian komputer desktop/workstation/laptop (maksimal 10 unit/tahun) untuk mendukung e-RKAM, kegiatan administrasi pembelajaran (UNBK/UAMBNBK).
Pembelian proyektor (maksimal 2 unit dengan harga maksimal Rp 8.000.000,- bergaransi resmi).
Pembelian server
Pembelian scanner.
Perbaikan printer, PC, Laptop, Proyektor, dan lain-lain.
Pembelian dan  perawatan multi media pembelajaran.
Pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela.
Perbaikan meubelair, sanitasi sekolah, kamar mandi, WC, perbaikan lantai/ubin/keramik dan perawatan fasilitas madrasah lainnya.
Pengadaan meubelair untuk ruang kelas baru.
Pembelian meja, kursi siswa/guru, jika meja/kursi sudah tidak berfungsi, atau jumlahnya belum mencukupi.
Pembelian atau sewa genset untuk daerah tertentu atau panel surya, jika di madrasah yang tidak ada jaringan listrik.
Penyedian buku teks utama, buku teks pendamping dan buku nonteks.
Pemeliharaan perabot perpustakaan atau pembelian baru apabila perabot yang lama sudah tidak dapat digunakan atau jumlahnya kurang.
Pembelian peralatan/perlengkapan yang menunjang operasional rutin di sekolah antara lain: bel, sound system dan speaker untuk upacara, teralis jendela, dan /atau perlengkapan sejenis lainnya.
Pengembangan database perpustakaan
Pemeliharaan dan/atau pembelian perabot perpustakaan.
Pemeliharaan fasilitas madrasah lainnya.
Langganan majalah/publikasi berkala

Standar Pengelolaan (6)
mencakup tiga bagian, yaitu : pengelolaan oleh satuan pendidikan, Pemerintah Daerah dan Pemerintah.

Contoh kegiatan :
Biaya dalam rangka  penyusunan Evaluasi Diri Madrasah, RKJM, RKT, RAPBM dan RKAM.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Masa Taaruf Siswa Madrasah (MATSAMA).
Honor pengelola dana BOS.
Honor penyusun laporan RAB/BOS
Pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, buku raport, administrasi guru dan siswa, Alat Tulis Kantor (termasuk tinta printer, CD, flasdisk, dan lain-lain).
Usaha Kesehatan Madrasah (peralatan dan/ atau obat-obatan).
Air minum mineral galon/kemasan.
Konsumsi rapat dan kegiatan madrasah terkait dengan KBM.
Konsumsi jamuan tamu.
Pengadaan suku cadang alat kantor.
Pembelian alat-alat kebersihan dan alat listrik.
Penggandaan laporan dan/ atau surat menyurat untuk keperluan sekolah.
Biaya transport dalam rangka mengambil dana BOS di bank/kantor pos.
Biaya transport dalam rangka kordinasi dan pelaporan ke Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Standar Pembiayaan (7)
termasuk di dalam Standar Pembiayaan Pendidikan adalah biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal.

Contoh kegiatan :
Listrik, air, telepon, internet (fixed/mobile modem), baik dengan cara berlangganan maupun prabayar. (Penggunaan Internet dengan mobile modem dapat dilakukan untuk maksimal pembelian voucher/kuota internet Rp. 250.000,-/bulan).
Biaya tambah daya listrik.
Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru.
Honorarium Tenaga Kependidikan Bukan PNS
GBPNS dan Tenaga Kependidikan Bukan PNS (K2) sebaiknya dianggarkan di Operasional Perkantoran (002).

Standar Penilaian (8)
Berkaitan dengan penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah.

Contoh kegiatan :
Kegiatan Evaluasi Pembelajaran meliputi :
Penilaian Akhir Semester
Penilaian Akhir Tahun
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP)
Ujian Madrasah/UAMBN selama tidak dianggarkan dari APBN/APBD


Menggenggam Asa dalam Kerinduan


Menggenggam Asa dalam Kerinduan
            Dendang rindu mengalun indah di tengah pandemi, segenggam asa sebuah cita-cita tetap terukir walau tidak pernah bertemu. Gelora semangat belajar harus tetap terukir demi kejayaan pendidikan. Guru tetap mengajar di rumah (teaching from home), siswa harus belajar di rumah (Learning from home).  Keadaan yang tidak bisa di hindari, sejak tanggal 11 maret 2020 WHO menetapkan virus corona atau covid-19 sebagai pandemi dunia. Sehingga pembatasan aktifitas harus di lakukan, termasuk dalam dunia pendidikan harus melakukan physical distancing dan social distancing.
            Pembelajaran daring menjadi solusi terbaik, menyisakan kenangan tersendiri dengan siswa. Guru harus sabar menjawab setiap pertanyaan, karena kendala tidak bertatap muka, maka kepahaman siswa akan terasa lebih berat, mereka selalu mengatan, “kapan sekolah lagi?, capek berjauhan, capek mencari sinyal demi pembelajaran.” Sekuat tenaga guru memberi motivasi kepada siswa untuk tetap sabar dan bersemangat dalam belajar, walau pun secara daring.
            Pada pembelajaran oneline, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, karena ruang gerak mereka terbatas. Mereka tidak mampu secara luas menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan siswa mengalami kejenuhan. Dengan demikian belajar siswa tidak optimal,dan prestasi siswa cenderung akan menurun. Perlu kiat-kiat husus untuk terus memompa semangat belajar mereka.
            Beberapa motivasi yang bisa guru terapkan untuk membuat para siswa tetap bersemangat dalam pembelajaran daring, pembelajaran daring yang anti garing:
a.    Membuat pesan cinta
Pesan cinta bukan masalah tentang teori dan metode pembelajaran, tetapi pesan cinta adalah bentuk awal penyemangat untuk siswa dalam belajar. Di katakan oleh Akhmad Sudrajat, M.Pd (motivasi diartikan sebagai kekuatan atau energi seseorang yang dapat menimbulkan tingkat kemauan untuk melaksanakan suatu kegiatan, baik motivasi dari dalam sendiri, atau dari luar individu). Seberapa kuat motivasi akan menentukan keberhasilan sebuah prestasi siswa. Pesan cinta yang dikemas dalam bentuk vidio, dan disampaikan lewat akun Youtube membuat siswa berada dalam dekapan kasih sang guru. Motivator sejati bagi para siswa, guna memumpuk rasa cinta, dan mengikis rasa rindu.
b.    Umpan balik
Upan balik pada saat pembelajaran daring, adalah ruhnya daya ketertarikan siswa terhadap apa yang sedang mereka pelajari. Mereka akan bersemangat bertanya, bersemangat mengerjakan tugas, jika guru bersemangat memberikan dorongan umpan balik kepada siswa. Kesabaran yang optimal adalah kunci dari kesuksesan dalam memberikan umpan balik kepada siswa. Membimbing, dan mengarahkan dengan penuh perhatian. Sejenak saja kita tinggal, beberapa notifikasi akan berhamburan muncul, tidak mudah bahkan terasa sangat melelahkan dari pada pembelajaran di kelas. Dengan kesabaran guru menanggapi segala pertanyaan, akan membuat siswa bersemangat dalam mengemban tugas dengan jarak jauh.
c.    Apresiasi
Setelah terjadi umpan balik, maka siswa perlu adanya dukungan dan apresiasi terhadap apa yang telah siswa lakukan. Usaha keras mereka akan terobati ketika tugas-tugas yang mereka kerjakan mendapat reward atau pujian dari guru. Apresiasi dalam pembelajaran daring sangat berbeda dengan pembelajaran di kelas, selalu mengecek tugas yang masuk dan memberi jempol dengan perkataan good job. Sebuah hadiah yang luar biasa bagi siswa yang merasa rajin dalam mengemban tugas daring. Bagaimana bagi siswa yang masih pasif? Guru juga memberi apresiasi, dengan menyapa lembut, “bangun anak-anak, yuuk masuk kelas, ibu rindu, kamu anak yang pintar, kamu pasti bisa, sudah dua belas siswa bangun, ayo yang lain bangun, dan masuk.” Lelah yang wonderful bukan?
            Saya tahu tidak mudah memupuk asa dalam kerinduan, perlu motivasi yang kuat baik dari dalam diri siswa dan guru. Dalam teori Herzberg dikatakan bahwa motivasi yang optimal terdapat dari dua faktor yang sifatnya instrinsik, yang bersumber dari diri siswa, dan faktor dari ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri siswa, yaitu bisa guru dan orang tua.  Hal ini akan mampu menentukan semangat siswa dalam belajar.
            Harapan-harapan siswa terbentang luas, walaupun pembelajaran secara daring. Dengan cara-cara yang sederhana kerinduan akan terobati dengan pembelajaran daring yang anti garing. Victor H. Vroom dalam bukunya yang berjudul “Work and Motivation” mengetengahkan suatu teori harapan yang memberi motivasi yang mengarah kepada suatu hasil yang diinginkan. Jika harapan untuk memperoleh sesuatu itu besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk belajar. Sebaliknya jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
            Harapan orang tua dan siswa tetap belajar secara efisien walau di rumah, atau bahkan dimana pun berada, taman, pekarangan, bahan kebun sekali pun. Bentuk dari kemudahan belajar oneline bisa dimana pun berada, dan pengaruh motivasi guru dari kejauhan akan membuat belajar mereka serasa mudah dan menyenangkan. Kondisi saat ini mendorong seluruh elemen, guru, orang tua, dan siswa tetap bersemangat untuk menggapai asa dan cita-cita.
            Seiring waktu para siswa akan terbiasa dengan kondisi yang ada, berdampingan dengan hal yang sulit butuh latihan dan proses yang melelahkan. Memupuk asa dalam kerinduan tidaklah mudah, perlu ada pengorbanan oah rasa di jiwa. Guru adalah faktor penentu kualitas pembelajaran, pembelajaran yang memiliki kualitas yang baik akan menghasilkan hasil belajar yang baik juga. Salam sukses untuk yang jauh di mata namun tetap dekat di hati, terus berpacu meraih asa dan cita-cita dalam keterbatasan ruang dan waktu. Kerinduan kalian para siswa, adalah penyemangat kami para guru dalam menorehkan karya lewat pembelajaran daring yang tepat guna. Tetap semangat dan tersenyum dalah menggengam asa, demi masa depan yang gemilang.

PROFIL PENULIS
                
Nama, Lulu’ Anwariyah, S.S., lahir di Banyuwangi, 18 Desember 1979. Hobi membaca dan menulis.
Guru Bahasa Inggris MTsN 4 Banyuwangi. Aktif dalam kegiatan MGMP Bahasa Inggris, dan pernah menjadi tutor penulisan soal HOTs pada tahun 2018 dan Sebagai tutor penulisan bedah soal pada tahun 2019 di Kabupaten Banyuwangi pada tingakat madrasah.
Bisa di hubungi di FB Lulu Anwariyah atau di no WA 081336115200. Email (luluanwariyah79@gmail.com.)

🌺COVID-19 MENGUKIR SEJARAH BAGI DUNIA PENDIDIKAN🌺

🌺COVID-19 MENGUKIR SEJARAH BAGI DUNIA PENDIDIKAN🌺

       Covid-19 atau nama tenarnya dikenal dengan sebutan virus corona. Kata itu sederhana namun kini telah berhasil menjadi primadona. Karena apa? Karena dimasa sekarang ini kata "covid/corona" telah menjadi sorotan dan bahasan utama oleh seluruh kalangan warga masyarakat. Seperti namanya "covid-19" Virus ini muncul pertama kali pada tahun 2019 di Negara China tepatnya di Wuhan. Awal kemunculannya sudah membuat resah dan gundah semua orang. Dari bulan ke bulan virus ini sudah berhasil menyebar dibeberapa negara,karena memang model virus ini sangat mudah sekali menular melalui kontak langsung dari orang ke orang. Maka dari itu,semua orang dianjurkan untuk melakukan "Social Distancing atau Physical Distancing" dengan cara menjaga jarak antar warga minimal 1 meter,menghindari kerumunan massa,menghindari kontak langsung dengan orang lain,kurangi bepergian keluar rumah kecuali memang benar-benar dalam keadaan darurat dan itupun harus menggunakan APD seperti  seperti masker dan yang paling penting harus selalu menerapkan hidup sehat. Disamping mudahnya penyebaran virus corona ,masing-masing negara sibuk mengatur strategi sedemikian rupa untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi akibat covid-19 diwilayah negaranya masing.
        Covid-19 kini telah berhasil menorehkan sejarah bagi dunia pendidikan yang ada diseluruh dunia khususnya pendidikan yang ada di negara indonesia. Yang namanya sejarah itu pasti memiliki unsur-unsur sejarah, dan unsur sejarah yang paling utama adalah manusia. Sejarah selalu berkaitan dengan manusia,karena manusia adalah pelaku dan objek utama dalam kejadian bersejarah tapi berbeda dengan peristiwa  yang satu ini, unsur utama atau pelaku utama yang menyebabkan awal peristiwa ini bukanlah manusia melainkan adalah "virus". Memang terlihat aneh,tapi ini adalah sebuah realita yang telah terjadi pada saat ini dan harus disadari keberadaannya. Virus ini ukurannya memang tidak seberapa,namun dengan ukuran tubuhnya yang mungil mampu menghancurkan semuanya. Dengan kehadirannya yang tak diundang ,si monster corona ini selain memberikan dampak pada dunia pendidikan juga berdampak pada potensi lain yaitu dapat melumpuhkan perekonomian yang ada diseluruh dunia. Orang-orang banyak yang kehilangan pekerjaannya,para pengusaha banyak yang mengalami penurunan omset secara drastis dalam perusahaannya ,banyak orang yang usahanya mengalami kemacetan(pailit) bahkan sampai diambang kebangkrutan dan juga banyak para pelajar yang kehilangan uang sakunya selama pandemi covid belum berakhir.
        Dengan segala keriwuhan ini, anggota komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri meminta kepada Mendikbud Nadiem Makarim untuk mempersiapkan skenario dalam mitigasi pandemi covid-19 seperti penutupan sementara untuk sekolah dan kampus terkait penyebaran virus yang semakin hari semakin meluas dan merajalela di seluruh kawasan nusantara. Hal itu disampaikan Irine Yusiana Roba Putri dengan tujuan agar menghambat bertambahnya warga negara indonesia yang positif virus covid-19 dari sektor institusi pendidikan. 
" Mitigasi itu bukan berarti panik. Kita sudah lama melakukan mitigasi bencana gempa bumi misalnya,hal itu juga bisa diterapkan di sekolah dan kampus untuk bencana non alam seperti wabah virus corona, dengan mengganti kelas fisik dengan kelas dalam jaringan(online) atau tugas di rumah" Ungkap anggota komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri berdasarkan rilis yang diterima di Jakarta. Menurut Irine, salah satu hal terpenting saat ini adalah bagaimana cara mencegah penyebaran virus , supaya tidak semakin banyak yang terinfeksi virus tersebut.
"Itulah mengapa banyak negara melakukan lock down atau karantina. Mengurangi acara kumpul banyak orang,dan lain-lain. Itu bukan panik,tapi itu langkah yang tepat dan masuk akal untuk dilakukan" Kata Irine.
Usulan melakukan mitigasi bencana non alam itupun dipandang irine sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo, yang menginstruksi jajarannya supaya memiliki mitigasi dan skenario penanganan wabah penyakit yang matang. Dengan demikian Mendikbud Nadiem Makarim memberikan putusan sesuai dengan kesepakatan bersama dari berbagai lembaga jajarannya bahwa seluruh lembaga pendidikan harus dilakukan penutupan sementara sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dengan adanya keputusan itu, mau tidak mau semua pelajar yang ada di seluruh indonesia harus melakukan kegiatan belajar di rumahnya masing-masing dan semua komunikasi antara guru dengan peserta didik dilakukan secara online atau daring. "Yang namanya sekolah itu ya lumrahnya dilakukan di lingkungan sekolah,bukan di rumah" Pemikiran itu mungkin masih ada pada benak sebagian warga masyarakat yang masih belum bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini.
Memang benar pandangan sebagian warga masyarakat bahwa pro kontra dalam proses belajar antara siswa dengan guru nya terjadi semenjak pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Sebagian orang berpendapat bahwa pro dan kontra itu mulai terjadi karena disebabkan oleh kendala media yang digunakan dalam proses pembelajaran daring. Selain itu selama pembelajaran banyak para pelajar bahkan hingga orang tuanya yang mengeluhkan soal infrastruktur pendukung media pembelajaran daring yaitu kuota paket yang dari  kesaksian mereka jika penggunaannya boros dan harus selalu extra sedia kapan saja dan dimana saja apabila sewaktu-sewaktu kehabisan kuota paket saat proses kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Para orang tua peserta didik yang perekonomiannya menengah kebawah banyak yang mengeluhkan akan hal itu, mereka selalu berharap baik itu kepada sekolah/ kampus maupun kepada pemerintah secara langsung agar ada upaya keringanan berupa bantuan paket data untuk meringankan beban tanggungan mereka terhadap anak-anaknya yang melakukan aktivitas belajarnya secara daring atau online. Padahal tanpa disadari bahwa biaya yang harus dikeluarkan para orang tua peserta didik untuk pembelian paket data sebagai bahan pendukung selama sekolah online tidak semahal dengan biaya yang harus dikeluarkan per hari selama 1 bulan pada saat masih sekolah seperti biasa secara offline ( pertemuan tatap muka di lingkungan sekolah ) seperti biaya uang saku, uang kendaraan atau uang bensin dan kebutuhan para peserta didik yang lainnya. Pemborosan paket data itu mungkin bisa terjadi karena faktor penggunaan yang kurang selektif dan tidak sesuai dengan kebutuhan . Paket data bulanan bisa awet dalam jangka satu bulan apabila digunakan dengan bijak sesuai kebutuhan saat pembelajaran online.
Mungkin itu adalah bagian kontra pada permasalahan pandemi covid-19 pada kalangan pendidikan . Namun banyak yang kurang menyadari bahwa dibalik Bencana wabah virus corona ini banyak mengandung hikmah yang sangat luar biasa pada berbagai aspek kehidupan khusunya bagi dunia pendidikan. Melihat dari pandangan umum saat ini pandemi covid -19 memang sangat banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran bagi dunia pendidikan, namun jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda yang dapat mengubah sosok sebuah ancaman, bencana, kekhawatiran menjadi sebuah peluang untuk memajukan dan mengedepankan "Education World".
         covid-19 merupakan sosok monster ganas yang berhasil mengubah segala tatanan yang ada di seluruh belahan dunia mulai kegiatan beribadah ,bekerja , dan belajar kini segalanya harus ekstra dilakukan di rumah. pandemi virus Corona ini memang dinilai membawa banyak kekacauan dan kerusuhan di semua kalangan, di sisi lain ternyata juga membawa dampak baik bagi dunia pendidikan . Dampak positif ini dapat mengayomi semangat para pelajar Indonesia dan dunia agar termotivasi untuk meraih tujuan supaya pendidikan khususnya di negara Indonesia lebih maju dan menghasilkan para putra-putri bangsa yang cerdas dan bermartabat hingga dapat membawa nama baik Pendidikan Indonesia di Kancah dunia dan juga untuk membuktikan bahwa para cendekiawan cerdas Indonesia tidak kalah saing dengan cendekiawan di negara-negara lain.Pelajar Indonesia pasti bisa melewati masa-masa sulit akibat wabah covid 19 untuk menggapai semua mimpi-mimpi nya dan juga Harapan Bangsa Indonesia untuk mengharumkan nama Pendidikan Nusantara yang cemerlang.
         Dengan kedatangan wabah covid 19 yang telah menyebabkan hati berdebar keras seperti halnya orang yang sedang mengalami jatuh cinta tingkat akut,kini telah menjadi momok yang ketenarannya sudah diakui oleh dunia. Andai saja covid-19 adalah sesuatu yang indah, kedatangannya dinanti-nanti oleh banyak orang ,sedap dipandang dan keberadaannya memberikan kebahagiaan kepada semua kalangan  mungkin saat ini si covid-19 kini sudah menjadi sosok bintang juara yang diagung-agungkan dan dicintai oleh banyak orang. Tapi kebetulan yang namanya si covid 19 atau corona ini adalah sosok Iblis jahat yang siap menghancurkan segalanya yang kedatangannya tidak diharapkan bahkan dibenci ,kini membuat banyak ahli di bidangnya seperti ahli kimia, biologi, kedokteran dan lainnya berlomba-lomba melakukan eksperimen dan  meracik berbagai macam obat ,ramuan , rempah-rempah, cairan kimia dan zat-zat lainnya hanya demi menghancurkan dan memusnahkan sosok Corona yang ukuran tubuhnya hanya berdiameter antara 400-500 mikro. Memang ukurannya sangatlah kecil namun ia telah berhasil mengguncang dunia dan menorehkan sejarah yang amat luar biasa di beberapa jajaran negara yang terpapar virusnya.
         Sejarah ukiran covid-19 memang tidak selamanya berpotensi menghancurkan semua tatanan yang telah ada, dengan wabah ini memang benar bahwa semua hal yang berkaitan dengan pendidikan di lakukan dengan cara daring atau jarak jauh tetapi itu tidak pure semuanya memberikan dampak buruk bagi pelajar yang ada di Indonesia, Justru dengan adanya wabah covid terdapat hikmah besar yang dapat kita ambil dari peristiwa ini tidak kalah berharga dari semua hal yang telah terjadi akibat covid-19. Dengan adanya pendidikan jarak jauh dapat memicu percepatan transformasi pendidikan. Hal itu terjadi dikarenakan mengharuskan seluruh lembaga pendidikan, guru , siswa bahkan orangtua agar cakap dalam berteknologi . Selain hal itu dampak lainnya yaitu banyak munculnya aplikasi belajar online dengan percepatan transformasi pendidikan karena wabah covid-19 membuat berbagai macam platform meluncurkan berbagai macam aplikasi belajar online guna mendukung proses pendidikan jarak jauh. Disamping itu dampak positif lainnya yaitu banyak sekali lembaga bimbingan belajar yang memberikan kursus online secara gratis atau juga ada yang memberikan diskon.  Hal baik lainnya yaitu memunculkan berbagai kreativitas Tanpa Batas seperti kreativitas di bidang seni ,kedokteran , pendidikan, teknologi dan masih banyak kreativitas kreativitas untuk di bidang yang lainnya yang dapat dilakukan selama pandemi ini.
         Yang namanya sejarah itu tidak selamanya mengukir sebuah peristiwa atau kejadian yang indah saja, melainkan juga dapat mengukir sebuah kesedihan dan kepedihan pada suatu peristiwa seperti halnya pada sejarah kemerdekaan Indonesia , pada masa itu banyak mengundang tangis karena sebelum Indonesia merdeka para pejuang dan pahlawan kita harus Mengalami berbagai macam hal dan kejadian yang sangat menyakitkan yang disebabkan oleh tindakan kejam Para penjajah seperti penyiksaan, penganiayaan ,kerja paksa ,perampasan harta benda , bahkan banyak pahlawan yang gugur dalam keadaan yang memprihatinkan karena mereka harus berjuang demi kemerdekaan dan keberhasilan bangsa Indonesia agar bangsa yang tercinta ini bisa lolos dan terbebas dari kecaman dan Belenggu Para penjajah yang amat kejam.
Melihat hal itu kita sebagai warga negara Indonesia harus senantiasa menjaga bangsa tercinta kita dengan sebaik mungkin supaya bisa melewati berbagai macam ancaman yang bisa menghancurkan keutuhan bangsa kita seperti halnya ancaman non alam yaitu berupa wabah penyakit virus Corona.  Sebagai pelajar Indonesia kita semua harus bersatu dan berkontribusi dalam membentuk suatu model pendidikan Indonesia yang berkarakter dan berkualitas tinggi yang dapat menghasilkan para pemuda-pemudi yang hebat dan mampu membawa Indonesia bersama para bintang bintang dunia dan menjadi negara yang terpandang terutama pada sektor pendidikan, maka dari itu meskipun berada pada masa-masa sulit seperti di tahun ini kita harus mengambil dari sisi baiknya.  Memang semua aktivitas belajar dilakukan secara online atau jarak jauh, selama pandemi ini para pelajar pasti akan banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dirumah . Dengan adanya hal ini pastinya harus menuntut adanya sebuah kolaborasi antara guru dan orang tua sehingga para pelajar bisa menjalani aktivitas belajarnya dengan efektif dan efisien . Kolaborasi yang inovatif akan meminimalisir keluhan para peserta didik saat melakukan aktivitas belajarnya secara daring baik menggunakan HP , tablet ,komputer ataupun laptop.
         Semua aktivitas belajar kini dilakukan di rumah , dan hal itu memberikan peluang para peserta didik untuk menerapkan dan mengaplikasikan semua ilmu yang telah mereka dapat selama menempuh pendidikan di lingkungan sekolah kepada semua anggota keluarganya. Baik hanya sekedar memberikan atau mengajarkan ilmu yang ia peroleh kepada keluarganya seperti ayah , ibu , kakek, nenek , kakak , adik atau siapapun yang ada di lingkungan keluarganya. Hal itu merupakan sebuah point positif bagi peserta didik yang secara tidak sadar akan bermanfaat dan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman peserta didik akan ilmu yang telah diaplikasikan secara langsung pada lingkungan keluarga secara tidak langsung ilmu itu akan memberikan banyak manfaat kepada yang mengajarkan dan yang diajarkan dan itu pun akan menjadi sebuah keberkahan yang tak ternilai harganya karena menurut pandangan agama, sebaik-baik manusia apabila ia bisa memberikan manfaat kepada orang lain.
Selama pandemi covid-19 banyak mengajarkan kita semua tentang pentingnya sebuah kesadaran akan semua hal baik secara lahir maupun batin . Kesadaran itu bisa diterapkan di semua lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah , masyarakat dan lingkungan lainnya. Kesadaran itu bisa berupa aspirasi dalam bentuk tindakan untuk mematuhi semua peraturan , ketetapan, himbauan dan anjuran yang telah ditetapkan oleh lembaga pemerintahan negara sebagai salah satu bentuk kesadaran yang dapat membantu para pejuang melawan serangan covid-19 di Garda paling depan yaitu para tenaga medis yang saat ini sedang berjuang melawan virus ganas tersebut.  Maka dari itu dengan segala bentuk kesadaran semua warga masyarakat akan pentingnya sebuah kolaborasi kerjasama dan bersatu padu membentuk sebuah satu kesatuan untuk melawan serangan dari virus Corona . Memang benar bahwa sebuah Peraturan dibuat dengan tujuan untuk dipatuhi diterapkan dan dilaksanakan keberadaannya bukan malah untuk dilanggar ataupun diselewengkan. Dan yang namanya anjuran itu bagaikan sebuah kewajiban yang harus dijalani , bukan malah dideskriminasi.
         Dengan adanya bencana wabah penyakit virus Corona ini , secara tidak langsung telah mengajarkan kepada para pelajar di seluruh wilayah Indonesia akan pentingnya kesiapan , kesediaan , kesiagaan dan keikhlasan dalam menjalani kegiatan pembelajaran daring karena para guru bisa saja memberikan sebuah tugas sewaktu-waktu kepada para peserta didik , maka dari itu mereka harus siap siaga dan sedia dimanapun dan kapanpun ia berada dan para peserta didik dianjurkan rajin dan telaten dalam situasi seperti ini dan berusaha untuk menghindari keteledoran saat kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti tidak mengerjakan tugas atau menyepelekan tugas yang diberikan oleh gurunya, tidak melakukan absensi , sering bolos , tidak mengikuti pelajaran dengan baik dan tindakan kurang baik lainnya karena hal itu bisa berpengaruh terhadap nilai para peserta didik.
Selain itu, wabah ini mengukir sejarah unik pada dunia perkuliahan . Mahasiswa yang telah menyelesaikan skripsinya dengan baik pasti akan melaksanakan prosesi wisuda di kampusnya . Namun di masa masa sekarang ini acara wisuda yang lumrahnya dilaksanakan di lingkungan kampus, Kini harus diselenggarakan secara online atau daring karena hal itu semata dilakukan untuk menghindari kerumunan banyak orang . Hal itu membuat para wisudawan dan wisudawati merasa sedih sekaligus sedikit kecewa, karena kebahagiaan yang ditunggu-tunggu sebagai seorang mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studinya seharusnya hal itu menjadi hari bahagia mereka dan orang tuanya, namun karena adanya bencana wabah covid 19 mau tidak mau mereka harus prihatin dan mengerti akan kondisi Bumi Nusantara sekarang ini , dan ikhlas lapang dada dalam menerima semua ketentuan yang telah ditetapkan karena itu semua dilakukan demi kebaikan bersama. Di sisi lain dengan kehadiran Corona tanpa disadari telah mengajarkan kepada kita semua akan pentingnya rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk di masa-masa sulit ini , semua kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah seperti bekerja, sekolah dan beribadah berjamaah kini segalanya harus dilakukan dirumah. Dan pandemi ini secara tidak langsung akan mempererat hubungan dalam sebuah keluarga Karena di masa sekarang ini seluruh anggota dalam keluarga akan sering bertemu , berkumpul , lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan hal itu menjadi poin positif bagi terciptanya keharmonisan sebuah keluarga.
         Covid-19 mengukir sejarah bagi dunia ini , baik itu sejarah Indah maupun gundah . Memang banyak peristiwa pedih yang disebabkan oleh keberadaannya si Covid-19, namun disamping itu juga terdapat banyak celah indah di tengah keriwuhan sekarang ini. Celah keindahan itu bisa terlihat apabila kita bisa memetik sisi positif dari peristiwa ini Insya Allah semua kesedihan yang telah terjadi, sedikit demi sedikit akan pudar dan hilang dengan sendirinya terbawa oleh alur waktu . Untuk saat ini yang harus difokuskan terlebih dahulu yaitu pada pencegahan penularan covid-19 dengan mematuhi semua himbauan yang ada dan selalu ekstra mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker saat berada di luar rumah,memakai hand sanitizer, dan yang paling penting harus tetap jaga kebersihan dan kesehatan seperti rajin mencuci tangan dan penerapan hidup sehat lainnya. Hal itu harus diterapkan dalam keseharian kita semua sesuai dengan himbauan pemerintah ,supaya kita semua bisa terbebas dan terhindar dari serangan virus ganas tersebut.

NAMA       : MILA DEWI PARTIKASARI
SEKOLAH : MAN 3 BANYUWANGI


Melirik Kesiapan Madrasah Menghadapi Pendidikan Merdeka

Melirik Kesiapan Madrasah Menghadapi Pendidikan Merdeka
Oleh : Eny Susiani

Tahun pelajaran baru akan segera di mulai seluruh komponen dan stake holder yang ada di sekolah termasuk Madrasah sudah bersiap dan berbenah. Namun tahun ajaran baru kali ini tidan sesuai harapan, ternyata kita tetap tidak boleh saling bersua apalagi di kelas kelas kita yang tentu sangat kita rindukan jauh hari, kita sudah bosan berada di rumah terus menerus selam 3 bulan ini. Bahkan konon kabarnya kita akan tetap sekolah dari rumah baik daring maupun luring. Karenanya Madrasah meski menyiapkan Kurikulum dengan sebaik mungkin karena pemerintah hanya memberi rambu rambunya, kemudian Madrasahlah yang mengolahnya menjadi KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang di kemas sesuai visi , misi, tujuan, target, tantangan dan hambatan di Madrasah masing masing.

Bisakah Madrasah kita yang saat ini sedang banyak dilirik masyarakat

Mengemban amanah dengan membuat dan menyiapkan kurikulum darurat covid yang mampu menjawab tantangan zaman yang serba cepat diera global ini yang seakan akan dunia tanpa batas dengan istilah kerennya mengemban amanat generadi 4.0. Generasi milenial yang lahinya bersamaan dengan teknologi informasi dan teknologi  transfortasi yang serba cepat sehingga ibaratnya dunia dalam gengaman, dimana HP telah mengambil alih beberapa vitur yang sebelumnya ada pada alat elektronik lainnya, mulai dari Tehnologi audio, visual, hingga transaksi keuangan.
Apa mau di kata, kita semua tahu saat ini Banyuwangi belum ada yang zona hijau sehingga pembelajaran belum boleh melalui tatap muka, tetap PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)  dengan daring maupun luring sementara masing masing madrasah kondisinya berbeda, ada yang di pelosok sehingga signal HP sangat sulit, ada yang karena aturan dari yayasan (Pondok Pesantren) yang melarang membawa HP serta tingkat kemampuan ekonomi yang kurang, sehingga tidak punya HP. Akankah kita rela terhempas dan terpental dari panggung Pendidikan yang bertahun tahun kita rintis dan kita perjuangkan ?, akankah kita rela kepercayaan masyarakat yang mulai tumbuh, merekah, dalam alunan nada penuh harap menjawab tantangan generasi yang siap menghadapi tantangan jaman dengan tetap memegang teguh akhlakul karimah yang selama ini kita perjuangkan akan lebih mengharumkan sekitar kita atau justru sebaliknya menjadi layu ?. Tentu kita memilih yang pertama yakni Madrasah yang mampu memberi warna indah  dan aroma wangi di tengah kebun bunga Pendidikan Darurat covid.
Madrasah sebagai salah satu pilihan pendidikan saat ini banyak dilirik oleh masyarakat ibaratnya gadis cantik yang menawan hati,  menawarkan pendidikan yang setara dengan sekolah sekolah dengan kekhasan Keagamaan, dengan pembelajaran agama yang lebih banyak dan lebih luas dibanding sekolah umum Mengingat betapa pentingnya kurikulum bagi sebuah lembaga madrasah/ sekolah, kesiapan tersebut sangat diperlukan bagi Madrasah yang sebagian besar dikelola oleh Masyaratar. Ke khasan Madrasah dengan tambahan pendidikan berbeda dengan sekolah unum yang juga ada dengan tambahan pendidikan keagamaan, dimana pada Madrasah ini pendidikan rumpun keagamaan masuk kedalah kurikulum yang wajib ada dan diajarkan kepada siswa.
Kondisi Madrasah di Kabupaten Banyuwangi  yang negeri jumlahnya sangat terbatas sedangkan animo masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di madrasah makin besar. Hanya ada 3 Madrasah Intidaiyah Negeri (MIN) atau setingkat SD, 12 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) atau setungkat SMP serta 4 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) atau setingkat SMA. Karenanya perhatian Pemerintah terhadap keberadaan Madrasah Swasta sangat dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan anak bangsa.
Meskipun Madrasah dibawah binaan Kementerian Agama yang notabene tidak termasuk wilayah otonomi daerah, namun tidak ada salahnya jika Madrasah Swasta yang dikelola Masyarakat tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, dengan mengingat siwa yang belajar pada Madrasah juga Masyarakat di daerah yang mempunyai hak yang sama dengan warga yang menitipkan pendidikan anaknya di sekolah selain madrasah.
Kondisi madrasah yang harus dan mau tidak mau berpacu dengan pesatnya kemajuan dan kita meski ingat bahwa cara mendidik yang kita terapkan tentu berbeda dengan jaman kita dulu, seperti yang Rosululloh Muhammad ajarkan “jangan mendidik anakmu seperti dulu kau didik karena mereka hidup di jaman yang berbeda denganmu”, apalagi di masa darurat covid ini tentu kita harus benar benar berbenah dan mengikuti perkembangan yang serba cepat ini kita dipaksa  harus adaftif dengan keadaan, kurikulum harus dikemas dengan memperhatikan kondisi siswa, guru dan sarana prasarana serta keadaan atau kondisi masing masing madrasah.
Belum lagi tingkat kebosanan siswa dan guru yang harus rela sementara  menahan rindu, rindu yang tak terperi lagi lagi harus kandas di tengah harapan tgl 13 juli sebagai awal tahun ajaran baru ternyata tetap belum bisa bertemu untuk saling mengungkapkan rindunya, sehingga kurikulum meski di kemas dengan teliti dan seksama dengan tidak membatasi kreativitas guru dan siswa sehingga benar benar terwujud " Madrasah Hebat Bermartabat".

Penulis adalah guru PKn dan waka Kurikulum MAN 3 Banyuwangi di Srono



Kebiasaan Anyar Dalam Dunia Pendidikan

Kebiasaan Anyar Dalam Dunia Pendidikan
Oleh : Sri Endah Zulaikahtul Kharimah
                Hampir semua orang tua  kebagian tanggung jawab mendampingi anak-anak belajar dirumah, banyak yang mengakui bahwa menjelaskan berbagai mata pelajaran dan menemani anak-anak mengerjakan tugas –tugas sekolah tidak semudah yang dibayangkan, kerja keras para guru selama ini sungguh patut diapresiasi, di tengah wabah covid-19 kita harus terus semangat mengejar dan mengajar. Tidak ada yang membayangkan, wajah pendidikan akan berubah drastis akibat pandemic covid -19
                Konsep Belajar dirumah ( BDR ), Pembelajaran Jarak Jauh  ( PJJ ), pembelajaran dalam jaringan ( daring ) tidak pernah menjadi arus utama dalam wacana pendidikan Nasional, meski makin popular, penerapan pembelajaran online  ( online Learning ) yang selama ini terbatas pada Universitas Terbuka, program kuliah bagi karyawan dan kursus-kursus tambahan ( online courses ) tapi kebijakan social distancing, physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar di rumah dengan sistim online dalam skala nasional, bahkan Ujian nasional tahun ini terpaksa ditiadakan.
                Sistem pendidikan online tidaklah mudah, disamping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan. Bersyukur bagi orang tua yang bisa menfasilatasi anaknya untuk pendidikan jarak jauh tapi tidak sedikit orang tua dan juga tenaga pendidik yang kesulitan, baik dalam menyediakan perangkat belajar seperti ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet. Disisi lain ada  tantangan yang harus ditaklukkan oleh para pendidik dalam menjaga kualitas  pembelajaran ditengah pandemi corona,  Salah satunya adalah memonitoring seberapa besar materi yang bisa diserap oleh peserta didik,  belum lagi masalah pendidikan karakter mereka, terkait kejujuran dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab dalam ketepatan mengerjakan tugas, penggunaan perangkat berbasis teknologi memiliki kemudahan sekaligus membawa tantangan tersendiri. Banyak hambatan dan rintangan dalam pembelajaran jarak jauh yang sudah terjadi selama tiga  bulan, mulai tanggal 16 maret 2020, sesuai dengan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat E nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus Disease ( Covid -19 ). Kini pemerintah menggulirkan wacana dan   harapan baru dengan diberlakukannya  “New Normal “ termasuk kenormalan baru dalam bidang pendidikan, new normal kita diminta untuk bisa hidup berdampingan dengan covid -19, Kenormalan baru atau new normal ini bukan berarti peserta didik dipersiapkan kembali kesekolah, namun membantu menyiapkan siswa agar mampu beradaptasi  dengan situasi belajar di tengah wabah covid 19, lalu apa yang  perlu kita  bantu agar siswa lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin ditimbulkan  oleh kenormalan baru belajar ini ?
                Kenormalan baru Dalam Dunia Pendidikan
                Pertama : Layanan pendidikan yang berkualitas di setiap satuan pendidikan Sebelum dimulainya tahun ajaran baru , guru, kepala sekolah / madrasah, orang tua  dan peserta didik perlu berdiskusi bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan belajar dari rumah, terutama untuk menentukan hal-hal  apa yang harus dilanjutkan dan apa yang harus dirubah
                Esensi belajar sesungguhnya memberikan tantangan dan pengalaman baru bagi anak, bila  tantangan  tugas sebelumnya hanya mencatat ulang buku paket atau menyelesaikan soal-soal, dimana siswa dikatagorikan belajar pada level rendah. Meraka hanya belajar untuk menghafal atau mengulang gagasan yang ada didalam buku. Sekarang banyak guru yang mulai terbiasa memanfaatkan berbagai aplikasi untuk pembelajaran seperti  dengan menggunakan e-learning, proses belajar mengajar dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun ( anywhere, anytime and anyplace ) selama memiliki akses ke website internet. E–learning sebagai pendukung proses .
Pembelajaran memiliki keunggulan- keunggulan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pemantauan, dan evauasi pendidikan, sementara di madrasah menggunakan e- learning madrasah, bahkan sekarang banyak guru mulai dari tingkat PAUD/TK sampai perguruan Tinggi berlomba-lomba membuat Vidio pembelajaran menjadi yuotuber  dadakan, penggunaan aplikasi Google Claasroom, Edmodo, Quuizzes, Zoom, Webex atau sejenisnya. Pembelajaran jarak jauh ini bukan hanya pada penggunaan teknologi saja. Penggunaan teknologi hanya menggantikan tempat ceramah guru dari ruang kelas berpindah tempat melalui teknologi virtual. Banyak unsur yang lebih penting  dalam menyiapkan layanan pendidikan yang berkualitas yang tidak dapat dilakukan dengan daring,  seperti juga dalam pemilihan metode pembelajaran dalam proses belajar sekalipun dalam jarak jauh, terutama adalah upaya menyediakan pengalaman belajar yang mendorong sisiwa lebih banyak mengalami ( berbuat atau mengamati ) melakukan interaksi dan komunikasi, ada umpan balik dalam mengkonstruksi pengetahuan sehingga siswa dapat belajar secara bermakna . Belajar bermakna mengutip teori Ausubel ( 1963 ). Materi pembelajaran dikaitkan dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa didalam pembelajran, siswa mendapatkan materi-materi yang bermanfaat  untuk kehidupan sehari-hari.
Secara proses, model pembelajaran modern ini sudah diatur dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang standar proses dengan prinsip sebagai berikut : (1). Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu. (2). Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar. (3). Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah. (4). Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi. (5). Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu (6). Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi demensi. (7). Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikasi. (8). Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan  fisikal ( hardskills) dan keterampilan mental ( softskills ) (9). Pembelajaran yang mengutamakan  pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajaran sepanjang hayat. (10). Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan  ( ing ngarso sung tulodo ), membangun kemauan ( ing madyo mangun karso ) dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran ( tut wuri handayani ). (11). Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah dan dimasyarakat (12). Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik dan dimana saja adalah kelas. (13). Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan afektivitas pembelajaran  (14). Pengakuan atas perbedaan individu dan latar belakang budaya peserta didik.
Apabila prinsip pembelajaran di atas diselaraskan  dengan 4 pilar pendidikan  yang disusun oleh UNESCO, yaitu Learning to Know ( belajar untuk mengetahui ) Learning to Do ( belajar untuk melakukan sesuatu ) Learning to Be ( belajar untuk menjadi sesuatu ) dan learning to Live Together ( belajar untuk hidup bersama ), maka saat ini adalah kesempatan paling tepat untuk mengatur ulang arah dunia pendidikan yang selama ini sudah jauh dari tujuan .
Kedua Keamanan peserta didik dan stakeholder dari penularan wabah Covid 19.               Memprioritaskan  kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat menjadi prinsip dikeluarkannya. Kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid 19 begitu juga dengan SKB 4 Menteri tentang panduan pelaksaanaan pendidikan selama pandemi untuk tahun ajaran baru 2020/2021 ( senin,15/6) keempat kementerian itu adalah, Kemenbikbud, Kemendagri , Kemenag, Kemenkes dalam kesempatan itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa sebayak 94 % seluruh wilayah Indonesia masih zona kuning, oranye dan merah , masih harus melakukan aktivitas Belajar Jarak Jauh ( BJJ ) dan hanya 6 % sekolah dianggap Zona hijau boleh saja melakukan belajar tatap muka kendati harus tetap mematuhi persyaratan yang ketat.
Selain protokol kesehatan yang harus diterapkan  dengan lengkap dan ketat  ada persyaratan berlapis bagi zona hijau yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, pertama keberadaan satuan pendidikan di zona hijau kedua jika pemerintah daerah atau Kantor wilayah/kantor kementerian Agama memberi ijin, Ketiga jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka, Keempat orang tua/ wali murid menyetujui putra /putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan, jika salah satu dari empat syarat tersebut tidaj terpenuhi, peserta didik melanjutkan belajar dari rumah secara penuh “ tegas Mendikbud. Sementara menurut Menteri Agama ada 4 ketentuan utama yang berlaku selain dari ketentuan diatas dalam pembelajaran di masa pandemic baik pendidikan keagamaan berasrama maupun tidak berasrama adalah pertama, Membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid 19, kedua memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan , ketiga, Aman Covid 19 dibuktikan dengan surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan Covid 19/ atau pemerintah daerah setempat, keempat Pimpinan , pengelola, pendidik dan peserta didik dalam kondisi sehat dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat, “ keempat ketentuan ini harus dijadikan panduan bersama bagi pesantren  dan lembaga pendidikan keagamaan yang akan menggelar pembelajaran dimasa pandemic” kata Menag melalui siaran pers yang diterima Republika Kamis ( 18/6 ).

Pada intinya  New Normal adalah kembali pada nilai agama, kembali pada nilai kebersihan  ( thoharoh ), prilaku hidup bersih dan sehat  ( PHBS ) tak sekedar ada hanya dalam slogan tetapi betul betul diterapkan dalam prilaku, dalam menghadapi pandemic diperlukan berbagai inovasi dan perubahan-perubahan baik dalam belajar, bekerja dan beribadah bahkan dalam dunia pendidikan, tentunya kebijakan new normal atau apun namanya adalah dalam rangka kemaslahatan bersama, perubahan perilaku memang dibutuhkan saat terjadi perubahan besa; Adam dan hawa saat diusir kebumi, yunus ditelan ikan, Nuh dilanda tsunami, Luth dalam penyimpangan seksual umatnya,Ibrahim  saat diperintahkan untuk menyemblih Ismail, yusuf diperdaya Zulaikha, Musa melawan Fir’aun, Dawud dalam  perang thalut dan jalut serta Nabi Muhammad SAW saat  merancang piagam Madinah, dsb Semua membutuhkan perubahan prilaku yang revolusioner.

*Staf Pengajar Pada MTsN 3 Banyuwangi di Srono


Jalan panjang menuju New Normal


Jalan panjang menuju New Normal
Oleh : Joko Juwono

Badai krisis melanda sebuah kebun binatang, pihak pengelola terpaksa menurunkan harga tiket masuk dari Rp.15.000 menjadi Rp.9000 namun masih sepi pengunjung, kemudian harga kembali diturunkan menjadi Rp.2500, tetap saja tidak menggugah minat masyarakat untuk berkunjung hanya sekedar wisata atau memperkenalkan anak anaknya pada dunia satwa.
Akhirnya pihak pengelola membuat terobosan yakni menggratiskan tiket masuk, benar saja upayanya membuahkan hasil, ratusan pengunjung sibuk mengantri melewati pintu gerbang masuk. Setelah semua pengunjung di dalam kebun binatang menikmati aneka satwa tiba tiba pintu di setiap kandang binatang terlepas, keluarlah semua binatang herbivora dan carnivora, langsung mendekati pengunjung seakan tahu ada santapan segar setelah beberapa waktu tak pernah mencicipinya. Seketika semua pengunjung berhamburan panik, berlarian menuju pintu keluar dan pintu masuk. Secara bersamaan kunci di setiap pintu gerbang tidak bisa dibuka, macet! Pengunjung semakin panik dan berteriak minta tolong, petugas jaga bingung tidak bisa membuka pintu gerbang. Puluhan binatang buas semakin mendekati kerumunan pengunjung. Tiba tiba seorang pengunjung mendekati petugas yang terhalang pagar teralis besi sambil berteriak kalau dia seorang pengusaha kaya memiliki banyak perusahaan dan berjanji bila ia bisa dikeluarkan secepatnya akan diberikan imbalan uang ratusan juta rupiah.
Itulah gambaran cerita seorang teman ketika terlibat obrolan ringan di warung kopi melihat kondisi masyarakat jika dikaitkan masalah kesehatan. Memang benar terkadang kita kurang perduli dengan kondisi kesehatan sendiri tatkala badan sehat mampu melakukan berbagai aktivitas di luar rumah, sebaliknya ketika badan terasa tak berdaya, dimana dokter telah mendiagnosa adanya penyakit serius dalam tubuh, saat itulah panik melanda. Jangankan hanya membayar biaya perawatan, harta di rumah dan sertifikat tanah pun pasti diberikan demi keselamatan jiwa..
Begitu juga yang terjadi sampai hari ini, meskipun pemerintah secara masif telah melakukan berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona namun masih terlihat sebagaian masyarakat yang berpotensi tertular terkesan santai ( baca: santuy ) ketika dianjurkan mematuhi protokol kesehatan.
Upaya pemerintah dalam melindungi setiap warga negaranya menjadi prioritas utama sehingga tindakan yang bisa dibilang extra ordinary pun menjadi pilihan yakni menghentikan seluruh aktivitas masyarakat di luar rumah menjadi kegiatan dari rumah mulai perkantoran, proses pembelajaran, kegiatan ibadah dan sepertinya tidur pun harus tetap di rumah alias dilarangnya liburan ke semua tempat wisata.
Dampaknya juga tak kalah hebohnya, selain jumlah korban positif tertular Coronavirus Disseas atau covid-19, berbagai persoalan ekonomi dan sosial muncul di tengah masyarakat dimana pertokoan harus tutup lebih awal hingga daya beli masyarakat terkikis oleh pandemi, konsekuensi pembelajaran dari rumah mengakibatkan tagihan paket data menggelembung, pedagang kantin juga meradang dikarenakan hilangnya pendapatan harian dan yang tak kalah mirisnya mereka yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata tiba tiba menjadi pengangguran saat itu juga. Belum lagi himbauan untuk selalu stay at home, rasanya seperti orang terpenjara. Benar benar ambyar, kata lare osing kepileng.
Bulan juni yang seharusnya menjadi peringatan hari buruh dan hari lahirnya pancasila terlewat begitu saja seakan kalah nyaring bunyinya dengan pemberitaan dampak pandemi corona yang begitu masif. Ulasan berita terus menerus mengenai jumlah pasien positif dan korban meninggal kian meningkat setiap harinya di beberapa tempat hingga upaya sebagian pedagang pasar menolak diadakannya rapid test untuk mengetahui potensi penyebaran virus seakan menjadi momok serta ketakutan berlebihan.
Sebagai bangsa beradab yang pernah mengenyam pendidikan moral dan memahami landasan dasar negara Pancasila tentu tidaklah sulit sebenarnya untuk selalu percaya bahwa badai pasti berlalu. “Selalu ada hikmah dibalik sebuah bencana”, itulah pesan orang tua tatkala musibah silih berganti menghampiri negeri tecinta ini, tersirat adanya keyakinan bahwa Tuhan YME selalu ada bersama kita. Percaya bahwa ujian dan cobaan hanya sekedar numpang lewat saja.
Kini saatnya anak bangsa bergerak bersama, gotong royong dan bahu membahu ikut menanggulangi dampak pandemi corona, mengamalkan nilai nilai luhur semangat pancasila tidak hanya diraih dari bangku sekolah saja namun peran aktif ikut serta mencerdaskan kehidupan bermasyarakat secara nyata adalah tujuan utama para pendiri bangsa dalam merumuskannya.
Berbagai persiapan telah dilakukan Pemerintah menuju tahapan new normal semakin terlihat termasuk kota the sunrise of java ini. Namun itu saja belum cukup, jalan panjang masih terhampar di depan yakni upaya menumbuhkan niat, disiplin dan kemauan bersama secara terus menerus untuk selalu melindungi diri agar terhindar dari potensi penyebaran virus dengan menjalankan protokol kesehatan dengan benar.
Pelaksanaan new normal atau penyesuaian kebiasaan baru bukan berarti bebas seperti sebelum ada pandemi corona dan melakukan kontak dengan siapapun, masyarakat justru dilatih untuk lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Ini yang selalu terabaikan, perintah atau anjuran mematuhi protokol kesehatan terkesan hanya sebatas aturan semata, dijalankan tatkala petugas jaga di depan mata.
Penggunaan masker ketika bertemu orang lain, menjaga jarak satu sama lain minimal 1 meter untuk menghindari droplet dan selalu mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin serta beberapa aturan lainya adalah kunci penekanan pergerakan virus di masyarakat, namun itu hanya bisa dilakukan ketika niat dan kemauan telah tertanam dalam diri masing masing. Seperti yang pernah disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Dardak ketika berbicara mengenai tahapan menuju new normal, “Tanpa ada niat mustahil kita menuju new normal’.
Sudah menjadi tugas anak bangsa untuk bergerak bersama memberikan bantuan dan semangat pada yang terdampak, menghibur keluarga bila anggota keluarganya terpapar positif corona dan terus menerus menanamkan dan menumbuhkan pemahaman fungsi serta tujuan dibentuknya protokol kesehatan pada semua lapisan masyarakat melalui obrolan santai di pos kamling atau forum forum sosial di tingkat RT/RW/Kelurahan bahkan juga forum keagamaan berskala kecil di tempat tempat ibadah dengan menciptakan komunikasi dua arah sehingga pesan dapat tersampaikan secara benar.
Kegagalan memahami konteks new normal dengan benar tentu bisa berakibat fatal hingga berpotensi munculnya gelombang susulan. Cukup sudah 3 bulan merasakan hidup dalam ketidakpastian, saatnya introspeksi, menghargai kesehatan jasmani dengan memahami fungsi dan tujuan diberlakukannya protokol kesehatan agar terhindar dari berbagai macam virus yang tersebar di tengah masyarakat.. Janganlah kita terjebak di dalam sebuah kebun binatang hanya karena rutinitas untuk mengejar ego sektoral belaka. Memperingati hari besar tanpa kemauan untuk memahami tujuan peringatan itu sendiri seperti perjalanan panjang tanpa arah. Selamat memperingati hari lahir Pancasila semoga kita mendapatkan pelajaran sesudahnya, Pancasila adalah ideologi kita bersama. Selamat jalan covid-19

Taman Baru, 22/06/2020



Pernikahan ditengah Pandemi Covid-19


Pernikahan ditengah Pandemi Covid-19
Oleh : Syafaat

Sejak Covid-19 memasuki wilayah Indonesia, datang tanpa visa, tanpa izin resmi dari negara, masuk ketubuh manusia secara tiba tiba; sebagaimana cinta yang datang juga secara tiba tiba, memasuki jiwa hanya dengan pandangan mata. Virus Corona yang konon berasal dari china lebih dasyat daripada benih asmara mantra, menaklukkan isi hati dan kepala secara tiba tiba. Dan kita seakan tidak siap untuk menghadapinya. Bukan hanya masalah ekonomi dan kedodoran hingga membuat dag dig dug hati pata menteri, namun juga sangat berpengaruh kepada mereka yang sedang akan beradu asmara untuk merajut maghligai rumah tangga.
Pernikahan bukanlah peristiwa biasa, meskipun nampaknya seperti peristiwa perdata pada umumnya, namun peristiwa penting yang mengakibatkan diperbolehkannya hubungan istimewa dari dua instan yang seharusnya sedang jatuh cinta. Untuk menentukan hari dan tanggal dari peristiwa agung tersebut, butuh pemikiran yang tidak semua orang mampu menguasai ilmunya. Pelaksanaan dari upacaranya kadang ridak kompromi untuk ditunda, kadang menit dan detikpun dihitung njlimet, rumit dan sulit. Mungkin Ilmu modern dari perguruan tinggi terkemuka tidak akan menemukan metode baru untuk menggantikannya.
Corona telah mengubah segalanya. Pertistiwa agung yang di idam idamkan hanya terjadi seumur hidup menusia tersebut, harus takluk dilakukan dengan acara maupun upacara yang tidak sepenuhnya sesuai dengan angan angan sebelumnya. Nampak banyak yang kecewa, namun mereka tidak dapat berbuat apa apa selain tunduk dan patuh mengikutinya. Peristiwa penting luar biasa dari dihalalkannya hubungan universal dua orang manusia beda kelamin tersebut benar benar dilakukan dalam kondisi yang benar benar sangat luar biasa hingga disebut dengan zaman abnormal, tak peduli dengan hitungan paranormal. Karena kondisi normal rasanya masih jauh berpeluh untuk dapatnya direngkuh. Kondisi pemaksaan normalpun didapatkannya dengan istilah yang menurut orang orang pandai disebut dengan era New Normal.
Para mempelai memang menyambut kebiasaan anyar setelah akad nikah dengan senyum sumringah tanda bahagia, namun kebiasaan anyar dari new normal bukan seperti orang yang baru menikah yang harus menyesuaikan diri karena setelah mereka bangun dari tidurnya ada seserang yang mereka cintai ada disampingnya. Kebiasaan anyar new normal dari akibat virus corona mengakibatkan orang menanggapi biasa ketika kita tersenyum dibalik masker yang wajib kita kenakan. Tak seperti virus cinta yang banyak orang berharap dirasukinya. Virus corona seperti hantu yang ketika ada orang yang dirasukinya seakan sangat menakutkan dan harus dijauhi. Bahkan orang yang saling mencintai yang secara kasat mata meraka sangat dekat baik jiwa maupun raga, pada saat tertentu mereka harus menjaga jarak seperti lainya.

Sungguh banyak sekali protes karenanya. Aturan jaga jarak yang diterapkan secara nyata untuk siapa saja tersebut dianggap menyalahi takdir dari orang orang yang jatuh cinta. Dimana bukan hanya  dua orang yang hatinya sudah disatukan dalam cinta  dan asmara, pada saat tertentu mereka harus mentaati aturan jaga jarak antara satu dengan lainnya, mereka menganggap hal ini sia sia, karena dalam jalinan cinta tiada jarak yang memisahkan keduanya, mereka menyatu nyaris sempurna dalam suka dan duka. Tak heran jika banyak yang protes karenanya, peristiwa akad nikah yang dianggap agung tersebut harus diabadikan dibalik topeng kain yang terlihat tidak mesra, bahkan banyak yang tidak mengenalinya dalam foto tersebut wajah siapa.
Marah dan kecewa tentu saja ada, ketika pernikahan mereka harus ditunda. Mimpi indah bak bidadari yang menikmati kehormatan sebagai raja dan ratu sehari bukan hanya harus ditunda. Namun juga banyak yang terpaksa hanya dapat dilakukan dalam mimpi kosong karena mereka tidak tahu harus marah dan kecewa kepada siapa. Tak mungkin juga mereka marah kepada Penghulu di KUA, karena mereka juga tidak dapat berbuat apa apa selain mentaati aturan dari atasannya. Untungnya para mempelai tidak menikmati getir peristiwa sendiri, sebagaimana menikmati surga dunia berdua dengan kekasih tercinta. Pandemi corona yang melanda dunia, sedih dan kecewa akibat tidak dapat dilakukannya pesta dan diganti dengan acara biasa, berlaku untuk siapa saja.
Peristiwa pernikahan ditengah pandemi corona memang luar biasa, hari instimewa yang seharusnya menjadi deklarasi kemenangan memperebutkan cinta sang pujaan hati yang biasanya dilakukan dengan suporter luar biasa, kini seakan senyap dan hanya ramai didunia maya. Meskipun Buku Nikah yang didapat sama, namun tidak adanya pesta seperti para pendahulunya sering membuat banyak yang kecewa. Terlebih dengan pendaftaran nikah yang dilakukan secara online, tidak semuanya bisa.
Pelaksanaan akad nikah memang sudah dibuka, namun tidak dengan pesta. Kerumunanpun meski dibatasi. Bahkan bagi mereka yang ingin menyaksikan peristiwa pengucapan penyerahan perjanjian suci dari dua orang yang saling mencintai, karena cinta memang butuh pengorbanan dan perjuangan. Tiadanya pesta dan pembatasan para saksi merupakan salah satu pengorbanan kecil dalam membentuk meghligai rumah tangga. Mungkin juga jika saya menikah dengan kondisi seperti ini juga menerima konsekwensi yang sama, entah dengan Wulandari.
Upacara pelaksanaan akad nikah dalam masa kebiasaan anyar mungkin akan mekahirkan tradisi anyar yang mungkin juga akan dilakukan secara terus menerus dan turun temurun. Entahlah, tidak ada peristiwa yan datang sia sia, semoga semua mendapat hikmah karenanya.

*Penulis adalah PB Pembinaan Keluarga Sakinah Kemenag Kab. Banyuwangi.



 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger