Penegak MAN 3 Banyuwangi Dampingi KML
Kegiatan Kursus Mahir
tingkat Lanjutan yang dilaksanakan mulai Jumat (17/1) di di MAN 3 Banyuwangi, meskipun sudah ada
panitia pelaksana, sebagai yang ketempatan dalam kegiatan tersebut, Pramuka dari
penegak Gudep MAN 3 Banyuwangi juga andil membantu pelaksanaan kegiatan yang
dilaksanakan pada Mahad Putra Madrasah tersebut.
Dipilihnya MAN 3
Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Srono tersebut karena fasilitas yang
diperlukan untuk kegiatan tersebut memenuhi syarat untuk dilaksanakannya KML. “Gedung
Mahad milik MAN 3 Banyuwangi sangat representative untuk kegiatan, peserta
dapat menginap di Mahad” ungkap Fathurrahman, sekretaris panitia.
Kegiatan yang
dilaksanakan dua sesi tersebut semuanya dilaksanakan di MAN 3 Banyuwangi. “
untuk kegiatan diluar ruangan juga dilaksanakan disini, karena lapangan yang
dimiliki MAN 3 Banyuwangi sangat luas dan mendukung untuk praktik perkemahan”
ungkap Abdurahman, Pembina KML.
Sengaja para siswa dilibatkan dalam membantu
kepanitiaan dalam KML tersebut karena selain meringankan beban panitia, juga
akan menambah wawasan bagi para penegak pada MAN 3 Banyuwangi. “Kita patut
bersyukur karena dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan KML, dan itu sebagai
pertanda bahwa Madrasah kita termasuk yang aktif dalam kegiatan kepramukaan”
ungkap Qosim, Kepala MAN 3 Banyuwangi yang juga Pembina KML tersebut.
Bukan kali ini saja MAN 3 Banyuwangi sebagai
tuan rumah Kursus Mahir, pada Tahun sebelumnya, Kepala MAN 3 Banyuwangi juga
dipercaya sebagai Ketua KMD yang saat itu juga diikuti oleh beberapa Pembina pramuka
dari beberapa Kabupaten diluar Kabupaten Banyuwangi. Hal ini karena MAN 3
Banyuwangi mempunyai sarana yang lengkap untuk kegiatan tersebut dan mnudah
dijangkau dengan transportasi umum.
KML Kemenag Kabupaten Banyuwangi
Kursus
Mahir tingkat Lanjutan (KML) bagi Pembina Pramuka dilaksanakan di MAN 3
Banyuwangi sejak Jum’at (17/1) diikuti oleh Pembina Pramuka dari berbagai
Madrasah dan Sekolah di Kabupaten Banyuwangi, dan sekitarnya. Tercatat ada 2
orang peserta dari Kabupaten Situbondo ikut dalam kegiatan tersebut.
Ketua
Panitia yang juga Kepala MAN 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono Kak Qosim
menyampaikan bahwa Pramuka bukan milik satu golongan, karenanya kegiatan yang
dilaksanakan oleh Kementerian Agama ini bukan hanya diikuti oleh Pembina
Pramuka dari Madrasah dalam binaan Kementerian saja, namun juga dari Sekolah dibawah binaan Dinas Pendidikan. “Kementerian Agama
menaungi semua Agama di Indonesia, dalam KML tahun ini peserta bukan hanya dari
Madrasah, tetapi dari Sekolah, pesertra bukan hanya beragama Islam, tetapi juga
yang beragama non Muslim” ungkap Kepala Madrasah yang pernah Menjabat Kasi Mapenda Kemenag Kabupaten Banyuwangi.
Lebih
Lanjut kak Qosim menyampaikan bahwa Pramuka bukan hanya milik sekolah maupun Madrasah, tetapi milik kita semua. “pelatih kita ada yang mantan Kepala desa,
panitia pelaksana yang membuat soal online juga staf dari Bimas Islam”
ungkapnya. Kak Qosiim juga berpesan agar semua peserta benar benar mengikuti
keguatan tersebut dengan sungguh sungguh dan bukan hanya untuk mencari
sertifikat.
Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Kepala Sub Bagian
Tata Usaha Kak Suciningsih menyambut baik kegiatan yanng dilaksanakan yang juga
bagian dari kegiatan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke 74 Kementerian Agama. Dalam sambutannya
mantan Kepala MAN Srono yang sekarang ganti nama menjadi MAN 3 Banyuwangi
tersebut menyampaikan bahwa Pramuka sangat penting bagi pembentukan karakter
siswa “Banyak yang berhasil sebagai pimpinan dari pramuka” ungkapnya. Lebih Lanjut
Kak Suciningsih berharap dengan adanya KML ini para Pembina Pramuka benar benar
mampu menjadi pembina yang baik bagi siswanya. Kak suciningsih juga menyinggung
tentang hasil survey dari peneliti di Amerika yang hasilnya menyimpulkan bahwa
unsur paling utama dalam meraih kesuksesan adalah kejujuran.
Dalam
kegiatan yang dilaksanakan diaula Mahad yang dibangun dari tahun anggaran 2019
tersebut, kegiatan KML yang dilaksanakan selama 6 hari tersebut akan
dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada hari Jumat sabtu ahad selama dua
minggu.
Semangat PNPNS Menbgawal Jalan Sehat HAb Kemenag
Sukses
kegiatan jalan sehat yang dilaksanakan Panitia Hari Amal bakti (HAB)
Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ke 74 tahun 2020 Sabtu (11/1) tak
terlepas dari Pegawai Non PNS yang ada pada kementerian Agama Kabupaten
Banyuwangi. Para PNPNS tersebut bertugas di kantong kantong parker yang sudah
ditentukan panitia.
Pada
pelaksanaan Jalan Sehat kerukunan tahun ini, panitia meminjam beberapa halalam
Instansi sekitar Kantor Kementerian Agaman yang kebetulan libur untuk parker peserta. “disamping beberapa
kantor, kita juga memanfaatkan lahan parker Ramayana mall untuk peserta” Ungkap
Akhlis Yusrianto, Sekretaris Panitia.
Petugas
piñata parker kendaraan tersebut diambilkan dari PNPNS yag ada dilingkungan
kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. “Saya dan atas nama segenap panitia
menyampaikan terima kasih terhadap PNPNS yang bekerja ekstra dalam kegiatan ini”
Ungkap Moh. Jali selaku Ketua HAB.
Ribuan
peserta yang memadati halaman dan jalanan sekitar Kantor Kementerian AGgama Kabupaten
Banyuwangi tersebut dapat berjalan dengan lancer, meskipun lalu lintas sempat
macet. “Kita menata peserta agar tertib” ungkap Joko, salah satu PNPNS.
Pasca
pelaksanaan kegiatan tersebut, para PNPNS langsung bergerak cepat membersihkan
lingkunbgan kantor hingga tak Nampak ada kegiatan yang menghadirkan ribuan
orang. Lingkungan kantor Nampak bersih hanya beberapa menit setelah acara usai.
Petugas Haji kab. Banyuwangi Tulis Kisahnya dalam Sebuah Buku
Bertugas
sebagai Ketua Kloter dengan Jamaah Resiko Tinggi (Risti), menulis pengalamannya
dalam bentuk Buku, dimana dalam buku dengan judul “Perjalanan Haji Orang Orang
Terpilih” tersebut disusun oleh Syafaat, Ketua Kloter 37 SUB tahun perjalanan
haji 2017. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi
Suciningsih ketika menerima Buku Tersebut di ruang PTSP, Jumat (10/1)
menyampaikan bahwa dengan dituliskannya sebuah pengalaman dalam bentuk Buku,
banyak hikmah yang dapat diambil. “Pengalaman tersebut dapat dijadikan
pelajaran bagi petugas berikutnya” ungkapnya.
Syafaat,
sang penyusun buku menyampaikan bahwa dalam kloter yang dia pimpin saat itu ada
enam jamaah yang meninggal, Jumlah terbanyak untuk Embarkasi Surabaya. “dari enam jamaah yang
meninggal tersebut empat diantaranya meninggal di Mina, selebihnya di Rumah
sakit” ungkapnya. Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa maksud penulisan buku
tersebut agar dapat dijadikan gambaran bagi jamaah haji dan petugas haji yag
akan bertugas. “kekompakan team dan kerjasama dengan karu dan karom sangat
penting bagi terlaksananya Ibadah Haji” ungkapnya.
Kasubbag
Tata Usaha Suciningsih berharap semakin banyak ASN di Kabupaten Banyuwangi yang
menulis Buku, baik Buku Fiksi maupunNon Fiksi. “ Sudah banyak guru yang menulis
Buku, dan penulisan buku ini hiharapkan bukan hanya guru, namun juga ASN dengan
jabatan fungsional lainnya. “Saya berharap para ASN dapat menulis buku,
terlebih buku yang berkaitan dengan bidangnya” ungkap mantan Kepala MAN Srono
ini.
























































































































































































































