Pages

Cara Registrasi PTK Baru di Simpatika


Syarat Registrasi PTK Baru

Persyaratan untuk melakukan registrasi PTK baru adalah sebagai berikut.
1. Belum memiliki PegID ataupun NUPTK
2.    Menjadi PTK di Madrasah/Sekolah yang dibuktikan dengan SK Pengangkatan 
3.    Mengisi Formulir A05
Formulir tersebut diisi kemudian serahkan kepada Admin Madrasah atau Kepala Madrasah, dengan dilampiri:

  1. Pas photo berwana ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar (Plus siapkan File Foto ukuran Maksimal 100 kb)
2.    Copy Kartu Keluarga
3.    Copy Ijazah SD (Terendah)
4.    Copy Ijazah Pendidikan Tertinggi
5.    Copy SK Pengangkatan sebagai PTK di madrasah tersebut
Formulir A05  beserta lampirannya tersebut diserahkan kepada Admin Madrasah atau Kepala Madrasah untuk dimasukkan ke dalam sistem melalui "Registrasi PTK" di menu Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Simpatika.


Langkah bagi Operator atau Kepala Madrasah

  1.  Login ke situs Simpatika
  2. Pada Dasbor Layanan Simpatika pilih Madrasah
  3. Setelah masuk di Dasbor Madrasah, pilih Pendidik & Tenaga Kependidikan
  4. Klik menu Registrasi PTK yang terletak di bagian kanan
  5.  Klik Entri Formulir A05
  6. Isi kolom-kolom yang tersedia sesuai dengan Formulir A05
  7. Bila sudah, klik Lanjut
  8. Muncul halaman konfirmasi data, cek dan jika benar klik Simpan
  9. Muncul notifikasi bahwa aplikasi berhasil menyimpan data ajuan, klik Cetak
  10. Akan muncul Surat Aktivasi Akun PTK (S02), cetak dan serahkan kepada PTK
  11. Surat Aktivasi Akun PTK (S02) berisikan PegID dan Kode Aktivasi. Keduanya digunakan oleh PTK baru untuk melakukan aktivasi di layanan Simpatika.
  12. Jika belum berbintang 4, maka PTK tersebut tidak dapat disertakan dalam pengisian Jadwal Mengajar Mingguan.


Langkah PTK baru
  1. PTK setelah mendapatkan Tanda Bukti Verval Level 1 (S02a/ S02.b/ S.02/c) Loging ke https://simpatika.kemenag.go.id/
  2. Pilih Aktivasi PTK
  3. Buat Pasword baru untuk Loging ke Simpatika anda Klik Login dengan pasword yang telah anda buat
  4. Masukkan Pig ID dengan Pasword yang telah anda buat
  5. Pada layanan Simpatika, Pilih menu PTK
  6. Cek data anda, jika ada kesalahan data silahkan hubungi Admin madrasah untuk perbaikan, jika sudah benar klik OK
  7. Klik Halaman beranda untuk cetak berkas ajuan, kemudian serahkan ke Admin madrasah untuk Verval Level 2. (S03/a, S03/b, S03/c).

Langkah-langkah Agar Bintang 4 (PegID Permanen)

Langkah-langkah agar sampai 'bintang 4' antara lain:



  1. PTK melakukan Aktivasi Akun dan Pengisian Data PTK. Sampai di tahap ini PTK akan berstatus 'bintang 2'
  2. Setelah melakukan Aktivasi Akun dan Pengisian Data PTK, PTK baru memberitahu kepada Admin Madrasah/Kepala Madrasah.
  3. Oleh Admin Madrasah atau kepala Madrasah dilakukan Registrasi PTK Baru Level 2 melalui akun madrasah di layanan Simpatika. Admin Madrasah menerbitkan Form S05 dan S07. Sampai tahap ini PTK akan berstatus 'bintang 3'
  4. S07 beserta berkas kelengkapannya dikirim ke Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota untuk diverval. Jika disetujui akan diterbitkan S08.
  5. Dengan menerima S08, PTK baru tersebut telah memiliki PegID yang aktif/permanen (status bintang 4).


Mutasi Guru di Simpatika

Berikut prosedur mutasi PTK yang perlu diperhatikan di SIMPATIKA :
1. Mutasi Sekolah PTK Naungan Kemendikbud ke Madrasah Naungan Kemenag (lintas naungan)
PTK dari sekolah naungan Kemendikbud yang akan mutasi sekolah induknya ke Madrasah naungan Kemenag tidak lagi melalui prosedur persetujuan mutasi keluar oleh Admin Dinas intansi lamanya, melainkan langsung melaporkan diri ke Admin Kemenag Kab/Kota tujuan dengan menyerahkan Formulir SM02 yang dicetak melalui akun PTK tersebut.
Berikut langkah-langkah singkat prosedur Mutasi Sekolah PTK Naungan Kemendikbud ke Madrasah Naungan Kemenag (lintas naungan) : 
  1. PTK mengajukan mutasi melalui akun PTKnya, lihat panduan mutasi PTK di sini.
  2. Untuk kondisi ini, PTK yang mengajukan mutasi tersebut akan langsung mencetak SURAT PENGAJUAN MUTASI Madrasah INDUK PTK (SM02). Dengan kata lain PTK tersebut tidak perlu melakukan prosedur pelaporan Mutasi Keluar di Admin Dinas setempat.
  3. Selanjutnya serahkan SURAT PENGAJUAN MUTASI Madrasah INDUK PTK (SM02) yang dicetak tersebut ke Admin Kemenag Kota/Kab tujuan untuk Tanda Bukti Persetujuan Pindah Datang. Lihat Panduan Mutasi MasukPTK di sini. 
  4. PTK mendapat SURAT TANDA BUKTI MUTASI SEKOLAH INDUK PTK (SM03) yang dicetak oleh Admin Kemenag Kab/Kota sebagai tanda bukti persetujuan mutasi Madrasah induk Anda.
2. Mutasi Madrasah PTK Naungan Kemenag ke Sekolah Naungan Kemendikbud (lintas naungan) 
PTK dari Madrasah naungan Kemenag yang akan mutasi Madrasah induknya ke Sekolah naungan Kemendikbud tetap harus melalui prosedur pelaporan pindah keluar di Admin Kemenag Kab/Kota instansi lamanya, namun akan secara langsung termutasikan ke sekolah induk barunya tanpa prosedur pelaporan mutasi masuk di Admin Dinas Kab/Kota tujuan.
Berikut langkah-langkah singkat prosedur Mutasi Madrasah PTK Naungan Kemenag ke Sekolah Naungan Kemendikbud (lintas naungan) : 

  1. Login sebagai PTK/Admin di http://simpatika.kemenag.go.id/ dan pilih layanan PTK.
  2. Ajukan mutasi ke intansi tujuan, lihat panduan mutasi PTK di sini.
  3. Serahkan SURAT PENGAJUAN MUTASI Madrasah INDUK PTK (SM01) tersebut untuk dilaporkan pindah keluar oleh admin Kemenag Kab/Kota. Lihat panduan Persetujuan Mutasi Keluar di sini. 
  4. Untuk kondisi ini, Admin Kemenag Kab/Kota akan mencetak SURAT TANDA BUKTI MUTASI SEKOLAH INDUK PTK (SM03) langsung tanpa melalui prosedur Pelaporan Mutasi Masuk (SM02) oleh Admin Dinas tujuan.
  5. Berikut contoh SURAT TANDA BUKTI MUTASI SEKOLAH INDUK PTK (SM03) yang dicetak oleh Admin Kemenag Kab/Kota sebagai tanda bukti mutasi Madrasah induk Anda ke sekolah naungan Kemendikbud.
3. Mutasi PTK ke Madrasah lain.  
Jika PTK akan melakukan Mutasi ke Madrasah lain, silakan ikuti langkah – langkah melakukan Mutasi berikut ini :
  1. Akses http://simpatika.kemenag.go.id/ pilih 2. Login PTK/Admin










3. Masukan ID dan Password login Anda dan pilih layanan PTK.

4. Pada halaman dasbor PTK, pilih menu Mutasi >> klik tombol Cetak Surat Ajuan. 
5. Pilih Wilayah /Instansi tujuan dengan memilih kota/kabupaten instansi tujuan mutasi. 

6. Masukan kata kunci pencarian, dapat berupa nama sekolah maupun jenjang sekolah. Misal MAN atau BANYUWANGI >> Enter/klik icon pencarian. Kemudian akan ditampilkan hasil pencarian, pilih / klik nama sekolah tujuan mutasi pada daftar hasil pencarian. 
 7. Periksa ulang tujuan mutasi sekolah Anda, jika sudah benar klik tombol Benar & Lanjut. Klik batal, / Pilih Instansi lain untuk merubah instansi tujuan.
8. Silakan cetak surat Ajuan Mutasi Anda dengan klik tombol Cetak Surat Ajuan, kemudian serahkan ke Admin Kemenag tempat instansi induk lama Anda bernaung.
9. Berikut contoh surat Ajuan Mutasi (SM01). 

10 Ajukan ajuan Mutasi (SM01) kepada Admin Kemenag dengan melampirkan k yang dibutuhkan
11. Admin Simpatika Kemenag akan melakukan verval dengan menerbitkan SM.02






Kolaboratif, MTs AL ISHLAH Bersama MDC Inisisasi Workshop Jurnalistik Sambut Tantangan Madrasah Era 4.0

         Banyuwangi - Jaringan Guru Madrasah Banyuwangi melaksanakan Workshop Jurnalistik Penulisan Berita bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Al A’la Pancursari, Benculuk, Kecamatan Cluring, Sabtu (24/8). Kegiatan ini diikuti oleh sebelas guru perwakilan tujuh Lembaga kecamatan Purwoharjo, Tegalsari dan Cluring diantaranya MI AL A’la Pancursari Cluring, MI Al Falah Benculuk, MI Tarbiyatul Athfal Sumberjeruk, MI Darussalam 2 Tegalsari, MI Al Huda Sembulung, MI Nahdatus Shibyan Tamanagung dan SD NU Kradenan. 

         Madrasah bertekad memanfaatkan ruang publikasi untuk menguatkan visi madrasah hebat madrasah bermartabat, sesuai dengan program Kementerian Agama Republlik Indonesia. Workshop ini difasilitasi oleh dua, Mohammad Arif Fajartono, Humas Kwartir Cabang Gerakan Pramuka banyuwangi dan Rofi’udin, Kepala MTs Al Ishlah Muncar Banyuwangi.

Arif menyampaikan bahwa menulis tidak membutuhkan kecerdasan tinggi, hanya membutuhkan kemauan dan ketelatenan. Semakin sering dilatih maka semakin tajam produk tulisan yang dihasilkan. 

“Jam Terbang, itu dua kata kunci yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang memilih untuk mendalami dunia jurnalistik,” ungkapnya saat menyajikan materi.

Dalam workshop ini tersebut diajarkan teknik-teknik sederhana cara menulis berita dengan mudah. 

“Pada intinya, penulisan berita menggunakan rumus 5W + 1H, What (apa), Who (Siapa), When (Kapan), Where (dimana), Why (Mengapa) dan How (Bagaimana). Oleh sebab itu, ditargetkan setiap peserta mampu menulis dengan mudah semua kegiatan positif di lembaga masing-masing, kemudian disebar ke semua kanal media sosial,” jelas Arif.

          Fasilitator kedua, Rofi’ menambahkan bahwa dalam prosesnya, sebuah berita yang disajikan harus melewati 5 tahapan, penulisan, diawali dari wawancara, berlanjut penulisan, penyuntingan, pemberian judul dan yang terakhir publikasi. 

“Tidak ujug-ujug sebuah berita disajikan, butuh diproses layaknya sebuah makanan, hingga nantinya matang untuk disajikan,” katanya. 

Dia menambahkan, sebagai sebuah rangkaian, proses penulisan berita membutuhkan kolaborasi, dan madrasah sebagai sebuah komunitas memiliki jaringan yang bisa berdaya.

“Tantangan kedepan yang dihadapi madrasah saat ini adalah era 4.0, madrasah tak hanya harus mampu bertahan di dunia nyata, namun juga di dunia maya. Kegiatan positif yang dilaksanakan butuh untuk disebarkan dan diakses oleh khalayak,” tutup Rofi’. 

Ma’sum Syafi’i, penyelenggara workshop berharap bahwa semua berita positif madrasah bisa secara langsung disebarkan. 

“Pengulangan yang sebanyak-banyaknya akan membentuk citra positif madrasah, baik tingkat kabupaten maupun level yang lebih tinggi,” imbuhnya.

          Kegiatan yang didukung oleh Humas Kwarcab Banyuwangi, MTs AL Ishlah Muncar, SmartGen Indonesia dan Madrasah Drumband Community (MDC) diapresiasi oleh semua peserta yang hadir. 

“Terima kasih disampaikan kepada seluruh pendukung suksesnya workshop, hingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” pungkas Ma'sum. (Rofi)

MAN 2 Banyuwangi ikuti Gerak Jalan Tradisional


MAN 2 Banyuwangi - Para siswa yang mengikuti kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh kabupaten Banyuwangi dalam rangka HUT RI 74 pada hari Sabtu, 24 agustus 2019 yang diwakili oleh Organisasi Pramuka MAN 2 Banyuwangi, menerjunkan 2 regu yang terdiri dari 1 regu putra " Bratasena" dan 1 regu putri " Wijaya Kusuma". reguni yang sudah disiapkan selama 1 bulan lamanya, dikarenakan rute yang ditempuh sangatlah panjang.kegiatan ini menempuh jarak 45 km untuk regu putra dan 17 km untuk regu putri.

MAN 2 Banyuwangi sudah 8 tahun mengikuti kegiatan ini dan tahun pertama mengikuti dilakukan pada tahun 2012. kegiatan ini jadi kegiatan wajib yang harus diikuti oleh madrasah kami.karena bukan hanya menjadi ajang pembuktian bagi siswa ajang ini juga sebagai wadah untuk menunjukan kalau siswa madrasah kami sangat kreatif dan dari tahun ketahun kami mendapatkan sambutan positif dari para penonton.

"Kami menyiapkan diri kami untuk turun di ajang ini dan kami memang bukan hanya siap
 menunjukan kemampuan kami tapi ini sebagai pembuktian bagi kami sebagai penerus bangsa dan menghargai pengorbanan para pahlawan" ujar Yusril sebagai anggota regu putra.

" Anak-anak sangat semangat menunggu datangnya hari ini dan mereka sudah menyiapkan yang terbaik untuk hari ini semoga saja tahun ini kami bisa membawa pulang piala lagi " Ujar Bapak Rofi'i Selaku Pembina .

semoga apa yang dilakukan siswa MAN 2 Banyuwangi mendapatkan apa yang diinginkan dan bisa memambah nilai positif dimasrakat banyuwangi hingga luar kota. (MIT.REDACTION)
(Taufik)

Band MAN 2 Banyuwangi Raih Juara 2 Festival Band

MAN 2 Banyuwangi sanggat bangga kepada Band
"CRESCENDO" yang meraih juara 2 di Lomba Festival & Parade Band Se Kabupaten Banyuwangi yang di selenggarakan SMPN 1 Genteng Dalam peringatan Dies Natalis SMP Ke. Lomba ini dilaksakan pada hari Jum' at, 23 Agustus 2019 dan diikuti beberapa sekolah yang ada di banyuwangi. Band Crescendo ini terdiri dari Putri Sinta (vokal), Yudha Fernando ( Bass) , Zikri Ramadansyah (Ritem) , Arda Riski Mahendra (Melodi), dan Zidan Bagus (Drum). Filosofi Nama Band Crescendo itu diambil dari dinamika dalam musik namanya crescendo Artinya irama dari lemah berubah perlahan menjadi kuat. dari situlah tertanam do'a agar band ini diawali dari tidak dikenal menjadi sebuah Band yang di perhitungkan di setiap festival yang diikuti.

" Saya sangat bangga atas apa yang diraih oleh siswa MAN 2 Banyuwangi dalam Lomba tersebut dan semoga siswa apa yang didapatkan oleh siswa  bisa menjadi contoh siswa-siswa lain dalam mengejar prestasi serta terus mengharumkan nama MAN 2 Banyuwangi" Bapak H. Anwar selaku kepala madrasah.

" Saya sangat bangga karena tiem bisa bekerjasama dengan baik dan bisa meraih juara di lomba ini , dan saya harap kami bisa terus membanggakan nama MAN 2 Banyuwangi . terima kasih teman-teman, bu eka dyah paramita, dan bapak kepala  telah memberi dukungan kepada kami" ujar Yudha Fernando.

dari lomba ini menjadi kebanggan kami agar lomba-lomba selanjutnya kami bisa memenangkan juara lagi.(Taufik)

Workshop Pengembangan Kurikulum



 Sejumlah 50 Guru yang membidangi kurikulum mengikuti Workshop Pengembangan Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran bagi Guru RA, MTs dan MA yang diselenggarakan kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi di aula Madrasah tsanawiyah negeri 10 Banyuwanhgi di Kecamatan Rogojampi Rabu (21/8).Dalam kegiatan tersebut disamping Wrokshop yang dilaksanakan sehari tersebut, juga ditindak lanjuti dengan pendampingan selama 5 hari oleh Pengawas Madrasah. “Setiap 5 lembaga akan didampingi oleh seorang pengawas” Ungkap Zaenal Abidin, Kasi Pendidikam Madrasah selaku Ketua Panitia. 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya peningkata mutu pendidikan di Madrasah dan Raudlotul Athfal.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Slamet ketika membuka acara dan memberikan materi tentang kebijakan pemerintah tentang pengembangan kurikulum menyampaikan bahwa madrasah harus bijak dalam pengembangan kurikulum, sehingga pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan kondisi anak. 

Lebih lanjut Slamet menyampaikan bahwa sebagaimana hymne Madrasah yakni “Madrasah tumpuan harapan umat membentuk jiwa berakhlaqul karimahMenjawab arus tantangan zaman menjadi runtuhnya moral” ungkapnya. Slamet berharap Guru RA dan Madrasah benar benar menjaga marwah lembaga pendidikan sehingga harapan agar Madrasah dapat menjawab arus tantangan zaman dapat benarb benar terwujud.Mengenai pengembangan Kurikulum, Slamet menyampaikan bahwa Kegiatan yang dilaksanakan didalam kelas maupun diluar kelas merupakan satu kesatuan yakni proses belajar mengajar, karenanya Guru bukan hanya mengajar, tetapi mempunyai tugas mendidik. “Guru dalam akronim jawa adalah digugu dan ditiru, karenanya Guru madrasah harus jadi panutan dan menjadi pelopor dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu para Narasumber yang menyampaikan materi antara lain, Agus Santoso, Ketua Pokjawas kemenag Kabupaten Banyuwangi menyampaikan stategi pengembangan kurikulum yang dapatb diterapkan di madrasah, sementara narasumber lainnya Badrus menyampaikan Strategi pembelajaran Raudlatul Athfal dan pengembangan bahan Ajar di Raudhatul Athfal.Para peserta antusias dalam mengikuti Workshop yang dilaksanakan secara terpadu tersebut, sebagaimana disampaikan Ika Hermawati, Waka kurikulum Madrasah Ibrahimy Aliyah Secang kecamatan Kalipuro, menyampaikan bahwa Workshop yang dilaksanakan sangat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di Madrasah, terutama di Madrasah swasta. “Model Workshop yang dilaksanakan dengan klasikal ditambah pendampingan selama lima hari ini sangat membantu dalam pengembangan SDM dan Madrasah” ungkapnya. 

Guru Cantik ini sangat berterimakasih kepada kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang secara continue memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap Lembaga Madrasah yang berada dibawah pembinaannya. Bu. Ika (Panggilan akrabnya) juga menyampaikan banyak terimakasih terhadap inovasi layanan yang diberikan kepada Madrasah, seperti penggunaan E-SPJ, pemberian Sertifikasi dan Insentive yang diberikan setipa bulan dll "dengan pencairan sertifikasi dan insentive setiap bulan sangat membantu dalam peningkatan kesejahteraan para guru" ungkapnya. 


Nikmat Kemerdekaan dan Nikmat Persatuan


Kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam sambutan ketika menjadi Pembina Upacara di Halaman kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa nikmat yang kita rasakan di Indonesia saat ini bukan hanya nikmat kemerdekaan, tetapi Merdeka dan Bersatu, sehingga kita merasakan rasa aman dinegeri ini.
Jika kita bandingkan dengan Negara lain, contohnya Suriah, Yaman dan beberapa Negara lainnya, kita patut bersyukur dan harus menjaga rasa persatuan tersebut agar tercipta rasa aman dalam persatuan berbhineka. “Saudara kita Umat Islam di Suriah kurang ada Rasa aman, ketika dikumandangkan adzan Isya, banyak yang tidak berani keluar rumah untuk pergi ke Masjid” Ungkap Slamet. Karenanya lanjut Slamet, kita harus benar benar memanfaatkan kemerdekaan, persatuan dan rasa aman tersebut untuk menikmati dan mengisi kemerdekaan ini dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.

Salah satu cara mensyukuri Kemerdekaan ini adalah kita Umat Islam dapat melaksanakan Sholat Fardhu berjamaah di Masjid, dan ini sering diabaikan oleh kita yang sedang menikmati rasa kemerdekaan. Begitu juga dengan pejabat lainnya yang beragama non Islam, yang harus menjadi pendorong dan motivator kebaikan dilingkungannya.
Ketika dicabut nikmat rasa aman pada diri kita, maka akan sangat kita rasakan dampaknya bagi kehidupan kita, apalagi jika dicabut Kemerdekaan ini dari Negeri kita tercinta. Karenanya ASN Kementerian Agama harus menjadi Motivator untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan yang salah satunya adalah  penerapan nilei nilei Agama dalam kehidupan sehari hari yang salah satunya adalah menjadi pelopor bagi pelaksanaan Shiolat jamaah, baik di Kantor maupun dilingkungan masing masing.
Empat bulan setelah Kemerdekaan Indonesia, ada nikmat lagi bagi kita yakni terbentuknya Kementerian Agama di Indonesia dengan tugas tugas mengurusi bidang Agama yang dibawah bernama Djawatan kementerian Agama, dimana salah satu Kepala Kantor Djawatan Agama Kabupaten Banyuwangi yakni K Ali  Manshur telah menciptakan Syiir Sholawat Badar yang dikenal diseluruh dunia.
Kehidupan akan rusak yang salah satunya dimulai dari rasa tidak dapat mensyukuri nikmat yang kita rasakan, sebagaimana korupsi terjadi karena tidak dapat mensyukuri nikmat dari gaji yang diterimanya, ungkap Slamet. Lebih lanjut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa sebagaimana termaktub dalam Alquran bahwa jika kita bersyukur, maka nikmat itu akan ditambah, tetapi jika tidak dapat bersyukur, maka sesungguhnya adzab tuhan amatlah pedih.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger