Pages

BANYUWANGI MEMPERINGATI HAB KEMENTRIAN AGAMA RI KE-74


BANYUWANGI MEMPERINGATI HAB KEMENTRIAN AGAMA RI KE-74
                Hari Amal Bhakti Kementrian Agama yang jatuh pada tanggal 03 Januari adalah hal yang di tunggu-tunggu oleh para ASN Kementrian Agama di seluruh Nusantara. Begitupun pagi ini, pagi sekali bergegas menyiapkan diri untuk mengikuti acara ini. Walau semalam badan sakit, pusing dan mual. Tidur lebih awal dan bangun lebih awal tentunya, setelah melakukan aktifitas qiyaumul lail dan sholat shubuh berjama’ah. Bergegas mengisi perut dan minum obat, padahal masih sangat pagi. Demi Hari Amal Bhakti Kementrian Agama hari ini aku harus sehat.
                Dengan niat Bismillah, berangkat menuju lokasi . Alhamdulillah acara belum di mulai. Tertera dalam undangan jam 06.30 WIB upacara di mulai, tepat pukul 06.25 Aku sampai di lokasi. Acara belum dimulai, serasa di alam reoni. Bertemu teman lama dari berbagai madrasah di Banyuwangi. Bertemu teman yang pindah tugas dari semula bekerja bersama saya, riuh senang ngobrol tentang kabar dan liburan. Teryata Peringatan pagi ini sekaligus menjadi ajang silaturrahmi tahunan.
                Esensi dari Hari Amal Bhakti Kementrian Agama adalah menjaga warisan pendahulu, untuk menjaga integritas kementrian Agama sebagai penyandang hak agama. Sesuai dalam peraturan  Menteri Agama No. 8 Tahun 2006 yakni :
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta saling menghormti antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
                Dalam perkembangannya Kementrian Agama menjadi pilar perkembangan pendidikan yang mengedapankan karakter anak didik yang beriptaq dan berimptek. Lepas dari semua hal tersebut, peringatan Hari Amal Bhakti Kementrian Agam pagi ini bertempat di MIN 3 Banyuwangi mengusung tema Budaya daerah yang Religi. Dari pagelaran yang di tampilkan menunjukkan, kebudayaan daerah yang beragam  harus tetap  menjadi pemersatu bangsa dalam satu Negara Republik Idonesia (NKRI).
                Sambutan Mentri Agama di bacakan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi Bapak H. Slamet, M.HI yang bertindak sebagai Inspektur upacara. Setelah membacakan teks tersebut kepala kemenag berpesan,para ASN untuk terus memacu diri mengembangkan kementrian Agama Menjadi terdepan. Tak lupa Kemenag mengucapkan terimakasih atas pencapean prestasi yang sudah di capai oleh ASN di lingkungan Kementria Agam Kabupaten Banyuwangi. Tak lupa Bapak Kepala Mengundang seluruh ASN beserta keluarganya untuk hadir pada jalan sehat yang akan di laksanaka hari sabtu, 11 Januari 2020.
                Acara selesai dan di tutup dengan do’a sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam terhadap pencapean-pencapean yang sudah dilaksanakan. Serta memohon kepada Alloh, agar semua ASN di beri kekuatan untuk menjaga loyalitas dan integritas kerja dengan selalu mendharma bhaktikan untuk agama dan masyarakat. Jayalah terus Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi Jenggirat tangi, untukmu ku dharma bhaktikan setulus hati.

HAB Kemenag Banyuwangi ke-74 Tahun 2020 Anti Propaganda


HAB Kemenag Banyuwangi ke-74  Tahun 2020 Anti Propaganda
          Oleh Nurul Insiyah, S.Pd., Guru MTsN 5 Banyuwangi
            Hari ini,kita memperingati tonggak peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kaidah dan nilai-nilai kehidupan beragama, yaitu Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Upacara Hari Amal Bakti ke-74 yang  diadakan di lapangan Stadion Jajag pagi ini, Jum’at, 03 Januari 2020 terlaksana dengan lancar. Para peserta yang terdiri dari ASN se-Kabupaten Banyuwangi terlihat khusuk mengikuti upacara tersebut. Mereka mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB dan terlihat seperi barisan manusia bershalawat karena mengenakan seragam putih dan bawahan hitam, bagi bapak-bapak memakai songkok, sedangkan para ibu menggunakan kerudung putih. Semua terlihat indah dan membuat damai yang melihatnya. Selain itu para ASN, hadir pula Camat dan Kapolsek Jajag, beserta tamu undangan serta ibu dharma wanita.
            Pagi yang biasanya terlihat sepi di sekitar lapangan Jajag, sekarang terlihat padat dan ramai dengan adanya kegiatan ini. Sebelum dimulai upacara, peserta upacara disuguhi dengan berbagai atraksi cantik dan antik serta unik dari siswa-siswi MIN Jajag Banyuwangi. Dengan menggunakan pakaian adat Banyuwangi, siswa-siswi ini terlihat bersemangat menjalankan rangkaian kegiatan tersebut. Kegiatan dimulai dengan tampilan puluhan siswa kecil yang lucu dan lugu dengan tarian gandrung yang manis. Ditambah dengan aksi dramatis opera singkat para bintang kecil ini yang menggemaskan membuat atraksi ini semakin menarik membuat para peserta terkesima. Opra ini menceritakan kecintaan kepada negeri tercinta dan keteguhan untuk tetap cinta tanah air dan bangsa.
            Selanjutnya, atraksi permainan musik drumband yang terdengar saling bersahutan membuat suasana semakin meriah. Ditambah lagi semangat para muda ini tanpa lelaha walaupun matahari semakin terasa panas. Keringat yang berkucuran di tubuh seperti embun terjauh dari daun, tapi tak dihiraukan. Mereka asik dan semangat melakukan rangkaian kegiatan dengan gembira. Kegiatan ini, ibarat rangkaian kecil gandrung sewu yang pernah diadakan Banyuwangi di Pantai Boom. Peserta semakin antusias bergerombol menyaksikan atraksi demi antaksi hingga selesai.
            Acara puncaknya, tidak kalah menarik dengan hadirnya seorang bintang Banyuwangi yang sudah tidak asing lagi, yaitu Demi dengan menyanyikan satu lagu populernya “Kanggo Riko”. Acara ini terlihat special dengan hadinya beliau. Dan ternyata beliau adalah wali murid dari siswa MIN Jajag. Salut dengan seorang Demi yang artis popular tapi masih tetap memilih sekolah dengan pondasi agama pada putranya. Ini salah satu contoh keberhasilan guru kemenag Banyuwangi yang masih dipercaya oleh masyarakat untuk membina, membimbing, dan mengajar, serta mendidik putra-putri penerus bangsa yang berkhlakul kharimah. Kehadiran Demi yang sesaat mampu menghibur peserta yang sudah mulai kepanasan dan jenuh. Tak lupa mereka menyerukan bersama lagu yang dinyanyikan Demi. Rangkaian acara pra upacara selesai. Persiapan upacara segera dilaksanakan.
            Upacara HAB Kemenag Banyuwangi yang ke-74 dilaksanakan tepat pukul 08. 00 WIB dengan inspektur Upacara, Taufik, dari MIN Jajag. Selama kegiatan upacara, peserta mengikuti dengan khidmat. Walaupun cuaca pagi tadi hujan dan rumput tempat upacara masih basah, namun peserta tetap disiplin mengikutinya. Upacara dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, H.Slamet, M.Hi. Upacara kali ini bertema “Umat Rukun, Indonesia Maju”.
Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Haji Mohammad Rasjidi. Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaandari penjajahan. Sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan,Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Haji Mohammad Rasjidi adalah seorang ulama berlatar belakang pendidikan Islam modern dan dikemudian hari dikenal sebagai pemimpin Islam terkemuka dan tokoh Muhammadiyah.
            Pidato H. Slamet, M.Hi. membacakan amanat dari Kementerian Agama, Fachrul Rozi. Hari Amal Bakti Kementerian Agama Tahun 2020 ialah “Umat Rukun, Indonesia Maju”, mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan di Daerah agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama di tanah Air. Kerukunan antar umat beragama merupakan modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional. Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Sejarah dunia sampai abad kedua puluh hanya mengenal dua teori menyangkut hubunganagama dan negara, yaitu “teori integrasi”, penyatuan agama dengan negara,dan “teori sekularisasi”,pemisahanagama dengan negara.
Para founding fathers negara kita dengan bimbingan Allah Yang Maha Kuasa mengenalkan teori alternatif, yaitu “teori akomodasi” menyangkut hubungan agama dan negarayang belum dikenal saat itu di negara mana pun. Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkanuntuk kebahagiaan hidup manusia. Sejarah dunia sampai abad kedua puluh hanya mengenal dua teori menyangkut hubunganagama dan negara, yaitu “teori integrasi”, penyatuan agama dengan negara,dan “teori sekularisasi”,pemisahanagama dengan negara. Para founding fathersnegara kita dengan bimbingan Allah Yang Maha Kuasa mengenalkan teori alternatif, yaitu “teori akomodasi” menyangkut hubungan agama dan negara yang belum dikenal saat itu di negara mana pun.
Keshalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita dapat menjadi umat beragama yang shaleh sekaligus menjadi warga negara yang baik. Fachrul Rozi ingin mengutip pesan Pahlawan Nasional almarhum Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasutionyang sangat relevan dengan misi yang dijalankan oleh Kementeian Agama,yakni, “Sebagai negara baru kita tidaklah sekadar ingin mengejar ketertinggalan terhadap negara-negara maju, melainkan sebagai orang beriman kita ingin membangun kehidupan bermartabat spiritual dan material dengan ridla Allah.”
Selama tujuh dekade perjalanan sejarah Kementerian Agama banyak perubahan dan kemajuan yang dicapai dalam spektrum tugas yang begitu luas, seperti dalam fungsi bimbingan masyarakat beragama, pelayanan nikah, pembinaan pengelolaan zakat dan wakafserta dana sosial keagamaan lainnya, penyelenggaraan ibadah haji, pendidikan agama dan keagamaan di semua jenjang,penelitian dan pengembangan serta kediklatan, pembinaan kerukunan antar umat beragama, penyelenggaraan jaminan produk halalserta penguatan tata kelola manajemen dan organisasisesuai dengan agenda Reformasi Birokrasi.
Fachrul Rozi menyampaikan dalam kesempatan memperingati Hari Amal Bakti Ke-74 Kementerian Agama, secara khusus saya mengajak jajaran Kementerian Agama di seluruh Indonesia untuk memperhatikan 6 (enam)hal sebagai berikut: pertama, Pahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara; kedua, Jaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agamadi tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan; ketiga, Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadahdan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan; keempat, Perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat; kelima,  Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragamasejalan dengan falsafah Pancasila yang mempersatukan anak bangsa walauberbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan; keenam, Implementasikan Visi dan MisiPemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerjapusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan.
Dalam negara Pancasila, siapapun dengan alasan apapun tidak diperkenankan melakukanpropaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran agama dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. Demikian pula segala kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara. Selain itu, Fachrur Rozi mengajak segenap aparatur kementerian Agama untuk memberikan kemampuan yang dimiliki untuk semakin dekat melayani umat dan menjaga nama baik Kementerian Agama.
Selain membacakan amanat dari kementerian Agama, Fachrur Rozi, Kepala Kementerian Agama Banyuwangi, H. Slamet,S.Hi., memberikan petuah kepada peserta upacara untuk tetap melaksanakan 5 (lima) nilai budaya kerja Kementerian Agama Indonesia. Upaya pelayanan kepada public berbasis akuntabilitas dan transparansi harus didukung oleh pelayanan yang ikhlas dari seluruh pegawai. Berikut Penjabaran 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama integritas, yaitu  Keselarasan Antara Hati, Pikiran, Perkataan Dan Perbuatan Yang Baik Dan Benar, profesionalitas, yaitu Bekerja Secara Disiplin, Kompeten Dan Tepat Waktu Dengan Hasil Terbaik, inovasi, yaitu Menyempurnakan Yang Sudah Ada Dan Mengkreasi Hal Baru Yang Lebih Baik, tanggung jawab, yaitu Bekerja Secara Tuntas Dan Konsekuen, keteladanan, yaitu Menjadi Contoh Yang Baik Bagi Orang Lain.
            Tidak  lupa H. Slamet, M.Hi., mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari peserta upacara dan pada MIN Jajag atas apresiasinya terhadap kegiatan HAB Kemenag ke-74 dengan berupaya semaksimal mungkin dengan keterbatasan dana namun mampu menampilkan kreativitas dan atraksi yang kontemporer dan modern tetapi masih mempertahankan etnik Banyuwangi. Aplaus panjang untuk para guru dan pelatih yang sudah berjuang keras dan tanpa lelah mempersiapkan kegiatan untuk mengisi kegiatan ini. Walaupun kondisi beliau tidak enak badan, tapi tetap mengikuti upacara dengan penuh semangat sama dengan para peserta.
            Pengumuman lomba-lomba memperingati HAB kementerian Agma ke-74 yang diakana panitia Kemenag Banyuwangi akan diumumkan pada saat melaksanakan kegiatan jalan sehat bersama pada hari Sabtu, 11 Januari 2019. Mengingat waktu upacara hari Jumat sehingga pengumuman hasil lomba tersebut diundur. Upacara selesai tepat pukul 10.00 WIB. peserta bubar dengan tertib dan pelaksanaan upacara berjalan lancar tanpa hambatan. Para peserta saling bercanda akrab dan temu kangen selama bubar upacara. Mereka terlihat ceria dan gembira walaupun di bawah terik matahari yang semakin panas dan meninggi.
                Upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agam ke-74 tahun 2020, mudah-mudahan menjadikan ASN semakin meningkatkan kinerja dan kemampuan diri lebih berkualitas dan lebih profesional. Kedepannya, diharapkan agar ASN tetap bekerja dengan disiplin ikhlas melayani msayarakat sesuai dengan logo Kementerian Agama, yaitu Ikhlas Beramal. Mari terus berkarya walaupun terus bertambahnya umur. Keberhasilan tidak dibatasi dengan umur.
            Pengabdian dan dedikasi yang tinggi kepada kementerian Agama adalah ibadah yang tidak putus walau kita telah tiada. Penghargaan tetinggi bagi ASN Kementerian Agama adalah bisa mempersembahkan karya yang bermanfaat bagi kemasalahan umat dan bermanfaat dunia dan akherat bukan apa yang diberikan Kementerian Agama kepada ASN. Berkarya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara adalah persembahan ASN yang terbaik. Karya akan diingat selama ada dan tiada. Karya terbesar akan diingat sepanjang masa.


Membersihkan History pada Firefox dan Google

Kadangkala sebuah system aplikasi membutuhkan proses pembersihan History agar dapat dijalankan.
Cara membersihkan history tersebut setelah membuka Firefox adalah sebagai berikut :

  1. Pada bagian atas jendela Firefox
  2. klik tombol Firefox , pada bagian atas
  3. buka menu History dan pilih Clear Recent History.... ...
  4. Memilih seberapa banyak riwayat yang akan dihapus: ...
  5. Terakhir, klik tombol Clear Now.

Lomba Catur HAB Kemenag Kabupaten Banyuwangi.


Mengawali hari pertama masuk kerja di Tahun 2020, Panitia HAB kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ke 74 menggelar lomba Catur yang dilaksanakan di aula bawah kantor kemenag Kabupaten Banyuwangi Kamis (2/1).



Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet  ketika membuka sambutan dalam pembukaan Lomba tersebut berharap agar dalam setiap lomba harus menjunjung tinggi sportivitas. Menyinggung kegiatan diawal tahun, H. Slamet berharap dengan Lomba yang mengedepankan asah kemampuan dan strategi tersebut dapat meningkatkan kreatifitas.
Dalam Lomba Catur tersebut dua orang Guru Perempuan ikut ambil bagian sebagai peserta dan tidak gamang ketika berhadapan dengan pecatur laki-laki masing masing adalah Miya ayu Kumalasari dari MTs Puspa Bangsa Cluring dan Dian Rizka dari MI Nurul Huda 2 Macanputih. “Perempuan juga bisa berkompetensi dengan laki laki dalam catur” ungkap Miya Ayu Kumalasari, seorang guru Matematika yang baru beberapa bulan mengajar.
Sebagai juru dalam pertandingan tersebut adalah Johan dari PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Banyuwangi. Dimana dalam pertandingan tersebut dilaksanakan dengan Standard Nasional “Salah satu larangan dalam catur adalah merokok, karena dapat mengaburkan konsentrasi lawan yang kebetulan tidak merokok” ungkap Johan.

Merk Patung Kuda di Patung Ikan Lele


Sore tadi saya ke Tlogosari, sebuah Dusun di Kecamatan Sempu dimana dusun ini dekat dengan lereng pegunungan, banyak jalan yang belum teraspal, karenanya sering orang “tersesat” ketika pertama kali kesana disebabkan banyaknya perempatan yang nyaris sama. Karenanya penduduk setempat berinisiatif memberikan tanda pada beberapa perempatan tersebut dengan patung atau tugu, sehingga lebih mudah untuk dikenali. Meskipun kita juga akan dibuat bingung dengan patung tersebut karena ada satu patung dimana antara patung dan namanya tidak sama.
Saya mencari rekan yang juga seorang kepala Guru Madrasah. Saya sampai pada perempatan yang ada patungnya, dimana patung tersebuut tertulis “Patung Kuda”, tetapi patung tersebut adalah patung dua ekor Ikan lele. Entahlah apa merasuki pembuat ide patung tersebut, kenapa “merk” dan barangnya tidak sama. Sehingga ketika saya telpon teman saya mengenai posisi saya, harus menjelaskannya bahwa saya di dekat patung bertuliskan Patung Kuda tapi patungnya Ikan lele. Sungguh sebuah kalimat yang tidak efektif untuk menunjukkan sebuah tempat. Tapi setelah saya pikir unik juga ide sang pembuatnya. Seperti merk susu sapi dengan gambar beruang saja, ditambah iklannya pakai Naga.
Meskipun di pelosok, tetapi Iklan calon wakil rakyat juga bertebaran disana, mungkin yang punya ide pembuat patung juga terinpirasi dengan janji kaum politisi, meskipun saya juga bingunng apa hubungan patung Lele merk patung Kuda dengan janji janji politik para politisi tersebut. Aapa hhubungannya Tulisan Patung Kuda pada patung lele tersebut. Dan apa pula hubungannya janji politisi dengan fakta setelah dia jadi. Mungkin memang tidak ada kaitannya patung lele bertuliskan patung kuda dengan kampanye dan janji politisi. Mungkin hanya saya saja yang memaksakan diri untuk menyambungkan hubungan antar keduanya.
Suatu ketika Saya mendengarkan percakapan dua orang yang membicarakan calon pemimpin mereka, saya diam saja dan berusaha menjadi pendengar yang baik dari keduanya. Mereka sama sama mempunyai alasan pembenar atas dukungannya. Meskioun dalam hati “terpaksa” saya tersenyum kecut mendengarnya.
“Dia itu dulu waktu kampanye banyak janji, namun setelah jadi di ingkari” celetuk salah satu teman. “Kampanye itu biasa bro, untuk menarik masa” ungkap teman satunya nbnggak mau kalah. “Kita beli Mi Instan yang kemasannya ada gambar Telur atau paha ayam dan setellah kita buka Mie Instan satu karton nggak ada telur dan paha ayamnya kita nggak marah dan tetap membelinya kok” ungkapnya lagi.
Selamat bertahir pekan, Toh Meskiun Patung lele bertuliskan Patung kuda tersebut sama sama patungnya, dan jika dianggap nggak nyambung, itu hanya penafsiran saja. sekali kali bolehlah kita memaksakan "penafsiran pembenar" kita kepada orang lain.

Sagu Sabu Kemenag Kab. Banyuwangi dari Media Guru


MGMP jenjang MA dan MTs Kabupaten Banyuwangi mengadakan Workshop menulis dengan menghadirkan Narsumber dari Media Guru Senin (16/12) bertempat di aula bawah Kantor Kementeria Agama Kabupaten Banyuwangi hingga selasa (17/12) diikuti oleh 140 Guru dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan beberapa guru SD, SMP dan SMP dan SMK di Kabupaten Banyuwangi serta beberapa Kabupaten disekitarnya.

Ketua MGMP jenjang MA, H. Anwaruddin selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pihaknya hanya mampu menampung 140 peserta dan terpaksa menolak pendaftaran peserta setelah pendaftar ke 140 dengan mengingat tempat yang hanya mempu menampung 140 peserta. Pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan serupa jika dikehendaki oleh para guru.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H.Slamet memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan MGMP tersebut. “Niat yang kuat akan menghasilkan karya yang luar biasa” ungkapnya. Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso tersebut melihat antusias para guru mengikuti Workshop Guru menulis.” Imam Syafii dan para Imam Madzhab dan Imam lainnya masih kita kenang karena karya tulisnya” ungkapnya. Lebih lanjut mantan Guru MAN 1 Banyuwangi ini berharap paga guru yang mengikuti Workshop ini mampu menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Pada kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap guru yang sudah menghasilkan karya tulis dan telah dibukukan. Beliau juga terispirasi dengan salah satu judul buku yang ditulis salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah tentang Guru berdedikasi. “Guru besar kita yang mengispirasi banyak orang dan mampu mendidik putranya yakni Nabi Ibrahim, dimana anaknya yang juga siswanya bukan hanya cerdas dibidang IQ dan EQ, namun juga cerdas dibidang ESQ” ungkapnya. Lebih lanjut H Slamet juga menyinggung peran seorang istri yang juga disebut sebagai Asisten Guru Besar dimana mampu menggantikan peran suami ketika tidak ada ditempat. “Siti Hajar mampu menggantikan posisi suami sebagai guru besar dalam mendidik Nabi Ismail, sehingga Nabi Ismail cerdas dengan menggunakan hatinya” ungkapnya.
Workshop Satu Guru Satu Buku yang berlangsung selama dua hari tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online, sehingga peserta mampu menghasilkan satu produk buku. Peserta diajarkan bagaimana menyampaikan ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis.”sebenarnya banyak yang ingin dituliskan, namun kita tidak bisa menyampaikan dalam bentuk karya tulis” ungkap Hadi Suwito, salah satu Peserta yang juga Kepala MTsN tersebut.
MGMP jenjang MA dan MTs Kabupaten Banyuwangi mengadakan Workshop menulis dengan menghadirkan Narsumber dari Media Guru Senin (16/12) bertempat di aula bawah Kantor Kementeria Agama Kabupaten Banyuwangi hingga selasa (17/12) diikuti oleh 140 Guru dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan beberapa guru SD, SMP dan SMP dan SMK di Kabupaten Banyuwangi serta beberapa Kabupaten disekitarnya.
Ketua MGMP jenjang MA, H. Anwaruddin selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pihaknya hanya mampu menampung 140 peserta dan terpaksa menolak pendaftaran peserta setelah pendaftar ke 140 dengan mengingat tempat yang hanya mempu menampung 140 peserta. Pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan serupa jika dikehendaki oleh para guru.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H.Slamet memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan MGMP tersebut. “Niat yang kuat akan menghasilkan karya yang luar biasa” ungkapnya. Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso tersebut melihat antusias para guru mengikuti Workshop Guru menulis.” Imam Syafii dan para Imam Madzhab dan Imam lainnya masih kita kenang karena karya tulisnya” ungkapnya. Lebih lanjut mantan Guru MAN 1 Banyuwangi ini berharap paga guru yang mengikuti Workshop ini mampu menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Pada kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap guru yang sudah menghasilkan karya tulis dan telah dibukukan. Beliau juga terispirasi dengan salah satu judul buku yang ditulis salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah tentang Guru berdedikasi. “Guru besar kita yang mengispirasi banyak orang dan mampu mendidik putranya yakni Nabi Ibrahim, dimana anaknya yang juga siswanya bukan hanya cerdas dibidang IQ dan EQ, namun juga cerdas dibidang ESQ” ungkapnya. Lebih lanjut H Slamet juga menyinggung peran seorang istri yang juga disebut sebagai Asisten Guru Besar dimana mampu menggantikan peran suami ketika tidak ada ditempat. “Siti Hajar mampu menggantikan posisi suami sebagai guru besar dalam mendidik Nabi Ismail, sehingga Nabi Ismail cerdas dengan menggunakan hatinya” ungkapnya.
Workshop Satu Guru Satu Buku yang berlangsung selama dua hari tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online, sehingga peserta mampu menghasilkan satu produk buku. Peserta diajarkan bagaimana menyampaikan ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis.”sebenarnya banyak yang ingin dituliskan, namun kita tidak bisa menyampaikan dalam bentuk karya tulis” ungkap Hadi Suwito, salah satu Peserta yang juga Kepala MTsN tersebut.

Sebuah kegiatan untuk memantik kemampuan berkarya di dunia literasi.  Kegiatan pelatihan penulisan buku ini sebagai upaya membangkitkan dunia literasi khususnya di kabupaten Banyuwangi dengan menghadirkan Nara sumber M. Ihsan, CEO Media Guru Indonesia dan Drs. Murman, M.pd Instruktur Nasional Media Indonesia. Dalam Kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap karya Tulis Guru di Kabupaten Banyuwangi yang telah menghasilkan buku seperti buku Asmara Mantra buku kumpulan puisi karya Nur Khofifah, Keyakinanan Hati Sireng sebuah novel karya Uswatun Hasanah, Guru Berdedikasi Murid Berprestasi karya Azizah Masrukhah.

Lipsyne Karyawan Kemenag Kabupaten Banyuwangi


Aula Bawah Kantor Kementerian agama Kabupaten Banyuwangi siang itu, Kamis (12/12) nampak meriah dengan lagu lagu terbaru yang terdengar dan dinikmati pengunjung yang nyaris penuh memadati aula tersebut.  Para peserta seolah penyanyi ternama ketika melakukan lipsyne membawakan lagu lagu yanhg telah dipersiapkan panitia, ada yang tampil solo, ada pula yang membawa beberapa penari latar.
Juri dalam lomba Tersebut, Ivan Ardiansyah menyampaikan bahwa dengan lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan HAB kementerian Agama tersebut bukan hanya diikuti oleh karyawan dilingkungan kementerian agama saja, tetapi juga para kepala KUA dan Penyuluh Agama.
Dari Kantor Urusan Agama Kecamatan, Ghufron Musthofa, Kepala KUA Kecamatan sempu tampil memukau dengan didampingi dua penari latar yang juga Kepala KUA. Ghufron Musthofa menyampaikan bahwa dalam lomba ini perwakilan dari KUA memang yang ditunjuk adalah kepala KUA, sebagai salah satu wujut rasa pedulu terhadap memeriahkan HAB Kementerian Agama. ”Asyik juga bermain Lypsine seperti ini, kita seperti seorang penyanyi beneran” ungkapnya.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger