Pages

PRODIKTIK (Program Terapan bidang TIK) ITS Surabaya Tahun 2019


PRODISTIK andalah program terapan bidang TIK, bagaimana cara mempergunakan komputer lebih optimal lagi, seperti microsoft word,microsoft excel.microsoft powerpoin,basic desain grafis dan internet.  Pada Tahun 2019 Institut Tehnologi Sepuluh Nopember  mengadakan Lomba PIFTIK (Penulisan Ide Futuristik Teknologi Informasi dan Komunikasi)
Info selengkapnya klik DISINI



Juknis Pengangkatan Kepala Madrasah dan RA

Pasal 6 Peraturan Menteri Agama nomor 24 Tahun 2018 mengatur persaratan menjadi Kepala Madrasah Sebagai berikut :
(1) Calon Kepala Madrasah harus memenuhi persyaratan:
a. beragama Islam;
b. memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an;
c. berpendidikan paling rendah sarjana atau diploma empat kependidikan atau bukan kependidikan dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
d. memiliki pengalaman manajerial di Madrasah;
e. memiliki sertifikat pendidik;
f. berusia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat diangkat;
g. memiliki pengalaman mengajar paling singkat 9 (sembilan) tahun pada Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan 6 (enam) tahun pada Madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat;
h. memiliki golongan ruang paling rendah III/c bagi guru pegawai negeri sipil dan memiliki golongan ruang atau pangkat yang disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan/lembaga yang berwenang dibuktikan dengan keputusan inpassing bagi guru bukan pegawai negeri sipil;
i. sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah;
j. tidak sedang dikenakan sanksi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
k. memiliki nilai prestasi kerja dan nilai kinerja guru paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
l. diutamakan memiliki sertifikat Kepala Madrasah sesuai dengan jenjangnya untuk Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah.
(2) Sertifikat Kepala Madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf l merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan
Keagamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama dan/atau lembaga lain yang berwenang.
(3) Kepala Madrasah pada Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah yang sudah
menjabat dan belum memiliki sertifikat Kepala Madrasah, paling lama 3 (tiga) tahun wajib memiliki sertifikat Kepala Madrasah.
(4) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dan huruf h, dikecualikan bagi pengangkatan calon Kepala Madrasah berstatus bukan pegawai negeri sipil pada Madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
(5) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, huruf e, huruf g, huruf h, dan huruf k dikecualikan bagi pengangkatan calon Kepala Madrasah berstatus bukan pegawai negeri sipil pada Madrasah baru yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Juknis Pengangkatan tersebut Keputusan Dirjen Pendis nomor 5851 Tahun 2018 silahkan klik DISINI
PMA Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan Kepala Madrasah silahkan klik DISINI
BlanKo Pengajuan Kepala Madrasah / RA melalui Simpatika  silahkan Klik DISINI

Muncar ; Pelabuhan Terbesar di Indonesia


Saat Anda berkunjung ke kotaku Banyuwangi. Anda akan menjumpai Kecamatan Muncar pengahasil ikan terbesar di Provinsi Jawa Timur dan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia sebagai pengahasil ikan terbesar setelah Bagan Siapi-api. Muncar memiliki dayatarik dan potensi pariwisata  luar biasa. Di pelabuahan Muncar misalnya,ikan bermacam-macam jenis yang masih segar. Lalu -lalang pegawai usung gronjong ikan masuk pabrik-parik di sepanjang jalan. Hasil tangkap ikan di Muncar didominasi oleh ikan lemuru (Sardinella lemuru).Bahkan,saat musim ikan lemuru tiba menurut cerita nelayan “jika perahu sudah kelebihan muatan di tengah laut, lemuru yang sudah ditangkap dibuang begitu saja demi keselamatan semua.
Perahunya juga unik-unik,dengan berbagai ukiran dan hiasan yang berwana-warni menambah indahnya pelabuhan. Apalagi pada malam hari lampu-lampu indah menghiasi perahu yang sedang berlabuh.Berbagai aktifitas para nelayan menjadi pemandangan yang menarik,ada yang membersihkan perahu,membetulkan jaring yang rusak,atau nelayan yang bersiap-siap melaut. Beberapa desa di pesisir Muncar mayoritas warganya sebagai nelayan.
Muncar tidak hanya sebagai daerah penangkapan ikan saja, tapi juga dijadikan lokasi produksi dari sejumlah usaha pengelolaan ikan. Perikanan lemuru di Muncar telah dijadikan penunjang industri lokal, pembuka lapangan pekerjaan baik di laut maupun di darat, dan penunjang sumber pendapatan daerah. Oleh sebab itu, lemuru harus ditangani dengan tepat dan efisien agar nilai ekonomis ikan lemuru dapat lebih ditingkatkan. Jenis-jenis industri pengolahan yang memanfaatkan lemuru dan terdapat di Muncar meliputi industri pengalengan, cold storage, pemindangan, pengasinan, penepungan, dan industri pengolahan lainnya. Salah satu industri pengolahan ikan yang paling banyak ditemui di kawasan Muncar adalah industri cold storage atau pembekuan ikan yang akan dikirim ke luar jawa atau luar negri.
Pada sore hari kita juga bisa menyaksikan warga yang inigin sekedar melepas penat dengan memancing. Mereka berjejer dipinggir pantai sambil menikmati tiupan angin semilir sepoi-sepoi.Sambil diiringi musik khas Banyuwangi yang dinyanyikan artis Demi terdengar dari deretan warung di sepanjang pinggir pantai. Apalagi pada hari Minggu anak-anak nelayan berdatangan untuk ikut mengusung atau istilahnya “ngujur” dari juragan perahu satu ke perahu lainya.Pundi-pundi rupiah membuat mereka ketagihan,sehingga setiap liburan mereka sambil bermain juga mencari uang buat jajan.

Petik laut merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan pada bulan Muharram atau Shuro pada penanggalan Jawa. Biasanya digelar pada bulan Purnama,karena saat itu terjadi air laut pasang sehingga nelayan tidak melaut.Pada saat itulah wisatawan dalam dan luar negri berbondong-bondong untuk berdatangan,dalam rangka menyaksikan ritual-ritual Petik laut.Para pedangan dari luar daerah pada berdatangan satu bulan sebelumnya.
Mengais rizki dikeramain petik laut yang menjadi iven budaya turun-temurun. 
Tujuan utama petik laut adalah untuk memohon kepada Alloh agar diberi keselamatan dan rizki menjadi berkah sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas pendapatan ikan yang melimpah.

Itulah gambaran tempat kelahiranku Muncar, membuat siapapun ingin mengunjungi setelah tau betapa indah dan hidupnya aktifitas para nelayan serta exsotisnya beratus-ratus kapal yang berderet di sandaran pelabuhan.
Suatu hari aku akan menulis ritual petik laut yang lebih lengkap.

Ayo kawan...Datanglah!
Lemuru bakar selalu siap sebagai jamuan kuliner yang nikmat dan ala maak...!!
(Masrukah)

Workshop Media Pembelajaran Berbasis Multimedia dan Penggunaan ARD di MTsN 12 Banyuwangi.


Kegiatan yang diikuti seluruh operator dan Wakamad Kurikulum pada KKM Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Banyuwangi yang beralamat di Kecamatan Wongsorejo hari Selasa (24/9)  ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang Aplikasi yang digunakan pada Madrasah, terutama Aplikasi Raport Digital (ARD) dan Simpatika. Kepala MTsN 12 Banyuwangi H. Moh. Untung menyampaikan bahwa penggunaan dan penguasaan Tehnologi dan Informasi mutlak diperlukan dalam perkembangan dunia pendidikan.  “penguasaan tehnologi sebuah keniscayaan, kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman, maka secara alamiah kita akan ditinggalkan zaman” ungkapnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer MTsN dari Kecamatan paling Utara Kabupaten Banyuwangi ini diisi oleh Admin Simpatika Kemenag Kabupaten Banyuwangi Syafa’at, dan Guru TIK pada MTsN 10 Banyuwangi Fuad Hanif Hasan. Dimana sebelumnya pria asal Lamongan ini juga mengisi kegiatan yang sama pada KKM MTsN 10 Banyuwangi.
H. Muh Untung dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan mengingat beberapa operator pada Madrasah adalah pemula serta adanya versi baru ARD.  “Aplikasi dibuat disamping untuk memudahkan administrasi, juga adanya arsip digital yang mudah untuk diakses” ungkap mantan Guru MTsN 10 ini. Lebih lanjut H. moh. Untung menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong para guru dan tenaga kependidikan dalam peningkatan kwalitas terkait perkembangan tehnologi.
Sementara itu Syafaat disamping menyampaikan pentingnya penguasaan aplikasi yang digunakan di Kementerian Agama, bukan hanya ARD dan simpatika, namun juga beberapa aplikasi yang digunakan baik itu produk dari Kementerian Agama pusat maupun kementerian Agama Kabupaten. “Untuk tata persuratan, Madrasah Negeri dapat menggunakan e-naskah dan Untuk Pengerjaan SPJ BOS bagi lembaga swasta dapat menggunakan e-SPJ yang linknya ada di web kemenag Kab, Banyuwangi” ungkapnya. (Syafaat)

Pemilihan Langsung Ketua OSIM

Pemilihan secara langsung bukan untuk memilih orang yang paling pinter, namun untuk memilih orang yang dapat mempengaruhi para pemilihnya, baik langsung maupun tidak langsung. Ketika calon yang dipilih diadakan seleksi akademik, sangat mudah untuk dipetakan nilai yang didapatkannya, karena ada takaran baku yang sudah disepakati sebagai bakan pengukur, namun ketika dihadapkan pada pemilih, belum tentu yang nilainya tinggi akan mendapatkan dukungan suara yang tertinggi.
Dalam momen pemilihan, ada banyak pihak yang berkepentingan dengan hasil pemilihan tersebut, Pilkades bukan hanya urusan calon dan warga desa yang mempunyai hal pilih, bukan hanya urusan warga desa yang akan menerima pimpinan baru, namun kadang ada pihak tertentu yang secara financial juga berkepentingan dengan pilkades tersebut, dan kadangkala yang berkepentingan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan sesuai dengan perundang undangan mengenai Pilkades, mengenai Pemerintahan Desa maupun kepentingan desa lainnya.
Seringkali kepentingan diluar sistim tersebut tidak dapat dihindarkan, dan seringkali juga kepentingan diluar sistim tersebut menodai demokrasi, terjadi pergeseran cara pandang dalam menentukaan pilihan yang bisa jadi menurunkan bobot dari hasil pemilihan tersebut, meskipun  piranti perundang undangan sudah dibuat sedemikian rupa, namun tidak sedikit kepentingan diluar sistim ini lolos nyaris tanpa halangan.
Pendidikan berdemokrasi dengan cara memilih pimpinan dengan melibatkan seluruh warga dapat dilakukan sejak dini, sejak dibangku madrasah. Beberapa Madrasah telah terbiasa melakukan pemilihan secara langsung terhadap Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sebagai lembaga resmi yang ada di madrasah yang membidangi kegiatn yang ada di madrasah tersebut. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai salah satu wahana pembentukan kepemimpinan yang dimulai sejak dini.
Meskipun pemilihan dilakukan secara langsung sebagaimana Pilkades, Pilbup maupun Pilpres, dimana dapat dimulai dengan penyampaian visi dan misi, bahkan dapat dilakukan tahapan kampanye maupuun debat terbuka, namum pemiliahan dilingkungan akademik sangat berbeda, dimana dipemerintahan masih dimungkinkan adanya oposisi, dimana biasanya dalam pilpres calon yang kalah tidak masuk kedalam pemerintahan, namun dilingkungan sekolah, hal tersebut tidak terjadi, karena sifatnya adalah pembelajaran berdemokrasi dan pelatihan kepemimpinan yang diharapkan adanya pembiasaan dari siswa untuk menjadi seorang pemimpin. Karenanya dalam pemilihan kepeminpinan secara langsung Organisasi Siswa Intra Madrasah masih dimungkinkan pihak yang kalah duduk dalam kabinet atau kepengurusan.

Meskipun pemilihan demokratis tidak harus dilakukan secara langsung, dimana juga dimungkinkan dilakukan secara perwakilan, namun Pemilihan secara langsung dianggap lebih memberikan pendidikan demokrasi, karena sistim ini melibatkan seluruh siswa, dimana diharapkan tumbuh calon pemimpin yang dapat mempengaruhi secara positif terhadap seluruh siswa, atau setidak tidaknya dengan sistim pemilihan ini setidaknya calon pemimpin tersebut lebih dikenal oleh seluruh siswa. Meskipun OSIM bukan satu satunya kegiatan ekstra di madrasah, namun keberadaan OSIM sebagai salah satu organisasi yang dapat dijadikan sebagai wahana berbegai kegiatan siswa sangat bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa keberanian bagi siswa untuk tampil didepan publik.

LKDS MAN 2 Banyuwangi

Sebanyak 200 peserta dari berbagai organisasi, dan duta siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi mengikuti kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDKS) pada 21-22 September kemarin. Kegiatan yang dipusatkan di aula wisata Umbul Pule Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore tersebut di buka langsung oleh Moh. Anwar Kepala MAN 2 Banyuwangi. Sedangkan pematerinya diisi dari unsur Kepolisian dan TNI dari Polsek dan Koramil Genteng.
Dalam sambutannya, Anwar mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk mempersiapkan calon pengurus organisasi dan duta yang ada di MAN 2 Banyuwangi. Dengan di adakannya kegiatan itu, diharapkan agar organisasi dan duta dapat terinovasi dan lebih semangat dalam menjalankan roda organisasinya.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan LDKS dengan penuh semangat,” pintanya Anwar.
Sementara berbagai komentar disampaikan oleh peserta, diantaranya, Nur Salim. Dirinya berharap, kegiatan itu dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswi MAN 2 Banyuwangi, sekaligus dapat menampung aspirasi dan inspirasi dari para siswa. Sedangkan Bintang, salah satu peserta juga berharap, oganisasi di MAN 2 dapat menciptakan insan yang menjadi teladan bagi siswa lainnya. (Difari)

Prilaku negatif yang harus dihindari guru


Guru adalah seorang pendidik profesional. Sebagai pendidik profesional, guru harus memiliki sifat-sifat mendidik. Naluri mendidik sudah harus ada dan berkembang dalam kepribadian guru sejak awal. Meskipun demikian, guru adalah manusia biasa yang memiliki emosi juga tidak luput dari kesalahan. Kalau siswa sudah suka dengan kita, rasanya setengah energi kita sudah tersalurkan karena mendapat energi positif dari siswa. Berbeda dengan siswa yang tidak suka dengan kita, pasti suasana kelas susah diatur dan energi kita menjadi terkuras. Ada beberapa prilaku negatif yang harus dihindari seorang guru ketika sudah menjadi profesinya:
a.    Jarang masuk
Tidak sedikit guru yang sibuk dengan kegiatan di luar sekolah, mungkin untuk urusan keluarga atau bisnis. Kepentingan Bisnis dan keluarga boleh dilakukan asal tidak mengganggu kegiatan belajar di kelas, apalagi sampai tidak masuk dan mengabaikan tugasnya mengajar. Mungkin siswa akan senang kalau jam pelajaran kosong, namun sikap hormat siswa akan berkurang. Siswa yang pandai akan kecewa karena tidak mendapatkan materi pembelajaran sebagai mana mestinya dan waktunya terbuang sia-sia. Dan tentu saja kelas yang ditinggal kosong akan menjadi ramai, siswa-siswi berkeliaran mondar-mandir tanpa kontrol jika tidak ada pengganti dari pihak sekolah.
Ketika seorang guru jarang masuk tidak mengajar atau sering izin, maka disamping menjadi sorotan wali siswa, tentu saja membuat kepala sekolah resah karena kedisiplinan tidak terlaksana.
b.    Berkata kasar
Menjadi guru segala apa yang diperbuat oleh guru digugu dan ditiru.
 Slogan yang amat melekat pada jati diri sosok guru yang diciptakan oleh pahlawan kita Ki Hajar Dewantara” Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa , Tut Wuri Handayani” yang memiliki arti bahwa slogan ini dapat terus membangkitkan semangat guru di Indonesia untuk senantiasa memberikan teladan yang baik dan selalu berupaya membangkitkan semangat dan motivasi belajar para peserta didik sehingga bisa membentuk generasi muda penerus bangsa yang berbudi luhur dan berakhlak mulia.
Perkataan guru terhadap siswa harus halus, memikat, dan penuh perhatian. setiap bimbingan, nasehat, dan perkataan harus disampaikan dengan lemah lembut. Kalaupun siswa susah dinasehati, cukup dengan kata-kata yang tegas dan konsisten. Siswa akan memahami apa yang boleh dan tidak boleh jika kita tegas. Ya.. cukup dengan ketegasan saja, tegas berbeda dengan kasar. Hindari mengeluarkan perkataan kasar, bernada tinggi dan ancaman. Jika itu terjadi, tidak ada efektivitas dalam pembelajaran yang dilakukan. siswa akan mencemooh dan mngolok-olok guru yang sering berkata kasar, pada akhirnya siswa akan dendam pada gurunya. Sekarang banyak kejadian guru dianiaya siswanya, itu juga karena mungkin siswa merasa disakiti hatinya melalui ucapan.
c.    Guru sering ngerumpi atau menggunjing
Islam mengajarkan kita untuk menjaga lisan dengan ucapan yang baik. Namun, sering kali manusia tergoda untuk membicarakan orang lain, merendahkan, hingga memfitnah orang lain sehingga dapat merusak kerukunan. Apalagi seorang guru yang patut dicontoh dalam segala tingkah baik lisan maupun perbuatan.
Allah berfirman dalam Surat An-Nur Ayat 19, "Siapapun gemar menceritakan atau menyebarluaskan kejelekan saudara Muslim kepada orang lain diancam dengan siksa yang pedih di dunia dan di akhirat."
Apalagi jika cerita yang digosipkan itu merupakan berita bohong, tidak sesuai fakta atau hanya berdasarkan prasangka, jelas lebih besar dosanya.
Bagi para guru. Sekolah adalah tempat bagi mereka untuk belajar mengajar, belajar mendidik. Belajar menemukan cara yang tepat untuk mengenalkan sesuatu yang baru pada siswa-siswanya. Belajar bagaimana mengajari mereka melakukan hal-hal baru. Belajar mendampingi mereka memasuki dunia baru. Sekolah adalah tempat bagi para guru untuk menjadi sosok inspiratif. Agar siswa-siswanya terinspirasi. Karena guru memang sudah seharusnya menjadi inspirasi bagi siswa-siswanya.
Amat tidak eloklah jika seorang guru suka membicarakan orang lain dan tidak ada manfaatnya pula, hanya menyia-nyiakan waktu yang seharusnya untuk belajar.(Masrukah)


 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger