Kabut corona
Corona...Beritamu begitu mengerikan
Namamu begitu menakutkan
Harus berapa lama lagi
Harus berapa korban lagi
Semuanya menjadi panik
Hingga sekolah
Kantor bahkan tempat ibadahpun
Harus lengang dibuatnya
Ya Allah...
Kami hanya berharap kepada Mu
Pasrah kepada Mu
Selamatkan kami
Lindungi kami
Akhirilah ujian ini
Jangan biarkan kami menapaki keadaan ini tanpa hidayah Mu
#Sebatas harap#
Puisi Rindu Berat
Jerat Corona
Entah harus berapa lama lagi semua ini terjadi
Entah berapa banyak lagi nyawa yang akan melayang
Entah berapa hati lagi yang menjadi ciut
Corona... Corona.. Corona...
Musibah kah
Ujian kah
Ataukah
Azab
Yang sengaja
Allah kirimkan
Sebagai peringatan untuk dunia ini
Yang telah penuh
Kemaksiatan

Kemunafikan
Keangkaramurkaan
Ya Allah kami
Menyadari dosa kami
Telah seperti buih di lautan
Tapi
Tetap hanya pada Mu jua kami berharap Rahman Rahim Mu
dengan segala Sifat Lathif Mu
Segera tariklah
Akhirilah
Hapuskan lah
Corona... Corona..
Corona ini
#nandangsendu#
Entah berapa banyak lagi nyawa yang akan melayang
Entah berapa hati lagi yang menjadi ciut
Corona... Corona.. Corona...
Musibah kah
Ujian kah
Ataukah
Azab
Yang sengaja
Allah kirimkan
Sebagai peringatan untuk dunia ini
Yang telah penuh
Kemaksiatan

Kemunafikan
Keangkaramurkaan
Ya Allah kami
Menyadari dosa kami
Telah seperti buih di lautan
Tapi
Tetap hanya pada Mu jua kami berharap Rahman Rahim Mu
dengan segala Sifat Lathif Mu
Segera tariklah
Akhirilah
Hapuskan lah
Corona... Corona..
Corona ini
#nandangsendu#
Puisi Rindu Belajar
Tak pernah aku bayangkan sebelumnya
Akan ada kegiatan belajar di rumah hingga waktu yang selama ini
Mereka WA aku menelponku
Bertanya kapan bisa masuk sekolah lagi
Tanpa mereka tahu akupun begitu
Aku merindukan mereka
Pada jailnya Zaki
tembemnya pipi Salsa
suara jeritan Syifa
Fu'ad yang ogah pakai jaos kaki
Merdunya lantunan shalawat Helmi
Dan mereka yang lainnya
Hari hari ini tak lagi bisa aku dengarkan
Suara hadrah yang saling bersahutan
Tak dapat aku saksikan gerak tari yang lemah gemulai
Juga bola yang ditendang yang kadang sampai masuk ke aula
Sementara dalam video call
aku hanya bisa melihat Ikbal yang sedang mengaji
Tetapi aku tak melihat lainnya
Sampai kapan harus begini?
Aku tetap bersyukur tapi aku juga rindu kalian
Rindu...
Kangen...
Sayang...
Pada mereka
#Rindu Mereka #
#Uswah260320#
Semoga keadaan segera membaik
Kembali seperti semula
Akan ada kegiatan belajar di rumah hingga waktu yang selama ini
Mereka WA aku menelponku
Bertanya kapan bisa masuk sekolah lagi
Tanpa mereka tahu akupun begitu
Aku merindukan mereka
Pada jailnya Zaki
tembemnya pipi Salsa
suara jeritan Syifa
Fu'ad yang ogah pakai jaos kaki
Merdunya lantunan shalawat Helmi
Dan mereka yang lainnya
Hari hari ini tak lagi bisa aku dengarkan
Suara hadrah yang saling bersahutan
Tak dapat aku saksikan gerak tari yang lemah gemulai
Juga bola yang ditendang yang kadang sampai masuk ke aula
Sementara dalam video call
aku hanya bisa melihat Ikbal yang sedang mengaji
Tetapi aku tak melihat lainnya
Sampai kapan harus begini?
Aku tetap bersyukur tapi aku juga rindu kalian
Rindu...
Kangen...
Sayang...
Pada mereka
#Rindu Mereka #
#Uswah260320#
Semoga keadaan segera membaik
Kembali seperti semula





