Pages

Membersihkan History pada Firefox dan Google

Kadangkala sebuah system aplikasi membutuhkan proses pembersihan History agar dapat dijalankan.
Cara membersihkan history tersebut setelah membuka Firefox adalah sebagai berikut :

  1. Pada bagian atas jendela Firefox
  2. klik tombol Firefox , pada bagian atas
  3. buka menu History dan pilih Clear Recent History.... ...
  4. Memilih seberapa banyak riwayat yang akan dihapus: ...
  5. Terakhir, klik tombol Clear Now.

Lomba Catur HAB Kemenag Kabupaten Banyuwangi.


Mengawali hari pertama masuk kerja di Tahun 2020, Panitia HAB kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ke 74 menggelar lomba Catur yang dilaksanakan di aula bawah kantor kemenag Kabupaten Banyuwangi Kamis (2/1).



Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet  ketika membuka sambutan dalam pembukaan Lomba tersebut berharap agar dalam setiap lomba harus menjunjung tinggi sportivitas. Menyinggung kegiatan diawal tahun, H. Slamet berharap dengan Lomba yang mengedepankan asah kemampuan dan strategi tersebut dapat meningkatkan kreatifitas.
Dalam Lomba Catur tersebut dua orang Guru Perempuan ikut ambil bagian sebagai peserta dan tidak gamang ketika berhadapan dengan pecatur laki-laki masing masing adalah Miya ayu Kumalasari dari MTs Puspa Bangsa Cluring dan Dian Rizka dari MI Nurul Huda 2 Macanputih. “Perempuan juga bisa berkompetensi dengan laki laki dalam catur” ungkap Miya Ayu Kumalasari, seorang guru Matematika yang baru beberapa bulan mengajar.
Sebagai juru dalam pertandingan tersebut adalah Johan dari PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Banyuwangi. Dimana dalam pertandingan tersebut dilaksanakan dengan Standard Nasional “Salah satu larangan dalam catur adalah merokok, karena dapat mengaburkan konsentrasi lawan yang kebetulan tidak merokok” ungkap Johan.

Merk Patung Kuda di Patung Ikan Lele


Sore tadi saya ke Tlogosari, sebuah Dusun di Kecamatan Sempu dimana dusun ini dekat dengan lereng pegunungan, banyak jalan yang belum teraspal, karenanya sering orang “tersesat” ketika pertama kali kesana disebabkan banyaknya perempatan yang nyaris sama. Karenanya penduduk setempat berinisiatif memberikan tanda pada beberapa perempatan tersebut dengan patung atau tugu, sehingga lebih mudah untuk dikenali. Meskipun kita juga akan dibuat bingung dengan patung tersebut karena ada satu patung dimana antara patung dan namanya tidak sama.
Saya mencari rekan yang juga seorang kepala Guru Madrasah. Saya sampai pada perempatan yang ada patungnya, dimana patung tersebuut tertulis “Patung Kuda”, tetapi patung tersebut adalah patung dua ekor Ikan lele. Entahlah apa merasuki pembuat ide patung tersebut, kenapa “merk” dan barangnya tidak sama. Sehingga ketika saya telpon teman saya mengenai posisi saya, harus menjelaskannya bahwa saya di dekat patung bertuliskan Patung Kuda tapi patungnya Ikan lele. Sungguh sebuah kalimat yang tidak efektif untuk menunjukkan sebuah tempat. Tapi setelah saya pikir unik juga ide sang pembuatnya. Seperti merk susu sapi dengan gambar beruang saja, ditambah iklannya pakai Naga.
Meskipun di pelosok, tetapi Iklan calon wakil rakyat juga bertebaran disana, mungkin yang punya ide pembuat patung juga terinpirasi dengan janji kaum politisi, meskipun saya juga bingunng apa hubungan patung Lele merk patung Kuda dengan janji janji politik para politisi tersebut. Aapa hhubungannya Tulisan Patung Kuda pada patung lele tersebut. Dan apa pula hubungannya janji politisi dengan fakta setelah dia jadi. Mungkin memang tidak ada kaitannya patung lele bertuliskan patung kuda dengan kampanye dan janji politisi. Mungkin hanya saya saja yang memaksakan diri untuk menyambungkan hubungan antar keduanya.
Suatu ketika Saya mendengarkan percakapan dua orang yang membicarakan calon pemimpin mereka, saya diam saja dan berusaha menjadi pendengar yang baik dari keduanya. Mereka sama sama mempunyai alasan pembenar atas dukungannya. Meskioun dalam hati “terpaksa” saya tersenyum kecut mendengarnya.
“Dia itu dulu waktu kampanye banyak janji, namun setelah jadi di ingkari” celetuk salah satu teman. “Kampanye itu biasa bro, untuk menarik masa” ungkap teman satunya nbnggak mau kalah. “Kita beli Mi Instan yang kemasannya ada gambar Telur atau paha ayam dan setellah kita buka Mie Instan satu karton nggak ada telur dan paha ayamnya kita nggak marah dan tetap membelinya kok” ungkapnya lagi.
Selamat bertahir pekan, Toh Meskiun Patung lele bertuliskan Patung kuda tersebut sama sama patungnya, dan jika dianggap nggak nyambung, itu hanya penafsiran saja. sekali kali bolehlah kita memaksakan "penafsiran pembenar" kita kepada orang lain.

Sagu Sabu Kemenag Kab. Banyuwangi dari Media Guru


MGMP jenjang MA dan MTs Kabupaten Banyuwangi mengadakan Workshop menulis dengan menghadirkan Narsumber dari Media Guru Senin (16/12) bertempat di aula bawah Kantor Kementeria Agama Kabupaten Banyuwangi hingga selasa (17/12) diikuti oleh 140 Guru dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan beberapa guru SD, SMP dan SMP dan SMK di Kabupaten Banyuwangi serta beberapa Kabupaten disekitarnya.

Ketua MGMP jenjang MA, H. Anwaruddin selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pihaknya hanya mampu menampung 140 peserta dan terpaksa menolak pendaftaran peserta setelah pendaftar ke 140 dengan mengingat tempat yang hanya mempu menampung 140 peserta. Pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan serupa jika dikehendaki oleh para guru.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H.Slamet memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan MGMP tersebut. “Niat yang kuat akan menghasilkan karya yang luar biasa” ungkapnya. Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso tersebut melihat antusias para guru mengikuti Workshop Guru menulis.” Imam Syafii dan para Imam Madzhab dan Imam lainnya masih kita kenang karena karya tulisnya” ungkapnya. Lebih lanjut mantan Guru MAN 1 Banyuwangi ini berharap paga guru yang mengikuti Workshop ini mampu menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Pada kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap guru yang sudah menghasilkan karya tulis dan telah dibukukan. Beliau juga terispirasi dengan salah satu judul buku yang ditulis salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah tentang Guru berdedikasi. “Guru besar kita yang mengispirasi banyak orang dan mampu mendidik putranya yakni Nabi Ibrahim, dimana anaknya yang juga siswanya bukan hanya cerdas dibidang IQ dan EQ, namun juga cerdas dibidang ESQ” ungkapnya. Lebih lanjut H Slamet juga menyinggung peran seorang istri yang juga disebut sebagai Asisten Guru Besar dimana mampu menggantikan peran suami ketika tidak ada ditempat. “Siti Hajar mampu menggantikan posisi suami sebagai guru besar dalam mendidik Nabi Ismail, sehingga Nabi Ismail cerdas dengan menggunakan hatinya” ungkapnya.
Workshop Satu Guru Satu Buku yang berlangsung selama dua hari tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online, sehingga peserta mampu menghasilkan satu produk buku. Peserta diajarkan bagaimana menyampaikan ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis.”sebenarnya banyak yang ingin dituliskan, namun kita tidak bisa menyampaikan dalam bentuk karya tulis” ungkap Hadi Suwito, salah satu Peserta yang juga Kepala MTsN tersebut.
MGMP jenjang MA dan MTs Kabupaten Banyuwangi mengadakan Workshop menulis dengan menghadirkan Narsumber dari Media Guru Senin (16/12) bertempat di aula bawah Kantor Kementeria Agama Kabupaten Banyuwangi hingga selasa (17/12) diikuti oleh 140 Guru dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan beberapa guru SD, SMP dan SMP dan SMK di Kabupaten Banyuwangi serta beberapa Kabupaten disekitarnya.
Ketua MGMP jenjang MA, H. Anwaruddin selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pihaknya hanya mampu menampung 140 peserta dan terpaksa menolak pendaftaran peserta setelah pendaftar ke 140 dengan mengingat tempat yang hanya mempu menampung 140 peserta. Pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan serupa jika dikehendaki oleh para guru.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H.Slamet memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan MGMP tersebut. “Niat yang kuat akan menghasilkan karya yang luar biasa” ungkapnya. Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso tersebut melihat antusias para guru mengikuti Workshop Guru menulis.” Imam Syafii dan para Imam Madzhab dan Imam lainnya masih kita kenang karena karya tulisnya” ungkapnya. Lebih lanjut mantan Guru MAN 1 Banyuwangi ini berharap paga guru yang mengikuti Workshop ini mampu menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Pada kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap guru yang sudah menghasilkan karya tulis dan telah dibukukan. Beliau juga terispirasi dengan salah satu judul buku yang ditulis salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah tentang Guru berdedikasi. “Guru besar kita yang mengispirasi banyak orang dan mampu mendidik putranya yakni Nabi Ibrahim, dimana anaknya yang juga siswanya bukan hanya cerdas dibidang IQ dan EQ, namun juga cerdas dibidang ESQ” ungkapnya. Lebih lanjut H Slamet juga menyinggung peran seorang istri yang juga disebut sebagai Asisten Guru Besar dimana mampu menggantikan peran suami ketika tidak ada ditempat. “Siti Hajar mampu menggantikan posisi suami sebagai guru besar dalam mendidik Nabi Ismail, sehingga Nabi Ismail cerdas dengan menggunakan hatinya” ungkapnya.
Workshop Satu Guru Satu Buku yang berlangsung selama dua hari tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online, sehingga peserta mampu menghasilkan satu produk buku. Peserta diajarkan bagaimana menyampaikan ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis.”sebenarnya banyak yang ingin dituliskan, namun kita tidak bisa menyampaikan dalam bentuk karya tulis” ungkap Hadi Suwito, salah satu Peserta yang juga Kepala MTsN tersebut.

Sebuah kegiatan untuk memantik kemampuan berkarya di dunia literasi.  Kegiatan pelatihan penulisan buku ini sebagai upaya membangkitkan dunia literasi khususnya di kabupaten Banyuwangi dengan menghadirkan Nara sumber M. Ihsan, CEO Media Guru Indonesia dan Drs. Murman, M.pd Instruktur Nasional Media Indonesia. Dalam Kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap karya Tulis Guru di Kabupaten Banyuwangi yang telah menghasilkan buku seperti buku Asmara Mantra buku kumpulan puisi karya Nur Khofifah, Keyakinanan Hati Sireng sebuah novel karya Uswatun Hasanah, Guru Berdedikasi Murid Berprestasi karya Azizah Masrukhah.

Lipsyne Karyawan Kemenag Kabupaten Banyuwangi


Aula Bawah Kantor Kementerian agama Kabupaten Banyuwangi siang itu, Kamis (12/12) nampak meriah dengan lagu lagu terbaru yang terdengar dan dinikmati pengunjung yang nyaris penuh memadati aula tersebut.  Para peserta seolah penyanyi ternama ketika melakukan lipsyne membawakan lagu lagu yanhg telah dipersiapkan panitia, ada yang tampil solo, ada pula yang membawa beberapa penari latar.
Juri dalam lomba Tersebut, Ivan Ardiansyah menyampaikan bahwa dengan lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan HAB kementerian Agama tersebut bukan hanya diikuti oleh karyawan dilingkungan kementerian agama saja, tetapi juga para kepala KUA dan Penyuluh Agama.
Dari Kantor Urusan Agama Kecamatan, Ghufron Musthofa, Kepala KUA Kecamatan sempu tampil memukau dengan didampingi dua penari latar yang juga Kepala KUA. Ghufron Musthofa menyampaikan bahwa dalam lomba ini perwakilan dari KUA memang yang ditunjuk adalah kepala KUA, sebagai salah satu wujut rasa pedulu terhadap memeriahkan HAB Kementerian Agama. ”Asyik juga bermain Lypsine seperti ini, kita seperti seorang penyanyi beneran” ungkapnya.

Para Pejabat Berkreasi Dalam Festival Nasi Goreng Kemenag Banyuwangi


Para pejabat pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Kamis (12/112) melaksanakan kegiatan yang tidak biasanya. Dengan pakaian ala Chef ternama, dengan didampingi seorang asisten, para pejabat tersebut beradu kreasi dalam festival Nasi Goreng yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari amal Bhakti (HAB) kementerian Agama ke 74.

Kegiatan yang diilaksanakan di teras Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tersebut berlangsug meriah. Beberapa menu nasi goring dengan nama nama yang unik disajikan oleh para Chef yang terdiri dari para Pejabat dilingkungan kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan satker Kementerian Agama yang ada    di Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet berkeliling melihat kelihaian para kasi dan penyelenggara dalam memasak nasi goreng. Seperti yang dilakukan Kasi pendidikan madrasah yang memasak Nasi Goreng dengan Tema Nasi Goreng K.13 dimana Nasi Goreng tersebut dimasak tanpa tambahan MSG. “Kita memang memasak Nasi Goreng tanpa MSG, namun rasanya tak kalah dengan masakan Chef hotel” ungkapnya.
Panitai menyediakan enam tempat untuk memasak nasi goring tersebut, sehingga kegiatan harus dibagi dalam beberapa sesi karena tempatnya bergantian.

Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan anggaran berbasis SMART Irjen Kemenag di Banyuwangi


Tim Inspektorat Kementerian Agama Republik Indonesia melaksanakan pemantauan dan evaluasi kinerja anggaran berbasis SMART pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi selama 4 hari terhitung Rabu (11/12) sampai dengan Sabtu (14/12).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet ketika memberikan sambutan pada pendampingan yang dilaksanakan di aula atas Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa saat ini semua menggunakan aplikasi, dan dengan aplikasi tersebut kerja semakin cepat, data dan pemantauan semakin akurat. “pada awalnya penggunaan aplikasi dirasa berat, namun pada akhirnya akan mempercepat dan memperingan pekerjaan” ungkapnya.
Tim Inspektorat Jenderal yang dipimpin Mohammad Yusup, Kepala Subbagian Verifikasi dan Pelaporan Keuangan, Bagian Keuangan dan Barang Milik Sekretariat Inspektorat Jenderal kementerian Agama akan melakukan pendampingan terhadap penggunaan Aplikasi Smart. “Aplikasi SMART adalah aplikasi berbasis web yang dibangun guna memudahkan satuan kerja dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, operator dari 12 Madrasah Tsanawiyah Negeri dan 4 Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun yang diundang hanya satu operator setiap lembaga, namun rata rata setiap lembaga mengirimkan dua orang operator untuk mengikuti kegiatan tersebut, hal ini dilakukan agar setiap lembaga benar benar ada yang dapat menguasai aplikasi tersebut.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger