Pages

Karyawan kemenag Joging di Pantai BooM


   Dengan menempuh perjalanan sejauk 5 Km menuju Marina Boom Beach (pagtai Boom). Perjalanan yang ditempuh dengan durasi waktu sekitar satu jam tersebut dilakukan dengan menyusuri trotoar jalanan kota Banyuwangi.
Kegiatan Jumat pagi (13/9) Karyawan kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi diisi dengan kegiatan Jalan santai yang diawali dari halaman kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi
Analis PTK seksi Pendidikan Agama Islam pada  Kabupaten Banyuwangi Erma Hari Tri Hastuti menyampaikan bahwa kegiatan pagi yang dilakukan setiap Jumat bervariasi, KajianTafsir, senam di halaman dan jalan santai. “pagi ini kita melakukan yang sedikit berbeda dengan jalan kaki menuju Pantai boom” ujarnya. Lebih lanjut mantan Dosen Poliwangi ini menyampaikan bahwa disamping jalan santai dan menikmati destinasi wisata yang ada di dalam kota tersebut, Erma (panggilan akrabnya) juga berharap bahwa dengan menyambut hadirnya sang surya di pulau Jawa, dengan mengingat Banyuwangi merupakan daerah yang paling dulu menikmati sinar Matahari, diharapkan juga Banyuwangi yang paling dulu melakukan inovasi pelayanan menuju layanan yang lebih baik.
Pantai Boom yang dulu merupakan pelabuhan besar sejak zaman VOC yang saat ini pelabuhan penyeberangan dan ekspor pindah ke pelabuhan Tanjungwangi di Desa Ketapang, sekarang Pantai Boon menjadi Marina Boom Beach dimana kapal pesiar dapat berlabuh di pantai yang elok dengan lapangan pasir yang dapat digunakan sebagai lapangan sepak bola. Banyak event Banyuwangi Festival yang dilaksanakan dipantai tersebut, hal ini mengingat disamping pantai tersebut layak dijadikan destinasi wisata yang tidak kalah dengan yang ada di Sydney, juga mudah dijangkau. “jalan santai ini sangat menyenangkan, meskipun kita menempuh perjalanan sekitar 5 Km” ungkap Syafaat, staf Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Karyawan menyempatkan diri foto bersama di Gosway, Jembatan menuju sebuah pulau kecil di pantai boom dimana jembatan besi ini amat elok, yang dapat dijadikan ikon baru wisata di Kota Banyuwangi, terlebih dengan adanya patung burung yang dapat digunakan untuk foto yang seolah kiota mempunyai sayap yang siap terbang. “Hore aku bisa Terbang” ungkap Widyawati, karyawan cantik kementerian Agama yang foto dengan senyum manis pada sayap garuda.

Peringati Tahun Baru Hijriyah, MTsN 5 Banyuwangi Gelar Sepeda Santai Dan Santuni Anak Yatim

Dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1441 H, MTsN 5 Banyuwangi mengadakan kegiatan sepeda santai dan santunan anak yatim, Rabu, (11/9). Kegitan Sepeda Santai tersebut dibuka langsung oleh Kepala Madrasah Khodori.
Dalam sambutannya khodori mengatakan, selain untuk memperingati tahun baru hijriyah 1441H, kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, pada siswa-siswi MTsN 5 Banyuwangi, serta memperkuat ukhuwah. Disamping itu untuk berbagi serta peduli terhadap anak-anak yatim.
“Muharram bulan berbagi untuk anak-anak yatim”, ungkapnya.
Kegiatan Sepeda Santai tersebut juga melibatkan Polsek Cluring dalam mengawal peserta mulai start hingga finish di halaman madrasah. Usai kegiatan sepeda sehat dilanjutkan dengan santunan anak yatim piatu.
Sebagai pamungkas, kegiatan santunan dilanjutkan dengan pembagian hadiah pada siswa-siswi dalam kategori hiasan sepeda terbaik, sekaligus pembagian hadiah. Mereka begitu antusias memperingati tahun baru hijriyah yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan

Festival Anak Yatim Banyuwangi


Lebih dari 500 anak yatim siswa Madrasah Ibtidaiyah se Kabupaten Banyuwangi mengikuti Festival anak yatim yang diselenggarakan dalam Festival Muharram Tahun 2019 bersama 500 anak yatim lainnya dari Sekolah Dasar se Kabupaten Banyuwangi, Rabu (11/9) di Pendopo Sabha Swagatha Banyuwangi. Lebih dari seribu anak yatim tersebut disamping mendapat santunan berupa uang tunai dan bingkisan, juga dapat bermain bersama di Pendopo Kabupaten Banyuwangi. “hari ini pendopo Kabupaten Banyuwangi menjadi rumah yang menyenangkan bagi anak anak yatim” Ungkap Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi dalam sambutannya.
Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet yang hadir bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia m. yamin menyambut baik kegiatan Muharam yang sebagian besar melibatkan Madrasah Ibtidaiyah ini Slamet menyampaikan bahwa Festival Muharram dan hari Santri meskipun Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, namun sebagai motor penggerak utamanya adalah kementerian Agama.

        Bupati Banyuwangi dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitemen menanggulangi kemiskinan termasuk memberikan beasiswa bagi siswa Yatim yang berprestasi. “Pemerintah menyediakan beasiswa, karenanya tidak ada alasan bagi siswa yatim berprestasi untuk tidak melanjutkan pendidikan” ungkap Anas.
Festival yatim tersebut mauidloh hasanah diisi kh. Toha Munthoha dari Krikilan Glenmore, dimana Kiai nyentrik ini menyampaikan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang juga Yatim Piyatu. “Banyak yatim yang jadi orang sukses, diantaranya Habibi yang pernah manjadi Presiden Republik Indonesia” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Minhajut Thullab Krikilan Glenmore tersebut. Lebih lanjut Putra KH Abdul manan Parasgempal tersebut menyampaikan bahwa menjadi yatim merupakan salah satu proses edukasi yang dapat membawa seseorang kepada kesuksesan “Dunia terus mengalami perubahan dan menjadi yatim dididik untuk mandiri” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut dengan didamping Istrinya, Ipuk Fiestiandani serta Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekretaris Kabupaten Mujiono serta jajaran Muspida, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas secara menyerahkan bingkisan dan uang tunai kepada seluruh anak yatim. “ biarkan anak anak bermain dalam acara ini, jangan diatur karena dunia anak anak adalah dunia permainan” ungkap Anas. “biar tidak mengganggu amplop yang diserahkan, saya juga menyerahkan sedikit uang untuk anak anak agar dapat digunakan membeli makanan dan minuman dalam acara ini” ungkapnya lagi.
Dalam kegiatan tersebut anak anak yatim dibebaskan dari semua aturan, anak anak dapat menikmati permainan dengan sepuasnya, diperbolehkan bermain dan berjalan jalan diantara hadirin yang sedang mengikuti jalannya acara. “undangan tidak merasa terganggu dengan lalu lalang anak anak dalam acara tersebut, bahkan kita merasasenang dengan kehadiran anak anak tersebut” ungkap Syafaat,Analis data dan Informasi pendidik dan tenaga kependidikan yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Pawai Taaruf Festival Muharram Banyuwangi


          Sejumlah 50 Group Drumban dari Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Banyuwangi melaksanakan Pawai Taaruf dalam rangka Festival Muharram yang digelar dalam rangka Banyuwangi Festival Tahun 2019 selasa (10/9) yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dengan didampingi Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H.Slamet dan Ketyua Majelis Ulama Indonesia M. Yamin. “Semua peserta dalam pawai taaruf ini murni dari Madrasah Ibtidaiyah” ungkap Abdul Basid, ketua panitia pelaksana dalam kegiatannya.
Wakil Bupati dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan dalam menhyambut tahun baru hijriyah ini. “saya bangga bias hadir disini, didoakan para ustad” ungkap wakil bupati yang baru saja melaksanakan Ibadah haji ini.  Tepuk tangan hadirin pecah ketika kafilah Kecamatan Cluring terlebih ketika MI Nurul Athhar tampl melintasi panggung kehormatan dimana disebutkan bahwa Alumni Madrasah yang berada di Dusun Kebonsari Desa benculuk tersebut ada yang menjabat sebagai Sejkretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Mi Nurul Athhar Muslihmenyempatkan bersamalan dengan Mujiono, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu. Muslih menyampaikan bahwa Sekretaris Daerah yang sekarang menjabat memang alumni dari lembaganya.
Pelaksanaan Devile dilakukan per Kecamatan dimana setiap Devile menampilkan Drumban yang dimilikinya, sementara para guru dengan berpakaian serba putih berjalan di belakangnya. “kami berikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Banyuwangi yang memberikan waktu khusus dalam sebuah acara untuk Madrasah Ibtidaiyah” ungkap Khusnul Kholifah, guru pada Madrasah Ibtidaiyah negeri 3 Banyuwangi di Jajag.

Deklarasi Hidup Tanpa Sampah Plastik


            Bertempat di Depan Gesibu Banyuwangi Selasa (10/9) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko serta Ketua Majelis Ulama Indonesia M. Yamin menanda tangani dekalarasi Banyuwangi bebas dari sampah Plastik yang dimotori oleh Forum Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah se Kabupaten Banyuwangi.
Beberapa tokoh dan pejabat terutama yang bernaung dibawah Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ikut membubuhkan tanda tangan dalam kegiatan dimaksud. Hal ini berkaitan dengan sampah plastik yang sulit untuk diurai. Deklarasi ini dilaksanakan bersamaan dengan Pawai Taaruf Madrasah Ibtidaiyah se Kabyupaten Banyuwangi dalam rangka Festival Muharram.
“Kita deklarasikan Banyuwangi bebas dari sampah plastic yang dimulai dari diri kita, siswa kita” ungkap Zuhdi, Ketua Forum KKM MI Kabupaten Banyuwangi. Sementara itu Kepala kantor Kem,enterian Agama Kabupaten Banyuwangi menyambut baik deklarasi yang diprakarsai para Guru Madrasah Ibtidaiyah tersebut. Hal ini terkait dengan sampah plastik yang tidak dapat diurai dengan cepat.
Sementara itu Analis data dan Informasi pendidik dan tenaga kependidikan kementerian AGAMA Kabupaten Banyuwangi Syafaat yang hadir dalam deklarasi tersebut menyampaikan bahwa Deklarasi yang diprakarsai KKM MI se Kabupaten Banyuwangi tersebut akan ditindak lanjuti kegiatan di madrasah, sehingga siswa akan terbiasa untuk mengurasi sampah plastic dan tidak membuang sampah sembarangan.

Siswa MAN 2 Banyuwangi Mewakili Kadarkum Tingkat Provinsi Jawa Timur

Madrasah Aliyah Nergeri (MAN) 2 Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Genteng, ikut menjadi peserta lomba KADARKUM yang di laksanakan oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi.Dan  disamping sebagai peserta, MAN 2 Banyuwangi menjadi salah satu peserta yang lolos menuju lomba KADARKUM tingkat Provinsi Jawa Timur. Setelah melewati seleksi tingkat Kabupaten, juga  telah mengikuti seleksi di tingkat eks karesidenan Besuki pada tanggal 5 September 2019 bertempat di Badan Kordinator Wilayah (DAKORWIL V) Jember. lomba ini di ikuti oleh SMAN 1 Banyuwangi 2 Orang peserta, SMAN 1 GENTENG 2 Orang peserta, Man 2 Banyuwangi 1 Orang peserta yang sudah terseleksi sesuai dengan Kecamatan masing- masing. Lomba ini berisikan tentang materi HAM, ITELEGEN dengan di sertakan dengan hukum-hukumnya .materi yang di ujikan adalah LCC dan Debat yang bersinambungan tentang hukum yang ada di Indonesia.dan siswa MAN 2 Banyuwangi yang menjadi perwakilan dalam Lomba KADARKUM adalah siswa atas nama Hikam Fajar Ramadhan, Siswa Kelas 11 Jurusan IPS.
     
   “kegiatan ini menurut saya sangat asik karna kesukaan saya dalam bidang politi, banyak sekali materi yang saya dapat dalam lomba ini dan banyak pengalamaan yang saya dapat” Unngkap Hikah.  “Dan saya sangat beruntung dapat menjadi perwakilan MAN 2 Banyuwangi menjadi duta Kabupaten Banyuwangi dalam lomba Kadarkum ini” ungkapnya lagi. Lebih lanjut Hikam menyampaikan bahwa dengan meraih juara dalam perlombaan kadarkum ini akan menambah kebanggaan bagi dirinya dan Madrasah pada umumnya. “semoga adik adik dapat menjadi penerus dan menjadi SDM yang berkualitas, jangan pernah puas atas ilmu yang kalian dapat terus gali potensi kalian sesuai dengan bakat dan minat kalian.” ttd slamet2.jpgungkapnya (difari)

Jamaah Haji Kloter 48 Mengambil Kopor di Kemenag Dengan Ceria



        Kedatangan Kopor Jamaah Haji Kloter 48 Kabupaten Banyuwangi di aula Kantor Kemenag disambut ceria oleh Jamaah Sabtu (7/9). Sebagian Jamaah datang sendiri ke aula Kantor Kementerian Agama untuk memastikan kopornya sudah datang dan isinya komplit. “sebagian kurma muda yang saya taruh di kopor nyunyut” ungkap Hj. Devi Ambarini, Jamaah haji asal Kecamatan Genteng. Devi (panggilan akrabnya) berangkat bersama suaminya H. Murdiono bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah haji (KBIH) Darussalam Blokagung. “Kurma muda tersebut pesanan beberapa teman” ungkapnya. Devi yakin bahwa ada hikmah tersembunyi dari kopor yang tetinggal ini. “semoga isyarat kami segera bias ke Tanah suci lagi” ungkap Murdiono suami Devi, Guru SMK Bustanul Falah Genteng ini berharap bias ke tanah suci lagi untuk melaksanakan Umroh.
Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dalam pengambilan Kopor ini tidak mensaratkan harus diambil sendiri, namun bias diambilkan oleh orang lain dengan sarat menunjukkan Paspor. “Paspor yang sudah ditunjukkan di copy untuk arsip pengambilan” ungkap Agus Hermawan, petugas yang ditugasi untuk menyerahkan Kopor di aula Kementerian Agama. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet memantau pelaksanaan pengambilan kopor Jamaah tersebut, H. Slamet berharap kopor kopor tersebut segera diambil pemiliknya.  
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kopor Jamaah Haji Kabupaten Banyuwangi kloter 48 yang tiba ditanah air Senin (2/6) tertinggal di Bandara  International Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah, hal ini adalah putusan dari pihak penerbangan Saudia Airlines setelah memperhatikan cuaca yang kurang bersahabat yang mengakibatkan pihak penerbangan mengurangi beban muatan. Kopor tersebut diangkung dengan penerbangan berikutnya, dan baru tanggal 5 September terangkut ke tanah air.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger