Pages

Cara Pengajuan kelebihan Rombongan Belajar pada Simpatika

Ajuan dispensasi kelebihan siswa dan rombongan belajar adalah salah satu fitur terbaru yang dirilis Simpatika di tahun 2019 ini. Ajuan dispensasi kelebihan rombel atau siswa atau form S40a merupakan implementasi terkait aturan jumlah siswa dan rombel di madrasah dan Revisi Juknis TPG 2019.
Aturan terkait jumlah siswa dan rombel yang dimaksud di atas adalah terkait dengan ketentuan jumlah maksimal siswa dan rombel di suatu madrasah. Jika sebelumnya hanya dikenal dispensasi kelayakan karena jumlah siswa yang tidak memenuhi rasio guru : siswa (siswa kurang dari batas minimal 15 siswa per-rombel) maka kini ada juga dispensasi kelayakan karena jumlah siswa atau rombel melebihi batas maksimal.
Batas siswa dan rombongan belajar maksimal ini sendiri sebelumnya telah diatur berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 631 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Penerimaa Peserta Didik Baru Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2019/2020 pada madrasah yang memiliki siswa atau rombongan belajar melebihi batas maksimal sesuai ketentuan di atas pada saat melakukan ajuan S25a (Keaktifan Kolektif) akan muncul peringatan “Alokasi JTM” >> “Kelebihan Alokasi Rombel” dengan tombol pengajuan sispensasi di bawahnya.
Sehingga madrasah yang bersangkutan dapat mengajukan Surat Ajuan Dispensasi Kelebihan Rombel (S40a). Terkait ajuan Ajuan Dispensasi Kelebihan Rombel/Siswa ini sebelumnya telah diatur dalam Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Nomor 0360/DJ.I/01/2019 tentang Revisi Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Madrasah Tahun 2019.
Juknis TPG Silahkan klik DISINI
Revisi Juknis TPG silahkan Klik DISINI Untuk mencetak S40a (Surat Ajuan Dispensasi Kelebihan Rombel / Siswa), caranya adalah:
1.Kepala Madrasah login ke akun Simpatika dan memilih layanan sebagai PTK









2. Klik menu Keaktifan










3. Tepat di atas tombol Ajuan Verval S25a, muncul notifikasi merah pada Alokasi JTM, Klik Alokasi JTM.
4. Muncul keterangan jumlah rombel yang ada pada madrasah, sila klik Ajuan Dispensasi
5. Muncul Surat Ajuan Dispensasi Kelebihan Rombel (S40a), cetaklah S40a tersebut
6. Bubuhi S40a dengan materai, tanda tangan kamad, dan stempel madrasah
7. Bawalah S40a tersebut ke admin Kabupaten/Kota untuk dilakukan verval dan persetujuan
Oleh Admin Kabupaten/Kota, dilakukan persetujuan / verval melalui akunnya (menu Satuan Pendidikan >> Tunjangan Guru >> Kelola Dispensasi Rombel / Siswa)
8. Setelah disetujui, Admin Kabupaten/Kota akan mencetak Form S40b (Tanda Bukti Persetujuan Dispensasi Kelebihan Rombongan Belajar / Siswa)



Ajarkan Tertib, Siswa Sholat di Terpal


Madrasah Aliyah Negeri(MAN) 2 Banyuwangi mengajarkan siswanya untuk tertib dan menaati peraturan yang ada.pada (12/08) siswa siswi yang membolos tidak mengikuti sholat Idul adha di madrasah mendapatkan hukuman.semua siswa yang mendapat hukuman tersebut harus melakukan simulasi sholat idul adha di MAN 2 Banyuwangi baik siswa putra ataupun putri.karna di setiap kegiatan di madrasah selalu di absen untuk meningkatkan ke aktifan siswa siswi madrasah.para kordiator ketertiban selalu siap siaga dalam mencipkan madrasah yang tertib dan sesuai dengan peraturan yang ada.para siswa melakukan simulasi sholat idul adha di lapang utara MAN 2 Banyuwangi dengan memakai terpal agar para siswa siswi yang membolos dalam kegiatan Madrasah akan jera.

Kegiatan MAN 2 Banyuwangi di Genteng

 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi mengadakan kegiatan untuk menyambut hari kemerdekaan RI.Man 2 Banyuwangi mengadakan lomba lomba seperti tarik tambang,sepak bola dangdut,pantun berbalas, ambil stik, mengambil belut.lomba tersebut di adakan di dalam madrasah guna menciptakan jiwa partiotisme kepada seluruh masyarakat madrasah.lomba tersebut di ikuti oleh para siswa siswi kelas 10-12 di berbagai jurusan, Senin (12/8)

Perlombaan yang paling menarik perhatian siswa siswi adalah perlombaan ambil stik di semangka yang dimainkan oleh 3 anak dalam 1 regu.(a)satu anak mengambil stik di semangka yang di gantung(b) se usai mendapatkan langsung di berikan kepada teman selanjutnya yang matanya di tutup (c)setelah di terima oleh teman yang ke 2 di lanjutkan menuju teman terakhir yang bertugas menerima stik dengan nampan yang ada di atas kepalanya.para penonton sangat semangat dengan menyemangati kelas masing masing.
“Saya sangat senang saat mengikuti lomba agustusan man 2 banyuwangi ini.karna banyak sekali hikmah yang dapat di ambil dan tentang kekompakan dalam 1 kelompok.seperti perjuangan para pahlawan yang berjuang bersatu demi kemerdekaan NKRI”. Ujar citra, salah seorang peserta.
“Saya berharap dengan adanya perlombaan ini semua siswa dan siswi dapat mengimplementasikan atau merasakan bagaimana perjuangan para pahlawan.dan semoga perlombaan ini di ikuti dengan sportifitas semua peserta perlombaan"  Ungkap Asrori, Guru Pembimbing

Simulasi KSM Kabupaten Banyuwangi


 Menghadapi kompetensi Sains Madrasah (KSM) Propinsi Jawa Timur di Kota Malang yang akan berlangsung tabnggal 15 Agustus 2019, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melaksanakan Simulasi bagi peserta yang akan tampil mewakili Kabupaten Banyuwangi untuk semua jenjang dan bidang study. Kegiatan tyersebut dilaksanakan di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi senin (12/8).
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Zaenal Abidin menyampaikan bahwa Simulasi ini perlu dilakukan dengan mengingat dalam pelaksanaan KSM Tingkat Propinsi berbasis computer. “ Dalam seleksi tingkat Kabupaten kemarin berbasis Kertas, sementara untuk Tingkat Propinsi Menggunakan CBT, karenanya perlu adanya simulasi KSM berbasis CBT bagi calon peserta” ungkap Zaenal.
Beberapa peserta Nampak terbiasa menggunakan CBT dalam pelaksanaan Simulasi KSM tersebut.  Hanya beberapa peserta jenjangMadrasah Ibtidaiyah saja yang belum terbiasa menggunakan CBT. Zaenal berharap dengan adanya simulasi tersebut peserta tidak kesulitan dalam men gerjakan soal soal ditingkat propinsi, dan berharap para peserta dari Kabupaten Banyuwangi tersebut mampu menembus sampai kejenjang Nasioanal.

Disnak Kab. Banyuwangi Survey Hewan Qurban Kemenag Kab. Banyuwangi

Dinas Peternakan Kabnupaten Banyuwangi melakukan survey terhadap Hewan Qurban yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi. Dalam surver tersebut Dinas Peternakan dibantu oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Arilangga. Seperti yang dilaklsanakan di halaman masjid Ar Royan kantor Kementerian Agama Kasbupaten Banyuwangi seusai Sholat Idhul Addha Ahad (11/8) dimana Kantor Kementyerian Agama Kasbupaten Banyuwangi juga menyelenggarakan penyembelihan hewean qurban, rombongan inas Peternakan yang dipimpin Drh Nanang melakukan survey t5erhadap tata cara apenyembelihan dan kesehatan hewan qurban.
Nurul Islam, Mahasiswi  Semester Lima Universitas Arilangga Surabaya menyampaikan bahwa dirinya dan keempat rekannya yang mendampingi tim dari Dinas Peternakan tersebut menyampaikan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas sambutan dari Panitia Penyembelihan Kewan WQurbanh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi “ saya dan beberapa rekan keseluruhannya berjumlah Sembilan puluh orang dan menyebar sekabupaten Banyuwangi unrtuk ikut survey penyembelihan hewan qurban, dan kebetulan saya bertugas di Kemenag” ungkapnya.
Sementara itu drh. Nanang menyampaikan bahwa makssud dari survey yang dilakukan untuk memastikan bahwa hewan yang disembelih sudah layak (powel/dewasa) serta dalam kondisi sehat. Hal ini dapat dihilat dari hati kampong dan sapi tersebut yabngf terlihat bersih “hewan qurban yang kurang sehat akan terlihat dari hatinya yang terlihat kusam dan kotor, begitu juga dengan dagingnya” ungkapnya.
Sementara itu Panitia hewan qurban Achlis Yusrianto menyambut baik kedatangan tim dari Dinas Peternakan tersebut, karenanya dengan adanya survey tersebut juga akan menambah pengetahuan bagi panitia untuk menambah pengetahuan mengenai hewan yang sehat untuk dikonsumsi.  Lebih lanjut Achlis (panggilan akrabnya) menyampaikan bahwa dalam pendistribusian qurban, Panitia menggunakan wadah yang ramah lingkungan dan higienis. Mengenai sitim pendistribusian, disamping disembelih di halaman Maasjid Ar royan, juga disembelih diwilayah yang memburtuhkan. “sebagian kita serahkan kepada panitia yang ada di masjid dan Musholla diluar Kementerian Agama agar mudah dalam pendistribusiannya.

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail


Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ
اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ صدق الله العظيم

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada hari ini kaum Muslimin merayakan Hari Idul Adha dengan melaksanakan shalat id karena telah sampai pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah. Shalat Idul Adha adalah peristiwa besar yang setiap tahun umat Islam sedunia melaksanakannya dan setelah itu menyembelih hewan-hewan kurban sebagai sunnah muakkadah. Setiap kali merayakan Idul Adha, kita tidak bisa lepas dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ayah dan anak ini menjadi suri tauladan bagi kita semua dalam banyak hal, baik dalam ketaatan dan kepasrahan, kesabaran dan keikhlasan beribadah kepada Allah SWT, serta dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Nabi Ibrahim AS adalah seorang ayah sekaligus seorang hamba Allah yang lurus, berhati lembut, lagi penyantun. Beliau seorang Nabi dengan teladan kepemimpinan yang mencerahkan. Sedangkan sang anak, Nabi Ismail AS, adalah seorang anak yang sabar dan berbakti kepada kedua orang tua; dan tentunya juga taat kepada Allah SWT.
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Nabi Ibrahim AS menikah dengan Siti Sarah sudah cukup lama, bertahun-tahun, namun belum dikaruniai seorang anak pun. Beliau telah lama mengidamkan hadirnya seorang anak. Kemudian oleh Siti Sarah, Nabi Ibrahim dipersilakan untuk menikah lagi dengan Siti Hajar yang tak lain adalah seorang pembantu bagi keluarga Ibrahim. Dan akhirnya beliau mendapatkan seorang anak hasil pernikahannya dengan Siti Hajar dan diberinya nama Ismail. Beliau merasa senang dan tenang bersama sang buah hati. Beliau melihat Ismail menikmati masa kanak-kanaknya dan menemani kehidupannya dengan tentram dan damai. Tetapi kemudian, Ibrahim bermimpi dalam tidurnya. Beliau menyembelih anak satu-satunya itu. Ibrahim pun menyadari bahwa itu adalah perintah dari Allah SWT.
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Kita bisa membayangkan betapa Nabi Ibrahim tengah diuji Allah SWT. Anak satu-satunya yang telah lama beliau nantikan kehadirannya hingga usia beliau hampir 100 tahun, pada akhirnya harus dikorbankan atas perintah Allah dengan cara disembelihnya sendiri. Bagaimanakah sikap Nabi Ibrahim menghadapi perintah tersebut? Nabi Ibrahim adalah seorang rasul. Maka beliau tidak ragu-ragu dalam memahami dan menerima perintah tersebut. Tidak ada kekacauan dalam pikiran beliau sehingga beliau tidak melakukan protes atau mencoba bertanya kepada Allah untuk meminta klarifikasi. Misalnya dengan bertanya, ”Kenapa ya Allah, harus saya sembelih anak tunggal saya ini?”
Tidak ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Yang ada pada Nabi Ibrahim AS adalah penerimaan total, keridhaan yang mendalam, ketenangan dan kedamaian yang luar biasa. Itulah sebabnya Nabi Ibrahim AS mendapat berbagai macam gelar seperti: ulul azmi (orang yang sangat sabar), khalilullah (kekasih Allah), hanifan muslima (orang yang lurus yang berserah diri kepada Allah SWT), abul anbiya (bapak para nabi), dan sebagainya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Kisah bagaimana Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Allah SWT bisa kita simak sebagaimana termaktub dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat, ayat 102:
يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ
Artinya: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu”.
Ayat tersebut merupakan perintah dari Allah SWT agar Nabi Ibrahim menyembelih Ismail yang belum cukup dewasa atau masih anak-anak karena baru berusia kurang dari 14 tahun. Maka Nabi Ibrahim sebagai orang tua bertanya kepada Ismail bagaimana pendapatnya tentang perintah tersebut sebagaimana dikisahkan dalam bagian ayat berikutnya:
فَانظُرْ مَاذَا تَرَى
Artinya: “Maka pikirkan, apa pendapatmu tentang perintah itu”.
Pertanyaan Nabi Ibrahim kepada Ismail ini sebenarnya mengandung pelajaran berharga bahwa seorang ayah atau orang tua tidak ada jeleknya, bahkan sangat bagus, memberikan hak bertanya atau mengemukakan pendapat bagi anak-anaknya berkaitan dengan masa depan mereka. Apalagi menyangkut soal hidup dan mati. Dengan kata lain, ini sesungguhnya pelajaran tentang demokrasi atau musyawarah dimana dialog untuk mencapai persepsi yang sama diperlukan untuk meraih tujuan baik yang akan dicapai bersama. Dengan cara seperti ini tentu keikhlasan untuk menerima sebuah keputusan bisa dicapai dengan baik secara bersama pula. Maka tidak mengherankan ketika memberikan jawaban kepada ayahnya Nabi Ibrahim , Ismail menjawab dengan jawaban yang sangat bagus, penuh kesabaran dan keikhlasan sebagai berikut:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Dengan ketaatan kepada Allah SWT yang luar biasa sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Ismail, maka Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim sebagaimana termaktub dalam Surat As-Shaffat, ayat 104 -105 sebagai berikut:
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu; sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik”.
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah hanya menghendaki ketundukan dan penyerahan diri Nabi Ibrahim AS, sehingga tiada lagi tersisa dalam diri beliau kecuali ketaatan kepada Allah. Nabi Ibrahim meyakini tidak ada perintah yang lebih berharga dan lebih tinggi daripada perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan segalanya, termasuk yang paling berharga, yakni putranya Ismail dengan pengorbanan yang penuh keridhaan, ketenangan, kedamaian, dan keyakinan akan kebenaran. Maka, Allah kemudian menebus putranya itu, Ismail–dengan seekor hewan sembelihan yang besar.
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Dengan peristiwa inilah, kemudian dimulailah sunnah berkurban pada shalat Idul Adha hingga sekarang. Disembelihnya hewan-hewan kurban menjadi pengingat kita atas kejadian besar tersebut. Peristiwa itu akan terus menyibak tabiat keimanan yang kita genggam supaya kita lebih paham mengenai bagaimana kita berserah diri seutuhnya kepada Allah SWT; bagaimana kita taat kepada Allah dengan ketaatan yang penuh keridhaan. Semua itu agar kita makin mengerti, bahwa Allah tidak hendak menghinakan manusia dengan cobaan. Pun tidak ingin menganiaya dengan ujian. Melainkan, Allah menghendaki agar kita bersegera memenuhi panggilan tugas dan kewajiban secara total. Namun demikian, Allah mengingatkan kita dalam Surat Al Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Shalat Idul Adha berlangsung pada bulan Dzulhijjah karena dalam bulan ini dilaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah. Mungkin, sayup-sayup terdengar oleh kita kalimat talbiyah yang dikumandangkan mereka yang sedang menunaikan ibadah haji melalui berbagai media. Mereka berseru:
لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ
Artinya: “Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya setiap getaran pujian adalah bagi-Mu. Sejatinya, setiap tetes kenikmatan berasal dari-Mu. Sebenar-benarnya, Engkaulah Raja dan Penguasa kami, tiada sekutu bagi-Mu.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,
Semoga saudara-saudara kita umat Islam sedunia yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci akan menjadi haji yang mabrur. Dan bagi kita yang belum menunaikan ibadah haji, semoga Allah mudahkan kita melaksanakan ibadah ini ketika saatnya telah tiba. Amin ya rabbal ‘alamin.
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الاَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ. وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah II
اللهُ اَكْبَرْ (4×) (3×) اللهُ اَكْبَرْ  
اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

BSM Banyuwangi Sumbang Biaya Operasional Penyembelihan Hewan Qurban

 Bank Mandiri Syariah Banyuwangi memberikan sumbangan untuk operasional penyembelihan hewan qurban yang diselenggarakan kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Rabu (7/8) di Kantor kemenag Kabupaten Banyuwangi. Bantuan tersebut dimaksudkan agar dalam penyembelihan hewan qurban yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tidak kesulitan dalam penyediaan operasional.
Perwakilan Panitia Penyembelihan hewan qurban Achlis Yusrianto menyampaikan bahwa dalam penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan di Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, semua yang ada dan dapat ditasarufkan dari hewan qurban tersebut (termasuk kulit), akan ditasarufkan sesuai dengan peruntukannya. “biaya operasional termasuk wadah pembagian yang ramah lingkungan tidak kita bebankan pada pengqurban” ungkapnya.
Bukanh hanya penyembelihan hewan qurban saja BSM memberikan bantuannya, dalam pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Banyuwangi, BSM juga memberikan seragam untuk Panitia pemberangkatan haji tingkat Kabupaten. “Selain membantu panitia, pemberian kaos untuk panitia pemberangkatan haji juga sebagai salah satu media promosi” ungkap Lia, pimpinan Cabang BSM Rogojampi. Lebih lanjut Lia menyampaikan bahwa Kementerian Agama merupakan salah satu mitra kerja terdepan dalam ikut mempromosikan pembiayaan syariah di Indonesia.
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger